Jump to ratings and reviews
Rate this book

Red

Rate this book
Pernakah kau diduakan?

Arlani Kayana, gadis 23 tahun, penyuka warna merah yang bekerja di sebuah redaksi majalah. Mempunyai kenangan buruk dengan lelaki di masa lalunya. Ia selalu menjadi korban perselingkuhan. Baik itu dengan (mantan) sahabatnya sendiri ataupun dengan lima orang sekaligus. Dari trauma itulah yang membuat Lani tidak pernah mau menjalin hubungan yang serius dengan pria.

Ya, ini sebuah kisah tentang orang yang diduakan...

Suatu hari atasannya memberikan ia tugas yang membuatnya harus mengorek kembali masa lalunya yang suram itu. Sebuah perbincangan dengan sahabatnya, Manda membuatnya melontarkan sebuah candaan yang mungkin akan mengubah takdirnya ke depannya.

Tapi dari sisi orang kedua itu sendiri...

Takdir membawanya bertemu kembali dengan seorang lelaki asing ber-tuxedo putih yang mengajaknya berdansa di sebuah pesta. Lelaki itu malah membawanya pada hubungan yang tidak bisa diterima oleh logikanya. Tapi hati berhasil mengubah segala logika yang ada. Namun cinta juga yang membuatnya menjadi lebih runyam.

Karena terkadang, yang pertama bukan selalu yang utama.

Mampukah Lani menemukan apa makna “merah” yang sebenarnya seperti yang dikatakan Raga pada pertemuan pertama mereka?

312 pages, Paperback

Published October 27, 2014

11 people are currently reading
223 people want to read

About the author

Fhily Anastasya

1 book44 followers
Anastasya Felycia Valencia Pai known by her pen name Fhily Anastasya, is newcomer author. She interested in writing world at the age of nine, when she accepted her first diary. She braved to publish her works in 2009 as a writer of her blog. She is a Nicholas Sparks and Taylor Swift huge fan. Her debut novel, Red inspired by Taylor Swift's songs collaborated with Nicholas Sparks' works. Signed a publishing deal with Grasindo as her debut novel publisher.
She comes from Manado. But, spending more time in Timika, Papua. She currently working at a company based in Timika as Admin & Accounting Coordinator. But, she still fills her spare time with writing.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
47 (38%)
4 stars
37 (30%)
3 stars
20 (16%)
2 stars
9 (7%)
1 star
8 (6%)
Displaying 1 - 24 of 24 reviews
Profile Image for Zulqa'ida Rizha Rizha Vahlevi.
88 reviews
September 4, 2016
Baca buku ini karena sebelumnya pernah baca di wattpad tapi hanya sampai 2/3 part karena ceritanya terlanjur dihapus, jadi penasaran aja tentang kisah Raga dan Lani.

Pertama saya benci Nathan yang sok iye.
Kedua saya benci sebelah sisi Raga yang plin-plan, serakah, dan nggak bisa memilih satu di antara dua.
Ketiga, saya sebenarnya berada di posisi netral untuk Lani. Tetapi nggak habis pikir Lani bisa bersikap egois untuk memilih satu keputusan, padahal ia pernah menjadi korban dari hal tersebut (lima kali jadi korban lol).
Keempat, di sini saya salut dengan Tiara. Dialah korban yang sebenarnya. Korban akan dua orang egois yang mengatasnamakan cinta. Tiara sabar banget dan mempertahankan cintanya. Tapi apa boleh buat, jika cintanya tak memilihnya, ia bisa apa. Dia bisa berbesar hati merelakan cintanya, ia sadar bahwa ia tidak boleh egois, karena di masa depan itu tidak akan menguntungkannya sama sekali. Walaupun besar hatinya Tiara justru menimbulkan kesakitan yang mendalam.

Jadi, jangan berpura-pura perkara mencintai. Karena bukan hanya dua orang yang akan tersakiti, melainkan banyak hati yang tersakiti.
Profile Image for Shen Meileng.
65 reviews5 followers
June 26, 2015
Dua setengah rating, pembulatan ke bawah.

Oke, awalnya baca ini karena stres karena esok hari harus uas Kalkulus yang gak aku ngerti (baca uas hari Kamis), terus lihat buku yang mau dipaketin untuk acara amal dan buku ini seolah nyinyirin aku. Kayak bilang "lo beli gue dari Januari, tapi sampe detik ini belum dibaca? Padahal buku beli mulu dan malah banyak yang sudah dibaca."

Yaudah aku ambil dan baca. Gak menaruh ekspektasi apapun, karena tema orang ketiga mah biasanya endingnya nyesek ataupun gantung. Tapi aku karena punya kebiasaan baca endingnya dulu bari start baca, jadilah aku lakukan juga sama buku ini. Dan wow, endingnya kok hepi ya orang ketiga ini? Oke, aku baca deh.

Bercerita tentang Lani yang selalu menjadi korban selingkuh dari (mantan) pacar-pacarnya terdahulu. Suatu hari, bosnya ditempatnya bekerja meminta Lani membuat cerita untuk akhir tahun. Temanya tentang cinta, tapi harus dari pengalaman dia sendiri. Dan karena stuck, Lani bercanda dengan temannya, Manda kalau dia kepengen jadi selingkuhan karena dia sudah capek jadi yang diselingkuhi terus.

Tapi siapa yang menyangka jika candaan Lani itu malah menyeret perempuan itu ke dalam suatu hubungan yang membuatnya menjadi orang ketiga. Lani tahu ini salah, namun dirinya tidak bisa berhenti padahal tahu apa yang dipertaruhkannya. Pekerjaan, persahabatan dan juga yang paling terpenting, hatinya yang tengah dipertaruhkan dalam hubungan ini.

Tanggapanku setelah baca sampai selesai? Banyak hal yang aku gak cocok dengan tulisan ini. Aku paham kalo tulisan ini pernah diterbitkan di wattpad dan sekarang emang lagi booming penulis berasal dari wattpad, tapi yang ini berasa gak melewati proses editan. Percakapannya masa bisa 3 halaman full tanpa ada deskripsi dan aku gatau ini pembicaraan tokohnya emosinya gimana. Tapi okelah aku coba maklumi dan paling skip skip doang. Terus latarnya aku yakini Jakarta, tapi rasanya enggak seperti di Jakarta. Masa perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya cepet banget, jadi berasa aku lagi ada di kotaku sendiri (Balikpapan) kalo kayak gitu {ya habis kami bisa aja pergi ke satu tujuan dengan cepat asalkan tahu jalan pintas}.

Tapi kenapa buku ini dapat dua setengah bintang itu karena endingnya (bukan epilog yang aku baca terakhir) itu bikin bingung. Itu dua bocah kembar anak siapa? Itu ambil univers berapa tahun kemudian? Lani akhirnya nikah ya?

Padahal ya, kalo buku ini ngerubah percakapannya menjadi deskripsi pasti lebih bagus. Dan juga, ukuran font bikin sakit mata. Kecil banget dan nama spasinya rapat banget. Perjuangan menyelesaikan bacaan ini tanpa berniat "Udah, gue mau balikin buku ini ke lemari. Gue lelah dengan ukuran, jenis font calibri dan spasinya.  "

Dan sebenarnya kalo pengembangan deskripsinya tidak monoton, ini pasti buku sukses buat yang baca galau berat. Oh iya, pertanyaan terakhir yang masih belum kejawab sampai sekarang, "Boleh gak sih lirik lagu masuk ke dalam sebuah novel tanpa izin penyanyi yang bersangkutan? Atau minimal harusnya punya disclaimer bukan sih?" (soalnya ini buku tiap bab masukin lirik lagu sih)

Oh iya, satu hal yang menurutku penting banget tapi gak dijawab di buku ini: Lani dan Raga kan beda agama, terus mereka nikah pakai agama apa? Lani pindah agama Raga atau Raga pindah agama Lagi atau mereka tetap nikah tapi beda agama? #penting
Profile Image for Ayu Syafira.
1 review
October 26, 2014
Sejujurnya, sering baca tapi gak bisa nulis review hahaha.
ini saja disuruh sama penulisnya untuk nulis review

Pertama, mau ngucapin selamat buat Baybe Fhily, yang menelurkan novel pertamanya. Akhirnya gak cuma jadi pembaca, sekarang nulis cieeeh dah.

Kedua, mau ngasih tau kalau nama saya ada di ucapan terima kasih, looooo *oke ini norak cekalih* tapi saya terharu sekali *srooot* :’)

Ketiga, mau berterima kasih sudah mengizinkan saya membaca duluan :p novel ini, hahaha seperti istilanya Baybe “volunteer” cieh dah.

Mari kita masuk pada ulasan novel ini:

Pertama baca ini masih dalam berbentuk file yang dikirimkan hampir tiap hari oleh penulisnya ke BBM saya. Tau gak kalau Baybe menulis prolog dan epilog duluan daripada isi ceritanya. Iaaa, serius dia nulis dari depan belakang baru tengah-tengah =)). Kadang kita ambiguan setelah itu tau-tau dari hasil diskusi aneh kita dia masukin ke dalam ceritanya hahaha. Tau gak, ini juga ada pengalaman pribadi si penulis Pas saya baca tulisan ini pertama kali, oh-em-ji ini kan kisah lo sama *peep* bagian Nathan dan Lani awal-awal. Pas baca bagian lain oh-em-ji ini [R] banget wkwkwk. Tau deh yg terimakasih for you both itu pasti buat *peep* dan [R] yg jadi inspire deh. *digebukin Baybe* *Bhay* Ini kapan mulai review* Okaaayy, sekaranglah waktunya.

Waktu baca novel ini kalian bertemu dengan Arlani Kayana, cewek 23 tahun yang suka warna merah. Kalian juga akan ketemu Amanda Cyntia, sahabatnya Lani, sang fotografer. Sekalian bertemu bajingan yang selingkuh 5 kali bernama Nathan. Eh tapi kalian akan diperhadapkan dengan cowok bertuxedo putih dan cewek bergaun merah yang berdansa di sebuah pesta sebagai prolog. Ditambah setelah selesai berdansa dan kepergian sang cewek ada yang menyapa sang cowok dengan panggilan “Sayang”. Dari situ Baybe sudah menunjukan arah jalan cerita ini... yoi triangle love. Setelah itu kalian akan tahu tentang Diraga Carakka, lelaki bermata sayu yang merupakan cowok bertuxedo putih. Baybe juga akan membawa kalian mengetahui tentang Tiaranti Santika, pacarnya Raga. Ada juga sebuah gank masa SMP bernama Gank Kolot. Bahkan Tim Volunteer dari UNICEF Volunteer Board. Serta akan diperkenalkan dengan Karen, gadis kecil dengan HIV/AIDS. Ceritanya akan mengalir tentang romansa cinta segitiga. Sekaligus ceritanya akan mengalir untuk mengetahui perkataan tentang “merah” yang dikatakan Raga diawal pertemuannya dengan Lani. Pertama-tama saya sendiri menebak-nebak apa yang dimaksud dengan merah, dan sebenarnya konflik utama apa yang akan ditonjolkan Baybe. Soalnya ada beberapa subkonflik yg membuat saya ikut menebak-nebak apa ini ya atau itu. Apalagi tentang “Red” sebagai judulnya.

Meski dari 300an halaman draft asli kena sensor sampai tinggal 200an halaman draft. Oh meeenn... 100an halaman kena sensor. Pertama dengar itu dari Baybe, mikir... duh... bakalan nendang gak ya ceritanya sama seperti cerbung yang Baybe pos diblog, fb ataupun di Wattpad. Karena jujur, waktu baca setiap adegan itu seakan gak bisa dipisahin gitu... susah deh pokoknya kalau ada yang hilang. Tapi pas baca ulang, ternyata 100an halaman yg dibuang itu dijadikan narasi. Kebanyakan yang dibuang adalah percakapan yg mungkin dianggap tidak terlalu mempengaruhi keseluruhan cerita. Tapi... emang sih menurut saya, waktu baca ini dalam versi softcopy “novel”nya malah gak sadar kalau ada adegan yang hilang. Cumaaaaaaa by the way, saya lebih suka di part 12 itu adegannya segitu aja... jgn diturutin yg demo CF tentang hamil-hamilan *digeplak CF*... serius saya lbh suka datangnya si pacarnya bajingan daripada hamil-hamilan (?)... soalnya lbh gak terduga :p. Tapi by the way, versi tembak-menembaknya saya lebih suka versi ini, Baybeeee... *Kata Baybe gak boleh spoiler*.
Seperti biasa saya tetap sedih dan nyesek di Part 21... aduh adegan paling klimaks di situ sih—tambahpart23. *Baca deh di Watty komen di part 21 rata-rata bilang “TIDAAAK”*

Eh, tapi FYI aja ditiap bab kalian akan menemukan lirik-lirik lagunya Taylor Swift sebagai pembuka dari tiap bab. Iaaa sesuai judulnya Red yang sama dengan lagunya Taylor Swift. Isinya juga ada penggalan lirik lagunya Taylor... ini semacam song-fict gitu tapi di tiap Bab lagunya beda-beda. Harus saya akui dari Baybe sebagai penggemar Taylor Swift dia berhasil membuat karya sendiri yang terinspirasi dari idolanya itu. Gak cuma Taylor sih... bakal ada film-filmnya dan novel-novelnya Nicholas Sparks di dalam sini. *Kegemaran Baybe semua komplit dalam buku ini* *eh kurang satu deh, tinggal tunggu musik country dijadikan inspirasi satu buku, soalnya di sini belum tereksplor kegemaran Baybe yang ini* *digeplaklagi*


Sekali lagi, congratz buat Baybe yang sudah menelurkan novel pertamanya. Semoga sukses dipasaran.
Last :p jangan lupa lempar paperbacknya kemari juga lo :p

Ditunggu: Believe nyusul :p (Bagian Tiaranyaaaa ah pasti ga bakal ada yang nebak kalau Tiara ternyataaa...) *DigeplakBaybekarnaoot*
Profile Image for Leana.
15 reviews
October 29, 2014
Gue semangat banget waktu tau ini cerita mau diterbitin! Gue ngeship parah sama Raga!
Jadi gue bela-belain cari dan akhirnya dapat.
Dari mana memulai? Bingung juga karena sampai kapanpun gue tetap nge-ship Raga. Pengen sebenarnya ngasih ratting 5 namun... sebentar saja kita bahas dimana letak kesalahan-kesalahannya. Mau bahas soal ceritanya dulu. Ini cerita ya dari FF pindah ke wattpad jadi fiksi baru jadi novel. Ini novel seperjuangannya Love Command Janice Nathania, Delov Luluk HF, dan Not Until Violita sama-sama dari fandom yang sama. Cuma menurut gue Red adalah yang ceritanya paling matang. Bisa jadi gara-gara tokohnya lebih dewasa dari yang lain. Yang gue suka juga dari Red waktu versi wattpad itu ceritanya gak tentang perjodohan yang lagi booming di dunia oranye itu.
Satu lagi... gue suka Raga. Raga tolong buat gue!
Cumanya... kenapa gue masih menemukan beberapa kesalahan kalimat sih! Padahal berharap banget kalau udah jadi novel yg kayak gitu ga ada lagi. Bukan... bukan masalah typo. Gue bahkan ga memperhatikan typo di sini. Gue sejauh yang gue ingat ga nemuin typo. Yang gue temuin kalimat yang gak efektif sih. Gue cari editornya di halaman depan juga gak ada. Cuma diucapan terima kasih penulisnya yang ada. Padahal gue beli buku Bingkai Memori Petronela Putri juga yang keluarnya barengan. Di situ ada di tulis tapi kok dibuku ini ga ada. Kalau diucapan terima kasihnya penulis shi harusnya editornya sama. Tapi sudahlah.
Untuk ide cerita, untuk Raga, dan untuk segala sesuatu yang berbau merah di novel ini gue kasih deh 4 bintang.
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
May 27, 2017
Ide ceritanya menarik. Dari awal semuanya tentang merah hingga akhir cerita.Bisa dibilang premis ceritanya terkait dengan Red tersampaikan dengan baik hingga akhir. dimulai dari gadis merah, gaun merah, bandana merah dan baju merah.

Selain menceritakan tentang kisah perselingkuhan antara Lani dan Raga,di dalam novel juga di bumbui dengan menjadi seorangVolunter di Unicef. Jiwa sosialnya menarik, tentang kepedulian dan menolong sesama.

Hanya saja ada terkadang gaya berceritanya sedikit kaku, dan aku nggak ngerasain apa2 sihh selama membaca novel ini.
Profile Image for Phely Ana Scania.
1 review
October 30, 2014
Pernakah kau diduakan?

Arlani Kayana, gadis 23 tahun, penyuka warna merah yang bekerja di sebuah redaksi majalah. Mempunyai kenangan buruk dengan lelaki di masa lalunya. Ia selalu menjadi korban perselingkuhan. Baik itu dengan (mantan) sahabatnya sendiri ataupun dengan lima orang sekaligus. Dari trauma itulah yang membuat Lani tidak pernah mau menjalin hubungan yang serius dengan pria.

Ya, ini sebuah kisah tentang orang yang diduakan...

Suatu hari atasannya memberikan ia tugas yang membuatnya harus mengorek kembali masa lalunya yang suram itu. Sebuah perbincangan dengan sahabatnya, Manda membuatnya melontarkan sebuah candaan yang mungkin akan mengubah takdirnya ke depannya.

Tapi dari sisi orang kedua itu sendiri...

Takdir membawanya bertemu kembali dengan seorang lelaki asing ber-tuxedo putih yang mengajaknya berdansa di sebuah pesta. Lelaki itu malah membawanya pada hubungan yang tidak bisa diterima oleh logikanya. Tapi hati berhasil mengubah segala logika yang ada. Namun cinta juga yang membuatnya menjadi lebih runyam.

Karena terkadang, yang pertama bukan selalu yang utama.

Mampukah Lani menemukan apa makna “merah” yang sebenarnya seperti yang dikatakan Raga pada pertemuan pertama mereka?




Sejujurnya selama ini ngga pernah ngereview. hihihi jangan ditiru ya :) entah kenapa sebelum cerita ini jadi novel, pengen banget ngereview. sampai akhirnya... RED dalam bentuk novel. ini bukan paksaan dari penulisnya buat ngereview tapi emang pengen sendiri (walau penulisnya juga nyuruh sih. hehe)

Sejujurnya, baca cerita RED ini udah berulang kali. Berulang kali sejak RED masih melalangbuana di Wattpad. Dan baru sekali baca versi novelnya. dan sekalipun ngga bosan.

RED...
Menceritakan seorang gadis yang menjadi pihak ketiga yang sebelumnya menjadi pihak yang selalu tersakiti karena sering diselingkuhi. Ya inti ceritanya seperti itu. Awalnya sempat mikir. Ah ceritanya biasa. Tapi setelah dibaca, semuanya ngga biasa.

Secara keseluruhan yang namanya cerita cinta pasti alurnya mainstream. Ketemu-kenalan-jadian-sakit hati kurang lebih kayak gitu. Tapi walau mainstream, penulisnya ini menjadikan proses yang mainstream itu menjadi lebih berbeda. menjadi hal yang ngga mainstream. Pengembangan cerita yang dibuatnya itu nggak melulu hal-hal yang sering diangkat dalam cerita lainnya.

Disaat kalian baca RED, pada saat itu juga kalian akan bertemu dengan RAGA cowok pecinta film romantis. Kapan lagi kan ketemu cowok model begini? haha di cerita ini juga kalian akan tau apa sih kerjaan volunteer itu. film-film romantis yang bikin melting. sampe arti persahabatan yang sebenarnya. juga arti merah.

Sejujurnya, saat pertama kali baca bab-bab awal RED versi novel agak merasa sedikit, kok agak sedikit bolong ya? kayak ada yang hilang. Mungkin karena ada beberapa bagian yang diperpadat. beda saat baca versi asli wattpadnya. Tapi setelah maju beberapa bab semua kebolongan itu ditutupi dengan alur cerita yang dikemas oleh Kak Fhily secara rapi juga manis. Secara garis besar, inti cerita masih sama. kalian akan menemukan bagian yang berbeda di dalam novel ini. hihihi kalau baca bagian itu rasanya pengen ketawa.

Sayang, cerita yang sudah dikemas begitu apik ini masih memiliki beberapa kekurangan. kekurangan yang menurut sebagian orang hal kecil. untuk Typo memang ada satu kata. yang seharusnya "ucap" menjadi "uacp" (aku lupa dihalaman berapa karena catatannya ketinggalan di rumah). juga keminiman tanda baca. Seperti sepenggal percapakan yang Lani lakukan "..... Nanti dapat kamu dapat hukuman."

Secara keseluruhan, cerita RED memang recommend banget untuk dibaca. kalian nggak akan nyesel. Yang ada malah kesemsem sama Raga yang romantis banget. hahaha

sekali lagi cuma mau bilang. Cerita yang diangkat memang mainstream. Tapi prosesnya lah yang antimainstream. daripada penasaran, mending segera ke toko buku, cari novel dengan cover berwarna merah dengan dua orang berlawanan jenis. Yang satu pake baju merah yang satunya cowok kece berbaju putih.

Aku kasih 5 bintang untuk cerita ini. untuk novel ini diluar dari kekurangannya :D


untuk kak Fhily...

Terimakasih banyak telah memasukkan namaku ke dalam ucapan terimakasih. Masih nggak percaya gitu bakalan ada namaku di sana. hihihi
Padahal selama ini kerjaanku cuma nagih supaya RED cepet jadi novel. Pas udah tau bakalan jadi novel, aku makin bawel. Nanya terus kapan segera rilis.

Semoga novel REDnya laris manis ya. Terus bisa cetak ulang dengan versi extended-nya.

juga, jadikan tiap kekurangan di dalam novel ini buat pelajaran. Biar kita sebagai penulis biar lebih teliti untuk hal-hal kecilnya.

Sukses terus kak Fhil :)
Profile Image for Lien.
42 reviews5 followers
January 6, 2016
“Mungkin benar. Cinta itu menyakitkan. Tidak ada yang lebih sakit dari patah hati. Tapi jika kita ingin belajar untuk mencintai lagi. Kita harus belajar untuk memberikan kepercayaan lebih dulu” (Hal.255).

Berturut-turut di dua-kan, pastinya “sakitnya tuh disini” *gaya Cita Citata*, itulah yang dirasakan Arlani Kayana, gadis yang memfavoritkan warna merah selama hidupnya. Belum lagi sembuh luka yang dialami Lani, akibat dari Yohan, kekasih yang dulu affair sama sahabat sendiri, Lani mencoba menjalin hubungan baru. Sebut saja Nathan lelaki berwajah oriental, malah dapatnya di lima-kan oleh dia, tragis memang.. bagaimana itu tidak membuat Lani trauma berhubungan serius atas apa yang dia alami selama ini. Lani pun mencoba untuk move on. “Tapi bagaimana caranya? Lani berpikir keras. Yang pasti pertama ia harus punya tekad untuk mau melakukannya. Dan ia memang sudah bertekad. Jadi saatnya mengambil langkah” (Hal.14).

“Jangan stuck pada masa lalu!” (Hal.17).

Di suatu pagi, yang menurut Lani adalah pagi terburuk di tempat ia bekerja. Pasalnya sang bos besar Pak Bob Suganda memberinya sebuah tugas akhir tahun bertema cinta untuk membuat sebuah artikel Love Story. Lani bingung, kisah cinta macam apa yang ingin ia tulis, dengan bercanda ia meminta tolong sama sahabatnya Cyntia Amanda (Manda) “Jadi begini, aku pengin mencoba. Hm, jadi selingkuhan orang, pengin mencoba rasanya jadi selingkuhan itu kayak gimana” (Hal.20). Alhasil membuat Manda menyebut Lani gila karena perkataannya tadi, “Calm down, Man, aku masih waras kok” (Hal.20), begitu kata Lani untuk meyakinkan kewarasannya.

Ketika itu, weekend, Manda mengajak Lani ikut serta di acara reunian teman-teman SMP Manda se-gank (gank Kolot) di sebuah restoran. Disana Lani berkenalan, berkumpul dengan teman Manda yang lain yakni Diva, Raisa, Vano, Adrian, Steve serta Raga. Raga itu.. “lelaki tinggi berdada bidang, dengan model rambut peaked cut dan mata sayunya yang menjadi ciri khasnya…Wajah lelaki itu sungguh familiar. Sepertinya ia pernah bertemu dengan lelaki itu. Tapi dimana ya? Lani lupa (Hal.23). Akhirnya ia baru ingat tentang Raga, ternyata dia lelaki bertuxedo putih yang ia temui di malam sebuah pesta dansa, yang memanggil Lani dengan sebutan “Gadis Merah” kala itu.

“… cinta bukan kuasa manusia” (Hal.288).

Lani merasa kesepian saat kepergian Manda bertugas selama beberapa waktu ke depan, sebagai fotografer keluar negeri atas proyek akhir tahun Love Story tersebut. Manda sempat berpesan ke Lani untuk tidak terlalu akrab dengan Raga yang notebene sudah punya pacar bernama Tiaranti Santika alias Tiara, anak tunggal sang Bos tempat mereka bekerja. Manda takut kalau-kalau Lani masih serius [bercanda] ingin menjadi selingkuhan orang.

“Bagaimana mungkin ada seorang gadis yang mau dijadikan selingkuhan? Bukankah semua gadis tidak mau dijadikan orang ketiga” (Hal.20).

Baca selengkapnya di: http://bukuaileen.blogspot.com/2015/0...
Profile Image for Ana  Fitriana.
160 reviews32 followers
October 1, 2016
Novelnya cukup oke, hanya saja mgk feel saya lagi nggak oke pas baca ini. Jadi aku dnf sebelum hal 100, lalu loncat ke epilog. Dari hal awal, "nya" dan "itu" yg bertebaran, udh bikin nggak enak dibacanya.

Contohnya di paragrap ke 2 (hal 1) dari kata ketika sampai kata menemaninya, lebih nyaman kalo;
1. Dari ketika, buat paragraf baru aja, krn kepanjangan dan pokok pikiran paragrafnya udah berbeda jadi boleh membentuk paragraf baru.
2. Peletakan tanda titik sebagai pemotongan kalimat salah (Dan ini "konsisten" sampe epilog) seharusnya :
Ketika teman-temannya sudah turun ke lantai dansa dan berdansa dengan pasangan masing-masing, gadis itu hanya menonton dari sebuah bangku di sudut ruangan tanpa ada seorang pun menemaninya.
efisiensi kalimat kurang, krn pegulangan kata DARI. jd yg efisien seharusnya cukup pakai 1 aja.

Tanda titik mgk bisa membantu sebagai pengefektifan kata, tapi jika diolah dg kurang baik, malah akan jdi bumerang krn kalimatnya jdi kaku dan pasti jadinya nggak nyaman dibaca. Itu yg aku rasain di novel ini.

Ada yg lucu di hal 3, saat Lani pertama ketemu Raga, di pesta dansa. Kelar mereka dansa, cowok itu bilang gini :
"Kamu suka warna merah ya"
"Darimana kamu tahu?"
"karena setiap kali melihat matamu aku selalu melihat warna merah disana."

ini mgk maksudnya sok ngegombal, tapi klo ada cowok yg ngomong gini, aku pasti langsung panik nyari kaca. Apa jangan2 aku sakit mata dan bonus belekan. Hahahaaha. Panggilan "gadis merah" itu agak cheesy sih bt aku. Jadi tiap Raga manggil Lani "gadis merah" aku otomatis mutar mata lalu bilang ewwwhhhh

Mak'e Raga juga "unik" ya. Di saat orangtua laen memaksa anaknya mandiri di umur twenty something, mak'e Raga malah nggak boleh dia mandiri dg alasan yg lebih unik lagi: "selama Ayah dan bunda masih bisa menghidupi kamu, jgn harap kamu bisa keluar. Kami kerja keras untukmu. Kecuali kamu menikah, istri dan anakmu jadi tanggung jawabmu" (hal 34)
Dan terjun bebas lah mood aku, mesti sempat jatuh hati saat tau Raga jadi volunteer di UNICEF. Cowok syakep dg tingkat sosial yg tinggi itu,seksi sodarah-sodarah!! Tapi kalo dipikir lagi, dia jadi volunteer krn nggak kerja jg kan ya? Dia nggak mau kerja di perusahaan bapaknya, jdi dia sebut volunteer di unicef sebagai pekerjaan meski no payment, toh hidupnya udh berkecukupan.

So... 1* dari aku.
Profile Image for Eunike Supusepa.
1 review
November 16, 2014
Mau bilang kalau hadiah GA yang di watty sudah tiba.
Ada ttd sama tas merah kecil love-love :) (udah dijadiin tempat penyimpanan buku merah ini)
Terima kasih.


Buku merah ini bercerita tentang seorang "Gadis Merah" begitu panggilan Raga kepada Arlani Kayana atau Lani. Pertemuan pertama mereka itu di pesta dansa dan Raga mengatakan "Setiap kali menatap matamu aku selalu melihat warna merah di sana." (kurang lbh bgitu perkataannya).
Lalu ceritanya mengalir. Pertama kali baca di wattpad, aku tertarik karena sepertinya akan ada misteri tentang warna merah itu sendiri.
Setelah baca, beberapa kali terjebak dalam jebakan batman yang dibuat penulis untuk mengetahui "merah" apa yang dimaksud. Aku tertarik untuk membahas karakter yang ada dalam cerita ini.

- Arlani Kayana: Seorang cewek yang selama ia berhubungan dengan laki-laki selalu menjadi korban selingkuh. Dia suka warna merah. Tau main gitar, punya gitar akustik berwarna merah. Punya lemari pakaian yang isinya hampir semua berwarna merah. Makanya Raga memanggilnya dengan 'Gadis Merah'.

- Diraga Carakka: Seorang laki-laki yang suka menonton film roman. Bekerja sebagai volunteer dalam UNICEF volunteer board. Tau main berbagai alat musik, jago berdansa, romantisnya ga ada habisnya. Tapi plin-plan kalau suruh pilih antara Lani atau Tiara.

- Tiaranti Santika: Seorang cewek yang sekilas manja dan apapun dituruti. Bakalan terpikir bahwa dia karkter antagonis tapi menurutku dia bukan sosok antagonis kok. Anak satu-satunya dari Bob Suganda pemilik perusahaan tempat Lani bekerja.

Kita juga akan bertemu dengan beberapa karakter seperti:
- Manda: Sahabatnya Lani.
- Nathan: Mantan pacar Lani.
- Fika: Sahabat Tiara.
- Karen: Gadis kecil yang merupakan "ODHA"
- Gank kolot: Raisa (Pacar pertama Raga), Steve (Crushnya Manda), Vano, Adrian & Diva.
- Tim UNICEF volunteer board.

Jika dilihat dari susunan karakter terkesan mainstream yah. Aku juga awalnya mengira begitu, tapi setelah dibaca aku ga menyangka jalan ceritanya akan seperti itu.

Baca versi novel, ternyata ada beberapa perbedaan dengan wattpad ya. Tapi, aku ngakak dibagian perbedaan itu hahahaha.

Ditunggu cerita selanjutnya. Keep writing! ;)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Vanessa Wen.
5 reviews2 followers
April 18, 2018
Ketika aku masih smp, cerita ini dipublikasikan di dalam blog kak Fhily Anastasya dengan tokoh utama dari acara televisi, idola cilik. Dan aku suka nonton acara tersebut. Jadilah aku membaca semua tulisan kak Fhily dan salah satunya adalah Red.

Sebelumnya kak Fhily pernah share bahwa sebelum ia menggunakan tokoh Oik dan Cakka dalam ceritanya di blog, ia menuliskan dengan tokoh yang ada disini terlebih dahulu. Lani dan Raga. Aku baca keduanya, versi blog dan novel.

Seperti judulnya, setiap part disini menggunakan bagian lagu dari album Taylor Swift. Lani adalah korban perselingkuhan berkali - kali, yang mungkin terjadi dengan banyak orang lainnya. Sebagai seorang content writer, ia diminta untuk menulis sesuatu yang spesial dengan tema "cinta". Sesuatu yang ia selalu gagal.

Lalu ia bertemu Raga kembali, yang memanggil dirinya dengan sebutan Gadis Merah. Raga sudah punya pacar yaitu Tiara. Mengambil case yang tidak biasa yaitu volunteer UNICEF. Raga dan Lani kembali bertemu dan menghabiskan waktu dengan Karen sebagai penghubung diantara keduanya. Kisah mereka dibumbui cerita Tiara yang menganggu, Karen yang mereka sangat sayangi dan hubungan tanpa status.

Mungkin akan lebih asik jika sebagai pembaca kita bisa tahu lebih banyak dengan apa yang ada di pikiran Raga. One thing for sure, I like this book. Simple, klasik, tapi pembawaannya menyenangkan.

Aku berharap kak Fhily menerbitkan ceritanya yang lain. Ditunggu!
123 reviews
July 19, 2016
Cerita favorit itu mulai dari Raga dan Lani yang ketangkep basah oleh Pras dkk di kamar. Terus sama cerita di villa. Yah itu cukup buatku terhibur, ngakak dan jenis cerita yang paling kutunggu. Tapi sayang karena bahasanya yang terlalu kaku, aku merasa dialognya malah seperti dialog anak kecil yang polos.
Cocok dibaca waktu galau atau sensitif, atau PMS -----_______-----" sediiih
1 review
October 27, 2014
ceritanya lagi tren banget di kalangan anak muda. sepertinya cerita ini sangat menarik untuk dibaca :D dari potongan ceritanya saja terlihat sangat menarik untuk dibaca.
Profile Image for Liha.
2 reviews
January 14, 2015
Novel nya bagus sih, tapi agak lambat dalam penggambarannya, terlalu detail itu membuat pembaca bosan.
but, karna saya pecinta red dan taylor swift.. jadi , I LOVE IT :D
Profile Image for Echi Permata.
13 reviews1 follower
March 27, 2015
aku sangat menyukai buku ini, aku suka bagaimana penulis menggambarkan karakter yang ada di buku ini

berharap sosok Raga ada di dunia nyata.. hehehhe
1 review
July 26, 2015
Aku suka banget sama novel ini, sampe aku baper bacanya
Profile Image for Lulu Syifa.
26 reviews4 followers
September 7, 2016
Saya suka sama karakter Lani, tapi saya gak menikmati kisahnya.
Profile Image for bella.
73 reviews2 followers
December 11, 2023
serius baru jalan berapa halaman dan udah gak kuat ngelanjutin, penulisannya gak enak dibaca dan tokohnya kaya kekanakkan??? kaya buku yg ditulis sama anak SMP gitu, daripada buang-buang waktu baca buku yang alurnya gak bisa dinikmati mending aku stop
1 review
Read
August 31, 2015
belum baca!
pingin baca!
apakah tidak ada bloggernya buat baca novel ini?
Displaying 1 - 24 of 24 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.