Awalan menarik yang enggak ada di filmnya, yaitu kehidupan suku lokal kuno yang melakukan pengorbanan pada masanya. Aku juga jadi paham pekerjaan para pemburu paus. Prolog lebih mengemukakan misteri xenomorph sementara Bab 1 lebih ke yautja.
Bab 2 cukup bertele-tele di bagian yang berkaitan dengan kehidupan tokoh-tokoh yang enggak muncul lagi setelah itu. Tapi, gambaran misterius bangunan asing yang muncul mendadak itu menarik banget.
Di halaman 27-28, ada informasi yang menurutku enggak penting—atau mungkin itu karena bahasa Inggrisku yang pas-pasan. Kalau yang bertele-tele tadi dihapuskan, kemungkinan besar bagian penyelesaian novel lebih enggak terasa terburu-buru—meskipun aku sendiri sudah cukup puas dengannya. Aku juga enggak masalah soal pembangunan karakter tokoh manusia dan misteri piramid yang memakan banyak bab di sini. Secara keseluruhan, banyak perulangan kata keterangan "cried" sehingga tokoh-tokohnya jadi terkesan cengeng.
Di Bab 3, pembaca lebih mengenal dan tahu niat tokoh-tokohnya. Aku jadi enggak merasakan second-hand embarassment soal Tragedi Tutup Botol Soda.
Akhirnya, aku tahu nasib Piper Maru. Di filmnya, kukira mereka menelantarkan para kru di pulau, lalu baru balik ke titik penjemputan kalau sudah dipanggil lagi.
Pertama kali lihat filmnya, aku enggak menyangka film alien dan predator yang imejnya sangat futuristik ternyata pertarungannya bisa menarik banget kalau dibawa ke bangunan masa lalu. Deskripsi fisik makhluk di novel ini terasa efisien dan enggak terkesan aneh ataupun lucu.
Cukup sulit membedakan para yautja yang sedang beraksi di sini, khususnya para pembaca yang enggak ingat adegan di filmnya. Seharusnya, di sini bisa lebih digambarkan ciri-ciri topeng dan fisik mereka—karena tentu mereka enggak bisa langsung diberikan julukan dari manusia tanpa sebab tertentu.
Yautjanya ada lima sedangkan senjata yang tersedia cuma tiga. Mereka disuruh rebutan dulu atau bagaimana? Semua senjata dijadikan satu dan dibawa Bass, lalu diambil Weyland setelah Bass tewas, terus baru dibawa Lex karena Weyland kesusahan. Makanya, walaupun sudah membunuh beberapa manusia dan mengecek barang bawaan mereka, tak satu pun yautja bisa mendapatkan senjata sampai Scar bertemu dengan Lex di penghujung novel.
Yautja itu kelompok pemburu profesional. Seharusnya, hasil latihan mereka jauh lebih bagus daripada ini walaupun mereka masih belum berpengalaman, kan? Dua dari mereka bahkan benar-benar ceroboh. Kebanyakan dari mereka terasa mudah banget menyerah seakan merasa enggak perlu berjuang sampai titik darah penghabisan padahal mereka punya kehormatan yang tinggi. Aku paham yautja mempunyai gaya bertarung dan kepribadian yang berbeda, tapi tetap saja... Setidaknya, ada tambahan pertarungan keren dari si yautja tambahan.
Cuma Scar yang menggunakan sikap "menyerah" tipuan sebagai strategi perlawanan dan juga mengerahkan sisa tenaga terakhir sebisa mungkin. Seakan-akan cuma dia yang bisa menerapkan hasil latihan dengan baik. Karakterisasi Scar di sini pun membuatnya terasa makin pintar dan keren.
Kerja sama Scar dan Lex lebih panjang, lucu, hangat, saling pengertian, dan memuaskan sampai-sampai sepertinya para penggemar yang menjodohkan mereka pasti bakal makin tergila-gila. Reaksi keingintahuan Lex soal asal-usul dan karakteristik yautja, kemarahan saat sadar bahwa manusia dimanfaatkan yautja sebagai media berburu, dan kesedihan ketika Scar tewas—lebih terasa emosional dan logis di sini.
Puas karena ada adegan Scar mengerjai Lex. Tapi, agak kecewa karena enggak ada adegan lucu Scar memandang respek ke Lex yang telah menembak Sebastian, lalu bergidik jijik seusai mencekik bayi xenomorph. Berhubung Sebastian itu salah satu tokoh penting, kematiannya perlu dihormati dan aku pun enggak mempermasalahkan hal ini.
Masih belum tahu tujuan utama Scar membunuh Quinn itu yang mana. Banyak yang bilang "mercy kill" karena pada akhirnya Quinn bakal mati menderita karena "darah akan membeku seketika" di Antartika dan Quinn sendiri dalam kondisi terluka parah. Selain itu, menurut halaman 8, yautja tidak akan membunuh mangsa yang "not worth the time or effort to kill". Itukah alasan Celtic dan Chopper mengabaikannya?
Kalau di halaman 161, Quinn beranggapan kalau yautja ikut turun karena "probably come to finish the job they'd started". Masuk akal karena ada teori kalau yautja bakal terus memburu manusia yang pernah mereka lihat bawa senjata. Tapi, kenapa Celtic dan Chopper enggak membunuhnya? Apa enggak kelihatan karena Quinn tahan napas meskipun badannya sempat gemetaran? Terus Scar bisa melihatnya karena dia berguling?
Yautja adalah makhluk pintar, jadi seharusnya mereka selalu berhati-hati, kan? Kok bisa-bisanya mereka enggak memindai badan Scar dan mengoperasinya atau mengamankannya, padahal mereka seharusnya tahu kalau risiko kapal terkontaminasi xenomorph itu seberbahaya apa, kan?
Sepertinya, klan yautja lebih memilih menjunjung tinggi kehormatan daripada tetap memiliki yautja muda berpotensial. Sepertinya, mereka lebih suka tewas dalam kondisi keren daripada bisa melanjutkan hidup karena diselamatkan.
Sepertinya, luka Scar masih belum cukup mematikan sebelum ditusuk ratu sehingga para yautja pengawas berpikir dia enggak perlu pertolongan meskipun dalam kondisi enggak menguntungkan. Dengan mempertimbangkan kalau Scar berhasil secara mengejutkan, dia pasti bakal naik pangkat dan disegani. Dan kalau dipikir-pikir lagi, yautja muda sebelumnya tidak sampai membunuh Ratu Xenomorph karena entah sejak kapan dia sudah di piramida yang masih utuh itu. Belum lagi tim Scar dapat hambatan kalau manusia yang ditemui mereka ternyata bisa memecahkan kode peti senjata.
Penderitaan, kesedihan, dan kemarahan dari sudut pandang Ratu Xenomorph ketika menyaksikan anak-anaknya yang enggak sempurna—alias produk gagal—dihancurkan tepat di depan matanya setelah mereka lahir. Terlebih lagi, dia enggak bisa melakukan apa-apa. Pembaca pun jadi lebih bersimpati kepadanya.
Aku menemukan beberapa kesalahan dan pertanyaan tersisa di sini. Ada keterangan "hundreds of Aliens" di awal Bab 29, padahal jumlah manusia yang turun ke piramida cuma 24 berdasarkan halaman 113. Itu pun belum dikurangi Lex dan orang-orang yang dibunuh yautja. Jadi, tentunya jumlah xenomorph yang mengejar seharusnya kurang lebih sama kayak inang yang tersedia.
Memangnya bom di tahun 1979 ada keterkaitan dengan yautja? Bukankah yautja balik ke tempat itu 100 tahun sekali sementara jarak kejadian bom 1979 dengan kejadian 2004 itu hanya 25 tahun? Untuk apa yautja datang ke bumi di tahun itu?
Bukankah tutup botol Sebastian jatuh ke jurang di halaman 224? Kok di halaman 274 ada di saku Lex?
Omong-omong, yang di tahun 1904, memangnya sudah ada manusia yang turun ke piramida? Kok bisa ada xenomorph versus yautja di akhir bab?