Jump to ratings and reviews
Rate this book

Cerita Cinta Indonesia: 45 Cerpen Terpilih

Rate this book
Beragam tema, beragam kisah terangkum di kumpulan cerita pendek Cerita Cinta Indonesia ini. Mulai dari jejak sastra hingga cerita pendek TeenLit tergores dalam 45 cerpen buah karya 45 penulis yang pasti sudah Anda kenal. Kumpulan cerita pendek ini adalah semacam bentuk syukur dan terima kasih bahwa kami masih bisa meneruskan semangat dalam berkarya.

Membaca kumpulan cerita pendek ini seakan memilih beraneka rasa dan rupa dalam sajian paket lengkap. Sebab, ada begitu terlalu banyak kisah kehidupan yang menunggu untuk diceritakan, dan yang terdapat dalam buku ini hanya sebagian kecilnya. Tak pernah cukup kisah cinta, misteri, persahabatan, dan beragam tema lainnya di dunia ini untuk ditampilkan dalam bentuk karya sastra atau cerita populer.

Apa pun rasa dan rupa yang Anda dapatkan saat membacanya, kami berharap Anda menikmati sajian Cerita Cinta dengan rasa Indonesia ini.

***

Kumpulan Cerpen ini ditulis oleh 45 Penulis GPU:
Ahmad Tohari, aliaZalea, Andina Dwifatma, Anjar Anastasia, Arswendo Atmowiloto, Ayu Gendis, Boim Lebon, Budi Maryono, Clara Ng, Debbie Widjaja, Dewi Kharisma Michellia, Dewi Ria Utari, Dewie Sekar, Dyan Nuranindya, Eka Kurniawan, Erlin Cahyadi, Esti Kinasih

400 pages, Paperback

First published October 13, 2014

28 people are currently reading
456 people want to read

About the author

Ahmad Tohari

47 books510 followers
Ahmad Tohari is Indonesia well-knowned writer who can picture a typical village scenery very well in his writings. He has been everywhere, writings for magazines. He attended Fellowship International Writers Program at Iowa, United State on 1990 and received Southeast Asian Writers Award on 1995.

His famous works are trilogy of Srintil, a traditional dancer (ronggeng) of Paruk Village: "Ronggeng Dukuh Paruk", "Lintang Kemukus Dini Hari", and "Jantera Bianglala"

On 2007, he releases again "Ronggeng Dukuh Paruk" in Java-Banyumasan language which is claimed to be the first novel using Java-Banyumasan. Toward his effort, he receives Rancage Award 2007. The book is only printed 1,500 editions and sold out directly in the book launch.

Bibliography:
* Kubah (novel, 1980)
* Ronggeng Dukuh Paruk (novel, 1982)
* Lintang Kemukus Dini Hari (novel, 1985)
* Jantera Bianglala (novel, 1986)
* Di Kaki Bukit Cibalak (novel, 1986)
* Senyum Karyamin (short stories, 1989)
* Bekisar Merah (novel, 1993)
* Lingkar Tanah Lingkar Air (novel, 1995)
* Nyanyian Malam (short stories, 2000)
* Belantik (novel, 2001)
* Orang Orang Proyek (novel, 2002)
* Rusmi Ingin Pulang (kumpulan cerpen, 2004)
* Mata yang Enak Dipandang (short stories, 2013)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
49 (23%)
4 stars
68 (32%)
3 stars
74 (35%)
2 stars
11 (5%)
1 star
8 (3%)
Displaying 1 - 30 of 47 reviews
Profile Image for Carolina Ratri.
Author 26 books40 followers
August 26, 2015
So, kalau baca siapa saja penulisnya, pasti nggak salah kalau lantas saya mengharapkan pengalaman membaca yang terbaik. Siapa sih yang nggak kenal Ahmad Tohari, aliaZalea, Andina Dwifatma, Arswendo, Clara Ng, Dewi Kharisma Michellia, dan seterusnya ini?
Bisa dibilang, this is a dream team book! Ibarat olimpiade, kayak the Dream Team basket USA diturunkan pas pertama kalinya di olimpiade tahun berapa dulu itu. Pasti akan menyajikan ramuan cerita yang wah!

Lalu, apakah ekspektasi itu terpenuhi?

Sebagian ya, sebagian nggak.
Cerita yang bikin saya berbinar, lagi-lagi datang dari nama-nama tertentu. Seperti milik Eka Kurniawan, Arswendo, Dewi Ria Utari, meski ada nama yang baru saya kenal juga tapi saya suka cerpennya, kayak Dewie Sekar dan Syahmedi Dean.

Yang lain, standar.
Beberapa masaknya terlalu lama di atas api, jadi terlalu garing.
*komen apalah ini*

Tapi overall, ya, cukup menghibur.

Review lengkap menyusul.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
November 14, 2014
Cerita Cinta Indonesia merupakan kumpulan 45 kisah terpilih dari 45 penulis yang namanya mungkin sudah tidak asing lagi karena karya-karyanya yang laris manis di pasaran atau mungkin beberapa diantaranya menjadi penulis favorit pembaca. Cerita Cinta Indonesia ini ibarat menu lengkap makanan, karena tersaji dengan 45 rasa yang berbeda, masing-masing penulis menceritakan kisah yang berbeda dan tentunya rasa yang berbeda. Mulai dari penulis senior hingga penulis baru dengan tema yang beragam dan diramu dengan “ciri khas” masing-masing. Sebagai pembaca, kita diajak membaca 1 demi 1 kisah yang diurutkan sesuai abjad penulis. Dan, hingga akhir aku cukup menikmati 45 cerita pendek ini, walau memang ada beberapa penulis yang telah “mencuri hati” dengan kisahnya.

Dibuka dengan “SK Pensiun” oleh Ahmad Tohari, yang mengisahkan tentang Pak Kirom, pensiunan mantri pasar yang diusianya 67 tahun memilih untuk menikahi Yu Jembar, janda beranak 4. Dan tentunya pernikahan Pak Kirom ini menjadi buah bibir tetangga, apalagi 1 bulan kemudian beliau ditemukan meninggal karena penyakitnya. Dan di akhir cerita, kita akan tahu alasan Pak Kirom yang sungguh bijaksana dan mengharukan dibalik keputusannya untuk menikah di usia senjanya.

Selanjutnya, masih ada 44 cerita lainnya, tetapi akan terlalu panjang jika menulisnya satu per satu. Ini 10 cerita pilihan yang berhasil menempati posisi favoritku:

1.Muse – Ika Natassa
Siapa yang tidak kenal dengan Ika Natassa, novel-novelnya sudah menjadi bestseller dan telah mempunyai tempat tersendiri dihati pembacanya. Dan kali ini, aku pun dibuat terkesan dengan ceritanya. Sederhana, tapi sungguh mengena. Konon, dalam Mitologi Yunani itu “Muse” merupakan dewa-dewi yang menjadi inspirasi terciptanya karya seni. Dan cerpen “Muse” ini mengisahkan tentang Raia Risjad dan “Muse”nya yang hilang, dan entah kenapa membaca cerpen ini, aku membayangkan Kak Ika sebagai sosok Raia. Dan aku suka dengan “twist”nya, kira-kira dibuat novel tersendiri gak ya si “Muse” ini. Kurang panjang buat kisah Raia =)

2.The Second Chance – Syafrina Siregar
Temanya sederhana, tapi “feel”nya benar-benar kerasa. Mengisahkan tentang Meity, diulang tahunnya yang ke-39, hidupnya benar-benar berantakan. Semua yang berarti dalam hidupnya hilang, dimulai dari pekerjaan yang hilang karena di-PHK, suami yang berselingkuh hingga calon bayi karena keguguran. Hidup terasa hancur, tetapi Meity bertemu dengan sosok Kei, yang hanya dalam 1 tahun mengubah hidupnya menjadi terasa special. Ah, jadi pengen cerpen ini dijadiin novel dey. Ingin tahu lika-liku perjalanan kisah Meity dan Kei yang terasa terlalu singkat dieksplor jika dalam bentuk “cerita pendek”.

3.Surat-Surat Untuk Ibu – Ayu Gendhis
Aku belum pernah membaca karya penulis sebelumnya, tapi cerpen ini cukup memikatku. Mengisahkan tentang seorang anak yang menulis surat tentang curahan hatinya kepada ibunya yang telah meninggal 3 tahun lalu tentang kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidupnya semenjak ibunya tiada. Cara penulis bercerita, seakan-akan sosok “Ibu” itu masih hidup. Mengharukan =)

4.Gelas di Pinggir Meja – Ken Terate
Ah, aku suka banget cerpen ini. Mengisahkan tentang ibu yang selalu memberi nasihat kepada anak gadisnya, tetapi anak gadisnya malah menganggap semua nasihat itu semacam takhayul. Dan ketika ternyata satu demi satu apa yang dikatakan ibunya menjadi “nyata” si anak hanya bisa terdiam. Sederhana tapi sungguh mengena.

5.Dear Audrey – Lea Agustina Citra
Mengisahkan tentang 2 sahabat yang saling mencintai tapi tidak tersampaikan. Dan sedikit berbeda dengan novel-novel dengan tema serupa, penulis membuatku tercengang dengan “twist” yang disajikan.

6.SMS – Luna Torashyngu
Mengisahkan sms yang datang di pagi hari yang mengubah hidup Aryo. Sms yang mengabarkan tentang kondisi ibunya yang sedang sakit keras dikampung halaman membuat Aryo langsung terburu-buru pulang. Dan ternyata perjalanan bertemu ibunya tidaklah mudah, sms yang terus datang dalam perjalanan membuat perasaan Aryo makin khawatir. Tapi, aku tidak suka endingnya walau bisa ketebak sey =(

7.Apalah Artinya Nama – Marga T
Cerpen ini benar-benar berbeda, membuatku jadi penasaran dibuatnya akan sosok Marga T, karena jujur belum pernah membaca karyanya 1 pun. Membaca cerpen ini, seakan-akan bertanya-tanya cerpen ini hanyalah fiksi atau memang benar nyata. Mengisahkan tentang penulis terkenal Marga T, yang ternyata memakai nama istrinya “Marga” sebagai nama penanya, dan aslinya bernama Frans. Selama ini sosoknya seakan-akan misterius dihadapan pembaca setianya. Hingga disuatu titik, Frans ingin pembaca mengenalnya sebagai Frans Dobo, bukan lagi Marga T. Tapi ternyata ada harga yang harus dibayar dibalik penggantian nama itu, termasuk royalti =)

8.Life Begins at Forty – Maria A Sardjono
Mengisahkan tentang Rety, wanita yang masih setia melajang diusianya yang hampir mendekati 40 tahun. Rety, yang masih mendambakan sosok Kresno, mantan kekasihnya yang terpaut usia lebih muda yang membuatnya ragu untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Ceritanya mudah ketebak, tapi aku suka.

9.Bahagia Bersyarat – Okky Madasari
Selalu dibuat terpukau dengan penulisan Kak Okky, tema sederhana menjadi berbeda dalam ramuannya. Kali ini, Kak Okky mencoba mengangkat tema pasangan suami istri yang telah lama menikah dan dikaruniai anak dengan “kekurangan”. Awalnya semua terasa bahagia, tapi perlahan-lahan kehangatan keluarga pun menghilang, ditambah lagi dengan keinginan sang suami untuk “menikah lagi”. Sang istri pun bertanya-tanya tentang “makna bahagia”, apakah selama ini yang dia cari? Dan endingnya, lagi-lagi mengejutkan. Benar-benar bahagia yang bersyarat seperti judulnya.

10.Wanita Terindah – Rina Suryakusuma
Rina Suryakusuma selalu menjadi penulis favoritku, dan kali ini cerpen ini pun tetap menjadi salah satu favoritku. Walau tema yang diangkat “biasa”, tapi ditangan Kak Rina mampu meramu menjadi kisah romance yang mengalir. Mengisahkan tentang seorang pria yang jatuh cinta bahkan bisa dikatakan terobsesi dengan sosok Christy, teman masa kecilnya. Namun, semua hanyalah angan belaka, Christy tidak pernah menganggapnya lebih dari seorang teman. Hingga satu hari, pria tersebut punya kesempatan untuk bisa memiliki Christy tetapi dengan cara yang tidak biasa yaitu “meracuni”.

Itulah 10 cerita favoritku dalam buku “Cerita Cinta Indonesia”. Namun, sebagai pembaca aku memang kurang terpuaskan, tapi aku menyadari kalau medium “cerpen” terlalu terbatas. Jika kita menginginkan konflik, karakter, alur bahkan cerita yang bisa jauh lebih tereksplor lebih dalam akan jauh lebih baik jika langsung membaca sebuah novel utuh.

Secara keseluruhan, kumcer ini menarik dan kurekomendasikan buat pembaca yang suka dengan bacaan yang ringan tapi mengena.

4/5 bintang kusematkan untuk “Cerita Cinta Indonesia”.
Profile Image for Teguh.
Author 10 books333 followers
October 29, 2014
1. Syukur bisa mendapatkan buku ini secara cuma-cuma. Pertama yang ingin saya komentari adalah sampulnya yang manis, jelas sekali karena sampul ini dikerjakan oleh Staven Andersen, pembuat sampul Gramedia yang selalu ciamik dan manis. Tajuk Cerita Cinta Indonesia menurut saya terlampau besar. Bagaimana pun memang ada 45 penulis lintas generasi, linta gaya kepenulisan, lintas tema, dan lintas genre (agak kurang enak mengklasifikasikan antara sastra dan popis dalam bercerita). Tapi setelah membaca hampir 3/4 bagian saya menemukan bahwa tajuk itu terlampau tinggi untuk dikatakan sebagai cerita cinta dari Indonesia. Lebih tepatnya itu adalah cerita cinta dari Jakarta dan kota besar. Kenapa? Bahkan hanya ada beberapa budaya Indonesia yang diangkat sebagai tema. Dalam pembacaan saya ada cerpen Ahmad Tohari, Jessica Huawe, Clara Ng, Ken Terate,
Tetapi bukankah Indonesia bukan hanya punya Jakarta dan kota-kota besar? Masih ada Papua (saya ingat cerpen berjudul Orok Dani, masih ada Aceh, masih ada Muara Enim, Tarakan, Kalimantan saya ingat cerpen-cerpen Sori Siregar, bahkan saya mengingat cerpen-cerpen Bali milik Oka Rusmini). Tetapi bisa dipastikan hampir semua cerpen dalam buku ini bertutut dunia urban. Fakta ingin seperti mengingatkan bahwa dunia rural selalu adalah dunia lain yang begitu jaaaaaaaaaauh dari penulis. Hanya mereka yang tinggal di rural area yang akan mengerti bagaimana cerita cinta di rural area.

2. Karena buku ini campur-campur, maka menikmatinya pun seperti menikmati es campur. Harap-harap cemas dan deg-degan bagaimana endingnya.

3. Dari 45 penulis GPU dalam buku ini (pemilihannya mungkin seperti yang disinggung Marga T dalam cerpennya, bahwa ke45 penulis dalam buku ini sudah menelurkan banyak emas bagi GPU) ternyata hanya beberapa yang sudah pernah saya baca bukunya.

4. Sebenarnya saya ingin memberi kesan per cerpen. Tapi bakal kepanjangan dan membosankan. Maka saya akan menulis yang menurutku berkesan selama aku membaca.

Cerpen pembuka SK Pensiun menurutku bukan cerpen Ahmad Tohari yang terbaik. Saya yakin masih banyak cerpen bertemakan cinta milik beliau yang lebih Ok daripada cerpen tersebut. Mengapa? Aku hanya sudah bisa menebak bagaimana Ahmad Tohari akan mengakhiri cerpen ini. Tetapi patut diacungi jempol, sebagai senior beliau tidak bosan mengangkat dunia pedesaan dan konflik sederhana. Dan mau tidak mau Ahmad Tohari pasti sudah menelurkan banyak emas bagi GPU.

Cerpen aliaZalea menurutku menarik juga. Sebenarnya saya belum pernah baca novel-novel beliau. Tapi membaca cerpen ini saya senang sekali. Mengapa? Celebrity Baby memiliki tema yang segar dan unik. Kehidupan suami-istri muda dengan istri baru saja melahirkan. Saya mengingat kasus salah seorang kawan yang berselorok sebulan setelah masa nifas istrinya habis, istrinya mengandung lagi. Istilah Jawa-nya kesundulen. Dan di cerpen ini penulis mengungkap versi modern. Aku suka.

Saya menaruh ekspektasi besar pada cerpen Andina Dwifatma (karena novelnya saya suka). Cerpen Paman Kate memberi tikungan tersendiri di akhir. Dan itu bikin kita teringat bagaimana tokoh Sorbon dalam novel Andina Dwifatma menghasut untuk membunuh.

Nama Arswendo Atmowiloto, tentu menelurkan banyak emas bagi GPU dengan novel-novel aduhainya. Cerpen ini seperti membawa kita bahwa cerpen bisa berasal dari ide yang biasa-biasa aja. Sabtu dan Minggu saling mencintai namun tidak akan bisa bersama (karena mereka adalah ibu tiri dan anak tiri). Maka rindu mereka, meski saling mencintai akan selamanya menjadi Rindu Yang Terlalu karena mereka seperti sepasang rel kereta api, selalu berdekatan tetapi tidak akan bisa menyatu. Ketidakraguan saya juga atas kebagusan cerpen Clara Ng dan cerpen Dewi Kharisma Michelia.

Dan andai pengemis tidak muncul di cerpen Tabula Rasa Debbie Wijaya, cerpen itu akan bagus. Pengarang seperti ingin memaksakan pesan dan pelajaran dari sebuah cerpen. Dan menurutku jadinya malah mengurangi keindahan cerpen dan adegan-adegan dalam kafe yang sudah cantik. Ketidakcermatan ini juga muncul di cerpen Gil A Gong. Kejadian-kejadiannya sangat dipaksakan dan seperti sebuah adegan sinetron yang muncul dengan ketidaksengajaan. Bagaimana bisa bertemu mantan pacar di bandara yang dulu pernah dihamili? Lalu terkesan dipaksakan dengan kemunculan hikmah di akhir....

Cerpen menghibur adalah cerpen Eka Kurniawan. Selalu ada nada humor di cerpen Hachiko dan Luka yang Setia. Saya justru menertawakan kekonyolan seseorang yang berlagak seperti Hachiko hingga mati. Yaa orang yang rela mati (menurut saya) hanya patut ditertawakan habis-habisan. Selain itu ada cerpen Muse yang seru dan mengejutkan ketika di ending. Bagaimana seorang penulis mendapatkan inspirasi dari aneka kisahnya? Ika Natasha memang jago sekali meramu cerita (meski saya belum sama sekali membaca novelnya). Dan cerpen Mbak Ken Terate sungguhlah asyik. Saya justru ngebayangin kalau cerpen itu dibikin film pendek. Seru. Filosofi dan maksud kejawennya dapat sekali. Dan sebagai penulis favorit saya, Maggie Tiojakin memang tidak mengecewakan dengan cerpen Persepsi.

Di buku ini pula saya mendapatkan atau baru dipantik untuk mencari siapa sebenarnya Marga T itu. Apa benar Marga T hanyalah nama pena? Karena tidak seperti biografi penulis lain, Marga T tidak menyediakan foto seperti biasa.

5. Saya mau menyukai beberapa cerpen (bukan urutan terbaik):
(1) Hachiko dan Luka yang Setia
(2) Celebrity Baby
(3) Muse
(4) Gelas di Pinggir Meja
(5) Persepsi
(6) Rindu


Sekali lagi saya hanya menyayangkan mengapa buku ini hanya diisi dengan cerpen-cerpen berlatar kota besar bukan daerah-daerah sepanjang Pulau Sabang hingga Merauke. Suku, budaya, kultur, dan local wisdom di sepanjang Indonesia tidak disinggung sama sekali.
Profile Image for ABO.
419 reviews47 followers
November 25, 2014
review ini sudah diposting di: http://ariansyahabo.blogspot.com/2014...

“Rinduku padamu adalah rindu langit pada bumi. Ia mengirimkan hujan, yang seperti air mata tangisan. Bahkan kalau jatuh di laut, ia menjadi ombak, selalu menyerbu ke bumi, ke tanah, dan masuk ke dalamnya.” – Hal. 33

Buku ini berisi 45 cerita pendek karya 45 penulis yang sudah meramaikan dunia perbukuan Indonesia dengan karya-karya mereka. Penulis-penulis yang terlibat dalam kumpulan cerpen ini pasti telah kalian kenal atau telah kalian baca tulisan-tulisan mereka atau bahkan merupakan penulis favorit kalian.

Mari lupakan sejenak cerpen-cerpen di dalamnya, saya telah dibuat terharu ketika membaca bagian “Kata Pengantar Penerbit”. Saya merasa bangga bisa menjadi pembaca buku terbitan penerbit yang telah berdiri selama 40 tahun ini. Saya masih ingat betul buku terbitan Gramedia pertama yang saya beli; terjemahan Which Witch-nya Eva Ibbotson. Bisa dibilang GPU telah menjadi bagian dari hidup saya dan berperan besar membentuk saya menjadi seorang penggila buku seperti sekarang sejak saat itu.

Saya pikir saya sudah terlalu banyak membicarakan diri saya sendiri, saatnya untuk membahas buku ini. Seperti yang telah kalian tahu dan seperti yang telah saya tulis di atas, buku ini terdiri dari 45 cerpen. Bayangkan! 45 cerpen. Itu termasuk jumlah yang banyak untuk sebuah buku kumpulan cerpen.

Buku ini menawarkan tema dan rasa yang berbeda-beda. Nasihat Nenek karya Clara Ng dan Asylum karya Lexie Xu merupakan cerpen yang mengundang rasa mencekam, atmoster horornya sangat kerasa buat saya. Di jejeran “galau maker” ada Rindu yang Terlalu - Arswendo Atmowiloto, Gerimis yang Ganjil - Budi Maryono, Rindu – Dewi Kharisma Michellia, Hachiko dan Luka yang Setia – Eka Kurniawan, Muse – Ika Natassa dan Gadis dan Pohon Jambu – M. Aan Mansyur. Beberapa penulis yang saya kenal sebagai penulis teenlit, cerpen-cerpennya tampil beda di buku ini seperti Tabula Rasa – Debbie Wijaja, Savana – Dyan Nuranindya, Gelas di Pinggir Meja – Ken Terate, SMS- Luna Torashyngu dan Letting Go – RisTee.

Ada pula cerpen-cerpen menarik lain yang berhasil memukau saya; Dua Garis – Jessica Huawae yang membuat saya muak. Bukan muak karena cerpennya tetapi karena apa yang diceritakan di cerpen tersebut memang merupakan kenyataan sebenarnya. Persepsi – Maggie Tiojakin yang bermain-main dengan persepsi pembacanya. Apalah Artinya Nama – Marga T. membuat saya penasaran berapa persentase kebenaran di cerpen ini karena saya sama sekali buta soal sang penulis. Terakhir ada Bahagia Bersyarat – Okky Madasari yang membuat saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri, apa arti sesungguhnya bahagia itu? benarkah saya sudah merasa bahagia di kehidupan saya sekarang?

Eits, bukan berarti cerpen-cerpen yang tidak saya sebutkan jelek ya, hanya saja terlalu panjang jika saya harus mengulas satu per satu cerpen di buku ini. Lebih baik kalian sendiri yang membuktikannya. Saya sendiri merasa puas setelah menyelesaikan buku ini. Bahkan penulis-penulis yang karya-karya sebelumnya dari mereka kurang saya sukai mampu membuat saya menikmati setiap cerita singkat yang mereka tuturkan.

Buat saya buku kumpulan cerpen ini merupakan kado manis spesial yang sengaja dibuat untuk kita, para pembaca. Saya pribadi mengucapkan terima kasih pada GPU untuk kado manisnya ini. Terima kasih karena telah menjadi salah satu bagian dari kehidupan saya sampai sekarang. Terima kasih karena beberapa cerpen di buku ini cukup berhasil mengobati kerinduan saya akan tulisan para penulis-penulis favorit saya. Terima kasih.

“Ketika kau akhirnya tahu siapa yang akan mencintaimu untuk selamanya dan berada di sisimu sampai kapan pun, apa hatimu tidak akan tergerak untuk menghabiskan sisa hidupmu dengan orang itu sampai ajal menjemputmu?” – Hal. 91-92

RATING 5/5
Profile Image for Fauziah Ramadhani.
38 reviews20 followers
May 19, 2019
Setelah pertama kali membaca buku ini—mungkin hampir 4 tahun yang lalu—dan menggeletakkannya sembarangan hingga halamannya menguning, akhirnya aku benar-benar menyelesaikan buku ini! HUAHAHAHAHA!

Aku membeli buku ini dengan harga yang tergolong tidak murah, 110.000 kalau tidak salah. Meski tidak murah, aku tetap yakin bahwa isi buku ini akan menebus habis jumlah uang yang ku keluarkan. Bagaimana tidak? Buku ini berisi 45 cerita pendek, sebagian penulisnya adalah nama-nama yang sudah lalu lalang di jagad sastra Indonesia. Selain itu, buku ini juga sebuah selebrasi 40 tahun GPU, tidak akan main-main, kan?

Pendapatku?
Buku ini memang bagus! Cerita-ceritanya memiliki plot yang bermacam-macam namun tetap memiliki keterkaitan dengan tema besarnya "Cerita Cinta Indonesia". Ada yang berujung sedih dan memilukan, ada yang kelewatan bahagia macam cerita-cerita FTV atau Teenlit. Ada yang menceritakan cinta pada kekasih, ada juga yang sesederhana pada Bapak atau Ibu. Namanya juga cinta, tak memandang siapa atau kapan, maka rasanya harus nano-nano, bukan? Di awal membaca buku ini, aku begitu bersemangat. Ku baca berurutan sesuai dengan halamannya. Namun sayangnya, ada yang tak ku antisipasi dari awal, yaitu kebosanan.

Bayangkan saja, buku ini berisi 45 cerita pendek, cukup banyak dan cukup tebal. Buku ini memang menggandeng penulis-penulis besar dari berbagai kalangan macam Ahmad Tohari, Eka Kurniawan, Ika Natassa, Aan Mansyur, dan Okky Madasari. Namun, buku ini juga membawa nama-nama penulis lainnya dengan genre yang berbeda pula. Urutan ceritanya diurutkan berdasarkan abjad nama pengarangnya, sehingga kau akan menemukan Ahmad Tohari di awal cerita dan Wiwien Wintarto di cerita paling akhir. Yang ku sayangkan adalah betapa carut-marutnya emosi yang harus ku keluarkan pada buku ini. Ritme yang harus ku ikuti pun tidak karuan: kadang satu cerita membuat bahagia, lalu cerita selanjutnya terasa cepat, satunya lagi teramat panjang tapi terasa kering, ada juga yang membuatku menangis, sisanya biasa saja.

Setelah menamatkan halaman 176, atau sekitar 21 cerita. Aku tak lagi membaca berdasarkan urutan halaman buku ini. Ku baca saja sesukaku, toh tidak ada peraturan untuk membacanya sesuai urutan. Aku memilih cerita-cerita dengan penulis yang kondang atau judul yang nyeleneh. Jadi, meski nanti ceritanya biasa saja, aku tak akan kecewa karena apapun itu akan terasa seperti kejutan dalam kaleng lotre. Berbeda jika aku membaca berurutan seperti sebelumnya, rasanya seperti dipaksa membaca.

Mungkin, membuat buku-buku kumcer seperti ini, memang diharuskan untuk selektif dalam pemilihan karya yang diterbitkan agar tidak terasa seperti ada "gap" antar cerita satu ke cerita lainnya. Sejauh ini, aku biasa membaca buku-buku kumcer dengan satu pengarang seperti Kukila-nya Aan Mansyur, Madre-nya Dee Lestari, atau Aku Ingin Badai-nya Handry TM. Jadi aku belum pernah membaca buku kumcer dengan banyak pengarang. Sekarang aku tau, sepertinya aku memang kesulitan mengikuti alurnya.

Urutan cerita-cerita yang paling ku favoritkan dalam buku ini:
1. Ratih Kumala - Bau Laut
2. Ahmad Tohari - SK Pensiun
3. Anjar Anastasia - Yu Ngatemi
4. M. Aan Mansyur - Gadis dan Pohon Jambu
5. Eka Kurniawan - Hachiko dan Luka yang Setia
6. Arswendo Atmowiloto - Rindu Yang Terlalu
7. Syahmedi Dean - Lukisan Menangis

Nah, sepertinya 7 saja cukup. Lainnya, silahkan eksplor sendiri. Akhir kata, selamat membaca dan selamat jatuh cinta!
Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
October 16, 2014
Selain kertasnya yg berukuran lebih besar, ke-fullcolour-an buku ini juga yang bikin harganya lumayannnn. 110k boook.

Overall sih suka ya. Bener-bener kumcer terpilih. Walaupun saya bacanya lompat-lompat. Hap hap hap. Gak ngurut.

Pertama buka segel aja saya langsung cari abjad I, Ika Natassa. Ga sabar bgt pengen baca Muse-nya. Dan hasilnya ya surprisingly superb.

Sorry to say that Love X nya Mia Arsjad kerasa kurang greget dan standar :|. Sayang banget, padahal tulisan Mia adalah salah satu yang kepengen banget saya baca.


Kalian wajib baca cerpennya: Luna Torashyngu, Lea Agustina, Esti Kinasih, Okky Madasari, Dewi Kharisma, Clara Ng, Marga T, Shandy Tan, Nina Addison,dan masih banyak lagi...
Profile Image for liez.
180 reviews20 followers
October 22, 2015
Saya bukan penikmat kumcer, tapi buku ini saya beli dengan ekspektasi tinggi (siapa sih yang nggak tergiur dengan nama-nama penulis yang keroyokan nulis buku ini?) dan perasaan saya campur aduk saat membaca. Datar, flat, bingung, terkadang ada yang tidak saya mengerti, walau ada beberapa yang saya suka.

Cerpen favorit :
Sk pensiun, bahagia bersyarat, gadis dan pohon jambu, apalah arti sebuah nama, persepsi, life begins at forty.

Nasihat nenek mengingatkan saya pada insidious. Ada kengerian yang saya rasakan ketika membaca wanita terindah. Dari karma membuat saya belajar bahwa setiap perbuatan/perkataan akan ada balasannya. Dua garis sangat tepat menggambarkan orang2 yang selalu kepo dengan kehidupan orang lain.

Dan kumcer ini membuat saya ingin membaca buku-bukunya Ahmad Tohari dan Eka Kurniawan.

review selengkapnya
Profile Image for Nagisa Paramita.
86 reviews4 followers
October 24, 2014
Kumpulan cerpen yang bagus, variatif dan memenuhi rasa haus akan bacaan yang bagus!
Nggak heran sih, penulisnya juga merupakan penulis anyar Gramedia.

Di setiap cerpennya, saya merasa saya dituntun dan dijebak dengan sengaja. Cerpen-cerpennya menuturkan kisah yang tidak biasa.

Cerpen favorit saya :
1. Muse by Ika Natassa
2. Hachiko dan Luka Yang Setia by Eka Kurniawan
3. Jerat by Esti Kinasih
4. Gelas di Pinggir Meja by Ken Terate
5. Janji Dalam Kotak Kosong by Mira W.
6. Bau Laut by Ratih Kumala.

Sempat memiliki sedikit kekecewaan dengan cerpen yang kurang riset, tapi saya puas!

4 bintang!
Profile Image for Annisa.
38 reviews8 followers
January 3, 2015
45 short love stories from 45 writers.
Do not expect for greatness, please.

Some stories are great, while some others are just so-so.
This is the reason why this book is tiring.
Having too many different kind of styles and stories, this book is pretty much similar to a 'random option' in a treadmill exercise.
Sometimes it could be too fast, too slow, flat or even 'up to the hill we go'.

Not to mention that short love stories means short. Quick. At a glance. Blip!

Would be better if this book is arranged, sorted, not on the writers name basis, but on genre basis.
Profile Image for Jessica.
1,219 reviews40 followers
March 29, 2025
di awal sih manis-manis cerpennya. makin ke belakang kok campur aduk sama horor ya. ternyata memang benar tentang cinta dan segala jenis bentuknya yang macem-macem. ada cinta yg polos, cinta tulus, cinta obsesi hingga mengakibatkan kematian.

paling serem sih yg dua mata itu, klo ga salah. ga nyangka plot twistnya
Profile Image for Afifah.
409 reviews17 followers
March 22, 2020
Untuk buku dengan judul 'Cerita Cinta Indonesia', tidak terlalu banyak cerita terkait cinta yang aku ingat dan sukai dari buku ini. Justru lebih banyak kisah misteri yang terlalu menyeramkan dan membuatku sulit tidur.
Jadi 3 dari 5 bintang.
Profile Image for Aida Fajriyatin.
113 reviews
January 25, 2018
Cerpennya ada yang sedih, seram, mind-blowing, comedy.
That's the point~ Cerita cinta Indonesia xD beraneka gaya kepenulisan tapi tetap satu, Indonesia..
Yang keren SK Pensiun, Muse, dan Ojek~~~
Profile Image for Hidya Nuralfi Mentari.
149 reviews15 followers
December 13, 2014
Membaca empatpuluh lima cerpen dalam satu buku bukanlah sebuah hal yang mudah. Dalam satu waktu, kita dibuat seakan melewati cerita demi cerita dengan meloncat. Dan membaca buku yang memiliki adegan klimaks empatpuluh lima kali yang berbeda-beda itu ternyata menimbulkan sensasi yang menyenangkan sekaligus menjengkelkan. Menyenangkan karena kita seolah mendapat banyak bonus dari setiap cerita itu, dan menjengkelkan karena di saat ada satu cerpen yang kita sukai, pada akhirnya harus berakhir dengan singkat.

Ditambah lagi, setiap penulis memiliki karakteristik yang berbeda dalam menuliskan ceritanya. Ada yang tenang, menggebu, witty, nyastra, pop, slow dan lain-lainnya. Begitupun genre-nya, mulai dari teenlit, young adult, metropop, adult, family, horror, thriller, dan lain sebagainya! Ya, overall, saya mendapatkan sebuah sensasi yang menyenangkan saat membacanya.

Meski begitu, sayangnya, saya tidak menenemukan cerpen yang benar-benar straight to my heart. Rasanya tidak ada yang benar-benar 'jleb' di hati. Bagus, sih, pastinya. Tapi saya (pribadi) tidak menemukan jleb momentnya.

Well, walau begitu, saya tetap mengantongi (setidaknya) 10 cerpen yang menjadi favorit saya dalam segi cerita ataupun penulisannya. Saya urut berdasarkan abjad nama penulis, ya.

1. Rindu yang Terlalu (Arswendo Atmowiloto)
2 Gerimis yang Ganjil (Budi Maryono)
3. Nasihat Nenek (Clara Ng) ps: saya merinding benerrrrr baca ini :|
4. Muse (Ika Natassa)
5. Dua Garis (Jessica Huwae)
6. Gelas di Pinggir Meja (Ken Terate)
7. Dear Audrey (Lea Agustina Citra) ps: duhhh ini sih temanya yang nggak bisa saya tolak! Hahaha. Friendzone detected. Meski twistnya......
8. Persepsi (Maggie Tiojakin)
9. Pilihan (Retni SB) ps: entah kenapa selalu suka aja sama tulisan khas Mbak Retni. Padahal ceritanya nggak gitu spesial :]
10. Karma (Shandy Tan)

Btw, saya penasaran dengan cerpennya Marga T yang bertajuk Apalah Artinya Nama. Booook, itu beneran kisahnya bukan, ya?

Oh ya, ada juga cerita yang saya gagal paham :| contohnya cerita Mbak Wie (Dewie Sekar) yang judulnya Pemburu Hiu. Ada yang bisa jelaskan ke saya maksud endingnya itu, tidak? :| apa maksudnya si pria itu ternyata........ Hm. Okey. Padahal saya termasuk salah seorang penggemar tulisan Mbak Wie yang kocak itu. Tapi di buku ini saya seperti kehilangan khasnya. Hehehe. Dan, ah, saya benar-benar tidak bisa berpaling dari kekhasan tulisan Mbak Retni dan Bang Dean♥

Kalau berbicara kekurangan, rasanya saya masih menemukan typo kesalahan eyd. Tapi lupa saya catat ;p dan, duhhh, kalau ada satu hal yang boleh diprotes, saya ingin memrotes font-nya yang agak terlalu kecil dan kurang tebal. Cepat mengundang kantuk di saat-saat tertentu. Kalau sedikit ditebalkan, mungkin akan lebih nyaman dibaca.

Yah, 4 bintang untuk keseluruhannya^^
Profile Image for Irma Agsari.
119 reviews17 followers
January 23, 2016
Re-reading this book for the sake of my curiosity towards Kak Ika Natassa's pollstory on twitter, hoping for some clue (I thought) I could find--yang justru semakin bikin penasaran karena walaupun tokoh utamanya sama, setelah saya baca ulang ternyata agak berbeda; di cerpen "Muse" sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama, semakin nggak bisa nebak deh T.T

Anyway, setiap baca kumpulan cerpen, saya jarang sekali menghabiskan isinya dalam sekali waktu. Biasanya selalu saya selingi dengan bacaan lain, dan CCI ternyata adalah salah satu yang lumayan lama tertimbun :p
Berikut ini beberapa cerpen yang dulu saya baca :
Love, X
Karena Darren
Muse
SK Pensiun
Paman Kate
Yu Ngatemi
Rindu yang Terlalu
Jerat
Savana
Cinta untuk Rere

Mungkin setelah membaca cerpen-cerpen tersebut, datang bacaan baru, lalu saya lupa membaca cerpen lainnya. Tapi karena clue yang tidak saya dapatkan tadi, akhirnya hari ini malah saya habiskan dengan membaca semua cerpen di buku ini, yang ternyata bagus-bagus! So refreshing. Hampir semuanya menarik, dan ternyata ada beberapa yang berkategori teenlit (kangen banget, I used to read their books all the time!)
Lumayan untuk bacaan weekend. 3.5/5 bintang.
Profile Image for Ayu Fitri.
Author 8 books12 followers
April 13, 2015
4 bintang dari aku.
Ya ampun, kumcer berbagai genre ini bener-bener oke banget deh.
Serius!

Ada 45 cerpen dari 45 penulis dan aku lupa kalo disuruh milih beberapa yang aku suka banget.
Kudu buka daftar isi dulu nih saking banyaknya judul.

Oke, untuk yang genre full drama, favoritku cerpen karangan Ahmad Tohari: SK Pensiun.

Untuk yang genre drama komedi, favoritku cerpen karangan Boim Lebon: Aku Rela Jadi Dangdutmu.

Sebenernya banyak cerpen lain yang aku suka.
Genrenya macem-macem.
Sebut aja Tabula Rasa; Apalah Artinya Nama; Love, X; Asylum; SMS; Rindu; Hachiko dan Luka yang Setia; Cinta untuk Rere; Muse; Dua Garis; Lukisan Menangis.. kok banyak ya ternyata?

Pokoknya di mataku tiap cerita punya nilai plus-nya sendiri.
Aku belajar banyak dari berbagai tema dan karakter yang ada di 45 cerpen ini.
Jadi ketagihan baca kumcer nih :D

http://thecloudsinautumn.tumblr.com/p...
Profile Image for Vanda Kemala.
233 reviews68 followers
March 23, 2015
Baca buku ini serasa makan gado-gado. 45 cerita dari 45 penulis Indonesia di satu buku. Pun 45 gaya kepenulisan yang beda-beda pula.

Berhubung judulnya aja Cerita Cinta Indonesia, isinya sudah pasti soal cinta. Uniknya, cinta di sini nggak melulu soal cinta lelaki-perempuan, tapi ada cinta profesi, ibu/ayah-anak, binatang, bahkan Tuhan. Nunjukkin banget kalau cinta itu punya arti yang maha luas.

Tulisan diurutkan sesuai abjad dari 45 penulis, jadi nggak ada dominasi penulis senior atau junior. Mau dibaca urut dari depan, bisa. Mau dibaca acak, juga sama enaknya.

Ending cerita, nggak selalu bahagia. Tapi bukan berarti yang endingnya nggak bahagia itu ceritanya nggak bagus lho! Ada beberapa yang endingnya ngilu-ngilu gimanaaaa gitu, malah jadi favorit.

At least, buku ini secara keseluruhan nunjukkin kalau cinta itu nggak melulu manis, tapi yang nggak manis pun, juga punya "cerita indahnya" sendiri. Begitu pun di dunia nyata.
Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
May 28, 2015
Pokoknya semua nama pengarang indonesia yang pernah menerbitkan karyanya di GPU ada di sini, dari novel-novel jaman dahulu kala seperti Marga T, Mira W, S. Mara Gd., atau Maria A. Sardjono sampai para pengarang novel teenlit atau metropop seperti aliaZalea, Mia Arsyad, Lexie Xu dan Ristee. Yang novelnya biasanya agak sedikit lebih berat seperti Ahmad Tohari, Eka Kurniawan, Maggie Tiojakin, Okky Madasari atau Ratih Kumala juga ada. Lengkap deh.

Karena gak terlalu sering baca teenlit, chicklit atau metropop, kumcer ini jadi penting untuk berkenalan dengan para pengarang tersebut, yang namanya sudah sering kulihat tapi belum pernah kubaca. Beberapa nama sekarang kusimpan, kapan-kapan pengin baca juga novel-novel mereka.
Profile Image for Nidos.
300 reviews78 followers
January 7, 2016
45 short stories from 45 authors, it's way too naive to expect them all to be good. Most of them are famous for their novel, maybe that's why they got trouble delivering their ideas in a lot shorter way. Anyhow, Marga T, Ken Terate and Okky Madasari are the most exceptional for me, besides its alfa & omega which are quite remarkable to start and end the book.

What I like about this book is that it does offer us a lot of things. Once in a while we need to have a sip of those which--we usually think--aren't our cups of tea.

The problem was its size--too big to travel with--and its bookmark--too small for a book this size, don't you think?

Got this one the week it was released and finished it just now, ergo I wasn't that impressed. Three stars for this foodcourt kind of writing.
1 review
November 2, 2014
Awal lihat bukunya agak terganggu sih dengan ukurannya yg lebih besar dibanding ukuran novel pada umumnya. Selain itu harganya lumayan euy, lumayan menguras dompet :). Tapi pas lihat isinya yang full colour dan pas melihat nama-nama penulis yang terlibat didalamnya, sebandinglah dengan harganya yang lumayan. Apalagi pas mulai baca cerpen-cerpennya, langsung nggak mau berhenti sebelum selesai membaca semuanya :). Walaupun bacanya nggak sesuai abjad alias loncat dari penulis A ke I terus ke S dst :). Sebandinglah harga yg mahal dengan kualitas buku dan cerpen yang dimuat. Nggak bakal menyesal beli CCI :).
Profile Image for Lina Maharani.
274 reviews15 followers
April 17, 2015
when love transform into many kind of form, they were still called 'love'.
tidak dipenuhi kisah-kisah manis semata namun juga kisah pilu, sendu, kelabu juga berwarna-warni seperti pelangi. Cinta bukan hanya soal rasa sayang, mengasihi org atau pertautan hati. Disini cinta hadir dalam bentuk yang mungkin selama ini tidak pernah disebut sbg 'cinta' tapi sejujurnya cinta tlah hadir dimana-mana bersama kisah, apapun wujudnya. :)
Profile Image for Cinthya Yuanita.
39 reviews4 followers
May 12, 2015
 Menarik! Empat puluh lima penulis menuangkan kisah yang berbeda dalam satu kumpulan cerita. Banyak nama yang sudah tidak asing. Barangkali itulah yang menjadi salah satu nilai jual buku ini. Tapi, justru yang membuat saya tersentak dan terkesan adalah karya-karya dari beberapa nama yang tidak pernah saya dengar sebelumnya. Sejauh ini, Budi Maryono dan Ken Terate lah yang membekaskan kesan paling kuat untuk saya.
Profile Image for Citra Rizcha Maya.
Author 5 books23 followers
September 19, 2016
Ada macam-macam cerita juga gaya berceritanya.

Dari 45 cerpen saya memiliki 7 cerpen favorit;
tiga teratas karena apa yang diceritakannya,
empat dan lima karena gaya berceritanya,
dan enam tujuh karena ceritanya menghibur.

1. SK Pensiun, Ahmad Tohari
2. Hachiko dan Luka yang Setia, Eka Kurniawan
3. Paman Kate, Andina Dwifatma
4. Muse, Ika Natassa
5. Dear Audrey, Lea Agustina Citra
6. Aku Rela jadi Dangdutmu, Boim Lebon, dan
7. Ojek, Iwoq Abqary
Profile Image for Ariany Wisesa.
24 reviews39 followers
November 3, 2014
suka banget sama bukunya...ada bbrp cerita yang bikin gemas, terharu dan ada juga yang bikin ketawa ngakak sendirian sambil baca bukunya. cerita2 yg paling disuka:
1. Celebrity baby
2. aku rela jadi dangdutmu
3. jerat
4. muse
5. ojek
6. gadis dan pohon jambu
7. apalah arti nama
8. life begins at forty
9. love, x
10. the second chance
11. lukisan menangis
Profile Image for Yuli Pritania.
Author 24 books286 followers
May 1, 2015
Awalnya ragu mau beli, soalnya takut ketipu lagi kayak insiden Autumn Once More. Apalagi dengan harganya yang selangit. Tapi demi melihat nama aliaZalea dan Esti Kinasih, saya bela-belain beli.
Lagi males bikin reviu panjang-panjang. Pokoknya ini kumcer okelah, nggak rugi buat dikoleksi. Dan, favorit saya tetep karyanya Mbak aliaZalea. Revel dan Ina beneran perlu sekuel yang lebih panjang >.<
Profile Image for Rei.
366 reviews42 followers
September 29, 2015
yang pertama kelihatan tentunya nama Ahmad Tohari, Okky Madasari, Arswendo. baiklah, berapapun harganya akan kubeli. tapi ternyata harapan saya terlalu tinggi dan review buku tentang topik yang beragam memang nggak bohong. saya juga bereaksi beragam, ada Woow, oh okay, hmm, dan kebanyakan sih Whaaat?! tapi lumayan menghiburlah, hanya ekspetasi yang terlalu tinggi jadi kecewa sendiri
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book267 followers
June 24, 2016
Nama-nama penulis beken dari GPU, seperti Ika Natassa, Eka Kurniawan, Primadonna Angela, sampai angkatan lawas macam Mira W, S Mara GD, dan Marga T masing-masing menyumbangkan cerpen untuk dikompilasi dalam buku ini. Tema utamanya memang cinta, tapi masing-masing cerpen punya keunikan untuk mengeksekusi tema itu.
Sulit memilih cerpen terbaik. Semua bagus. Buku ini memang layak untuk dikoleksi.
Profile Image for Adek Fbree.
159 reviews
July 15, 2016
Bnar2x kumpulan cerita cinta, semua "warna" ada, komplit. Dari dark romance, rom-com, keluarga, sahabat, religi, platonic, sampe yg udah pindah alam pun ada (^ ^ ¡). Anehnya, cerita yg ada horrornya pun malah terlihat indah (yahh.. masih agak bergidik jg sih). Serasa lg melihat warna warni pelangi dlm bentuk tulisan. Bravo utk ke-45 penulisnya.
Displaying 1 - 30 of 47 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.