terlalu menye-menye kalo menurut saya. karena penulisnya seorang lelaki, saya pikir hasilnya nggak bakal 'secengeng' ini. it's okay kalo dibaca pas lagi nggak ada kerjaan, tapi jangan berharap terlalu banyak.
'Setelah Hujan Reda', gaya bahasanya tinggi. Bermutu. Alunan ceritanya buatkan kita tertunggu2. Mungkin inilah keistimewaan gaya bahasa penulis2 Indonesia. Puitis sekali.
Tapi jujur saya katakan, penulisannya tidak menjadi kegemaran saya. Walau ayatnya puitis x terkalahkan, tetapi lompong yg saya rasakan tiap kali melewati lembarannya. Mungkin kerana di sana ada yg orang panggil 'expectation'. Ia tidak menepati citarasa saya. Mungkin tidak bagi kamu.
Boy Candra boleh saya katakan, seorang yang berjaya menyifatkan cinta dengan begitu terperinci dan begitu difahami. Begitu banyak kisah cinta yg dimuatkan di dalam 'Setelah Hujan Reda' ini. Yang tragis, yang sadis, yang romantis, apa saja. Telah dia sifatkan kesemuanya.
Bagi yang meminati gaya bahasa dan cara penceritaan, membaca karyanya akan memberi kamu inspirasi bagaimana menyifatkan sesuatu perkara. Samada cinta itu sendiri, dan juga bagaimana menyifatkan masyarakat yg hidup di masa itu. Seperti yg kita tahu, latar masyarakat memainkan peranan yg sgt penting dalam sesuatu karya. Dan untuk hal itu, Boy Candra berjaya mengolahnya dengan baik.
Sesuai untuk bacaan santai. Dan mereka yg mencintai kesenian.
🌧 Setelah Hujan Reda 🧚♂️ Boy Candra 📚 198 halaman 🔖 @mediakita
Kumpulan cerita cinta yang hampir semuanya memiliki akhir yang menyedihkan. Tentang orang-orang yang kita cintai, tetapi diciptakan Tuhan untuk tidak kita miliki.
Kumpulan cerita ini, hampir memiliki alur yang serupa. Bertemu, merajut cinta, cita, dan asa. Lalu ternyata meninggalkan atau ditinggalkan. Ada juga beberapa kisah tentang cita-cita yang diinginkan, tetapi seolah keadaan memaksa ia berada di dunia berbeda dengan cita-citanya. Menyakitkan. Tapi percayalah, setelah hujan reda, akan ada cuaca cerah setelahnya. Atau kalau beruntung, kita juga mendapatkan pelangi di langit yang baru.
Kisah-kisah di buku ini sederhana, dengan bahasa khas Boy Candra. Dengan latar tempat yang hampir semuanya sama. Memberi penyegaran tentang banyak kisah cinta yang selalu mengambil Jakarta, Bandung, Jogja atau Bali sebagai tempatnya. Boy Candra justru memilih Padang, tempat ia menetap dan berkembang.
Tuhan tidak menciptakan hujan untuk bersedih, hujan diciptakan untuk kita merasa pulih.
Kumpulan cerita tentang cinta, romansa. Cerita tentang kesedihan patah hati, dikhianati, tak mampu mengatakan cinta, cuma jadi teman curhat, ditinggal menikah, ya semua cerita itu ada dalam cerita buku ini.
Favorit saya : Gian Nastian, Gandoriah, Orang Gila Di Depan Rumah, Tempat Pulang.
Saat aku merasa hujan hanya datang untuk menyakiti, kamu hadir. Mengajarkan aku bahwa Tuhan tak menciptakan hujan untuk bersedih, tetapi Ia menciptakan hujan untuk merasa kita pulih.
Lagi-lagi kutidak tahu bahwa ini adalah kumcer. Tapi aku menangkap sedikit perbedaan novel ini dengan novel Satu Hari di 2018, yaitu dari segi tema cerita. Masih berkisah tentang cinta, Satu hari di 2018 banyak menyajikan kisah cinta yang tragis, sementara di novel ini banyak menyajikan kisah cinta yang manis. Cinta yang tulus dan murni. Cinta kepada pasangan maupun cinta orang tua kepada anak. Bab awal novel ini menyajikan cerita yang banyak tokohnya tidak bisa bersatu, apakah karena maut, adat, atau kedudukan. Sementara di bagian-bagian akhir barulah aku merasa ikut terbawa perasaan dengan kisah cintanya yang begitu sederhana dan tulus. Beberapa latar cerita dalam novel ini juga bertempat di Minang Kabau. Sama seperti novel Boy Candra sebelumnya yang kubaca, narasi dalam novel ini juga sangat quoteable. Salah satu yang menjadi favoritku adalah "Karena rindu selalu tahu, tubuh yang pantas dia peluk untuk menghabiskan waktu".
This entire review has been hidden because of spoilers.
Kumpulan cerita pendek yang mengisahkan tentang kekuatan cinta. Melalui beberapa kisah singkat dalam buku tersebut kita seolah diajak untuk berpikir mengenai makna cinta yang sesungguhnya. Dan satu hal yang kenyataan yang harus kita sadari bahwa sebesar apapun rasa cinta kita terhadap siapapun terhadap makhluk, tidak menjamin bahwa mereka juga mencintai kita sama besarnya dengan rasa cinta yang kita gelontorkan terhadap mereka.
Buku Boy Chandra yg pertama saya baca nih. Awalnya kirain ini novel, ternyata kumcer. Hmm cerpennya lumayan bikin baper walaupun ada bbrapa cerpen yang endingnya bisa ketebak. Quote terbaik yang sempat kucatat di note yaitu "cinta tak harus membunuh hatimu sendiri".
"Kamu pasti pernah jatuh cinta. Dan saat kamu merasakan hal itu, kamu akan mencintai seseorang dengan sepenuh hati. Lalu, mungkin saja hal lain akan terjadi setelahnya, kamu mungkin akan dikhianatinya kamu mungkin akan ditinggalkannya. Saat itu terjadi, kamu akan merasa seharusnya kamu tak pernah mengenal namanya. Karena saat nama itu disebut kembali, dadamu akan terasa luka." ~ Lara