Jump to ratings and reviews
Rate this book

Remember Paris: 11.369 km untuk Satu Cinta

Rate this book
Perpisahan Kirana dari Manu membuatnya kembali teringat akan hari-hari yang mereka lalui ketika masih mengikut short course program di Jenewa - Swiss. Semuanya sempurna: kehidupan bersama host family, keseruan bersama para sahabatnya, dan tentu saja, kebersamaannya dengan Manu, lelaki Prancis yang menjadi kekasihnya.

Empat tahun, bukan waktu yang singkat untuk bisa melupakan seseorang. Takdir pun seolah masih berpihak pada hubungan mereka. Saat Kirana ditugaskan ke Paris untuk meliput berita, kenangannya bersama Manu kembali muncul. Kirana tak tahu apa yang harus dilakukan, yang dia tahu, Paris tidak lagi sama seperti ketika dia meninggalkan kota itu.

"Don't ever leave me alone again and I promise that I'll never let you go!" janji Manu ketika akhirnya menemui Kirana di Trocadero di malam terakhir kunjungan Kirana ke Paris. Apa yang terjadi setelahnya? Mungkinkah satu cinta yang mereka miliki dapat menghapus 11.396 perbedaan yang ada?

262 pages, Paperback

First published August 1, 2014

4 people are currently reading
44 people want to read

About the author

Icha Ayu

5 books22 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (27%)
4 stars
13 (36%)
3 stars
12 (33%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 14 of 14 reviews
Profile Image for Sisca wiryawan.
59 reviews
April 21, 2015
Judul novel : Remember Paris - 11.369 km untuk satu cinta
Penulis : Icha Ayu
Penerbit : Stiletto
Terbitan : Agustus 2014
Jumlah halaman : 262 halaman

Sinopsis :
“Jarak tidak selalu membuat semua menjadi sulit, bahkan terkadang dekatlah yang membuat segalanya jauh lebih rumit.”

Hubungan cinta Kirana dan Manu mengalami ujian karena ayah Kirana tidak menyetujui hubungan mereka berdua sehingga Kirana memutuskan untuk melupakan Manu. 11.369 km membatasi hati mereka. Kirana pun berusaha move on dan merajut hubungan cinta dengan pria lain. Manu sangat kecewa dan sedih. Akankah satu cinta mereka bisa melenyapkan segala perbedaan yang membentang?

Comment ca va? ^.^

Novel Remember Paris merupakan novel kedua dari seri 11.369 km untuk satu cinta. Walaupun belum membaca novel pertama “Distance”, tidak menjadi masalah untuk memahami isi novel kedua =) Sesuai dengan judulnya, "Remember Paris", novel ini berkisah tentang LDR (Long Distance Relationship) atau hubungan cinta jarak jauh antara Paris dan Bandung (yang terkenal sebagai Paris van Java). Perbedaan kultur dan jarak membuat banyak terjadi kesalahpahaman.

Banyak pengarang yang menyukai latar Paris dan mengambilnya sebagai judul novel. Apalagi jika genrenya romance agar terkesan romantismenya sesuai dengan anggapan bahwa Paris est l’amour =)

Gaya bahasa novel ini enak dibaca, mengalir. Walaupun akhir kisah cintanya mudah ditebak =) Membaca novel ini serasa membaca diarynya Kirana =) Karakteristik tokoh-tokohnya juga menarik =)

Kirana Rahayu Puteri (Kirana) berkarakter pesimis, peragu, sensitif, labil, galau, suka menyembunyikan perasaan, dan kurang praktis.

Emmanuel Legrand (Manu) berkarakter hangat dan optimis. Tipe Prince Charming.

Isti, sahabat Kirana yang tegas, penuh perhatian, optimis, logis, praktis, direct speaking, dan setia.

Ando, sahabat Kirana yang suka bercanda, agak sinis, dan ceplas-ceplos.

Inu, sahabat Kirana yang centil, agak sinis, dan ceplas-ceplos.

Ketiga sahabat Kirana suka sekali berperan sebagai mak comblang (budaya khas Indonesia nih :P)

Sebenarnya ada satu hal yang agak bikin penasaran dalam karakter tokoh Kirana dan Manu. Umumnya sih orang Indonesia lebih optimis dan tidak terlalu memikirkan sebab-akibat, maksudnya kalau sudah cinta … ya cinta. Berbeda dengan orang asing (Western) yang lebih sulit mengambil keputusan karena sangat memikirkan masa depan akibat hidup dalam 4 musim sehingga segala hal pasti dipikirkan sangat terperinci. Jadi, aku merasa karakter Kirana dan Manu akan lebih realistis jika ditukar menjadi Kirana yang lebih optimis dan Manu yang lebih pesimis =) Kalau masalah emosional, orang Perancis lebih emosional (bahasa Perancis diucapkan cepat sekali dan banyak perangkaian bunyi agar lebih ringkas, berarti karakter utama mereka agak tidak sabaran). Tapi, terlepas dari hal tersebut, aku sangat menyukai kisah novel ini ^.^

Sedikit saran untuk novel ini. Karena ada latar kota Bandung (tempat kuliah mereka berdua), mengapa tidak ada percakapan bahasa Sunda supaya kulturnya terlihat lebih kental dan perbedaan kultur lebih terlihat kontras. Sebenarnya kalau di Bandung, jarang banget lho yang pakai bahasa lu dan gue, walaupun Kirana memang berasal dari Jakarta, bukan orang asli Bandung =)

Tapi, aku suka banget kalimat-kalimat bahasa Perancis yang bertebaran dalam novel ini. Tres romantique :P Memang terasa sih, bahasa Perancis pengarang novel ini jempolan, laaaancar banget =)

Pengalaman Kirana yang menjadi au pair di Jenewa juga inspiratif. Argh…jadi,nyesel, coba aku juga ikutan au pair dulu ya :P Pasti senang kalau bisa pergi ke luar negeri, menambah pengalaman, memperdalam bahasa Perancis, mengenal budaya lain di keluarga yang menjadi host (tuan rumah), dan juga memiliki kawan-kawan baru =)

Pengarang berhasil menampilkan latar Perancis dengan baik sekali. L’Ile Aux Cygnes (Pulau Angsa). Pont des arts (Jembatan Cinta). Le Mur des Je t’aime (Dinding Cinta). Tempat-tempat yang romantis yang membuat kita ingin terbang ke Perancis ^.^

Berbagai konflik yang menarik dipaparkan dalam novel ini. Terutama konflik cinta dan budaya. Kebimbangan menentukan pasangan hidup. Perbedaan budaya yang menyebabkan perbedaan cara berpikir. Tipikal orangtua Indonesia yang ikut menentukan dalam perjodohan anak. Kesalahpahaman antara orangtua dan anak karena kakunya hubungan :P

Long distance relationship yang merupakan tema utama dalam novel ini dikemukakan dengan baik. Kegalauannya. Perasaan cinta yang sulit ditekan ... Stalking … :P Bukan jarak yang menjadi masalah, tapi cara berpikir dan komunikasi =) Pokoknya banyak pesan dalam novel ini yang inspiratif =) Bahwa dengan komunikasi yang baik, segala masalah pasti bisa teratasi. Dan jangan cepat putus asa. Kadang yang menjadi masalah besar, sebenarnya bukan masalah itu sendiri, tapi diri kita sendiri yang menghindari untuk menghadapi masalah dan kenyataan =) Sebenarnya, penyederhanaan masalah merupakan kunci untuk menyelesaikan masalah =)

Perasaan cinta yang hangat dan galau terasa dalam email-email di antara Kirana dan Manu.

Tapi, kisah cinta novel ini semanis permen cokelat ^.^

Aku suka sekali membaca novel ini sambil mendengarkan lagu favoritku, Fondu au noir by Coeur de pirate ^.^

Quote favorit :

1."Jarak tidak selalu membuat semua menjadi sulit, bahkan terkadang dekatlah yang membuat segalanya jauh lebih rumit." (halaman 5)
Intinya komunikasi yang baiklah yang mendasari berhasil tidaknya suatu hubungan.

2."Karena memang hanya waktulah yang akan bisa mengobati." (halaman 7)
Kalimat ini benar banget, walaupun sakit hati yang luar biasa, dengan berlalunya waktu segala rasa sakit akan terkikis, hingga tinggal kenangan =)

3. Aku mungkin hanya seorang pengecut yang mencoba menghindari masalah yang kubuat sendiri." (halaman 49)
Menurutku, semakin menghindari masalah, biasanya masalah tersebut malah bertambah besar.

4. "A person who is lonely inside will always be lonely, even with a company. When you're happy with yourself, you might want a company, but not to fill your void." (halaman 135)
Setuju banget, semuanya kembali ke hati. Bahagia tidak usah jauh dicari karena bahagia itu dekat, ada di dalam hati kita sendiri. Hanya kita sendiri yang bisa membuat diri kita merasa bahagia, bukan orang lain.


Remember Paris Reading Challenge – Stiletto Book
Profile Image for Mandewi.
575 reviews10 followers
May 6, 2015
Happy!

Sama sekali tidak menyangka bahwa terbitan Stiletto Book yang ini sangat bisa melampaui ekspektasi saya akan novel romance yang banyak terbit belakangan ini. Omong-omong, Remember Paris tidak bisa dibilang teenlit, ya. Karena meski tokoh utamanya adalah mahasiswa, tetapi konflik yang diangkat di novel ini cukup berat. Kalau misal diberi label seperti kebanyakan novel, maka label metropop atau young adult lebih pas disematkan pada novel karya Icha Ayu ini.

Sesuai dengan blurb pada bagian belakang novel, Remember Paris bercerita tentang usaha Kirana untuk move on dari Manu, kekasihnya yang orang Prancis. Selayaknya orang berusaha move on, maka keberadaan para sahabat menjadi penting (dan sangat terasa di novel ini). Saya suka karakter Isti yang galak, sinis dan sengit. Saya juga suka kekompakan Inu dan Ando. Bahkan saking kompaknya, saya tidak bisa membedakan (karakter) mereka. Mereka sudah seperti satu jiwa dalam dua tubuh.

Di tengah-tengah novel, ‘kemunculan’ para sahabat ini agak memudar. Khususnya setelah Kirana wisuda dan kembali ke Jakarta untuk merintis karirnya. Sempat membuat saya berkaca. Barangkali setiap persahabatan seperti ini, akan ada masa ketika masing-masing sibuk merintis masa depan, lalu muncul orang-orang yang menjadi teman-teman baru karena kebersamaan yang bisa setiap hari di tempat kerja. Sehingga untuk permasalahan remeh sehari-hari, bisa selesai di antara teman-teman baru. Berbeda dengan permasalahan yang lebih serius, peran sahabat kembali muncul. Kalau banyak yang seperti ini (tidak hanya saya), maka menjadi wajar kalau yang namanya sahabat baru akan dicari ketika ada masalah.

Meskipun novel ini berjudul Remember Paris, dengan subjudul: 11.369 km untuk Satu Cinta, bagi saya (konflik) LDR dalam novel ini hanya bungkus saja. Inti permasalahan terletak pada ayah Kirana (Dimas) yang tidak menyetujui anaknya berhubungan dengan orang luar Indonesia, lebih khusus lagi yang agamanya tidak sama. Setengah novel ini berisi usaha Kirana untuk move on (karena penolakan Dimas terhadap Manu) dan setengah lagi adalah usaha Kirana untuk kembali meyakinkan dirinya sendiri mengenai Manu (dengan kata lain, gagal move on). Apakah Manu adalah pilihan yang tepat bagi dirinya. Apakah perasaan yang ia rasakan benar-benar adalah cinta. Lalu bagaimana dengan Dimas yang sempat menolak Manu dulu?

[Arti ‘cinta’ dalam kamus Bahasa Inggris] To love means to decide independently, to live with an equal partner, and to subordinate oneself formation of a new subject; a ‘we’. --hal. 141

Oiya, baru tahu juga kalau Remember Paris merupakan sekuel dari Distance karya penulis yang sama. Meski tidak membaca Distance sebelumnya, saya tidak dibuat bingung oleh Remember Paris. Maksudnya, tidak masalah kalau pembaca tidak membaca Distance tetapi langsung melahap ‘episode’ berikutnya. Remember Paris, rupanya, bisa menjadi novel yang berdiri sendiri.

Beberapa catatan terkait Remember Paris, adalah:
1. Typo. Masih ada beberapa typo yang saya temui, dan saya termasuk pembaca yang memaklumi adanya beberapa kata yang mengandung typo di antara sekian puluh ribu kata. Tak masalah.

2. Foto. Kalau keberadaan foto ditujukan untuk memberi gambaran mengenai kota Paris, maka ukuran foto sekecil itu tidak berhasil pada saya. Akan lebih bagus kalau diletakkan di halaman berikutnya (halaman gambar tanpa teks), dengan ukuran foto setengah halaman (kalau perlu, satu halaman penuh). Keberadaan foto dengan ukuran dan layout seperti pada Remember Paris ini, bagi saya, agak janggal untuk sebuah novel fiksi.

3. Bandara internasional Denpasar. Sebagai orang Bali, istilah ini juga membuat saya mengernyitkan dahi. Bisa dipilih antara dua hal berikut untuk digunakan: bandara internasional di Denpasar atau sekalian Bandara Internasional Ngurah Rai (di Denpasar).

4. Departemen Hukum dan Imigrasi. Catatan ini muncul karena saya adalah birokrat. Nomenklatur yang benar untuk departemen dimaksud adalah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham). Di bawah Kemkumham, memang ada Direktorat Jenderal Imigrasi.

Juga sebagai birokrat, saya tersenyum kecut ketika membaca kalimat berikut,
"Kamu kan perempuan, paling-paling nanti setelah menikah juga berhenti bekerja untuk urus suami dan anak. Jadi lebih baik cari pekerjaan yang santai, biar nanti kamu bisa bagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, seperti pegawai negeri sipil misalnya." --hal 116

Sepertinya stigma bahwa pekerjaan PNS adalah pekerjaan yang santai, masih kuat di masyarakat.

Akhirnya, setelah membaca Remember Paris, saya berkesimpulan: bahwa kalau mau digali lagi, yang sebenarnya menjadi penyebab pasangan LDR gagal menjalani hubungan mereka bukanlah jarak.

Untuk sekalian pasangan LDR di luar sana, 3,5 dari 5 bintang untuk Remember Paris. Mari baca.


*

Kutipan favorit: "Kalau memang kita berdua jodoh, pasti kita akan kembali bersama tanpa ada seorang pun yang harus berkorban." --hal. 105

***

Ditulis untuk “Remember Paris Reading Challenge – Stiletto Book”. \m/

Profile Image for Rakyan Widhowati Tanjung.
12 reviews
December 23, 2014
pertama kali dulu saya baca bukunya mba icha itu novel pertamanya yang judulnya masih winter to summer: 11.369 km untuk satu cinta (belum edisi repackage) seketika saya naksir banget sama jalan ceritanya. pada buku itu saya lihat masing2 karakter masih labil, belum sekuat di remember paris. gaya bahasanya juga belum setegas kayak di remember paris.
pas saya baca sekuel keduanya ini.. omg! ini pemain karakternya udah mateng banget. ngga kayak di buku sebelumnya hehehe ini bener2 deh galau2nya kerasa, nahan perasaan selama 4 tahun tanpa pernah ketemu itu gimana kerasa banget, ldr yang bener2 ldr tapi berwarna itu gimana kerasaaa bangeet, tambah bumbu2 konflik yang saya ngga nyangka ditaruh di tempat yang tepat, bahasanya juga lebih apik!
pas baca ini tuh saya mikir, ini diarynya mba icha apa ya? haha :D
at least, ini novel bener2 recommended buat yg pada ldr.. jangan kira ldr itu ngga nyenengin. ldr itu bener2 indah lho kalau bisa memaknainya :D
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
August 6, 2015
3.5 star for this book...
Sekuel Distance ini ingatin aku bahwa hubungan jarak jauh pun bisa bertahan asal kita mau percaya dan terus setia. Perbedaan demi perbedaan yang ada antara Manu dan Kirana malah makin membuat mereka kuat.

Review lengkap coming soon^^
Profile Image for Kurnia Dwi Aprilia.
217 reviews4 followers
December 1, 2017
Ternyata novel kedua ini lebih seru daripada yg pertamanya. Kalau seri pertama lebih banyak menggambarkan tentang Paris, kali ini lebih terasa alur ceritanya. Lebih terasa juga perasan tokoh2nya. Perasaan Kirana, Ario, juga Manu. Kisah cinta Kirana yg rumit juga ternyata agak berat jika memang benar2 terjadi di dunia nyata. Jadi paham kenapa pada akhirnya banyak orang yg menentang orangtua karena cinta. Mengabaikan segala perbedaan karena cinta. Perbedaan status, budaya, bahkan agama. Dan sesungguhnya secara pribadi dan secara kepercayaan yg saya anut, saya tetap tidak membenarkan hal itu. Sebeneranya agak bingung sih. Gimana sih rasa cinta orang2 yg segitunya itu.
Novel ini cukup menguras emosi. Ada banyak kesal saat membacanya. Atas kekeraskepalaan Kirana. Atas segala keegoisannya. Beruntung Manu sosok yg legowo banget. Pengertian dan mau bersabar dengan segala keadaan serta setianya itu lho. Tapi bagian yg paling haru adalah bagian persahabatannya dengan Isti, Ando, dan Inu. Serta bagian perpisahan mereka saat Kirana akan pergi dan tinggal menetap di Prancis.
Gitu ya sulitnya jadi perempuan. Kebanyakan harus ikut suami. Dan secara otomatis harus meninggalkan kehidupan sebelumnya. Meninggalkan keluarganya, ayah ibunya. Beruntung jika sang suami bekerja dan berdomisili di satu wilayah yg sama dengan orangtua kita. Nah, kalau jauh kayak kasusnya Kirana gimana? Kasihan kan.
Jadi ingat percakapan saat ngaji beberapa minggu lalu. Tentang merantau. Tentang kehidupan setelah menikah. Memang ya, dewasa itu terkadang rasanya sulit. Ada semakin banyak hal yg harus dihadapi dan dijalani siap atau tidak.
Profile Image for Rose.
2 reviews
February 29, 2016
Novel ini dibuka oleh sebuah Prolog yang bersetting di Bandara. Kata per kata dalam prolog ini benar-benar menyayat hati. Gaya bahasa yang digunakan penulis Icha Ayu benar-benar menjiwai keadaan pada waktu itu juga untuk memancing emosi jiwa dan perasaan pembaca. Dan pada bagian akhir prolog terdapat quotes yang membuat saya tersentil, seperti ini:

"This is why I always hate airport, because here is the place where hello meets goodbye".

Ketika saya membaca novel atau karya sastra lainnya, yang membuat saya tertarik adalah konflik cerita pada setiap tokoh-tokohnya. Nahh di Remember Paris ini mengangkat konflik yang sering terjadi di kehidupan nyata tentang perbedaan budaya, negara dan agama. Disini penulis berani melibatkan konflik agama dimana perdebatan tentang agama masih menjadi hal yang sangat sensitif bagi mayoritas masyarakat Indonesia.

Kenyataan membuktikan perbedaan budaya berbagai bangsa di dunia tidak sama. Remember Paris ini bercerita tentang dinamika kehidupan Perempuan berkebangsaan Indonesia dan laki-laki berkebangsaan Prancis serta korelasinya dengan lingkungan internal yang memunculkan berbagai macam tantangan karena berbagai macam perbedaan dan membuat setiap perjuangan hidup menjadi begitu bermakna. Ditambah dengan penggambaran setting tempat seolah membuat pembaca ikut terlibat di dalamnya.


Pertikaian konflik antara Kirana dan Orang tuanya menggambarkan peruncingan konflik yang berkepanjangan dan berhasil membuat air mata saya ikut berpartisipasi dalam menghayati setiap kata per kata yang diucapkan Ayah Kirana. Hihh! ini bagian yang saya benci sekaligus saya sukai. di tengah-tengah cerita terjadi perluasan konflik dari masalah sebelumnya. Konflik dalam cerita novel ini dikemas dengan gaya bahasa yang cukup renyah dicerna otak dan hati, pendeskripsian keadaan yang jelas dan penuh nilai-nilai serta makna kehidupan dan mampu membuat imajinasi pembaca dipermainkan untuk berfikir, berimajinasi, dan pembaca juga memilki gambaran suasana peristiwa yang terjadi pada waktu itu.

Dari sisi alur, penulis menggunakan alur maju mundur, tidak banyak penulis yang menggunakan alur maju mundur. Novel Remember Paris ini, penulis lebih terperinci membuat pengaluran konflik pada setiap peristiwa yang terjadi didalamnya, dan lebih detail menceritakan peristiwa yang dialami tokoh-tokoh dalam novel. Di Remember Paris ini juga lebih banyak quotes-quotes menarik, saya suka quotes-quotesnya^^. Dialog-dialog yang dihadirkan oleh teman-teman Kirana juga menjadi bagian tidak kalah penting dalam novel ini karena dialog tersebut mampu mencairkan suasana. Terdapat beberapa kesalahan penulisan dan kekurangan, itu hal biasa dalam setiap novel, setiap kekurangan selalu bercampur dengan kelebihan sehingga menjadikan satu kesatuan karya ini menjadi gurih untuk dinikmati ditambah dengan pengetahuan-pengetahuan didalam novel ini tentang Bahasa Prancis dan Budaya Eropa, semakin lincah otak menari-nari karena menyerap pengetahuan baru. Terdapat beberapa bagian yang memikat emosi dan perasaan saya secara totalitas. Sebuah apresiasi tersendiri untuk penulis Indonesia Icha Ayu dia sukses mengemudikan cerita agar tetap dijalur utamanya


Setiap orang memiliki perjuangan kisah cinta yang berbeda, ada yang memiliki prinsip, cinta itu harus sama budaya, negara dan agama, ada yang berpikir LDR (Long Distance Relationship) atau hubungan jarak jauh itu percuma dan tidak ada untungnya dengan berbagai alasan negatifnya, ada yang menilai mereka bodoh karena cinta, ada yang berpendapat kenapa hanya dia sedangkan di dunia ini banyak laki-laki dan perempuan lain, cari saja yang lain yang lebih baik untuk menjadi pasangan hidup. Hal-hal semacam itu sering terjadi dalam realita kehidupan, dan tidak sedikit orang yang mempertanyakannya. Bagaimana 11.369 perbedaan mampu merubah dua (orang) menjadi satu (cinta)? Mau tau jawaban dari pertanyaan dalam dinamika kehidupan tersebut versi Kirana dan Manu? Lebih seru baca sendiri novelnya :P
Profile Image for Fita Sahara.
1 review
April 23, 2015
[REVIEW NOVEL]

Judul Novel : Remember Paris: 11.369 Km Untuk Satu Cinta
Penulis : Icha Ayu
Penerbit : Stiletto
Terbitan : Agustus 2014
Jumlah halaman : 262 halaman


Hai kak:) kesan-kesannya yaitu terkesima sekali saat pertama kali melihat cover dari "Remember Paris". Covernya lucu gitu warna coklat seakan menandakan kegundahan dalam hal percintaan. Selain itu, di covernya juga ditulis judul "REMEMBER PARIS" yang menandakan adanya keterkaitan dengan masa lalu seseorang yang dialami di Paris. Aku sebagai "orang" yang dibilang jarang membaca novel, bisa langsung tertarik setelah baca sinopsis novel "Remember Paris". Adanya keinginan dalam diriku untuk membaca novel kakak disela-sela waktu senggangku :)eaa...hehe. Dalam bercerita, Kak Icha sangat menarik sekali, sehingga mudah untuk dibaca dan kalimat dalam novel ini mudah dimengerti, yaa walaupun ada kata-kata asing yang mesti dicari(ditranslate) dahulu di kamus, hehe :) But... it's nice novel :D

Novel ini menceritakan tentang wanita yang menjalani hubungan LDR dengan pasangannya. Memang, waktu untuk move-on tidaklah mudah. Tidak semudah menghembuskan nafas, tidak semudah angin untuk berhembus, tidak semudah darah mengalir dalam nadi. Hati tak bisa berbohong. Perasaan untuk melupakan seseorang tidak mudah dalam waktu beberapa tahun saja. Seperti perasaan yang Kirana alami. jaraklah yang membuat mereka menjadi bermasalah.

Tetapi, dengan adanya komunikasi yang baik, dan adanya kepercayaan antara satu sama lain, tidak dapat menimbulkan konflik yang fatal kepada pasangan yang mengalami Long Distance Relationship. That's way, we have to communicate each other.

Selain itu,di novel ini diceritakan bagaimana wanita yang sedang galau, serunya stalking, susahnya move-on, dan bagaimana caranya menghadapi perasaan yang tidak seharusnya dialami.
Novel ini memiliki kelemahan yaitu akhir cerita yang mudah untuk ditebak.

Genre novel ini romantic. Konflik yang dihadapi dalam novel ini dalam hal budaya dan percintaan.

Oia.. ada satu QOUTES yang membuat hatiku diam, dan terketuk.
"Jarak tidak selalu membuat semua menjadi sulit, bahkan terkadang dekatlah yang membuat segalanya jauh lebih rumit." (halaman 5)
Ini ngena banget kak. Karena sesungguhnya jarak yang dekatlah yang dapat membuat segalanya jauh lebih rumit.Karena sering bertemu(setiap hari) antara satu sama lain, hal ini dapat menimbulkan perasaan "BOSAN" antara satu sama lain. Maka, alangkah baiknya, apabila tidak ingin menjalani hubungan LDR, maka jangan terlalu sering bertemu tetapi harus adanya komunikasi yang baik agar tidak timbulnya masalah yang baru.




“Remember Paris Reading Challenge – Stiletto Book”
Profile Image for Khoirur Rohmah.
5 reviews19 followers
May 11, 2015
Judul Novel : Remember Paris : 11.369 km untuk satu cinta
Penulis : Icha Ayu
Penerbit : Stietto Book
Terbitan : Agustus 2014
Jumlah Halaman : 262

Sinopsis :
"Perpisahan Kirana dan Manu membuatnya kembali teringat akan hari-hari yang mereka lalui ketika masih mengikuti short course program di Jenewa-Swiss. Semuanya sempurna: kehidupan bersama host family, keseruan bersama para sahabatnya, dan tentu saja, kebersamaannya dengan Manu, lelaki Perancis yang menjadi kekasihnya.

Empat tahun, bukan waktu yang singkat untuk bisa melupakan seseorang. Takdir pun seolah masih berpihak pada hubungan mereka. Saat Kirana tak tahu apa yang harus dilakukan, yang dia tahu, Paris tidak lagi sama seperti ketika dia meninggalkan kota itu.

"Don't ever leave me alone again and i promise that i'll never let you go!" janji Manu ketika akhirnya menemui Kirana di Trocadero di malam terakhir kunjungan Kirana ke Paris. Apa yang terjadi setelahnya? Mungkah satu cinta yang mereka miliki dapat menghapus 11.396 perbedaan yang ada?"

Review Novel "Remember Paris : 11.369 km Untuk Satu Cinta"

Novel Remember PAris karya kak Icha Ayu ini adalah sekuel lanjutan dari Novel Winter to Summer yang dicetak ulang dengan judul baru "Distance"

Membaca isi sinopsis novel "Remember Paris ini, membuatku semakin terkesima untuk membaca isi keseluruhan cerita di dalamnya.

Tokoh sentral dalam novel Remember Paris ini - Kirana dan Manu, mengingatkan sendiri pada hubungan percintaan yang sedang saya alami dengan kekasih saya yakni Long Distance Relationship.

Jarak yang terpisah 11.369 km, tak lantas membuat Kirana dan Manu untuk bisa lepas sejanak dari kisah cinta mereka. Karena perbeda-perbedaan itulah, yang membuat mereka semakin optimis dan yakin bisa menghadapi masalah besar yang tengah mereka hadapi.

Tak hanya itu, Novel ini juga menguji tingkat kesetiaan yang tokoh dalam menjaga cinta mereka.

Bagi pasangan yang mengalami LDR, termasuk saya sendiri, Recomended banget bin wajib membaca Novel ini.

Bahwasanya Long Distance Relationship, jika dipupuk dengan komunikasi yang baik, juga akan berjalan dengan baik pula. meski jarak memisahkan.

Ada nih, salah satu quote yang sangat jleb banget buat diingat.
"Jarak tidak selalu membuat semua menjadi sulit, bahkan terkadang, dekatlah yang membuat segalanya menjadi rumit," halaman X

I wanna read it more.
Ya, saya sangat ingin membacanya lebih dalam lagi, dan ingin mengetahui penyelesaian tokoh dalam menghadapi pokok perbedaan 11.369 yang ada.

Review ini saya ikutsertakan dalam
"Remember Paris Reading Challenge-Stiletto Book"
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Dhyn Hanarun .
329 reviews203 followers
December 4, 2014
"Dalam hati aku masih sering bertanya, apakah memang perbedaan selalu harus menjadi tantangan?" – halaman 140

Karena segala pertentangan dari pihak keluarga dan perbedaan yang mereka miliki, Kirana memutuskan hubungan cintanya dengan Manu. Kirana lalu fokus untuk menyelesaikan kuliahnya seperti halnya Manu yang kembali ke Paris dan meneruskan hidupnya. Teman baik Kirana, Isti, Ando dan Inu, menghiburnya dan mengenalkannya kepada Ario. Kirana dan Ario akhirnya menjadi sepasang kekasih. Namun di dalam hati, Kirana masih mengharapkan Manu.

Kirana dan Manu masih sering berkomunikasi lewat email. Manu bahkan memberi saran tentang karir Kirana yang dari dulu ingin menjadi wartawan. Pekerjaan sebagai wartawan membawa Kirana kembali ke Paris. Di sana dia meliput sebuah acara penting tapi pikirannya dipenuhi oleh Manu. Dia bahkan sengaja pergi ke tempat-tempat kenangannya. Lalu di malam terakhir di Paris, Kirana mengunjungi Trocadero. Kenangan dan rasa rindu tak dapat dibendung lagi sehingga dia akhirnya menghubungi Manu, memberitahu di mana dia berada dan memintanya untuk datang.

Remember Paris: 11.369 KM untuk Satu Cinta ini meneruskan open-ending yang ada di Winter to Summer/Distance, menjelaskan lebih lanjut kehidupan Kirana setelah putus dari Manu dan tentunya memberi ending yang sesungguhnya kepada hubungan serba berbeda antara Kirana dan Manu. Aw, romantis, deh! Bagian kesukaanku, saat Manu mengajak Kirana ke Le Mur des Je T’aime atau Dinding Cinta. Belum pernah denger, kan? Sama. Aku lebih sering denger love lock yang ada di jembatan Pont des arts. Ternyata ada tempat lain yang tak kalah romantisnya. Dan seperti buku sebelumnya, gaya bahasanya enak dibaca, banyak informasi traveling yang sangat berguna dan foto-foto Paris yang bikin sirik hehehe.

Baca review selengkapnya di sini -- http://dhynhanarun.blogspot.com/2014/...
Profile Image for Nia F. S. Kartadilaga.
168 reviews37 followers
November 26, 2016
Setidaknya, sampai 18 halaman pertama saya masih mampu bertahan. Ada "sisa" emosi dari kisah Kirana dan Manu yang dinarasikan dari sudut pandang Kirana, ketika mereka akhirnya memutuskan berpisah. Silakan membaca Distance (judul lama adalah Winter to Summer) untuk memperoleh gambaran lebih detail tentang awal pertemuan hingga perpisahan yang terjadi antara Kirana dan Manu. Kondisi Kirana yang galau dijelaskan dengan cukup baik, bagaimana sahabatnya (Isti) dalam membantu Kirana yang sedang down juga terasa real. Hanya saja, begitu mulai mencampurkan flashback ini dan itu, bercampur dengan kondisi pasca perpisahan... hmm... saya mulai merasakan bahwa Icha menggambarkan narasinya dengan datar.

Saya merasa seperti sedang didikte. Tahu bagaimana rasanya seorang guru mendiktekan muridnya? Kira-kira seperti itulah yang saya alami.

Ada lagi gambaran klise. Iya, bagi saya sangat klise karena saya memang tidak suka dengan hal-hal yang berbau malas-move-on-tapi-sok-meyakinkan-orang-bahwa-sudah-move-on. Inilah yang membuat saya berpikir nganu saat membaca bagian ketika Kirana mulai move on (karena desakan temannya!) dengan alasan terpengaruh pernyataan Isti...
... cara terbaik untuk melupakan cinta adalah dengan mencoba kembali jatuh cinta.

Ngg...
Dari sini, saya langsung yakin bahwa hal yang kemudian akan terjadi bukanlah move on.

Dan sejak itu pula saya semakin kehilangan semangat untuk menyelesaikan Remember Paris. Alurnya terlalu mudah untuk ditebak.


***

Selengkapnya di http://www.niafajriyani.com/2016/10/R...
Profile Image for Zora Zolla.
188 reviews5 followers
January 24, 2024
Novel ini kelanjutan dr novel Distance.
Menceritakan kisah cinta Kirana dg Manu. Sebelumnya mereka sempat memutus hubungan karena ortu Kirana yg tak menyetujui hubungan 2 orang yg berbeda negara, beda agama, dan beda budaya itu.
Lalu Kirana menyelesaikan skripsinya, bekerja freelance, hingga mendapat pekerjaan menjadi 'wartawan' sesuai keinginannya untuk melupakan kenangan tentang Manu.
Setelah mendapat tugas meliput di Paris, Kirana akhirnya balikan dg Manu hingga setengah tahun kemudian Manu datang ke Indonesia lagi untuk meminta restu ortu Kirana. Meski cukup sulit namun akhirnya mereka bisa menyatukan perbedaan² yg ada dan menikah di Paris.

Pelajaran yg kuambil yaitu perbedaan & kesulitan apapun akan semakin sulit jika selalu dibiarkan & dihindari, jadi harus dihadapi. Soal pindah agama juga gak bisa dipaksakan demi bisa bersatu dg yg dicintai. Dan terakhir, sedingin & sekeras apapun sikap seorang Ayah pasti dibalik itu semua demi kebahagiaan anak & tak ingin jauh dr anaknya.
Profile Image for Herlina P Dewi.
Author 9 books31 followers
September 30, 2014
Mengikuti kisah Kirana dan Emmanuel, dari novel Winter to Summer (sekarang terbit dengan judul baru: Distance) dan novel Remember Paris ini, bikin mikir lagi kalau cinta itu layak diperjuangkan. Kegigihan Kirana dan Manu mempertahankan dan memperjuangkan cinta yang serbabeda ini luar biasa. Pembaca yang pernah mengalami hubungan LDR-an, atau beda agama, atau bahkan beda bangsa, pasti akan terasa hangat hatinya dengan kisah dalam novel ini. Uhuk. Ditambah dengan pendeskripsian latar belakang beripa tempat-tempat eksotis di Prancis yang jarang diekspos di novel biasanya, membuat novel ini terasa berbumbu. :) Penulis juga sesekali menyelipkan pemikiran-pemikiran out of the box-nya tentang relationship dan hubungan keluarga. Highly recommended! :)
Profile Image for Afifah.
410 reviews16 followers
June 5, 2015
4 out of 5 stars. Sebetulnya ada lumayan banyak hal yang agak mengganggu dalam buku ini. Tapi kalau dibandingkan dengan Distance, buku ini JAUH lebih baik.

+ deskripsi tempat yang pas, tidak berlebihan tapi mudah divisualisasikan
+ the moral value...I love it
- typo, repetisi, kalimat kurang efektif (hlm. 54, 80, 92, 104, 144)
- terlalu menjelaskan hal yang sedang terjadi. misalkan:
A berkata, "Aku kesal karena kamu menyebalkan." Aku sungguh sangat kesal dengan B karena dia menyebalkan.
Displaying 1 - 14 of 14 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.