Jump to ratings and reviews

Mimpi dan Pretensi

112 pages, Paperback

First published January 1, 1982

Loading...
Loading...

About the author

Toeti Heraty

35 books12 followers
Toeti Heraty was born in 1933. An outstanding Indonesian poet with a powerful vision she is also a philosopher an art historian and a human rights activist well known for both her opposition to the Suharto regime and for her feminism.

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (23%)
4 stars
9 (42%)
3 stars
5 (23%)
2 stars
2 (9%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Septyawan Akbar.
125 reviews14 followers
April 21, 2026
Silsilah bacaan saya, terutama dari para penyair perempuan, senantiasa hadir dalam suara yang imo serupa: gumam-riuh rendah.

Dari Avianti Armand, Louis Gluck, Rompas (sedikit dari segelintir penyair yang saya baca dan sukai) menghadirkan sebuah suara yang sama. Kekayaan inner-life, dalam mitologi alam dan cahaya yang subtil.

Kemudian Toeti Heraty hadir dengan suara yang berbeda. Perayaan akan berani hidup, dan suara yang lantang. Semua tentu subtil. Puisi saya rasa, selalu hadir untuk menerjemahkan hal-hal demikian.

Dan against all odds, pengalaman membaca yang diberikan, pengendapan emosi yang terlintas pasca membaca, dsb. dsb.

Menghadirkan suara ybs, pada kadar yang demikian. "Mengembara adalah menanggalkan nama," ujar beliau. Meskipun ada beberapa aspek dan lirik puisi yang saya rasa kurang masuk bagi saya personal. In the end, she did leaving her name dalam benak.
Profile Image for Tyo Mokoagow.
16 reviews
April 4, 2025
feminisme toeti mencolok dalam puisi manifesto yang begitu keras sejak kalimat pertama, yang membuat saya terperangah bahwa puisi juga bisa menjadi provokasi atas patriarki
Profile Image for kinu triatmojo.
288 reviews3 followers
December 14, 2007
Mengapa ia memberi judul Mimpi dan Pretensi, padahal sajak-sajaknya –misalnya Wanita, Dua Wanita, Aerobics di Jakarta dan Balada Setengah Baya- justru seperti merekam/memotret tanpa pretensi apa-apa? Apakah justru dari situlah ia membangun ironi? Oh sungguh kumpulan puisi yang susah ditembus dengan cara non gaib :D
Profile Image for Inez.
24 reviews13 followers
May 8, 2008
buku ini dan 'Nostalgia Transendensi' selalu ada di dalam tas. can't leave home without 'em.
Displaying 1 - 7 of 7 reviews