Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hantu Ulang Alik

Rate this book
Seorang perempuan hanya ingin memasak mi instan tanpa gangguan. Pekerja restoran yang kurang apresiasi menemukan cara balas dendam. Duka seorang ibu menenggelamkannya perlahan ke dalam paranoia. Mantan sahabatmu yang mati mewariskan barang bekas. Tiap karakter terasing dalam dunianya sendiri, berulang-alik dalam perjalanan mereka mencari kebahagiaan yang langka di tengah dunia yang hampir kiamat.

Cerita-cerita Ratri Ninditya dalam Hantu Ulang-Alik akan menyeretmu masuk ke dalam lika-liku kehidupan manusia kota yang selalu tersesat dengan ironinya sendiri. Bisa jadi kau tokoh dalam satu cerita, bisa jadi pula kau ada di semua cerita.

178 pages, Paperback

Published June 1, 2025

Loading...
Loading...

About the author

Ratri Ninditya

9 books17 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
18 (22%)
4 stars
45 (56%)
3 stars
15 (18%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 25 of 25 reviews
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book278 followers
October 28, 2025
Kumcer ini berisi 13 cerpen, yang menurut saya isinya meneriakkan "kegelisahan" para tokoh di dalam cerpennya. Di cerpen Mi Instan , misalnya, seorang perempuan bertemu lagi dengan mantannya setelah sekian tahun dan masih saja dipertanyakan apa yang akan dia lakukan. Kemudian ada cerpen Preloved tentang seseorang yang selalu menerima barang bekas dari temannya, bahkan sampai si teman sudah pergi dari dunia.

Btw, saya suka banget sama warna cover buku ini.

2.5 stars
Profile Image for Teguh.
Author 10 books347 followers
May 26, 2025
Membeli buku ini Sabtu 24 Juni 2025, kemudian satu demi satu di jalan dan duduk di kafe aku membaca cerpen-cerpen Mba Ninin. Aku sudah pernah membaca “sedikit gaya” Mba Ninin di Cerita-Cerita Jakarta dan Parade yang Tak Pernah Usai, dan waktu itu aku menyukainya. Maka ketika buku ini terbit, lekas dibaca, dan ternyata aku menyukainya. Baguuuuuus. Saya membayangkan cerpen dan buku kumcer itu bisa semenyenangkan ini. Di kepala hanya teringat Saba Sams yang nyentrik mendekati persoalan manusia urban (meski aku mulai tidak suka dengan demarkasi urban dan rural), atau bagaimana beberapa perempuan penulis Jepang kalau nulis dengan detail dan “pemantik” yang kadang sederhana saja.

Cerpe pertama Mi Instan adalah gong pembuka yang paripurna. Aku suka sekali cerpen dengan pendekatan begini. Tidak menyajikan nuansa untuk menggambarkan “short adegan” pada kabanyakan cerpen Koran kita, tapi pergulatan karakter dan konflik pribadi dengan simbol yang sederhana, dan mungkin tampak tidak terlalu berarti bagi kebanyakan orang.

Perkara membeli mi instan di supermarket, kemudian ketemu seseorang dari masa lalu yang kemudian menyeretnya pada perjalanan panjang dan kemarahan yang tersimpan.

Mba Ninin sangat pintar membuat kalimat-kalimat yang kontradiksi dan aku langsung tepuk tangan kalau ketemu. Misalkan:

Ibu ingin punya anak laki-laki. Mungkin anak laki-laki akan menyempurnakan kekurangan anak perempuannya. Atau bisa jadi ketika memandang anak laki-laki ia tidak perlu merasa sedang bercermin. (hal.8)

Basi sekali hidupnya jika tidak berteman denganku. (hal.9)


Kemudian ya cerpen mengulik bagaimana kesalnya si tokoh perempuan yang pada akhirnya “tidak tenang membuat mi instan”. Cerpen ini kuat banget. Ruang perempuan yang paling sederhana dan receh—urusan bikin mi instan—saja harus direcoki oleh manusia bernama laki-laki. Apalagi sepanjang hidupnya, dia selalu dikomparasi dengan laki-laki. Jadi ini api protes yang dibalut dengan bahasa yang enak betul.

Cerpen yang mencuri perhatian lain adalah PRELOVED. Ini sumpah aku suka sekali. Lagi, pemantik konfliknya tampak remeh, sederhana, tapi woooooow. Soal preloved make-up teman yang sudah meninggal. Namun, kemudian membawa ke pusara persoalan dan psikologi. Dan lagi-lagi Mba Ninin membuat kalimat-kalimat yang patahannya bikin tepuk tangan.

Keluargamu punya terlalu banyak barang dan terlalu sedikit perhatian.(hal.57)


Beberapa cerpen yang aku tandai sebagai bintang 5: Mi Instan, Setengah, Preloved, Cap Ular, Gatal. 

Kalau Mba Ninin bikin novel, aku akan mengantre membaca.
Profile Image for Pilar Nanda.
14 reviews
September 23, 2026
Buku ini harusnya dibaca di DPR PS (my fave place to go so far) terus ngebir –beli di ranchmarket— sambil disambi ngobrol ama temen pake LO – GHUWE yang kental dengan medhog-medhog jawir dan sintaxis ala jaksel supaya sounds so performative-Jaxelian! Oh don’t forget yr wired earphone too!
Idk, Ratri Ninditya mulai sekarang spt ny adl auto-buy author-ku deh, setelah afrizal malna tentunya. Dari rusunothing dia –tak baca selang 2 bulan sebelum— kumcer ini “Hantul Ulang-alik” bawa nuance yang sama walau rusunothing itu kumpulan puisi.
Obskur gak ya? Waktu baca ini, aku ngerasa ini adalah sentimentalisme calon mayat – sony karsono versi jaksel. Ratri Ninditya bisa nge dive deep-down tentang persoalan-persoalan urban poor, perempuan, dan gender dengan sangat eksperimentalis!
Misal di cerita Anarkocheng, penulis nyeritain tentang Laki-laki feminim single father yang bekerja sbg penjahit dan perlahan mulai menanggalkan ke-laki-lakiannya hingga diakhiri dia balas dendam ke warga kampung dengan menjadi cat(trans)woman yg bawa sepasukan kucing antiotoritarian! Obskur gak y??
Kumcer ini kaya arsipan tentang wht wd happen if you were living in: sectarian group of neighbourhood, living yrself as a lesbian or even trans with a daughter, living from yr past and leaving yrself rn, living as cumi-cumi, and living yrself as yrself (which we never paid attntion to but asking everytime –oh capitalism y u killing us).
Profile Image for Sofiana Martha.
133 reviews8 followers
September 20, 2025
Kumpulan cerita yang katanya soal urban, tapi sebenarnya nggak juga. Kak Ninin adalah jelas seorang pencerita yang baik. I was certain that she started from poetries dan ternyata memang benar. Gaya penceritaan menarik yang nggak terlalu peduli dengan ejaan dan kapitalisasi sebab ia punya prinsipnya sendiri. Kak Ninin menjelaskan berbagai macam permasalah perempuan muda, kehidupan anak muda, dan segala jenis keanehan-keanehannya. Ia memilih judul-judul yang terasa lain dengan cerita-ceritanya yang sedih, menggelikan, absurd, bahkan bikin mual. Aku jarang banget membaca cerpen, apalagi yang memuat isu tentang “dewasa”, atau “feminisme”, atau “kota”. Di sini, semuanya terasa sangat mulus dan kita seperti sedang tidak “didikte”. Kak Ninin sangat terasa sangat bebas dalam bercerita. Ia mungkin adalah pengarang yang tidak begitu memedulikan kerangka sebab ia hanya menulis, menulis, dan menulis untuk menyampaikan kritik, saran, dan rasa yang akan tertuang.
Profile Image for Rewina Pratiwi.
65 reviews1 follower
February 4, 2026
Menurutku cara Kak Ninin nulis punya daya magis tersendiri. Ada 13 cerpen di buku ini dan rasanya kayak kita ngobrol langsung dengan masing-masing dari mereka aja gitu. Mendengarkan keluhan, cerita, sumpah-serapah -- yang mana semuanya nyata, dekat, dan sering dialami oleh sebagian besar kelas pekerja urban.

Dan kurasa, cerpen yang paling beresonansi denganku adalah Boneka. Cerpen ini menceritakan hubungan kakak perempuan dan adiknya di mana sang kakak terjebak pada mode survival penuh dan selalu merasa harus jadi provider, pemuas, bahkan penyelamat. Sedangkan sang adik bingung. Dia nggak mau selalu hidup di bawah ketiak kakaknya meski mewah. Dia ingin bebas. Hidup sendiri. Nggak mudah bagi sang kakak. Nggak mudah bagi sang adik. Masing-masing saling berulang-alik.

Well, intinya Hantu Ulang-alik memang tentang hidup yang 'mobat-mabit' dan orang-orang di dalamnya yang berusaha bertahan dalam lika-likunya. Berusaha waras dan resilien. Sambil sesekali berjalan ke kembali arah dirinya sendiri.
Profile Image for Nona Ana.
122 reviews12 followers
June 11, 2025
semacam potret batin orang-orang yang lelah tapi terus berjalan. Yang tampak baik-baik saja di luar, tapi dalam diam sedang remuk.
Profile Image for hana.
47 reviews
May 30, 2025
senang sekali bqca tulisan perempuan dengan tokoh-tokoh perempuannya yang freak-ish, bitchy, dan benci laki-laki!
Profile Image for Sintia Astarina.
Author 5 books363 followers
August 3, 2026
Nggak sulit mengenali gaya bercerita @ninditya yang cukup nyentrik buatku. Setelah menyelami buku puisi Rusunothing, cerpen di Cerita-Cerita Jakarta, lalu kini kumcer Hantu Ulang-alik terbitan baNANA.

13 cerpen di dalamnya berkisah soal lika-liku perempuan di berbagai level kehidupan, nasib, & kenyataan. Yang diinginkan cuma kebahagiaan, tapi mereka cuma bisa mondar-mandir di titik yang sama tanpa tahu cara mengekspresikan kegelisahan.

Sepanjang perjalanan...
🍜 Kita diajak ke supermarket tua bersama perempuan yang ingin memasak Mi Instan tanpa gangguan.
🧳 Kita berjumpa dengan perempuan yang diwarisi Preloved barang bekas dari sahabat yang telah mati.
🪑 Kita pun diajaknya jadi mata-mata tak kasatmata, layaknya kursi plastik hijau di Sarang Penyamun.

Kumcer Hantu Ulang-alik ini punya kekuatan yang sama, yakni kerahasiaannya. Kala cerpen dibuka dengan nyentrik dan bikin penasaran, di situlah aku tau pembaca akan nggak sabar beranjak ke halaman-halaman berikutnya.

Apalagi, setiap paragraf menyimpan “rahasia” yang perlahan menyamarkan kerutan di dahi pembaca, seolah kepingan puzzle satu per satu melengkapi gambar hingga utuh di akhir cerita.

Padahal, ceritanya sangat lekat dengan pengalaman sehari-hari yang realistis. Di situlah letak seni dan kejelian penulis.

Dalam proses kreatifnya, Kak Ninin mencoba fokus pada perasaan apa yang ingin dimunculkan hingga beresonansi dengan pembaca. Seperti ulang-alik, itulah rasanya tenggelam dalam kisah perempuan dari penulis perempuan. Kurasa energi yang disalurkan tepat sasaran.

Ya, Hantu Ulang-alik kembali mengingatkanku bahwa jadi perempuan itu masih nggak mudah. Layaknya ubur-ubur terperangkap di dalam toples pada sampul depan, kita pun sering merasa terjebak dalam ruang sempit, terus bergerak tanpa benar-benar tahu harus ke mana atau atau berbuat apa.

Tapi, percaya deh, di balik semua itu ada secercah harapan untuk bisa bebas —meski harus terombang-ambing di laut kehidupan— sama halnya seperti ubur-ubur di sampul belakang.

Aku cuma bisa bilang, ini karya yang apik!

Omong-omong, Hantu Ulang-alik ini berhasil masuk Daftar Pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 Kategori Kumpulan Cerpen. Nggak sabar menanti pengumuman pemenangnya!
Profile Image for Faa bambi .
32 reviews
February 5, 2026
Buku kumcer ini dikemas dengan cerpen-cerpen apik yang ditulis dengan bahasa sederhana yang mudah dicerna. Hanya saja, kebanyakan cerpennya tidak membuatku yang, "Wow."

Kak Ninin banyak menulis tentang kapitalisme, buruh pekerja, kritik terhadap "yang di atas", lalu juga keseimbangan alam yang ditulis dengan cerita-cerita sederhana dan menurutku itu patut diapresiasi. NULIS CERPEN GAK MUDAH WOY! Mungkin karena bergelut dengan sistem kapitalisme dan isu-isu tersebut membuatku kayak, "Yah ini yang gue rasain sehari-hari." meski gak relate sama cerita-cerita heteronya di kumcer ini.

Aku paling suka dua cerita terakhir, "Hilang" itu cerita lesbi/queer dan aku suka adegan mereka naik perahu ke danau ubuy-ubuy lalu melihat danau itu menyala-nyala karena ribuan ubuy-ubuy!!! Keren yang ini!!! Lalu, cerpen terakhir, Tenggelam, bagus juga kataku. Perempuan cishet mengalami pergelutan dengan tubuhnya sendiri karena pelecehan-pelecehan yang didapatinya dari kecil hingga dewasa yang aku juga bisa relate karena, "ANJING KENAPA GUE SELALU DIPEGANG-PEGANG." dari kecil hingga tahun lalu. Sialan dan biadab dunia ini kepada perempuan (gue bukan perempuan, gue non biner, tapi terlahir dan masih terlihat demikian).

Ya, begitu deh. Cerpen-cerpen ringan dibaca meski ada kompleksitas isu-isu di dalamnya yang terasa dekat dengan kita sebagai perempuan atau yang terlahir perempuan, kemudian identitas kita sebagai kelas pekerja dan queer (ada satu cerpen queer lah mayan!)


ya gitu aja, makasih Serene udah dipinjami buku ini. love. 🩷
Profile Image for Tri Wahyudi.
92 reviews3 followers
September 2, 2026
Selesai baca buku Hantu Ulang Alik karya Ratri Ninditya. Bukunya berisi tiga belas cerita pendek, temanya beda-bedanya cuma kebanyakan sudut pandang perempuan, kerentanan, manusia perkotaan hingga hal hal absurd yang bisa saja kita temui. Cerpen favorit aku sudah pasti “Mi Instan”, cerpen pembuka yang begitu jujur sekaligus rapuh, premisnya sederhana lagi beli mi instan di supermarket eh ketemu mantan.

Kemudian suka cerpen “Setengah” tentang keseharian perempuan kelas pekerja yang tidak terlintas di kepalamu. Cerpen favorit lainnya ada “Preloved” ini premis juga ringan seorang wanita diminta datang ke rumah almarhum sahabatnya, dari situ terkuak memori-memori yang menancap, ada kutipan bagus “Keluargamu punya terlalu banyak barang dan terlalu sedikit perhatian.” Ending cerpen ini suka sekali, YOU GO GURL!

Cerpen “Anarkocheng” juga menarik, tentang nasib penjahit yang mencari akal supaya usaha jalan terus di perkampungan, kasihan huhu. Kutipan paling ku suka ada ini "Emak tahu, orang yang beribadah tidak akan menyakiti orang lain."

Terus cerpen “Hilang” juga suka, tentang pegawai villa resort menghadapi bocil penggemar ubur-ubur. Menyelipkan secuil fantasi dan romansa indah sekaligus pahit.

Total halaman 173, bahasanya juga ringan, beberapa pakai bahasa kekinian. Oh iya buku ini pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 kategori kumpulan cerita pendek. Bukunya bagus, kalo kamu suka cerpen kaya aku, boleh banget dibaca buku ini.
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
338 reviews8 followers
November 12, 2025
FIX !!!
Hantu Ulang Alik karya Ratri Ninditya masuk ke dalam salah satu KumCer favoritku. Saking jarangnya nemuin kumcer yang bikin mau baca terus tapi gak mau buru-buru abis. Mungkin itu perasaan yang paling mendekati saat aku baca kumcer ini. Kalo ditanya tentang apa? Aku nangkepnya, cerita dalam kumcer ini tuh ceritain tentang pengalaman-pengalaman perempuan di kota besar dengan segala rupa problematika yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mereka. Saking nempelnya sampai menghantui hidup para tokohnya.

Bahasa yang dipakai juga bahasa sehari-hari banget, bahkan banyak menggunakan bahasa "slang" kekinian yang justru membuat cerita yang ada semakin menarik. POV yang digunakan penulis banyak menggunakan sudut pandang orang ke-2, satu sisi cukup riskan jika digunakan dalam format cerpen, mengingat ruang eksplorasi yang terbatas dan juga judul cerita yang beragam. Tapi pembaca sepetinya tidak perlu khawatir, karena meskipun banyak menggunakan sudut pandang orang ke-2 cerita yang ada masih sangat mudah dicerna dan dinikmati.
Profile Image for F. Yedico Adrian.
3 reviews
July 12, 2026
13 cerita pendek yang lucu dan imut, penceritaan yang renyah serta penuh intrik dari "perempuan-perempuan yang melawan" dengan berbagai siasatnya. Beberapa cerita pendek yang memorable ada di "serbuk ajaib" Elsa dan ubur-ubur yang menyatukan kisah cinta langganan sekali setahun pasangan queer. Cerita yang magis dan bisa membius pembaca hingga betah berlama-lama membalik lembar demi lembar buku ini. Sampul bukunya juga visually pleasing a.k.a estetik banget. Salah satu buku kumpulan cerpen terbaik yang saya baca tahun ini.
Profile Image for oatmeal77155.
413 reviews
August 26, 2026
🫰
terima kasih sudah bisa mendeskripsikan kelelahan gw sebagai wanita yg bergumul dgn ketidakpastian dan kelelahan akibat overthinking yg berlebihan.

Mi Instan salah satu cerpen pembuka yg selesai gw baca.. menghembuskan napas yg panjang dan "waow" puas banget 🫶

Ratri Ninditya ✍️
semoga bisa membuahkan karya tulis berikutnya. How excited kalo bisa nemuin penulis yg karyanya cocok di kita
Profile Image for Rizka Khaerunnisa.
6 reviews
July 23, 2025
Suka sekali dengan gaya penceritaannya yang ringan; menggunakan bahasa kekinian yang tetap enak dibaca. Seperti mendengarkan kisah seorang kawan, sekaligus terhubung dengan pengalaman-pengalaman khas manusia urban-perkotaan. Karakter-karakternya juga terpusat pada kehidupan perempuan.
Profile Image for arkive.
11 reviews
November 9, 2025
Top 5👌🏻Mi Instan, Setengah, Panggung, Film Sadis, & Hilang.

Mi Instan
——
namanya juga perempuan. sekeras apapun hatinya, masih bisa kalah juga sama perasaannya. selama apapun usahanya, lengah ada kesempatan juga tetap akan menangih “Kenapa?”.

namanya juga laki-laki.
Profile Image for Samantha R.
18 reviews
July 7, 2025
I love how quirky this book is and how you’ll find yourself a part of the stories. I think at the end of the day, we just… live to survive.
Profile Image for er.
31 reviews26 followers
August 17, 2025
Working class women. Women scorned. Deadbeat husband. Queers. Semua cerita terasa nyata dan dekat sekali.
Profile Image for Rahmansyah.
201 reviews16 followers
November 16, 2025
Cerita cerita favorit:
- Mi Instan
- Preloved
- Film Sadis
- Tenggelam
Profile Image for ERE.
12 reviews
January 3, 2026
Cerpen favoritku:
Mi Instan, Panggung, Gatal, Anarkocheng
Profile Image for lubi.
56 reviews
September 23, 2026
kumpulan cerpen yang cukup kompleks untuk menemani perjalanan pulang kerja :D bab terakhir adalah bab favoritkuuuu
Profile Image for Jihan Aulia Zahra.
93 reviews2 followers
February 27, 2026
Buku yang sebetulnya bisa dibaca sekali duduk (walaupun saya tipe yang baca cerpen tuh bisa harian), tapi selalu nagih cerita-ceritanya. Ada beberapa pattern yang saya notice dari setiap tokoh di cerpen-cerpen dalam buku ini. Baca lebih lanjut deh biar tau apa yang dimaksud hehehe.

Makasih Smol Library sudah menyediakan buku ini!
Displaying 1 - 25 of 25 reviews