Jump to ratings and reviews
Rate this book

Yang Liu

Rate this book
Yang Liu adalah . Obsesi! Obsesi yang terwujud! Obsesi tentang Yang Liu sudah mengendap 3 tahunan, ketika aku terpikat dengan Veven sp Wardhana yang sedang tergila-gila dengan Yang Liu demikian ia mengandaikan seorang perempuan Cina. Rasanya tersanjung dan otomatis GR karena perumpamaan yang dipakai adalah sosok lentur tetapi kuat dan biasa yang unik. Rasanya eksotis sekali! Karena bagaimana pun eksotisnya perempuan Cina, ia tetap mistis. Tetap seperti tirai bambu. Lentur tetapi rapat. Biasa tetapi tidak mudah mengintip apa yang ada. Benar-benar Yang Liu. Tetapi dalam perjalanan imajiner Lan Fang, aku menemukan, apa yang terjadi dalam nasib dan karakter Lan Fang dalam Yang Liu ini, bisa terjadi terhadap perempuan mana pun siapa pun di mana pun. Ternyata perempuan tetap perempuan...

182 pages, Paperback

First published January 1, 2006

2 people are currently reading
20 people want to read

About the author

Lan Fang

23 books28 followers
Lan Fang adalah seorang penulis kelahiran Banjarmasin. Alumni Fakultas Hukum Univ. Surabaya ini menulis sejak 1986. Karya-karyanya menjuarai lomba di tabloid Nyata dan novelette Femina 1998, 1999, 2003 dan 2005.

Lan Fang telah menerbitkan: Reinkarnasi (2003), Pai Yin (2004), Kembang Gunung Purei (2005), Laki-laki yang Salah (2006), Yang Liu (2006), Perempuan Kembang Jepun (2006), Kota Tanpa Kelamin (2007), Lelakon, Ciuman di Bawah Hujan (2010). Di tahun 2009 ia juga menerbitkan buku cerita anak: Kisah-kisah si Kembar Tiga (2009). Dan akan menerbitkan kumpulan puisi Ghirah Gatha.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (27%)
4 stars
7 (24%)
3 stars
14 (48%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Roswitha Muntiyarso.
118 reviews7 followers
June 15, 2011
Menarik! Itu kesan pertama yang diberikan buku ini. Yang Liu menawarkan sebuah kumpulan keping-keping hidup dari sosok imajiner bernama Lang Fang, seorang perempuan Cina dengan berbagai problematika dan kompleksitas hidupnya. Yang Liu berusaha mengangkat kehidupan keseharian seorang perempuan Cina dalam kehidupannya di masyarakat Indonesia. Buku ini adalah kumpulan sekian banyak cerpen Lang Fang yang sebagian telah dimuat di surat kabar dan majalah. Gambaran budaya dan pemikiran Cina yang diberikannya sangat nyata dan membaur dengan kehidupan masyarakat. Lang Fang adalah penulis yang amat optimistis dengan kekayaan kata-kata. Realitas hidup yang keras dan pahit diangkatnya ke atas panggung kata-kata, yang ternyata bisa memberi peluang, bahwa orang mampu menyusun kembali hidupnya yang berkeping-keping.

Setiap cerpen pada buku ini bercerita tentang kehidupan seorang perempuan Cina yang memiliki gairah dan keinginan kuat untuk melakukan banyak hal di masyarakat. Namun, lingkungan di sekitarnya kurang dapat mendukung dirinya hanya karena ia seorang Cina. Seperti pada cerpen berjudul Yang Liu. Cerpen ini menceritakan tentang Lang Fang sebagai seorang wanita pengurus jenazah. Ia bertemu dengan seorang laki-laki yang mengagumi ketegaran dirinya. Ketika sang lelaki mendekatinya, Lang Fang mencoba menolaknya karena kepercayaannya yang kuat terhadap shio dan peruntungan bahwa ia berjodoh dengan kematian.

Lain lagi dalam cerita Calon Menantu. Seorang pemuda keturunan Jawa dengan darah ningrat priayi jatuh cinta pada Lang Fang, seorang anak pemilik depot makan Cina di ujung gang. Sang pemuda sudah cukup umur untuk menikah dan memilih seorang perempuan Cina untuk menjadi pasangan hidupnya. Ayah sang pemuda menentang keinginan sang pemuda. Banyak sekali pertimbangan dan pandangan buruk sang ayah mengenai orang Cina. Sampai suatu ketika depot makan tersebut tutup. Sang anak sangat kecewa karena ia tidak dapat membujuk ayahnya dan terus saja melamun layaknya orang gila di depan depot tersebut.

Selain dua cerita di atas masih ada 13 cerita lainnya yang sangat sarat akan makna dan perjuangan hidup. Setiap cerita memiliki karakter tokoh yang berbeda-beda meskipun dengan nama yang sama, Lan Fang. Setiap karakternya begitu hidup dan terasa nyata. Imej Lan Fang memberikan pelajaran yang berbeda-beda akan arti hidup pada tiap cerita. Bagaikan kepingan-kepingan hidup yang harus disusun untuk menciptakan sosok utuh seorang perempuan Cina di Indonesia. Masalah-masalah yang diceritakannya cukup umum dan bisa dialami oleh banyak perempuan di manapun berada, baik Cina atau bukan. Yang Liu menggambarkan bahwa perempuan tetaplah perempuan, tak peduli asal suku, negara, dan tempat tinggal. Kata “Yang Liu” sendiri berarti pohon beringin, sebagai gambaran perempuan Cina yang tegar namun lembut dan mengayomi.

Banyak pelajaran berharga yang dapat diambil dari Yang Liu. Rumah Tanpa Cermin memberikan contoh betapa hasrat wanita Cina yang ingin maju diimplementasikan dalam suatu ketamakan dan kedengkian. Memberi pelajaran pada kita untuk berkaca pada diri sendiri dan bukannya terus melihat kesalahan orang lain dan menganggap diri paling sempurna. Ulang Tahun Koko menunjukkan betapa kasih sayang adalah suatu hal yang jauh lebih diinginkan seorang anak daripada harta yang melimpah. Bahwa mengantar anak ke sekolah itu jauh lebih membuatnya senang ketimbang dibelikan banyak mainan namun ayah dan ibunya tak pernah ada di rumah.

Yang Liu juga menceritakan betapa Cina belum bisa menjadi bagian dari masyarakat Indonesia sendiri. Punya istri orang Cina dianggap tabu dan rendahan. Hal ini tersampaikan dalam Dreams Come True, Pangeran Kodok dan Putri Duyung dan Calon Menantu. Yang Liu juga menceritakan tentang adat Cina yang mulai pudar seiring dengan kesibukan perkotaan dalam Gong Xi Fa Chai.

Cerita Yang Liu sangat menarik. Tidak dirasakan kebosanan ketika membacanya. Ceritanya sangat bermakna dan pemilihan kata-katanya sangat sesuai. Kata-kata yang digunakan memberikan kita gambaran yang jelas dan memberikan pelajaran secara tidak langsung dari perumpamaan-perumpamaan yang digunakan. Kelemahan buku ini adalah kurang lengkapnya keterangan istilah-istilah Cina yang digunakan. Tidak semua pembaca adalah orang yang tahu istilah-istilah Cina yang digunakan, terutama pada cerita Gong Xi Fa Chai yang banyak menggunakan ucapan selamat berbahasa Cina.

Buku ini diperuntukkan bagi para pecinta buku yang ingin tahu banyak tentang kebudayaan Cina di Indonesia. Buku ini banyak memberikan pengetahuan tentang kepercayaan orang-orang Cina, gaya hidup, dan pemikiran-pemikirannya. Selain itu, Yang Liu juga dapat memberikan hiburan dan pelajaran hidup yang berarti bagi pembacanya. Bahwasanya orang Cina juga sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita dan tidak bisa dipandang lagi secara sebelah mata.
Profile Image for Neneng Lestari.
300 reviews1 follower
November 12, 2015
Pertama kali baca, aku sempat terkecoh sama buku ini. Karena awalnya aku kira, ini adalah novel tapi setelah aku baca dari bab ke bab, ini lebih tepatnya disebut kumpulan cerpen dengan tokoh utama bernama Lan Fang. Uniknya, setiap cerpen itu gak saling terkait dan tidak memiliki persamaan apapun. Hanya tema cinta yang menjadi inti dari semua cerita tersebut.

Segala macam cinta ada disini. Cinta yang menjadi benci, cinta kepada anak, cinta kepada pria beristri, cinta pada sahabat dan lain-lain. Semuanya digambarkan dengan baik melalui kata-kata yang indah dan bermakna. Dan poin plus nya, setiap bab memiliki pelajaran yang bisa kita ambil hikmahnya. Perjuangan, move on, dilupakan dll.

Secara keseluruhan aku suka buku ini. Rate 4 of 5 aku berikan untuk buku yang bisa dinikmati segala usia. Meski tokohnya semua dewasa, tapi buku ini aman untuk dibaca remaja.
Profile Image for Ayu Fitri.
Author 8 books12 followers
December 22, 2015
3 bintang dari aku.
Udah lama nggak baca tulisan mbak Lan Fang.
Terakhir aku baca Ciuman di Bawah Hujan seingetku.

Cerpen-cerpen di kumcer ini kebanyakan 'menampar' banget karena bener-bener sesuai sama realita yang ada.
Jujur, nggak semuanya aku suka sih.
Aku paling suka Aku, Denny, dan Matius; Ulang Tahun Koko; dan Rumah Tanpa Cermin.
Profile Image for Truly.
2,770 reviews13 followers
July 4, 2010
*Nemu di PBJ*

Gile bener...............,
Jarang ada orang yang mau menjadikan dirinya sebagai tokoh dimana sang tokoh tidak dalam posisi yang ok
Pe de habis deh penulis yang satu ini
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.