Dieci nuovi clienti per ogni fantasma curato. È questa la regola che sigilla l’accordo fra l’anziana Sujeong e gli spiriti che, al calar della notte, bussano alla porta della sua erboristeria in cerca di pace. Grazie alla sua conoscenza di infusi e piante medicinali, ma anche dei dolori della vita, Sujeong è in grado di guarire gli acciacchi dei vivi e di alleviare i tormenti dei morti, aiutandoli a dissipare i rancori che li tengono legati a questo mondo. Seungbeom invece è un agopuntor e giovane e brillante, più interessato al conto in banca che alla salute dei suoi pazienti. Esiliato da Seoul, decide di aprire la sua clinica di Medicina orientale nel villaggio di Uhwa, dove si illude che farà facilmente fortuna. Eppure, per qualche motivo che gli sfugge, la sua clinica rimane deserta mentre l’erboristeria di Sujeong è sempre piena. I due però hanno qualcosa in comune: entrambi possono vedere i fantasmi. Così, quando Seungbeom scopre il segreto del successo dell’erborista, decide di imitarla. Se lenire i rimpianti degli spiriti può portargli clienti veri, allora è deciso a cogliere l’occasione. Ma curare i morti non è così semplice: bisogna ascoltarli, capire la loro sofferenza e liberarli dal peso del passato. E risolvere il dolore degli altri significa, prima o poi, dover affrontare anche il proprio. Una storia di guarigione e trasformazione, divertente e toccante allo stesso tempo, in cui il mistero e le più antiche tradizioni della cultura coreana si intrecciano a legami improbabili quanto speciali. Soprattutto, una storia di riscatto, che ci ricorda che dare agli altri significa costruire anche la propria fortuna.
Ternyata...BAGUS. Ini gegara dari beberapa K-Lit yang gue baca itu banyakan kurang sreg begitu nemu yang cocok langsung suka wkwk. Menurut gue Suspicious Oriental Medicine Clinic ini juga cocok dibuat jadi drama korea. Kayak pas baca buku ini tuh gue bisa bayangin versi dramanya apalagi model ceritanya emang seperti kumcer dengan beberapa bab yang semua ceritanya saling berkaitan.
Tokoh utama buku ini adalah dokter pengobatan tradisional bernama Kim Seung-bum yang walau ahli dan kompeten tapi juga arogan, kasar sama mata duitan. Berharap dengan menyuap direktur RS tempatnya kerja bakal bikin dia jadi wakil direktur, Seung-bum malah didepak apalagi dia juga bikin keributan dengan ngejotos rekan sejawatnya. Akhirnya Seung-bum pun pergi ke kota Uhwa untuk buka kliniknya sendiri barengan perawat bernama Jung-mi yang aslinya naksir Seung-bum dan masih menoleransi sikap keras kepala si dokter. Masalahnya, di kota Uhwa sudah ada toko obat tradisional terkenal milik bu Go Soo-yung dan pertemuan pertama Seung-bum dengan Soo-yung ini ga berjalan dengan mulus. Namanya kota kecil, gosip pun meruak. Belum apa - apa penduduk kota udah males duluan mau berobat ke klinik Seung-bum apalagi sikapnya Seung-bum sangat kasar. Seung-bum yang putus asa pun akhirnya nekat ke toko Soo-yung buat tahu kenapa sih tokonya nenek itu ramai banget. Sampai akhirnya Seung-bum mendapati kalau dia bisa lihat hantu dan para hantu ini ternyata selain jadi faktor banyaknya pelanggan toko Soo-yung, mereka juga ternyata nantinya akan berpengaruh sama hidup Seung-bum.
Kalau hantu lagi gentayangan di dunia berarti ada masalahnya yang belum selesai. Itulah yang didapati Seung-bum dari para hantu yang ke toko Soo-yung. Salah satunya Gong-sil, seorang (?) hantu wanita yang selalu lapar dan minta cemilan terus - terusan ke Seung-bum. Walau awalnya ceritanya lucu dan bikin senyum, begitu pertengahan cerita, tone ceritanya mulai agak gelap apalagi saat masa lalu beberapa hantu terungkap. Dalam perjalanannya menjadi dokter obat tradisional yang baik (dan mengalahkan Soo-yung), Seung-bum akhirnya banyak menolong para hantu. Awalnya kan dia nolong karena pengen dapat uang dari jumlah pasien yang banyak. Siapa yang menyangka kalau masa lalu Gong-sil sangat keras yang bikin hantu itu jadi lapar terus. Lalu Soo-yung sendiri juga ternyata punya rahasianya sendiri yang nantinya juga akan ngaruh sama masa depan Seung-bum serta keberlangsungan kliniknya di kota Uhwa.
Bagi gue kekuatan buku ini emang di perkembangan karakter, terutama karakter Seung-bum. Dengan banyaknya karakter baik manusia maupun hantu yang diperkenalkan, cerita memang lebih berfokus ke perkembangan karakternya Seung-bum dan interaksinya dengan Soo-yung, Gong-sil, penduduk setempat dan para hantu. Gue sukanya, Seung-bum ga lantas tahu - tahu berubah jadi orang baik. Perkembangan karakternya itu perlahan - lahan. Awalnya dia emang mata duitan dan juga kasar saat memeriksa pasien, tapi lambat laun akhirnya Seung-bum mau intropeksi diri. Soo-yung pun yang awalnya kelihatan kayak benci sama Seung-bum pun juga punya alasannya sendiri. Gue pribadi suka sama kisah Gong-sil karena akhirnya jadi jelas kenapa Gong-sil selalu lapar dan hubungannya dengan suaminya yang sangat rumit. Jadi saat Gong-sil akhirnya memecahkan masalahnya, gue turut bahagia juga buat si hantu. Tokoh - tokoh lain juga cukup memorable tapi agak kurang perkembangan karakternya. Ada sedikit romansa juga antara Jung-mi sama Seung-bum tapi bukan fokus utama cerita. Si Jung-mi emang kelihatan banget naksir ke Seung-bum, tapi gimana dengan perasaan dokter ke Jung-mi? Nah, jawabannya sih, baca aja bukunya hehe.
Terjemahan buku ini enak dibaca tapi kalau ada yang bikin gue bete itu adalah ukuran FONT-nya!! Gile ya, fontnya imut - imut dengan kemungkinan pakai size 9 kalau ga 10. Jadi bikin cepet capek juga bacanya. Dengan tebal 280an halaman, gue mikir kalau ini pakai font size yang biasanya, mungkin aslinya sekitar 400-an halaman. Gue mah lebih mending kalau font sizenya itu yang nyaman di mata jadi lebih enak juga bacanya. Emang terkesan remeh sih, tapi font size itu beneran ngefek buat kenyamanan baca apalagi gue baca versi fisiknya. Harganya juga ga murah lho ada di kisaran 100rebu wkwk. Surprisingly, meski ada typo tapi ga terlalu banyak dan ga ada saltik yang fatal.
Meski fontnya super imut, tapi syukurlah ceritanya sendiri bagus. Ada unsur horrornya sedikit dari penampakan para hantu tapi bukan yang bikin merinding. Malah reaksi Seung-bum pas hadapin para hantu ini yang bikin ceritanya lucu. Ada momen haru birunya juga tapi juga ada adegan yang cukup triggering. Penulisannya sendiri tumben ga terlalu random, malah menurut gue termasuk rapi dengan karakter - karakter yang semuanya punya personalitas bukannya yang bland atau datar - datar saja. Gue sendiri rekomendasikan Suspicious Oriental Medicine Clinic kalau nyari K-lit dengan genre fantasy yang ringan, memadukan unsur medis obat - obatan tradisional dengan interaksi para tokohnya yang cukup hangat plus ada beberapa bagian yang cukup bikin terharu saat baca.
Non amo molto i romanzi orientali, quelli giapponesi li trovo troppo freddi ma questo, coreano, ho provato a leggerlo e l'ho letto tutto d'un fiato. È scritto (e tradotto) bene, ha una storia apparentemente leggera ma dolce. I personaggi sono ben delineati anche caratterialmente ed è interessante vedere una società tanto diversa dalla nostra ma anche così simile. Bello, bello, bello!
Novel ini tuh tipe bacaan ringan dan menyenangkan. Aku suka banget karakter dokter Seung-Beom ini, walaupun dia emang sombong dan arogan, tapi dia tuh clumsy. Kocak bener deh pokoknya tingkah dokter Seung-Beom ini.
Pun, hadirnya hantu-hantu disini sama sekali bukan untuk menakuti. Para hantu yang 'diobati' Seung-Beom ini justru ini membuat hati hangat dengan kisah-kisah mereka semasa hidup, dan luka batin yang mereka bawa ketika meninggal.
Ditulis dengan gaya bahasa yang ringan, bikin bacanya jadi nyaman dan page-turner banget. Pokoknya gak kerasa tiba-tiba selesai aja. Diselingi dengan unsur humor ini lumayan bikin aku senyum-senyum tipis. 🤭
3.5 ⭐️ Sukakkk ama ceritanya yang komedi, terus santai-santai tapi ada warmnya juga. Ngak ada yamg terlalu menonjol sih. Cuman cerita yang senang dibaca aja. Lebih kurang cerita pertumbuhan keperibadian seorang Seung Bum. Hantu2nya bikin ngakak. Keren nih kalau jadi Kdrama! Mungkin plot holesnya bisa ditutup kalau disunting kembali untuk pembikinan filem.
Spoiler: Pengakhiran cerita mencari anak si Soojung kayak mendadak banget ya resolusinya dan sebenarnya gak terlalu masuk akal. Bocanya sembunyi dari ibunya apa selama berpuluhan tahun gitu?? Tau sih untuk bikin plot twistnya tapi keterlaluan menderita ya ibu sama anaknya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Seung bum jadi karakter favorit ku nih. Dia itu sebenarnya baik cuma kurang pintar mengambil hati orang lain. Dan ngomongnya terlalu ceplas ceplos juga. Tapi berkat ketemu para hantu eh malah jadi lebih lembut dan peduli. Lucu sih. Sangking pengen bantuin para hantu eh kadang malah sial sendiri. Hihi
Hubungan sama nenek Soo Jung juga jadi harmonis. Yang tadinya rival malah jadi cucunya sendiri. Endingnya sangat mengharukan. Tapi sangat pas
Medicina orientale, arrivismo, denaro, fantasmi, delitti e castighi: c'e' un po' di tutto in questo romanzo coreano che forse resta un po' troppo vincolato alla lingua e alla cultura del suo paese per poter essere meglio valutato. La lettura scorre ma in maniera discontinua e senza troppo diventare avvincente. Ni.
super consigliato! una lettura bella, scorrevole, apparentemente leggera ma piena di significato. Dovremmo imparare a liberarci da soli dal nostro hun.
Karakternya Seung-beom ini sebenarnya ngakak walau di awal dia galak dan arogan tapi dia pinter rawat pasiennya. Apalagi kalo udh berduaan ama bibi Gongsil ngakak deh wkwkwk. Deskripsi hantunya menurutku cukup seram tapi fokus utamanya disini bukan tentang itu, nanti Seung-beom diminta memenuhi keinginan si hantu yg belum terwujud. Walau menurutku novelnya terasa flat sampai akhir tapi cukup seru karena ada komedinya.
La storia è dolce e inquietante al punto giusto. I personaggi sono un po’ unidimensionali, soprattutto il protagonista, che è insopportabile e monotematico per il 95% del libro. Ma ci sono tanti personaggi secondari che danno colore. Alcuni dialoghi sembrano poco realistici, forse a causa della difficile traduzione. Soprattutto, ci sono un sacco di parolacce senza motivo, che non mi aspettavo essendo abituata allo stile giapponese più sobrio… Ogni tanto sembrava veramente di leggere il copione di una soap coreana. Avrei preferito meno “slang” e più atmosfera culturale, che invece è appena accennata.