Some books help you slow down, enjoy the cooking, the eating, and the little pauses in between and " Rice, Miso Soup, Pickles" is exactly that kind of gentle companion. I don’t usually read books like this, but maybe that’s why it felt like such a comforting surprise. It doesn’t shout for your attention; it simply invites you into a softer way of living, one bowl of rice and one mindful breath at a time.
This isn’t a cookbook—it’s more like sitting with someone who has mastered the art of simple living and is quietly teaching you how to return to yourself. Through the most humble foods warm rice, miso soup, salty pickles ,the author shows how traditional Japanese meals are actually tiny rituals of care. While reading, I could almost feel the calmness of preparing the same soothing meal again and again, the way repetition becomes reassurance, and how a kitchen can transform into a place of comfort.
What touched me most was how beautifully the book captures the emotional side of food: how a routine can ground you, how small acts can nurture your mind, and how slowing down can make life feel kinder. It’s warm, meditative, and deeply human. This book doesn’t just talk about food ,it teaches you how to live more gently, be more present, and savour the quiet magic hidden inside everyday moments.
Resep hidup Jepang yang sederhana namun bermakna dijabarkan dengan indah dalam buku ini: makan nasi, sup miso, dan acar tidak hanya sebagai unsur masakan tradisional, melainkan sebagai filosofi gaya hidup yang mengutamakan kesederhanaan, kesehatan, dan rasa syukur setiap hari. Penulis mengajak pembaca menghayati konsep washoku—makanan rumahan Jepang yang selaras dengan musim, tubuh, dan lingkungan, serta menekankan pentingnya rutinitas makan yang menenangkan pikiran. Struktur makanan yang tampak biasa—nasi polos, sup miso dengan sayuran musiman, dan acar asin—diperlakukan sebagai pusat keseimbangan fisik dan mental. Buku ini bukan buku resep biasa, melainkan sebuah wawasan budaya dari seorang chef yang dihormati di Jepang, yang mendorong pembacanya untuk menciptakan kehidupan dan dapur yang sederhana tapi penuh makna. Terjemahan ke dalam bahasa Inggris membuka kesempatan bagi pembaca internasional untuk memetik hikmah dari hampir setengah juta eksemplar yang telah terjual di Jepang. Visual-visual dan cerita kecil memperkuat bagaimana persiapan yang konsisten pada hidangan sederhana dapat mendatangkan keteduhan batin serta rasa nyaman di rumah sendiri. Sewaktu Anda menyajikan hidangan-hidangan dasar ini, Anda juga sedang merawat tradisi, tubuh, dan hubungan dengan makanan sebagai bagian dari identitas budaya. Cocok dibaca oleh para pencinta budaya Jepang, peminat gaya hidup minimalis dan mindful living, chef rumahan yang ingin menanamkan makna dalam masakan sehari-hari, serta siapa pun yang sedang mencari jalan menuju hidup yang lebih seimbang, sehat, dan bahagia. https://blog.periplus.com/2025/09/22/...