What do you think?
Rate this book


212 pages, Paperback
First published September 22, 2014
"Aku hanya membalas apa yang dilakukan orang-orang padaku. Kalau mereka tertawa, aku akan membalasnya dengan tawa. Kalau mereka tak peduli, aku juga tak akan peduli. Dan kalau mereka menantangku..." Runa berhenti sejenak, lantas memandang Kouhei lekat, "aku tidak akan diam saja."
- Doki Doki Game Start! / Ran Orihara.

"Meski tak pernah menginginkannya, kamu terpaksa mengetahui semua yang dirasakan orang lain. Itu pasti berat." Runa membalas tatapan Kuon sambil tersenyum tipis. "Tapi, sepertinya kamu kuat, ya?" (hlm. 7)
Kenapa dia harus menciptakan permainan yang membuat orang-orang saling menyakiti satu sama lain? (hal. 103)
"Tak peduli melawan satu, sepuluh, atau bahkan seratus orang, aku lebih memilih menggunakan otak daripada otot," (hal. 143)
"Menanglah dengan cara yang benar. Buktikan bahwa kamu tidak sama seperti mereka yang hanya bisa menggunakan cara kotor untuk menjatuhkan seseorang." (hal. 172)
"Meski tak pernah menginginkannya, kamu terpaksa mengetahui semua yang dirasakan orang lain. Itu pasti berat." (hal. 7)
"Walau suka dan benci adalah dua bentuk perasaan yang bertolak belakang, keduanya sama-sama memiliki efek yang besar pada hati seseorang. Entah itu efek buruk atau baik," (hal. 88)
Dari halaman 162 sampai 167, itu salah satu adegan favoritku. Jadi tuh Runa yang dikucilkan tidak tahu kalau ada perubahan jam, jadi dia membolos dan pergi ke atap. Nah, di atap dia malah bertemu dengan Kuon. Kuon yang tidak bisa mendengar suara detak jantung Runa sontak kaget mendengar panggilan gadis itu. Lalu mereka terlibat percakapan seru yang penuh dengan balas-balasan ejekan (semacam itu). Tapi, adegan klimaksnya pas Kuon mendadak salah tingkah. Aduh, lucu banget deh. Mendadak gemes sama Hoga Kuon.