You must take a choice to take a chance on your life will never change. Dalam hidup pilihan itu akan selalu ada. Dan, ini adalah pilihan antara mengulang kisah yang pernah terjadi di masa lalu atau membuat kisah baru.
Ini adalah kisah Jane Nathalia, Musical Alexander, serta Andre Gonza Wilson yang terlilit dia antara pilihan - pilihan rumit.
Ketika masa lalu datang menghampiri, akankah kamu menyentuhnya kembali? Meskipun tanpa sadar, kisah yang baru hampir tergenggam dalam jemari. -Jane Nathalia
Hubungan jarak jauh itu mengandalkan kepercayaan yang kuat. Dan kali ini aku dihadapkan untuk tetap percaya terhadap hal yang telah aku jaga selama beberapa tahun belakangan ini, atau melepaskan dan mengukur cerita cinta dengan orang yang ada didepan mata? -Musical Alexander
Masa lalu tidak selamanya berisi kisah yang buruk, terkadang lebih baik kita memperbaiki kesalahan dari masa lalu, daripada melanjutkan hidup baru dengan bayangan masa lalu. - Andre Genza Wilson
Judul: The Choice Penulis: Asriaci Penerbit: Grasindo Ketebalan: 411 halaman
Berporos pada kisah Jane, Musical, dan Andre. Secara garis besar, buku ini menceritakan perjalanan Jane mendapatkan cintanya Musical. Tapi di tengah-tengah itu, hatinya digoyahkan dengan kemunculan sang mantan kekasih, yakni Andre.
Buku ini temanya ringan banget. Karena selain dititikberatkan di masalah romansa, The Choice juga menyoroti kisah keluarga Jane yang sudah kacau. Ditulis dengan bahasa sehari-hari yang pasti bakal dipahami oleh seluruh kalangan pembaca.
Namun, ada beberapa kekurangan yang aku temui; 1. Padanan kata ada yang salah. Terutama di halaman 253. Di sana ketika menceritakan tentang mamanya yang mau melahirkan, dia mengucapkan satu kalimat yang bikin aku bingung. Ternyata kalimat itu biasa diutarakan secara lisan, kalau ditulis untuk bahasa tulisan malah jadi rancu.
2. Kurang menceritakan latar tempat. Dari awal sampai akhir, penulis hanya fokus ke deskripsi hubungan antartokoh dan suasananya aja. Jadi, aku pribadi sih nggak bisa membayangkan keadaan rumahnya gimana, di sekolah kayak apa, dsb.
3. Menggantung. Ini bukan open ending, menurutku. Soalnya masih ada konflik yang belum terselesaikan antara Jane dengan satu tokoh lain yang nggak kalah penting. Seharusnya, meskipun tujuan awal si tokoh sudah tercapai, konflik juga terselesaikan. Kecuali kalau memang ada sekuelnya.
4. Typo. Di akhir paragraf, atau setelah dialog tag, banyak yang nggak pakai tanda titik.
Sorry, tapi menurutku, buku ini bisa aja jadi lebih tipis kalau nggak banyak pengulangan kalimat.
it was ok did i like it? not really did i hate it? no
do i recommend this book? well, i cant say it, maybe i didn't like this because i do not really enjoying teen fiction books and people could definitely have different opinions, right? but i think if you like a classic romance-teen books, you may like this(could be wrong tho). but, if you like a type of book that has a lot of complication, cases, and basically many things going on, you may not like this(like me-well i actually didn't hate it but i also didn't enjoy it very much). this book basically just like an ordinary teen books, about love story in high school. but if you like that kind of book, then. you may like this.