Jump to ratings and reviews
Rate this book

Doki Doki Game #1

Doki Doki Game: Start!

Rate this book
Menjadi korban tabrak lari saat berumur 10 tahun membuat Hoga Kuon tiba-tiba bisa mendengar suara detak jantung orang-orang di sekitarnya. Keanehan itu membuat hidup Kuon menjadi tak tenang, tapi lama-kelamaan justru membuatnya memahami perasaan orang. Takut, cemas, sedih, bahagia, dengki, cemburu—semua perasaan itu memiliki irama debaran jantung yang berbeda, dan Kuon bisa mendengar semuanya dengan sangat jelas.

Kecuali Yamane Runa.

Anak perempuan itu adalah satu-satunya manusia hidup yang sama sekali tak terdengar degup jantungnya. Kuon kecil bertemu dengan Runa dan menceritakan rahasianya sebelum gadis itu menghilang tiba-tiba.

Enam tahun kemudian, Hoga Kuon tumbuh menjadi pemuda yang ditakuti berkat kemampuannya membaca detak jantung. Dia menciptakan permainan kolosal mengerikan bernama doki doki game di sekolahnya, SMA Seishin Gakuen. Tak ada seorang pun yang berani melawannya.

Kecuali Yamane Runa.

Murid pindahan itu kembali dengan misi mengalahkan Kuon dalam doki doki game.

Dan Kuon tetap tak bisa mendengar degup jantungnya!

212 pages, Paperback

First published September 22, 2014

10 people are currently reading
254 people want to read

About the author

Orihara Ran

7 books123 followers
Orihara Ran has another pseudonym: Aranindy

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
121 (44%)
4 stars
93 (34%)
3 stars
44 (16%)
2 stars
12 (4%)
1 star
3 (1%)
Displaying 1 - 30 of 56 reviews
Profile Image for Gus.
605 reviews63 followers
February 23, 2017
--- Doki Doki Game Start! ---
Plot: Seru, dengan misteri di kiri dan kanan.
Penokohan: Bagus-- untuk satu dua tokoh.
Gaya bercerita: Mengalir dengan baik.

"Aku hanya membalas apa yang dilakukan orang-orang padaku. Kalau mereka tertawa, aku akan membalasnya dengan tawa. Kalau mereka tak peduli, aku juga tak akan peduli. Dan kalau mereka menantangku..." Runa berhenti sejenak, lantas memandang Kouhei lekat, "aku tidak akan diam saja."
- Doki Doki Game Start! / Ran Orihara.



Perkenalkan, Seishun Gakuen-- sebuah sekolah dengan Doki Doki Club.
Kesampingkan nama klub yang manis itu, permainan dari klub ini bisa membuat satu sekolah merana.

Runa gadis pindahan yang tidak tahu apa-apa soal ini. Tapi bermodalkan pesan teka-teki dan misteri dari ayahnya, ia siap untuk memenangkan permainan Doki Doki Game!



Komentar saya selama membaca:
1. FOOTNOTENYA ( ˘ ³˘)❤ //lovely!!
2. Awas ya kalau alasan DDGame gak matang -_- //siapuntukmelemparsumpahserapahkeKuon (dan wanti-wanti saya masih belum terjawab).
3. Somehow, saya memperbolehkan Kuon untuk menampar Runa secara virtual... seperti meme dibawah ini XD /maksudkamu.



4. WAT DE HEL, AYAH RUNA, WAT DE HEL. Kamu itu orang tua atau iblis berkedok sherlock holmes? //jdeer.
5. HAAAAAHH?!

6. Ternyata saya gak bodoh-bodoh amat dalam menebak teka-teki Kuon. Memang tidak tepat, tapi jawaban saya juga menjurus ke sana... mwahahaha! //bangga //tumbensih //padahaltetapgakmenjawabbenar.

Anyway ceritanya bagus, tulisannya enak dibaca dan saya bahkan tidak berhenti membaca sampai pukul empat pagi!! Ya ampun, padahal besok saya harus kerja! ⊂(ο・㉨・ο)⊃ //dungdungtsk!

Serius, rekomendasi teman saya ternyata tidak salah. Saya suka bagaimana kokoh sifat tokoh utama yang digambarkan. Kokoh yang saya maksud itu-- bukan karena tokohnya kuat. Tapi sifat mereka dengan "pasti" tidak dirubah dan digiring ke luar dari sifat mereka meski badai menerpa. Nah soal sifat sendiri... semua oke. Saya dengan sukses ikut terbawa perasaan kesal pada beberapa tokohnya.

Gyaaa! Saya lupa! Hubungan antar tokohnya juga oke. Apalagi antar tokoh utama. Kesampingkan misteri yang masih mengawang-awang, saya suka Runa dan Kuon saat mulai berdua. Eh tunggu, plot soal cerita dan pertanyaan yang masih bagaikan kabut juga menyelimuti buku ini dengan hangat. Kadang sedikit mengungkapkan, lalu setelah itu tetap tidak menjawab pertanyaan, dan malah melahirkan pertanyaan baru. Saya tidak akan menuliskan pertanyaan saya disini.
Tapi saya harap buku selanjutnya menyelesaikan semua yang telah dibangun diawal.
Awas. Kalau. Sampai. Tidak // memangkamumauapa? //........

Oh ya semua yang saya tulis diatas... bacalah dengan satu dua catatan tersendiri. Paling tidak, saya menuliskannya secara simpel dan tidak memasukkan hal-hal mendetil. Tapi jika otak objektif saya yang harus memberikan review, saya bisa memberitahu kalau... saya sebenarnya merasa sifat tokohnya terlalu "dibuat untuk persiapan drama". Sifat Runa maupun ayahnya, maupun tokoh lain. Pola pikir siswanya dan Runa dan ayahnya dan tokoh lain.... wah jadi tambah panjang.
Tanpa sadar saya agak mengenakan kacamata all-objective selain kacamata subjektif saya. Untungnya saya sadar; novel ini bukan slice of life. Jadi... why not?

Ya, jadi saya mengesampingkan itu (dan komentar lain) karena berpikir-- ini cuma fiksi.
Anggap saja memang begitu. Tapi kalau di dunia nyata, tentu saja ini tidak ada. Yang namanya kisah fiksi memang seperti itu kan? Cliche are welcomed. Heroine is clueless-badass and no other student ever tried to be one. Since they're just another pion //wrongEnglish? //duh,don'tmind! ^^.

Empat bintang atau tiga bintang?
Tiga untuk sekarang. Tapi...tergantung juga buku terakhirnya \(・`(ェ)・)/ //masihbelumpasti.
Terakhir; terima kasih pinjamannya dan rekomendasinya, Yulia!
[8.3/10]
Profile Image for Yu.
28 reviews3 followers
April 4, 2017
☆'Rekomendasi untuk dibaca'☆

Novel ini sebenarnya dibeli oleh adik saya, dan saya awalnya sama sekali tidak niat untuk membaca buku ini. Dilihat dari cover dan sinopsis yang disajikan memang sangat menarik, namun setelah melewati tiga bab, saya tiba-tiba jadi malas. Tapi!!! Eitss!!! Itu semua... 'DULU'.

Sebelum membaca novel, saya pastikan diri saya siap untuk membaca sebuah cerita (yang tidak bergambar) dan saya pribadi orang yang cepat bosan saat membaca novel. berhubung kemarin saya merasa hampa, dan tidak ada kegiatan, akhirnya saya memilih untuk memegang kembali buku ini (jilid 1 (start) & 2 (over)).

Cerita ini menggambarkan peristiwa dalam sekolah, dan memperlihatkan adanya kasta yang terbentuk dengan menggunakan hukum macam rimba untuk menjadi seorang pemenang (bukan cara sadis, melainkan menggunakan logika untuk menjawab teka-teki dari pembuat game doki-doki). Novel ini secara tidak langsung mengajak pembaca juga ikut menebak teka-teki. Saya suka novel ini, karena cerita ini bukan hanya menyenangkan imajinasi pembaca saja, tapi memberi pesan moral jika sesama mahluk hidup kita harusnya saling menghormati, contohnya : ngapain perlu 'bully' apalagi itu dilakukan secara berkelompok yang menyerang seorang individu? Bukankah itu seperti tindakan pengecut. Kenapa tidak satu lawan satu? Atau, bertanyalah agar kita lebih dapat memahami maksud orang yang kita salah sangka.

Kemudian, hal lain yang saya suka adalah karakter kuat dari si 'heroine' Runa, mau dibanting gimanapun, dia itu kaya tusuk gigi, kelihatannya lemah namun dapat melukai gusi bila tak berhati-hati #randomthought. Saya juga suka fantasy kekuatan di luar akal manusia, seperti Hoga Kuon yang dapat mendengar detak jantung manusia, cukup sulit untuk membayangkannya bila telinga kita mendengar suara jantung bak drum yang berbunyi setiap saat, dan jumlah manusia kan banyak. Tapi,, ada tapinya... saya masih bingung sampai sekarang, bagaimana ajaibnya transisi yang terjadi antara hubungan kedua karakter utama, yang tidak pernah saling bertemu, kemudian kecelakaan, dan ternyata mereka saling menyambung secara tidak langsung, sehingga menyebabkan kekuatan tak masuk di akal terjadi? (Hmm.. mungkin, ini salah saya yang otaknya kelamaan loading).

Bagian romance, konflik dan penyelesaian masalah juga cukup menarik, walau terbilang tidak sekomplikasi dalam imajinasi saya (itu bukan masalah besar). Kalimat penyampaiannya juga bagus, walau ada beberapa yang kurang saya mengerti, namun selebihnya cerita dapat saya pahami dengan baik.

Overall menarik kok untuk dibaca!!! Cobalah untuk membaca novel ini, saya rasa kalian akan suka dengan cerita yang disuguhkan, sebab saya membaca dua seri bukunya tidak sampai kurung waktu 24 jam, dan mood saya meningkat dua kali lebih baik (dari down jadi semangat). Hoho.

Jadi, begitulah, singkat cerita review penilaian dari saya (newbie) mengenai novel ini. Semoga bisa jadi referensi bagi kalian yang masih mencari tahu tentang novel tersebut. Makasih♡
Author 4 books21 followers
December 16, 2014
Setelah terbangun dari koma, Hoga Kuon tiba-tiba bisa mendengar detak jantung orang-orang di sekitarnya. Kemampuan aneh itu menjadi mimpi buruk untuknya. Dia jadi menjauh dari keramaian. Dia juga harus menerima kenyataan kalau kedua orangtuanya takut saat melihatnya. Kuon jadi tidak percaya dengan orang lain. Dia bisa tahu perasaan yang dirasakan orang lain saat mendengar detak jantung mereka.

Suatu hari, di depan rumah sakit, Kuon bertemu seorang gadis manis berkulit pucat bernama Yamane Runa. Ada satu hal yang membuat Kuon kaget saat dia berkenalan dengan Runa. Kuon tidak bisa mendengar detak jantung gadis itu! Kuon curiga kalau Runa bukan manusia, tapi Runa menanggapinya dengan santai.

"Mungkin aku memang tidak punya detak jantung. Karena pada dasarnya aku ini orang yang tidak memiliki perasaan."

Setelah pertemuan itu, Kuon tidak lagi bertemu dengan Runa. Gadis itu memang pindah ke kota lain. Sampai suatu hari Runa kembali ke Tokyo. Ada satu kasus yang harus diselesaikan Ayah Runa. Runa lalu mendaftarkan diri di SMA Seishin Gakuen. Di sana dia duduk bersama dengan laki-laki cuek bernama Arima Kouhei.

Sekilas SMA Seishin Gakuen terlihat seperti SMA biasa. Semuanya terlihat baik sampai akhirnya Runa mengungkapkan tujuannya datang ke sekolah itu: Mengalahkan penguasa sekolah. Itu adalah teka-teki dari ayahnya yang harus Runa tuntaskan.

Dari Kouhei, Runa jadi tahu kalau di SMA Seishin Gakuen ada sebuah permainan bernama Doki Doki Game. Permainan itu diciptakan oleh sang penguasa sekolah (Ousama--yang artinya raja) yang berada di Doki Doki Club. Seluruh siswa harus mengikuti permainan itu dan peserta yang kalah akan mendapatkan hukuman yang bukan main menyeramkannya di nero class.

Runa ternyata tidak takut dengan permainan itu. Kouhei lalu mengajaknya menemui Ousama.

Dan... Ousama itu ternyata... Hoga Kuon!

Tidak seperti Kuon yang terkejut melihat Runa, gadis itu tidak mengingatnya.

Lalu, apa yang terjadi selanjutnya dengan dua remaja itu? Bisakah Runa memenangkan Doki Doki Game? Bisakah dia merebut posisi Kuon? Temukan jawabannya di Doki Doki Game: Start!



Review:

Whoa...! Seru banget baca Doki Doki Game ini...!

Rasanya kayak baca novel terjemahan. Keren banget Orihara Ran... :D

Ini pertama kalinya aku baca karyanya Orihara Ran, tapi aku sudah sering mendengar namanya, juga beberapa karyanya yang selalu berbau Jepang. Makanya pas Ice Cube mengeluarkan novel terbaru Orihara Ran yang ini, aku langsung penasaran. Jujur, aku bingung menaruh novel ini dalam genre apa, makanya aku masukkan ke thriller dan misteri aja karena baca bukunya bikin doki doki (deg-degan :p).

Baca review lengkapnya di: http://girlwithwritingproblems.wordpr...
Profile Image for Cia.
3 reviews
August 19, 2015
5 star rate untuk plot yg menarik + character yg unik. the story and how it goes reminds me of certain manga named 'Arisa' and 'Another', similiar authority game & punishment. sayangnya novel ini harus bersambung disaat2 yg menegangkan. tapi justru itu yg membuat pembaca menjadi penasaran. i'm waiting for the 2nd series, and definitely will buy it!
Profile Image for Nora Apriyani.
151 reviews
March 10, 2017
Hoga Kuon mengalami tabrak lari ketika ia berusia 10 tahun. Setelah mengalami kecelakaan tersebut Kuon mengalami perubahan pada dirinya. Ia bisa mendengar detak jantung orang lain, sehingga ia bisa mengetahui kebenaran di dalam diri (hati) orang tersebut, kecuali pada Yamane Runa -seorang gadis yg berusia 1 tahun di atasnya - Kuon tidak bisa mendengar detak jantung gadis itu seperti ia tidak bisa mendengar detak jantung pada orang mati. Siapakah Yamane Runa sebenarnya, yang tiba-tiba menghilang setelah Kuon menceritakan rahasianya?

Enam tahun kemudian mereka bertemu kembali di SMA Seishin Gakuen - sekolah yang sudah dikuasai Kuon berkat kemampuannya mendengar detak jantung orang lain. Di SMA itu Kuon menciptakan permainan yang ia sebut dengan Doki-Doki Game, sebuah game pencarian harta karun, yang memberikan hukuman yang menakutkan kepada mereka yang kalah di dalam game tersebut. Kehadiran Yamane Runa di SMA Sheisin Gakuen, bertujuan untuk mengalahkan Kuon sebagai penguasa SMA Sheisin Gakuen.

Akankah Yamane Runa bisa mengalahkan Ousama - sebutan penguasa untuk Kuon? Atau malah ia harus menerima kekalahan dan dijebloskan ke nero-class yang sangat kejam? Baca sendiri aja ya buku Doki-Doki Game Start! yang pertama ini... :)

*** *** ***

Yupz, buku ini memang buku pertama dari dua buku Doki-Doki Game (sementara sih memang baru terbit dua buku, trus dengar-dengar selentingan, katanya akan ada buku ketiganya juga).

Awal mula mengenal buku ini justru karena bukunya yg ke-dua. Jadi waktu itu saya jalan ke Gramedia, tiba-tiba liat buku covernya unik (kebiasaan saya, selalu mudah jatuh cinta dengan buku hanya karena covernya :p). Kerasa kayak misterius gitu bukunya, plus buku itu cuma ada satu-satunya. Tambah penasaran deh. Sempat galau sih, mau dibeli atau gak, tapi karena kadung penasaran, ya sudah dibelilah buku tersebut. Pas sampai rumah, baru nyadar kalo ternyata buku itu adalah buku kedua. Akhirnya nyari buku pertamanya deh demi supaya bisa memahami isi kisahnya dengan baik. Tapi ternyata buku pertamanya agak susah dicari hingga saya harus membelinya di toko buku online. Beruntung ternyata masih ada yang jual.

And here I am.. sudah menyelesaikan membaca buku ini - buku Doki-Doki Game Start! (buku pertama). Lumayan lama sih buat mengkhatamkannya, karena selain kesulitan mencari waktu luang untuk membaca buku, jujur, cerita di buku ini sedikit terasa membosankan. Deskripsinya terlalu kaku. Terasa sekali seperti ingin dibuat 'se-jepang' mungkin. Agak berlebihan sih klo menurut saya hingga sedikit membuat saya bosan.

Ide ceritanya lumayan sih, namun eksekusinya ga berhasil membuat ide ceritanya menjadi 'wah'. Doki-Doki Game sendiri yang sempat membuat saya penasaran cuma diceritakan dimainkan dua kali dalam buku ini. Dan ternyata Doki-Doki Game di dalam buku ini tidak seseru yang saya bayangkan. Lumayan kecewa sih. Mungkin ekspektasi saya terlalu berlebihan, hingga berasa kecewanya. hehehe...

Tapiiii, tetap mau lanjut baca buku keduanya koq, demi asas menuntaskan sesuatu yang sudah (terlanjur) dimulai :p. Lagipula target bulan Maret ini memang mau membaca buku-buku berseri (dwilogi maupun trilogi). :)
Profile Image for Autmn Reader.
883 reviews93 followers
August 26, 2020
Buku ketiga dari Orihara Ran yang kubaca (Orihara Ran ya bukan Aranindy, kwkw).

Aku bingung sih apa aku suka buku ini atau enggak. Soso aja kali ya. Tapi tulisannya udah jauuuuh berkembang dari pada buku pertama. Buku ini juga enggak repetitif jadi enak banget buat dibaca.

Plotnya juga oke sebenernya, premisnya unik, gamesnya asyik juga. Cuman menurutku gak terlalu menantang dan kemenangan Runa juga serasa instan. Interaksi ama Kuon juga gak terlalu banyak.

Semoga buku dua bisa lebih menegangkan, ahaha.
Profile Image for Zelviaaa Aris.
60 reviews6 followers
December 2, 2024
Sebenernya seru, narasinya mengalir.. tp cara penulis menggambarkan sifat tokoh utama perempuan tuh berlebihan banget.. malah jd kaya pick me girl.

Iya iya tau kalau dia abnormal, iyaaa tauuu kalo dia susah ditebak, iyaaa tau si paling unik, padahal sifat2 yg ditunjukkan Runa biasa aja lho ga yang spesial banget. Tp cara penggambaran penulis berlebihan sekali..
Profile Image for Ratna Chalida.
13 reviews3 followers
February 7, 2015
"Tak ada orang yang mau bersikap baik tanpa mengincar sesuatu. Paling tidak, itu berlaku di sini." (hlm. 62)

*
Hoga Kuon. Ousama. Pencipta Doki Doki Game di SMA Seishin. Mampu mendengar detak jantung setiap orang sejak terbangun dari koma kecuali detak jantung milik Yamane Runa.

Yamane Runa. Murid pindahan baru sekaligus player baru dalam Doki Doki Game di SMA Seishin. Tekitou. Spontan, jujur dan selalu tak segan mengungkapkan sesuatu tanpa beban.

Arima Kouhei. Master sekaligus teman sekelas Runa.

Tomiya Rintaro. Adik dari Tomiya Ririka. Master yang hanya menunjukkan dirinya yang sesungguhnya di hadapan sang kakak.

Matsushima Isamu. Master yang paling senior dibandingkan Kouhei & Rintaro.

Tomiya Ririka. Heart. Selalu memasang wajah ramah, cara bicaranya seperti anak SD, tapi kadang bicaranya bernada ancaman.

Kurogami Yuu. Spade. Teman sekelas Kuon & Ririka selaku salah 1 pendiri Doki Doki Club di SMA Seishin.

Tuan Yamane. Lelaki tua berumur 70-tahunan. Ayah dari Runa.


**
Hoga Kuon menjalani hari-hari yang berat semenjak ia siuman akibat tabrak lari yang dialaminya. Mendengar detak jantung setiap manusia adalah kutukan baginya. Ia membenci kemampuan khususnya karena selalu membuatnya tenang. Sampai suatu hari, ia bertemu dengan gadis bernama Yamane Runa di rumah sakit. Gadis yang detak jantungnya tidak dapat ia dengar.
Runa yang rupanya sedang menunggui ayahnya yang sedang dalam masa penyembuhan, memberikan solusi bagi Kuon untuk mengatasi rasa berisik tiap kali ia mendengar detak jantung manusia-manusia di sekitarnya seakan berlomba mengusiknya yaitu dengan mendengarkan musik, lebih tepatnya mendengarkan Edward Elgar's Salut d'Amour. Persembahan cinta Elgar bagi wanitanya.
Sayangnya pertemuan yang menyenangkan bagi Kuon itu hanya berlangsung singkat karena Runa tiba-tiba menghilang.
"Meski tak pernah menginginkannya, kamu terpaksa mengetahui semua yang dirasakan orang lain. Itu pasti berat." Runa membalas tatapan Kuon sambil tersenyum tipis. "Tapi, sepertinya kamu kuat, ya?" (hlm. 7)


Takdir mempertemukan Kuon dengan Runa 4 tahun kemudian.
Runa yang ditugaskan ayahnya untuk menyelesaikan urusan mereka di kota itu 6 tahun lalu, dipindahkan sekolah ke SMA Seishin. Misi utamanya adalah mengalahkan sang penguasa sekolah.
Ternyata sang penguasa sekolah yang ia harus kalahkan adalah Hoga Kuon! Kuon adalah Ousama dalam Doki Doki Game yang ia ciptakan di SMA Seishin!
Mengalahkan Kuon dalam Doki Doki Game ternyata tidak mudah. Di permainan pertamanya, Runa terpaksa harus merasakan hukuman di nero-class karena Tomiya Rintaro memilihnya dengan hak mutlak.

***
- Cover bukunya yang menarik dapat membuat calon pembacanya berpikir dua kali untuk tidak membeli.. Hehe
- Sudut pandang yang digunakan adalh sudut pandang orang ketiga
- Penokohan tiap karakter cukup kuat dan konsisten sampai akhir halaman
- Alur yang dipakai penulis adalah alur maju
- NO TYPO FOUND ALHAMDULILLAH~ Jadi yang suka merasa terganggu dengan adanya typo, matanya bisa adem aja baca buku ini :D
- Selain misteri dan supernatural, buku ini juga melibatkan sisi psikologis di Doki Doki Game itu sendiri. And I smell romance between Kuon, Runa & Kouhei~
- Kejadian tabrak lari Kuon, ketakutan Runa sama suara kembang api dan kondisi kesehatan Tuan Yamane kayaknya sih saling berhubungan. Yang paling bikin penasaran ya asal kemampuan Kuon yang bisa dengar detak jantung manusia itu. Apa ada hubungannya dengan cerita penulis yang berjudul Amazing Guardian, #1: Chouzetsu no Hogosha Amazing Guardian, #2: Chouzetsu no Hogosha? Ini pertama kalinya saya baca karya Orihara Ran jadi kurang tahu apakah ada keterkaitan antara kedua seri ini atau tidak. Soalnya di buku ini ada karakter dari seri AG.
- Mungkin Kuon menciptakan Doki Doki Game ini karena dia penasaran apakah orang lain tetap akan berlaku jujur dalam bersikap dan bertindak, apalagi ketika mereka mengetahui Kuon mempunyai kemampuan khusus


****
My favourite lines :

1. "Ingatlah, Runa, di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan. Kalau memang terjadi hal yang tidak disengaja, maka itu adalah takdir." (hlm. 23)

2. "Aku hanya membalas apa yang dilakukan orang-orang padaku. Kalau mereka tertawa, aku akan membalasnya dengan tawa. Kalau mereka tak peduli, aku juga tak akan peduli. Dan kalau mereka menantangku..." Runa berhenti sejenak, lantas memandang Kouhei lekat, "aku tidak akan diam saja." (hlm. 62)

3. Baginya, lebih baik sendirian daripada harus berpura-pura menjadi teman yang pada akhirnya bisa saling menusuk dari belakang. (hlm. 147)


*****
4,5 stars karena BERSAMBUNG... :p
Profile Image for ima.
102 reviews3 followers
February 9, 2017
Review :
Kenapa dia harus menciptakan permainan yang membuat orang-orang saling menyakiti satu sama lain? (hal. 103)

Setelah terbangun dari koma, Hoga Kuon tiba-tiba dapat mendengar suara detak jantung manusia, kecuali Yamane Runa. Pertemuan pertamanya dengan gadis berkulit pucat itu terjadi di sebuah rumah sakit. Dan setelah itu, Kuon tidak dapat bertemu dengan Runa karena gadis itu pindah ke kota lain.

Beberapa tahun kemudian, Yamane Runa pindah kembali ke Tokyo karena permintaan Tuan Yamane. Dengan terbutu-buru Runa didaftarkan ke sekolah SMA Seishin Gakuen.

Selintas, SMA Seishin Gakuen terlihat seperti sekolah pada umumnya. Teman-teman barunya menyambut Runa dengan hangat. Sampai ketika Runa bertanya tentang penguasa sekolah. Itu membuat suasana hangat menghilang digantikan dengan perasaan mencekam. Sebenarnya mengalahkan penguasa sekolah adalah misteri yang diberikan ayahnya dan Runa yang merasa tertantang menyanggupi hal itu.

Perasaan mencekam yang dirasakannya perlahan mulai dapat ia pahami. Di SMA Seishin Gakuen ada permainan bernama Doki Doki Game. Permainan itu dibuat oleh seseorang yang dijuluki Ousama (Raja). Seluruh siswa SMA Seishin Gakuen terdaftar sebagai pemain dalam permainan tersebut. Pemain yang menang akan menikmati fasilitas di ace class, tetapi pemain yang kalah harus merasakan hukuman di nero class.
"Tak peduli melawan satu, sepuluh, atau bahkan seratus orang, aku lebih memilih menggunakan otak daripada otot," (hal. 143)

Runa yang mengetahui hal tersebut semakin merasa tertantang. Gadis itupun bertemu langsung dengan orang dibalik permainan tersebut, penguasa sekolah, yang ternyata adalah Hoga Kuon.

Dapatkah Runa memenangkan Doki Doki Game yang penuh tipu muslihat? Bisakah Runa mengalahkan sang penguasa sekolah alias Kuon, seperti permintaan ayahnya?
"Menanglah dengan cara yang benar. Buktikan bahwa kamu tidak sama seperti mereka yang hanya bisa menggunakan cara kotor untuk menjatuhkan seseorang." (hal. 172)

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^
"Meski tak pernah menginginkannya, kamu terpaksa mengetahui semua yang dirasakan orang lain. Itu pasti berat." (hal. 7)

Keren banget ceritanya!!! Suka banget sama alur ceritanya dan permainan Doki-Doki Game ini! Benar-benar penuh tipu muslihat.

Sebelumnya, aku pikir Doki-Doki Game ini akan ada pertumpahan darah. Yah, walaupun enggak sampai ada adegan begituannya, tetap saja bikin aku ikut-ikutan mikir dan tegang.

Ini buku Kak Ran Orihara yang pertama kali aku baca, dan sepertinya aku menyukai gaya tulisan dan gaya berceritanya. Benar-benar membuatku ikut terhanyut dalam kisah Runa dan Kuon ini.

Banyak yang berpikir kalau buku ini merupakan buku terjemahan, aku juga berpikir seperti itu sih. Tapi memang enggak salah, karena nuansanya benar-benar seperti buku terjemahan. Tapi aku bersyukur ini buku lokal, karena kalimat-kalimatnya lebih pas untuk aku pribadi.

Tidak perlu panjang lebar menuliskan resensi untuk buku ini, karena aku menyukai semuanya. Iya, semuanya! Kecuali satu, kenapa harus bersambung? Banyak banget, atau malah misterinya belum terkuak sama sekali. Hanya dasar-dasar dari Doki-Doki Game saja yang terkuak alasannya. Eh, tapi aku masih enggak tahu sih kenapa Kuon bisa berubah sedrastis itu. Aku nggak sabar pengin tahu rahasia apa diantara Runa dan Kuon.

Oh, iya, mungkin ini bisa masuk ke genre psikologi ya, karena permainannya sendiri berhubungan dengan mental, lebih tepatnya rasa takut seseorang.
"Walau suka dan benci adalah dua bentuk perasaan yang bertolak belakang, keduanya sama-sama memiliki efek yang besar pada hati seseorang. Entah itu efek buruk atau baik," (hal. 88)

Favorite Scene

Adegan favoritku sih sebenarnya lebih ke interaksi antara Runa dan Kuon. Duh, mereka lucu sekali kalau lagi ngobrol. Apalagi Kuon bisa berubah dari yang dingin menjadi jahil kalau lagi berduaan sama Runa, haha.
Dari halaman 162 sampai 167, itu salah satu adegan favoritku. Jadi tuh Runa yang dikucilkan tidak tahu kalau ada perubahan jam, jadi dia membolos dan pergi ke atap. Nah, di atap dia malah bertemu dengan Kuon. Kuon yang tidak bisa mendengar suara detak jantung Runa sontak kaget mendengar panggilan gadis itu. Lalu mereka terlibat percakapan seru yang penuh dengan balas-balasan ejekan (semacam itu). Tapi, adegan klimaksnya pas Kuon mendadak salah tingkah. Aduh, lucu banget deh. Mendadak gemes sama Hoga Kuon.


Pink's Review - https://pinksreview.wordpress.com/
Profile Image for Dinur A..
258 reviews97 followers
February 4, 2023
Kalo kata Kak Anida sih harusnya udah bukan masanya baca cerita beginian, tapi emang dasar gue lagi stres, butuh yg bener-bener fiktif dan apa-itu-logika, si Doki Doki ini pas banget sih. Seru banget kayak ada anime main di depan mata.

3 dulu, disimpen buat buku keduanya. Actual rating: 3,35
4 reviews
November 19, 2018
Doki Doki game ini memang sudah dari awal menarik, dengan bahasanya, dan dengan sikap Runa yang begitu susah ditebak. Alurnya menarik dan tidak membingungkan, bahkan rasanya sangat hanyut di dalam novel ini. Dari awal kita sudah diperkenalkan dengan konflik konflik yang menambah ketegangan cerita, hingga ending yang berakhir dengan mulus. Harus banget baca nih buku:)
Profile Image for Magdalena Amanda.
Author 2 books32 followers
September 24, 2015
Saya harus menulis review untuk buku ini. Setidaknya, saya harus komentar.

Komentar2 saya:

1. Ini buku sesungguhnya wibu, tapi di luar dugaan saya nggak banyak protes selama bacanya(oh, tentu saja saya masih protes soal dialog yang keselipan satu-dua kata bhs Jepang hanya utk menunjukkan bahwa mereka berbahasa Jepang, saya belum menemukan alasan untuk mendukung hal tersebut).

2. Dengan mengabaikan ke-wibu-annya, Doki Doki Game yang menjadi fokus utama cerita adalah sesuatu yang gak memiliki alasan jelas kenapa harus diadakan dan kok bisa diadakan di sebuah setting real (saya akan lebih mudah menerima kalau setting diadakannya DDG adalah di alternate universe atau di setting yang lebih fantasi), tapi--lagi-lagi--saya menyingkirkan perasaan tersebut dan saya lancar jaya baca buku ini.

3. POV 3rd person-nya sebenarnya limited tapi pindah2 tanpa adanya penanda perpindahan tersebut. Ini sebenarnya kesalahan teknis yang harusnya dibetulkan. Akan tetapi saya menolerirnya dan lanjut baca.

Dari tiga komentar saya aja harusnya buku ini masuknya jadi jelek, iya gak sih?

Tapi nggak. Serius, saya nggak bisa ngasih nilai jelek untuk buku ini.

Sama seperti penulisnya, saya juga suka anime, manga, game, dan light novel (meskipun yang diterjemahin dan terbit resmi di Indonesia baru segelintir aja), jadi mungkin saja ada faktor "wibu-rotherhood" di antara saya dan penulisnya.

Beberapa faktor yang membuat saya gagal memberi nilai jelek buat buku ini:

1. Penulisnya nggak memaksakan karakter orang Indonesia berada di setting Jepang. Semua karakternya full orang Jepang, nggak pakai setengahan atau berasal dari Indonesia. Ini hal yang terasa fresh buat saya pribadi. (tolong jangan tanya soal konversi penamaan karakter, dalam standar pengetahuan saya, nama2 karakternya acceptable sebagai nama orang Jepang)

2. Ceritanya "familier". Ingat, saya juga suka anime, manga, game, dan light novel yang ceritanya begitu variatif mulai dari perjuangan ekskul sekolahan hingga penguin robot ciptaan ilmuwan alien yang kembali ke masa lalu untuk mencegah penciptanya menguasai dunia.

Saya baru kemarin ini mendapat materi tentang "membuat sesuatu yang baru dengan menambahkan keunikan pada sesuatu yg sudah familier". Buku ini adalah contoh nyata materi tersebut, terutama banget untuk saya yang konsumsi hiburannya mirip dengan sang penulis.

3. Gaya nulisnya enak dan teknis menulisnya mayoritas sudah bagus, sehingga buku ini enak dinikmati. Saya baca novel itu 70%nya untuk hiburan dan mencari ilham (30%nya untuk mencari pengetahuan yang lebih spesifik, misalnya psikologi atau bisnis), bukan untuk memperoleh pencerahan spiritual atau mengapresiasi kalimat penuh kiasan yang berbunga2 (saking berbunga2nya, intelegensia saya nggak nyampe orz).

That's it.

Sekarang saya nggak ragu buat beli sekuelnya. :D
Profile Image for Priscilla Wibowo.
27 reviews
October 10, 2015
Sebenernya pengen ngasihnya 4.5, tapi dibuletin ke 5 aja deh hehe.

Pertama, aku suka cara penggambaran Orihara-senpai. Dari mulai penggambaran keadaan, ekspresi tokoh, dan suasana, semuanya menurut aku oke. Aku bisa ngebayangin how it is like being in the story. Intinya, super sekali.

Kedua, kalimat tokohnya. Wow rasanya banyak quote yang bisa dikutip dari novel ini. Especially from Yamane Runa dan ayahnya. Semua quotenya bikin adem deh.

Ketiga, berhubungan dengan teknis, ada sedikiitt typo tapi not really a problem. Terus antara panggilan "kau" dan "kamu". Idk, but I personally prefer semuanya pake "kau" aja atau "kamu" aja. Kalo pake dua duanya agak gimana gitu. Di sini sih aku liatnya kalo tokoh cewek kayak Runa dan Ririka pake "kamu" sementara cowok kayak Kouhei dll pake "kau". Kesannya kurang konsisten aja hehe.

Keempat, karakternya hmm... sangat bikin doki doki semuanya, tanpa terkecuali. Masing-masing karakternya jelas lah. Kuon kayak apa, Runa kayak apa, Kouhei kayak apa, bapaknya Runa kayak apa. Jadi masing-masing unik.

Novelnya bersambung. Dan senangnya aku sekali beli langsung beli dua, sama lanjutannya : "Doki Doki Game Over?".

Anyway, novel ini sangat worth to read. Mungkin yang suka Jepang atau suka novel misteri bakal enjoy :)

See you di review "Doki Doki Game Over?" ! :)
Profile Image for David0390.
4 reviews
February 17, 2015
Novel ini masuk jajaran TOP 5 novel FAVORIT saya. Kalau tanya kenapa? Mungkin karena saya suka sekali dengan ceritanya yang sangat sangat Jepang. Yakin seribu yakin, bagi yang gak tahu tentang profil penulisnya, pasti nyangka ini novel terjemahan! Nuansa dan cara mendeskripsikannya itu loh benar-benar kaya manga yang dituangin ke dalam novel.

Semua karakternya punya keunikan dengan penggambaran yang gampang dibayangin sama pembaca. Kalau bahas tentang doki doki game-nya, bisa dibilang ini khas Orihara Ran banget. Teka-teki sederhana tapi dalam dan asyik buat diikuti. Dan saya berharap buat buku kedua akan ada cinta segitiga di antara Kuon, Runa, dan Kouhei. Penasaaran juga sama awal mula kenapa Kuon menciptakan doki doki game, terus misteri yang disembunyikan Ayah Runa 4 tahun lalu.

Oh ya Ada penampakan karakter dari novel Amazing Guardian, dan buat para pembaca yang sudah baca karya-karya Orihara Ran sebelumnya pasti jadi makin excited.

Pokoknya buat Orihara-sensei, saya gak sabar nunggu kejutan apalagi di buku kedua! Semoga bisa segera terbit!
Profile Image for Ayu Lestari Gusman.
121 reviews
September 1, 2016
Dikarenakan sepupu saya yang smp terus menerus merekomendasikan buku ini, akhirnya saya baca juga buku ini. Sekedar untuk menghargai saja sih tadinya (maaf...). Bukannya apa-apa sih, tapi dari cerita dia kok agak-agak terlalu 'ga gue banget ini mah... anak sekolahan banget'. Hahahaha... *inget umur*

Tapi ternyata saya bisa menikmati juga. Ceritanya mengalir, seperti menonton film. Dan pas ending berasa ga terima gitu.

Heh, sepupu... Sini, pinjem buku keduanya.

oke ini bukan review buku. Ini curhatan aja.
Sekian
Profile Image for Dashely.
1 review
February 15, 2015
Novel ini bikin deg-degan sendiri waktu baca, aku suka bagiannya Runa kalo ketemu Kuon :D Sulit dijelasin, pokoknya aku suka ama novel ini :D
Sebenernya aku pingin Runa dipasangin sama Kuon tapi Runa kan lebih tua dari Kuon jadi kalo Runa jadian sama Kuon jadi rada aneh meskipun gitu aku suka yang berbau/? aneh kayak gitu tapi kayaknya Runa disini bakal sama Kouhei :(
Aku paling suka bagian Runa nyari harta karunnya di kolam, waktu aku bayangin itu serasa liat kejadian langsung dari mata
Profile Image for Ariestanabirah Ariestanabirah.
Author 16 books8 followers
January 25, 2015
Huft! Ran Orihara membuat saya 'mabuk' dengan karya-karyanya. Ini juga keren! Seperti novel yang bervisualisasi anime~. Butuh volume selanjutnya!.
Profile Image for Kaochan Nisa.
1 review
January 17, 2017
Ceritanya benar-benar tidak terduga dan membuat bertanya-tanya apa langkah selanjutnya yang akan diambil oleh tokoh utama. Berkali-kali mencoba menebak, tapi selalu meleset dari perkiraan...
43 reviews2 followers
December 20, 2014
sayang bersambung. padahal lagi seru :v
Profile Image for tïmmyrèvuo.
204 reviews2 followers
July 30, 2023
This book made me fall in love with everything in it. The dark cover, the intriguing synopsis, and even the content were all surprising. The kind of book I really like. Initially, I thought this book's genre would be a thriller, but it wasn't, and it also ended up being a plot twist.

This book tells the story of Hugo Kuon, the victim of a hit-and-run when he was 10 years old, making him suddenly able to hear the sound of people's heartbeats around him. This oddity made Kuon's life uneasy, but it made him understand people's feelings over time. Except for Yamane Runa. That girl was the only living human whose heartbeat was utterly unheard. Little Kuon met with Runa and told her his secret before the girl disappeared suddenly. Six years later, Hoga Kuon grew into a feared young man thanks to his ability to read heartbeats. He created a colossal, terrifying game called doki doki game at his school, Seishin Gakuen High School. No one dared to go against him. Except for Yamane Runa, the girl whose heartbeat he can't hear and who intends to fight him.

"Tidak ada yang namanya kebetulan. Kalau memang yang terjadi bukan disengaja maka hal itu adalah takdir."

This book makes you shiver, even until this moment. It makes you wonder how two pairs of teenagers in their teens can have such a mindset and determination. Not only do the two main characters have strong characters and authentic narratives, but their friends are also described very well.

The story in this book, unexpected puzzles, and mysteries that have not yet been revealed make this book a turning page. I always wait until the doki - doki game starts. Doki - Doki game itself is created by Kuon, Yuu, and Ririka, three people with fascinating backgrounds and powers. Kuon, with his intelligence and ability to listen to heartbeats; Yuu, his Yakuza family background; and Ririka, a sweet girl with above-average manipulation and persuasive skills. The three of them form a game where players, namely all high school students, are asked to find treasure; those who win will be made a master who can choose one of the players through absolute selection or Russian roulette to be thrown into the Nero class. This room is designed to give its own fear to those who enter it. On the other hand, the master can enjoy the facilities of the ace class.

"Menanglah dengan cara yang benar. Buktikan bahwa kamu tidak sama seperti mereka yang hanya bisa menggunakan cara kotor untuk menjatuhkan orang lain"

The first oddity in the doki - doki game is how could the school agree to this crazy idea? Later, this will be answered that Kuon and his friends actually, by holding the Doki - Doki Game helped organize peace at school.
The second oddity is why it is only Runa's beat that Kuon can't hear? This mystery was not also opened in the first book; it could be that it will be opened in the second book.
The third oddity is how can no one protest Kuon's actions? This is more or less revealed, even though it must be detailed.
The fourth oddity why did Kuon make this game; what is the purpose and reason? This also is open in the second book.

Even with all the questions, this book is worth enjoying. The readers will feel a sense of dread, anger, curiosity, and excitement, including the desire to solve existing puzzles. While reading this book, the Salut D'Amor background must be played, which is a sign that the doki - doki game begins.
Profile Image for Nida Najwa.
88 reviews4 followers
September 6, 2020
Yang membuatku tertarik pada buku ini pertama kali adalah premisnya yang unik. Tentang seorang pemuda yang bisa mendengar detak jantung manusia dan game kolosal yang ditakuti murid di sekolah. Karena penasaran setengah mati, aku sampai obrak-abrik shopee. Susah juga sih, karena bukunya terbitan lama. Akhirnya dapet, walaupun bekas. Itupun ongkirnya mahal banget😭😭⁣

Sesuai judulnya, buku ini juga berhasil bikin aku doki-doki selama membacanya😅😅 Terutama ketika Doki-Doki Gamenya sudah dimulai. Teka-teki dalam gamenya sendiri cukup sederhana, tapi sulit ditebak. Aku juga suka dengan konsep nero-classnya. Kupikir nero-class itu kelas bagi murid-murid yang dibawah standar(?) sehingga fasilitasnya sangat buruk. Ternyata.....⁣

Selain gamenya sendiri, novel ini juga dibumbui konflik khas remaja. Seperti pembulian, penindasan, rasa suka dan persahabatan. Jadi ceritanya nggak terasa monoton.⁣

Interaksi antar Kuon-Yuna memang nggak dapat banyak sorotan, tapi tetap memorable. Ngeliat Runa yang nggak peka-peka itu bikin gemes😂😂⁣

Gaya penulisannya bener-bener kayak komik. Bagi yang nggak terbiasa baca manga, mungkin terasa agak aneh. ⁣

Karakter tokohnya kuat dan konsisten. Masing-masing tokoh punya watak yang bervariasi, sehingga mudah diingat. Aku suka bagaimana Runa tidak dijadikan seperti tokoh cewek lemah yang cuma bergantung pada pangerannya. Apalagi pas adegan dia menghadapi Aya, savage deh!⁣

Sampai pada ending, masih banyak pertanyaan dan misteri yang belum terbuka. Seperti alasan Kuon menciptakan Doki-Doki Game, trauma Runa, atau penyebab Kuon tidak bisa mendengar detak jantung Runa. Semua ini akan terjawab di buku keduanya nanti. ⁣
2 reviews
February 6, 2019
Buku yg bikin aku langsung tertarik untuk menjadi pecinta buku, dan sungguh aku tergila-gila sama buku ini. Awalnya sih liat covernya cuma tertarik karna bingung, eh pas baca sinopsisnya langsung deh baca novelnya. Karna saat itu aku pertama kali baca novel, aku ga yakin bakal tuntasin ini novel di liat sih tipis ya. Tapi kan untuk pemula masih aja keliatan banyak.
Dan awalnya aku kepo kan baca cuma 15 halaman, dan aku tercengang karna aku cepet banget bacanya dan langsung masuk ke ceritanya. Kaya langsung suka gitu, gimana ya aku susah jelasinnya. Pokoknya jadi terhanyut sama kata per kata yang tertoreh didalam novel, gaya penulisan Ran itu mudah diikuti.
Aku pecinta anime (hehe) dan aku suka buangeeet sama Jepang, budaya, makanan, kotanya, bahasanya, semuanya deh. Aku kira ini novel terjemahan, karna banyak faktor yaitu authornya menggunakan nama jepang, beberapa kata menggunakan bahasa jepang, dan tempat dalam cerita juga di JEPANG! eh..aku tertipu (gpp) tapi aku gaperduli, aku lanjut aja baca.
Ternyata aku bisa tuntasin ini novel sekali duduk, alias cuma sehari. Aku baca dari jam 10 malem sampai 3 pagi, karna saking ngikutin alurnya. Ga nyangka sumpah, aku aja kaget hahaha..
Untuk karakternya sendiri, aku suka banget sama Runa, terkadang dia mengingatkan aku sama diri aku sendiri. Pendiam, tekitou (lol), dan sering dibully. Dan juga kami ini gasuka ribet, dan pemikir keras. Dan Hugo, omg I have crush on you...!
Intinya ini novel recommended banget.
Profile Image for Windya Puspa Faradisa.
164 reviews12 followers
October 4, 2018
I feel i'll like this book. Karena udah dua buku Ran Orihara yang gua baca dan gua suka banget sama ceritanya yang fantasi, ke jepang-jepangan, dan tokohnya. Tapi gua baru sadar kalo ada satu persamaan di buku Ran Orihara.
Pasti selalu ada tokoh utama yang sangat sangat dominan dengan sifat dan sikapnya. Contohnya, tokoh utamanya sangat jenius, pintar, gak terpengaruh omongan orang lain, dan terlebih selangkah lebih maju dari orang lain yang udah pro di bidangnya. Maybe this is possible kalau tokohnya gak dari luar daerah. Tapi tokohnya dari luar daerah, gitu loh. Is it possible? Dan agak sedikit mengganggu gua, karena 2 judul yang aku baca kayak gitu semua hahah
Itu cuma dari segi penokohan sih ya. Kalo cerita aku suka semua ceritanya. Tapi karena karakter tokohnya sama, alurnya pun jadi sama.

Gua kasih 4 rating karena ceritanya bagus, walaupun terganggu dengan karakter tokohnya.
Dan satu hal lagi. Ceritanya hampir mirip sama Kakegurui dan satu komik dari majalah komik jepang yang pernah aku baca. Tentang game. Walaupun kakegurui ttg judi (sama juga ada punishment bagi yg kalah) dan satu lagi game yang alurnya hampir mirip.
Gua baru baca ini tahun ini, jadi tiba-tiba keingetan ttg anime Kakegurui.
So, intinya bagus kok bukunya :)
Profile Image for Repeatasari.
67 reviews2 followers
April 16, 2025
3.8/4

Secara keseluruhan ceritanya termasuk ringan dan refreshing (buatku). Meskipun ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan: rahasia Tuan Yamane, keterkaitan Kuon dan Runa, alasan doki-doki game, perubahan sikap Kuon selama 4 tahun terakhir, dan karakter sesungguhnya para DDC dan master.

Runa digambarkan jadi sosok yang cuek dan berani. Teramat berani. Kayak ini orang kok nggak ada takut-takutnya. Cocok sih jadi rival Kuon yang dingin dan...kejam. Yah, sebenarnya kupikir itu cuma tampilan luar Kuon aja, sesungguhnya dia nggak begitu.

Well, setelah Runa berhasil merebut pin master Rintaro, kejutan apa yang akan dilakukannya? Apakah Runa berhasil melawan Kuon, penguasa Seishin Gakuen? Apakah doki-doki game akan berakhir?
This entire review has been hidden because of spoilers.
106 reviews
July 3, 2020
Sukaa..

Meski masih banyak misteri yang belum terkuak dan alur cerita yang lumayan bisa ditebak, cara bercerita penulis begitu menghanyutkan. Ini kedua kalinya saya membaca buku kak Orihara Ran dalam sekali duduk. Now I'm your fan!!

Walau mungkin bagiku agak berlebihan karena seorang anak 16 tahun, seorang murid, bisa menjadi 'penguasa' sekolah. Di tengah pelajaran pun jika game dimulai guru hanya bisa pasrah dan para murid tidak punya pilihan lain selain bergabung. Apa kabar para orangtua 400 lebih murid yang masih mau menyekolahkan anaknya di tempat 'menyiksa' seperti itu? Masih ada beberapa hal yang mengganggu. Namun semoga jawabannya ada di buku kedua:")

Lanjut!!
Profile Image for Araaaa ➹.
133 reviews12 followers
November 10, 2022
Cerita yang menarik. Aku suka dengan pembawaan ceritanya yang membuat aku jadi ikut merasakan sensasi doki doki game itu sendiri. Sensasi ini sama seperti yang kurasakan saat membaca Teru Teru Bozu karya Ziggy. Menciptakan rasa takut, ngeri, merinding, deg degan, khawatir, dan lainnya. Aku sangat suka dengan cerita yang dapat membuatku merasakan itu semua.

Untuk karakter, aku suka tipe watak seperti Runa. Bener2 polos menghanyutkan. Tebal muka pula. Lalu, Kuon, hmm perannya sebagai Ousama di sini nggak terlalu banyak terlihat, tapi kuakui cukup bagus dalam konsistensi karakternya. Aku punya perasaan yang bagus dengan series ini, looking forward to the next book!
Profile Image for Indira.
44 reviews1 follower
November 26, 2023
Bisa denger detak jantung itu somehow menarik dan menakutkan di saat yang bersamaan~
Cerita ini ngangkat sisi misterius dari Doki-Doki Game yang berkaitan sama Kuon, dan semakin menarik lagi dengan adanya Runa. Build dari Doki-Doki Game yang misterius dengan adanya Kuon dan Runa cukup tergambar dengan baik meskipun masih banyak misteri yang belum terungkap, jadi harus baca buku selanjutnya untuk unveiling all the mystery.
Overall, menurut saya ide cerita yang menarik dan beda sekaligus penokohan yang mendukung jadi daya tarik buku ini.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,442 reviews73 followers
November 24, 2023
Khas cerita survival ala Jepang. Kayak baca komik atau nonton anime jadinya. Sistem sekolah yang aneh, permainan yang menarik sisi tergelap hati manusia dan memecah belah para siswa, serta tidak ada satu guru pun yang bertindak. Tokoh utama tentu saja digambarkan punya hubungan rahasia dengan dalang dari game menyebalkan itu. Akhirnya menggantung secara menegangkan dan bikin pingin segera baca buku lanjutannya.
Displaying 1 - 30 of 56 reviews

Join the discussion

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.