Jump to ratings and reviews
Rate this book

How To Kill Your Husband

Rate this book
Aku ingin membunuh suamiku. Apakah kau juga begitu? Akui saja. Setidaknya pasti ada sedikit keinginan itu di hatimu. Kalau tidak, untuk apa kau membaca tulisan ini?

Seorang pria tewas karena jatuh dari ketinggian. Petunjuk yang ada mendorong Inspektur Polisi Satu Bonita Gamal untuk mencurigai Serena Natalegawa, istri korban. Namun, penyelidikan menuntun Boni pada rahasia gelap orang-orang terdekat korban yang saling berkelindan. Benarkah Serena telah membunuh suaminya sendiri? Atau semua ini tak sesederhana yang Boni kira?

264 pages, Paperback

Published April 30, 2025

7 people are currently reading
291 people want to read

About the author

Aghnia Sofyan

4 books25 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
101 (45%)
4 stars
97 (43%)
3 stars
22 (9%)
2 stars
2 (<1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 87 reviews
Profile Image for el (celestialbronz).
582 reviews186 followers
December 23, 2025
4,5⭐️!! Gila sih ini gila bgt gilaaaaaaaaaa😳😳

Ada pria ditemukan tewas di lokasi proyek ruko mangkrak, sekilas kelihatan kayak jatuh bunuh diri. Tapi pas diperhatiin ternyata banyak hal janggal, yang bikin polisi menduga itu sebenernya bukan bunuh diri. Dari judulnya udh jelas kecurigaan utama mengarah ke siapa, berarti gampang dong penyelidikannya? Eits ternyata ga sesimpel itu guys kasusnya🙂 You’re gonna in for a RIDE.

Cerita ini pake 2 POV: Serena—istri korban, dan Bonita—polisi yang ditugaskan menyelidiki kasus ini. Selain itu ada juga unggahan blog dari Persephone dan catatan-catatan penyelidikan. Btw antara 2 POV itu font-nya beda loh! Jadi experience bacanya menarik banget.

Makin ditelusuri, Iptu Boni makin tenggelam dalam kekusutan kasus ini. Tipe misteri whodunit yang banyak red herrings-nya. Penulis sukses menggiring opini pembaca (aku 🤡) sepanjang cerita. Dan walaupun aku aktif menganalisis pas baca, grand reveal-nya tetep 💥shocking💥dar-der-dor💥mindblowing💥. Seruu!!! Page turner bgt dan semua karakternya terasa nyata.

Walaupun ini cerita misteri, sebenernya kalo diperhatiin lagi, at its core, ini cerita tentang perempuan. Tentang invisible weights yang diemban perempuan terutama yg udah berumah tangga, dan nunjukin kapabilitas perempuan kalau udah niat dan berdedikasi untuk suatu hal. Kinda satisfying bacanya. Jangan remehin perempuan deh, udah☺️ Rasanya persis kayak lagu “mad woman”-nya Taylor Swift.

BTW untung karakter utamanya polisi perempuan yang beneran pinter, gercep, dan capable. Coba kalo kaya oknum inkompeten yang cuma bisa petantang-petenteng doang, laki-laki pula, kayanya ga bakal se-enjoy ini aku bacanya wkwk 🚶‍♀️‍➡️

Intinya it’s another hit from Kak Nyanya! Debut misteri/thriller dari beliau tapi udah sekeren inii👏👏 bakal selalu excited nunggu karya-karya beliau sih. Oiya, terakhir, buku ini sebaiknya dibaca kalo udah 18+ yaa💗
Profile Image for raafi.
933 reviews452 followers
July 10, 2025
Sebagai pembaca yang nandain pengarang, saya sangat mengantisipasi karya anyarnya yang satu ini. Bukunya sudah saya beli sejak beberapa waktu lalu, tapi baru terdorong membaca karena akhir pekan ini akan ada acara khusus membahas karya tersebut—dan saya sudah mendaftar untuk ikut.

Fokus cerita berpusat pada dua perempuan. Pertama, Bonita Gamal, seorang Inspektur Satu, yang mengurusi kasus kematian seorang pria yang jatuh dari dari ketinggian. Kedua, istri korban, Serena Natalegawa, yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan. Semakin jauh membaca, pembaca diajak ikut menerka-nerka: benarkah Serena yang tega mendorong sang suami? Dugaan perselingkuhan yang muncul kemudian membuat alibi Serena kian rapuh.

Saya mencari tahu tentang jenis novel apakah “How To Kill Your Husband” ini. Saya menemukan dua kata kunci dari ulasan pembaca lain di sini: whodunit dan police procedural. Keduanya sama-sama berada di bawah naungan genre misteri.

Saya mungkin lebih familier dengan istilah pertama. Whodunit membawa pembaca ikut membedah kasus bareng tokoh utama (biasanya detektif) dalam mencari bukti-bukti penting. Bercecerannya bukti-bukti tersebut membuat pembaca dipaksa untuk menerka-nerka siapa pelaku sebenarnya. Pada akhirnya, entah ada plot twist atau tidak, tabir pelaku diungkap. Saya pribadi cukup suka dengan jenis cerita seperti ini. Meski sering berusaha menahan diri untuk tidak ikut menebak, biasanya saya tetap tergoda juga. Setelah sekian lama, karya ini berhasil membangkitkan kembali sensasi itu.

Sementara itu, police procedural adalah subgenre misteri yang berfokus pada proses investigasi suatu kasus yang dilakukan aparat penegak hukum. Dalam karya ini, elemen prosedural terasa sangat menonjol. Pembaca diajak mengetahui (yang semoga tidak mengalaminya) proses penyelidikan—dari pembuatan BAP, pemanggilan saksi, hingga kehadiran penasihat hukum. Semua tahapan tersebut dimunculkan dalam pencarian pelaku kasus pria yang jatuh dari ketinggian.

Saya amat ingin membahas tentang tema utama yang diusung pengarang: tentang perselingkuhan. Tenang saja, saya tidak akan menjadi party pooper dengan membocorkan apakah benar Serena yang membunuh suaminya. Tapi jujur, saya cukup hancur dan mbrebes mili baca bab terakhir dan “Ucapan Terima Kasih” di akhir buku. Di situlah pesan utama yang ingin disampaikan pengarang terasa begitu jelas: tentang luka dan kompleksitas dalam hubungan, dan betapa umum (dan menyakitkannya) fenomena perselingkuhan. Penulis seperti menanggung beban kolektif (utamanya dari POV perempuan) yang berat dalam menyampaikan ini lewat fiksi. Dan, saya menilai itu benar-benar tersampaikan dalam cerita.

Di luar kekuatan tematik dan keberhasilannya memasukkan cerita ke dalam genre dan subgenre yang pas, saya punya sedikit ganjalan. Pertama adalah penggunaan kata “mendengkus” yang saya rasa repetitif dipakai sepanjang cerita. Membacanya berulang kali membuat saya cukup bete. (Sisi positifnya sih, saya jadi paham bedanya “mendengkus” dan “mendengus”.) Ganjalan kedua: saya masih kesulitan merasa terhubung dengan gambaran bagaimana [semoga kalian paham siapa] bekerja, khususnya pada karakter Bonita dengan etos kerja tinggi. Dalam dunia nyata, saya hanya bisa berharap etos kerja mereka benar-benar seperti yang ditunjukkan Bonita dalam karya ini.

Seperti biasa, pengarang tetap gemar menyisipkan trivia yang elok-untuk-diketahui dalam karyanya. Dari karya ini, kita akan belajar tentang istilah-istilah dalam olahraga golf, bedanya kontraktor dan developer, dan bahkan—secara sarkastik—panduan membunuh suami (jangan ya dek ya).
Profile Image for Rido Arbain.
Author 6 books100 followers
July 15, 2025
“I'm positive they think I killed my husband.”

Membaca judul dan premis novel ini seketika mengingatkan saya dengan serial TV berjudul Why Women Kill besutan Marc Cherry yang mengisahkan tentang kehidupan tiga wanita dari tiga era berbeda, yang berupaya menghadapi pengkhianatan dalam pernikahan mereka.

Meski dalam standar moral yang berlaku, seorang istri tak sepantasnya membunuh suaminya sendiri (atau siapa pun), akan tetapi alasan-alasan yang melatarbelakangi keinginan untuk "membunuh" itu memang cukup penting dijadikan wacana diskusi, terutama karena berkaitan dengan kesehatan mental perempuan. Maka dalam novel ini muncullah tokoh misterius dengan pseudonim “Persephone” sebagai simbol perlawanan kepada kebiadaban (oknum) laki-laki.

Perlu dipahami bahwa novel ini bukanlah semacam tutorial, meski judulnya mengindikasikan demikian. Aghnia Sofyan justru menyoroti isu yang lebih fundamental, yakni tentang permasalahan domestik, perselingkuhan, perilaku gaslighting, child grooming, conflict of interest, hingga isu tentang pembunuhan itu sendiri.

Membaca HTKYH seolah-olah mengobati kerinduan saya dengan novel misteri-thriller bertema whodunit yang ditulis oleh penulis lokal perempuan, setelah terakhir kali terpincut oleh Katarsis (2013)-nya Anastasia Aemilia serta Misteri Patung Garam (2015)-nya Ruwi Meita. Bedanya, novel ini tak hanya hadir dengan topik misteri pembunuhan yang menuntut konsentrasi pembacanya, tapi ia juga mengajak kita menyaksikan parade tokoh-tokoh perempuan yang "marah" dan menggugat pertanggungjawaban atas tindakan buruk laki-laki.

“Itu yang terjadi padaku. Aku tahu nilai diriku. Aku tahu banyak laki-laki rela menukar jiwanya untuk memperistriku. Dengan berselingkuh, suamiku tak hanya menyakiti hatiku. Ia juga membuatku meragukan diriku sendiri. Apa yang salah dariku? Apakah aku tidak menjalankan tugasku sebagai istri dengan baik? Apakah aku sudah tak cantik lagi? Apakah aku memang pantas menerima ini?”


Sementara itu, pemilihan dua tokoh sentralnya—Iptu Bonita Gamal sebagai penyidik dan Serenata Natalegawa sebagai terduga pelaku—jelas merepresentasikan semangat feminisme; narasi yang menentang sistem dan norma yang sering kali menempatkan perempuan pada posisi subordinat. Pemilihan profesi kedua tokoh utama, yakni polisi dan penulis, pun bisa dibilang suatu kombinasi yang menarik—kalau tak mau dibilang provokatif. Saat karakter jurnalis bernama Juno bertanya kepada Iptu Bonita, “Polisi sibuk banget, ya, sampai nggak sempat baca buku?” kita tahu pasti legenda urban mana yang dirujuk: “Rajin baca jadi pintar, malas baca jadi polisi.”

Saya tidak tahu apakah nantinya bakal ada polisi yang tergerak untuk membaca novel ini, tapi kalau mereka tiba-tiba menyita HTKYH hanya karena membaca judul di sampulnya, maka visi Indonesia Emas 2045 akan menjadi angan-angan belaka.
Profile Image for Liliyana Halim.
311 reviews242 followers
July 19, 2025
Selesaiiii! Sukaaa 😍😍😍. Baca novel ini ada part bikin sesaknya 😔. Pokoknya kutunggu novel baarunya lagi sukses terus Kak Aghnia 🙏🏼.
.

‘…. ia lebih memilih mati tersambar petir di lapangan ketimbang menghadapi Serena Natalegawa dengan sejuta rencana berbisa di balik senyum mautnya’.
Profile Image for Asmira Fhea.
Author 7 books31 followers
July 24, 2025
entah berapa buku sebelumnya yg saya baca dalam mode ngomel. kayak susah lepasin kacamata editor dan penulis.

akhirnya nemu jugaaaa... yang bikin saya baca sebagai "pembaca". alias beneran menikmati bacaan. gak dikit-dikit komen😂

buku ini apa ya... semacam ngasih fakta yang contrary dari paradigma sosial tentang, "laki2 akalnya 2x lipat dari perempuan." atau, "perempuan itu didominasi perasaan aja."

karena kenyataannya, ada juga kok perempuan cerdas yang bisa work hard and love hard. dan ada juga laki-laki dungu yang gak memanfaatkan privilege akal 2x lipatnya itu. 🤣


- AF
Profile Image for Adara Kirana.
Author 2 books207 followers
July 7, 2025
4.0

Saya suka bangeet tema misteri pembunuhan (apalagi pembunuhan lelaki HAHAH) jadi excited bangeet mau baca buku ini. Narasinya juga seruu + saya suka plot twist-nyaa! Jarang banget nemu novel Indonesia yang bisa eksekusi tema ini dengan bagus. Tema tentang kehidupan rumah tangga, perselingkuhan pasangan dan kebejatan lelaki in general pun saya sangaat suka eksekusinya! :D
Profile Image for Lelita P..
633 reviews58 followers
May 31, 2025
Sukaaaa!!!

Sejak buku ini diworo-woro sebagai coming soon, saya sudah mengantisipasi, sebab blurb-nya sangat menarik dan saya excited banget membaca novel police procedural dalam negeri, apalagi tokoh utamanya polwan, apalagi polwannya adalah "detektif tak sempurna" yang punya banyak masalah pribadi, kayak Marcella.

Ada banyak sekali hal yang saya suka di novel ini:
1. Gaya tulisannya yang mengalir. Saya bisa saja menghabiskan novel ini dalam beberapa jam, tapi sengaja saya awet-awet karena nggak mau cepat habis.

2. "Rasa" lokalitasnya yang betul-betul realistis. Latarnya yang di Tangsel dengan segala deskripsi lokasinya terasa dekat , juga karakter-karakternya (terutama karakter-karakter figurannya) yang sangat membumi--kerasa banget everyday people yang mudah kita temui di kehidupan sehari-hari, membuat citarasa novel ini terasa semakin realistis.

3. Isu-isu tentang perempuan yang diangkat dalam novel ini. Ada banyak, dan semuanya saya apresiasi karena dituliskan dengan begitu apa adanya.

*Tentang perempuan yang kuat, mandiri, tangguh, dan berdaya.
"Saya dan kantor ini adalah bukti kalau perempuan bisa melakukan apa saja selama kita punya wewenang atas tubuh, pikiran, dan jiwa kita sendiri. Payudara dan vulva bukan penghalang kita untuk meraih hal yang sama dengan laki-laki. Bahkan melampaui mereka." (halaman 68)

*Tentang perempuan yang menghargai dirinya sendiri sehingga nggak mau merendahkan levelnya ke laki-laki insecure yang stuck di tempat
*Tentang perempuan yang tetap teguh dengan komitmen pernikahannya meskipun sudah diselingkuhi, kendati dia sebetulnya bisa saja balas selingkuh. Dia hanya tidak mau menjadi rendah seperti suaminya

4. Kasus dan misterinya! Saya selalu suka misteri yang dirunut dengan rapi. Kasus di buku ini termasuk rapi banget banget banget dari segi investigasinya, penyebaran hints-nya, red herrings-nya, caranya mengecoh pembaca, sampai ke bagian revelation-nya.
Intinya kasus ini dijalin rapi dari awal sampai akhir, masing-masing karakter yang dikasih nama (figuran sekalipun seperti Nani dan Warsito) punya peran dalam kasus sehingga tidak wasted alias numpang lewat, dan penyelesaiannya memuaskan. Cara revelation-nya yang to the point juga okelah.

5. Tentu ada beberapa plot device yang mengejutkan seperti

6. Saya suka betapa banyak nilai-nilai yang sebenarnya berbasis religi, tetapi diselipkan secara subtil dalam novel ini sehingga menjadi universal. Contoh:
"Aku sendiri. Kau sendiri. Kita sendiri di dunia ini. Satu-satunya sandaran kita adalah Tuhan. Selebihnya adalah makhluk-Nya yang memang tak seharusnya kau cintai melebihi penciptanya." (halaman 202)


7. Opini pribadi: suka banget sama judul-judul babnya.

***

Terima kasih banyak banget buat Kak Aghnia Sofyan yang telah menulis novel ini. Berharap kelak ada kasus lain yang ditangani Iptu Bonita!
Profile Image for grace.
164 reviews6 followers
October 26, 2025
menyesakkan banget hidup dua perempuan kuat, boni dan serena. alur dan tata bahasanya oke lah. cuma agak kurang srek setiap ada dialog / catatan yang pakai bahasa inggris. rasanya enggak natural.
Profile Image for mia.
58 reviews14 followers
August 22, 2025
Final Rate: ★ 4.75 / 5

HTKYH is very fast-paced, bahkan mulainya nggak pakai basa-basi, langsung ngikutin si tokoh utama—Komandan Bonita—membuka kasus kematian Gagan. This is a classic whodunnit; one murder, with several suspects, terutama istri korban. This book touches a lot on infidelity and grief, so it might be a too sensitive topic for some people.

Ada dua POV, si penyelidik dan si tersangka utama. Dua perempuan pintar dan kuat. That's why throughout the book, walaupun mereka kayak 'berseberangan', I find myself rooting for both sides. Not only this book is about a murder case, but this is also about female rage, about women's strength and wittiness, as well as their tenderness and empathy.

One thing though, saking cepetnya ini alur, ada beberapa perpindahan scene yang transisinya nggak halus alias tiba-tiba si karakter udah pindah latar waktu atau tempat tanpa jeda paragraf ataupun penjelasan.

Anyway, this was such a fun yet enraging one, sangat worth to read apalagi karena ini karya lokal. Can never go wrong with a whodunnit. Recommended untuk para penggemar crime-mystery!

p.s, Extra appreciation for the cover karena aku suka banget desainnya!! sangat melokal pakai desain buku nikah, tapi vibes murder mystery-nya juga masih dapet!
Profile Image for Autmn Reader.
890 reviews93 followers
February 4, 2026
Actual rating 4,5 🌟

Ps: Sebelum baca buku ini, aku kasih tips dikit buat perhatiin detail postingan dan tanggalnya ya ges. Ada alasan kenapa dari Joker, berubah jadi You. Biar tidak salah paham. Iykyk


Wah entah kapan terakhir kali aku namatin satu buku dalam satu hari doang, wkwk. Ini bukunya beneran pahe turning dan susah banget buat disimpen. Bukan karena suspense atau penasaran siapa pelakunya, sih. Tapi karena narasinya tuh ngakir banget. Misteri tapi nggak berat tapi isunya berat. Wkwk.

● Pros:

Alurnya tuh rapii banget. Clue-nya disebarkan dengan baik. Red herring-nya juga mantap betul. Twist-nya juga oke. Beneran aku nggak ada nebak ke arah sana.

Semua tokoh di cerita ini juga penting dan nggak ada yang sia-sia. Bahkan yang nongol sedetik aja itu dia punya peran besar. Tokoh utamanya lovable Semua. Walopun si Boni ini pulici, tapi dia tetep like-able dan aku bersimpat sama dia. Serena juga aku suka. Gimana cara otak dia bekerja. Beneran penuh tipu muslihat, wkwk.

Setelah aku beres baca ini, aku ngerasa ternyata buku ini dibuat oleh dan untuk perempuan. Aku ngeliat penggambaran Serena sama Bonita ini.

Terus yaaa cewek2 di sini tuh hebat2 semua. Kecuali 3 cewek yg jdi selingkuhan. Tante Adel juga keren banget dan sayang keluarga cuman caranya aja sih yang salah.

Aku juga seneng (sedih sebetulnya) karena penulisnya nggak kasih plot armor di buku ini. 🙃

●Cons:

Yang buat aku nggak kasih 5 🌟 tuh karena aku ngerasa klimaksnya terlalu over the top? Terlalu hectic dan "paciweuh". Bekum lagi nasib pelakunya yang yah gitu deh. 😭😭

Trus code switching-nya kek agak kurang natural dan dipaksakan (?). Padahal gak papa sih kataku nggak usah ada Inggrisnya juga.

Dan jangan lupa glosarium yang ada di tengah-tengah itu kek kurang pas aja. Mending dikasih cataran kaki aja kalau kataku mah. Tapi itu kan aku, yak, wkwk.

Ps: Sindiran2 buat puicinya aku suka banget, wkwkwkwk
Profile Image for Vindaa.
190 reviews3 followers
January 23, 2026
Pantesan buku ini banyak yang review bagus, karena emang sebagus itu. Sejujurnya aku pengen baca buku ini bukan karena fomo, tapi karena sebelumnya aku pernah baca tulisan Kak Nyanya yang Highly Unlikely, dan aku suka banget. Ternyata pas baca buku ini, wow ! Makin sukaaa 😍

🎗️Bisa-bisanya bikin genre misteri thriller dikombinasi sama drama kontemporer, kueren sumpah. Mana alurnya satset, tapi ceritanya tetap padat. Nggak bertele-tele, tapi nggak dibikin terburu-buru juga. Ngalir banget, jelas. Sekali baca nggak akan mau berhenti sih pokoknya.

🎗️Awalnya aku langsung mengira kalau pelakunya Serena, karena jelas-jelas semua ciri-ciri mengarah ke dia. Tapiii, pas mulai baca tulisan blognya, aku mulai bimbang. Wah, kayaknya nggak deh. Tapi siapa? Nah dari sini nih mulai nggak mau berhenti, kayak diajakin ngulik terus sama penulis, asli deh. Berasa ikutan heboh penyelidikan hahaha.

🎗️Selain serunya mengungkap tersangka pembunuhan, yang nggak lupa kugaris bawahi dalam cerita ini adalah hubungan pernikahan yang beracun, dinamika keluarga, dan alasan emosional di balik keputusan ekstrem tersebut. Penuh pembelajaran banget sih, berasa ikut mendengarkan suara hati para perempuan di luar sana, di balik rumah tangganya yang begitu menyesakkan 🤧💔

🎗️ Bonus dikit, aku suka banget sama Juno lho. Berharap bisa jadi ‘obat’ buat Komandan Boni tapi kok 😭😭😭 aaahhh, pas di bagian ini rasanya ikutan hancur, nyesek sekaliiii ya Allah, kan dia baik banget, mana ternyata dia pejuang keluarga, suka bantuin, dan tulus menyayangi. Patah dibuatnya jadinya 💔

Recommended pokoknya !
Profile Image for aynsrtn.
521 reviews18 followers
June 7, 2025
❝Dengar, perempuan hidup di tengah penghakiman dan norma. Jika ia belum menikah, tetangga sibuk mempertanyakan keberadaan jodohnya. Jika ia sudah menikah, kerabat akan merongrong kehadiran buah hati dalam keluarga. Saat melahirkan, masyarakat sibuk menginterogasi apakah ia melahirkan lewat operasi sesar atau liang vagina. Ketika ia menjadi ibu bekerja, ia harus menanggung celaan tentang pilihannya yang seolah-olah menjadikan anak nomor dua. Begitu juga dengan ibu rumah tangga yang dituding harinya penuh agenda tak berguna.❞ - p. 32

Buku mystery-thriller dengan semangat feminisme. Tidak hanya tentang pencarian pelaku pembunuhan, tetapi ada satir kepada institusi kepolisian, woman support woman, dan perempuan yang berdaya dengan segala pilihannya. Maka dari itu, aku rasa 5⭐️ sangat pantas untuk buku ini. Hats off!

Ada 2 alpha woman di sini: Bonita Gamal, seorang inspektur polisi satu unit kejahatan dengan kekerasan (jatanras) Polres Tangsel, dan Serena Natalegawa, seorang penulis buku cerita anak-anak, istri dari Gagan Haikal, korban jatuh dari sebuah proyek mangkrak. Diambil dari 2 sudut pandang wanita [hebat] ini, serasa diajak adu "kekuatan" dan kepintaran saling menemukan dan ditemukan dalam mencari siapa pelaku tewasnya Gagan.

Satu kematian ini ternyata membawa banyak misteri-misteri dan konspirasi yang saling bertautan. Jadi, matinya Gagan tuh hanya layer awal karena dibalik itu semua ada rahasia-rahasia besar.

Serena, sang istri, yang dari awal sudah dicurigai sebagai terduga pelaku kek ngajak Bonita, "catch me if you can!" DDANG! Nggak ada scene mereka jambak-jambakan atau sumpah serapah, tapi setiap mereka ngobrol berdua, tension-nya kalau di anime yang satu siap dengan sharingan-nya, yang satu udah ancer-ancer ngeluarin rasengan *maaf analoginya ke sana, haha.

Tapi, yang jenius kataku sih bukan 2 alpha woman, tapi penulisnya. Cakep banget caranya "menggiring" pembaca untuk menduga dan menebak-nebak gebrakan Serena dan Bonita. Smooth. Saking smooth-nya baca ini tuh tahu-tahu udah mau abis saking serunya.

Seperti yang udah ku tulis di awal kalau buku ini ada semangat feminismenya. Tentang wanita yang bisa memilih. Wanita yang diberi opsi untuk memutuskan. Bukan nrimo iya iya aja. Dan ini yang aku dapat dari Yin and Yang, Bonita dan Serena. Makanya keduanya wanita hebat: hebat dengan pilihannya untuk memberikan kesempatan kedua dan hebat dengan pilihannya untuk melepaskan.

Ps. Adegan di apartemen itu peak cinema banget deh. Berasa kek nonton Kill Bill.

Buat yang suka thriller-mystery dengan detektif lokal yang keren—dan semangat feminisme, must read this book!

Luvv.
Profile Image for Adelina Ayu.
Author 3 books62 followers
May 28, 2025
Kesan pertamaku waktu membeli buku ini adalah kok tipis banget, ya? Aku khawatir kalau tipis, apakah semua konflik yang ada di dalam buku bisa selesai dengan baik, karena kalau buku misteri begini pasti suspect-nya ada banyak dan belum lagi ada internal struggle dari pemeran utama sendiri.
Oh, ternyata kekhawatiranku nggak penting karena penulis tahu benar takaran dan porsi tiap konflik.
Penulis benar-benar memanfaatkan tiap scene dan narasi dengan baik untuk menggerakkan cerita sekaligus menceritakan lebih soal motif dan konflik tiap karakter.

Karena aku sudah baca karya-karya Mbak Aghnia sebelumnya yang bertema YA, aku jadi bisa merasakan perbedaan vibes dari buku ini dan dua buku sebelumnya yang kental banget dan membuktikan Mbak Aghnia adalah penulis yang versatile. Aku jadi penasaran ingin membaca genre-genre lain yang ditulis penulis dan membaca vibes apa yang akan disuguhkan.

Aku jarang baca buku misteri jadi aku nggak tahu istilah yang biasa digunakan untuk menjabarkan teknik-tekniknya seperti apa, tapi buatku sih semua ekspektasi yang aku harapkan dalam buku ini diwujudkan dengan baik. Semua misteri dibukanya pelan-pelan, kita diarahkan untuk mencurigai satu suspect hanya untuk dikecoh di bab-bab akhir dan merasa dugaan yang sudah kita susun di awal semuanya salah, pemeran utama memiliki konflik yang sama dengan salah satu suspect dan akhirnya menjadi tema lain dalam buku ini, yaitu perempuan, cinta, dan kekuatan mereka.

Congrats atas kerennya buku ini, Mbak. Aku makin ngefans!
Profile Image for h.
375 reviews148 followers
June 15, 2025
4.3☆

Okay, this is GOAT!

Bunuh suami karena dia selingkuh???? Penasaran gimana eksekusinya wkwk

Kita dibuat pengen tau pembunuhnya siapa dan setelah tau, ofc, motifnya apa. Benang merah yg lumayan susah ditarik, krn alibi tiap karakter kuat banget sampai memunculkan plot-twist. Tapi ada beberapa hal yg mungkin menggangguku selama membacanya adalah perihal parcok yg di buku ini terlihat sangat menekuni pekerjaannya padahal irl tidak seperti itu. Jadi berasa baca anekdot saja.

"Dengar, perempuan hidup di tengah penghakiman dan norma. Jika ia belum menikah, tetangga sibuk mempertanyakan keberadaan jodohnya. Jika ia sudah menikah, kerabat akan merongrong kehadiran buah hati dalam keluarga. Saat melahirkan, masyarakat sibuk menginterogasi apakah ia melahirkan lewat operasi sesar atau liang vagina. Ketika ia menjadi ibu bekerja, ia harus menanggung celaan tentang pilihannya yang seolah-olah menjadikan anak nomor dua. Begitu juga dengan ibu rumah tangga yang dituding harinya penuh agenda tak berguna."
Profile Image for Andi Lintang.
228 reviews17 followers
January 5, 2026
Cerita bermula dari kematian seorang kontraktor yang ditemukan jatuh dari lantai lima proyek bangunan yang mangkrak. Awalnya kematian itu dianggap sebagai kecelakaan, namun berbagai kejanggalan membuat kasus ini diselidiki lebih dalam. Penyelidikan tersebut perlahan membuka kehidupan pribadi korban beserta orang-orang terdekatnya yang ternyata menyimpan banyak rahasia. Di balik lapisan misteri, novel ini juga berbicara tentang rumah tangga yang retak, pengkhianatan, dan pilihan-pilihan sulit yang harus diambil ketika kepercayaan runtuh.

Alur cerita berjalan maju dan mengikuti proses penyelidikan dari hari ke hari, dengan penanda tanggal yang jelas di setiap bab. Ketegangannya dibangun secara perlahan, tidak tergesa-gesa, namun konsisten memancing rasa ingin tahu. Penulis menanamkan banyak petunjuk kecil sejak awal cerita, membuat pembaca terus menebak-nebak dan mencurigai berbagai kemungkinan. Plot twist tidak hanya hadir di akhir, tetapi mulai terkuak sedikit demi sedikit di pertengahan cerita, sehingga pembaca kerap merasa yakin pada satu arah, lalu dipatahkan oleh fakta baru.

Penokohan dalam buku ini terasa hidup dan tidak hitam-putih. Bonita digambarkan sebagai polisi yang fokus dan tegas dalam pekerjaannya, namun memiliki sisi rapuh sebagai perempuan yang sedang menghadapi masalah pribadi. Serena hadir sebagai sosok istri yang tampak tenang dan terkendali, tetapi batinnya dipenuhi konflik, amarah, dan kekecewaan yang tidak mudah diungkapkan. Tokoh-tokoh lain di sekeliling mereka juga tidak digambarkan sekadar sebagai pelengkap, melainkan memiliki peran dan rahasia yang ikut memengaruhi jalannya cerita.

Gaya penulisannya cenderung lugas dan detail, terutama dalam menggambarkan suasana tempat dan situasi emosional tokohnya. Pergantian sudut pandang antara orang ketiga dan orang pertama terasa mengalir dan membantu pembaca masuk ke dalam cerita dari dua sisi yang berbeda. Sisipan tulisan blog yang bersifat personal memberi warna tersendiri dan membuat konflik batin tokohnya terasa lebih dekat dan nyata.

Hal yang paling kusukai dari buku ini adalah cara penulis merangkai misteri dengan rapi dan sabar. Latar yang sangat melokal membuat cerita terasa dekat dengan keseharian, seolah kejadian-kejadian di dalamnya bisa saja terjadi di sekitar kita. Isu perempuan juga diangkat dengan cukup jujur dan manusiawi, tanpa menghakimi pilihan para tokohnya. Pembaca diajak memahami, bukan sekadar menilai.

Di beberapa bagian, konflik emosional yang bertubi-tubi terasa cukup berat dan bisa membuat pembaca lelah. Banyaknya hubungan antar tokoh juga menuntut pembaca untuk tetap fokus agar tidak tertukar, terutama jika membacanya tidak dalam sekali duduk.

Buku ini mengingatkan bahwa luka yang dibiarkan terlalu lama, rasa tidak aman, dan ketidakjujuran dapat membawa dampak yang jauh lebih besar dari yang kita bayangkan. Kebahagiaan seharusnya tidak sepenuhnya digantungkan pada orang lain, karena pada akhirnya setiap orang harus berdiri dan bertanggung jawab atas hidupnya sendiri. Sebagai sebuah thriller misteri, novel ini berhasil menghadirkan ketegangan, sekaligus menawarkan ruang refleksi tentang relasi, kepercayaan, dan keberanian mengambil keputusan.
Profile Image for Ms. Curious.
1 review
July 17, 2025
Review

Keunggulan novel:

- Judulnya catchy dan bikin penasaran. Saya langsung beli dan baca.

- Ide cerita menarik karena membahas isu-isu yang sensitif.

- Penulis mampu membuat novelnya jadi page-turner dan unputdownable.

- Penulis piawai bercerita dengan menyematkan postingan blog dan catatan di sela-sela narasi.

- Penulis pintar membuat dialog.

- Plot dan twist-nya dieksekusi dengan sangat baik.

- Seimbang antara "show" dan "tell". Saya rasa tidak banyak penulis Indonesia yang bisa seperti ini karena kebanyakan hanya mengedepankan "telling" (jadi berasa baca ringkasan).

- Deskripsi latar cerita mendetail.

- Cerita tentang kepolisian, pemeriksaan fisik, golf, dan senjata believable. Riset penulis patut diacungi jempol.

- Terlihat usaha penulis untuk membuat karakter-karakter yang bulat.


Kekurangan novel:

- Istilah "mandorla" dipakai dalam novel ini yang ada di website GWP. Dalam novel versi cetak, istilah yang digunakan adalah "vesica piscis", tetapi malah tiba-tiba istilah "mandorla" muncul di ilustrasinya. Akan lebih baik kalau penulis konsisten memakai salah satu istilah saja, baik dalam narasi maupun dalam ilustrasi. Karena cmiiw dua istilah itu merujuk kepada bentuk yang sama tetapi memiliki konteks yang berbeda.

- Glosarium pergolfan muncul di tengah-tengah buku jadi kayak ada yang bikin jeda pas lagi membaca.

- Siapakah "You" yang berkomentar di blog Persephone? Apakah ini "Joker^" tapi penulis lupa mengganti namanya?

- Ada narasi blog yang terpotong (hal. 53-54)

- Saya kurang nyaman dengan betapa gampangnya tokoh utama, seorang polisi, mengambil pistol dari laci dan mengarahkan moncongnya ke kepala suaminya yang sedang tertidur pulas (hal. 117).

- Alangkah seringnya orang-orang "mendengkus". Kata ini saking seringnya muncul di novel ini jadi terngiang-ngiang di kepala saya. Hehe...

- Dari "show", terlihat bahwa setiap tokoh memiliki sifat yang berbeda-beda. Namun, dialog tokoh utama dan tokoh pendukung di novel ini cenderung mencampur bahasa Indonesia dan Inggris sehingga suara mereka jadi terkesan sama.

- Tokoh sampingan, jika perannya sangat kecil, lebih baik tidak diberi nama.

- Nama "Rika" tiba-tiba saja muncul.

- Perselingkuhan suami tokoh utama terasa seperti masalah yang kurang menonjol. Masalah yang lebih ditonjolkan adalah kekecewaan mendalam sang tokoh utama terhadap suami karena disalahkan atas kematian sang anak.

- Tokoh utama dan tokoh pendukung perempuan cenderung terjebak pada "strong female character" dengan trope "competitive masculine energy". Contohnya, di hal. 41, ketika si tokoh utama berpikir "Ngomong-ngomong, aku bisa, lho, banting kamu sekarang". It's like she's desperate to prove how strong and badass she is. It's cringey.

- Kalimat seorang tokoh di halaman 68, yaitu "Payudara dan vulva bukan penghalang kita untuk meraih hal yang sama dengan laki-laki" menurut saya terasa ganjil karena 1) dua bagian tubuh itu memang bukan penghalang; 2) kalimat seperti ini tidak lumrah diucapkan dalam kehidupan sehari-hari.

- Tidak ada dinkus antara scene satu dan scene yang lain (dalam novel ini hanya spasi) dalam satu chapter sehingga seolah-olah narasi langsung melompat begitu saja.

Overall, ceritanya keren. Lebih keren lagi karena penulis mengangkat cerita ini atas dasar kepeduliannya akan isu pengkhianatan yang dialami perempuan di sekitarnya.

Selamat untuk Mbak Aghnia Sofyan yang sudah berhasil membuat karya ini. Ditunggu karya novel dewasa berikutnya.
Profile Image for Lesh✨.
291 reviews4 followers
July 27, 2025
Buku domestic thriller yang dikemas secara unik dan terasa dekat oleh pembaca. Pesan yang disampaikan di buku ini beragam, mulai dari feminisme, kinerja polisi, perselingkuhan, dunia kontraktor, hingga pesan religius.

Terdapat dua tokoh wanita yang menjadi karakter kuat nan menonjol—disertai dengan dua font yang berbeda di setiap peralihan sudut pandang cerita. Terdiri dari: 1) Serena Natalegawa, seorang penulis buku anak, dan 2) Bonita Gamal, seorang komandan kepolisian yang bertugas menangani kasus pembunuhan.

Kisah bermula dari adanya sebuah blog yang hanya bisa diakses melalui VPN. Akun @Persephone telah membuat postingan tentang 'How To Kill Your Husband'. Akun tersebut ramai dibanjiri komentar netizen. (Aku suka bacain komentar nyeleneh mereka yang membuat suasana tidak terasa tegang).

Pada suatu malam, ada sebuah kasus di mana Gagan Haikal terjatuh dari lantai dua proyek bangunan ruko mangkrak. Bonita selaku komandan menyelidiki kematian janggal Gagan dengan mengintrogasi Serena (istri Gagan), Tante Adeline (tantenya Serena), Rania (anak Adeline), Yudhis (rekan kerja Gagan), dan Jihan (mantan istri Yudhis).

Dugaan Boni: 1) Serena membunuh Gagan karena selingkuh, 2) Rania menjadi selingkuhan Gagan, 3) Tante Adeline berusaha melindungi Rania, 4) Yudhis tidak suka dengan kinerja Gagan. 5) Jihan tahu perselingkuhan Gagan.

Apakah praduga Boni tepat? Tentu saja tidak, meskipun alibi terlihat sesuai dengan TKP. Setiap tokoh punya peran penting, bahkan figuran juga berperan untuk mengungkapkan kasus. Contohnya: 1) pembantu Yudhis yang memberitahukan ada jalan tembusan keluar dari pagar cluster, 2) Theo yang mencari keadilan atas kematian kakaknya, 3) Juno, wartawan yang menjadi 'martir' karena menyimpan info penting, dan 4) si caddy (pramugolf) yang munculnya seuprit buat disuruh-suruh Serena.

Ending-nya menurutku seperti adegan India atau K-drama yang habis ditembak, terus wanitanya berasa kayak keren banget gitu (in my mind).

Overall is good. Kedua tokoh wanita punya closure dalam menangani masalah rumah tangga. **Lil bit spoiler: Boni yang melepaskan dan Serena yang menerima.

Paling yang kurang itu dari siapa tokoh YOU yang komen di akun Persephone?
Profile Image for Alana.
47 reviews
September 20, 2025
genre : mystery, thriller, crime
dual pov

plot :
seorang pria bernama gagan ditemukan meninggal dari kejatuhan, diduga karna bunuh diri, namun iptu bonita menemukan kejanggalan, dan mencurigai istri gagan, yg bernama serena

namun serena memiliki alibi dan iptu boni berusaha untuk membuktikan bahwa instingnya benar

my thoughts (no spoiler) :
alurnya cepet, ga bertele tele, dan PLOT TWISTNYA WOI GILA WKWK GA EKSPEK, though i feel a little bit uncomfortable with the slight romance dari kisah iptu boni

di sini jg digambarkan tentang how society memperlakukan perempuan dengan banyak penghakiman

thriller indo pertama yg aku baca, tp bahasanya ternyata ngalir banget dan seru

buku ini jg menggambarkan insting perempuan yg sangat tajam dan detail, isu isu feminist lainnya jg diselipkan

gue rasa penulisnya antara udah tau atau udah melakukan riset ya karna dari penjelasan ttg golf dan pistolnya tuh detail bangettt
Profile Image for Faizah Lentera.
271 reviews2 followers
September 1, 2025
Sebelumnya mohon maaf karena aku meremehkan buku ini di awal 😔🙏 Awalnya aku merasa "oh gini doang", tapi begitu menjelang akhir betulan engga bisa nebak. Keren sekali penulisnya bisa memproyeksikan pola pikir Serena dalam keseluruhan cerita How to Kill Your Husband.

How to Kill Your Husband ini dituliskan dalam 3-4 narasi, Bonita, Serena, tulisan Peresphone, dan Joker. Saat baca sekilas mungkin ga akan sadar ada perbedaan sudut pandang Peresphone dan Joker, tapi kalau terlewat cobalah baca ulang. Alasan aku kasih bintang tinggi adalah itu tadi, rapi dan ga ketebak.

Buku ini kurang lebih bercerita tentang kematian seorang kontraktor yang memiliki riwayat perselingkuhan. Polisi curiga penyebab kematian ini adalah pembunuhan dengan tersangka utama Serena, alias sang istri.

Kalau kau bertanya alasanku ingin membunuh suamiku, aku akan mengembalikannya kepadamu. Coba kau lihat pernikahanmu. Coba kau tengok sekitarmu. Bukankah ada begitu banyak alasan untuk melenyapkan orang yang sudah dipercaya orangtuamu untuk menjagamu, tetapi malah menyakitimu?
Profile Image for Shelly.
Author 2 books44 followers
October 8, 2025
Ternyata aku berjodoh dengan buku mba Aghnia yang ini duluan (minjem dari Perpus Berjalan sih tepatnya hoho).

Wow! Aku beneran gak ada ekspektasi apa-apa pas baca, tapi beneran suka dengan perpaduan

Jujur, aku ingin membaca lagi dan mungkin akan beli novelnya. Jelas ini bukan tipe novel yang cukup sekali dibaca, jadi aku ingin tenggelam lagi, ingin belajar banyak dari cerita ini. Well done, mba Aghnia. Salut banget dengan perpaduan misteri-kriminal-feminisme-kelokalan dalam karyamu ini.

Rating dariku: 4,5/5

Profile Image for H.
5 reviews
January 2, 2026
A page-turner. Novel yang fast-paced dan padat. Saya dibuat tidak beranjak untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik kematian Gagan Haikal. Kisahnya dipilin dengan sangat rapi dan mudah diikuti. Gaya narasi yang menggunakan dua POV: Bonita Gamal dan Serena Natalegawa menarik. Hanya saya agak terganggu dengan beberapa kata yang ditulis secara repetitif seperti “mendengkus” dan “bersedekap”. Mungkin di karya-karya berikutnya penulis bisa lebih kreatif lagi dalam mencari kata atau cara pengungkapan yang berbeda untuk suasana yang sama. Oh ya, saya suka dengan bagaimana penulis menyisipkan kritik terhadap patriarki, misogini, dan subordinasi perempuan dalam kisah ini.
Profile Image for Galih Surya.
72 reviews
September 5, 2025
“Untuk takaran Sherlock Holmes — karena acuan detektif saya itu, cerita detektif dalam buku ini terbilang terlalu sentimental. Jebakan psikologis, tingkat frustasi menangani kasus, penalaran, dan resolusi masalahnya tidak bisa saya katakan bagus. Kurang dingin dan objektif.”
Profile Image for Nike Andaru.
1,647 reviews112 followers
December 29, 2025
103 - 2025

Buku kedua Aghnia yang kubaca, dan kali ini beda dengan yang sebelumnya, seru karena temanya detektif yang mencari tahu sang pembunuh. Motifnya tentu di belakang, dan mulai ketebak di bagian tengah sih. Berasa baca Keigo gitu ya.
Profile Image for Safirasiwi.
42 reviews3 followers
August 12, 2025
enjoy seperti nonton ftv weekend di siang hari sambil menyeruput es teh dan meilpat pakaian.
Profile Image for Carolina.
150 reviews7 followers
November 8, 2025
Awalnya iseng penasaran sama buku ini karena judulnya yang sangat menggoda. Sebuah rangkaian kata yang membentuk kalimat yang begitu menarik untuk didengar, langsung menarik perhatian sisi feminin perempuan yang begitu anggun. Ternyata bukan cuma judulnya yang keren, isinya pun sangat bagus!!

Cerita diawali dengan diperlihatkannya sebuah postingan dari seseorang yang menyampaikan keinginannya untuk membunuh sang suami. Adegan selanjutnya dibuka dengan kasus kematian seorang pria yang terjatuh dari sebuah gedung ruko yang belum jadi. Dirasa ada beberapa kejanggalan, Bonita Gamal, inspektor polisi satu Tangerang berusaha menyelidiki kasus tersebut.

Ini pertamakalinya baca karya Aghnia Sofyan dan jujur ini BAGUS BANGET. Novel yang tebalnya kurang dari 300 halaman ini sukses mengangkat banyak isu penting. Mulai dari tekanan ibu/perempuan yang sering mengalami perlakuan misoginis, perselingkuhan, sindiran kecil terhadap polisi, dan beberapa isu lain yang tidak bisa disebutkan di sini karena spoiler.

Perasaan saya setiap kali membaca postingan dari Persephone adalah mengenai betapa nyatanya perasaan dan kejadian-kejadian yang mirip seringkali terjadi di kehidupan nyata. Belum lagi ketika membahas mengenai sikap misoginis yang begitu kental di dunia yang patriarki ini. Jujur entah beberapa kali memang sempat mengeluarkan komentar jahat seperti, We should normalized wife to unalived their husband who hurts them, either it by their words or by their action, for they been betrayed the vows they swear on their wedding. Karena di luar sana ada begitu banyak wanita yang terjebak dalam sebuah ikatan bernama pernikahan.

Alur buku ini terasa cepat dan seru. Meskipun mungkin di awal terlihat mudah ditebak, tapi ada banyak hal mengejutkan yang membuat saya makin merasa penasaran. Plotnya benar-benar disusun dengan rapi dengan formula yang begitu baik.

Jujur ada beberapa adegan yang entah mengapa menurut saya agak terasa aneh ketika dibayangkan di sini, terutama adegan puncaknya. Bukan sampai yang tidak mungkin, atau yang terasa tidak wajar, memang. Masih cukup wajar, tapi memang tidak biasa. Selain memang soal polisi kerja, sih

Jadi, Sudah menentukan kapan kau akan menghabisi suamimu? Pagi atau malam hari? Hari kerja atau akhir pekan? Bulan depan atau hari ini juga?
Profile Image for Hirai.
208 reviews5 followers
June 17, 2025
“Bagaimana cara membunuh suamimu? Apakah buku ini berisi tutorial pembunuhan secara eksplisit?”
Mencurigai semua orang adalah konsep utama dari buku ini! BRAVO!! Keren sekali alurnya menarik dengan bumbu-bumbu pengakuan masing-masing tokoh ditambah perkembangan kasus yang kompleks membuat ceritanya semakin menarik. Dibuka dengan sebuah postingan viral dari Persephone tentang langkah-langkah membunuh suami secara lengkap. Siapa yang menulis postingan tersebut? Apakah ada hubungannya dengan pembunuhan yang terjadi?
Kita akan dihadapkan dengan penyelidikan kematian seorang pria bernama Gagan akibat terjun dari atas gedung. Ada banyak kejanggalan dari penemuan mayat mulai dari arah hadap, lokasi kunci mobil sampai dengan penemuan gelang di sekitar jenazah. Apakah murni bunuh diri atau memang ada pihak yang merencanakan pembunuhannya? Cerita makin seru dengan munculnya karakter sang istri, Serena. Perempuan tegas, penuh perencanaan dan juga sangat misterius. Setiap gerak-geriknya sangat mencurigakan membuat Boni yang bertugas menyelidki kasusnya geram.
Ada banyak suspect yang tidak hanya sebagai pemanis namun mereka semua memang memiliki peran penting dalam cerita. Kunci penting dalam membaca buku ini adalah baca runtut dan jangan lewati detail kecil dari pernyataan setiap tokohnya. Ditambah plot twist yang WOW!! Lagi-lagi memang soal …. Semua hal akan dilakukan….. hmmm dasar manusia kan…..
Cerita misteri pembunuhan Indonesia yang fresh bukan gore atau banyak adegan ngerinya tapi lebih fokus dengan penyelidikan kasus. Dari kasus buku ini juga bisa disimpulkan bahwa banyak keluarga korban yang kurang puas menyerahkan sepenuhnya penyelidikan pada kepolisian sehingga mereka banyak yang memilih turun tangan sendiri meskipun membahayakan dirinya sendiri.
Penulis berhasil menyelesaikan buku dengan baik bukan hanya bagus untuk di bagian awalnya saja melainkan di pertengahan sampai akhirnya. Tidak ada bagian yang perlu dibuang karena semuanya penting dan saling berkesinambungan. Intinya tak selalu berlian yang mencolok itu adalah tersangka coba selidiki bebatuan yang berada di sekitarnya…..
Duh kayaknya aku harus beli bukunya nanti deh… setelah pinjam dari Perpus Berjalan rasa ingin memiliki sangat tinggi mari menabung!!
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
December 5, 2025
Gagan Haikal ditemukan tewas di sebuah lokasi proyek pembangunan. Mayatnya tergeletak terlentang karena jatuh dari ketinggian ruko yang sedang dibangun. Penyelidikan awal polisi yang dipimpin oleh Bonita Gamal menunjukkan bahwa Gagan Haikal dibunuh. Dengan beberapa barang bukti di TKP, Bonita mencurigai sang istri, Serena Natalegawa, menjadi tersangka pembunuhan suaminya. Dugaan Boni, Gagan selingkuh dengan adik sepupu Serena yang bernama Rania. Sementara itu, Tante Adel yang adalah ibunya Rania, yang juga partner kerja Gagan, berusaha melindungi putri bungsunya. Di sisi lain ada Yudhis, sahabat sekaligus rekan kerja Gagan, yang seakan menyimpan banyak rahasia yang mengganggu Boni. Boni mengumpulkan kesaksian dan barang bukti lainnya untuk mengungkap pelaku pembunuhannya.

Novel ini sudah menarik perhatian dari judulnya. Seperti buku panduan untuk membunuh suami. Tidak sepenuhnya salah, karena di dalamnya ada tulisan dari seorang perempuan bernama Persephone yang memaparkan langkah-langkah menyingkirkan seorang suami yang sudah mengkhianati istrinya. Dengan menggunakan teknik whodunit, penulis membawa pembaca ikut "menyelidiki" dan mengungkap semua bukti sehingga menemukan pelaku. Dikisahkan melalui dua POV (Boni dan Serena), kisah ini terbangun dengan utuh nyaris tanpa cela.

Terlepas dari pembunuhan yang terjadi, ada hal penting yang ingin diungkapkan oleh penulis. Kisah ini didasari dari kisah-kisah lainnya tentang perempuan yang dikhianati oleh pasangannya dan bagaimana mereka bertumbuh dalam menghadapinya. Bukan hanya Serena, Boni juga memiliki masa lalu kelam yang menghasilkan kepahitan di dalam hidupnya. Sebagai perempuan yang tersakiti, keduanya memilih jalannya masing-masing untuk berdamai, terutama dengan diri mereka sendiri.

Ini kali kedua saya membaca karya Aghnia Sofyan. Dan saya tetap menyukai cara penulis menyusun alur dengan cepat tapi rapi. Dengan bonus trivia permainan golf serta (tentunya) panduan menghadapi kehilangan suami, plot twist yang rapi juga menjadi nilai tambah dari novel ini.

Profile Image for Rahayu  Indah Gustri.
1 review
January 4, 2026
“I wanna kill my husband. Don’t you?”

One of the biggest page turner book of the year, How to Kill Your Husband book is a well-written fiction novel by Kak Agnia Sofian. From the very first page, the story hooks readers with its bold premise and sharp narrative.

The novel follows Serena Natalegawa, whose husband is found dead at the same time an anonymous blog article titled “How to Kill Your Husband” appears—right in the middle of the murder investigation.

Police inspector Bonita Gamal, who leads the case, strongly suspects Serena as the prime suspect in her husband’s death.

Told through a roller-coaster narrative from women’s and wife points of view, this book highlights how women are constantly judged by societal norms. No matter how smart, intelligent, or capable a woman is, society often expects her not to outshine her husband—to simply smile, dress nicely, and stay silent. Yet this novel reminds us that women have the right to voice their thoughts, make their own choices, express their opinions, and determine how they live their lives.

Through a murder investigation layered with emotional depth, the author masterfully weaves feminist issues into the narrative. The writing is light yet impactful, easy to read but heavy with meaning. Each chapter stirs curiosity, doubt, and empathy, keeping readers guessing—who is truly guilty?—until the very plot twist ending.

This is not just a murderer investigation novel.
It is a story about women's voices, who feel injustice, and betrayal as a wife.
Displaying 1 - 30 of 87 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.