OST ELIPSIS https://soundcloud.com/ari-keling/ari... (by. Ari keling, 2014)
Eeuwige liefde is liefde die niet meer terugkomt. Cinta yang abadi adalah yang tak kembali.
Atran sudah berhenti menghubunginya. Kalea memutuskan untuk terus menjalani hidup dengan menerima lamaran laki-laki lain. Kendati demikian, kenangan bersama Atran tak akan pernah memudar barang sedetik. Atran bukan laki-laki biasa. Ia bisa berbicara dengan angin dan pohon. Ia selalu tahu kapan hujan akan turun, kapan kematian mengepakkan sayap. Ia mampu berbicara dengan roh dan semesta. Namun, dengan segala kemampuan supernatural yang dimilikinya, mengapa Atran mengabaikannya? Tak bisakah Atran mendengar panggilannya? Dua tahun berlalu dan ia dibiarkan meragu.
Berpisah darimu bagaikan sebuah elipsis—jeda yang tak terisi oleh katakata. Ketika kau jauh, aku menemukan bahwa di antara kita ada ikatan tak kasat mata, kata-kata yang tak terucap, rasa yang tak terungkap, memori yang menguat seiring besarnya jurang pemisah antara kita. Kau bilang kau mencintaiku. Kau bilang kau akan kembali. Namun selalu ada ruang untuk meragu. Selalu ada elipsis yang kemudian diisi oleh rasa kehilangan. Selalu ada jeda bagi hati yang kosong.
Lulusan studi Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Airlangga, Surabaya. Saat ini bekerja sebagai seorang pegawai lembaga publik negara dan tengah melanjutkan studi masternya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dan University of Melbourne, Australia.
Untuk berteman: twitter: @Dannesya email: annesya.devania@gmail.com FB: Devania Annesya
Eeuwige liefde is liefde die niet meer terugkomt. Cinta yang abadi adalah yang tak kembali.
Pertama membaca sinopsis novel ini, saya benar-benar tertarik. Tokoh lelakinya ini dambaan saya banget. Hahaha. Dan waktu mendengarkan soundtrack Elipsis yang dibuatkan sama Bang Ari Keling, terus mulai membuka halaman demi halaman Elipsis, saya malah merasa kalau Atran ini seperti saya. :(
Lelaki yang senang bicara dengan pohon, batu, angin, awan, hujan. Lelaki yang senang menyepi dan menangkap isyarat alam. Saya kadang merasa, saya adalah orang yang menyerupai Atran, hanya bedanya, saya perempuan. Hahaha. ---maaf mbak Annes, ini efek galau, jadi curhat---
Saya paling suka novel-novel dengan penokohan seperti ini, sebab tokoh-tokoh yang digambarkan itu benar ada tetapi bukan tokoh dengan sifat yang pasaran. Bukan tokoh-tokoh ala kota metropolitan yang monoton kalau dideskripsikan. Tokoh Atran sudah demikian mencuri hati. Aaaaaa~~~
Rentang waktu yang diceritakan di sini lebih terpaku pada kehidupan Atran dan Kalea semasa remaja. Bagaimana mereka bertemu, dan mulai bercengkrama. Pertemuan yang diolah sama Mbak Annesya tidak klise, dan begitu khas remaja. Kalau ingat pertemuan mereka, malah ingat beberapa drama Korea dan anime yang pernah ada adegan semacam itu. Mungkin memang terinspirasi dari sana?
Genre paranormal romance-nya juga terasa, meski nggak begitu kentara. Tapi, saya senang bacanya, meskipun di sisi lain saya sedih. Apalagi pas bagian akhir novel. :( *ups nggak mau lanjut komentar takutnya spoiler* Hahaha.
Cover yang dibuat sama POP KPG juga keren, benar-benar menggambarkan betapa gelapnya hidup si Atran. Hiks, sabar ya Tran. *eh
Intinya, packaging sampai isi novel ini pas-pas-pas-pas kena hatikuuuu. Haha!
Eeuwige liefde is liefde die niet meer terugkomt. Cinta yang abadi adalah yang tak kembali.
Atran sudah berhenti menghubunginya. Kalea memutuskan untuk terus menjalani hidup dengan menerima lamaran laki-laki lain. Kendati demikian, kenangan bersama Atran tak akan pernah memudar barang sedetik. Atran bukan laki-laki biasa. Ia bisa berbicara dengan angin dan pohon. Ia selalu tahu kapan hujan akan turun, kapan kematian mengepakkan sayap. Ia mampu berbicara dengan roh dan semesta. Namun, dengan segala kemampuan supernatural yang dimilikinya, mengapa Atran mengabaikannya? Tak bisakah Atran mendengar panggilannya? Dua tahun berlalu dan ia dibiarkan meragu.
Berpisah darimu bagaikan sebuah elipsis—jeda yang tak terisi oleh katakata. Ketika kau jauh, aku menemukan bahwa di antara kita ada ikatan tak kasat mata, kata-kata yang tak terucap, rasa yang tak terungkap, memori yang menguat seiring besarnya jurang pemisah antara kita. Kau bilang kau mencintaiku. Kau bilang kau akan kembali. Namun selalu ada ruang untuk meragu. Selalu ada elipsis yang kemudian diisi oleh rasa kehilangan. Selalu ada jeda bagi hati yang kosong.
Review
Tertarik untuk baca novel ini sejak melihat tweet penerbit tentang buku ini. Pengin baca paranormal romance karya penulis dalam negeri.
Awalnya saya mengira tokoh di novel ini berada dalam usia dewasa, tapi ternyata tidak begitu tepat. Alur waktunya di sini cukup lebar. Mulai dari saat Atran dan Kalea remaja (murid SMA), hingga saat mereka dewasa. Hanya saja porsi remaja mereka lebih banyak.
Lumayan suka dengan hubungan antara Atran, si murid aneh yang dijauhi satu sekolah karena dianggap sebagai "pelempar kutukan", dengan Kalea, murid pindahan yang hidupnya berantakan karena perceraian orang tuanya.
Perpindahan alur waktunya agak membuat bingung di awal-awal, tapi setelah terbiasa, cukup mudah untuk membedakannya.
Akhir ceritanya
Secara keseluruhan: 3,5 bintang. Suka dengan cerita dan tokohya. Cuma terkadang saya merasa karakternya agak komikal dan terasa sedikit keluar dari karakter di beberapa tempat.
Novel yang ringan dan menggelitik kita sebagai manusia. Terkadang manusia menuntut kesempurnaan terlalu banyak. Padahal ada kebahagiaan di balik ketidaksempurnaan yang seharusnya kita nikmati.
Sosok Atran yang merasa dirinya berbeda dengan yang lain dan terlihat tidak memiliki gairah hidup, sukses dipaparkan Annes dengan sangat mengalir. Setelah membaca novel ini saya selalu penasaran dengan Atran, bukan akhir dari nasib Atran tapi lebih kepada dialog-dialog yang akan muncul antara seseorang dengan Atran. Annes sukses membuat saya memerhatikan detail bagaimana Atran berpikir dan berbicara. Laki-laki yang lebih suka bicara dengan alam dan selalu terlihat apa adanya.
Sosok Kalea yang sejak awal digambarkan Annes dengan tampilan tidak memukau juga menarik perhatian saya. Saat banyak cerita remaja yang memiliki sosok peran utama 'idaman' dan 'lovely'. Annes menggambarkan sosok gadis yang terkena karma karena perbuatannya sendiri dan bagaimana Kalea menghadapi masa sulitnya bersama sosok yang jelas-jelas mungkin tidak pernah ada dalam bayangannya.
Yang tidak kalah menarik bagi saya, Debora, sahabat Kalea yang sangat unik dan menghibur dengan caranya sendiri. Debora selalu hadir di setiap percakapan dengan aura yang seram tetapi karakter sikap dan kata-katanya yang menggemaskan.
Cerita cinta yang digarap Annes telah banyak ditulis penulis lain dalam bentuk cerita romansa anak SMA yang masih tidak bisa 'move on' dan berakhir tanpa bersatu. Namun Annes mampu menggarapnya dalam kemasan yang berbeda, dalam kemasan seorang Atran yang tidak punya obsesi hidup dan dalam kemasan Annes yang lari dari masalah hidupnya serta menemukan bagaimana cara menikmati hidupnya yang baru.
the fact that i like this book so much is just confusing... cause this is so not my thing. saya selalu sensitif dengan hal2 berbau supernatural dan sebagainya, buku ini pun gak pernah menarik untuk dibeli selain bahwa covernya bagus. tapi toh akhirnya dibeli juga, dan saya suka.
sebenarnya dibalik kesan mistis dan kawan2nya, ceritanya tetap seperti cerita pada umumnya. drama yang menyayat. tentang keluarga, cinta, dan khususnya arti hidup, juga kematian. yang bikin beda adalah bahwa buku ini punya hawa yang dark. karakter Atran itu langka, kompleks, dan punya banyak sisi. chemistry yg tercipta antar tokohnya pun jadi nggak biasa. dengan gaya bercerita yang minimalis dan to the point, saya rasa chemistry-nya cukup bagus.
paling suka sama kata2 yang Kalea yang ini; .
sayang ada beberapa typo yg mengganggu seperti 'masih' jadi 'masing', dan lain2. perpindahan setting waktunya juga sedikit membingungkan di awal dan itu sempat mengurangi excitement. tapi setelah terbiasa dgn flow ceritanya, tetep enak2 aja sih.
oh, dan endingnya... did it really have to be that sad? udah rada curiga sih sebenernya, karena ada kesan yg sangat menyedihkan dengan kalimat di sampul bukunya, "Cinta yang abadi adalah yang tak kembali."
dan saya cukup suka sama gaya bercerita penulis. karyanya yg judulnya X: Kenangan yang Berpulang udah lama nimbun di rak, jadi kepengen baca deh.
baca ini karena samwan yang memanas manasi tapi kucari di toko buku nggak ada. dan dia nyempilin buku ini ke kotak paketku
dari tema buku buku tentang kematian ini cukup menyentuh meski ada beberapa yang menurutku agak anime (?) haha entah kenapa dapat feeling begitu haha. Atran ini emang kepribadiannya dapet banget dan kita bisa ngerasain perbandingan jiwanya dari pas masa SMA sampe ngewarisin perusahaan mamahnya itu. selain Atran tokoh Kalea ini juga berhasi jadi karakter perempuan yang bisa mengimbangi keanehannya.
novelnya unik tapi nggak nyangkut ke supernatural banget. romance sederhana tapi temanya dapet. enak dibaca :)
“Kalau kau terus berpura-pura, suatu saat kepura-puraan itu akan menjadi sosokmu yang sesungguhnya. Kau akan kehilangan dirimu sendiri.” pg. 14
•••
Bercerita tentang dua orang manusia yang memiliki sifat yin dan yang. Kalea si happy virus dengan Atran yang punya vibes cukup gelap dan kelam. Pertemuan awal keduanya cukup unik; di kuburan dan di sekolah. Dimana Kalea percaya kesialan yang dialami nya itu karena ia dikutuk oleh Atran, si pria alam.
Atran ini cukup unik, karena ia bisa berkomunikasi dengan alam, roh, hingga hewan-hewan kecil seperti semut atau laba-laba. Atran ini juga seorang penggali kubur yang ternyata hidupnya menyimpan rahasia akan siapa sebenarnya dirinya.
Ditulis menggunakan POV orang ke tiga, dual POV dengan alur maju mundur. Timeline ceritanya cukup jelas karena di setiap pergantian chapter tertulis jelas timeline waktunya. Latar cerita berada di Bogor pada rentang tahun 1996-2002.
Narasi ceritanya cukup puitis bagiku dan diselipi oleh jokes ringan dengan konflik ceritanya tergolong berat untukku, meski begitu, eksekusi ceritanya bagus. Adapun isu yang dibahas di dalam cerita ini, seperti kesehatan mental, trauma, toxic relationship, hingga cinta terhalang restu orangtua.
Cerita ini tidak se-simple yang aku bayangkan, karena menurutku buku ini ngasih kesan religius. Elipsis ini juga bisa termasuk ke dalam mixgenre dengan sicklit serta fantasi esoteris yang membahas tentang makna kehidupan di dunia ini maupun after life.
Di dalam cerita ini juga terdapat tokoh-tokoh yang cukup buat salfok.. Ada Debora yang lucu, serta karakter yang annoying seperti Rama dan Mamanya kedua tokoh yang buat aku ngga bisa berempati dengan mereka.
Elipsis ini sendiri cukup page turning dengan closure yang menurut cukup realistis meski aku merasa aga sedikit nyesekkkk🥹🤏🏻 Ceritanya juga cukup plot twist untukku, dan baca di bagian epilog.. aku speechless.
Overall, baca buku ini cukup ngubek-ngubek perasaanku, mungkin emg ciri khasnya penulis juga~ buku ini merupakan buku kedua dari penulis yang aku baca dan surprisingly aku cukup suka. Idenya cukup out of boxes soalnya✨
Atran adalah anak yang berkeinginan tinggi untuk mati. ia juga dikenal sebagai anak indigo yang aneh dan bahkan bisa dibilang gila. atran hanya berbeda dengan orang biasa, dia bisa mendengar dan berkomunikasi dengan alam dan mereka si penghuni lain alam (hantuw) wkwkkw
Kalea as anak pindahan yang baru di lingkungan itu ga terlalu menggubris kelainan atran. kedatangan kalea justru membuat jiwa atran hidup kembali layaknya anak laki-laki pada umumnya. begitu juga dengan atran menjadi orang yang ada di sisi kalea saat dia sendirian.
namun atran tiba2 harus kembali ke rumah orangtua nya dan ia harus berpisah dengan kalea. ibu atran yang kaget melihat penampilan atran yang seperti normal, merasa tersaingi karena kalea bisa mengubah atran. ibunya jg menjadi orang yang selalu memutus hubungan atran dan kalea. ibu atran selalu denial dengan atran, dan bersikeras untuk terus memberikan perawatan psikologi seolah olah atran itu gila. hal ini membuat atran menjadi gila beneran, pikirannya terus diganggu oleh roh itu. satu-satunya yang bisa ia ingat jelas hanyalah kalea.
cerita ini seperti suatu perumpaan : "right person, not enough time"
atran dan kalea yang bertemu lalu saling melengkapi, harus berpisah secara tiba-tiba. mereka yang awalnya hanyalah 2 orang yang tak sengaja bertemu, menjadi 2 orang yang saling merindu. dan sayangnya perpisahan itu bersifat kekal. "cinta yang abadi bukanlah cinta yang bisa kau miliki, tetapi cinta yang abadi adalah cinta yang tak kembali"
Ada yang bilang buku ini sakit, woy itu bener.. But it's beautiful.
Mengenal karakter Atran dan kehidupannya yang indah sekaligus pedih. Serius bikin hampa hati ini.
Aku ga dapetin banyak feel spiritualnya sih, tapi banyak dapet penyegaran realitas kehidupan yang luas dan unik. Terutama sedikit tentang mental disorder dan fact bahwa terkadang orangtua penyebab kehancuran anaknya sendiri karena hanya melihat sebuah kesempurnaan sebagai pion kebahagian.
Aku ganyalahin Kalea yang sempat menyerah. Sebagai cewe, aku juga ga bakal tahan. Dia dan Atran adalah korban kehidupan disini. And i hate that
Euwigw liefde is liefde die niet meer terugkomt. Cinta yang abadi adalah yang tak kembali.
Atraneza Saputra adalah lelaki yang senang berbicara dengan pohon, angin, hujan, batu, dan awan. Atran senang menyepi dan mendengar isyarat alam. Atran si murid aneh yang dijauhi satu sekolah karena dianggap sebagai "pelempar kutukan", dan Kalea Alexandra si murid pindahan yang hidupnya berantakan karena perceraian orangtuanya.
Jika diibaratkan dengan warna, ia putih dan Atran hitam. Mereka saling berlawanan. Namun ketika bersama, mereka saling melengkapi. Mereka bagaikan yin dan yang.-hlm.103
Ceritanya sederhana dan ringan tapi menjelang akhir? Terasa sesak Ending cerita? Tidak tertebak dan ambigu
Dari awal, penulis menceritakan kisah Kalea dan Atran secara sederhana. Bagaimana pertemuan mereka, bagaimana mereka menjadi akrab satu sama lain, dan bagaimana hubungan mereka berjalan. Memang ceritanya sesederhana itu, konflik juga tidak terlalu diceritakan secara mendalam tapi sukses menimbulkan rasa sesak.
Orang tua terkadang hanya fokus membentuk anak menjadi sosok yang mereka inginkan tanpa ingat bahwa anak mereka juga memiliki keinginan dan perasaannya sendiri :')
3.5 Hal yang paling kusuka dari cerita ini adalah bagian dimana Atran dan Kalea saling mengenal, saling menerima, dan saling berkomunikasi tanpa perlu banyak bicara, serta Atran yang menyatu bersama dengan alam. Namun di sisi lain, aku agak ganjil dengan Kalea dan masa lalunya, bagian dari Kalea yang tidak kupahami. Juga ibu Atran yang teramat posesif. Tapi untuk cerita yang tidak terlampau panjang, tidak ada yang diburu, rasanya pas namun penuh.
This entire review has been hidden because of spoilers.
aku gatau klo jadi atran udah gimana bentukannya, kalea, debora.. DEBORAAA WAHH BANGETTT!! ada beberapa part yang menurutku dalem sama yang bkin aku kaya "hah.."
kekurangannya menurutku bingung bedain mana pov kalea sma pov nya atran butt
Pertama kali aku beli waktu SMP tahun 2015. Sampai sekarang, kalau ditanya novel apa yang paling aku suka, mungkin aku bakal bingung menjawabnya. Tetapi, kalau ditanya novel apa yang nggak bosan aku baca berkali-kali?Yang terlintas cuma ELIPSIS jawabannya.
Selama membaca novel ini, kita dibawa untuk mengenal Kalea dan Atran khususnya. Romansa yang dihadirkan dalam novel ini sedikit bikin geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak? Bukan kencan manis di kafe atau di taman hiburan sebagaimana umumnya, Atran dan Kalea justru kencan di kuburan.
Semakin kita membaca, semakin banyak juga misteri yang membuat kita bertanya-tanya. Bagaimana awal mula Atran bisa mendapat kekuatan supernaturalnya? Mengapa ia sangat terobsesi dengan kematian? Nah.. jawabannya bisa kalian temukan di dalam novelnya.
Judul: Elipsis Penulis: Devania Annesya Penyunting: Amanda Dwiarsianti, Anida Nurrahma Perancang Sampul & Penata Letak: Teguh Tri Erdyan Halaman: 221 hal Tahun Terbit: 2014 Penerbit: POP, Kepustakaan Populer Gramedia ISBN: 978-979-91-0775-6
Berpisah darimu bagaikan sebuah elipsis- jeda yang tak terisi oleh kata-kata. Ketika kau jauh, aku menemukan bahwa di antara kita ada ikatan tak kasat mata, kata-kata yang tak terucap, rasa yang tak terungkap, memori yang menguat seiring besarnya jurang pemisah antara kita. Kau bilang kau mencintaiku. Kau bilang kau akan kembali. Namun selalu ada ruang untuk meragu. Selalu ada elipsis yang kemudian diisi oleh rasa kehilangan. Selalu ada jeda bagi hati yang kosong.
Kalau kau terus berpura-pura, suatu saat kepura-puraan itu akan menjadi sosokmu yang sesungguhnya. Kau akan kehilangan dirimu sendiri. -4
Jujur, untuk membaca novel ini lagi, saya harus menyiapkan mental. Saya merasa sedih :hwa sampai sulit untuk menjelaskan apa yang saya rasakan.
Kalea Alexandra berharap kepindahannya dari Jakarta ke Bogor bisa menghilangkan masalah hidupnya. Nyatanya, di sana dia malah bertemu Atraneza Saputra tetangganya yang aneh, penggali kubur anti sosial.
Di awal pertemuan bukanlah hal yang menarik bagi keduanya. Atran dianggap melempar kutukan pada Kalea membuat gadis itu blingsatan seolah kesialan selalu menimpanya.
Semakin berjalannya waktu, Kalea dan Atran malah makin dekat. Kalea tahu mereka sangat bertolak belakang. Jika diibaratkan dengan warna, ia putih dan Atran hitam. Mereka saling berlawanan. Namun ketika bersama, mereka saling melengkapi. -103
Kata orang, mereka ini pasangan aneh. Tapi siapa juga yang peduli? Seseorang nggak perlu menjadi sempurna untuk dicintai (13). Toh seseorang tidak perlu menjadi cerdas untuk dicintai dan mencintai (15).
Ujian pun datang. Ayah Atran mengabarkan bahwa Ibu Atran sakit dan butuh Atran. Atran di Tampa, Kalea di Bogor, LDR bukan perkara gampang.
Dua tahun setelah LDR, mereka kehilangan kontak. Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka?
Bagi saya, pasangan ini unik walaupun karakter keduanya berbeda. Mereka bisa saling mengisi, melengkapi. Selain kisah cinta mereka, di novel ini juga ada semacam alarm untuk orang tua.
Bukankah setiap orangtua sering tidak sadar merusak anaknya sendiri? Mereka kadang lupa bahwa setiap anak selalu menatap pada satu-satu yang dapat dilihatnya, kedua orangtuanya. Mereka lupa penolakan yang mereka lakukan dapat menghancurkan segala pondasi terdalam yang dimiliki anak-anaknya. Atran mungkin hanya satu dari sekian banyak contoh penghancuran tersebut. Ia ditolak dan diingkari (176).
Anak adalah cerminan orang tua. Ketika orang tua tidak mau menerima, lalu ke mana lagi mereka mencari perlindungan. Jujur saya menangis membayangkan penolakan yang terjadi pada Atran atas kondisinya yang dianggap tidak normal.
Peluk anak-anak kita, dekap, rasakan betapa mereka adalah anak-anak hebat terlepas dari segala kekurangan mereka.
Euwige Liefde is liefde die niet meer terugkomt. Cinta yang abadi adalah yang tak kembali (67).
Eeuwige liefde is liefde die niet meer terugkomt. Cinta yang abadi adalah yang tak kembali.
Atran sudah berhenti menghubunginya. Kalea memutuskan untuk terus menjalani hidup dengan menerima lamaran laki-laki lain. Kendati demikian, kenangan bersama Atran tak akan pernah memudar barang sedetik. Atran bukan laki-laki biasa. Ia bisa berbicara dengan angin dan pohon. Ia selalu tahu kapan hujan akan turun, kapan kematian mengepakkan sayap. Ia mampu berbicara dengan roh dan semesta. Namun, dengan segala kemampuan supernatural yang dimilikinya, mengapa Atran mengabaikannya? Tak bisakah Atran mendengar panggilannya? Dua tahun berlalu dan ia dibiarkan meragu.
Berpisah darimu bagaikan sebuah elipsis—jeda yang tak terisi oleh katakata. Ketika kau jauh, aku menemukan bahwa di antara kita ada ikatan tak kasat mata, kata-kata yang tak terucap, rasa yang tak terungkap, memori yang menguat seiring besarnya jurang pemisah antara kita. Kau bilang kau mencintaiku. Kau bilang kau akan kembali. Namun selalu ada ruang untuk meragu. Selalu ada elipsis yang kemudian diisi oleh rasa kehilangan. Selalu ada jeda bagi hati yang kosong.
.
Siapa pun yg baca buku ini bakal jatuh sejatuh-jatuhnya sama sosok Atran. Alurnya menarik ditambah karakter tokohnya yg menggelitik.
Atran mengidap penyakit skizofrenia setelah terbangun akibat koma pasca operasi, Atran mampu mendengar suara alam serta berbicara dengan roh hal ini yg menjadikan ibunya bertekad melakukan berbagai cara agar Atran sembuh dan menjadi anak yg ibunya idam-idamkan. Hingga semua berubah saat Atran memilih tinggal bersama kakeknya di Bogor dan bekerja sebagai tukang gali kubur. Atran bertemu dengan kalea tetangga barunya yg berasal dari kota. Atran yang terobsesi untuk mati menyuruh kalea untuk membunuhnya yang jelas ditolak mentah-mentah oleh gadis itu. Deborah, teman satu-satunya kalea sekaligus perempuan paling aneh yg pernah kalea lihat mengatakan untuk tidak cari masalah dengan Atran karna Atran dapat membuat kutukan. Karna kutukan tersebut kalea terus mendekati Atran agar kutukannya dicabut. Waktu berlalu menjadikan mereka sepasang kekasih. Hingga Atran pergi dari Bogor atas permintaan ibunya. Atran tidak pernah meninggalkan Kalea. Tapi kalea merasa Atran telah melupan dirinya. Dan selanjutnya silahkan baca sendiri seru lohhh yaw lord nangis akutuh
Menurutku kalo ada tokoh antagonis disini maka orangnya adalah ibu Atran, aku inget di halaman- halaman terakhir buku ini ada kalimat yang related sama Atran
"Bukankah setiap orang tua seringkali tidak sadar merusak anaknya sendiri? Mereka kadang lupa bahwa setiap anak selalu menatap pada satu-satunya yang dapat dilihatnya, kedua orang tuanya. Mereka lupa penolakan yang mereka lakukan dapat menghancurkan segala pondasi terdalam yang dimiliki anak-anaknya"
Pokoknya novel ini bikin kita jatuh bangun kadang pengen nangis tapi malah ketawa sama tingkahnya Deborah
"Realita dan halusinasi bukan tentang mayoritas dan minoritas. Hanya karena mereka semua berkata kau sakit, bukan berarti kau sungguh sakit. Kau tentukan hidupmu sendiri." (hlm. 212)
Elipsis karya Devania Annesya
——————— Aku berani menjamin bahwa siapapun yang membaca buku ini bakal jatuh cinta sesakit-sakitnya sama Atran.
Laki-laki aneh, gondrong, yang suka berbicara dengan angin, semut, laba-laba, pohon dan hantu. Tempat favoritnya untuk menghabiskan waktu luangnya itu di bawah pohon beringin tua yang ada di pemakaman Belanda. Aneh. Sangat aneh.
Atran selalu senang saat ada orang meninggal karena itu mendatangkan rejeki untuk ia dan kakeknya. Mereka itu tukang gali kubur. Selain itu, ia berpikiran bahwa orang yang meninggal itu berarti ia terbebas dari segala permainan di dunia ini. Well, aku rasa aku setuju sama pemikiran Atran ini.
Orang-orang takut pada Atran dan tidak mau berbicara bahkan menatapnya. Mereka bilang Atran itu pembawa kutukan! Tapi tidak dengan Kalea. Ia justru berteman dengan Atran yang ternyata adalah tetangga di rumah barunya. Ia bahkan dijuluki "pawang Atran".
Aku kira buku ini bakal "baik-baik" aja. Ternyata enggak. Sama aja kaya Muara Rasa (buku lain karya Devania Annesya, termasuk seri YARN favorit aku!).
Ibaratnya gini, Muara Rasa itu kaya kita dijatuhin langsung dari atas Burj Khalifa, udah tau pasti kalau pas sampai tanah bakal sakit banget. Nah, kalau Elipsis ini ibaratnya kita terjun payung gitu, eh pas udah harus buka parasut, ternyata tali parasutnya putus. Sama-sama jatuh, sama-sama sakit.
Buku ini banyak banget bahas tetang kehidupan dan kematian yang mana merupakan bahasan favorit aku!! Semacam memberi pencerahan, peringatan dan petunjuk hidup gitu.
Suka deh pokoknya. Banyak kata-kata dari Atran yang bagus buat dicerna dan ada puisi-puisi yang kaya Rupi Kaur, halus tapi nusuk.
4.6/5🌟
buku langka. kalau nemu, jangan dilewatin, langsung beli! susah nyarinya sumpah. :)
"Bagaimana kalau seandainya separuh hati kita pergi? Apa kita akan mati?" - Kalea (halaman 97)
Buku ini beecerita tentang Atran yang menurut dokter mengidap skizofrenia. Yah tentu saja Atran tidak setuju dengan pendapat itu. Atran bisa bicara dengan alam. Kemampuannya itulah yang membuat dirinya ditakuti dan dihindari. Sampai-sampai dijuluki sang pembawa kutukan. Semua orang menghindarinya kecuali Kalea. Kalea pula yang menjadikan hidup Atran berwarna. Tapi tiba-tiba Atran menghilang tanpa kabar dari pandangan Kalea.
Buku ini sangat romance jadi jangan berpikir kalau ini buki fantasi. Buku bisa dibilang berisi curhatan hati para tokohnya. Kenapa begitu? Karena dari awal sampai buku ini habis rata-rata bawaannya galau, sedih, suram, dan abu-abu. Cocoklah sama covernya😅. Jadi tokoh yang ada di buku ini semua pesakitan. Aku dibuat sakit pas baca buku ini:/
Latarnya pun dibuat suram. Rata-rata latarnya itu di rumah Kalea, rumah Atran, dan sekolah yang semua deket kuburan. Lengkap kan latar dan ceritanya sama-sama suram. Alur dibuku ini maju mundur yang membuatku kadang bingung gimana alur ceritanya. Soalnya tahun kejadiannya mirip2 dan kadang aku lupa sama tanggal kejadiannya😅. Buku ini memakai pov 3, tokoh Atran dan Kalea secara bergantian membawakan cerita. Tapi sayangnya di awalan bab nggak ditulis siapa yang akan membawakan cerita. Jadi pembaca harus ingat betul kejadian sebelumnya dan karakter tokoh yang akan membawakan cerita itu. Oh ya lupa, penulis menyediakan puisi sedih buat menambah suasana sedihnya lo.
Terakhir dari aku. Buku ini rekomen buat kamu yang suka ngegalau. Tapi ati-ati tokoh di buku ini pesakitan semua, jadi jangan terlalu kebawa suasana. Dan jangan baca buku ini pas lagi sakit hati!
"Apa yang harus ditangisi dari kematian? Mereka hanya pergi untuk terlahir abadi." Elipsis, halaman: 72.
Gue nggak tau apa yang bakal gue katakan setelah selesai baca buku ini. Jujur, pertama-tama gue 'agak' bingung sama si Atran, plus takjub juga. Bisa berbicara dengan angin, tumbuhan, hewan, roh dan semesta.
Dan makin ke sini gue makin bertanya-tanya, kenapa Atran lebih menginginkan kematian untuk dirinya sendiri? Dan ternyata jawaban itu gue temukan setelah membacanya sampai tuntas.
Atran nggak bahagia. Tentu. Bayangkan, kalian hidup tapi bukan menjadi diri kalian sendiri. Dipaksa untuk menjadi seseorang yang 'normal' dan dipaksa untuk bahagia. Can you?
Sampe akhirnya gue paham, kenapa kematian begitu didambakan oleh Atran. Karena jiwanya memang sebenarnya sudah mati, walaupun raganya masih ada.
Tapi ada sisi manis Atran dong😭 (ini pasti efek keseringan baca cinta-cintaan:v)
"Bagaimana kalau seandainya separuh hati kita pergi? Apa kita akan mati?" Kalea, halaman: 97.
Dan Kalea. Dia itu sosok gadis yang bisa menerima Atran apa adanya(?) Terlepas dari dia yang tiba-tiba tunangan setelah menunggu Atran selama bertahun-tahun.
Kisah cinta mereka sakit. Banget. GIMANA BISA KISAH ROMANSA YANG BEGITU SEDERHANA BISA MENJADI SESAKIT INI😭😭😭
Gue nggak tau ini lagi ngomongin apa. Beruntung banget gue bisa ketemu buku ini pas lg nyari diskonan:v Buruan gih yang belom baca. Beli, baca, dan rasakan sensasi dicintai oleh Atran.
Berhasil menyelesaikan novel dalam satu malam! Ah, nggak tega rasanya ninggalin sebentar juga, kisahnya Atran dan Kalea benar-benar menarik dan bikin penasaran terus. Terutama penasaran sama keajaiban apa lagi yang dibikin Atran hihi. Kepribadian Atran yang aneh, nggak punya semangat hidup, suka bicara sama pohon, angin, semut, dan menghabiskan waktu di kuburan juga menarik sekali. Yang paling saya suka adalah waktu Atran mengajari Kalea mendengarkan bahasa angin, sweetness overload!!
Yang nggak kalah menarik disini adalah Debora. Yang awalnya disebut sebagai pasangan Atran. Saya paling nunggu kemunculan-kemunculan Debora. Dengan aura spooky-nya yang malah lebih sering bikin ketawa. Dan walaupun endingnya sempat bikin saya nangis, tapi epilognya berhasil bikin saya tersenyum puas :)
Saya suka interaksi Atran dan Kalea. Tapi, saya gak bisa mengesampingkan kesan mangaish yang saya dapat dari karya Mbak Devania ini, terutama di bagian karakter. Mungkin ini cuma perasaan saya aja, walaupun memang ada beberapa bagian yang memperkuat kesan mangaish "Elipsis". Salah satunya saat di bab-bab awal dijelaskan detail seragam Kalea yang ternyata serupa seragam pelaut khas seifuku siswi Jepang, padahal Kalea dan Atran jelas-jelas bersekolah di Bogor. Saya sempat punya pikiran kalau jangan-jangan dulunya Elipsis ini memang bersetting di Jepang?
Saya suka novel ini, menerima orang apa adanya,, tapi hahahaha hal ini jarang dilakukan oleh orang2 sekitarnya. dan mungkin Kalea itu cukup gila ya di PHP in atran selama 2 tahun. saya suka, tapi X Kenangan Berpulang tetap menjadi novel yang paling menyesakkan. hohohoho
salah satu ciri kental tulisan penulis adalah menyelaraskan banyak lirik lagu dengan alur cerita dan membuat kutipan yang bagi melankolis seperti saya, sesak. khekhekhehekeee
Ugh, aku benci buku ini. Ceritanya begitu sederhana, menyentuh, dan mengharuskanku utk menahan napas setiap huruf yg tertuliskan di sana kubaca. Benar-benar sederhana. Seorang laki-laki mempunyai satu tujuan hidup: bersama dengan wanita yg ia cintai. Tapi utk membaca buku ini, kudu ekstra teliti. Kenapa? Karena alurnya amburadul. Satu bab di isi alur maju. Satu bab lain di isi alur mundur. Kadang satu bab bisa alur maju dan mundur. Kan jadi bingung.
Saya hanya kurang nyaman dengan alurnya; perpindahan waktu bolak-balik yang saya pikir kurang terpola dengan baik. Selebihnya, novel ini bagus. Penuturannya asyik, mengalir bagai air di kali tak berbatu. Aihh. Saya hanya ingin katakan, ini romance yang beda. Begitulah kira-kira. Jadi, selain harus baca novelnya, juga dengarin lagunya. :-D
Keren, ceritanya gak muluk2, simpel tapi menyentuh. Meskipun alurnya yang maju mundur yang sempet bolak-balikin kertasnya buat double check. Secara pribadi bakal lebih suka kalo endingnya Atran gak meninggal sih.
This entire review has been hidden because of spoilers.