Biasanya menonton survival idol untuk mencari siapa yang akan debut dalam sebuah grup idol, tapi yang ini survival show-nya berubah menjadi ajang pencarian siapa yang membunuh idol—karena satu trainee, Jang Jun-wu meninggal keracunan—yang diduga dilakukan oleh 10 trainee yang terpilih untuk debut. Sistemnya sama menggunakan voting. Tiga besar akan menjadi terduga tersangka dan akan ditanyai—diinterogasi dengan menggunakan pendeteksi kebohongan.
Jika menganggap buku ini selayaknya buku mystery-thriller dan akan ada detektif handal yang mencoba memecahkan misteri pembunuhan, maka salah besar. Buku ini ditulis dengan gaya reportase. Sang narator adalah seorang reporter. Karena disajikan seperti berita, malah semakin terlihat buku fiksi ini sangat dekat dengan kenyataan.
Di sini tidak hanya mencari siapa yang meracuni Jang Jun-wu, tetapi men-debunk banyak kasus mengenai trainee dan dunia entertainment Korea Selatan, yang ternyata juga berkonspirasi dengan berbagai sektor lainnya: politik, ekonomi, dan pemerintahan. Makin dibaca, buku ini makin merinding dan mind blowing.
Kultur idol kpop yang sudah mendunia dibahas secara mendalam. Mulai dari para trainee yang ternyata “bermasalah” dan memiliki sisi gelap. Di sana kan kalau ingin menjadi idol harus bersih suci tanpa dosa, kalau tidak, siap saja akan dikritik habis-habisan oleh netizen dan diminta mundur. Lalu, anti fans-nya pun kuat sekali. Menuliskan berita bohong, menaikkan tagar dengan menambahkan kata yang jelek agar saat di situs pencarian, namanya pun menjadi jelek, mengedit foto idol dengan foto tak senonoh, ya intinya berbagai cara agar sang idol jatuh pamornya. Lalu, adanya homma-page yaitu fansite master yang ternyata “membeli” ID reporter agar bisa memotret idolanya, membelikan barang-barang mahal untuk idolanya, serta “kepalsuan” idola di depan dan di belakang kamera. Whoaah dan masih banyak lagi. Semua berkelindan menjadi satu.
Tapi, karena terlalu banyak yang dibahas, maka agak keteteran mengikutinya. Tokohnya pun banyak. Dan tidak ada protagonis di buku ini—karena gaya penulisannya reportase. Setelah kasusnya terungkap pun bukan sejenis trik ala novel detektif. Malah kasihan banget sama korban yang meninggal dengan cara demikian. Peran polisi pun meh banget di sini. Ya, intinya jangan mengira ini novel ala ala pemecahan kasus pembunuhan di novel detektif.
Well, buku yang banyak memberi perspektif baru tentang dunia entertainment di Korea Selatan. Kalau suka k-lit, apalagi into banget ke dunia kpop, baca buku ini membuatmu makin mind blowing deh sama kultur idol kpop.