Buku ini menceritakan kisah nyata pengalaman penulis saat menjadi guru les dari anak-anak murid yang dia ajarkan , dibagi menjadi 9 cerita pendek . Masing-masing kisah tsb beragam , menceritakan sudut pandang murid-muridnya, ada anak yang merasa sedih , kesal , takut , malu , menjadi jahat dan memberontak , emosi , manipulatif , berusaha untuk menyenangkan orang lain . Dan ada juga sudut pandang dari orangtuanya , alasan kenapa si ibu mendidik anak dengan caranya yang seperti itu , dari semua kisah kebanyakan hanya menceritakan interaksi ibu dengan anak karena berlatar tempat di Taiwan , negara tersebut masih terbilang kuno dan kolot , orangtua tidak mendamping secara bersamaan untuk tumbuh kembang anak baik secara mental, fisik maupun akademis. Rata-rata kebanyakan ayah hanya sibuk bekerja mencari uang , sedangkan urusan anak-anak semuanya diurus oleh Ibu . Ayah hanya tahunya menekan sang istri agar anaknya sesuai dengan yang diharapkan dan direncanakan mengenai masa depannya .
Jujur waktu membaca kisah anak-anak tersebut hatiku merasa pilu dan bersyukur aku tidak dilahirkan di tempat dengan adat dan orangtua yang seperti itu . Aku bersyukur diberi kebebasan dari kecil , tidak perlu terus-terusan belajar dan semua nilai harus bagus , asalkan lulus sekolah dan bisa naik kelas saja orangtua sudah senang 😂 .
Makanya tinggal di Indonesia ini banyak untungnya dibanding ruginya. Betapa mirisnya membaca kisah-kisah murid itu . Bahkan aku dapat merasakan seolah-olah menjadi murid-murid itu , emosiku keluar , perasaan stres, kesal dan muak bisa kurasakan . Penulis sukses menyampaikan ceritanya karena sungguh mengena di hati. Anak bagaikan aset dan ajang pamer bagi para Ayah di sana , sedangkan bagi para Ibu , mereka benar-benar sayang dengan anak, saking sayang dan cintanya cara mereka mendidik salah dan menjadi keras , ingin anaknya menjadi yang terbaik dan sukses di masa depan , tetapi secara mental dirusaki dan para Ibu tidak sadar akan hal itu . Bahkan di penghujung cerita , penulis menceritakan kisah temannya sendiri yang notabene siswi berprestasi , namun ia mengatakan andaikan Ibunya mendidiknya bukan dengan cara yang keras , mungkin prestasinya di sekolah bisa lebih baik lagi .
Inti dari buku ini menekankan tentang hal yang salah tapi dianggap benar oleh para orangtua , mereka senantiasa menerapkan sistem mendidik anak 1 yang berhasil dengan anak yang lain dengan cara persis sama , padahal sikap anak dan kepribadian anak itu berbeda-beda . Ada yang introvert , ada yang ekstrovert , ada yang lebih menguasai bidang teori , ada yang lebih menyukai seni maupun bidang olahraga , namun orangtua memukul rata semuanya dan tidak peduli dengan perbedaan yang ada pada diri anak . Yang lebih parahnya lagi mindset orangtua selalu berpikir bahwa anak itu adalah miliknya , orangtua lah yang berkuasa atas apa yang ada pada diri anak , mengatur segalanya sesuai rencana orangtua , harus sekolah di mana , harus dapat nilai berapa , cita-cita harus menjadi apa dan yang selalu tidak disukai semua anak-anak adalah DIBANDING-BANDINGKAN dengan orang lain , bahkan dengan saudara sendiri .
Hatiku agak plong ketika membaca kisah yang orangtuanya tidak memaksakan anaknya menjadi seperti yang dia inginkan , meskipun dia dicap sebagai orangtua yang gagal oleh orang sekitar maupun oleh orangtuanya sendiri , yang penting anaknya bahagia dengan jalan hidup dan pilihannya sendiri . Terkadang orangtua lupa bahwa anak itu tidak pernah memilih untuk dilahirkan di keluarga yang seperti apa , namun anak itu punya pemikirannya sendiri yang tidak bisa selalu diatur orangtua , tugas orangtua seharusnya membimbing ia menjadi pribadi yang baik dan menyerahkan pilihan kepada anak beserta alasan dari sebab akibat jika memilih pilihan tersebut , namun keputusan tetap harus di anak agar anak juga merasa ia sendiri memiliki peran di hidupnya sendiri agar bisa menjadi pribadi yang mandiri dan bisa bertanggungjawab atas keputusannya . Kalau aku pribadi tidak perlu anak harus pintar dalam segala bidang , yang paling penting di kehidupan sosial sekarang ini adalah nilai norma kehidupan seperti sopan santun , attitude yang baik, cara bicara yang baik , manner yang baik. Jika semua itu ia miliki , masa depannya pun akan cerah , orang yang baik attitudenya serta dapat berpikir kritis selalu bisa bertahan hidup di dunia yang keras ini .
Rating : 🌟4.5