Jump to ratings and reviews
Rate this book

Revolusi Hati : Bagian Pertama

Rate this book
Buku Revolusi Hati membahas cinta dengan pendekatan psikologi dan filsafat. Tentang hasrat dan gairah asal manusia yang menjadi landasan cinta, juga pengaruh masa lalu terutama relasi dengan orang tua. Dan tentu, tentang awal jatuh cinta yang begitu indah sekaligus kelak berisiko menyakitkan. Semua ini dapat kita pahami karena jatuh cinta sebenarnya punya logika, hanya saja ia terletak dalam ketidaksadaran manusia. Maka selama ini, sesungguhnya kita hanya bisa jatuh cinta pada seseorang yang mampu menyentuh ketidaksadaran kita.

Jatuh cinta didorong oleh nostalgia akan kehidupan janin, oleh “kekosongan pertama” yang menggerakkan manusia untuk mencari cinta dalam diri orang lain. Sebagian manusia lalu mencarinya hampir sepanjang hidup tanpa tahu di mana titik akhir. Mari menelusuri kembali setiap pengalaman jatuh cinta yang pernah kita alami. Lalu dari sana, akan ada pembongkaran diri yang lama untuk melahirkan diri yang baru, untuk membuka jalan bagi cinta yang baru: satu yang tepat, satu yang terakhir.

Revolusi Hati adalah seri baru dari Ester Lianawati yang mengundang Anda untuk membongkar persoalan cinta yang dirasakan dalam diri maupun relasi. Ditulis dengan didasarkan pada cerita-cerita mereka yang terluka, juga dari kepenuhan hati mereka yang bahagia dalam cinta. Oleh seorang psikolog yang pernah terluka, tetapi yang juga kini dan kiranya selamanya berbahagia dalam cinta.

192 pages, Paperback

Published April 1, 2025

Loading...
Loading...

About the author

Ester Lianawati

7 books20 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (70%)
4 stars
3 (30%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Nabila Budayana.
Author 7 books80 followers
May 14, 2025
Sebagai pembaca yang cukup setia dengan karya Ester Lianawati, karyanya kali ini terasa agak berbeda. Bila sebelumnya Mbak Ester lebih banyak membagikan gagasan tentang feminisme, kali ini objek yang ia bedah adalah cinta. Menariknya, cinta yang kerap dianggap berlawanan dengan konsep feminisme dibuktikan sebagai sesuatu yang erat kaitannya dengan kesetaraan.

Penulis mencoba membongkar kesadaran-kesadaran baru yang menarik. Mulai mengapa, dari mana, bagaimana cinta hinggap dan terjadi. Selama ini jamak yang menganggap cinta sebagai sesuatu yang sangat abstrak dan "hanya bisa dirasakan tanpa dipikirkan secara logis". Tawaran pemikiran dari penulis bisa jadi mengubah pemikiran kita tentangnya.

Referensi penulis sangat beragam. Mulai pandangan Jacques Lacan, Françis Wolff, Roland Barthes, Freud, sampai kisah cinta Eros dan Psikhe, juga Beauvoir dan Sartre.

Meski mengurai menggunakan banyak referensi, namun penulis tetap rendah hati membiarkan ruang misterius yang "tak terjelaskan" pada pembaca. Di sisi lain ia juga memperingatkan pembaca agar tak terjebak pada amour vanité (teori Stendhal), sebuah cinta yang sia-sia karena mencintai untuk hal-hal penuh perhitungan ala masyarakat kapitalis.

Yang menarik dan membekas adalah bagian di mana penulis mengungkap bahwa proses jatuh cinta kita sesungguhnya dibangun dari keinginan nostalgia kemelekatan kita pada rahim ibu, kasih sayang, perlindungan, dan otoritasnya.

Pilihan cinta manusia dewasa begitu banyak dipengaruhi oleh masa lalunya. Salah satu kemungkinannya, sebagai manusia, kita juga condong menggunakan Oedipal Choice, yaitu pilihan mencintai seseorang yang beresonansi dengan inner child, yang diharapkan bisa berlaku seperti imajinasi sosok orang tua yang kita selalu harapkan.

Bagi saya buku ingin meyakinkan bahwa cinta adalah tentang cara pikir dan pandang diri sendiri, yang kemudian terefleksikan pada pilihan keluar kita.

"Ia (cinta) berasal dari rasa kekurangan dalam diri, tetapi dan justru sebab itu punya karakter transendensi, yang memungkinkan pertumbuhan diri." (hal 178)
Profile Image for Aya Canina.
Author 2 books44 followers
July 22, 2025
Saya akan mengutip satu paragraf yang saya anggap paling puitis dalam buku ini. Hal. 28, Subbab 4 “Manusia terlahir jatuh cinta, dengan ibu sebagai kekasih pertamanya”, Bab 1 “Mengapa Kita Jatuh Cinta?”:

Inilah sumber psikis paling kuno dari jatuh cinta. Jatuh cinta didorong oleh nostalgia kehidupan janin. Sebab pembangun pertama psike manusia adalah keinginan untuk selalu merasa utuh, untuk merasa diri sebagai yang Satu tapi juga menjadi yang Segala. Sebab kita telah mengalami perpisahan dari apa yang pernah melekat jadi satu, dengan apa yang tadinya berfungsi sebagai Segala bagi kita: ibu, rahimnya, tubuhnya, kasih sayangnya, perlindungannya, otoritasnya


Ini bukan sekadar buku esai tentang cinta. Bukan pula suatu panduan praktis jatuh cinta dengan orang yang tepat. Buku ini melampaui apa yang pernah kita pikirkan tentang cinta. Bahwa jatuh cinta seorang anak manusia kepada anak manusia lain berangkat dari relasi dirinya yang masih janin dengan kekasih pertamanya, ibu.

Bayangkan esai menyoal pengalaman jatuh cinta yang ditulis oleh seorang psikolog, feminis, dan—kita sebaiknya menyebut ini—penyair. Mendayu-dayu sekaligus tegas. Sentimental sekaligus logis. Sebuah pengalaman baru dalam membaca Ester Lianawati, yang sama memuaskannya dengan buku-buku beliau sebelumnya.


Profile Image for Faizah Lentera.
298 reviews2 followers
December 30, 2025
Buku yang sangat pas dibaca buat orang-orang yang penasaran dengan mekanisme jatuh cinta. Bagaimana kita bisa jatuh cinta terhadap seseorang? Jawabannya ada beberapa dalam Revolusi Hati.

Reaksiku tiap baca selalu sama, yaitu "iya lagi" sama senyum sendiri. Rasanya kaya kembali jatuh cinta karena isinya cukup mendorong untuk refleksi diri. Walaupun buku ini punya daftar pustaka, tetap mudah dicerna. Cuma sayangnya Revolusi Hati kurang sesuai sama PUEBI. Cukup mengganggu pengalaman membaca.

Yang mula-mula kita rasakan adalah kekaguman. Kita bisa punya kekaguman pada orang yang kita temukan menarik, tapi kekaguman ini baru bisa berlanjut bila kita membiarkan otak kita untuk berangan-angan. Betapa nikmat bila bisa berada di dekatnya.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews