Jump to ratings and reviews
Rate this book

Di Bawah Bendera Sarung

Rate this book
"Saudara-saudara sekalian yang terhormat," kata menteri yang katanya sering puasa Senin-Kamis itu memulai sambutan.

"Meskipun Bapak-bapak Kiai yang ada di sini tahajud siang-malam, belum tentu lebih mulia dari seorang yang mengerti teknologi," lanjutnya berapi-api.

Mendengar sambutan itu banyak dari kiai yang tersinggung, tapi nggak mungkin langsung mendebatnya. Menit berikutnya, para kiai satu demi satu meninggalkan ruangan. Para santri beranggapan bahwa para kiai mungkin tersinggung karena pak menteri melecehkan keberadaan mereka di mata para santrinya. Tapi, ternyata bukan. Di luar ruangan, seorang kiai berkomentar tentang sambutan sang menteri, "Mana ada tahajud siang-malam."




Apa jadinya jika seorang jebolan pesantren menuliskan pengalaman hidupnya sebagai santri dengan sudut pandang humor?

134 pages, Paperback

First published September 1, 2014

Loading...
Loading...

About the author

Nailal Fahmi

14 books11 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (38%)
4 stars
6 (46%)
3 stars
2 (15%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Apriastiana Dian.
33 reviews
December 12, 2015
Tadinya ngira kalau buku ini murni nyeritain kehidupan di pesantren, tapi ternyata cuma di beberapa bab aja. Plusnya dari buku ini mungkin dari humor Islami yang disuguhkan.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews