“Klasik? Bukankah kisah kita juga klasik?” kataku tanpa sadar.
“Ya, sejarah memang selalu berulang.” sahut Shinichi.
Gara-gara bertabrakan dengan seorang laki-laki di depan Miyamoto Café, Kaori tidak sengaja menjatuhkan saputangannya. Sudah sedih karena kehilangan saputangan yang sangat berharga baginya itu, Kaori juga dibingungkan oleh ayahnya yang memaksa untuk menjodohkannya. Walaupun dengan berat hati, akhirnya Kaori bersedia menikah dengan Okumura Shinichi, laki-laki yang sama sekali tidak dikenalnya. Kaori tidak menyangka bahwa gempa dan tsunami Tohoku pada 11 Maret 2011 yang lalu ternyata sedikit banyak memengaruhi perjalanan hidupnya.
Suatu hari, Kaori menemukan saputangan yang sama persis dengan miliknya di antara tumpukan pakaian Shinichi. Mungkinkah Shinichi adalah laki-laki yang bertabrakan dengan Kaori di depan Miyamoto Café dan menemukan saputangannya? Lalu, bagaimana Kaori dan Shinichi menjalani kehidupan pernikahan mereka yang tidak dilandasi dengan cinta?
Miyazaki Ichigo adalah nama pena dari Muliyatun Nasyiah. Penulis kelahiran Lamongan, 5 Desember 1989 ini adalah anak kelima dari lima bersaudara pasangan Suparja dan Mutarbiyah.
Akatsuki merupakan novel pertamanya yang dibukukan. Sebelum ini, cerpennya yang berjudul "Karena Itu, Aku Wanita, Maksudku... Muslimah" menjadi juara I dalam Lomba Menulis Cerpen Islami se-Jawa Timur dalam acara BeSmart yang diadakan oleh Uswah Student Center (USC)pada tahun 2007. Cerpennya yang lain, "Lebih Baik Kau Diam" menjadi juara III dalam Lomba Menulis Kisah Islami yang diadakan oleh Muslimat Hidayatullah (Mushida) pada tahun 2008 dan dibukukan bersama karya finalis lainnya dalam buku kumpulan cerpen "Kutemukan Cinta dalam Tahajudku" terbitan Bina Ilmu Surabaya.
Sesuai dengan judulnya "Hankachi' yang dalam bahasa indonesia artinya saputangan, novel ini diawali dengan saputangan kaori yang hilang saat bertabrakan dengan laki-laki di depan miyamoto cafe. Kemudian beralih ke perjodohan yang tak diinginkan. Namun, kaori tetap menerima perjodohan tersebut lantaran shinichi memiliki keyakinan yang sama dengan nya. Dan terjadilah pernikahan tanpa saling mencintai. Yang awalnya kaori tidak menyukai shinichi, sampai akhirnya dia sendiri yang jatuh cinta pada suami nya tersebut. Menurutku, cerita tentang saputangan nya kurang diangkat. Berasa cuma dijadikan bumbu cerita. Bukankah sangat diasayangkan kalau judul novel nya hanya dijadikan bumbu cerita? Tapi ini bacaan yang menyenangkan kok bagi yang pertama kali membaca karya nya mba Muliyatun.