Saya membaca buku ini atas rekomendasi seorang teman. Begitu melihat nama penulisnya, saya langsung teringat pada sosok anak muda yang sering muncul di media sosial, menjadi narasumber berbagai acara dan dikenal luas karena pendekatannya yang realistis dan membumi.
Ternyata benar, isi buku ini tidak muluk-muluk. Tidak menawarkan janji manis atau sukses instan seperti banyak buku pengembangan diri lainnya. Sebaliknya, buku ini terasa seperti nasihat hangat dari seorang sahabat yang tulus: seseorang yang sudah lebih dulu menapaki jalan berliku membangun bisnis dari nol, lalu membagikan kisah dan ilmunya dengan jujur.
Theo mengajak kita memahami pentingnya networking, personal branding, nilai-nilai hidup (values), dan pondasi kuat sebelum berlari kencang. Buku ini sangat cocok untuk siapa pun yang sedang merintis dari bawah, yang ingin membangun sesuatu di atas batu yang kokoh, bukan di atas pasir yang mudah goyah.
Yang membuat saya semakin terkesan, Theo tidak menutup mata bahwa tidak semua orang memulai dari titik yang sama. Ia mengakui bahwa ada yang harus memulai dari satu langkah di belakang, ada yang sepuluh, bahkan ada pula yang seratus langkah tertinggal dari garis start. Tapi justru dari sinilah kejujuran narasi buku ini terasa menguatkan, karena setiap langkah kecil tetap berarti, selama dilakukan dengan strategi dan ketekunan.
Salah satu hal paling menyentuh dari buku ini adalah bagaimana Theo membawa nilai spiritual ke dalam hidup dan bisnisnya. Ia tidak hanya berbicara soal teknik dan strategi, tapi juga menyelipkan makna, kehadiran Tuhan, dan arah hidup yang ia yakini dengan jernih. Dan itu disampaikan tanpa menggurui, tapi menginspirasi.
Dari sisi tampilan, saya juga tak bisa melewatkan pujian. Meskipun sampulnya tampak sederhana dengan dominasi warna putih dan ilustrasi minimalis, ternyata bagian dalamnya sangat memanjakan mata. Kombinasi warna hitam, oranye stabilo, dan abu-abu menciptakan visual yang dinamis dan menyenangkan. Ditambah ilustrasi yang menarik, buku ini jelas dikerjakan dengan totalitas. Terlihat bahwa Theo benar-benar menyeriusi setiap detail, dari isi, nilai, hingga estetika.
Saya berharap akan ada buku lanjutan yang menggali lebih dalam sisi bisnis secara teknis. Tapi untuk langkah pertama ini, From Zero to Survive adalah pijakan yang kuat dan penuh semangat.
Bravo, Theo!