Jump to ratings and reviews
Rate this book

Moon in the Spring

Rate this book
Di malam bulan purnama, seorang dewi terjebak bersama seorang pria berhati dingin dan licik di permukaan bumi.

Dewi Langit, Pria Bumi, lalu Malaikat Kematian….



Apakah wanita itu benar-benar tunanganku?

Pria itu bernama Kang Min-Hyuk, pria berhati dingin dan licik. Ia tidak tampak terkejut ketika tunangannya bangkit dari kematian. Ia tidak memiliki perasaan apa pun kepada wanita itu. Akan tetapi sesudah kejadian itu, wanita itu terlihat seperti wanita lain. Dan wanita itu tidak pernah bisa hilang dari pikirannya.



Apakah pria itu akan berhasil mengetahui identitasku yang sebenarnya?

Ji-Wan melanggar peraturan langit dan turun ke bumi untuk menggantikan posisi seorang wanita yang meninggal. Di sana, ia bertemu dengan Min-Hyuk, tunangan wanita yang ia gantikan. Sejak bertemu dengannya, Ji-Wan tahu bahwa pria itu adalah orang yang tidak mudah untuk dihadapi. Walaupun begitu, Ji-Wan berniat untuk bisa terus bertahan di dunia manusia… meski ia merasa lelah.

405 pages, Paperback

First published September 25, 2014

9 people are currently reading
157 people want to read

About the author

Hyun Go Wun

5 books39 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
55 (27%)
4 stars
71 (35%)
3 stars
61 (30%)
2 stars
9 (4%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 30 of 45 reviews
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
June 1, 2015
Dal-Hee adalah calon dewi bulan di langit, dia harus menempuh tujuh kali reinkarnasi agar bisa menjadi dewi seutuhnya. Sifatnya yang keras kepala dan bertindak semaunya sendiri, tak jarang membuat kaisar langit murka, Dal-Hee juga tak sabaran, sering kembali ke langit sebelum waktunya tiba ketika dia bereinkarnasi menjadi manusia sehingga menunda gelarnya. Berbeda dengan sang kakak, Hae-Song, sang matahari, dia malah menjadi contoh teladan dan sangat patuh akan peraturan langit. Walau mempunyai kekurangan, ada kelebihan Dal-Hee yang membuat dia selalu dimaafkan, dia selalu jujur dan suka menolong orang lain, contohnya adalah ketika dia berbuat onar sekali lagi. Dia mendengar ada manusia di bumi yang meminta pertolongan, suaranya terdengar sangat putus asa, Dal-Hee tidak bisa membiarkan, dengan gegabah dia turun ke bumi, membiarkan gelarnya tertunda lagi.

Yoon Ji Wan dinyatakan meninggal, tidak ada yang bersedih akan kematiannya, baik ibu dan saudara tirinya, terlebih tunangannya sendiri, Kang Min-Hyuk. Bukannya berduka, mereka malah meributkan siapa yang akan mewarisi perusahaan dan harta peninggalan ayah Ji Wan yang sebelumnya diwariskan kepadanya. tetapi, berselang beberapa saat tiba-tiba Ji Wan sadar. Ada penghuni baru di tubuh Ji Wan, dialah Dal-Hee, calon dewi yang sering berbuat onar. Dal-Hee tidak tahan ketika Ji Wan meminta pertolongannya. Dal-Hee memang sudah melanggar prosedur ketat reinkarnasi dan masuk begitu saja ke tubuh manusia tanpa ijin. Dal-Hee tahu kalau hukumannya kali ini akan jauh lebih berat, tapi dia tak bisa menolak permintaan terakhir Ji Wan, Ji Wan tidak tahan menghadapi tunangannya, dia sangat takut dengan sosok lelaki yang sangat dingin tersebut, lebih baik mati saja. Permintaan terakhir Ji Wan adalah agar Dal-Hee mamanusiakan Min-Hyuk.

Min Hyuk adalah lelaki yang sangat jahat, serakah dan manipulatif. Dia setuju bertunangan dengan Ji Wan karena ingin merebut hartanya, karena Ji Wan adalah tipe wanita penurut. Tidak ada yang meyukai Min-Hyuk, ibu dan saudara tirinya pun juga takut kalau berdekatan dengan dirinya. Memang bukan tugas yang mudah bagi Dal-Hee, Min-Hyuk seperti tak tertolong, dia dingin sekali, membuat orang lain terintimidasi akan kehadirannya. Dal-Hee sudah berjanji akan memenuhi permintaan terakhir Ji Wan, dengan menggunakan tubuhnya, serta bantuan dari Malaikat nomor 2999, Dal-Hee berjuang agar Min-Hyuk bisa menjadi manusia yang baik dan bisa mencintai orang lain.
Setiap manusia sudah memiliki takdirnya masing-masing. Begitu pula dengan usia manusia, usia hidup dan mati manusia pun telah digariskan oleh takdir. Akan tetapi bisa juga semua kembali kepada tekad dan niat yang dimiliki manusia itu. Nasib seorang manusia bisa berubah katika ia mau bertarung dengan dirinya sendiri. Namun, semua akan berbeda ketika manusia itu sendiri ingin menyerah menjalani hidupnya.

Saya tidak tahu apakah buku ini retelling dari sebuah dongeng atau cerita rakyat Korea, karena ketika membaca sinopsis dan bagian prolog, saya merasakan buku ini seperti dongeng. Dari segi cerita saya sangat suka sekali, menginggatkan akan salah satu drama Korea favorit saya, 49 Days, di mana ketika tubuh seseorang mengalami koma, jiwanya berkelana, sang malaikat maut memberi sebuah misi agar bisa hidup kembali, dia harus mengumpulkan tiga tetes air mata dari orang yang benar-benar mencintai dirinya, kecuali dari keluarga dalam waktu 49 hari. Yah sedikit mirip dengan misi Dal-Hee, hehehehe.

Dimulai dari bagian yang saya sukai, karakter para tokohnya, hampir semuanya menarik. Saya suka sekali perkembangan karakter Min-Hyuk, perkembangan hubungannya dengan Ji Wan, usaha Dal-Hee untuk memanusiakan dirinya, karena emang beneran kerasa dan prosesnya pun bertahap. Min-Hyuk mulai merasakan perbedaan Ji Wan sebelum dan setelah koma, mulai tertarik, mulai cemburu ketika ada orang yang selalu dekat dengan Ji Wan, kemudian dia tidak ingin jauh-jauh dari Ji Wan. Latar belakang sifatnya yang jahat pun tidak luput diceritakan oleh penulis sehingga kita bisa merasakan kesedihan yang dialami oleh Min-Hyuk, yang menyebabkan ia menjadi sosok yang terlalu kasar dan jahat. Dal-Hee pun tak kalah menyenangkan, dia sosok yang humoris, bagian yang bikin saya mesam-mesem akan tingkah polosnya adalah ketika dia bekerja pertama kali di bioskop dan dia memergoki seseorang menyelonong seenak sendiri memasuki bioskop, padahal orang tersebut adalah pemeran utama film yang sedang ditayangkan, gara-gara insiden tersebut dia dipecat tetapi sang aktor malah mengejarnya.

Walau kelebihan buku ini ada di ide cerita dan karakter, kekurangannya pun tak jauh-jauh dari kelebihan. Cukup banyak tokoh yang bermunculan, yang disayangkan penulis hanya mengekspos beberapa saja, padahal kalau bagian mereka difokuskan ke dalam cerita, buku ini akan lebih berwarna. Saya mengharapkan porsi Hae-Song, sang matahari dan Malaikat nomor 2999 lebih banyak, peran mereka dibuat lebih berarti lagi. Saya bisa sedikit mengerti kenapa penulis menghadirkan sosok Seok-Hwan, sang aktor dan cinta pertama Min-Hyuk, Seo-Yeon ke dalam cerita, penulis ingin menggambarkan masa lalu Min-Hyuk lewat mereka berdua tetapi kehadiran mereka malah menggeser peran Malaikat nomor 2999 yang di awal cukup banyak.
"Pada dasarnya dia bukan orang jahat."
"Iya. Karena tidak mungkin Tuhan menciptakan manusia begitu buruk."

"Ketika mengkhianati orang yang mencintaimu, kau juga harus tahu kalau kau meninggalkan luka yang sangat dalam."

Untuk covernya, sangat khas Haru, enak dipandang mata, sedangkan untuk terjemahannya, jujur saja saya merasakan kurang luwes, ada beberapa kalimat yang butuh dicerna lebih lama tapi saya masih tetap bisa menikmati buku ini. Buku ini saya rekomendasikan bagi pecinta drama Korea, bagi yang suka fantasy romance.

Buku ini memiliki pesan moral akan betapa buruknya sifat seseorang, bisa diubah pelan-pelan, pasti ada kebaikan di dalam dirinya yang lama kelamaan akan menutupi keburukannya. Buku ini juga mengajarkan kita untuk bisa berdamai dengan masa lalu.

3.5 sayap untuk sang bulan dan sang matahari.
Profile Image for Gebby.
458 reviews
September 14, 2017
5 stars !!

menurut aku ini k-iyagi yang sangat menyentuh dan bagus!! cerita buku ini sedikit ada unsur fantasynya, tapi dalam porsi yang masih masuk akal untuk novel terjemahan korea. bagus banget ceritanya, aku suka. is a MUST-TO-READ ! Genrenya romantic comedy, comedynya ga banyak tapi oke banget.
Profile Image for Sunny.
168 reviews3 followers
December 19, 2017
Namanya juga novel bergenre drama, ya pastilah ada romansanya ya. Seperti biasa, drama-drama Korea menceritakan tentang pria berhati dingin dan wanita berkarakter kuat. Lalu akhirnya mereka jatuh cinta. Namun ada orang ketiga, yaitu cowok-cakep-baik hati yang suka sama si tokoh utama cewek dan cewek-cantik-seksi-pencemburu yang suka sama tokoh utama cowok. Begitu juga di buku ini. Kurang lebih ceritanya seperti itu. Sudah bisa ditebak.

Tapi… walaupun sudah tahu kira-kira ceritanya bakal bagaimana, teteup ajah buku ini oke banget karena seru ceritanya. Serunya di saat Dal-Hee berusaha ‘menjinakkan’ Min-Hyuk. Juga seru saat Dewa Langit mengetahui bahwa Dal-Hee turun ke bumi dan hidup di bumi sebagai manusia. Nah, lho! Ada hukuman menanti Dal-Hee di saat-saat Min-Hyuk mulai melunak.

Terus kata-kata bijak yang ada di novel ini juga oke banget. Contohnya sebagai berikut:
1. Manusia sering melakukan hal-hal yang tidak terpuji karena keserakahan mereka. … Tidak sedikit manusia yang sengaja berbuat jahat kepada manusia lain. … Tidak ada yang bisa mengalahkan kejahatan seorang manusia yang tidak mau berbagi dengan sesamanya. Padahal yang dimilikinya lebih banyak.

2. Menikah tidak hanya menyatukan dua hati, tetapi juga dua raga. Jadi bagi yang memutuskan untuk menikah, harus sudah yakin kalau mereka bisa berkompromi.

3. Banyak manusia yang mungkin tidak sadar bahwa dunia yang mereka tinggali saat ini sebenarnya menyenangkan sekali. Mereka sibuk menjalani rutinitas yang membuat hidup mereka terasa datar dan biasa-biasa saja. Sayang sekali, karena mereka jadi tidak punya waktu untuk menyadari bahwa dunia yang mereka tinggali punya nilai dan makna lebih dari itu.
Profile Image for Dian Putu.
232 reviews9 followers
October 14, 2014

Dal-Hee, dia merupakan kandidat dewi yang terkenal suka berbuat onar, keras kepala dan senang bertindak semaunya sendiri. Sebenarnya, Dal-Hee punya sifat baik–lugu dan jujur. Namun, sifat itu justru menimbulkan kesulitan untuk beberapa pihak. Membuat Dal-Hee tak bisa menjalankan dengan baik ujiannya untuk menjadi Dewi secara sah, yaitu melaksanakan tujuh reinkarnasi secara sempurna.
Kali ini Dal-Hee kembali berbuat onar. Yang ini lebih parah daripada tindakan-tindakan sebelumnya, membuat penghuni langit kalang kabut.
Dia turun ke bumi karena mendengar seorang wanita yang meminta pertolongan. Orang itu bernama Yoon Ji-Wan yang hidup kesepian dan menyedihkan, sampai-sampai dia memohon kepada Tuhan agar hidupnya diakhiri saja.
“Aku sudah sudah tidak punya alasan untuk hidup. Tidak ada satupun orang yang mencintaiku.” – Yoon Ji-Wan – hlm. 19

Saat itulah Dal-Hee bertemu tunangan Ji-Wan yang berhati dingin dan berjiwa gelap. Itulah sebabnya Dal-Hee mewujudkan keinginan Ji-Wan agar Dal-Hee bisa merubah Kang Min-Hyuk menjadi manusia.
“Melihat jiwa segelap itu, apa sungguh bisa disebut manusia? Entah berapa banyak upacara ritual ang harus dilakukan untuk membersihkan jiwa segelap itu. Apakah manusia tidak tahu bahwa keburukan bisa menggerogoti hidup mereka nanti?” – Dal-Hee – hlm. 20

Ji-Wan yang beberapa saat lalu sudah dinyatakan meninggal, tiba-tiba hidup lagi, membuat semua orang terkejut, termasuk Min-Hyuk. Dan mulai saat itulah semua orang harus menghadapi Yoon Ji-Wan yang baru, Ji-Wan yang sangat berbeda dengan Ji-Wan sebelum meninggal, karena Dal-Hee ‘lah yang saat ini menguasai tubuh itu.
Dal-Hee bertekat akan membalaskan dendam Ji-Wan. Dia akan mengungkap semua kejahatan Kang Min-Hyuk, termasuk motif pertunangan mereka. Itulah sebabnya, meskipun tubuhnya belum benar-benar sehat, Ji-Wan dengan semangat mempelajari dokumen kerjasama perusahaannya dengan perusahaan Min-Hyuk.
Hasilnya, saat rapat merger kembali digelar, Ji-Wan berhasil mengalahkan Min-Hyuk. Tapi, kekalahan yang dialami Min-Hyuk tidak sekedar membuatnya kesal. Ada sesuatu yang memenuhi hatinya. Yoon Ji-Wan, tiba-tiba saja tunanganya itu bisa membuatnya merasa tertantang, dan membuatnya menemukan warna dalam hidupnya.
“Manusia adalah makhluk paling mulia yang pernah diciptakan, jadi tidak mungkin Tuhan menciptakan siapapun dalam keadaan lemah.” – Lee I-Gu – hlm. 73

Tapi, jiwa Ji-Wan adalah Dal-Hee, seorang kandidat dewi yang harus kembali ke langit, kapan saja. Dia tidak boleh jatuh cinta pada manusia. Dia harus menjalankan takdirnya sendiri, dan melepaskan takdirnya sebagai Yoon Ji-Wan.
“…setelah melalui sebuah cerita cinta pertama yang indah dan juga penuh kepedihan. Kenapa cinta harus sesakit ini? Kenapa cinta tidak bisa menjadi cinta yang abadi? – hlm. 334

Lalu bagaimana dengan Kang Min-Hyuk? Apakah dia akan kembali kehilangan hati manusianya saat Ji-Wan pergi? Dan, sebenarnya apa yang membuat seorang Kang Min-Hyuk hidup tak manusiawi begitu?
“Nasib seseorang bisa berubah ketika ia mau bertarung dengan dirinya sendiri. Namun, semua akan berbeda ketika manusia itu sendiri yang ingin menyerah menjalani hidupnya.” – hlm. 21

Moon in The Spring, novel Korea romance yang dibumbui dongeng. Temanya cukup menarik, seorang calon dewi yang mempunyai misi “memanusiakan manusia yang hidup tidak manusiawi”.
Novel ini diceritakan dari POV orang ketiga, dan di awali dengan prolog sebuah dongeng tentang dua kakak beradik–Dal-Hee dan Hae-Song, kakak Dal-Hee–yang dikejar harimau dan akhirnya langit menolong mereka dengan menurunkan tali besar agar mereka bisa naik ke langit, kemudian mereka menjelma menjadi matahari dan bulan.
Dal-Hee digambarkan sebagai calon dewi yang suka berbuat onar. Dia sering sekali bertindak tanpa pikir panjang. Namun, saat menjadi Ji-Wan, dia cukup tenang dan tak banyak bertingkah ceroboh. Malah, dia terkesan sangat pandai dan licik dalam menghadapi musuh-musuhnya, termasuk menghadapi Kang Min-Hyuk.
“Aku tidak bisa berurusan dengan orang yang berpura-pura baik di depanku, tetapi ternyata dibalik kebaikannya dia hanya ingin ikut campur atau ada motif lain. Manusia-manusia seperti itu menyebalkan sekali.” – Dal-Hee – Hlm. 228

Sedangkan Min-Hyuk, aku tidak berhasil menemukan dia yang jahat dan tak berperasaan. Sikapnya di dunia bisnis yang seperti itu menurutku normal-normal saja. Malah, saat mengetahui masa lalunya, aku jadi bersimpati padanya.
“Manusia sering melupakan kalau di atas tanah tempat mereka berpijak masih ada langit. Begitu juga di bawah kaki mereka. Dan Min-Hyuk termasuk dalam golongan manusia yang melupakan hal-hal itu.” – hlm. 121

Sebenarnya, karakter malaikat kematian nomor 2999 yang bernama Lee I-Gu cukup menarik. Dia yang sepertinya lebih berpengalaman dari pada Dal-Hee harusnya bisa berperan lebih banyak di novel ini. Sayang, dia tak tampak banyak diikutkan dalam kisahnya. Kisah Lee I-Gu dan Mi-ra juga cukup menarik, sayangnya tidak dieksplor lebih.
Selain konflik Ji-Wan dan Min-Hyuk, muncul konflik-konflik sekunder dari munculnya Lee Seok-Wan, si artis yang ternyata pernah menjadi teman baik Min-Hyuk, dan Kim Seo-Yeon yang merupakan mantan kekasih Min-Hyun. Juga konflik pendek tentang perusahaan Min-Hyuk yang dijebak oleh salah satu petinggi perusahaannya sendiri, sekaligus ada campur tangan wanita yang sangat terobsesi untuk memiliki Min-Hyuk, Ma Yeon-Ha.
“Bagaimanapun juga, orang jahat akan selalu mencurigai semua orang yang ada di sekitarnya. Dan tentu sajasebaai akibatnya masalah tidak akan berhenti mengikuti mereka.” – Lee I-Gu – hlm. 132

Pada dasarnya, aku cukup menikmati novel ini. Cara bercerita penulisnya cukup renyah. Dan lagi-lagi aku puas dengan hasil terjemahan Penerbit Haru, selalu mendekati perfect.
Untuk ending-nya, meskipun mudah ditebak, namun penyelesaian konfliknyalah yang paling penting dan menurutku juga cukup bisa dinikmati.
Untuk cover-nya, meskipun mirip dengan novel Always With Me–yang ditulis Hyun Go Wun juga–cukup menarik dan enak dilihat. Meskipun, aku tetap menyarankan membuat desain yang jauh berbeda.
Untuk ratingnya, 3,6 dari 5 bintang karena selain cara berceritanya yang asyik, banyak quote manis yang disampaikan dengan halus. Ini point plus-nya.
“Mengingat kembali berbagai kenangan bisa membuat hati kita bergetar, tetapi dengan adanya pertemuan baru, akan ada kenangan-kenangan baru yang tercipta. Seperti itulah sebuah kenangan.” – hlm. 371

Resensi juga bisa dibaca disini >> http://dianputu26.blogspot.com/2014/1...
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
October 14, 2014
"Min-Hyuk adalah manusia yang tinggal di bumi dan dirinya adalah seorang dewi yang tinggal di langit. Mereka tinggal di dunia yang berbeda. Tidak hanya itu, cara mereka hidup pun berbeda. Takdir mereka berbeda."

Dal-Hee adalah seorang calon dewi, dan untuk bisa menjadi dewi, para kandidat harus tujuh kali bereinkarnasi dengan sempurna. Sayangnya, Dal-Hee bukanlah contoh teladan karena ia masih harus menghabiskan banyak waktu sebelum ia berhasil menjadi dewi. Dan Dal-Hee berulah lagi saat ia mendengar seorang wanita yang meminta pertolongan dari bumi. Orang itu adalah Ji-Wan, wanita yang menjalani kehidupan yang kesepian dan menyedihkan—sehingga ia memohon agar Tuhan segera mengakhiri hidupnya. Dal-Hee yang turun ke bumi mendapati tunangan Ji-Wan bernama Min-Hyuk yang berjiwa gelap. Demi menepati janji Dal-Hee kepada Ji-Wan untuk memanusiakan jiwa Min-Hyuk, Dal-Hee kemudian masuk ke dalam tubuh Ji-Wan yang telah meninggal dan menjadi Ji-Wan yang baru.\
"--- Yang pasti, aku sama sekali tidak takut menghadapi apa pun. Aku sudah pernah merasakan mati, dan aku hidup lagi."

Ji-Wan yang hidup kembali setelah dinyatakan meninggal oleh para dokter membuat semua orang terkejut—termasuk Min-Hyuk. Ji-Wan yang baru ini memiliki kepribadian yang berbeda 180 derajat dari dirinya yang lama semenjak Dal-Hee tinggal dalam tubuh itu. Ia bukan lagi Ji-Wan yang penakut, dan ia akan mengungkap semua rencana buruk yang dirancang oleh Min-Hyuk. Ji-Wan yakin bahwa Min-Hyuk bertunangan dengannya atas dasar motif yang lain. Meskipun dengan kondisinya yang masih lemah, Ji-Wan mempelajari segala sesuatu tentang perusahaan yang sepertinya diincar oleh Min-Hyuk. Di sisi lain, Min-Hyuk amat terkejut dengan perubahan drastis pada diri Ji-Wan—dan ia mulai mencurigai identitas perempuan itu.
"Entahlah. Sekarang? Apakah aku benar-benar tidak punya perasaan apa-apa kepada pria itu? Cinta. Ji-Wan tidak bisa bicara cinta karena situasinya adalah... ia seorang dewi yang hanya menjadi penduduk sementara di tubuh manusia ini. Kapan pun ia bisa saja harus pergi dan kembali ke tempatnya berasal."

Min-Hyuk adalah lelaki yang hanya selalu memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Namun sejak pertemuannya dengan Ji-Wan yang baru, entah mengapa ia mulai sering memikirkan perempuan itu—meskipun Ji-Wan telah berhasil mengalahkannya. Dal-Hee dalam tubuh Ji-Wan yang berusaha keras memanusiakan hati Min-Hyuk yang gelap tidak tahu sampai kapan ia bisa bertahan di bumi. Bahkan Malaikat Kematian pun telah memperingatkannya agar tidak melibatkan perasaannya dalam permasalahan ini. Akan tetapi tanpa ia sadari, semuanya terjadi begitu saja. Dan Dal-Hee tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat Kaisar Langit memanggilnya untuk kembali ke tempatnya semula.
"Bagaimana aku harus mengungkapkan apa yang kurasakan? Apa yang harus kulakukan untuk memperlihatkan isi hatiku? Hubungan mereka tidak akan bisa terus berlangsung di dunia manusia ini. Walaupun menyadari kenyataan itu, mempertahankan Min-Hyuk di sampingnya adalah sebuah keegoisan. Sebuah kesalahan."

--------------------------------

Tahun lalu aku membaca 2 karya Hyun Go Wun, yaitu 4 Ways to Get a Wife dan Always with Me dan aku sangat menikmati keduanya—sehingga aku punya ekspektasi yang cukup tinggi untuk buku yang satu ini. Premis yang ditawarkan pada awalnya menurutku sangat menarik, sayangnya buku ini sepertinya kurang berhasil membuatku terikat dengan ceritanya. Meskipun ada beberapa hal yang aku harap bisa lebih baik, aku sangat suka dengan ide cerita yang disuguhkan oleh Hyun Go Wun dalam buku ini.

Ditulis dari sudut pandang ketiga, buku ini diawali dengan memperkenalkan dunia Langit, tempat dimana Dal-Hee dan kakaknya, Hae-Seong, akan menjadi dewa dan dewi. Karakter Dal-Hee diperkenalkan sebagai sosok yang seringkali membuat masalah, sehingga keputusan Dal-Hee yang impulsif untuk memasuki tubuh Ji-Wan cukup sesuai dengan karakternya. Konflik utama buku ini adalah tujuan Dal-Hee untuk memanusiakan Min-Hyuk yang awalnya berjiwa gelap dan jahat (tetapi sejak bertemu dengan Ji-Wan yang baru, sedikit demi sedikit ia berubah). Seiring dengan berjalannya cerita, banyak konflik sekunder yang muncul: seperti kekasih lain Min-Hyuk, mantan sahabat Min-Hyuk yang jatuh cinta pada Ji-Wan, masalah perusahaan, dan lain sebagainya. Sayangnya, pada bagian tengah buku ini aku tidak merasakan banyak perkembangan yang signifikan dan semuanya terasa sedikit datar (entah karena memang ceritanya demikian, atau mungkin efek terjemahan). Akan tetapi aku kembali bersemangat membaca pada 100 halaman terakhir, saat ceritanya mencapai klimaks—karena aku sangat penasaran bagaimana ending-nya. Tentu saja aku tidak akan spoiler ending-nya; yang jelas bagian itu membuatku deg-degan dan merasa khawatir untuk karakter utamanya :'))

Hal pertama yang mau aku bahas tentang karakternya adalah betapa sedihnya aku saat tahu Malaikat Kematian 2999 (Lee I-Gu) ternyata tidak berperan banyak dalam ceritanya ;____; Padahal aku sudah berharap banyak karena aku rasa karakternya akan jadi sangat menarik jika ditelusuri lebih dalam. Aku juga cukup suka karakter Dal-Hee dalam tubuh Ji-Wan yang lebih berani serta cerdik dan bijaksana (tentunya karena ia sudah melalui banyak pengalaman hidup lewat reinkarnasi sebelumnya). Sedangkan karakter Min-Hyuk yang awalnya digambarkan sebagai jiwa yang gelap sama sekali tidak terasa jahat selama aku membaca buku ini. Apalagi setelah mengetahui latar belakang kehidupan Min-Hyuk yang cukup menyedihkan, aku jadi cukup bersimpati pada karakternya. Ada banyak karakter sampingan yang lain, tapi sayangnya aku tidak menemukan karakter yang berhasil menjadi favoritku.

Secara keseluruhan, aku cukup menikmati buku ini dan dari awal aku selalu penasaran bagaimana ceritanya akan berakhir. Premis ceritanya yang cukup menarik pun berhasil membuatku terhibur saat membacanya. Meskipun aku berharap alur ceritanya bisa ditulis dengan lebih baik, aku masih akan tetap membaca karya-karya Hyun Go Wun yang lain jika mendapat kesempatan untuk diterjemahkan nantinya :))

http://www.thebookielooker.com/2014/1...
11 reviews1 follower
July 28, 2018
It's overall an enjoyable novel to read. It's interesting that a soon-to-be Goddess would sacrifice her status to enter the body of Jiwan, a young lady who gave up on living because she couldn't go through living with her not-so-caring step sister and mother, as well as her fiance Minhyuk. The reason why I didn't give this novel another star or two is due to the fact that I felt that the real Jiwan and what kind of a person she really was before being embodied by the soul of Dalhee isn't satisfyingly portrayed. There are bits of them, but it didn't give me a significant impact. Also, it feels a little weird to me because I feel like Minhyuk isn't in love with Jiwan but Dalhee, but the novel (obviously) uses the name Jiwan to address the human form of Dalhee. I feel that unfairness exists here, somehow the author could've made it possible for Minhyuk to actually find out the real truth about Jiwan's soul and how Dalhee decided to replace her body, but then again the novel wouldn't end in just 400 pages if that's the case. I also found some scenes a little off? Such as when Minhyuk kissed Jiwan unknowingly the first time she was hospitalized after the whole body takeover thingy... I mean, Minhyuk didn't even have feelings for her yet he pecked her lips while she was asleep? Without her knowing? To me that's kinda selfish and a bit off-putting, but I can somehow see that as a clue that Minhyuk actually yearns the feeling of 'Love' and 'Affection' and maybe all he could do at that time was to release his suppressed 'tension' on Jiwan...
Profile Image for Greenshe.
78 reviews2 followers
January 12, 2020
It could be better kalau dibikin jadi dua atau tiga buku.

Sebenarnya, hal menarik yang membuatku tertarik membaca buku ini adalah unsur fantasinya. Sinopsis di belakang buku membuatku menerka-nerka apa yang akan terjadi antara hubungan si Dewi Bulan dan Pria Jahat.

Tetapi setelah membaca buku ini, aku merasa masih banyak hal yang... hmm... kurang memuaskan. Menurutku, fantasi buildingnya kurang kokoh. Membuatku merasa bahwa unsur fantasi disini terlalu mengada-ada. Dewa & Dewi yang melalui masa trainee? Mau jadi idol?

Lalu, karakter disini masih kurang greget. Kalau saja cerita ini dijadikan dua atau tiga buku, mungkin bisa lebih dalem pengkarakterannya.

Aku menyayangkan karakter Seok Hwan yang tiba-tiba, secepat itu, jatuh cinta sama Ji-Wan & Seo Yeon, mantan yang dari awal terkesan jahat karna udah ninggalin Min Hyuk, dan tiba-tiba kembali dengan alasannya sendiri dan ngajak balikan?

Karakter utama laki-laki, Min Hyuk, juga menurutku kurang greget, karena perubahannya yang cepat, jadi aku merasa agak kurang puas. Datar aja gitu ngikutin jalan cerita.

Seharusnya momen ketika Ji Wan koma, dan Min Hyuk memeluknya karna takut kehilangan, seharusnya bisa bikin perasaan terenyuh. Tapi aku merasa datar saja. Karena ya feelingnya tuh belom sesedih itu untuk plot yang cepat ini.

Terlebih bagian dimana kaisar langit, yah sebut saja Zeus lah ya, Zeus dan Hades bertemu, lalu berbincang tentang Dalhee dan Minhyuk. Karakternya kurang.... Dewai(?) wkwk. Yah pokoknya begitu.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Siti Robiah A'dawiyah.
174 reviews23 followers
October 1, 2014
Cinta? Aku...terhadap wanita ini? Tidak. Aku tidak ingin lagi merasakan cinta. Tetapi aku juga tidak ingin melepaskan wanita ini.
-Kang Min-Hyuk-

Cinta? Kepada pria ini? Tidak bisa. Untuk yang satu ini...tidak bisa. Tetapi kalau tidak denganku, kepada siapa lagi pria ini akan berpaling?
-Yoon Ji-Wan-

Selamat datang di dunia atas langit tempat dewa, dewi, dan kaisar langit berada. Konon dahulu kala ada sepasang kakak beradik manusia yang lari dari kejaran harimau. Ketika harimau itu siap menerkam, mereka berdoa pada Tuhan agar menyelamtkannya. Maka dengan KuasaNya Tuhan mengirimkan tali bagi kedua kakak beradik itu. Seutas tali yang membawa mereka menuju langit menjadi matahari dan bulan. Dan tinggalah Dal-Hee (si Bulan) dan Hae-Seong (si Matahari), kakak beradik tersebut di langit. Sayangnya, kehidupan langit belum menyimpan kalimat "happily ever after" untuk mereka. Nun jauh di atas langit sana, terjadi kegemparan dengan kedatangan dua anak manusia. Dal-Hee, si adik yang sering kali membuat onar mempercayai bahwa para dewa dan dewi mengucilkan mereka,



Baik itu di langit, di bumi, atau di bawah bumi, pasti ada kelas sosial yang berlaku. Jadi tentu saja, bagi dewa-dewi yang sudah menghabiskan waktu untuk belajar banyak tentang banyak hal, kedatangan dua anak manusia diantara mereka menjadi satu hal yang mengejutkan.


Dal-Hee, si Bulan, merupakan kandidat untuk menjadi dewi. Untuk menjadi seorang dewa-dewi seseorang harus mengalami tujuh reinkarnasi sempurna untuk menghilangkan darah manusia mereka. Sayangnya, ia amat berbeda 180 derajat dengan sang kakak yang cenderung dapat beradaptasi dan hanya cukup melewati satu tahap reinkarnasi. Seringkali Dal-Hee membuat onar. Ada-ada saja alasan Dal-Hee untuk mengacaukan tahap reinkarnasinya. Satu peraturan yang tidak boleh dilanggar oleh dewa-dewi, mereka tidak boleh mengikat perasaan dengan manusia. Dal-Hee juga kurang menyukai manusia yang cenderung tidak peduli terhadap sesamanya. Dan satu hal ini juga yang kemudian dilanggar Dal-Hee dengan menolong Ji-Wan.

Wanita itu, Yoon Ji-Wan, hidup lagi! Dia tidak meninggal. Kang Min Hyuk benar-benar dibuat kaget dengan Ji-Wan yang hidup kembali setelah dinyatakan dokter meninggal,



"Kau tidak meninggal?"
"Memangnya aku terlihat seperti orang meninggal"


Min-Hyuk tak habis pikir apa yang membuat wanita itu kembali hidup. Sungguh kalau wanita itu mati, ia akan benar-benar tak perlu repot lebih lama lagi. Ji-Wan merupakan tunanangan Min-Hyuk. Sayangnya mereka bukan dipersatukan oleh cinta. Tapi hanya karena merger perusahaan milik keduanya. Ji-Wan yang saat ini hidup kembali telah mencoba bunuh diri dengan meminun obat hingga overdosis. Apa yang membuat tunangannya sampai melakukan hal itu masih suatu misteri bagi Min-Hyuk. Min-Hyuk tak ingin melibatkan perasaan antara dirinya dengan wanita itu. Ia malas untuk mencintai setelah masa lalunya tidak membahagiakan. Cukup ia mencintai untuk terus-menerus tersakiti. Oleh karenanya ia dingin, kejam, dan cuek terhadap tunangannya. Namun, ada sesuatu yang berbeda dari Ji-Wan setelah ia kejadian mati suri. Setelah dipikir-pikir wanita itu menarik dan cantik. Apakah Min-Hyuk jatuh cinta terhadap Ji-Wan?
Satu hal yang tidak diketahui Min-Hyuk, Dal-Hee yang ada di tubuh Ji-Wan. Jadi, Ji-Wan yang dia anggap menarik dan cantik sebenarnya adalah Dal-Hee. Sebelum meninggal ada satu permintaan Ji-Wan yang membuat Dal-Hee harus bereinkarnasi tak sesuai prosedur dan lama setelahnya ia mulai terikat dengan Min-Hyuk. Bersama Malaikat Maut 2999 yang mencabut nyawa Ji-Wan, Dal-Hee dalam tubuh Ji-Wan mencoba memenuhi permintaan terakhir Ji-Wan.

Review also in here
224 reviews
October 6, 2014
Seorang Dewi Bulan bernama Dal-hee turun ke bumi karena mendengar suara seseorang yang memohon pertolongan. Gadis itu bernama Ji-Wan, ia memohon agar bisa mati saja. Rupanya tidak hanya Dal-hee yang datang, tapi Malaikan Kematian dari dunia bawah juga datang untuk menjemput Ji-Wan. Karena kejujuran dan belas kasihan, Dal-hee yang bisa merasakan kesusahan hati Ji-Wan berjanji untuk memenuhi permintaan terakhir gadis itu sebelum nyawanya dicabut. Yakni, secara paksa bereinkarnasi ke dalam tubuh kosong Ji-Wan.

--- Yang pasti, aku sama sekali tidak takut menghadapi apa pun. Aku sudah pernah merasakan mati, dan aku hidup lagi. p.95

Sang Dewi Bulan sekarang terlahir kembali dalam tubuh seorang manusia, ia melanggar peraturan dan menyebabkan kekacauan di langit. Malaikat Kematian yang merasa bertanggung jawab karena tidak mencegah Dewi pun akhirnya ikut tinggal di bumi. Lalu mereka berusaha untuk memanusiakan manusia, Kang Min-Hyuk, pria yang tidak punya hati.

Kisah awal dibuka dengan bab khusus bagaimana latar belakang Dal-Hee sebelum menjadi seorang calon Dewi. Menurut saya, ini salah satu pengetahuan kearifan lokal Korea yang tak jauh beda dengan budaya Jawa.

Dalam cerita Moon in the Spring, Dal-Hee dan kakaknya dikejar oleh Harimau, mereka berdoa meminta pertolongan, lalu turun tali dari langit. Kakak beradik itupun memanjat tali sehingga selamat dari terkaman Harimau. Mereka terus memanjat hingga sampai langit dan menjadi calon Dewa/Dewi. Untuk menjadi seorang Dewa/Dewi yang seutuhnya, mereka harus menjalani reinkarnasi hingga tujuh kali berturut-turut. Tujuannya agar sisi manusia mereka yang penuh dengan nafsu, egois, dan hal-hal duniawi musnah sehingga layak disebut sebagai Dewa/Dewi.

Tidak banyak yang tahu, tapi mitos reinkarnasi hingga tujuh kali pun pernah saya dengar dalam kepercayaan kejawen. Selain soal reinkarnasi, juga ada istilah menitis. Saya nggak tahu bedanya apa. Bahkan apabila masih banyak menanggung dosa, reinkarnasi pun tidak hanya sebatas manusia, tapi bisa menjadi hewan sebelum akhirnya dosanya terbayar dan bisa bereinkarnasi menjadi manusia kembali atau pada akhirnya jiwanya diterima oleh Yang Maha Kuasa. Well, betapa miripnya nilai-nilai moral yang membudaya diseluruh dataran Asia.

Yang paling saya suka tentu karakter Ji-Wan (a.k.a Dal-Hee/ Dewi Bulan). Ji-Wan yang ini polos, berprinsip tegas, penuh belas kasih, sabar dan mudah memaafkan. Sungguh terpuji sekali ya sifat-sifatnya, yang tentu saja sifat penuh kebaikan khas seorang Dewi. Hanya saja, terkadang saya merasa Ji-Wan terlalu jahat terhadap Kang Min-Hyuk, karena dalam dialog kedua karakter tersebut Ji-Wan lebih sering menyindir dan bersikap sarkastik (meskipun apa yang ia bicarakan benar adanya).

"Berbahaya"



"Kalau begitu aku sendiri saja yang melompat. Kau di sini saja."



"Tidak bisa. Aku tidak mungkin membiarkanmu dalam keadaan berbahaya seperti itu, sendirian."

Hal tersebut terlihat sangat kontras dengan karakter Min-Hyuk yang digambarkan dingin, licik, kejam. Namun dalam interaksinya kepada Ji-Wan sangat lembut dan penuh cinta. Tapi tentu saja diluar semua itu, apabila keduanya tidak sedang berinteraksi, karakternya akan kembali seperti premis semula. Perkembangan karakter Min Hyuk yang perlahan berhasil dimanusiakan kembali oleh Ji-Wan pun sangat manis. Lelaki itu mulai peduli, perhatian, dan tentu saja perlahan mencintai Ji-Wan.



Yang sangat saya sayangkan disini adalah tokoh Malaikat Kematian. Pada awal kisah kehadirannya cukup penting dan saya menantikan peran besarnya, secara di sinopsis cover bukunya Malaikat Kematian disinggung-singgung, tentu membuat saya berharap lebih. Tapi semakin kebelakang, peran Malaikat Kematian cenderung berkurang. Ah, too bad. Seandainya bisa dieksplore lebih banyak, tentu akan sangat menarik karena menurut saya karakternya mirip si alien dalam You Who Came From Another Star.

"Anda tidak bisa tidur bukan karena saya, tetapi karena keegoisan Anda sendiri. Sejak lahir, Anda merasa tidak pernah mendapatkan yang Anda mau. Jadi... saya yakin kalau Anda juga tidak akan bisa memahami perasaan yang paling mulia di dunia ini."

"Tetapi aku tidak pernah melakukan kesalahan apa pun."

"Ya Tuhan! Dengan hanya melihat, memikirkan, dan mencintai saya seorang saja, sudah menjadi wujud dari keegoisan Anda. Dan menurut saya itu salah." p.191

Biasanya saya jarang menyukai buku genre fantasy-romance, tapi dengan sukses Hyun Go-Wun menulis layaknya drama korea sehingga membuat saya teringat drakor You Who Came From Another Star, Arang and the Magistrate, dll. Mungkin pecinta drama korea yang juga suka membaca novel bisa lebih relate dengan kisah cinta terlarang dua dunia.

Saya mengkoleksi buku-buku Hyun Go Wun terbitan Haru, dan seluruh karyanya selalu penuh pesan moral. Tidak sekedar cerita romance saja. Sejauh ini favorit saya masih 4 Ways to Get a Wife (sayang sampai sekarang belum kesampaian pengen nulis reviewnya). Tapi untuk cerita yang 'berbeda' dari yang lain tentu saya angkat empat jempol untuk Moon in the Spring. Sedangkan, untuk buku Always With Me (sudah saya review disini) juga bagus, terutama penuh dengan pesan moral, buku yang mengesankan menurut saya.

Secara keseluruhan, saya sangat menikmati kisah cinta terlarang antara manusia dengan Dewi Bulan. Saya bahkan terhanyut dalam ceritanya dan ikut merasakan bagaimana cinta itu tumbuh walaupun sang Dewi sudah berusaha keras untuk menghalanginya. Hiks, hiks.. lalu apakah kisah mereka berakhir bahagia? I really hope so.. *elap umbel*

Juga di post di blog buku saya: http://www.okydanbuku.com/2014/10/moo...
Profile Image for uchylusiy.
4 reviews1 follower
November 5, 2014
Judul : Moon in the Spring
Pengarang Hyun Go Wun
Penerjemah : Sitta Hapsari
Penyunting : Selsa Chintya
Proofreader : Dina Novita Sari
Ilustrator isi : Frendy Putra, @teguhra
Genre : Fiksi
Penerbit : Haru
Tahun : 2014
ISBN : 978 - 602 - 7742 - 39 - 0
Halaman : 405 ; 20 cm
Harga : Rp. 67.000,-


SINOPSIS
Di malam bulan purnama, seorang dewi terjebak bersama seorang pria berhati dingin dan licik di permukaan bumi.
Dewi Langit, Pria Bumi, lalu Malaikat Kematian...

Apakah wanita itu benar-benar tunanganku?


Pria itu bernama Kang Min-Hyuk, pria berhati dingin dan licik. Ia tidak tampak terkejut ketika tunangannya bangkit dari kematian. ia tidak memiliki perasaan apapun kepada wanita itu. Akan tetapi sesudah kejadian itu, wanita itu terlihat seperti wanita lain. Dan wanita itu tidak pernah bisa hilang dari pikirannya.

Apakah pria itu akan berhasil mengetahui identitasku yang sebenarnya?

Ji-Wan melanggar peraturan langit dan turun ke bumi untuk menggantikan posisi seorang wanita yang meninggal. Di sana, dia bertemu dengan Min-Hyuk, tunangan wanita yang ia gantikan. Sejak bertemu dengannya, Ji-Wan tahu bahwa pria itu adalah orang yang tidak mudah untuk dihadapi. Walaupun begitu, Ji-Wan berniat untuk bisa terus bertahan di dunia manusia...
meski ia merasa lelah.


REVIEW
Kisah ini diawali dengan cerita Dal-Hee dan kakaknya Hae-Seong yang dikejar seekor harimau sehingga demi menyelamatkan nyawa, mereka berdoa agar bisa selamat dari kejaran harimau itu. Doa mereka terkabul karena tidak lama kemudian sebuah tali besar turun dari atas langit dan mereka berhasil memanjat sampai langit kemudian menjelma menjadi Matahari (Hae-Seong) dan Bulan (Dal-Hee).


Kakak beradik itu ditakdirkan untuk menjadi kandidat Dewa dan Dewi Langit. Akan tetapi, hanya sang kakak (Hae-Seong) yang berhasil dengan cepat menjadi Dewa. Berbeda dengan Dal-Hee sang bulan yang masih belum bisa menjadi Dewi. Untuk menjadi seorang dewa-dewi seseorang harus mengalami tujuh reinkarnasi sempurna untuk menghilangkan darah manusia mereka. Namun, Dal-Hee sangat kesusahan untuk menjalani syarat terpenting untuk menjadi seorang dewi langit yaitu dengan tidak memperbolehkan mengikat takdir dengan manusia. Itu adalah hukum dan aturan yang paling dasar. Dal-Hee yang memiliki tingkat toleransi rendah dan sering tidak sabar, selalu memutuskan untuk kembali ke langit sebelum waktu nya dan hal itu memperlambat waktunya untuk menjadi dewi.

Suatu hari Dal-Hee mendengar seorang wanita yang berusaha meminta bantuannya. Wanita yang terbaring di rumah sakit dengan mata tertutup dan berdoa supaya Tuhan mengambil nyawanya lebih cepat. Wanita itu terlihat putus asa dan air mata menetes satu per satu di pipinya yang tirus sehingga hal itu membuat Dal-Hee tersentuh. Kematian sudah mendekati wanita itu karena Dal-Hee melihat seorang malaikat kematian muncul dikamar tersebut. Ketika wanita itu dinyatakan meninggal, hanya dokter yang terlihat berduka. Tunangannya, serta keluarganya tidak terlihat bersedih atas kematian wanita itu. Saat wanita itu meninggal yang mereka bicarakan hanyalah warisan. Melihat hal tersebut, Dal-Hee semakin geram dan akhirnya memasuki tubuh wanita itu dan berusaha mewujudkan janji yang sempat dibicarakannya dengan wanita itu sebelum dia meninggal. Wanita itu memohon kepada Dal-Hee untuk memanusiakan tunangannya.

Melihat wanita itu hidup kembali, semua orang yang ada diruangan itu hampir pingsan, kecuali Min-Hyuk tunangannya. Dal-Hee yang sekarang berada di tubuh Ji-Wan (wanita yang telah memohon kepadanya tadi) berusaha untuk menepati janjinya dengan Ji-Wan. Dal-Hee kembali melanggar peraturan dan membuat dia kembali gagal untuk menjadi dewi dan membuat marah anggota dewan yang ada di langit.

"Kau tidak meninggal?"
"Memangnya aku terlihat seperti orang meninggal?"

Min Hyuk kaget dengan perubahan tunangannya. Yoon Ji-Wan yang terbiasa mengurung diri dikamar dengan bermain piano sekarang berubah menjadi lebih berani, Ji-Wan yang dulu menyukai pakaian berwana gelap sekarang lebih menyukai pakaian bewarna cerah. Ji-Wan yang dulu takut dengan Min-Hyuk sekarang menjadi lebih tegas dan berani. Sorot matanya juga berubah menjadi cerah dan hangat. Hal itu membuat Min-Hyuk menjadi ingin lebih tertarik.

=====================================

Novel ini ditulis oleh seorang penulis Korea, Hyun Go Wun yang beberapa bukunya sudah diterbitkan oleh Penerbit Haru (4 Way to Get a Wife, Always With Me, dan Moon in the Spring). Bagi pembaca yang sudah terkena #HaruSyndrome mungkin sudah pernah membaca beberapa novel Hyun Go Wun yang telah diterjemahkan oleh Penerbit Haru ini.

Saya sangat menyukai cara Hyun Go Wun dalam merangkai kata-kata untuk menuangkan berbagai kalimat hingga menjadi cerita yang indah. seperti di novel ini, saya sangat menikmati dalam membaca hingga membayangkan seperti menonton drama korea.. ^_^

Tokoh yang diciptakan, masing-masing memiliki karakter yang kuat. Seperti Ji-Wan (Dal-Hee) yang tidak mengenal rasa takut hingga membuat saya ingin menjadi sosok Dal-Hee *nahlooo. Jadi, meskipun novel ini memiliki halaman yang lumayan banyak (mungkin untuk pemula yang baru membaca novel) akan tetapi novel ini tidak membosankan sama sekali. yang terjadi malah sebaliknya. Novel ini sangat-sangat menyenangkan untuk dibaca. Yaaaa kecuali dengan beberapa halaman cetakan yang lebih menjorok ke atas namun itu tetap tidak menyulutkan niat saya untuk membaca novel ini.. ^_^
Profile Image for Jessica.
1,219 reviews40 followers
June 3, 2020
Reading this remind me of the song Best Part by Daniel Caesar and H.E.R.

This is indeed a cute story, but I'm really sorry for not being able to love it. I like it enough, but not as the followed books by Hyun Go Wun, I don't think I'm gonna re-read this book.

In summary, this is a love story between a goddess-to-be and a dirty-hearted human. Love, death, reincarnation, do you believe that it can happen in a book?
Profile Image for Tammy Rahmasari.
Author 1 book32 followers
October 13, 2014
Konon, dahulu kala ada sepasang adik kakak yang memanjat seutas tali ke langit karena kabur dari kejaran seekor harimau. Adik kakak tersebut diangkat menjadi calon dewa dan dewi di langit karena kebaikan Kaisar Langit. Mereka pun akan menjadi dewa dan dewi sepenuhnya jika berhasil melewati 7 reinkarnasi.

Berbeda dengan kakaknya, Hae-Seong, Dal-Hee selalu melakukan kesalahan dalam tugas reinkarnasinya itu. Karena Dal-Hee cenderung keras kepala dan senang bertindak semaunya sendiri.

Suatu hari, seorang manusia memohon dan meminta pertolongan hingga terdengar sampai ke langit oleh Dal-Hee. Ia turun ke bumi untuk tahu apa yang sedang terjadi dengan wanita itu. Ji-Wan sudah tidak tahan dengan kehidupannya dan memohon untuk mati. Permohonan tersebut tidak hanya didengar oleh Dal-Hee, Malaikat Kematian pun yang memang ditugaskan untuk menjemput Ji-Wan datang di saat yang sama.

Sebelum roh Ji-Wan meninggalkan tubuhnya, ia meminta sebuah permohonan kepada Dal-Hee. Agar ia bisa memanusiakan tunangannya yang jahat bernama Min-Hyuk.

"Jiwa Min-Hyuk terlalu gelap, hatinya terlalu busuk. Dan manusia ini sudah terlalu banyak melakukan kejahatan." - hal. 23

Dal-Hee yang baik memilih untuk menepati janjinya pada Ji-Wan untuk melakukan reinkarnasi paksa di luar ketetapan langit karena tidak bisa membiarkan Min-Hyuk bersikap seperti itu lebih lama. Dal-Hee ingin menjadikan Min-Hyuk menjadi seorang manusia utuh kembali dan mengajarinya tentang bagaimana menjadi manusia yang baik. Walaupun konsekuensinya ia bisa saja dihukum oleh Kaisar Langit dan tidak bisa menjadi dewi. Namun, selama berjalannya waktu ternyata Dal-Hee menemukan bahwa Min-Hyuk bisa jahat karena kejadian masa lalu yang telah dialaminya. Perlahan-lahan, hatinya pun mulai melunak pada Min-Hyuk.

"Sejak dulu, adakalanya sulit mengungkapkan cinta dengan kata-kata. Akan ada saatnya cinta membuat banyak hal tidak bisa terlihat dengan jelas karena tertutupi kabut perasaan. Dan seiring berjalannya waktu, setelah terbiasa dengan cinta itu sendiri, hati akan semakin mudah merasakannya.

Pasangan yang saling mencintai akan saling mengagumi dan merasa nyaman dengan keberadaan satu sama lain. Apa yang mereka rasakan lewat mata, jemari, tubuh, dan hati... terlalu sulit untuk bisa dijabarkan dengan kata-kata." - hal. 261


Seperti biasa, Haru selalu membuat saya tertarik untuk membaca buku mulai dari sampul depannya. Dan nama penulisnya pun sukses membuat saya penasaran dengan jalan cerita buku ini karena sebelumnya saya pernah membaca 4 Ways to Get a Wife.

Buku ini merupakan salah satu dari kisah lain dunia dewa-dewi yang pernah saya baca (kebanyakan) dalam manhwa (komik Korea). Di dalam buku ini juga disinggung mengenai kisah lainnya yang mengatakan bahwa ada dewi yang jatuh cinta kepada manusia sehingga membuatnya tidak bisa naik kembali ke langit. Untuk kisah Dal-Hee pun kurang lebih sama sepertinya.

Dari awal membaca, saya suka dengan tokoh Dal-Hee/Ji-Wan yang polos dan baik hati sampai-sampai I-Gu (Malaikat Kematian) yang menemaninya di dunia manusia pun khawatir ia disakiti oleh Min-Hyuk nanti. Namun, sayang sekali saya entah kenapa tidak suka dengan tokoh utama laki-lakinya di sini (Min-Hyuk). Karena mungkin Min-Hyuk ini sifatnya jahat sekali pada Ji-Wan pada awalnya sehingga penilaian saya sudah rendah di awal. Untung saja lama kelamaan Ji-Wan bisa mengubah sosok Min-Hyuk menjadi lebih baik.

Untuk tokoh dalam buku ini tidak terlalu banyak, jadi saya bisa mengingat semuanya dengan baik. Kehadiran Seok-Hwan bisa mengubah aura gelap yang dikeluarkan oleh Min-Hyuk menjadi berkurang. Hubungan Min-Hyuk dan Seok-Hwan pun tidak saya sangka-sangka sebelumnya dan semuanya memang mengarah pada apa yang terjadi di masa lalu sehingga Min-Hyuk berubah menjadi jahat seperti itu.

Moon in the Spring ini mengambil sudut pandang orang ketiga jamak, sehingga saya rasa pas untuk tema buku yang isinya padat. Hanya saja kadang peran I-Gu sebagai Malaikat Kematian penjaga Dal-Hee kadang-kadang menghilang tanpa jelas ke mana. Untuk alurnya, terdapar alur mundur di awal pada saat adegan antara Dal-Hee dan Ji-Wan, tapi selebihnya Hyun Go Wun menggunakan alur maju dan membuat ceritanya terus berjalan tanpa mengurangi rasa penasaran saya akan akhir buku ini bagaimana.

Adegan yang menonjol dalam buku ini adalah pada saat mendekati akhir, di mana sifat angkuh dan pertahanan diri yang kuat dari Min-Hyuk hilang. Di situ terlihat sekali bagaimana manusiawinya Min-Hyuk. Lalu untuk akhir, sebetulnya tidak saya sangka. Saya justru menginginkan akhir yang berlawanan dengan aslinya. Tapi ya, tidak apa-apa saya suka dengan buku ini. Saya bisa menangkap nilai moral dari buku ini yang menyiratkan bahwa sejahat-jahatnya seorang manusia, pasti memiliki kebaikan dalam hatinya. Semua orang bisa berubah tergantung dari keinginannya sendiri dan kasih sayang dari orang terdekatnya.

Saya mendapati bahwa cerita dalam buku ini adalah tipikal drama-drama Korea yang sering saya tonton, dan memang ciri ini saya dapati juga di buku Hyun Go Wun sebelumnya. Membuat penasaran di awal, gregetan di tengah, dan membuat tersenyum pada akhir.

Review bisa dibaca juga di sini: http://teatimeandbook.blogspot.com/20...
Profile Image for Senli Marliana.
648 reviews3 followers
April 27, 2023
Lumayan menghibur saya, enjoy bacanya, karakter mbak-nya cukup solid, mas-nya pas jadi bucin juga lumayan kiyowo (😂), saya cukup menikmati buku ini, fantasi-nya juga tdk terlalu lebay, cukup mudah dicerna oleh saya (halah)
.
.
Seleraaa 🙏
Profile Image for Riri Hanafi.
331 reviews3 followers
October 13, 2014
di bumi ada laki-laki berhati gelap bernama Kang Min-Hyuk…
di langit ada perempuan pemberontak, seorang (calon) dewi bernama Dal-Hee…
akan kah mereka bisa bertemu?

demi menjawab doa permohonan seorang perempuan yang sedang sekarat, seorang dewi turun ke bumi… dan bertemu dengan tunangan si perempuan yang berhati dingin…

karena Yoon Ji-Wan merasa putus asa dan tidak sanggup lagi menjalani hidupnya, Ji-Wan ketakutan menghadapi tunangannya sendiri Kang Min-Hyuk…
sebelum Ji-Wan pergi bersama malaikat kematian, Ji-Wan memohon kepada Dal-Hee…

"Dewi, tolong kabulkan satu permintaanku. Aku mohon Dewi untuk memanusiakan orang itu." Wanita itu mengatakannya sambil menatap Dal-Hee. Sekrang ia sudah siap untuk pergi.
"Tadi kau bilang kalau kau tidak menyukainya?"
"Memang. Aku sangat membencinya." Ji-Wan menggeleng. Jawabannya terdengar tegas sekali.
"Lalu kenapa kau memintaku untuk mengabulkan permintaanmu itu?"
"Karena jika dia sudah menjadi manusia yang baik, dia akan bisa mencintai orang lain. Jadi nantinya dia akan bisa merasakan kesakitan dan penderitaannya yang kurasakan. Aku ingin dia tahu."

hal.22

demi memenuhi janjinya, turunkan Dal-Hee ke bumi dengan bereinkarnasi tanpa ijin Kaisar Langit, ke dalam tubuh Ji-Wan yang sudah dinyatakan meninggal oleh dokter…

dengan turunnya Dal-Hee ke bumi tanpa ijin, kehebohan terjadi di langit dan di bawah bumi, Tetua dunia bawah bumi marah karena malaikat nomor 2999 dianggap ikut mencampuri urusan dunia, walaupun hal tersebut merupakan hal terlarang, sehingga malaikat nomor 2999 harus dihukum. namun demikian, malaikat nomor 2999 memohon kepada Tetua dunia bawah bumi agar dapat diijinkan untuk naik ke bumi karena dia merasa khawatir terhadap seorang dewi yang telah ditinggalkannya di bumi… akhirnya Tetua dunia bawah bumi mengijinkan malaikat nomor 2999 untuk naik ke bumi untuk menjaga sang dewi

sementara itu, Ji-Wan yang hidup kembali pun tidak terlalu mendapat sambutan yang hangat dari orang-orang di sekitarnya, baik oleh tunangannya sendiri maupun oleh keluarganya…

namun tekad Dal-Hee sangat kuat, dia harus memenuhi janjinya, dengan ditemani oleh malaikat nomor 2999, yang menjadi sopirnya, Lee I-Gu, Dal-Hee hidup di bumi sebagai Ji-Wan… sampai tiba waktunya Kaisar Langit memanggilnya dan dia harus mempertangungjawabkan keputusannya untuk bereinkarnasi tanpa ijin...


kesan-kesan pembaca…

q. jadi bagaimana akhirnya?
a. hhhmmm… pastinya happy ending lah…

q. koq gitu sih tanggapannya, gak antusias gitu….
a. hhhmmm… gimana yaaa… aku tuh suka banget sama ide ceritanya… sebenernya intriknya juga OK laaahhh… bukan spoiler lho yaaa… ada selingkuhan, ada cinta segi-lima, ada saingan, ada mantan tunangan, ada mantan sahabat, ada cerita masa lalu, ada masalah di perusahaan… tapi koq semua agak "ken-tang" gitu…

q. hah??! kentang? emang ada cerita tentang makanan juga?
a. iiiihh… bukan… ken-tang… itu kena tanggung… jadi ada sepotong2 cerita yang memang ada hubungannya, tapi ceritanya gak tuntas… kalo menurutku sihhh yaaa…

cara menceritakannya juga… di awal2, ada beberapa fakta yang sudah jelas, tapi diulang2 lagi…

mungkin juga ada kendala penerjemahannya… bukan mau bilang terjemahannya kurang oke, aku terus terang gak bisa ngomong gitu, karena gak bisa bahasa Korea dan gak pernah baca buku Korea asli, tapi "sense"nya… cara atau kebiasaan orang Korea dalam hal bercerita… aduh… agak susah juga ngejelasinnya… berkomunikasi kan ada sisi non-verbalnya juga… naaahh… kadang kita agak susah untuk nangkep sisi non-verbal dalam buku, lebih enak kalo kita misalnya... liat dorama… kita akan tau lebih banyak kebiasaan2 orang Korea… mungkin itu yang aku gak nangkep, jadi ngerasa ceritanya agak ngambang…

over-all sih… ceritanya bagus… sedikit agak biasa… tapi aku suka idenya…

aku juga suka sama tokoh2nya… walaupun Min-Hyuk terkesan dingin… ternyata ada sebabnya… dan dia juga gak serta merta berubah 100% jadi manusia super-baik… :d

Dal-Hee/Ji-Wan, menurutku kadang agak terkesan cuek… tapi bagusnya jadi gak terlalu emosional…

keluarga Ji-Wan juga nyenengin… menurutku sih yaa… emang dasarnya Ji-Wan, yang asli, yang terlalu tertutup dan menarik diri, jadi agak susah untuk bisa berhubungan baik dengan orang2 di sekitar dia…

eh sorry, jadi keterusan ngomong sendiri…

q. hehe… gak pa2 sih, terusin aja… :d - so, recommeded gak?
a. untuk aku… buku terjemahan Korea dari Penerbit Haru selalu recommended… hihi… syndrome Haru-nya gak sembuh2… >.<

q. ratingnya?
a. untuk buku ini aku kasih 3 dari 5 bintang…

q. yay! terima kasih wawancaranya…
a. okay… terima kasih Penerbit Haru untuk bukunya… semoga kedepannya masih ditawarin project review buku Penerbit Haru lagi… :D
Profile Image for Inge.
150 reviews3 followers
October 7, 2014
Mengisahkan tentang seorang calon dewi yang masih harus menjalankan lagi tugasnya untuk bereinkarnasi agar bisa sepenuhnya menjadi dewi. Namun karena sifat manusianya yang masih begitu melekat membuatnya harus menghadapi sebuah masalah, masalah yang dibuatnya sendiri.

Mendengar “rintihan” dari bumi, tanpa berpikir panjang ia turun ke bumi. Ingin menyelamatkan manusia yang ternyata ingin cepat mengakhiri hidupnya. Bukannya menolong manusia itu untuk bertahan hidup, sang calon dewi justru akhirnya menggantikan posisi manusia tersebut.

Keputusan yang begitu gegabah bisa dibilang juga karena ia sedikit mendapat dukungan dari seorang malaikat kematian. Malaikat yang akhirnya juga memberanikan diri mengajukan diri untuk mendampingi sang dewi selama berada di bumi.

Tugas sang dewi tidak lah mudah, karena ia harus berhadapan dengan seorang manusia. Tugasnya adalah memanusiakan manusia tersebut.

***
Menarik!

Calon dewi yang ceroboh tersebut bernama Dal Hee. Pada bab awal diceritakan siapa Dal Hee sebelum ia menjadi seorang calon dewi, dan untuk menjadi dewi seutuhnya ia harus bereinkarnasi sampai tujuh kali dengan maksud agar sifat manusianya luntur.

Dal Hee yang kemudian menggantikan Ji-Wan, seorang wanita yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, harus berhadapan dengan tunangan Ji-Wan ya itu Min Hyuk.

Walau Dal Hee tidak sendirian, karena akhirnya malaikan kematian menemaninya menjadi manusia, namun segala hal yang berhubungan dengan Ji-Wan harus ia selesaikan sendiri.

Sikap polos Ji-Wan sangat menarik, walau tak jarang muncul kalimat bernada sarkas yang ia tujukan kepada Min Hyuk, tetapi kalimat-kalimat tersebut memang nyata adanya.

“Kau sendiri belakangan ini sering melakukan hal-hal yang tidak pernah kau lakukan. Aku hanya ingin melakukan hal yang sama saja.”
“Oh ya? Jadi sekarang kau pelan-pelan berubah menjadi seorang manusia,ya?”

Kehadiran tokoh-tokoh lain ikut menambah menarik cerita Ji Wan dan Min Hyuk. Selain ada malaikat kematian dan beberapa tokoh di sekitar Ji Wan, tokoh-tokoh dari masa lalu Min Hyuk membuat ceritanya lebih berwarna dan tidak membosankan. Walau mungkin kehadiran mereka singkat.

Ada satu tokoh yang saya merasa kehadirannya sedikit banyak dipaksakan, namun juga memberikan cerita tersendiri. Yaitu Seo-Yeon. Walau mungkin kehadirannya membantu memecahkan masalah perusahaan Min Hyuk tetapi tetap terasa sedikit dipaksakan.

Sebenarnya hubungan antara malaikat kkematian dengan Mi-Ra menarik jika dibuat cerita tersendiri, karena rasanya peran malaikat langit sendiri bagi Ji Wan kurang begitu terasa. Saya suka dengan kalimat yang diberikan malaikat kematian pada Mi-Ra.

"Anda tidak bisa tidur bukan karena saya, tetapi karena keegoisan Anda sendiri. Sejak lahir, Anda merasa tidak pernah mendapatkan yang Anda mau. Jadi... saya yakin kalau Anda juga tidak akan bisa memahami perasaan yang paling mulia di dunia ini."

"Tetapi aku tidak pernah melakukan kesalahan apa pun."

"Ya Tuhan! Dengan hanya melihat, memikirkan, dan mencintai saya seorang saja, sudah menjadi wujud dari keegoisan Anda. Dan menurut saya itu salah."

Saya jarang membaca buku dengan genre Fantasy Romance, namun buku ini berhasil membuat saya menyukainya. Terlebih lagi walau buku ini adalah buku terjemahan namun bahasa yang digunakan begitu mengalir dan sama sekali tidak kaku. Yang membuatnya terlihat terjemahan adalah nama-nama para tokoh, namun hal itu juga menjadi biasa karena juga banyak penulis lokal yang juga menggunakan nama-nama tokohnya dengan nama Korea.

Sedang untuk penulisnya, selain buku ini saya sudah membaca bukunya yang Always With Me, review dapat dilihat di bacaaninge.blogspot.com. Namun dibandingkan dengan buku ini saya lebih menyukai Always With Me, entah kenapa diawal buku ini alurnya terasa begitu lambat.

Kisah perjalanan Ji-Wan dan Min Hyuk ini begitu menarik, kisah cinta mereka terasa mengalir walau awalnya masing-masing dari mereka sendiri menyangkalnya.

Cinta? Aku...terhadap wanita ini? Tidak. Aku tidak ingin lagi merasakan cinta. Tetapi aku juga tidak ingin melepaskan wanita ini.
-Kang Min-Hyuk-


Cinta? Kepada pria ini? Tidak bisa. Untuk yang satu ini...tidak bisa. Tetapi kalau tidak denganku, kepada siapa lagi pria ini akan berpaling?
-Yoon Ji-Wan-

Sempat bertanya-tanya apakah kisah cinta mereka akan berakhir begitu saja. Dimana Ji Wan akan kembali menjadi calon dewi meninggalkan Min Hyuk yang sudah mulai mencintainya. Hikz… :(

Ah, suka dengan cerita cinta mereka. Kepolosan Ji Wan menghadapi sikap dingin Min Hyuk.

Review juga bisa dibaca di : http://bacaaninge.blogspot.com/
Profile Image for liez.
180 reviews20 followers
October 22, 2015
"Dewi, tolong kabulkan satu permintaanku. Aku mohon Dewi untuk memanusiakan orang itu." (P. 22~)

Moon in the Spring menceritakan tentang Dal-hee, seorang kandidat dewi yang melanggar peraturan langit dengan turun ke bumi dan menggantikan posisi wanita yang telah meninggal, Ji-wan. Awalnya Dal-hee merasa iba dengan tangisan dan doa Ji-wan yang ingin segera mati karena tidak kuat lagi menjalani hidup. Sebelum mati, Ji-wan memohon agar Dal-hee berjanji untuk memanusiakan Kang min hyuk, tunangannya yang tak berperasaan. Dengan keputusan sepihak dan tanpa pikir panjang Dal-hee menyanggupinya dan segera mengambil alih posisi tubuh Ji wan, walaupun malaikat maut tidak menyetujui keputusan Dal-hee karena akan mengubah tatanan dunia langit dan dunia bawah bumi.

Menjadikannya manusia. Manusia yang berhati busuk itu? Malaikat itu memandang Min hyuk dan menggeleng. Sepertinya akan lebih mudah kalau langsung membawanya ke bawah bumi. Karena biasanya manusia seperti itu umurnya lebih panjang. (P.22)



Kang min hyuk, tunangan Ji wan yang mulanya bersikap acuh akan kehadiran Ji wan mulai merasa jika gadis itu berbeda setelah bangun dari kematiannya. Ji wan yang sekarang adalah Ji wan yang berani menantang matanya, tidak takut menghadapinya dan berani melakukan hal-hal yang dulu tidak mungkin dilakukan. Ji wan yang sekarang adalah gadis yang berani dan ceria, sifat takut dan diamnya seakan hilang entah kemana.

"Hmm...? Wanita yang selama ini ku kenal tidak pernah berbicara sefrontal ini. Apalagi tersenyum sinis. Lalu siapa wanita ini sebenarnya?" (P.65)

Memanusiakan Min hyuk menguras habis energi dan pikiran Dal-hee, belum lagi jika mereka bertemu ada saja hal-hal yang mereka ributkan dan tanpa sadar mereka menjadi lebih dekat. Dal hee pun akhirnya mengetahui mengapa sikap Minhyuk terlihat sangat buruk. Min hyuk pun menyadari Jiwan (atau Dal hee) adalah seorang wanita yang menarik dan berusaha memperbaiki sifat buruknya tetapi ada masalah lain yang harus Min hyuk selesaikan, sementara itu waktu keberadaan Dal hee di bumi pun semakin singkat.

Ini kedua kalinya saya membaca karya dari Hyun Go Wun dan saya suka dengan cara penulisannya. Membaca novel Hyun Go Wun seperti menonton Kdrama ^^. Saya agak kurang menyukai di bab-bab awal Moon in the spring (agak sedikit membuat bingung) dan saya merasa kedekatan Ji wan (Dal hee) dengan Min hyuk terasa lambat. Tapi, ketika mereka mulai mengenal satu sama lain dan hubungan mereka semakin berkembang saya senyum-senyum sendiri. Adakalanya tingkah Minhyuk membuat saya ngakak dan beberapa kali saya jejeritan labil. Kalau diibaratkan ketika saya menonton Kdrama, adegan romance Minhyuk dan Dalhee akan saya pause dan replay terus-terusan, hahaha (kebiasaan penonton labil). Saya juga cengengesan nggak jelas ketika Dal hee mulai menampakkan sikap frontalnya dan mengeluarkan komentar-komentar pedasnya. Jika saya jadi Min hyuk, otomatis saya akan berkata, "sakitnya tuh disini.." sambil nunjuk dada, hahahaha.

Ah hampir lupa, Lee I-Gu si Malaikat Maut dengan nomor punggung 2999 (ups) mengingatkan saya pada Scheduler di 49 days. Entah mengapa jika ada malaikat maut, saya selalu memvisualisasikannya ke Jung Il Wo *dikeplak. Moon in the spring juga mengingatkan saya pada kdrama My girlfriend is gumiho atau Arang and the magistrate. Sepertinya seru jika kisah Dal-Hee dan Minhyuk dijadikan Kdrama, hm.. kira-kira siapa yang cocok meraninnya ya?

Banyak manusia yang mungkin tidak sadar bahwa dunia yang mereka tinggali saat ini sebenarnya menyenangkan sekali. Mereka sibuk menjalani rutinitas yang membuat hidup mereka terasa datar dan biasa-biasa saja. Mereka terlalu sibuk bekerja keras untuk bertahan hidup. Sayang sekali, karena mereka jadi tidak punya waktu untuk menyadari bahwa dunia yang mereka tinggali punya nilai dan makna yang lebih dari itu. (P.133)


Hiduplah dengan bahagia! Beruntunglah karena bisa saling berbagi cinta dengan manusia lain. Jangan sia-siakan apa yang sudah kalian miliki. (P.395)


review on blog

Profile Image for Alvina.
732 reviews119 followers
October 16, 2014
Dal-Hee sebenarnya calon dewi yang sebentar lagi harus reinkarnasi untuk memenuhi syarat menjadi dewi. Sialnya suatu kejadian membuat ia masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang meninggal, Ji-Wan namanya. Setelah Ji-Wan (dengan ruh Dal-Hee di dalamnya) sadar, Dal-Hee mengetahui hidup Ji-Wan amatlah rumit dan kelam. Terlebih jika berhubungan dengan tunangannya yang bernama Min-Hyuk. Lelaki itu bahkan beraura gelap sekali, emosional dan membuat Ji-Wan lelah saat di dekatnya.

Tapi Dal-Hee tetaplah seorang calon dewi, ia tergoda untuk membersihkan jiwa Min-Hyuk yang gelap dan juga menunaikan janji yang telah Dal-Hee buat dengan Ji-Wan. Sementara ruh Ji-Wan pergi, Dal-Hee memulai misinya menjadi Ji-Wan, yah kemudian semacam mati suri gitu deh. Ji-Wan yang tadinya sudah mati terus hidup lagi dengan ruh Dal -Hee. Di dunia manusia, Dal-Hee ditemani oleh seorang malaikat pencabut nyawa yang sempat bertugas mengambil nyawa Ji-Wan. Ia menyamar jadi manusia dan membantu Dal-Hee melaksanakan misinya.

Setelah berhari hari, Min-Hyuk mulai merasakan ada perubahan terhadap tunangannya itu. Sosok itu memang secara fisik adalah Ji-Wan tetapi secara kelakuan benar benar berbeda. Ji-Wan yang sekarang lebih ekspresif, lebih frontal, berani dan nggak takut dengan Min -Hyuk. Ini terlihat ketika Ji-Wan memutuskan ikut rapat direksi, mulai mencari kerja sendiri bahkan mau mencoba Bungee Jumping! Ji Wan yang dulu mah sakit sakitan, lemah, suram dan sama sekali ngga seenergik Ji Wan yang sekarang. Sementara Dal - Hee sedang berusaha membersihkan jiwa Min Hyuk yang gelap dan penuh dendam itu, ia tidak sadar bahwa ada laki laki yang mulai menyukainya..

Saya baru pertama kali ini membaca novel terjemahan Korea, yang isinya full roman. Tadinya saya pikir karena ini ada unsur fantasinya, mungkin ada semacam sihir atau gimana gitu, apalagi pemeran utamanya adalah seorang Dewi. Saya memang penasaran seperti apa novel fantasi yang berasal dari asia, karena amat jarang ada. Eh ternyata novel ini dosis romannya lebih banyak daripada fantasinya, alhasil sempat kecewa sih. Tapi aku juga penasaran bagaimana akhir cerita Si Dal-Hee ini. Apakah dia kembali ke langit, jadi Dewi atau dikutuk Kaisar Langit karena telah seenaknya aja menyusupi tubuh manusia?

Alurnya lambat di awal tapi setelah lewat pertengahan cerita mulai ada konflik yang membuat kisah ini makin seru. Tokoh tokohnya juga nggak banyak, jadi ngga susah juga menghafalkan nama mereka meski asing di telinga (bagi saya sih). Karakternya juga jelas berbeda beda, Ji Wan aslinya seorang yang pendiam, mudah menyerah, lemah secara fisik maupun psikis. Dal Hee sangat bertolak belakang dengan Ji wan, semangatnya luar biasa sampai sampai menulari orang di sekitarnya, dia selalu ceria, pantang menyerah, cuek tapi juga ambisius. Min Hyuk juga sering dibuat bingung sekaligus terkagum kagum dengan pesona Dal Hee ini, meski tetap saja lelaki ini semaunya sendiri alias egois.

Saya belum pernah membaca karya penulis sebelumnya sehingga tidak tahu apakah sudah ciri khasnya menggunakan alur lambat dan datar datar saja atau ada pengaruh penerjemahan sehingga jadinya kurang pas dinikmati. Demikian pula di belakang buku, apa itu memang sinopsis buku aslinya atau ada yang terlewat oleh editor, sebab seharusnya Dal Hee yang seorang Dewi, bukan Ji Wan..
“Aku tidak mungkin membiarkanmu dalam keadaan berbahaya seperti itu, sendirian..” (209)

Tsaah, mesra mesra galak gitu pokoknya si Min Hyuk deh mah. Saya jadi penasaran kalau saja novel ini difilmkan, pasti seru deh :D
Profile Image for Hana Fumiko.
7 reviews1 follower
Read
January 16, 2016
Kisah ini diawali dengan cerita Dal-Hee dan kakaknya Hae-Seong yang dikejar seekor harimau sehingga demi menyelamatkan nyawa, mereka berdoa agar bisa selamat dari kejaran harimau itu. Doa mereka terkabul karena tidak lama kemudian sebuah tali besar turun dari atas langit dan mereka berhasil memanjat sampai langit kemudian menjelma menjadi Matahari (Hae-Seong) dan Bulan (Dal-Hee).

Kakak beradik itu ditakdirkan untuk menjadi kandidat Dewa dan Dewi Langit. Akan tetapi, hanya sang kakak (Hae-Seong) yang berhasil dengan cepat menjadi Dewa. Berbeda dengan Dal-Hee sang bulan yang masih belum bisa menjadi Dewi. Untuk menjadi seorang dewa-dewi seseorang harus mengalami tujuh reinkarnasi sempurna untuk menghilangkan darah manusia mereka. Namun, Dal-Hee sangat kesusahan untuk menjalani syarat terpenting untuk menjadi seorang dewi langit yaitu dengan tidak memperbolehkan mengikat takdir dengan manusia. Itu adalah hukum dan aturan yang paling dasar. Dal-Hee yang memiliki tingkat toleransi rendah dan sering tidak sabar, selalu memutuskan untuk kembali ke langit sebelum waktu nya dan hal itu memperlambat waktunya untuk menjadi dewi.

Suatu hari Dal-Hee mendengar seorang wanita yang berusaha meminta bantuannya. Wanita yang terbaring di rumah sakit dengan mata tertutup dan berdoa supaya Tuhan mengambil nyawanya lebih cepat. Wanita itu terlihat putus asa dan air mata menetes satu per satu di pipinya yang tirus sehingga hal itu membuat Dal-Hee tersentuh. Kematian sudah mendekati wanita itu karena Dal-Hee melihat seorang malaikat kematian muncul dikamar tersebut. Ketika wanita itu dinyatakan meninggal, hanya dokter yang terlihat berduka. Tunangannya, serta keluarganya tidak terlihat bersedih atas kematian wanita itu. Saat wanita itu meninggal yang mereka bicarakan hanyalah warisan. Melihat hal tersebut, Dal-Hee semakin geram dan akhirnya memasuki tubuh wanita itu dan berusaha mewujudkan janji yang sempat dibicarakannya dengan wanita itu sebelum dia meninggal. Wanita itu memohon kepada Dal-Hee untuk memanusiakan tunangannya.

Melihat wanita itu hidup kembali, semua orang yang ada diruangan itu hampir pingsan, kecuali Min-Hyuk tunangannya. Dal-Hee yang sekarang berada di tubuh Ji-Wan (wanita yang telah memohon kepadanya tadi) berusaha untuk menepati janjinya dengan Ji-Wan. Dal-Hee kembali melanggar peraturan dan membuat dia kembali gagal untuk menjadi dewi dan membuat marah anggota dewan yang ada di langit.


"Kau tidak meninggal?"
"Memangnya aku terlihat seperti orang meninggal?"


Min Hyuk kaget dengan perubahan tunangannya. Yoon Ji-Wan yang terbiasa mengurung diri dikamar dengan bermain piano sekarang berubah menjadi lebih berani, Ji-Wan yang dulu menyukai pakaian berwana gelap sekarang lebih menyukai pakaian bewarna cerah. Ji-Wan yang dulu takut dengan Min-Hyuk sekarang menjadi lebih tegas dan berani. Sorot matanya juga berubah menjadi cerah dan hangat. Hal itu membuat Min-Hyuk menjadi ingin lebih tertarik.
Profile Image for Rafandha.
Author 4 books6 followers
October 2, 2014
Novel Moon in The Spring adalah novel terjemahan dari bahasa Korea yang ditulis oleh Hyun Go Wun yang juga merupakan penulis novel 4 Ways to Get a Wife dan Always With Me yang diterbitkan Penerbit Haru. Novel ini bercerita tentang Dal Hee, seorang dewi-wanna-be yang membuat onar dengan masuk ke tubuh seorang wanita bernama Ji-Wan yang sekarat dan ingin meninggal. Sebelum Ji-Wan meninggal, Dal Hee berjanji untuk 'memanusiakan' tunangannya, Kang Min Hyuk.

Ji-Wan merasa sudah tidak tahan dengan sikap orang-orang di sekitarnya. Kang Min-Hyuk, tunangannya, tidak benar-benar memiliki prasaan pada Ji-Wan. Begitu juga sebaliknya. Oleh sebab itu, ketika Min-Hyuk tahu bahwa Ji-Wan hampir mati karena overdosis, tak ada sedikitpun rasa kasihan dan perhatian pada tunangannya itu. Bahkan, setelah dokter mengatakan Ji-Wan meninggal, Min-Hyuk hanya menanggapinya dingin.

Dari sinilah perjalanan Dal Hee Ji-Wan dimulai. Ia masuk ke dalam tubuh Ji-Wan dan membuatnya seolah bangkit dari kematian. Mulai dari sana, perjalanan Dal Hee dengan dibantu seorang malaikat kematian untuk memanusiakan Minhyuk dimulai. :D

Novel ini adalah novel terjemahan Korea yang kedua yang aku baca. Setelah sebelumnya nggak habis terbaca karena terjemahannya yang agak kacau. Awalnya, tidak ada ekspektasi apapun. Tapi, setelah memulai dari dongeng tentang dua anak kecil dan harimau yang ada di halaman pertama, aku sangat tertarik! ^^

Secara penokohan, aku sangat suka perkembangan karakternya. Sangat halus dan nggak kayak dipaksakan. Terjemahannya pun mulus dan enak dibaca. Plot-plot yang dituliskan oleh Hyun Go Wun sangat mendetail dan mendasar sehingga aku seakan merasa menonton langsung drama ini di serial televisi.

Dengan tebal lebih kurang 400 halaman, novel ini tidak terkesan bertele-tele, malah cenderung memikat. Tema fantasi-romance yang memang umum di masyarakat Korea masih nyambung-nyambung saja dengan keadaan Indonesia. Memang, ending novel ini mudah ditebak, tapi itu sama sekali tidak mengecewakan. Mungkin ini dikarenakan jalan cerita yang mengalir dengan lancar.

Satu-satunya kekurangan menurutku adalah pada proses pencetakan novelnya. Beberapa dari halaman novel yang aku dapat itu miring ke atas sehingga agak kurang enak dibaca. Tapi hal itu tidak menjadi alasan untuk tidak membaca novel ini.

Intinya, bagi yang suka dengan cerita-cerita yang sweet ala drama korea, cerita Ji-Wan dan Min-Hyuk sangat cocok buat kalian. Bagi yang belum pernah baca terjemahan dari penulis Korea (sepertiku), novel ini bisa menjadi awal yang baik untuk berkenalan. Jadi penasaran novel-novel lainnya. ^^

3.5/5!
Profile Image for Tri Ciduk.
20 reviews3 followers
September 8, 2015
Membaca novel ini pikiranku terbayang-bayang akan 2 serial drama korea yang kupikir tidak jauh berbeda dengan cerita di novel ini, 49 Days dan Arang and the Magistrate, benar kan? Mereka hanya memiliki konsep cerita yang sama, namun alur ceritanya berbeda.

Penokohan => Dal-Hee, aku sangat menyukai tokoh ini. Perjuangannya untuk memenuhi keinginan terakhir Ji-Wan sangatlah gigih. Memanusiakan Min-Hyuk, itu tidaklah mudah untuknya.

Setiap manusia akan selalu memiliki kesempatan untuk menjalani hidupnya dengan baik, apabila mereka percaya adanya tuhan.

Tapi ia berhasil, meskipun memakan waktu yang lama, namun secara perlahan perubahan dalalm diri Min-Hyuk mulai muncul.

Cemburu biasanya terasa ketika kita sedang mencintai orang lain.

Bahkan kini ia mulai tertarik dengan Ji-Wan yang sekarang, tak jarang Min-Hyuk suka cemburu jika ada yang mendekati Ji-Wan.

Ada yang datang, ada yang pergi. Begitulah hidup. Kau akan bisa melupakan itu semua seiring berjalannya waktu.

Dal-Hee juga tokoh yang berhasil mebuatku tertawa, saat dimana ia berkerja dibioskop dan berhasil memergoki seseorang yang ingin menonton film tanpa tiket yang ternyata adalah sang bintang utama dari film itu. hehe.

Sangat disayangkan ada beberapa tokoh di novel ini tidak mendapat bagian yang banyak di novel ini, padahal menurutku itu akan menambah nilai sendiri jika penulis berhasil menguatkan karakter mereka.

Penulisan => Terjemahannya juga menurutmu aman-aman saja, alur ceritanya mudah dipahami. Meskipun jika dilihat dari ketebalan buku yang mencapai 400 halaman tappi kupikir semuanya mengalir begitu saja, tida terkesan membosankan.

Cover => covernya soft, pasti mampu memikat banyak mata yang tertarik untuk membelinya ^^

Selain itu, dengan mengangkat tema Romance-Fantasy kurasa itu membuat banyak readers yang makin penasaran dengan cerita novel ini, tak bisa dipungkiri, genre itu kini sedang digemari oleh kebanyakan orang, terlebih oleh golongan para remaja. Mereka sangat menyukai cerita yang bernuansa sweet, romantis, drama korea juga banyak yang mengangkat cerita dengan genre tersebut, dan hasilnya BOOM!!

Seperti novel ini yang hampir memasuki usia satu tahun terbitnya, masih saja dicari-cari keberadaannya oleh para penggemar Hyun Go Wun, pembaca setia terbitan Haru, dan para pecinta novel bergenre Romance-Fantasy tentunya.

Buat kalian yang merasa kesusahan saat mencari novel ini, kalian bisa langsung memesannya secara online di owlbookstore.co.id disana juga ada novel-novel terjemahan korea, jepang, Taiwan dan juga novel Indonesia terbitan haru. Selamat membaca Sahabat Haru ^^

ini link reviewku http://utsukijurnal.blogspot.com/2015...
Profile Image for Atria Dewi Sartika.
115 reviews10 followers
October 7, 2014
Apa jadinya jika seorang dewi khayangan melakukan sesuatu sekehendak hatinya? Inilah yang terjadi.
Seorang Dewi bernama Dal-Hee melanggar hukum langit dan masuk merasuki tubuh seorang perempuan bernama Yoon Ji-Wan.

Ji-Wan sebelum meninggal berteriak meminta tolong. Permintaan tolongnya ini didengarkan oleh Dal-Hee yang senang melakukan berbagai hal secara spontan dan tanpa perhitungan. Ji-Wan sebelum meninggal meminta Dal-Hee untuk "memanusiakan" tunangannya yang bernama Kang Min-Hyuk. Dal-Hee yang tanpa pikir panjang menyanggupi hal itu akhirnya melakukan segala sesuatunya dengan semaunya sendiri. Ia berenkarnasi dengan memasuki tubuh Ji-Wan. Ini jelas melanggar hukum langit. Malaikat Kematian nomor 2999 yang ikut terlibat karena saat itu bertugas mengambil nyawa Ji-Wan tidak berhasil mencegah keputusan Dal-Hee.

Seketika tindakan Dal-Hee memunculkan kekacauan di langit dan dunia bawah bumi. Saat dua dunia tersebut ribut, Dal-Hee tetap melanjutkan rencananya di dunia manusia untuk membuat Kang Min-Hyuk memiliki hati yang baik dan bisa hidup selayaknya manusia yang peduli pada hal-hal di sekitarnya.
Dengan menjadi Ji-Wan, Dal-Hee berhasil menarik perhatian Min-Hyuk yang selama ini tidak pernah mendapat tantangan dari pihak lain.

Ji-Wan yang sempat mati suri dan kemudian bangkit kembali dengan jiwa Dal-Hee di dalamnya berubah menjadi sosok yan berbeda. Ji-Wan yang biasanya suram kini lebih ceria dan berwarna. Ia bahkan mengubah selera fashionnya. Selain itu ia menjadi sosok yang lebih berani dan lebih bercahaya. Ini membuat Min-Hyuk menjadi tertarik padanya.

Ketertarikan ini kemudian berkembang. Sayangnya muncul sejumlah tokoh dari masa lalu Min-Hyuk yang membuat hubungan mereka makin runyam. Kehadiran Seok-Hwan, mantan sahabat Ming-Hyuk, yang ternyata jatuh cinta pada Ji-Wan ikut memperkeruh hubungan mereka. Kehadiran Yoon-Ha, yang sempat menjalin hubungan gelap dengan Ming-Hyuk serta Seo-Yeon, mantan kekasih Ming-Hyuk yang dahulu kabur dengan Seok-Hwan.

***

Ide dasar ceritaya menarik dan bikin penasaran tentang bagaiamana akhir ceritanya. Bisakah Dal-Hee yang menggunakan tubuh Ji-Wan bisa hidup bersama Ming-Hyuk? Apakah hukuman dari Kaisar Langit untuk Dal-Hee?

Cerita ini cukup mampu menerbitkan senyum. Selain itu kalimat-kalimat pertengkaran antara Dal-Hee dan Min-Hyuk adalah dialog-dialog cerdas yang membuat saya tersenyum sesekali saat membacanya.



Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
February 4, 2015
ceritanya yah standard romance biasalah, meski ditambah sediiiikit unsur absurd dewa-dewi, kaisar langit + malaikat kematian. cowok dingin, ketemu cewek seenaknya, cowok pelan2 jatuh cinta, cewek mesti pergi, klimaks, dueeengg..... hepi end. manis kyk permen digulain.

yg jd keberatanku di sini itu justru karakter2nya.
si co yg ktnya dingin dan licik di sinopsis, trus bikin si ce menderita, bikin dewi di langit terpanggil n malaikat kematian mengerenyit n memanggilnya manusia berhati busuk ((berkali-kali)), kupikir kan kayak apa nih jahatnya si cowok... eh ladalah, ternyata cuma gara2 dia nyuekin si ce yg ditunangankan gara2 bisnis, mo nyatuin perush. eyaaa, yg jenis kyk gitu mah, buanyak seabreg, gak usah manggil2 dewi kalee....
nah si ce, lain lagi. berasa orang plg menderita sedunia. dipaksa putus sama sang kekasih, ditunangkan sama co lain (btw, yg ktnya sih tampan n keren), ditinggal mati bapak, lalu hrs hidup brg ibu n adik tiri. uhm... ya trus kenafaa... kamu itu msh muda, cantik, pinter dan kaya, pewaris tunggal perusahaan besar. optimis dikit knapa. kl kamu pikir co tunanganmu itu jahat, la kok kamu egois sekali ninggalin hidup sekian banyak pegawai perusahaanmu di tangan dia? berjuang dikit kek.
untungnya ada si dal-hee, si dewi. karakternya yg blak2an n tindakannya yg tak terduga (banjo jumping? ^^) memang cocok untuk bikin co penasaran. gak berlebihan, bersemangat tapi tetep wajar.

karakter lainnya di sekeliling mereka rasanya kurang mendapat perhatian. si malaikat kematian malah berasa lebay, kerjaannya ngutukin min-hyuk mulu. mestinya lihat dunk, si yoon-ha itu jelas2 lebih 'busuk' drpd min-hyuk. trus hubungannya sama mi-ra jg hrsnya bisa digali lbh mengharukan atau lbh lucu, jangan lempeng kayak telenan.

suka konflik tambahan antara min-hyuk, seo-yeon dan seok-hwan. tapi sekali lagi rindu dendam masa lalu diselesaikan dng muanisss sekali, tanpa ada ganjelan sama sekali.

sbnrnya mau ngasih 2,5* tp berhubung saya suka covernya, ya sdhlah dibulatkan jd 3* d.

more review at
http://readbetweenpages.blogspot.com/...
Profile Image for Nanda Utami.
15 reviews
February 5, 2016
Ini adalah buku yang pertama kali aku baca diawal tahun 2016. Aku membelinya karena tertarik dengan sinopsis yang jujur aja lagi pengen baca fantasi.

Cerita "Moon in the Spring" berawal dari seorang calon dewi yang turun ke bumi karena mendengar teriakan minta tolong dari seorang wanita sekarat yang bernama Jiwan. Jiwan yang merasa kesepian karena orang-orang disekitarnya (tunangan, ibu tiri, dan adik tiri) tidak peduli kepadanya bahkan di saat-saat kritisnya. ketika mendengar teriakan Jiwan, sang dewi turun ke bumi untuk menolong Jiwan yang memintanya untuk membalaskan dendam kepada sang kekasih yang memiliki hati yang kejam untuk membuatnya merasakan jatuh cinta. Sang dewi pun menyanggupinya dengan menggantikan roh Jiwan yang sudah pergi dengan roh dirinya.

Sang penguasa langit marah besar karena salah satu calon dewinya melakukan reinkarnasi tanpa sepengetahuannya. Akhirnya sang peguasa langit membiarkannya karena sudah terlanjur terjadi..

Kang Minhyuk, tunangan Jiwan, kaget karena tunangannya yang sudah meninggal tiba-tiba hidup kembali. Namun yang lebih mengagetkan Minhyuk adalah sikap dan sifat Jiwan yang sangat berbeda dengan Jiwan yang dulu dikenalnya. Cara Jiwan menatapnya dengan berani, cara matanya bersinar, dan cara bicaranya yang penuh percaya diri, membuat Minhyuk mau tidak mau, yang awalnya memilih Jiwan sebagai tunangan hanya karena ingin memiliki perusahaan ayah Jiwan, jatuh cinta kepada Jiwan.

Moon in the Spring adalah novel terjemaah ketiga yang aku baca karya Penertbit Haru. Aku mulai suka dengan novel-novel terjemahan Haru. Dari novel ini aku suka dengan pergantian sifat Minhyuk ketika mulai jatuh cinta dengan Jiwan. Nggak terlalu drastis seperti beberapa novel romance yang udah aku baca. Lalu, cara Jiwan dan Minhyuk yang jujur dengan satu sama lain yang membuat mereka akhirnya sering sedikit berselisih ketika bertemu, tetapi itu justru menjadi pemanis dalam hubungan mereka.

OOOkeee segitu aja spoilernya. Sori kalau agak nggak jelas karena ini novel pertama yang aku tulis komentar cukup banyak. HAHAHA...
Profile Image for Lona Yulianni.
237 reviews16 followers
April 17, 2016
Dal-Hee, seorang calon dewi yang walaupun sudah berkali-kali mengalami reinkarnasi tetap saja tidak bisa menghilangkan jiwa manusianya, terpanggil untuk menolong jiwa yang memanggilnya: Yoon Ji Wan, yang tengah sekarat namun tidak satupun orang di sekelilingnya yang merasa sedih atas penderitaannya. Dal-Hee merasa ia tidak bisa diam saja melihat Ji Wan menderita, turun ke dunia manusia dan membantu Ji Wan untuk me-manusia-kan / membalas semua perbuatan tunangannya, Kang Min Hyuk. Namun ketika Dal-Hee / Ji Wan mengetahui alasan dibalik semua tingkah laku Min Hyuk, ia tidak yakin bisa melanjutkan misinya tanpa jatuh hati pada "musuh"nya ini.

Kang Min Hyuk, tidak pernah serius berpikir untuk menikahi Yoon Ji Wan, tunangannya. Alasannya hanyalah proses merger perusahaannya dengan perusahaan milik Ji Wan. Jadi ketika tunangannya sekarat, yang ia pikirkan hanyalah bagaimana proses merger bisa terjadi jika Ji Wan meninggal. Namun Ji Wan yang "bangkit" dari kematiannya sama sekali berbeda: lebih berwarna, lebih ceria, lebih cerdas, suka membantah, dan tentu saja, lebih menarik. Bahkan Min Hyuk dengan mudah membayangkan kehidupan pernikahannya dengan Ji Wan kelak.

Ide ceritanya sih saya suka, tapi entah kenapa saya kurang merasakan chemistry antara Min Hyuk dan Ji Wan. Tapi seperti layaknya K-Iyagi yang lain, saya jelas bisa merasakan character development dari Min Hyuk lewat narasi yang detil dan percakapan-percakapannya dengan Ji Wan dan tokoh-tokoh lainnya. Bener, orang jahat itu gak sepenuhnya jahat. Ada suatu kepedihan dan penderitaan yang pernah dilalui atau yang tengah dilalui oleh orang yang kita anggap penjahat tersebut. Semua orang punya hati nurani, tetapi tidak semua orang mendengarkan hati nuraninya itu karena pengalaman pahit yang pernah ia rasakan atau yang tengah ia rasakan.

3 bintang untuk Ji Wan yang selalu bisa membantah Min Hyuk. Daebak!
Profile Image for Carolina Tedjapranata.
70 reviews
December 26, 2017
full review ➡️ https://wolfcxreads.wordpress.com/201...

"Kita adalah orang-orang yang terlalu baik hati. Sementara di luar sana, orang-orang jahat berkeliaran dengan jumlah yang tak terkira." -hal. 42


'Moon in the Spring' berkisah tentang seorang dewi langit bernama Dal-Hee yang melanggar peraturan langit dengan terjun ke bumi untuk menggantikan posisi seorang wanita yang meninggal tanpa seizin Kaisar Langit. .
Dal-Hee membuat janji dengan wanita yang bernama Ji-Wan untuk 'memanusiakan' tunangannya yang berhati dingin. Bersama sang Malaikat Kematian 2999, mereka berdua bekerja sama untuk mengawasi Min-Hyuk. .
Dal-Hee ingin mengetahui apa sebenarnya rencana Min-Hyuk yang memutuskan untuk bertunangan dengan Ji-Hwan dan apa masalah dibalik sikap dinginnya itu?


Jujur, buku ini udah lama banget ada di lemari aku dan baru sempat dibaca sekarang. Faktornya karena banyak buku2 baru berdatangan dan juga lebih membuatku penasaran😂. Tapi ternyata aku menyesal karena baru baca kisah Dal-Hee, Min-Hyuk, dan juga I-Gu😍. Gak nyangka bakal seseru ini. Mungkin kalo dibuat drakornya berasa 49 Days kayaknya ada malaikat kematian juga.😂
Kalo novel ini dibikin dramanya aku pengen banget nonton suer!!


Ide ceritanya unik tentang Dewi Langit, Pria Bumi, dan juga malaikat kematian, dan aku jatuh hati dengan setiap karakter yang ada di novel ini. Entahlah walaupun dingin, dari awal aku udah suka sama Min-Hyum. Ditambah dengan perubahan sikap setelah Dal-Hee menggantikan posisi Ji-Wan.

Aku suka dengan gaya penulisan Hyun Go Wun, walaupun terjemahannnya agak kaku. Aku sampe baca berulang kali di beberapa bagian karena gak masuk intinya, terutama pas percakapan. Aku kebalik2 bingung yang ngomong siapa hahaha. But, overall aku suka dan aku pengen banget baca karyanya yang lain, terutama yang baru diterbitkan yaitu #AManAboutTown.
Profile Image for Viona.
185 reviews6 followers
June 24, 2015

More at: https://starlibrary.wordpress.com/201...

Kalau-kalau dilihat dari reading updates yang aku copy goodreads, tentunya sudah lama-ya, aku membaca buku ini. Dan… baru kesempetan review hari ini. Dan… hampir-hampir ‘melupakan’ ceritanya. 25 Oktober 2014? Udah hampir 1 tahun! #Blah

Karena aku tiba-tiba sadar kalau telah mendaftar sebagai partisipan di Reading Challenge Penerbit Haru, maka aku memutuskan untuk ‘mereview’ buku ini dan tidak menunda-nunda lagi! :D

Untuk terjemahannya, aku sangat puas. Tidak terkesan kaku sama sekali (fyi, beberapa buku terjemahan yang aku baca, gaya terjemahannya super-kaku. Bahkan, untuk buku-buku yang super-laris di negara asal, bahkan telah di film-kan, aku malahan ‘ngeh’. Entah kenapa. Tapi yang pasti, aku pikir itu semua karena ‘gaya terjemahannya’ yang ‘kaku.)

Jadi ya, seperti biasa, karena aku sudah membaca beberapa karyanya Hyun Go-Wun, aku rasa, tentang ‘kepuasan’ terhadap cerita sudah tidak perlu dipertanyakan. Di korea sendiri, penulis ini juga sangat terkenal (menurut pandanganku, mungkin benar), bisa dilihat dari buku-bukunya yang telah difilmkan (search sendiri di google :D)

Tokoh-tokoh sampingan juga ‘sangat’ membantu dalam kebagusan cerita. Kisah asmara bukan hanya pada tokoh utama, melainkan juga pada tokoh sampingan. Seperti Mi-Ra, adik Ji-Wan yang jatuh cinta pada ‘pengawal’nya Dal-Hee.
Profile Image for F3t.
167 reviews12 followers
December 9, 2014
Dal-hee seorang calon dewi bulan, melanggar etika tentang reinkarnasi karena ingin mengabulkan keinginan terakhir Ji Wan, untuk memanusiakan tunangannya Min Hyuk. Karenanya Dal Hee masuk ke dalam tubuh Ji Wan yang sebenarnya telah meninggal demi memenuhi janjinya. Min Hyuk yang berhati busuk tidak dapat dengan mudah ditaklukkan. Dengan sikapnya yang ceria dan juga tangguh, Ji Wan yang baru sedikit demi sedikit dapat merubah sikap Min Hyuk.
Namun, Dal Hee yang menentang kode langit merasa was-was dan sewaktu-waktu dirinya harus meninggalkan dunia dan mempertanggungjawabkan tindakannya.
Bagaimana bila Dal Hee pada akhirnya harus berhadapan dengan Kaisar Langit? Berhasilkah ia merubah Min Hyuk yang berhati busuk menjadi manusia kembali?

Sebenarnya kalau novel romance itu memang mudah ditebak, namun Hyun Go Wun mengangkat kisah tentang calon dewi yang masuk ke tubuh manusia untuk memperbaiki kehidupan seseorang, mungkin menjadi tema yang jarang ditemui dan membuat pembaca mengira-ngira akhir kisahnya.
Displaying 1 - 30 of 45 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.