Jadi setelah Hachiken akhirnya tahu apa yg ingin dikerjakannya, ceritanya jadi dipercepat. 11 volume itu fokus pada kehidupan sekolah agrikultur tingkat pertama, jadi tingkat 2 dan 3 langsung dimunculin sekilas saja panel-panel event-event tertentu. Berikutnya cerita fokus di bisnis ternak babi yg sedang digarap Hachiken dengan Okawa.
Anyway, babi Berkshire yg hitam ini bikin aku teringat sama Ryoga yg bisa berubah wujud jadi babi hitam kecil di Ranma 1/2, huahaha. Jenis Berkshire ini dikatakan jenis langka yg berasal dari Inggris, kelezatannya ga bisa dibandingin sama babi biasa. Serius, aku jadi penasaran sama rasanya, benar2 guilty pleasure bgt, lol. Maksudnya ya itu, lagi mau puasa makan babi, dan hati nurani juga bilang NO, tapi lidah bilang YES, lol. Omong2 soal babi, melihat bagaimana mereka membedah dan mengolah jeroannya babi itu dengan kehati-hatian dan ketelitian demi safety, aku jadi bertanya-tanya gimana kualitas pemrosesan penyembelihan babi di kota asalku yg terkenal banyak resto saksangnya.
Dalam komik ini di volume sebelumnya sempat ditunjukkan proses bedah babi hingga jadi bacon dan sosis. Awalnya si babi dibikin pingsan dulu pake alat kejut listrik, lalu disedot habis darah dalam tubuhnya (tdk ditunjukkan karena ini shounen manga, bisa kelewat gory dan bikin mual nanti), lalu dibelah dua, dikorek keluar isinya dan dijejerin satu-satu buat dicek kualitasnya, misalnya jika liver ada setitik noda putih, maka liver harus dibuang sebab tidak aman dikonsumsi, sehingga harus jeli dan teliti, lalu setelahnya kalo ga salah masuk kulkas dagingnya, sementara itu mereka proses usus babi buat jadi sosis dgn alat khusus dari Jerman, di sini juga perlu ada teknik khusus supaya bentuk lonjor bisa sempurna saat diproses keluar dari mesin, karena bagi pemula atau yg tdk mahir si sosis bukannya lonjor mulus tapi berbentol-bentol kaya pete atau jahe dan itu jelek dan tidak bisa dijual. Lihat proses ini aku jadi appreciate sama yg produksi sosis. Termasuk produksi keju yg rupanya proses bikinnya ribetnya dan lamanya sama2 luar biasa (3 bulan baru jadi!) sehingga harganya mahal jadinya. Aku bukan pecinta keju sih, tapi ngeliat mereka makan kentang manis disiram keju cair panas meleleh gitu bikin ngiler juga krn aku suka kentang dan umbi-umbian, haha. Ubi bakar manis, drool.... Produksi bacon juga lumayan ribet, pengasapannya dll. Pokoknya baca komik ini jadi bisa sering ngiler liat mereka makan melulu, BBQ melulu (jamur bakarnya itu bikin ngilerrr), bikin pizza terus (juga bukan pecinta pizza tapi tetap bikin ngiler krn reaksi mereka waktu makan itu bnr2 meyakinkan bgt kelezatannya secara ini kan bahannya fresh semua, sehingga wajar kalo lezatnya ga bisa dibandingin sama yg kita makan di kota besar).
Yg aku suka dari komik ini, ga cuma pelajaran kehidupan dan animal ethics yg dibahas, coming of age si MC (makanya ini shounen), lokasi di asrama (yay!), kehidupan pertanian dan peternakan yg asing bagi kita anak kota (bangun pagi2 jam 4 buat ngurus ternak dan lahan), teknik olah makanan, praktek langsung ilmu dari sekolah mulai dari tanam/pelihara, panen/bedah, masak, hingga jual di stand2 resmi di sekolah yg produk2nya dibeli masyarakat, entah hari biasa atau festival. Ada project bikin pizza atau whey pig sebagai riset siswanya. Dan sekarang mereka fokus di bisnis joint. Dimulai dari ternak pasture babi Berkshire dulu karena bisa dijual mahal secara langka dan lebih lezat.
Jujur, aku lebih suka seri ini daripada Full Metal Alchemist (FMA) karya sensei yg jauh lebih terkenal. Yg ini dapat banyak award karena memang pantas dapat award! Aku dapat banyak ilmu dari komik ini!! XD Namun bagi fans FMA, ada sebagian dari mereka kecewa karena cerita ini bukan fantasi, melainkan slice of life. Dan menurut mereka cerita agrikultur itu boring. Kalo menurutku ini ceritanya tidak boring sama sekali, aku tertarik bgt melihat penjelasan mereka dlm pengolahan hewan ternak menjadi makanan. Tidak tahu makanan yg kita jumpai seperti bacon, keju, sosis itu ternyata begitu rumit pembuatannya. Langsung masukin seri ini sebagai shounen favorit! XD
Aku sendiri belum berhasil kelarin FMA sampe sekarang, bagus sih bagus, tapi kadang ada saja halangannya buat kelarin, entah lagi ga mood fantasi lah, atau mungkin karena ceritanya agak ngulur2 gitu.
Nah, Gin no Saji ini tinggal satu volume terakhir yg blm dibaca, belum tamat sih, masih ongoing di Jepang juga.