Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kalompang

Rate this book
Kalompang adalah judul novel Juara 1 Lomba Tulis Nusantara 2013.

Kalompang adalah kampung pesisir yang berjarak hanya beberapa langkah dari titik pasang tertinggi. Jika laut sedang pasang dan angin berhembus kencang, air laut seakan datang untuk memburu rumah-rumah warga. Di kampung nelayan inilah keluarga Mattali tinggal. Kehidupan Mattali yang sangat keras di tengah lautan terasa semakin berat ketika keluarganya ditimpa kemalangan. Salah seorang anggota keluarganya menabrak mati anak seorang penguasa setempat, yang membuat keluarganya harus hidup di tengah ancaman.

Kemalangan demi kemalangan lain yang silih berganti menimpa keluarga Mattali secara bersusulan membuat kehidupan mereka tak pernah terasa aman. Puncaknya adalah ketika Rafiqah, istri Mattali, harus menerima kabar bahwa perahu yang ditumpangi suaminya hancur diterpa badai.

310 pages, Paperback

First published August 1, 2014

Loading...
Loading...

About the author

Badrul Munir Chair

4 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (30%)
4 stars
4 (30%)
3 stars
3 (23%)
2 stars
2 (15%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for Neti Triwinanti.
321 reviews81 followers
April 21, 2015
Kalompang mengisahkan gambaran masyarakat nelayan di madura. tentang kehidupan sehari hari: kebiasaan, adat, dan nilai nilai sosial di dalamnya. juga tentang sisi relijius masyarakatnya.
it's well written. tetapi saya menemukan beberapa repetisi yang kurang perlu. dan hm.... not really my cup of tea. konfliknya kurang greget.
buku ini menjadi juara 1 lomba tulis nusantara 2013 kemenparekraf. dan menurut saya buku ini memang berhasil meberikan gambaran kehidupan tepi pantai di desa kalompang dengan baik.
Profile Image for Teguh.
Author 10 books346 followers
September 16, 2014
Penulis yang lahir di laut akan mahir mengisahkan keindahan laut, beda dengan Ahamd Tohari yang orang pedesaan dan pandai mendiskripsikan suasana di ladang pepaya, burung apa saja yang hinggap di dahan kecubung, dan lainnya. Badrul Munir Chair piawai mengisahkan laut dan kehidupan orang Kalompang.

Kehidupan sehari-hari Mattali yang seorang nelayang memang seperti mengundi nasib. Kalau laut sedang mengasihaninya maka ikan didapat banyak dan pulang aman. Begitu juga sebaliknya.... Belum lagi aneka permasalahan lain: Adnan yang tersangkut masalah dengan keluarga bajing, pemodal yang hendak mengubah Kalompang menjadi pabrik pengolahan ikan, pasang surut ikan, kemudian yang paling puncak adalah kapalyang pecah saat melaut dan membuat Mattali disangka mati selama sebulan.

Setelah membaca novel ini ada tiga kesimpulan yang menurutku menjadi highlight menurut saya:
1. Orang Madura itu Keras
Bukan hanya masalah bajing yang dikisahkan sebagai tanda orang madura keras, tetapi kerasnya tekad Mattali menjadi kepala keluarga dan nelayan ulung juga bentuk kekerasan orang madura dalam bentuk lain. Juga tekad Adnan yang merantau hingga ke Batam sebelum ke Malaysia. Apalagi keigigihan Rofiqah saat Mattali sebulan disangka mati.

Bajing selalu berhubungan dengan kekerasan dan tindakan kriminal: berjudi, merampok, bahkan tak segan membunuh. Kelompok Bajing dikenal sangat angkuh, kasar, sombong, dan suka membuat keonaran. Memiliki ilmu kanuragan, kebal bacok, ilmu hitam. (hal.53)

2. Orang Madura itu Religius
Orang madura punya peribahasa abhantal syahadat, asapo’ iman, apajung Allah, berbantalkan syahadat, berselimutkan iman, dan berpayungkan Allah. Bentuk kepasrahan paling tinggi seorang muslim.

Ketika jamaah salat magrib telah usai, anak-anak kecil mulai membentuk setengah lingkaran, menghadap Mbah Maimun. Secara bergantian mereka akan menyetorkan hafalan surat-surat pendek yang telah ditugaskan. (hal.13-14)

3. Laut adalah kehidupan orang Madura
Orang Kalompang punya tradisi tahunan rokat tase', sejenis sedekah bumi bagi petani. Ucapan syukur kepada laut yang telah memberi aneka penghidupan.

Kehidupan penduduk Kalompang hampir tidak bisa dipisahkan dari laut. Rumah-rumah di pinggir laut, tinggal tak jauh dari lautan, mencari makan di lautan, bahkan tak jarang nelayan-nelayan Kalompang yang mengembuskan napas terakhirnya di tengah lautan. (hal.85)

Orang Kalompang dan juga penduduk pesisir lainnya, menjadikan laut sebagai bagian dari hidup, hingga membuat perayaan terimakasih untuk laut. Laut tetaplah memiliki kekuatan besar di luar jangkauan manusia, maka ketika laut menunjukkan keganasan kepasrahan menjadi tameng utama. Cobaan orang melaut tenggelam, cobaan orang naik mobil tabrakan (hal.217). Ancaman utama atas keserasian hidup antara orang Kalompang dan lautan mulai diganggu oleh kedatangan pemodal yang hendak mendirikan pabrik pengolahan ikan di Kalompang. Keserakahan pemodal memang selalu merusak keharmonisan manusia dan alam.

Selain dihiasi dengan aneka istilah-istilah Madura, tetapi kearifan lokal novel ini tidak hanya sebatas itu. Lihat saja kebudayaan dan cara hidup orang Kalompang benar-benar tersaji manis dalam novel ini.

Bagus!
Profile Image for Darnia.
769 reviews115 followers
June 1, 2016
Ini pertama kalinya gw baca cerita dengan setting Madura, tepatnya di Kalompang, sebuah kampung nelayan. Kisah keluarga Mattali yg menggantungkan hidupnya pada laut, dengan menjunjung kearifan lokal yg bersanding dengan kepatuhan beragama yg kuat. Kehidupan para penangkap ikan dan keluarganya dengan kesibukannya menangkap ikan, pembagian hasil tangkapan, pengasapan, penjualan hingga adat istiadat serta konflik di kampung nelayan pada umumnya benar-benar digambarkan dengan apik dalam buku ini.

Nggak ngerti gimana kudu ngasih kesan terhadap buku ini selain bagus, bagus dan bagus. Awal baca buku ini, beneran keinget lagu yg gw apalin jaman SD Tanduk Majeng tanpa paham isinya. Namun, berkat buku ini, gw jadi tahu apa arti lagu yg gw apalin dengan susah payah tersebut (dan sekarang banyak liriknya yg lupa dong!). Filosofi suka duka nelayan yg tersurat dalam lagu tersebut bisa dibilang adalah isi buku ini.

Sakalangkong iJak atas peminjaman bukunya
Profile Image for Renda Diennazola.
60 reviews9 followers
December 6, 2014
inti ceritanya bagus, mengenai kehidupan nelayan, suka dukanya, dan kental dengan budaya. tapi sayang, alurnya terlalu datar dan agak membosankan dari awal sampai pertengahan. konfliknya kurang menggebu2 dan menarik emosi pembaca. untungnya bahasanya enak dibaca dan jarang typo.
satu lagi sih yang ganggu banget: banyak kalimat dan penjelasan yang diulang2, seperti kenapa Mattali menamakan perahunya Pahlawan. entah berapa kali dijelaskan arti nama itu.. :/
Profile Image for Marina.
2,042 reviews367 followers
Want to Read
December 12, 2016
Thanks a lot Gramedia.com for the 70% discount from IDR 55.000 into IDR 16.500! Happy Harbolnas!
Displaying 1 - 5 of 5 reviews