Baca novel ini seperti tersugesti dengan judulnya "Eat My Belly" Membaca novel ini rasanya seperti melahap sebuah santapan yang terlihat lezat dan menggirukan. Cover depan yang menarik dengan cover halaman belakang yang biasa terisi sinopsis namun diisi dengan sebuah gambar tampilan obrolan antar tokoh yang juga sudah seperti sinopsis.
Membaca novel ini semua emosi saya tersalurkan, ketawa dengan cerita lucu dan konyolnya, menangis karena cerita haru dan sedih, terdiam gugup dengan konfliknya, dan terdiam berfikir dengan insight yang ada di dalamnya.
Secara keseluruhan, Novel ini berhasil menyajikan 'Menu Gizi Seimbang'. Menurut saya semuanya balance, ceritanya pas, alurnya pas, konfliknya dapet, tokohnya punya peran kuat dan pas, ilmunya dapet, dan ga lupa tetep ada fiksinya yang tidak menghilangkan bahwa ini sebuah novel fiksi. Ibarat sebuah makanan yang terhidang di dalam sebuah piring, ini menu komplit yang sehat dan bergizi.
Membaca Eat My Belly adalah seperti membaca persoalan sehari hari. Persoalannya kompleks namun sangat relate dan ditawarkan dengan cerita yang ringan dan mengalir. Sebuah pendekatan yang sangat cerdas untuk mendekati persoalan yang rumit dengan investigasi medis yang mendalam.
Terima kasih ya telah menulis buku ini bagi penulisnya.
Ini novel paling kompleks dan tulus banget deh. Lucu, gemes, sedih, bikin semangat, deg-degan, tapi juga jadi mikir. Berasa dikasih kaca untuk ngeliat diri sendiri lewat karakter-karakternya. Thank you ya udah bikin cerita seunik ini.