Jump to ratings and reviews

Umur 40, Kok Gini Amat?

”Nak, apa pun kata orang, jalanilah hidupmu dengan melakukan hal-hal yang benar-benar ingin kamu lakukan. Karena, yang harus bertanggung jawab atas hidupmu adalah dirimu sendiri.”

"Umur 40 kok gini amat?" mungkin adalah pertanyaan yang terlintas di kepala banyak orang. Umur 40 dan menjelang 40 adalah momen saat dunia selalu menuntut lebih dan lebih lagi, sementara kekhawatiran hidup terus menghantui.

Buku ini hadir dari hati seorang ibu—juga seorang psikiater—yang ingin memberikan dukungan dan nasihat kepada putrinya untuk memasuki usia tersebut. Dengan hangat, ia menuliskan 38 pelajaran hidup yang membangun, mulai dari bagaimana merawat diri, menjaga hubungan yang bermakna, hingga berdamai dengan ekspektasi yang sering kali membebani.

Buku ini bukan hanya pelukan lembut dari seorang ibu kepada anaknya, tetapi juga bekal bagi siapa pun untuk menyambut usia 40-an dengan lebih percaya diri, penuh cinta, dan rasa syukur.

357 pages, Paperback

Published March 1, 2025

Loading...
Loading...

About the author

Han Sung Hee

3 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
21 (41%)
4 stars
24 (47%)
3 stars
5 (9%)
2 stars
1 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,481 followers
Read
April 18, 2025
Lagi, buku 'hugging essays' asal Korea yang diterjemahkan oleh Penerbit Haru. Buku ini ditulis oleh seorang ibu untuk putrinya yang memasuki usia 40-an. Sebuah perspektif yang menarik dan jarang muncul karena secara umum, orang yang berusia 40an tidak lagi dianggap butuh petuah. Mereka dianggap sudah memahami segala sesuatunya dan 'beres' dengan diri masing-masing. Padahal di usia ini banyak kecemasan yang terjadi, apalagi di masa modern yang penuh ketidakpastian ini. Pencapaian yang ada tidak mungkin dipertaruhkan, namun rasanya masih banyak yang ingin dieksplorasi. Lebih dari itu, ada kegundahan tentang anak juga orang tua. Melihat ini semua dari perspektif orang yang lebih tua memberi semangat baru; usia 40 itu belum tua-tua banget kok! You're doing fine! Jangan terlalu cemas :)

Saya sendiri saat ini berusia 36 tahun dan merasa relate dengan banyak bahasan di buku ini. Membacanya rasanya hangat walaupun ada beberapa poin yang terasa diulang-ulang dalam beberapa tulisan.
Profile Image for Ridho AS.
41 reviews
September 3, 2025
Salah satu pesan paling kuat dalam buku ini adalah refleksi tentang penyesalan yang paling umum di usia 60 tahun. Han mengidentifikasi bahwa penyesalan terbesar adalah "terpengaruh oleh naskah usia yang kuno, menganggap diri sudah tua di usia 40, dan hidup hanya dengan tanggung jawab dan kewajiban. Baru di usia 60 tahun menyadari bahwa ternyata usia 40 masih sangat muda"

Buku ini bersifat personal, nasihat ibu pada anaknya yang akan memasuki, masa krusial, dan puncak karir dari anak manusia, masa 40 tahun. Bahwa tidak benar 40 tahun itu kita berhenti ambil resiko, justru sebaliknya, disitulah keputusan keputusan penting bisa di ambil, dengan kekayaan yang ada pada diri kita akan pengalaman dan pengetahuan, jadi lebih cermat dalam pengambilan keputusan.

Ini juga banyak nasihat nasihat kehidupan yang relevan di buku ini, soal hubungan dengan partner hidup juga jadi hal yang baik, karena ibu psikiater ini berkata bahwa hubungan dengan partner itu terus di pelajari, dan terus di kembangkan, setiap hari akan selalu ada hal yang baru yang di pelajari dari partner kita.


Saya belajar banyak dari buku ini. terimakasih telah menulis buku ini.
Profile Image for hopenpuff.
170 reviews3 followers
December 24, 2025
❝Nak, apa yang kamu lakukan untuk dirimu sendiri hari ini?❞

Umur 40 Kok Gini Amat? - Han Sung Hee
📎 357 hlm.
🏠 @penerbitharu
🎨 esai, pengembangan diri
★★★☆☆

Buku ini memiliki judul yang menurutku memikat. Kenapa? Karena dari judul yang dilengkapi tanda tanya itu sudah cukup menggambarkan kegelisahan, kebingungan, dan kekecewaan saat dihadapkan dengan realita usia kepala empat. Jangan salah, bukan hanya gen z yang punya quarter life crisis, tapi bagi kaum milenial juga ada yang disebut middle life crisis.

Lewat tulisannya, Han Sung Hee banyak mengaitkan poin-poin yang menjelaskan fenomena di usia 40 dengan kisah nyata dari sesi konselingnya bersama pasien. Penulis dapat secara akurat menarik inti sederhana dari persoalan hidup yang kita kira rumit menjadi sesuatu yang dekat dan mudah diterima oleh pikiran awam melalui sudut pandang seorang Ibu. Topik yang dibahas beragam, mulai dari pengembangan diri, mindset penting dalam pertemanan jangka panjang, pernikahan, serta hubungan orangtua dan anak.

Buku ini bermaksud memberi kita spoiler juga dos and don'ts dalam menghadapi usia matang. Melalui gaya bahasa lugas, hal itu dapat dengan baik tersampaikan dan cukup praktikal untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Selain memberi insight, membaca buku ini membuatku merasa punya teman curhat yang paham polemik-polemik tersembunyiku soal adulting.

Meski begitu, bagiku buku ini tetap punya kelebihan dan kekurangan:
✅️ Ringkas dan impactful
Cocok dibaca ketika sedang down atau butuh pengarahan untuk kembali ke jalan yang benar :D
✅️ Mampu mem-break down pemikiran menjadi lebih sederhana dan artikulatif.
⛔️ Repetitif
Kalau diperhatikan banyak topik yang sama dibahas ulang menggunakan narasi yang sama persis, seperti pada bagian prolog dan epilog.
⛔️ Banyak saltik
Untuk aku yang jeli akan hal teknis seperti ini, hal ini cukup mengganggu. Semoga bisa diperbaiki di cetakan selanjutnya @penerbit haru

Aku merekomendasikan ini tidak hanya untuk teman-teman yang sebentar lagi atau bahkan sudah memasuki fase paruh baya, tapi juga sebagai pelukan hangat untuk rekan-rekan yang sedang kesulitan menghadapi arus adulthood atau life crisis secara umum 💖

So, until next time—★

#BukuUmur40Tahun #BekalHangatUntukKamu #RekomendasiBuku #ReadingChangedMyLife #jalaninbukumu #festivalbukuberjalan2025
25 reviews
August 28, 2026
Awalnya, saat baca buku ini aku merasa isinya tidak terlalu menarik. Gagasan-gagasan penulis di empat bab awal terasa gamang dan saling kontradiktif, tapi kemudian mulai dari pertengahan sampai akhir penulis menyajikan ide-ide yang lebih bisa diterima dan dicerna pembaca, tidak lagi kontradiktif. Sepertinya bab awal masih merupakan ide asli buku, kemudian diubah menjadi seperti menulis surat kepada anaknya, yang memang terasa lebih mengalir.

Penulis yang seorang psikoterapis, bisa menyajikan 'wejangan' berdasarkan pengalamannya selama praktik dan bertemu ratusan orang dengan masalah yg berbeda-beda tetapi benang merahnya sama. Aku pribadi jadi sangat tertampar di bagian yang membahas menjadi orang tua yang terus menerus cemas terhadap masa depan anak, tapi lupa untuk menikmati momen bersama anak dan terutama lupa untuk membiarkan anak menjadi anak-anak.

Buku ini bisa dinikmati bahkan oleh pembaca yg belum berumur 40 tahun. Sebaiknya dibaca dengan pikiran yg sangat terbuka sehingga bisa terasa khasiatnya.
Profile Image for melmarian.
409 reviews138 followers
June 20, 2025
Buku self-help, apalagi "hugging essays" biasanya hit or miss buat aku. Untungnya, buku ini termasuk HIT.

Di masa tersibuk dalam kehidupan kita, di tengah tekanan sosial, keluarga, pekerjaan, dll, mungkin saatnya berhenti sejenak dan mengevaluasi hidup, sambil mengatur strategi untuk melangkah ke depan.

Tidak apa-apa kalau di umur segini masih serba bingung dan galau. Tidak apa-apa jika belum mencapai kesuksesan menurut standar kebanyakan orang. Kamu berharga walaupun tidak memiliki harta & jabatan mentereng. Berdamai dan mencintai diri sendiri sangatlah penting, karena bagaimana mungkin kita bisa membagikan kasih ke orang lain kalau diri sendiri tidak kita kasihi? Beristirahat itu tidak apa-apa, bahkan harus. Ingat dikotomi kendali dalam stoikisme dan fokuslah pada hal-hal yang bisa kamu upayakan/kendalikan. Teruslah belajar. Jangan lupa lakukan hobi! Untuk memasuki masa tua, kamu perlu membangun fondasi dalam kesehatan (physical power), keuangan (financial power), dan pikiran (mind/mental power). Dan masih banyak hal lainnya yang sudah kubagikan dalam 30 "bisikan" di Threads.

Menurutku buku ini mencapai sasarannya dan berguna bagi yang akan memasuki usia 40-an (myself included). Yang baru mau memasuki usia 30-an juga boleh banget membacanya.

Selamat menua dengan gembira!
Profile Image for Chi-Chi Chou.
54 reviews1 follower
June 3, 2026
「對於愛我們的人來說,還有什麼能比得過我們的幸福嗎?」

「無論我活到幾歲,只要不屬於我的,我絕對得不到。相反的,該是我的,就算我不努力,終究會到我手裡。 我想,這就是人生吧!」

「活到一百歲,才發現人生的黃金時期是六十歲到七十五歲。」

※ 保持良好親子關係直到終老只有一個辦法,就是各過各的人生。所有教育的目標都不是成功,而是獨立。需要練習獨立的不只是孩子,還有父母。

※ 永遠把想做的事情,放在人生的第一順位。
※ 假如想在五、六十歲時充分享受一件事,現在就要播下種子。
※ 除了嗜好以外,我們沒什麼能隨心所欲的事了。
56 reviews
January 11, 2026
這本書用一種輕鬆,長輩的態度告訴讀者,40歲的你還不算太老,是個剛剛好的年紀。一開始引起了我很多的共鳴,也許我的想像中,比較會是老爸對我說的話。看到中間有些乏味了,可能很多東西其實我都知道,只是文筆沒他好寫不出來而已。但確實40歲(或說近40)後,很大的焦慮是改變。對應星盤上,天王星正好和本命天王180度,世界的朝流跟本命的自己起了內在的衝突。看似擁有的不錯,但也很容易失去,這也就是大家說的中年危機。位子卡得不上不下的,既拉不太下臉遷就,上面的人也沒有要退下;上有父母,下有孩子,沒有什麼時間空間可以做自己。但最後一篇,又說了,一個母親的希望,孩子做任何決定,她永遠都在。
這就是中年人的困擾吧?我們要怎麼維持平衡。
對於現階段的我,內心的平衡比其他更爲重要。
Displaying 1 - 7 of 7 reviews