Jump to ratings and reviews
Rate this book

Omen Series #6

Sang Pengkhianat

Rate this book
File 6 : Kasus Penjahit Manusia dengan Korban Atlet-Atlet Unggulan Pekan Olahraga

Tertuduh : Kami. Yep, kalian tidak salah baca. Kami-kami yang seharusnya menyelidiki kasus ini malah menjadi tertuduh lantaran ada beberapa saksi yang mengatakan mereka melihat kami di tempat kejadian. Tentu saja kami tidak sudi pasrah dengan situasi ini dan bertekad untuk menyelidikinya. Kecurigaan kami jatuh pada dua cewek paling jahat di sekolah kami: Nikki dan Eliza. Tambahan lagi, kini mereka mendapat bantuan dari Damian Erlangga sang pangeran iblis, serta mantan sobat kami yang kini menjadi musuh bebuyutan kami: Erika Guruh.

Fakta-fakta : Pada hari-hari menjelang Pekan Olahraga, atlet badminton unggulan sekolah kami ditemukan di lapangan badminton dalam kondisi tidak sadar dengan mata, mulut, dan anggota badan terjahit rapat. Saksi mata berupa sahabat korban mengatakan dia melihat Rima berkeliaran di dekat lapangan pada saat kejadian. Di siang hari, pada hari yang sama, kapten tim futsal ditemukan mengalami kejadian tragis yang sama, dan kali ini orang-orang melihat Putri Badai melarikan diri dari tempat kejadian. Keesokan harinya ada “tips tepercaya” yang mengatakan Aya akan melakukan kejahatan berikutnya, dan sebelum kami sempat melakukan sesuatu Aya sudah ditahan polisi.

Misi kami : Menemukan pelaku sebenarnya sebelum kami dihukum untuk perbuatan yang tidak kami lakukan.

Penyidik kasus,
Valeria Guntur, Rima Hujan, Putri Badai, dan Aria Topan

472 pages, Paperback

First published October 9, 2014

57 people are currently reading
1097 people want to read

About the author

Lexie Xu

43 books901 followers
Lexie Xu adalah penulis kisah-kisah bergenre misteri dan thriller. Seorang Sherlockian, penggemar sutradara J.J Abrams, dan fanatik sama angka 47. Saat ini Lexie tinggal di Bandung bersama anak laki-lakinya, Alexis Maxwell.

Ingin tahu lebih banyak soal Lexie?
Silakan kunjungi website-nya: www.lexiexu.com
Facebook: www.facebook.com/lexiexu.thewriter
Twitter: @lexiexu
Instagram: @lexiexu47
Email: lexiexu47@gmail.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
473 (57%)
4 stars
244 (29%)
3 stars
89 (10%)
2 stars
5 (<1%)
1 star
7 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 57 reviews
Profile Image for Echa.
285 reviews78 followers
November 16, 2014
Review ini akan dibuka dengan sebuah kalimat jujur: saya kecewa sama Sang Pengkhianat.

Harganya paling mahal, tapi ceritanya paling standar. Nggak banyak aksi yang bikin "wah". Erika juga terkesan bego, which is di luar karakter banget. Saya yakin Kak Lexie masih bisa brainstorm ide yang bisa bikin Erika terpaksa mempercayai Eliza tanpa kelihatan bloon dan gampang disetir begitu. Soalnya sumpah, Erika itu jagoan banget menurut saya.

Terus... terlalu banyak muncul rahasia baru yang seharusnya bisa dicicil kemunculannya di buku-buku sebelumnya. Terlalu banyak obrolan dan ide nggak penting, kayak Nikki yang bilang Daniel anaknya Jonathan Guntur, tapi ternyata bukan. Mungkin buku selanjutnya bakal mengulas tentang ayah Daniel yang di luar negeri itu?

Minus lainnya, terlalu banyak narasi yang diceritakan secara flashback, terutama dari sudut Les, Vik, dan Daniel. Tapi giliran action... di-cut tiba-tiba. Kan antiklimaks. Well, kecuali bagian epilognya, sih. Saya salut sama Kak Lex yang berhasil bikin saya penasaran akan apa yang terjadi sama Les.

Terlalu banyak culik-culikan juga, tapi penyelidikannya sedikit. Polisi-polisinya juga, entah kenapa, kesannya lebih bego dari di buku-buku sebelumnya. Terlalu banyak momen nggak penting yang nggak terlalu berpengaruh terhadap perkembangan cerita tapi tetep diceritain, semisal pekerjaan Erika di kantor Vik. Sumpah, buku ini lebih mirip buku komedi daripada thriller, hanya saja joke-nya jayus. Asli, apa cuma saya yang merasa joke-joke di buku ini datar, tar, tar?

Memang, bagian awal bukunya terasa menyenangkan sekaligus bikin penasaran. Prolog oleh Jonathan Guntur sang ayah jagoan. Lalu Val, Rima, Putri, Aya disuruh pergi dalam suatu misi. Ditempatkan dalam satu rumah kembali. Lalu Aya yang pusing dengan dua cowok norak tapi lucu. (Anyway, PoV yang paling saya suka di sini, dan buku-buku sebelumnya, adalah Aria Topan dan Putri Badai.) Lalu misi di rumah OJ yang disentil kehadiran Damian. Premisnya keren ya? Enjoyable banget ya? Sayangnya, begitu korban pertama penjahit manusia ditemukan, wuuush, semuanya kabur begitu saja. Saya nggak mendapat apa-apa. Saya nggak mendapat apa yang saya cari: sesuatu yang lebih keren dari Kutukan Hantu Opera.

Yah, mungkin salah saya juga sih, berekspektasi terlalu tinggi. Habis, KHO kece banget. Nggak bosen-bosen aja gitu bacanya. Tapi Sang Pengkhianat... ah sudahlah. Mari kita tunggu buku selanjutnya.
Profile Image for Amaya.
749 reviews58 followers
December 20, 2021
Hmm, keputusan tersulit adalah memberi rating. Meski ceritanya cukup bikin tegang, tapi rasanya sudah sedikit terbiasa karena buku-buku sebelumnya. Kurasa relasi antartokoh juga makin jelas (maksudku agak tercerahkan dari terakhir kali). Eh, tapi serius, baca blurbnya bikin deg-degan! Apalagi bagian "musuh kami, Erika" like huh? Wah, apaan, nih? Pasti ada yang nggak beres. Dan entah ini terdengar lebay atau enggak, aku sempat overthinking soal ini XD

Sama seperti sebelumnya, thriller dan misteri dikemas dengan baik. Hanya saja rasanya kasus utama agak tertutup dengan kasus lama. Memang cerita soal masa lalu old The Judges penting, tapi rasanya di buku ini soal Penjahit Manusia nggak terlalu di-blow, meskipun ujung kecurigaan empat detektif cilik itu benar, si cewek dengan senyum mengerikan, Nikki. Nggak, aku nggak bermaksud spoiler, tapi jika kalian sudah membaca dari awal, pasti bakal curiga juga dengan dia. Pertanyaannya hanya kenapa dan apa motif dia melakukannya. Lagi pula, the real suspects isn't her.

Baru banget sadar sewaktu baca, ternyata adegan actionnya agak-agak berkurang ya? Yah, memang sih nggak ada adegan berantem dengan preman-preman atau sejenisnya, tapi kurasa sedikit kurang nendang saja. Lagi pula, kasus di buku ini lebih menitikberatkan ke cobaan persahabatan dan persaudaraan saja, jadi maklum nggak terlalu gloomy atau dark seperti biasa. But, overall aku puas, sih. So, bintang 4. Fyuhhh, tinggal buku terakhir yang kalau ditilik dari blurbnya menarik banget 👀
Profile Image for Dinur A..
258 reviews98 followers
August 13, 2016
still cant believe that it literally took eight days for me to get this book done. mungkin karena disambi baca wattpad dan saya mulai pusing dengan kerumitan ceritanya dan banyaknya tokoh yang berseliweran. this book has quite plenty to take in. bukan cuma konfliknya, tapi juga segala koneksi antar tokohnya. entahlah, apa mungkin cuma otak saya aja yang emang lagi rada-rada overloaded sama urusan sekolah.

saya punya beberapa pertanyaan; jadi, pekerjaan Jonathan Guntur itu sebenarnya apa? lalu, apa penyebab mamanya Val sebegitu dendamnya sama mantan suaminya? terus, apa yang bikin Damian merasa berutang budi sama mamanya Val?

ini saya yg emang ga merhatiin atau memang belum ada jawaban untuk semua pertanyaan di atas, ya? mungkin memang belum terjawab ya, sayanya aja yg ga sabaran.

overall, i still like it tho. hopefully my mind will be all set when the final book comes out. and i'm sad to imagine saying goodbye to the characters. :(
Profile Image for nasya.
828 reviews
November 23, 2022
di buku ini untuk pertama kalinya, aku ga suka dengan pov erika😭 kayak nyebelin banget... tapi syukurlah tersadarkan, bagian korban dijahit itu agak ngeri sih, jadi aku ga berani membayangkan visual para korban itu
Profile Image for Rin.
Author 1 book17 followers
April 13, 2022
Aku cinta karakter-karakternya! Serius deh, semua tokoh tuh ada kelebihan dan kekurangan masing-masing yang membuat mereka terasa nyata─gak ada seseorang yang sempurna. Jika di buku sebelumnya cerita begitu dominan oleh Valeria, tetapi kali ini kembali berbalik pada Erika: si Omen! Syukurlah peran pentingnya terjawab di buku ini.

Oke, aku mau bahas unek-unekku terhadap tokoh-tokoh cewek utama series ini. Awalnya aku sebal dengan perubahan Erika yang jadi lebih melow gitu, tetapi langsung berubah saat dia membuat rencana yang briliant banget untuk menyelesaikannya. Apalagi itu berarti dia harus tampak jahat di depan teman-temannya. Kalau Rima, aku suka (banget) karena ia menjadi ahli strategi dan cenderung serba tahu berkat analisisnya, tapi sayang sifatnya memang agak lemah aaaahhh. Dia menutupi segala sesuatu yang sudah diketahuinya, yang segera dibahas di akhir buku (re: diprotes teman-temannya). Tapi berkatnya juga pelaku yang terlibat tertangkap. Terus... hm, Putri, aku kurang suka karakternya yang terlalu dingin huhu. Di buku ini ia tidak memberikan banyak pengaruh. Tapi, hubungannya dengan Damian tuh woaah. Terasa angst tapi romantis gitu. Semoga Damian bisa mengubah pihak yang didukungnya nanti. Sedangkan Aria yang gak begitu menonjol selama ini, akhirnya punya peran yang lumayan oke banget. Aku suka cara adaptasinya di berbagai situasi.

Untuk alurnya oke, sih. Walaupun sudah diketahui pelaku kejahatan itu siapa, tetapi cara mengungkapkannya itu. 👏👏👏 Hanya saja menurutku keterlibatan geng yang menyerang Valeria dan cowok-cowok itu agak memaksa, terus sayang banget pekan olahraga terkesan cuma mejeng. Gak terlalu dibahas acaranya. Beda sama buku-buku sebelum ini, acara pementasan lukisan, karnaval, dan opera lumayan ditunjukkan menjadi latar peristiwa. Yang ini tuh agak kurang, karena tiba-tiba Nikki dan Damian terpilih beasiswa.

TAPIIII secara keseluruhan asik banget di baca. Benar-benar ketagihan, deh. Dan sama seperti buku ke-5, harus banget baca dalam kondisi fokus karena POV yang terus berganti-ganti. 4 ⭐ untuk Sang Pengkhianat.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Renchrst.
354 reviews10 followers
October 17, 2014
Okay you might be wondering why I just gave this book 3 stars, to be honest I'm really dissapointed :(

I expected much more from this book but it's just like that ....

Kenapa gue cuma kasih 3 bintang sedangkan dari buku 1-5 sebelumnya gue selalu memberikan min 4 stars? Alasannya karena:
1. Ceritanya menurut gue agak boring, yeah that lempeng", datar", nothing really exciting. Oke oke jahit mulut dan mata orang emang sounds creepy right? but I don't feel creepy at all. Selain faktor creepiness yang failed itu, korbannya hanya ada dua (bukan berarti gue haus darah dan pengen banyak korbannya!) dan nyebelinnya kita gabisa liat reaksi korban, karna mereka dibius sebelum dijait, dan pas ditemuin mereka masih hanyut dalam alam bawah sadar, jd sama aja nothing creppy at all.

2. Dari buku pertama sampe kelima gue sangat sangat mengagumi kecerdasan Erika. But kenapa disini Erika jadi bodoh sebodoh bodohnya bangetttt!! AHAHAGHH jadi kesel sendiri deh. Gue tau orang bisa tobat but at least be more aware ngil!

3. Rima yang dikasih tugas sebagai "perancang rencana" dari Mr. Jonathan Guntur buat jadi leader bagi Aya, Putri Badai, dan Val sayangnya lame abis, gue kira Rima bakal jadi faktor kunci dari semuanya, gue kira dia bisa mecahin kasusnya, bla bla bla, sekali lagi kemampuan the judges gak kebuka disini.

4. Tokoh cowok/cewek yang emang rada kebanyakan ini buat gue kesel banget, dulu gue rasa gue enjoy aja bacanya tapi entah kenapa gue merasa ada karakter yang gak begitu penting yang dikasih peran ngmong terlalu banyak. Sepertinya kalex berusaha keras untuk membuat setiap karakter di buku ini ikut berpartisipasi dalam cerita.

5. etc etc etc sebenernya masih banyak lagi detail detail kecil lainnya yang gue eughghgh sebel!! PS: kayak Damian yang I love her but I need to hate her, whatev kalo emang lo cinta tapi lo utang budi dan harus membenci cewek yang lo cintai itu just fuck that utang budi, gajaman Dam sekarang T_T *this is depressing*

Okey cukup, kelebihannya adalah gue bisa melihat sisi lain dari karakter" sebelumnya yang gak terlalu sering diumbar example Aya, Gil, OJ, Ajun Inspektur Lukas, Ojek, dll. Dan oke gue gaknyangka banget kalo Eliza ....

Berharap banget buku terakhir nanti gak mengecewakan :" overall gue tetep suka series ini dan gue berharap final booknya gak bikin gue nyesel baca series ini, please kalex :<
15 reviews
December 15, 2014
DAMN IT!!!!!!!Cool Book banget!
Sekarang aku mau kasih review,
Pertama denger judul OMEN6 ini aku antusias banget,karna judulnya sangat keren.Kedua setelah baca sinopsisnya makin tinggi aja rasa kepo ku,soalnya kasusnya makin sadis dan seru.
Setelah aku baca pada akhirnya dari keseluruhan buku ini emang keren banget!Aku nggak bohong,
Tapi,
Kali ini aku bilang jujur,rasa puasku setelah baca OMEN5 dan rasa puasku setelah baca OMEN6,..beda.
Ini pendapatku sebagai pembaca biasa yang masih ABG dan labil,jadi kalo ada yang nggak setuju sih boleh boleh aja,karena pendapat orang beda - beda.
Entah kenapa rasa menggebu gebu,rasa penasaran pingin lanjut,rasa klimaksnya,lebih seru/lebih krasa di OMEN5.
Setelah baca buku ini yang aku rasain cuma straight.Oke masalah selesai.Fix.(Walaupun aku tau masalahnya belom kelar sekalipun)
Setelah aku baca OMEN5,momen momen yang paling aku tunggu tunggu adalah kemunculannya Eliza dan Nikki yang kembali ke kehidupan Erika.
Dan emang salah satu,salah dua,dari momen momen itu bikin aku terkesan dan ngrasa "Anjirrr keren banget!Nggak nyangka"
Tapi aku ngrasa masih belom ngecapai klimaks.(buatku!)
*Pertama,aku sengat sangat terkesan dengan Prolog ceritanya.(Aku nggak bohong,Prolognya bikin aku syok!Haha)

*Kedua,aku merasa tertantang banget karena si Rima Hujan ditunjuk langsung sama Jonathahn Guntur buat jadi 'Perancang Strategi' tapi disini aku merasa sedikit kecewa karna pada akhirnya,title 'Perancang Strategi' itu nggak ngaruh banyak,maksudku nggak sesuai dengan apa yang aku bayangkan.(Atau mungkin aku yang berharap terlalu berlebihan?)Walaupun emang Rima Hujan sempet nyumbang strategi,itupun buat ku masih terlalu 'biasa',kurang menantang.

*Ketiga,aku menghargai (lebih tepatnya ngrasa tertantang) dari keputusan Erika yang mau 'mencoba' kembali ke keluarganya,dan ngambil keputusan buat ngelepas sahabat - sahabatnya.Dari konflik ini,makanya judul OMEN6 adalah 'Sang Pengkhiat'.Aku nebak,pasti bakal pecah suatu perdebatan diatara Erika dan salah satu diantara 'mantan sahabatnya'.(Dan emang bener,dan seru banget!)

*Keempat,dari apa yang ditulisin di sinopsis,kali ini kasusnya lebih menantang,dan lebih seru lagi (Creepy banget malah).Tapi justru sebaliknya,aku nggak dapet feelnya.(Nggak tau kenapa,aku nggak tau alasanya).Kasusnya emang serem,soalnya berhubung sama jahit menjahit anggota tubuh,tapi aku nggak dapet 'rasa seru'nya.Kaya kurang klimaks aja.(Apa aku yang emang lagi nggak peka)Jadi selama kasus terjadi,aku cuma ngrasa lempeng - lempeng aja,(maaf kalo banding bandingin)kasusnya nggak kaya kasus OMEN5 yang notabene kedengaran sederhana tapi kenyataannya creepy dan bisa buat aku ngrasa pingin lanjut terus terusan.Yah,aku cuma ngrasa feelnya kurang dapet aja kok.(Maafkan)Sejujurnya aku bener bener ngehargai ide yang Kak Lex buat di kasus ini,karna emang kasusnya serem.

*Kelima,aku tau walaupun di buku OMEN6 ini,aku kurang puas,tapi ada disaat saat tertentu Kak Lex bisa bikin ide yang bener - bener nggak terkirakan.
Salah satu adegan yang paling aku suka,yaitu waktu adegan sandiwara Erika.Menurutku itu dapet banget,karna adegan itu emang bener -bener seru.(Rasanya juga kebawa emosi,dan ngrasa tertantang).Aku tau Erika cuma akting,tapi Kak Lex bener - bener nyeritaiin kalo Erika 'nggak kaya sedang bersandiwara'(??)Karna disaat aku udah percaya kalo "Ini pasti bercanda,Erika dasarnya baik,dan emang udah punya rencana buat nylametin temen - temennya" tapi begitu baca cerita selanjutnya,yang nggak aku sangka,aku jadi mikir,"Jangan - jangan Erika cuma ngibul doang.Aslinya dia sekongkol sama si Eliza".Jadi Kak Lex sukses banget bikin aku jadi bingung,dan ngrasa kaya "Ini yang mana yang bener?"

*Keenam,tetang ending dari Eliza.Aku nggak nyangka banget.(Seriusan!Ini bener - bener gila gilaan) Adegan kejar kejaran Erika-Val sama Eliza bener - bener seru,karna Eliza udah bener - bener kalap,dan udah kaya orang nyaris gila.(Aku sampe geregetan!)Walaupun,sejujurnya (lagi) pas adegan balap - balapan itu aku agak susah nangkepnya,maksudnya agak susah buat mbayanginnya,tapi itu nggak terlalu masalah.Yang jadi masalah,adegan itu emang bener - bener kelewat seru.
Disitu aku dapet feelnya,(setelah lama baca OMEN6,akhirnya feel klimaksnya nyampe juga,walaupun nggak terlalu),karena disitu aku bisa ngrasain gimana rasa jengkel,marah,emosi,sebel,tapi pada akhirnya,(ya ampun nyesek banget,rasanya sedih!)aku ngrasa kalo Eliza sebenernya sayang sama Erika,makanya dia nyelamatin Erika.Rasanya ending dari Eliza itu nyesek banget,karna nggak terkira dan sadis.Intinya disini aku ngrasa (sedikit) lega karna pada akhirnya Eliza lebih ngorbanin nyawanya untuk Erika,apalagi mereka kembar,jadi rasanya,seneng tapi sedih(??)

*Ketujuh,ee,aku ngebayangin dimana saat Val,mengaku/cerita ke temen - temen dan sahabatnya tentang rahasia keluarganya,semua bakal heboh atau paling nggak ada yang ada yang nggak percaya,atau jadi ngerasa benci ke Val(??) atau apalah.Tapi ternyata adegan itu berjalan (sangat) biasa.(menurutku).Jadi aku ngarasa "Hah,gini doang?",mungkin karna aku berharap lebih,jadi aku ngrasa kurang puas

*Kedelapan,jujur aja,aku kangen sama ulah - ulah yang dibuat sama si culas Nikki.Walaupun di OMEN6 ini dia tetep kebagian peran (walaupun nggak banyak)Tapi aku ngrasa kaya "Yah,masa Nikki cuma kaya gini doang".Kalian tau kan kalo si Nikki itu bejatnya bukan main?Disini aku ngerasa agak sepi karna mungkin disini peran Nikki nggak sebanyak tokoh yang lain.Aku slalu dapet feel/ngrasa klimaks ketika salah satu dari Erika,Val,Rima,Putri,Aya lagi berhadapan sama Nikki,karna Nikki itu manipulator yang cerdik banget,dan mulutnya kaya ular berbisa.Bukanya aku suka sama tokoh Nikki,cuma buatku Nikki itu salah satu keseruan dalam cerita OMEN6 ini.(Tau kan maksudku?)

Harapanku di Last Omen besok yaitu OMEN7,
Semoga kasusnya makin seru dan semakin banyak bentrok anatara kelompok The Judges dan Kelompok Radikan Anti The Judges,apalagi aksi - askinya Nikki!
Semoga di OMEN7 besok semuanya bisa selesai tanpa bikin kepo atau jangan sampe endingnya malah nggantun(??)
Aku berharap semua tokoh - tokoh dari orang tua" pendiri The Judges,anak anak komplotan Erika,kelompok Radikal Anti The Judges,orang - orang penting sekolah,besok bisa bener bener bikin musuhnya kalah dan tunduk.
Karna aku suka kejutan,semoga ending dari cerita OMEN7 besok ngagk tertebak atau sulit ditebak dan cerita OMEN7 bisa bikin gereggetan dan bisa bikin klimaks.
Semua rahasi rahasia yang belom semppet kebuka,smoga bisa kebuka di OMEN7 besok.
Dan yang nggak kalah ditunggu - tunggu adegan romance dari Erika-Vik,Val-Les,Rima-Daniel,Putri-Damian,Aya-Gil&OJ!(Salut banget sama gaya nulis romance Kak Lex,karna romancenya emang krasa seru banget dan bukan sekedar cerita romance yang biasanya ada di buku teenlit,pokomya romance bikin ngefly dan nggak mainstream!)

Nah itu yang pingin aku sampein,aku tau pembaca lain yang nyempet - nyempetin waktu buat ngebaca reviewku yang (astaga ternyata) panjang banget ini,bakal nyesel,karna pada akhirnya reviewku ini malah kaya orang lagi curhat bertele - tele(???)
Maafkan ya,
Mungkin ada beberapa (atau banyak pembaca) yang nggak suka sama reviewku ini,padahal aku kasih 5 bintang buat buku ini.Sekali lagi,aku cuma berpendapat,jadi tolong hargai,kalian boleh aja nggak setuju,atau ngganggap reviewku ini jelek.
Atau mungkin ada yang mikir "Bocah SMA yang sok sokan bacot,cerewet banget,padahal nulis cerpen aja pasti bakal amburadul apalagi bisa nulis novel kaya Kak Lex!"
Apalagi banyak harapan - harapan yang aku sampein ke Kak Lex diatas,aku nggak maksa semua itu terwujud,itu cuma ungkapan ku doang.
Aku nggak ada maksud sama sekali buat ceramah,menggurui,sok sokan,dll.(Seriusan)

Jadi makasih banget buat Kak Lex yang udah berusaha mati matian buat nulis cerita OMEN6 ini,apalagi nerbitin lebih cepet dari perkiraan,aku suka,aku cinta banget,walaupun masih ada sebagian kecil yang kurang.
Aku ngehargai jerih payah Kak Lex buat nulis OMEN6 ini.
Smoga Kak Lex semangat terus buat nulis novelnya,dan smoga novelnya banyak diminati dan bisa jadi inspirasi banyak orang.
XOXO.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Novella Dwisri.
213 reviews11 followers
January 23, 2020
Buku ini dibuka dengan prolog menarik dari Mr. Guntur dan ditutup dengan POV calon mantunya, Leslie. Kelima jagoan kita (Erika, Valeria, Rima, Putri, dan Aria) secara bergantian bercerita pada kita melalui sudut pandang mereka masing-masing tentang kasus "kutukan" terbaru di sekolah mereka yaitu penjahit manusia pada atlet-atlet unggulan sekolah mereka. Kalau dibayangkan memang menyeramkan tapi entah kenapa kasus di buku ke-6 ini meski sama menyeramkannya dengan kasus di buku lainnya tetap lebih asyik kasus di buku ke-3 dan ke-5. Lumayan POV Daniel muncul walau cuma satu bab di tambah POV nya Vik. Cuma penasaran pengen tau POVnya tante Erlin tapi nanti out of topic ini kan cerita anak-anak bukan tua-tua. Cukuplah membayangkan masa muda tante Erlin dan om beruang raksasa dari satu sudut pandang saja. Agak kesal dengan sikap Rima di sini tapi jadi maklum lagi. Putri gak terlalu banyak bikin kesel kayak Rima. Aria juga malah lumayan bikin kenal dia apalagi dengan kisah segitiga cintanya dengan OJ dan Gil. Meski awalnya pengen Aria dan OJ tapi Gil juga lumayan menawan. Biarkan saja OJ-Aya-Gil menikmati masa muda mereka dengan cinta segitiga yang gak berkesudahan. Gak rela OJ dan Gil salah satunya terluka karena ditolak Aria aka Aya. Erika sangat menyebalkan bagi saya sudah dikasih banyak tanda masih saja.. tapi ya dia lumayan aktif dalam kasus kali ini gak kayak Rima yang pasif dan itu menyebalkan melihat Rima yang pasif dan sepanjang cerita terlihat lemah sekali. Yah dipikir-pikir Rima emang ceritanya paling lemah sih, masa tiba2 dia yang lemah bisa sekuat Erika kan gak manusiawi. Sementara Valeria, wohoo... dia juga cukup aktif dalam kasus kali ini meski ya banyak pikiran kayaknya. Dan yang menyenangkan mereka tinggal satu rumah berlima. Kalo yang tinggal bersama itu emang udah spoiler pas sebelumnya cari info soal serial ini sih hehe... Mau 3.5 bintang tapi gak bisa ya udah 4 bintang aja nilai kasih sayang.
Profile Image for tïmmyrèvuo.
204 reviews2 followers
February 26, 2024
This book, the 6th one in the Omen series, weaves a chilling tale of athletes entangled in a web of mystery, their eyes and mouths sewn shut. The accused is Nikki, yet the shocking twist reveals that Valeria, Rima, Aria, and Putri face the allegations. Witnesses place them at the scene just moments before the victims' gruesome discovery, and even Erika, no longer part of their group, plays a haunting role.

As with every Lexie book, the humor and character engagement are standout features, but what captivates me is the escalating insanity of the persecution. The psychopathic aura exuded by these characters sends shivers down my spine, coupled with a complex and coherent investigation that leaves no room for respite.

Amidst the tension, Valeria's palpable depression strikes a melancholic chord in my heart. Her sense of guilt for the unfolding events creates a tapestry of despair, sadness, and disappointment. Erika's internal struggle is equally gripping, torn between her twin sister and the harsh reality that unfolds as she seeks evidence. Accusations of betrayal by her friends add another layer of complexity.

The narrative takes an emotional turn when Erika's parents finally acknowledge their unfair treatment of her. The realization hits hard, unveiling the root of Erika's defensive demeanor. This revelation sheds light on her seemingly harsh exterior, a shield erected against a world that betrayed her trust.

Beyond the gripping storyline, the book imparts a valuable lesson—burying secrets may seem protective, but it only darkens the situation. As the intensity rises with each page, the impending conclusion of the Omen series beckons. Let's embark on the final chapter and unravel the mysteries that await.
Profile Image for Gabriella Halim.
194 reviews13 followers
August 2, 2017
Di awali dengan pembukaan pertempuran di mimpi Erika yang ternyata bagian dari Lord of the Rings di mana Erika jadi Hobbit dan dituduh sebagai pengkhianat. Hal ini disebabkan karena perjanjiannya dengan Eliza, yaitu kembali ke rumah, dan menjauhi Val, Aya, Putri dan juga Rima. Hal itu berlaku sebaliknya, Eliza akan menjauhi Nikki.Tapi menurutku ini salah satu trik! Buktinya, pas kecelakaan pertama, sempet keliatan Nikki sama Eliza sempet ngomong-ngomong. Meskipun mereka ngelak.


Kejadian kedua, terduganya adalah Putri. Karena, kata salah satu anak futsal yang lihat Putri. Tapi Erika nggak ngebelain bahkan! Wah wah, apa Erika beneran jadi pengkhianat sih?


Yang lebih ngejutin adalah endingnya! Di ending, Eliza meninggal. Hal ini terjadi setelah acara kejar-kejaran dengan Val dan juga Erika. Tapi ternyata, orang tua Erika dan Eliza sudah tau bahwa Eliza memiliki kepribadian yang nggak baik. Tapi mereka lebih milih merhatiin Eliza daripada Erika, karena mereka tau, kalo Erika punya self-control. Sementara Eliza nggak. Bahkan katanya, Eliza pernah masak daging kelinci yang jadi hewan peliharaannya! Serem ya.
Profile Image for Dyan Eka.
290 reviews12 followers
March 18, 2018
Dari series 1 sampai 6, series ini yang paling butuh waktu lama buat saya baca, karena diawal-awal lumayan bosen. Cerita soal erika dan eliza yang 'menyatu' biasa aja. Nothing special. Tapi ya memang kalo mereka tidak 'menyatu', inti cerita di series ini nggak bakal tersampaikan.

Tapi untungnya, di tengah-tengah novel, cerita mulai seru. Ketika korban kedua sudah jatuh, dan damian terang-terangan memanipulasi orang-orang di sekelilingnya.

Tapi sayangnya, ending cerita terasa buru-buru diselesaikan. Di awal bosen, di tengah mulai menarik, eh di akhir ya...yaudah biasa aja.

Anw, jadi penasaran cara menjahit manusia itu gimana. Mungkin kalo novel ini menulis pov dari si pelaku di akhir-akhir, lengkap dengan narasi bagaimana dia melakukan proses menjahit, novel ini akan menjadi sempurna.
Profile Image for Park Emilia.
17 reviews1 follower
January 20, 2019
Sebetulnya pada awalnya saya mengira buku ini biasa-biasa saja. Yah, saya memang bukan pecinta teenlit. Tapi, pas dibaca lanjutannya, ternyata bikin ketagihan. Jarang-jarang juga ada teenlit yang mengusung genre misteri-thriller kayak begini. Karakter favorit saya adalah Erika Guruh dan Valeria Guntur yang... di setiap aksi, mereka selalu keren.

Walaupun sebenarnya, saya agak sedikit kecewa. Karena sebetulnya, terlalu banyak percakapan yang kurang penting dalam cerita ini. Tapi, overall tema yang diangkat sebetulnya cukup bagus, meski minimnya penyelidikan dalam cerita ini. Kasus penjahitan manusia memang oke, tapi alangkah baiknya kalau adegan thriller nya agak lebih ditingkatkan sedikit. Karena (seperti buku-buku thriller yang pernah saya baca sebelumnya), adegan thriller nya rada kurang.

But, ide ceritanya sangat menarik. Endingnya juga menegangkan.
Profile Image for Keya.
9 reviews
December 22, 2022
Gila, ga ngerti lagi. KEREN BANGET!

Ini buku di series Omen yang menurutku punya kasus terngeri sejauh yang kuinget. Dari awal baca ini ga pernah bosen, bawaannya pengen cepet-cepet selesain. Bener-bener page turning parah.

Sebenernya ada banyak banget yang pengen kubahas saking kerennya ini buku, tapi aku masih gak bisa berkata-kata karena masih tercengang sama endingnya. Gila. Sebetulnya gak begitu kaget sama pelaku kasusnya karena lumayan ketebak, tapi ?@!#?;. Pengen peluk Erika (dan Val). Memang buku ini gak sempurna, ada beberapa part yang bikin aku rada bosen (sorry, Gil dan OJ), adegan baku hantamnya juga gak sebanyak yang kukira, tapi masih enjoyable!

Cliffhanger di halaman terakhir bikin aku gemes banget, gak sabar buat baca buku terakhir di series ini.

4.7! 🌟
15 reviews
February 10, 2023
Akhirnya tamat juga buku ke 6 di sela sela kelas 9 yg hectic ini. First of all, aku seneng tapi sedih liat kematian tragis nya Eliza, sedangkan Nikki masih wara wiri, emang bener kata orang klo orang jahat itu ga mati mati. Second of all, DAMN ILY DAMN, ik Damian selalu tulus sejak pertama kali kontak sama Putri but I didn't know that he'd betray his team to save Putri's life yg notabene nya musuh kubu nya dia, jujur ajah itu keren sih. Third of all, akhirnya Val bisa cerita tentang ibu nya yg jadi main villain di seri omen ini, bener bener ga disangka. POKOKNYA INI KEREN SIH BUKU NYA!!! Dan hubungan Erika sama Vik sudah ada progress ya teman teman. Terakhir, ini gimana cerita tiba tiba Nikki sama Damian dapet beasiswa???? huftttt tidak sabar namatin buku terakhir, ini series terpanjang ku tapi worth it banget buat di ikutin, ILY KAK LEXIE🖤
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Wa.
30 reviews
June 29, 2025
dibuku ini lumayan banyak titik terangnya jadi ga bikin aku bertanya tanya lagi kayak pas baca buku sebelumnya. Disini juga lumayan ngeselin yah Erikanya, walaupun ya maklum juga sih dia kepengen ngerasain keluarga utuh, tapi ya jangan terlalu lembek gitu loh. Alhamdulillah nya Erika diending epic comeback tobat, walaupun Elizanya meninggoy sih lumayan tragis tapi yah mau gimana menurutku itu keputusan yang tepat soalnya hubungannya Erika sama Eliza sudah gabisa diselamatkan lagi kalo dipenjara pun pasti hukumannya lama jadi sama aja mending dimatiin. Untuk endingnya cukup memuaskan karena akhirnya Erika balik lagi ke val dan jadi tim bareng Rima, Putri, Aya. Tapi nasib les sih diending walaupun gantung aku sudah tahu les pasti bakal jadi korbannya ibu val.
Profile Image for michella .
68 reviews3 followers
June 7, 2025
NAHHH INI DIA OMEN SERIES YANG AKU KENAL! SERU DAN MENEGANGKAN. Setelah dua buku terakhir kurang berasa ‘thrill’-nya dan berujung “meh”, di Omen #6 ini our duo dynamic is finally back! Alias Erika dan Val yang omong-omong Erika di sini such a girl-boss, suka banget sama ide-ide cemerlang nan nekat khas Erika.

Di buku ini juga akhirnya ada interaksi menggemaskan dari Ojek x Erika astaga kangen banget sama Vik! Terus suka banget sama dinamika Damian x Putri ASDFGHJKL haduh bikin greget dan GEMESIN BANGET MEREKA BERDUA INI HADUH MANA GENGSIAN SEMUA BIKIN GREGET.

AAAAA POKOKNYA LUV BANGET 🫶 Gak sabar pengen cepetan baca buku terakhirnya habis ini
Profile Image for Jefri S.
85 reviews2 followers
September 24, 2017
OKE. SETELAH 3 BUKU SEBELUMNYA MEMBUAT SAYA SANGAT JENUH, AKHIRNYA BUKU INI MEMBUAT SAYA MENDAPATKAN FEEL TULISAN KA LEX KEMBALI!!!
SANGAT BAGUS SEKALI, DIMULAI DARI JUDULNYA YANG MEMBUAT SAYA MENYIMPULKAN BAHWA ERIKA GURUH DAN VALERIA GUNTUR AKAN BERPISAH. TERUS, DENGAN ADEGAN2 YANG MENURUT SAYA TIDAK BERHUBUNGAN SAMA SEKALI, TERNYATA ITU MERUPAKAN SUATU KESATUAN YANG MEMBUAT SAYA SANGAT TAKJUB. MUDAH2AN BUKU TERAKHIR DARI SERIES OMEN INI BISA MEMUASKAN SAYA LAGIII!!!!
Profile Image for Nur Fadilla Octavianasari.
565 reviews45 followers
October 24, 2017
Oh shoot, setelah hiatus hampir sebulan dan balik dengan bacaan yangs seru itu serasa kaya perasaan ke gebetan yang terbalas *setdah.

Tapi seriusan sih, awalnya rada bosen sama sekuelnya mungkin gegara kaya kejar setoran soalnya lgsg dapet 6 bukunya buuuut.... sekarang Saya haus lanjutan serial ini...
mungkin ada yg berbaik hati mau minjemin? Saya bener2 dibuat penasaran nih, apalagi setelah baca epilognya, like.. duh!
Profile Image for Natasha.
36 reviews
April 16, 2020
Dari series 1 sampai 7 OMEN ga pernah mengecewakan.

Alur, cerita + karakter nya sangat bagus dan menarik.

Pasti membuat kepo + baper + dag dig dug banget — dan pasti ketika sudah baca gaakan bisa berhenti.


Setiap series punya cerita dan rahasia tersendiri tapi berhubungan satu sama lain nantinya. Di setiap series juga tokoh2 lain diperkuat dan dimunculkan satu per satu. pokoknya recommended parah! ❤✌

selamat membaca dan jatuh cinta! xx
Profile Image for Bella Regina.
33 reviews
April 3, 2019
Buku ini asli rame banget, dengan terkuaknya RAHASIA VALERIA SELAMA INI dan tentunya plot twist yang bikin mikir keras. Ga kalah rame dari buku-buku sebelumnya. Dan jangan lupa. Sesuai judulnya, "Sang Pengkhianat", siap-siap merasa dikhianati
Profile Image for Ica Agustin.
96 reviews
November 29, 2021
Agak sebel sih sama Erika yang jadi ogeb di buku keenam Omen Series ini. Tapi bagaimana pun, Erika memang cuma manusia biasa.

5/5 untuk buku ini karena memperlihatkan sisi manusiawi Erika, aksi Val-Rima-Putri-Aya, daan Damian Erlangga<3
Profile Image for Verena.
83 reviews3 followers
November 10, 2023
Yah memang erika tuh keren abis. Dan rima juga keren. Dia bisa menyadari apa yang sebenernya apa yang diperbuat erika, bahkan val sendiri pun yang suka mengamati hal-hal kecil tidak sadar akan hal itu. Bisa jadi karena rasa emosional yang dia rasakan. Good job erika!
1 review
September 29, 2017
sikap eliza waktu dorong erika di rel kereta api bikin aku berharap dia baik deh, eh g cuma aku aja sih si erikanya juga berharap tuh :v
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Jeevan.
17 reviews
December 18, 2022
Persahabatan nya baik banget, alur nya gak ketebak apalagi antagonis nya, tertuduh nya juga plot twist bangetttt
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Acellyn Lalluna.
19 reviews
April 4, 2024
Sesuai dengan genre remaja, kurang realistis. Tetapi cocok untuk dinikmati remaja :)
Profile Image for inas.
392 reviews37 followers
February 24, 2016
Awalnya aku waswas bakalan dragging lagi kayak seri keempat, tapi ternyata alurnya cukup naik-turun dan tetep maju, bikin penasaran, plus clueless. Foreshadow-nya kali ini nggak kalah greget juga dari seri kelima. Cuma dari dialog--*disingkat karena terlalu panjang*.

Walaupun udah disinggung-singgung di cover dengan tulisan segede itu, aku tetep ngerasain emosi yang tercampur-aduk waktu sampe ke bagian pengkhianatannya. Mungkin bisa ditebak, entahlah. Aku lebih suka memikirkan macam-macam kemungkinan, like, semua tokoh bisa jadi pelaku (termasuk Erika, meski aku bakal mendukungnya dalam melakukan apa pun karena dia karakter yang paling kusukai dari dulu). Rasanya kayak, "Iya, gue tau lo kurang ajar, tapi tega banget sih lo ngelakuin itu? Lo pikir hati orang yang lo khianati dari batu apa? Hah?!"

Kak Lexie juga menang di sudut pandang. Pergantiannya nggak sia-sia. Contoh aja, dari deskripsi Nikki yang konsisten. Tiap tokoh punya suara sendiri-sendiri. Di saat yang bersamaan, dengan cara yang berbeda, aku tetep bisa kenal kalo itu memang Nikki. Hebatnya lagi, tiap suara udah masuk ke gaya penulisannya Kak Lexie, seolah Kak Lexie bisa mewakili semua tokohnya menyampaikan apa yang mereka lakukan/pikirkan. Yep, bahkan waktu Aya nyeritain Erika, aku mafhum bahwa Erika ya emang gitu.

Dari dulu, deskripsi tentang kejahatannya sopan banget. Namanya juga Teenlit. Tapi di sini nyinggung-nyinggung soal mata, dan adegannya bervariasi, terutama pas di bagian akhir itu. Jadi aku sedikit-banyak ngebayangin dan cuma bisa nelan ludah. Ya gitu. Terus, blurb di cover belakang menurutku belum nyeritain apa-apa. Selalu ada yang lebih besar dari itu. Selalu ada yang lebih ngagetin dan bikin terenyuh dan nggak bisa move on dari ceritanya. Yang bikin greget adalah, konflik-konflik utamanya terjadi dalam dua hari sejak korban-korban berjatuhan dan rasanya singkat banget. Padahal halamannya (buat adegan-adegan penyelidikan) lumayan banyak! x3

Rahasianya Rima yang nggak bisa diungkapkan juga, meski cuma seupil dan terkesan nggak bakal digubris lagi, ternyata dipake di bagian akhir. Lagi, sederhana tapi bermakna.

Nikki nggak sekisruh di seri sebelumnya, tapi aku suka pas dia bilang "goblok". Nggak kayak gayanya Erika yang kasar dan brutal, lebih ke penuh dendam dan ngoloknya tuh tulus, sepenuh hati. Nikki banget. (Baru kali ini aku menghargai dia sebagai tokoh seutuhnya, btw. Biasanya cuma bisa sebel dan maki-maki melulu, wkwkwk.)

Ada yang bolong. Halaman 336. Aya disebutin sebagai murid XII IPS 1, padahal harusnya dia masih kelas sebelas. Kesalahan kecil sih, tapi ya... gitu.

Aku baru sadar, setelah mikirin ending-nya Erika sama Eliza, aku ngerasa seri Omen ini berjalan terlalu cepat. Kayak kurang banyak, gitu. Aku takut kehilangan. Aku nggak mau berhenti baca kisahnya Erika. Masih pengin lagi. Di sisi lain, aku ngerti harapan egoisku terlalu khayal dan nggak mungkin. Mustahil Omen bakal jadi sepanjang rel kereta api sama kabel yang melintang sepanjang jalan digabung jadi satu. Seri Omen itu kayak Bumi, planet kecil di antara zilyunan benda langit lain--nyempil, sedikit, tapi pas dan cocok untuk ditinggali. Ngasih kehidupan. Ngasih kesan bermakna yang membekas. Bikin nyaman. Bikin kangen. Bikin nggak mau beralih.

"Di dunia ini, kurasa aku termasuk salah satu orang yang paling mengerti betapa menyesakkannya rasa kesepian itu." --hlm. 33

"Aku hanya bersikap egois, dan kurasa itu oke selama aku tidak merugikan siapa-siapa." --hlm. 35

"Apa yang udah Tuhan karuniakan pada kita, ya kita terima sambil berusaha sebaik-baiknya." --hlm. 40

Dan aku setuju banget sama pernyataan Gil di halaman 279. "Mentang-mentang banyak orang nuduh ABG itu alay atau ababil, kalian menganggap remeh kata-kata kami. Padahal nggak semua kami ini alay, ababil, atau hidup nyante. Banyak juga yang hidup serius, dengan banyak masalah selain percintaan yang nggak berbalas." Seriously, kalo masih ada orang yang memandang Teenlit dengan sebelah mata, ngatain Teenlit bapernya cuma cecintaan dan galau-galauan doang, boleh lah disodorin Omen dan ditampar sama kalimat Gil ini. :)
Displaying 1 - 30 of 57 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.