Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hantu Ulang Alik

Rate this book
Seorang perempuan hanya ingin memasak mi instan tanpa gangguan. Pekerja restoran yang kurang apresiasi menemukan cara balas dendam. Duka seorang ibu menenggelamkannya perlahan ke dalam paranoia. Mantan sahabatmu yang mati mewariskan barang bekas. Tiap karakter terasing dalam dunianya sendiri, berulang-alik dalam perjalanan mereka mencari kebahagiaan yang langka di tengah dunia yang hampir kiamat.

Cerita-cerita Ratri Ninditya dalam Hantu Ulang-Alik akan menyeretmu masuk ke dalam lika-liku kehidupan manusia kota yang selalu tersesat dengan ironinya sendiri. Bisa jadi kau tokoh dalam satu cerita, bisa jadi pula kau ada di semua cerita.

178 pages, Paperback

Published June 1, 2025

4 people are currently reading
41 people want to read

About the author

Ratri Ninditya

7 books15 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
14 (31%)
4 stars
19 (43%)
3 stars
10 (22%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (2%)
Displaying 1 - 15 of 15 reviews
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
October 28, 2025
Kumcer ini berisi 13 cerpen, yang menurut saya isinya meneriakkan "kegelisahan" para tokoh di dalam cerpennya. Di cerpen Mi Instan , misalnya, seorang perempuan bertemu lagi dengan mantannya setelah sekian tahun dan masih saja dipertanyakan apa yang akan dia lakukan. Kemudian ada cerpen Preloved tentang seseorang yang selalu menerima barang bekas dari temannya, bahkan sampai si teman sudah pergi dari dunia.

Btw, saya suka banget sama warna cover buku ini.

2.5 stars
Profile Image for raafi.
929 reviews451 followers
October 30, 2025
Karya eksperimental kayak begini ini yang bisa mendekonstruksi. Superb!
Profile Image for Teguh.
Author 10 books333 followers
May 28, 2025
Membeli buku ini Sabtu 24 Juni 2025, kemudian satu demi satu di jalan dan duduk di kafe aku membaca cerpen-cerpen Mba Ninin. Aku sudah pernah membaca “sedikit gaya” Mba Ninin di Cerita-Cerita Jakarta dan Parade yang Tak Pernah Usai, dan waktu itu aku menyukainya. Maka ketika buku ini terbit, lekas dibaca, dan ternyata aku menyukainya. Baguuuuuus. Saya membayangkan cerpen dan buku kumcer itu bisa semenyenangkan ini. Di kepala hanya teringat Saba Sams yang nyentrik mendekati persoalan manusia urban (meski aku mulai tidak suka dengan demarkasi urban dan rural), atau bagaimana beberapa perempuan penulis Jepang kalau nulis dengan detail dan “pemantik” yang kadang sederhana saja.

Cerpe pertama Mi Instan adalah gong pembuka yang paripurna. Aku suka sekali cerpen dengan pendekatan begini. Tidak menyajikan nuansa untuk menggambarkan “short adegan” pada kabanyakan cerpen Koran kita, tapi pergulatan karakter dan konflik pribadi dengan simbol yang sederhana, dan mungkin tampak tidak terlalu berarti bagi kebanyakan orang.

Perkara membeli mi instan di supermarket, kemudian ketemu seseorang dari masa lalu yang kemudian menyeretnya pada perjalanan panjang dan kemarahan yang tersimpan.

Mba Ninin sangat pintar membuat kalimat-kalimat yang kontradiksi dan aku langsung tepuk tangan kalau ketemu. Misalkan:

Ibu ingin punya anak laki-laki. Mungkin anak laki-laki akan menyempurnakan kekurangan anak perempuannya. Atau bisa jadi ketika memandang anak laki-laki ia tidak perlu merasa sedang bercermin. (hal.8)

Basi sekali hidupnya jika tidak berteman denganku. (hal.9)


Kemudian ya cerpen mengulik bagaimana kesalnya si tokoh perempuan yang pada akhirnya “tidak tenang membuat mi instan”. Cerpen ini kuat banget. Ruang perempuan yang paling sederhana dan receh—urusan bikin mi instan—saja harus direcoki oleh manusia bernama laki-laki. Apalagi sepanjang hidupnya, dia selalu dikomparasi dengan laki-laki. Jadi ini api protes yang dibalut dengan bahasa yang enak betul.

Cerpen yang mencuri perhatian lain adalah PRELOVED. Ini sumpah aku suka sekali. Lagi, pemantik konfliknya tampak remeh, sederhana, tapi woooooow. Soal preloved make-up teman yang sudah meninggal. Namun, kemudian membawa ke pusara persoalan dan psikologi. Dan lagi-lagi Mba Ninin membuat kalimat-kalimat yang patahannya bikin tepuk tangan.

Keluargamu punya terlalu banyak barang dan terlalu sedikit perhatian.(hal.57)


Beberapa cerpen yang aku tandai sebagai bintang 5: Mi Instan, Setengah, Preloved, Cap Ular, Gatal. 

Kalau Mba Ninin bikin novel, aku akan mengantre membaca.
Profile Image for tata.
111 reviews5 followers
September 20, 2025
Kumpulan cerita yang katanya soal urban, tapi sebenarnya nggak juga. Kak Ninin adalah jelas seorang pencerita yang baik. I was certain that she started from poetries dan ternyata memang benar. Gaya penceritaan menarik yang nggak terlalu peduli dengan ejaan dan kapitalisasi sebab ia punya prinsipnya sendiri. Kak Ninin menjelaskan berbagai macam permasalah perempuan muda, kehidupan anak muda, dan segala jenis keanehan-keanehannya. Ia memilih judul-judul yang terasa lain dengan cerita-ceritanya yang sedih, menggelikan, absurd, bahkan bikin mual. Aku jarang banget membaca cerpen, apalagi yang memuat isu tentang “dewasa”, atau “feminisme”, atau “kota”. Di sini, semuanya terasa sangat mulus dan kita seperti sedang tidak “didikte”. Kak Ninin sangat terasa sangat bebas dalam bercerita. Ia mungkin adalah pengarang yang tidak begitu memedulikan kerangka sebab ia hanya menulis, menulis, dan menulis untuk menyampaikan kritik, saran, dan rasa yang akan tertuang.
Profile Image for Nona Ana.
122 reviews11 followers
June 11, 2025
semacam potret batin orang-orang yang lelah tapi terus berjalan. Yang tampak baik-baik saja di luar, tapi dalam diam sedang remuk.
Profile Image for hana.
41 reviews
May 30, 2025
senang sekali bqca tulisan perempuan dengan tokoh-tokoh perempuannya yang freak-ish, bitchy, dan benci laki-laki!
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
293 reviews6 followers
November 12, 2025
FIX !!!
Hantu Ulang Alik karya Ratri Ninditya masuk ke dalam salah satu KumCer favoritku. Saking jarangnya nemuin kumcer yang bikin mau baca terus tapi gak mau buru-buru abis. Mungkin itu perasaan yang paling mendekati saat aku baca kumcer ini. Kalo ditanya tentang apa? Aku nangkepnya, cerita dalam kumcer ini tuh ceritain tentang pengalaman-pengalaman perempuan di kota besar dengan segala rupa problematika yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mereka. Saking nempelnya sampai menghantui hidup para tokohnya.

Bahasa yang dipakai juga bahasa sehari-hari banget, bahkan banyak menggunakan bahasa "slang" kekinian yang justru membuat cerita yang ada semakin menarik. POV yang digunakan penulis banyak menggunakan sudut pandang orang ke-2, satu sisi cukup riskan jika digunakan dalam format cerpen, mengingat ruang eksplorasi yang terbatas dan juga judul cerita yang beragam. Tapi pembaca sepetinya tidak perlu khawatir, karena meskipun banyak menggunakan sudut pandang orang ke-2 cerita yang ada masih sangat mudah dicerna dan dinikmati.
Profile Image for Rizka Khaerunnisa.
6 reviews
July 23, 2025
Suka sekali dengan gaya penceritaannya yang ringan; menggunakan bahasa kekinian yang tetap enak dibaca. Seperti mendengarkan kisah seorang kawan, sekaligus terhubung dengan pengalaman-pengalaman khas manusia urban-perkotaan. Karakter-karakternya juga terpusat pada kehidupan perempuan.
Profile Image for arkive.
8 reviews
November 9, 2025
Top 5👌🏻Mi Instan, Setengah, Panggung, Film Sadis, & Hilang.

Mi Instan
——
namanya juga perempuan. sekeras apapun hatinya, masih bisa kalah juga sama perasaannya. selama apapun usahanya, lengah ada kesempatan juga tetap akan menangih “Kenapa?”.

namanya juga laki-laki.
Profile Image for Samantha R.
18 reviews
July 7, 2025
I love how quirky this book is and how you’ll find yourself a part of the stories. I think at the end of the day, we just… live to survive.
Profile Image for eri.
30 reviews26 followers
August 17, 2025
Working class women. Women scorned. Deadbeat husband. Queers. Semua cerita terasa nyata dan dekat sekali.
Profile Image for Rahman.
168 reviews22 followers
November 16, 2025
Cerita cerita favorit:
- Mi Instan
- Preloved
- Film Sadis
- Tenggelam
Profile Image for ERE.
12 reviews
January 3, 2026
Cerpen favoritku:
Mi Instan, Panggung, Gatal, Anarkocheng
Displaying 1 - 15 of 15 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.