Samantha Arin: Dia adalah Kai Takahashi, seorang aktor, vokalis sekaligus gitaris band terkenal Mr. Sky. Pagi tadi kakeknya meninggal. Dia pasti bersedih karena hal itu. “Aku turut berduka cita, aku tahu ini membuatmu sedih. Aku mengerti apa yang kau rasakan…” “Kau mengerti?” ujar Kai sinis padaku. “Skenario apa sih yang kalian hafalkan? Kenapa semua dokter selalu bilang tahu apa yang kurasa, tapi wajah kalian tetap tampak begitu tenang? Kalau kalian tahu bagaimana rasanya, kalian tidak akan setenang itu! Sadar tidak sih kalau kalian itu sok tahu?!”
Kai Takahashi: “Sok tahu?! Dengar ya, kami tidak sok tahu! Kami hanya berusaha membantu!” “Aku tidak butuh bantuan!” ujarku. “Aku... aku hanya… butuh Kakekku…” “Kau butuh Kakekmu? Kalau begitu kau butuh mati!” ucap gadis berjas putih itu marah. A-Apa? Mati dia bilang? “Kau terkejut mendengar skenario yang tidak pernah kau dengar sebelumnya? Kau perlu tahu kalau kami tidak bersandiwara! Kami mengabdi mempertaruhkan hidup untuk semua pasien yang membutuhkan kami! Dan itu bukan sandiwara seperti yang biasa kau lakukan di drama!”
FLAZIA, nama pena yang diambil dari akronim nama lengkapnya sendiri--Fildzah Izzazi Achmadi. Sangat mencintai nama pemberian orangtuanya, tapi akhirnya memutuskan untuk membuat nama pena sendiri karena nama lahirnya sedikit sulit untuk dibaca dan diingat. Memilih menulis sebagai kesenangan pertama sekaligus kewajiban kedua. Paling menyukai perpaduan antara Yogyakarta, buku, hujan, dan hari libur.
Saya suka banget banget banget sama novel 1/6 ini. Suasananya kejepang-jepangan banget, padahal stlh dilihat kak flazia ini orang indonesia. Saya jatuh cinta sama tokoh utamanya. Dan menurut saya susah ditebak juga gitu plotnya. Keren. Menunggu karya kak flazia yg lain... :)
Sepertinya esok-esok saya harus menghindari membaca dengan genre seperti ini. Awalnya suka dengan covernya, dan ada kisah tentang dokter dan pemain band. But, banyak hal yang menganggu pikiran saya selama membacanya.
Alurnya sudah saya duga, bahkan merasa aneh ketika samuel berganti nama dengan kai. Sebenarnya openingnya sudah bagus, tapi entah kenapa dipertengahan saya merasa menjadi penggemar k-pop -_- dan saya bukan semacam itu. Beberapa halaman terpaksa saya skip, dan entah kenapa suka dengan opening dan closing nya.
Suka dengan pembahasan kedokterannya, lumayan banyak. Aku bacanya dari tengah, terus waktu baca ulang lagi ngerasa sayang banget openingnya harus 'itu'. Coba aja openingnya bukan si Samuel itu, pasti lebih dapat plot twistnya. Dan secara tokohnya sih aku emang agak bosan bacanya, tapi karena bagian kedokterannya aku lanjutin baca
Akh benci dengan novel yang menggunakan sudut pandang orang pertama tapi, aku berekspektasi tinggi karena novel ini di taruh di rak 'best fiction' di Gramedia dan setelah baca novel ini dengan sedikit maksa, saya give up juga dan langsung baca ending novel ini.
Ceritanya bagus banget, ringan dibaca juga untuk remaja. Lirik lagunya bagus dan lucu juga. Penggambaran suasana baik, pembawaannya ceritanya membuat pembaca tersentuh. Ide cerita terlihat sederhana tetapi penyajiannya menarik.
Pekerjaan seorang dokter merupakan pekerjaan yang sangat mulia, karna dokter mengabdi mempertaruhkan hidup mereka untuk semua pasien yang membutuhkan. Samantha Arin benar-benar kesal ketika seorang vokalis band terkenal, Kai Takahashi, mengejek-ejek profesinya tersebut. Kekesalannya tetap membekas sampai ia lagi-lagi harus dipertemukan dengan Kai.
Kalau boleh jujur, aku suka premisnya. Aku suka blurbnya. Tapi kok ya aku kecewa dengan eksekusinya. Alur yang digunakan terkesan lompat-lompat. Bahkan terkadang nggak nyambung satu sama lain. Entahlah. Aku padahal sedikit berekspektasi terhadap novel ini :3