Kumpulan cerita yang katanya soal urban, tapi sebenarnya nggak juga. Kak Ninin adalah jelas seorang pencerita yang baik. I was certain that she started from poetries dan ternyata memang benar. Gaya penceritaan menarik yang nggak terlalu peduli dengan ejaan dan kapitalisasi sebab ia punya prinsipnya sendiri. Kak Ninin menjelaskan berbagai macam permasalah perempuan muda, kehidupan anak muda, dan segala jenis keanehan-keanehannya. Ia memilih judul-judul yang terasa lain dengan cerita-ceritanya yang sedih, menggelikan, absurd, bahkan bikin mual. Aku jarang banget membaca cerpen, apalagi yang memuat isu tentang “dewasa”, atau “feminisme”, atau “kota”. Di sini, semuanya terasa sangat mulus dan kita seperti sedang tidak “didikte”. Kak Ninin sangat terasa sangat bebas dalam bercerita. Ia mungkin adalah pengarang yang tidak begitu memedulikan kerangka sebab ia hanya menulis, menulis, dan menulis untuk menyampaikan kritik, saran, dan rasa yang akan tertuang.