Berpacaran sebelum menikah itu menurut Daisy seperti saat dirinya merebus sebungkus mie instan. Tapi, masalahnya saat menunggu air mendidih dan mie direbus. Bumbu yang ada sedikit demi sedikit berkurang atau sampai habis karena dicicip. Lalu bagaimana nasib mie instan yang sudah direbus? Diganti dengan mie instan baru yang berbumbu lengkap atau memakannya dengan rasa hambar? Mana sensasinya lagi? Atau Daisy harus menjalankan saran Zian? Membuat bumbu racikan sendiri untuk mie instan itu? Apa yang ia butuhkan untuk mengolah bumbu agar sama rasa seperti bumbu yang telah ia habiskan? Garam, lada, dan bumbu lainnya?
Akankah mie instan dengan bumbu-bumbu baru tetap disebut mie instan?
Suka banget dengan karakter daisy yang teguh mempertahankan pendiriannya tentang konsep "no pacaran sebelum halal" nya. Buku ini mengajarkan saya bahwa jika kau tetap teguh di jalan Allah, InsyaAllah Allah akan memberikan yang jauh lebih baik. terlihat dari kebesaran hati Daisy yang ikhlas melepas Zian yang notabene suami idaman demi mempertahankan pendirian nya dan Allah menggantikan nya dengan sosok yang jauh lebih baik lagi, ya, Mas Faiz tercinta... haha...
Judulnya unik. Aku cukup menikmati apa yang disajikan dalam novel ini, terutama sisi humoris karakter-karakternya dan juga tentang keteguhan Daisy untuk tidak berpacaran, walaupun awalnya agak greget juga dengan tingkahnya Daisy yang gegana (gelisah, galau dan merana). Cuma yang sayangnya menurutku desain cover dan judulnya terlalu bernuansa remaja tidak cocok dengan isinya yang dewasa apalagi menyangkut tentang hal pernikahan.
Ini adalah kisah tentang keteguhan hati seorang Daisy.
Bintang 3 untuk buku ini. Bukunya ringan, bahasanya juga santai. Berisi nilai2 islami yang juga bagus untuk pembacanya. I just like it :) Karena kebaca alurnya dan plot twistnya kurang.
#Menurutsaya Diluar ekspetasi saya , ternyata #cintarasamieinstan ini bagus. Saya pikir tadinya pasti bakal antara biasa saja atau boring. Tapi, setelah dibaca saya jadi tertarik dan menyelesaikannya dalam 3 jam . Penulisannya dibuat ringan ,sehingga mudah dipahami. Karakter yang saya suka disini pastinya Daisy yang berani mengambil keputusan untuk berubah menjadi lebih baik , dan keputusan yang ia ambil membuahkan hasil yang manis.
Saya suka dengan buku ini, karena buku ini memberikan saya pelajaran bahwa cinta yang diawali oleh kemaksiatan atau karena bukan Allah maka cinta itu tak akan diridhoi oleh Allah. Sedangkan cinta yang diawali oleh kebaikan karena Allah maka cinta itu akan mendapatkan berkah untuk mereka sampai akhir hayat.