“Mengapa negeri ini rapuh? Karena banyak pohon beringin ingin jadi pohon jeruk, dan pohon jeruk ingin jadi pohon mangga.”
Gede Prama Setiap anak lahir dengan membawa bibit unggul masing-masing. Anak yang memiliki bibit dokter bila dirawat dengan tepat, kelak akan tumbuh menjadi “pohon dokter”. Begitu juga dengan anak yang menyimpan bibit penyanyi, jika dibesarkan dengan baik, kelak ia akan menjadi “pohon penyanyi”. Masalahnya, anak tidak lahir dengan stempel di dahinya: “Bibit insinyur”, “bibit ballerina”, “bibit pianis”, atau “bibit arsitek”. Namun jangan khawatir, mereka lahir dengan petunjuk-petunjuk yang bisa kita “baca”. Orangtualah yang harus pandai-pandai mengenali petunjuk ini.
Buku ini akan membantu Ayah-Bunda menemukan bibit atau potensi unggul anak dan mengarahkannya agar sukses di masa depan. Langkah demi langkah dipaparkan dengan contoh kasus yang nyata sehingga dapat langsung dipraktikkan setiap orangtua. Kelak Ayah dan Bunda bisa berkata kepada anak-anak tercinta, “Jadilah, tumbuhlah sebagai pohonmu sendiri, Nak.”
seandainya ayah edy jadi menteri pendidikan, pasti semua aspek pendidikan anak-anak Indonesia berbasiskan pemetaan potensi anak-anak seperti yang diceritakan di buku ini. 😢😢😢
Jadi teringat dengan kasus yang lagi marak : ditemukan remaja yang menggunakan air rebusan pembalut untuk mabok. Suatu tulisan dari akun facebook yang aku follow menceritakan bahwa remaja tersebut melakukannya karena ga adanya peran orang tua dan guru yang bisa mendidik mereka. Seharusnya remaja itu dibantu untuk menemukan tujuan hidup ketika mereka dewasa kelak. Sekiranya tujuan itu ada, remaja ini dibimbin untuk melangkah ke sana. Banyak kegiatan lah yang bisa mereka lakukan.
Aspek tujuan hidup itu yang banyak dikupas Ayah Edy dengan kasus per kasus di buku ini. Tapi memang buku ini ditujukan lebih tepatnya ke orang tua. Jangan mau jadi orang tua tapi ga ada ilmunya. Bisa-bisa jadi seperti remaja itu tadi, cari jalan murah untuk mabuk !
Satu lagi yang baru aku tau : Homeschooling itu mengajarkan kepada anak cuman dua fokus utama : LIFE SKILL dan TUJUAN HIDUP.
Setiap anak dilahirkan dengan memiliki potensi unggul dalam dirinya. Namun, keunggulan ini tidak serta merta terpampang jelas sehingga untuk menemukannya dibutuhkan kejelian, ketelatenan, dan kesabaran orangtua membersamai anak-anak. “Perilaku anak sehari-hari adalah petunjuk tentang potensinya.” ~ h.5.
Kebutuhan orangtua untuk menemukan potensi ini menjadi penting supaya tujuan bisa ditetapkan dan ‘jalan’ yang ditempuh anak tidak sia-sia. Ketika tujuan sudah ditemukan, maka orangtua dapat membantu anak untuk menentukan kebutuhan sekolah atau kelak dapat memilih jurusan yang tepat. Maka, memetakan potensi anak sejak dini akan sangat membantu menemukan tujuan kebermanfaatan hidup apa yang kelak akan memaksimalkan kemampuannya.
“Nilai sempurna juga bukan tujuan. ... selanjutnya di Rahasia Ayah Edy
Cover buku Ayah Edy kali ini menampilkan foto dua anak berpakaian damkar dan koki tersenyum dan tertawa. Akhirnya ada buku Ayah Edy yang menampilkan foto anak-anak ceria seperti ini, tidak seperti dua buku Ayah Edy yang sebelumnya saya baca: bengong, suram, atau menangis T_T. Dari sisi cover bagus dan ada peningkatan dari sebelumnya. Lanjut ke bagian isi.
Pada 72 halaman pertama, Ayah Edy menjelaskan tentang setiap anak memiliki potensi unggul masing-masing, yang jika dapat dipetakan dan diketahui sejak dini, lalu dibimbing dan didukung sepenuhnya oleh orangtua, maka anak dapat memaksimalkan potensi unggulnya dan mewujudkan apa yang dicita-citakannya (berdasarkan potensi unggulnya).
Jika sudah diketahui potensi unggul anak, pastikan satu potensinya yang paling unggul, tetapkan tujuan yang tinggi, lalu bimbing dan didukung sepenuhnya oleh orangtua, dan belajar di tempat yang terbaik untuk memaksimalkan potensinya.
Bagian berikutnya berisi 17 pertanyaan orangtua mengenai potensi unggul anak yang semuanya dijawab dengan baik oleh Ayah Edy, lalu ada sejumlah kisah-kisah inspiratif para orangtua yang pernah berkonsultasi dengan Ayah Edy.
Buku ini bagus dan menarik, namun menurut saya susah diterapkan oleh banyak orang. Alasannya adalah mayoritas kisah yang ditangani Ayah Edy di sini adalah anak-anak yang orangtuanya memiliki budget berlebih, rentang ekonomi menengah ke atas. Bagi orangtua seperti ini membimbing dan mendukung anak dengan potensi unggulnya sangat mungkin dan dapat maksimal. Sebagai contoh jika ada anak dengan potensi tari dan karena Ayah Edy menyarankan tujuan tertinggi dan tempat belajar terbaik, maka tempat belajar tarinya adalah di California Institute of the Arts, Amerika Serikat. Bagi orangtua mampu maka tidak ada masalah, namun bagi yang tidak mampu akan jadi masalah.
Sehingga muncul pertanyaan bagaimana memaksimalkan potensi anak jika orangtua tidak mampu mendukungnya secara maksimal dari sisi finansial? Ternyata pertanyaan yang ingin saya tanyakan ini ada di pertanyaan no.15 di halaman 111. Ayah Edy mengisahkan bahwa dia pernah membimbing anak bercita-cita menjadi pembalap dan orangtuanya berhasil mendapatkan perusahaan yang bersedia mensponsori anaknya, juga anak yang bercita-cita menjadi diplomat lalu berhasil mendapat beasiswa dari Kementrian Luar Negeri untuk belajar di Jepang.
Kisahnya memang singkat dan tidak detil seperti yang lain, namun sudah jelas ada jawaban Ayah Edy mengenai pertanyaan ini: Jika orangtua tidak mampu secara finansial, maka carilah sponsor atau beasiswa dengan maksimal. Lakukan dengan usaha maksimal sampai dapat, jangan bilang tidak mungkin, dan jangan menyerah sampai mendapatkannya.
Tetap saja hal ini tentu masih masih sulit dilakukan oleh banyak orang, namun sulit bukan berarti tidak bisa, bukan berarti tidak mungkin juga. Andai Ayah Edy menjelaskan kisah jenis ini lebih banyak dan lebih detil, tentu akan lebih baik dan tambah inspiratif.
Sebenarnya masih ada pertanyaan lain yang ingin saya tanyakan seperti bagaimana jika anak gagal mendapat sponsor/beasiswa atau gagal setelah sempat belajar atau pindah minat setelah lebih dewasa, sedangkan Ayah Edy berprinsip tidak usah membuat backup plan? Dan masih ada pertanyaan lainnya. Semoga dapat jawaban memuaskan jika ada kesempatan bertemu langsung ataupun daring dengan beliau.
Sekadar intermezzo, Saat ini saya sedang gencar-gencarnya membaca non fiksi terutama pada tema parenting, mengingat saya baru saja memiliki momongan berumur 2 bulan. Saya ingin memiliki ilmu parenting sebanyak-banyaknya.
Buku "Memetakan Potensi Unggul Anak" daru Ayah Edy merupakan buku pertama karya beliau yang saya Baca. Saya tentu sudah mendengar nama Ayah Edy bersliweran di sana-sini di bidang parenting. Hanya belum baca buku nya saja.
Buku ini SANGAT PENTING untuk para orang tua baru. Seperti yang kita ketahui, dengan berbagai macam perkembangan teknologi dan persaingan tenaga kerja yang semakin ketat, bagaimana cara membuat anak kita tidak hanya sekadar survive tapi menjadi Mandiri yang bahagia dengan profesinya.
Ayah Edy percaya banyaknya orang-orang yang tidak bahagia dengan pekerjaannya adalah karena orang tersebut bekerja bukan di bidang unggulnya. Setiap anak memiliki bibit Unggul sendiri di dalam diri mereka. Buku ini memetakan cara untuk para orang tua menemukan bakat dan minat anak.
Tidak hanya menemukan Potensi anak, buku ini juga mempersiapkan kita sebagai orang tua dengan bakat luar biasa anak yang mungkin belum pernah kita bayangkan.
Misal saja, ada anak yang mengatakan "Ma, Pa, saya ingin menjadi dalang." Apakah kita orang tua bisa tetap menudukung anak 100%?
Buku ini dilengkapi dengan metode praktis menemukan minat dan bakat anak, disertai berbagai contoh kasus, juga pertanyaan-pertanyaan yang sering dilontarkan oleh rata-rata orang tua indonesia.
Sangat mencerahkan dan sangat membantu untuk para orang tua baru maupun orang tua dengan anak yang sudah Remaja. Terima Kasih telah berbagi Ilmu Ayah Edy. Saya akan membaca semua buku ayah berikutnya.
Membaca buku ini, dari bab pertama yang membahas secara definisi antara minat dan bakat, kemudian di bab ke 2 yang menjelaskan bagaimana teknis menemukan kesinkronan antara minta dan bakat, bab 3 yangembahas 17 pertanyaan dari para orangtua dan bab terakhir berisi tentang pengalaman beberapa orangtua yang mendampingi anak-anak dalam menemukan minat dan bakatnya saya berkesimpulan bahwa sebagai orangtua harus mempertajam kepekaan terhadap anak-anak dengan kelekatan yang baik sehingga terjadi komunikasi cair yang menyebabkan anak nyaman mengungkapkan apa yang dirasakan.
Ketika saya menyimak cerita orangtua dalam buku ini benang merah ada di komunikasi.
Buku ini mengajak saya untuk merencanakan masa depan anak. Kita, orang tua dituntut untuk mengamati potensi anak dan melejitkan kemampuan di bidang-nya. Jujur, saya butuh bantuan untuk hal ini (Help...).
Ayah Edy juga mengajak kita untuk menyekolahkan anak lewat program homeschooling , karena sekolah-sekolah di Indonesia menganut sistem anak harus bisa di semua pelajaran. Ini seperti ikan yang pandai berenang tapi diujikan dengan ujian panjat pohon di sekolah binatang.
What I really love about this book that it provides the simple tools to map the gold potential of out kids. Not only inspiring stories or good advices. Every educational institutions shud applied this. Furthermore it can be a source to decide the standard of our curriculums in Indonesia.
Personally, I'm urging the educational ministry of Indonesia to sit and work together with this parenting/child education consultant.
Semua orang tua sebaiknya membaca buku ini, berisi saran dan contoh sukses para orang tua yang sudah berpengalaman mengoptimalkan bakat buah hati mereka agar mereka sukses di kemudian hari. Penting banget karena banyak orang tua yang ingin anaknya menjadi yang mereka kira baik buat anak mereka daripada mencari tahu apa yang benar-benar baik. Buku ini juga mengkritisi sistem pendidikan di negara kita yang masih perlu banyak perbaikan Thank you ayah Edy!
Emang bener sih, kalo udah mahasiwa gini lebih baik fokus pada apa yang kita bisa hari ini. Jangan fokus pada impian-ide-bayangan masa depan yang cenderung membuat kita menyalah-nyalahkan keadaan.
Mengetahui potensi diri sepertinya emang bener2 penting untuk seorang anak2 usia sekolah, termasuk untuk mahasiswa!!
Buku bagus! Sebagai orang yang merasa 'tersesat' dan sempat dibuat stres berat sama sistem pendidikan Indonesia, saya menganjurkan ortu/calon ortu untuk membaca buku ini.