What do you think?
Rate this book


332 pages, Paperback
First published October 1, 2014
Ini bukan liburan. Setidaknya itu yang kulakukan. Berhenti bekerja kantoran di akhir usia dua puluhan dan membeli tiket sekali jalan ke Australia, pemberhentian pertama dari rangkaian perjalanan mengitari dunia.
Tapi, kenapa?
Kenapa meninggalkan karier yang telah dibangun bertahun-tahun demi sekadar jalan-jalan?
... Jika keuanganmu di level biasa-biasa saja dan tak tahu kapan akan kembali, berjalan-jalan di Australia tanpa uang yang cukup adalah bunuh diri, tercekik dengan nilai tukar dan harga barang yang sangat tinggi. Ketika melihat harga sepiring nasi goreng lebih dari seratus ribu rupiah dan harga sebotol air mineral 600 ml lebih mahal daripada harga satu liter bensin, aku tahu aku harus mencari pekerjaan sebelum melanjutkan perjalanan (p. 21).
Memoar ini ditulis berdasarkan catatan pada jurnal kecil yang selalu berada di dalam ransel, jika tidak sedang tersimpan di dalam saku. Jurnal itu digunakan untuk menandai urutan tempat, waktu, pikiran, kejadian menarik, serta percakapan yang membuat tertawa maupun tertohok dibuatnya. Tak hanya peristiwa, tercatat pula berbagai kesan akan rasa, suara, aroma, cahaya, hingga ekspresi wajah yang tidak tertangkap dalam ingatan dan kamera. Sebuah riset dilakukan untuk menunjang fakta dan sejarah dari tempat-tempat yang dilalui. Beberapa tokoh, kejadian, dan tempat dihilangkan untuk menjaga alur tanpa mengurangi kebenaran dan esensi cerita.