Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sunrise in Phuket

Rate this book
Rencana liburan ke Phuket nyaris gagal karena pacar Eleena ketahuan selingkuh!

Namun, berkat dukungan teman sesama Tekken player, Eleena nekat solo trip meski ia buta arah. Eleena ingin membuktikan bahwa menjadi gamer tidak membuatnya mirip bocah antisosial, seperti tuduhan mantannya.

Di Phuket, Eleena bertemu Abimana Prayuga, fotografer berjiwa bebas yang menolongnya saat tersesat. Hari-hari mereka pun berubah menjadi petualangan manis dan penuh tawa.

Sampai satu kejadian muncul dan menghancurkan segalanya. Eleena memilih pergi, meyakini bahwa kisah mereka telah berakhir di Phuket. Namun, di Jakarta Eleena justru dihadapkan pada kenyataan tak terduga: Abi juga ada di sana—dengan sikap yang berbeda.

Kini, Abi memandangnya dengan kebencian. Dan Eleena sadar, melarikan diri bukan lagi pilihan.

344 pages, Paperback

Published June 25, 2025

3 people are currently reading
30 people want to read

About the author

Elani Sarast

1 book5 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (26%)
4 stars
26 (57%)
3 stars
6 (13%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 37 reviews
Profile Image for Liliyana Halim.
310 reviews240 followers
Read
November 24, 2025
Istirahat sejenak dihalaman 161. Ternyata tulisannya kurang cocok di aku. Beberapa bagian itu terlalu detail banget buat aku. Mungkin waktu yang aku pilih buat baca novel ini juga salah 😵‍💫. Nantilah kalau aku udah siap, aku akan coba baca lagi.
.
“Well, no. Tapi menurutku, lebih baik kamu manfaatin kesempatan sebaik-baiknya. Umur kamu baru 25 tahun, masih cukup banyak waktu buat eksplor apa pun. Cari sesuatu yang bikin kamu kaget. Sesuatu yang bikin kamu nggak nyaman. Sesuatu yang bikin kamu sakit hati. Karena semua itu akan bikin kita belajar jadi lebih bijak.”
Profile Image for Fikriah Azhari.
362 reviews147 followers
August 4, 2025
❝Minta maaf sebagai siapa? Sebagai Elga karena sudah bikin saya patah hati, sebagai Eleena karena sudah membohongi saya, atau sebagai karyawan karena khawatir akan masa depan kariermu kalau sampai bermasalah sama saya?❞

actual rating: 3.5/5

Tiket udah dibeli, permintaan cuti udah disetujui, izin mama (mengandalkan trik dadakan) juga udah dikantongin, jadi sayang banget dong kalau keberangkatan Eleena ke Phuket harus batal hanya karena pacarnya kedapatan selingkuh? Meski memang cowok itu jadi alasan awal Eleena ingin berkunjung ke sana.

Di Phuket, Eleena merasa lebih bebas. Tidak ada yang mengenalnya, tidak ada yang dapat meragukannya. Sekarang adalah waktu paling tepat untuk keluar dari zona nyamannya. Lalu Eleena bertemu Abi, seorang fotografer yang mengajaknya mengukir memori indah di Phuket—sebagai seseorang yang berbeda.

After all, what happened in Phuket, stayed in Phuket. Or... nah?

***

Phuket nggak cuma jadi tempelan di novel ini. Aku beneran berasa ikut jalan-jalan sama Eleena dan Abi! Keliling berbagai destinasi dari landmark sampai night market, dan menurutku yang paling juara adalah penjelasan kulinernya! Sampai-sampai aku yang sebelumnya nggak pernah kepikiran pengin jalan-jalan ke Thailand, langsung tergerak memasukkannya ke bucket list! Pad Thai, Durian Sticky Rice, Tom Yum, Phad Kraprao, nggak sekadar disebut gitu aja, tapi juga dijelasin dengan begitu menggiurkan sampai rasanya makanan-makanan itu juga ada di lidahku. Kalian berdua bikin channel mukbang sana!

Trope-nya strangers-to-lovers, pertemuan dengan orang asing ketika liburan, berujung pada romansa yang tak direncanakan. Apakah ini masuk ke dalam insta-love? Nggak juga. Menurutku ketertarikan antara Eleena dan Abi terbangun dalam momen yang mereka habiskan bersama walau dalam waktu singkat, ya itungannya cinlok—a little bit too quickly but still realistic. Cuma emang agak gemesin ya konflik mereka, apalagi Abi yang mulutnya tolong, uuh gemes pengin cubit. Meski akhirnya aku suka gimana dia jadi yang lebih vokal memberikan pengertian pada kondisi mereka.

Sisi Eleena yang seorang gamer juga menarik banget! Aku bisa merasakan gimana penulis memasukkan unsur yang disukainya dan ditulis dengan begitu passionate. Penjabaran Tekken-nya detail dan antusias, bahkan boleh dibilang jadi bagian dari diri Eleena. Sedangkan yang menarik dari karakter Abi adalah dia ternyata jadi yang paling dekat dengan ibunya, nggak kayak stereotip masyarakat yang kerap menganggap anak kedua itu seringnya tersisihkan.

Karakter Eleena dan Abi juga terbentuk dari latar belakang keluarga yang berbeda, khususnya seperti apa perlakuan yang mereka dapatkan—yang ternyata mengambil peran besar dalam cara mereka menyikapi hal sebagai individu. Eleena yang tidak merasa bebas, serta Abi yang tumbuh dengan jarak terhadap ayahnya. Keduanya punya pandangan tersendiri walau para orang tua beranggapan apa yang dilakukan adalah upaya terbaik untuk melindungi anaknya. Di sini aku sadar, bahwa seberapa dewasa pun usia seseorang, jika berkaitan dengan orangtua dan posisinya dalam keluarga, mereka akan selalu melihat dengan sudut pandang sebagai anak. Sehingga ketika usianya sudah dirasa mampu menerima penjelasan dengan bijak, memang diperlukan komunikasi dengan orangtua agar mereka bisa tumbuh dengan kondisi pulih, seperti yang dilakukan ibu dari Eleena dan ayah dari Abi.

Yang kurang aku suka tuh kebetulan yang membuat Abi bisa menemukan Eleena, mungkin bisa dibuat lebih smooth lagi, ya. Overall, Sunrise In Phuket meninggalkan kesan menyenangkan sebagai karya debut cetak penulis. Akan menanti karya Elani Sarast selanjutnya apalagi kalau nulis Metropop-Romance lagi!
Profile Image for Elisabeth Beatrice.
161 reviews8 followers
August 19, 2025
"Nggak apa-apa kalau belum baik-baik juga. Buat sembuh dari luka kan butuh proses." - Pg. 127

Eleena sudah siap pergi ke Phuket untuk menyusul pacarnya, Irvan, dan sekaligus untuk liburan. Namun, menjelang keberangkatannya, Eleena mendapati Irvan selingkuh. Eleena patah hati, tapi liburan harus tetap berjalan kalau kata Scorp, teman main game Tekken-nya.

Eleena memberanikan diri walau sampai harus agak sedikit "berbohong" kepada sang mama. Di Phuket, Eleena nggak hanya bertemu Meng Oyen yang bikin dia tersesat, tapi membuatnya berkenalan dengan fotografer yang juga berasal dari Indonesia, Abimana Prayuga.

Kisah manis terjalin, salah paham terjadi. Pertemuan kembali di Jakarta membuat aku menyadari kalau ucapan dunia itu sempit sangatlah benar adanya. Benang merah yang menghubungkan Eleena dan Abi, membuat mereka berdua kerap kali bertemu dan nggak mungkin menghindar satu sama lain. Apalagi kabur. Boro-boro.
.
Awal baca, aku merasa serba salah banget kalau jadi Eleena. Umurnya sudah 31, tapi Eleena memiliki orang tua yang protektif banget. Erieka, adiknya, malah tidak diperlakukan seperti Eleena. Kayak terbalik gitu. Perjalanan ke Phuket menjadi titik balik untuk Eleena. Bertemu Abi yang nggak bosan mendengar cerita tentang hobi main gamenya membuat Eleena terkejut.

Abi sendiri sebenarnya sedang melarikan diri dari rasa duka, rasa kecewa, dan kemarahan yang seakan tiada akhir saat akhirnya bertemu Eleena. Abi jatuh cinta pada pandangan pertama. Momen mereka di Phuket tuh manis banget sih.

Hatiku ikut menghangat saat konflik keluarga yang dihadapi Eleena dan Abi menemui ujung yang manis. Perkembangan karakter dan hubungan mereka berdua nampak manusiawi banget. Aku juga suka banget sama interaksi tim kantornya Eleena. Menghibur dan seruuu banget.

Oya, serasa ikut Liburan sama Eleena dan Abi di Phuket loh. Plus dapat wawasan baru soal Tekken. Catatan kakinya luar biasa detail. Eksplor soal Phuketnya juga sama. Keren deh!

Rekomen!
Profile Image for aynsrtn.
500 reviews15 followers
August 21, 2025
❝Bagiku, sunrise seperti tanda kehidupan dimulai. Setelah sunrise akan ada langit yang cerah, sementara sunset identik dengan perpisahan.❞ - p. 84

Sudah pesan tiket pesawat ke Phuket dan mengajukan cuti demi bertemu sang kekasih, ternyata dia selingkuh. Daripada tiket dan cuti hangus percuma, Eleena pun tetap pergi ke Phuket dengan segala kenekatannya—doi anak rumahan yang kalau after office lebih milih duduk manis main gim Tekken daripada eksplor duniawi—dan bertemu dengan fotografer profesional bernama Abi. Di Phuket, Eleena berbeda dengan Eleena di Jakarta, dia menjadi Elga. Orang yang mau mencoba hal baru, yang berani menentukan pilihannya sendiri. Lalu, di suatu malam di Phuket, Eleena meninggalkan Abi begitu saja. Sebab, bagi Eleena, Abi hanya akan menjadi kenangannya di Phuket.

Sebagai karya debut, penulisnya begitu solid dan rapi mengelaborasi tulisannya di buku ini. Dan yang paling mau aku apresiasi adalah ketiadaan head hopping di sini. Clap! Jujur, aku tuh suka gemes kalau cerita dengan pov orang ketiga, tapi kepalanya tuh lompat-lompat. Di bab yang sama bisa denger suara dua tokoh atau bahkan lebih. Untungnya di sini nggak ada. “Suara” Eleena dan Abi terpisah berbeda bab atau jeda bab. Jadi, aku sebagai pembaca lebih memahami kedua insan ini di dalam cerita. Cuma ada sih sekali pas di pov Abi di awal-awal, ada nama Eleena—Abi kenalnya dengan nama Elga—tapi nggak apa-apa sih, masih bisa diikuti.

Nggak afdol memang kalau genre metropop tidak ada berantem karena masalah komunikasi dan Eleena-Abi ini salah satu korbannya. Mereka ini sama-sama orang yang terluka dan berduka karena ditinggalkan orang tua, lalu menjadi “asing” dengan orang tua yang masih ada. Sama persis. Hanya beda cara menanggapi dan berdamainya. Cuma perlu ngobrol dan saling memahami, *tsahh.

Agak kaget sih dengan mode Abi di Phuket yang sunshine like a sunrise in Phuket, tapi pas di Jakarta, mode putra petir alias tatapan tajam sedingin di Yakutsk. Kalau kata Abi sih, “Aku sudah jadi penyabar dan menyingkirkan egoku biar kamu nyaman, tapi kamu tetap kabur, kan?” Bro, you’re on fire!! Tapi, aku lebih suka mode Abi di Jakarta, lebih terbakar aja, haha.

Momen yang aku suka:
Saat Eleena mendeskripsikan 3A bersaudara (unik lho keluarga Abi tuh: kakaknya Adi, adiknya Agi, bapaknya Ari, ibunya Ani, A semua, haha) dengan keyboard. Untuk Abi, keyboard-nya yang design-nya ganteng, ya, El? :3
Tongkat pembasmi hama (baca: Irvan). Keren banget bapak Ari, “macam-macam kamu sama calon mantu saya, saya penjarakan kamu!” Gils, ini bapak sama anak kalau mode menjadi pelindung, meleleh hati ini.

Well, intinya aku suka dan menikmati membaca buku ini. Tidak hanya tentang cinta, tapi ada perihal berdamai dengan duka, sisi orang tua yang menyayangi anaknya, hubungan adik-kakak yang jauh dari sibling rivalry, dan siasat strategi Tekken.

Ditunggu cerita selanjutnya, hehe. Penulisnya sudah masuk ke dalam list: “akan baca bukunya kalau rilis buku lain”.
Profile Image for Sella   (claudieslibrary).
125 reviews10 followers
August 30, 2025
[Review ini mengalami sedikit penambahan dari yang ada di akun instagramku]

So ini diaaa…~~

Jadi buku ini bercerita tentang:

Abi & Eleena baru pertama kali ketemu secara nggak sengaja di Thailand. Awalnya, Eleena ke Thailand untuk liburan aja sehabis putus dari mantan, tapi siapa sangka.. di Thailand malah ketemu sama photographer handal bernama Abi. Dari sanalah.. kisah keduanya dimulai..

Pengalaman membacaku:

Ada pengalaman baru saat aku membaca novel ini.. itu karena baru ini aku baca roman lokal yang settingnya di Thailand. Bukan hanya tempelan aja, tapi beneran di eksplor gitu..😙

Kedekatan mereka pun terasa natural kalau kataku, ya. Kayak yg emang beneran bisa terjadi kalau di real life.. Abi yg jatuh cinta pada kesederhanaan Eleena & Eleena yg jatuh cinta karena penerimaan Abi pada hobi nge-game Eleena yg dianggap freak sama oranglain .

Meski Abi digambarkan nggak terlalu greenflag, tapi sisi diri dia yang ini tuh buatku jadi kelihatan manusiawi banget. Ada banget kadang keselnya, tapi sulit utk nggak jatuh cinta sama Abi..

Bayangin, ada seorang cowok yang tertarik dengar segala ceritamu tentang hobi yang kamu minati, padahal dia sendiri gak hobi sama hal itu.. kayak.. seluruh dunia kita itu berharga banget buat dia🥰 begitulah Abi😚

Perbedaan hobi keduanya yang dihighlight sepanjang cerita: Abi fotografer, Eleena gamers.. gimana keduanya saling support.. justru jadi kayak positive vibes banget menurutku.. bahwa dalam perbedaan pun, kita bisa menemukan kenyamanan. Nggak perlu shamming sama hobi orang lain😊

Kisah hubungan Eleena & Abi ini diceritakan dgn alur yg begitu cepat, meski kadang aku merasa perpindahan waktunya begitu mendadak, tapi aku gak merasa kesulitan sama sekali ikutin kisah mereka.

Yang aku suka.. ada beberapa detail yang dipakai utk katalis dalam cerita.. kucing & durian sticky rice sebagai perlambangan pengikat di antara mereka. Rasanya, nggak ada yang terbuang sia-sia setiap detail yg ada di novel ini. Luv!💛

Terus ya, yang buat aku semangat menyelesaikan novel ini tuh.. karena atmosfer hubungan mereka berubah😙 aku kira polanya hanya stranger-lovers saja..

Ternyata..

Pas di bagian tertentu, trope percintaan mereka berubah.. dan ini trope favoritku! Kyaaa!! Buatku, ini jadi kayak twist kecil yg LEGIT dalam novel romansa😗

Lalu, filosofi sunrise dan sunset dari sudut pandang Abi juga semakin menambah kesan manis, romantis dan kesungguhan dari seorang Abi.

Sisipan mengenai dinamika hubungan dlm keluarga juga mewarnai kisah Abi & Eleena. Nggak terlalu dalam, tapi herannya ada perasaan hangat juga, apalagi waktu momen rekonsiliasi Eleena & adiknya🥺

Novel ini akan mengajakmu untuk mempercayai.. bahwa cinta sejati selalu datang di saat yg tepat😉

Akan membuatmu percaya, bahwa setelah badai akan ada pelangi.

Akan membuatmu percaya, bahwa yang namanya cinta ya saling support.. bila perlu jadi donatur buat hobi pasangan! WKWKWKKK..

Terima kasih Abi dan Eleena buat jalan-jalan ke Phuket-nya!🧡😻🫶🏻
Profile Image for Tira Lubis.
298 reviews4 followers
August 29, 2025
"Waktu matahari hendak menyinari bumi adalah awal yg menyenangkan karena langit cerah akan muncul setelahnya."

Eleena gadis 31tahun yg hobi bermain game, awalnya berencana ke Phuket untuk memberikan kejutan pada pacarnya yg ada disana, tapi ternyata Eleen harus menerima kenyataan pahit bahwa pacarnya mengkhianatinya.

Tiket yg sudah dibeli, awalnya ingin ia biarkan hangus saja, tapi atas saran dari teman mabarnya agar ia bisa refreshing setelah patah hati, ia pun nekat berangkat sendirian ke Phuket.

Sesampainya di Phuket, Eleena bertemu dengan Abi, seorang fotografer asal Indonesia yg juga sedang melarikan diri di Phuket
Bagaimana kisah mereka berdua disana?

Ini pertama kalinya aku baca tulisan kak Elani dan aku suka banget samaa penggambaran Phuket yg detail banget, jadi baca buku ini tuh berasa diajak jalan-jalan dan ikut berpetualang bareng Abi-Eleena.

Trus aku juga dibuat ngiler sama makanan-makanan Thailand yg dicobain mereka. Ada yg aku tau dan ada juga yg baru aku denger nama makanannya, tapi ada di Medan sini makanan pulut durian yg kayaknya hampir mirip sama durian sticky rice yg Eleena suka banget dan aku juga suka itu pulut durian 🤤.

Selain tempat-tempat di Phuket dan makanannya, penjelasan tentang game yg menjadi hobi Eleena juga detail banget. Aku yg biasanya cuma main game yg ada di marketplace jd merasa gaptek liat Eleena yg sejago itu mainnya. Apalagi game yg dimainin Eleena butuh skill yg perlu dilatih supaya mahir.

Perkembangan hubungan Abi dan Eleena ini gemes banget sih menurutku, Eleena yg awalnya merasa ragu dan takut pada Abi yg baru dikenalnya makin lama makin nyaman dan merasa dihargai dan tidak di judge buruk dan kekanakan terkait hobi yg ia sukai, berbeda sekali dengan perlakuan mantannya ke dia.
Mereka yg awalnya dekat saat di Phuket, lalu berpisah dan akhirnya bertemu lagi di Jakarta itu membuat aku bacanya geregetan sama tingkah mereka berdua. Lucu, manis dan gemesin banget pokoknya 😆.

Aku awalnya agak kurang sreg ya sama perlakuan keluarga Eleena ke dia, kayak dibuat dia tuh masih anak-anak padahal usianya udah dewasa. Tapi pas tau cerita dibalik itu semua aku jadi paham dan maklum kenapa Eleena diperlakukan seperti itu.
🎮
Selain backstory keluarga Eleena, dijelaskan juga backtory keluarga Abi, apa yg menjadi penyebab Abi kabur ke Phuket dan kenapa hubungannya dengan sang ayah renggang.
🎮
Ada momen haru saat Eleena 'ngobrol' dengan mama dan adiknya. Eleena yg awalnya terlihat menjaga jarak dari mereka perlahan mulai membuka diri pada keluarganya.
🎮
Penyelesaian konfliknya aku suka, walaupun banyak banget salah paham yg terjadi diantara mereka yg lumayan bikin capek bacanya, tapi terbayarkan dengan ending dan pemandangan sunrise yg cantik 😍. Oh iya aku juga suka sama hadiah Abi ke Eleena yg beda dari yg lain.
🎮
Overall aku menikmati baca novel ini. Novel romance yg ngajak kita jalan-jalan, makan-makan, nambah pengetahuan tentang game dan disisipi juga sama cerita keluarga yg membuat haru. Recommended 👍
Profile Image for alletssbacabuku.
10 reviews3 followers
August 26, 2025
“Semua orang, nggak kecuali kamu, punya cara buat berdamai sama lukanya sendiri, termasuk dengan berpura-pura. Berharap kepura-puraan itu membuat lupa akan rasa sakit sebelumnya.” Pg. 303

•••

Jujur, buku ini merupakan buku perkenalan ku dengan karya penulis, dan di awal bacanya, aku agak susah masuk dengan ceritanya karena ada banyak detail yg ga terlalu penting menurutku, TAPI.. semakin ke belakang, aku semakin suka dengan ceritanya yang ga dragging.

Berawal dari keberangkatan ke Phuket karena untuk membuktikan dirinya tidak ansos seperti yang di tuduhkan oleh mantan nya, membuat Eleena bertemu dengan Abi di Phuket saat ia tersesat mencari jalan pulang ke Hotel.

Dan dengan memakai identitas palsu menjadi Elga, Eleena pun menghabiskan waktu di Phuket dengan menjelajahi berbagai tempat dan aktivitas bersama dengan Abi hingga satu kejadian membuat Eleena memilih untuk pergi tanpa pamit dari Abi.

1st, aku suka sama buku ini karena ceritanya ini deskriptif sekali. Dari penggambaran latar di Phuket, makanannya, hingga detail tentang gamingnya ini buat aku berasa ikut jalan-jalan sekaligus berasa ikut main game Tekken🤣 (ini karena Eleena ini seorang gamers).

Banyak info menarik seputar Phuket, dan gaming yang cukup informatif. Dan applause utk penulis yg menambahkan footnote utk istilah2 yang cukup awam bagii sebagian pembaca👏🏻

2nd, karena trope ceritanya ini strangers to lovers, he fell first then he fell harder, insta love dan office romance (walau seuprit) aku makin sukaaaa dengan bukunya🤣

3rd, narasi ceritanya inii ngalir dan page turning! aku bahkan selesai baca dalam sekali duduk doang, means ceritanya seruuu.

Ditulis menggunakan POV orang ke-3, dengan konflik cukup klise tapi ringan, aku sangat menikmati cerita Abi dan Eleena. Aku gemes melihat interaksi keduanya~ Boleh ga sihh aku yang jadi Eleena nyaaa?!☺️☺️

Alur ceritanya cukup fast paced dan ada beberapa part yang buat aku cengengesan sampai part yang buat aku terharu (apalagi part tentang keluarga)🥹

Meski bagiku chemistry kedua tokoh utama sedikit kurang, aku cukup bersyukur akan kehadiran tokoh2 pendukung seperti Agi, Dicky, Mba Tari hingga Ericka~ Peran keluarga di dalam cerita ini juga cukup supportif dan less drama.

Ga ada karakter villain di dalam cerita inii, dan aku sukaa penulis yang berfokus pada perkembangan hubungan kedua MC dan character developmentnya juga cukup terlihat sepanjang cerita berjalan. Dan, eksekusi cerita menuju akhir itu bagus pol👏🏻

Meski ada beberapa part yang menurutku aga lebay (ga berimpact pada konflik utama), aku masih menikmati cerita inii. Yang buat aku kesel itu cuma : kenapa sat set sekaliii di bagian ending?! I need moreee~

Oyaaa hampir lupaa, ada satu twist kecil yg buat ku salah nebak~ tentang Midnight Scorpion ituuuu, goks banget!

Overall, it’s a good book, dan sebuah perkenalan dengan karya penulis yang cukup positif✨ Rekomen!

Profile Image for Hirai.
200 reviews6 followers
August 27, 2025
“Apakah trauma di masa lalu membuat kita menjadi sangat sensitif? Apa yang akan kamu lakukan jika bertemu cinta baru secepat itu?”

Sunrise in Phuket adalah buku dengan alur cerita fresh dan menyenangkan, membaca kisah Eleena dan Abi membawaku bernostalgia seperti menikmati tayangan FTV zaman dulu. Sebenarnya dari awal kita sudah tahu bagaimana siapa dengan siapa namun buku ini menggugahku untuk menikmatinya sampai akhir bahkan deg-degan. Nah, efek deg-degan ini yang aku tunggu-tunggu dari banyaknya buku yang menawarkan kisah romantis. Bagusnya Sunrise in Phuket mampu menakhlukkan ekspektasiku dengan cara lebih menyenangkan.

Aku suka dengan cara penulis dalam menggambarkan karakteristik, latar belakang dan juga hobi yang lebih realistis bukan hanya gambaran singkat atau embel-embel saja. Kemudian penggunaan latar tempat Thailand juga sangat gamblang bukan hanya disebut sebagai pemanis belaka namun benar-benar diceritakan gamblang dari mana mau ke mana, makanan seperti apa yang dicicipi dan apa yang menjadi ciri khas dari kebiasaan di sana. Fokusnya memang romansa antara tokoh utama namun daya tarik dari setiap karakter dan latar tempat juga tak luput membuat pembaca tergugah.
Sebenarnya sempat bertanya-tanya bagaimana Eleena sebagai orang rumahan yang nggak pernah kemana-mana ini tiba-tiba bisa percaya begitu saja dengan Abi??? Meskipun terlalu cepat namun detail penting seperti ketakutan dan rasa tidak enak sudah cukup dijelaskan oleh penulisnya. Bumbu-bumbu manis, obrolan dari tokoh bayangan dan juga keluarga dari kedua tokoh utama sangat berkesinambungan.

Aku suka banget!! Masalah yang dihadapi bukan hanya soal mantan namun trauma terhadap keluarga dimana keduanya sama-sama mengalami kehilangan. Buku yang mengajarkan kita untuk tidak terlalu cepat mengambil keputusan. Lebih baik saling mengenal dan memahami bukan justru menghakimi. Cinlok itu bisa saja dialami oleh semua orang namun karakter dan kenyamanan tidak bisa digantikan oleh lainnya. Maunya kamu ya sama kamu!! Wkwkwkw. Terkadang karena ngerasa terlalu cepat dan menakutkan kita memilih mundur padahal belum dicoba kan. Siapa yang tahu apa yang terjadi di masa depan? Kita semua bukan peramal wak!! Lagi-lagi soal waktu dan komunikasi yang harus dibangun dimana banyak orang yang masih melupakannya.

Kalau kata Abi sih gini “Tapi aku mau El. Aku mau jadi sedihnya kamu. Aku juga mau sedih karena kamu. Aku bisa melewati itu, asal sama kamu yang jadi alasannya. Selalu kamu.” Halaman 327.

Point menarik dari Sunrise in Phuket
• Detail penggambaran keahlian masing-masing tokoh sangat bagus bukan hanya disebut as fotografer biasa melainkan juga ada scene dimana Abi menjelaskan kriteria tempat yang bagus untuk menghasilkan foto bagus seperti gelap terang dan banyaknya kerumunan yang ada.
• Begitu juga dengan keahlian Eleena as gamers bahkan ada turnamen khusus dan kemampuan Eleena ketika menjelaskan game pada Abi termasuk istilah2 yang banyak ditemukan dalam game. Riset penulisnya cukup matang dalam memunculkan karakter Abi yang labil atas duka dalam dirinya dan juga Eleena as anak rumahan sekaligus gamers yang sedang patah hati. Formulanya tepat seimbang membuat kisahnya tidak monoton untuk diikuti.
• Thailand dan si Phuket sendiri juga bukan menjadi embel-embel tempat sebagai setting biasa melainkan banyak disinggung juga. Eleena dan Abi seolah mengajak kita beneran jalan-jalan ke Thailand mengenal tempat-tempat menarik, makanan khas dan juga beberapa kepercayaan seperti penempatan patuh gajah dan lainnya.
• Cerita yang fresh unik aku seperti nonton film FTV lama meskipun tahu siapa akan jadian sama siapa tapi kayak efek deg-degan itu masih ada dan itu yang paling ditungguin kalau baca romance Metropop. Buku ini mampu membuatku penasaran sampai akhir apalagi konflik batin yang tidak main-main bukan hanya sekedar kejar-kejaran biasa untuk mendapatkan cinta.
• Ada yang terlalu cepat di awal ketika pertemuan Eleena dan Abi kayak wow bisa ya tidak takut sama stranger apalagi Eleena baru ke luar negeri pertama kali. Bagusnya semua itu dimaafkan dengan adanya scene Eleena yang tahu diri dan keduanya yang baru bertukar nomor ponsel saat pertengahan.
• Apakah mungkin kita jatuh cinta sama orang asing? Ya mungkin saja karena cinta datang karena terbiasa bagusnya tuh disini mereka ada scene mengenal satu sama lain dulu bukan yang mulus-mulus banget hubungannya.
• Apakah cinta memang butuh waktu dan pengenalan? YAS!! Sefiksi-fiksinya cerita Sunrise in Phuket masih sangat masuk akal lucunya dapet, penyelesaian konflik dan hubungan timbal balik keduanya oke banget aku suka bukan tokoh yang bikin aku kesel wkwkwkw.
Nitip pertanyaan sih sama author dimana aku nemuin Abi Abi ini? WKWKWK apa aku kudu ke Thailand????? Hohoho

Pelajaran yang Didapatkan dari Bukunya:
• Bagaimana kita bisa memaknai dari sebuah kehilangan agar tidak merasa sesakit kehilangan pertama. Bagaimana kita bisa belajar menerima hal-hal baik yang datang bukan hanya meratapi hal buruk yang sudah berlalu.
• Belajarlah membangun hubungan komunikasi yang baik dengan siapapun itu.
• Pastikan dulu sebelum membuat asumsi maupun prasangka karena hanya merugikan diri sendiri.

Untuk siapa Buku ini Harus Dibaca?
Buku ringan ini sangat cocok untuk kamu yang merindukan kisah romansa ringan dengan bumbu-bumbu trauma di masa lalu tidak hanya soal mantan namun masalah kehilangan yang krusial. Kamu pasti berbunga-bunga ketika membaca bukunya seolah ada kupu-kupu terbang dalam perut.
Profile Image for Yonea Bakla.
322 reviews37 followers
August 27, 2025
"Bagiku, sunrise seperti tanda kehidupan dimulai. Setelah sunrise akan ada langit yang cerah, sementara sunset identik dengan perpisahan" (hlm. 84)

Pulau Phuket, pulau terbesar di Thailand, terletak di Laut Andaman, sekitar 867 kilometer di selatan Bangkok. Destinasi indah ini merupakan bagian dari sebuah kepulauan, dan memikat pengunjung dengan lanskap lautnya yang memukau, hutan tropis yang rimbun, dan budaya urban yang semarak. Pulau ini mencakup area seluas sekitar 576 kilometer persegi dan dicirikan oleh garis pantai yang menawarkan pantai-pantai indah, tebing-tebing yang dramatis, dan teluk-teluk yang tenang. (https://phuketisland.org/)

Setelah sekian lama, akhirnya aku baca Metropop lagi~ Hampir 2 tahun aku full baca mystery thriller. Aku sempat maju mundur mau beli novel ini. Tapi, kata Phuket di judulnya benar-benar menjanjikan. Sekitar sepuluh tahun lalu, aku membaca hampir semua novel dengan tema traveling. Jujur, aku rindu bacaan ringan tapi menghibur dan informatif. Akhir-akhir ini, metropop lebih banyak membahas tentang mental illness, trauma dan trust issue.

Weekend kemarin akhirnya aku check out buku ini. Paketnya baru sampai hari Senin. Malamnya aku baca bagian prolog dan langsung cocok walaupun opening-nya ala FTV SCTV. Tapi aku suka keributan. Kemarin pulang kerja aku lanjut baca dan selesai tengah malam. Sudah lama aku gak baca buku tamat dalam sekali duduk. Bisa dibilang buku ini fun read. Aku biasanya komplain kalau banyak salah ketik. Entah memang tidak ada salah ketik sama sekali, atau memang gaya tulisan penulis semengalir itu. Kemarin malam aku bisa baca novel ini dengan sangat fokus tanpa distraksi.

Novel Sunrise in Phuket ini tentang Eleena Garinka, 31 tahun, otaku gamer Tekken. Pacaran selama 4 tahun dengan Irvan. Ketika sedang menyiapkan kejutan untuk liburan menyusul Irvan yang sedang ada tugas kantor di Phuket, Eleena ditampar kenyataan bahwa Irvan selingkuh. Scene ketemu di toko baju di Mall itu epic sih.

Eleena yang anak rumahan, hampir membatalkan tiket dan cutinya, ketika teman mabar (maen bareng) game Tekkennya, Midnight Scorpion, mengomporinya untuk tetap berangkat ke Phuket. Dengan modal nekat dan sedikit berbohong supaya dapat ijin Mama, Eleena pun menempuh perjalanan 8 jam dari Soekarno Hatta Airport (CGK) ke Phuket International Airport (HKT)- sudah termasuk transit 4 jam di KLIA.

Sebagai traveler, aku paling gemas dengan orang yang pergi tanpa itinerary. Eleena ini tipe anak Papa, yang apa-apa diurusin. Bahkan diumur 31, Mamanya masih mengawasi kegiatan Eleena. Tapi namanya juga fiksi, Eleena yang buta arah dan ke minimarket tanpa bawa HP, ketemu dengan Abimana Prayuga, fotografer profesional dari Indonesia yang sedang hunting foto di Pantai Patong.

Selanjutnya selama Eleena di Phuket, Abi menjadi tour guide gratisan. Eleena pun mengenalkan diri sebagai Elga, memberikan nomer HP sementara dan mengaku berumur 25 tahun. Sebagai introvert, Eleena tidak mudah percaya dengan orang baru, tapi karena dia di Phuket dengan identitas palsu, wajar saja dia keluar dari karakter aslinya. Perjalanan di Phuket ini sebagai bentuk pembuktian diri, bahwa dia tidak seperti yang dibilang Irvan.

Hampir separuh novel ini mengulas tentang Phuket.
1. Tempat wisata: Pantai Patong, Downtown/Kota Tua Phuket, Bangla Road, Promthep Cape (Laem Promthep), Pantai Kamala, Saphan Hin.
2. Kuliner: Tom Yum, Pad Thai Goong, Durian Sticky Rice, Chicken Green Curry, Mango Sticky Rice, street food aneka seafood, dll
3. Aktivitas: Jet Sky, Cafe hopping, dll

Setelah enam hari kebersamaan mereka, saatnya Eleena kembali ke Jakarta. Tapi sayangnya, perpisahan mereka tidak secara baik-baik.

Separuh kedua novel membahas kehidupan mereka setelah kembali ke Jakarta. Setelah 2 minggu kembali menjadi graphic designer Paradise Beaute (PiBi), Eleena dikejutkan bahwa CEOnya diganti Abi, yang ternyata anak dari bosnya. Aku cuma bisa bilang dunia mereka sempit sekali.

Perkembangan karakternya lumayan bagus, Eleena yang biasanya anti sosial, setelah dari Phuket mulai membangun pertemanan dengan rekan timnya, Mbak Tari dan Dicky. Background keluarga Eleena dan Abi juga dibahas secara proporsional.

Selain jalan-jalan di Phuket dan membahas tentang industri kosmetik, bahasan tentang game Tekken juga cukup banyak. Sebagai pembaca yang cuma main Candy Crush atau Solitaire, aku cukup salut dengan Eleena dan Agi yang rela menghabiskan waktu dan uang untuk perlengkapan game yang pastinya tidak murah.

"Semua orang, nggak kecuali kamu, punya cara buat berdamai sama lukanya sendiri, termasuk dengan berpura-pura. Berharap kepura-puraan itu membuat lupa akan rasa sakit sebelumnya." (hlm. 303)

Overall, ceritanya cukup padat dan mendapat penyelesaian yang tuntas. Dengan tebal 344 halaman, buku ini bisa dibaca dalam sehari. Cocok untuk bacaan santai tapi serius. Sebagai novel debut penulis, aku cukup menikmati membacanya. Semoga akan ada cerita lanjutan tentang Mas Adi atau Agi. Happy reading!
Profile Image for Tantya.
1 review
August 29, 2025
Judul: Sunrise In Phuket 🌅🐱
Pengarang: Elani Sarast

Well, awalnya aku kira Sunrise in Phuket bakal jadi bacaan tipikal metropop umumnya: cewek patah hati, kabur ke luar negeri, terus ketemu cowok baru yang lebih oke. Pola lama, kan? Eh, ternyata ekspektasi itu langsung dipatahkan begitu aku mulai baca. Novel ini bukan cuma sekedar cerita cinta dengan latar pantai luar negeri aja, tapi juga ada tentang perjalanan healing, berdamai dengan masa lalu, serta perjalanan menemukan diri sendiri. dan… ya, bikin aku banyak senyum-senyum sendiri sepanjang mengikuti perjalanan Eleena saat bertemu Abi🤭

Eleena, si tokoh utama, adalah cewek 30-an yang bisa dibilang “kombo unik”: pekerja kantoran, gamer Tekken garis keras, dan ironisnya, baru saja ditinggal pacar yang selingkuh. Karena tiket udah kebeli, dia nekat berangkat solo trip ke Phuket. Dari situlah semesta mempertemukannya dengan Abi, fotografer asal Indonesia yang kebetulan jadi “pemandu dadakan” pas Eleena nyasar. Pertemuan mereka ini bukan sekadar kebetulan, tapi titik balik cerita. Dan jujur, aku langsung ngerasa kayak lagi nonton film rom-com versi yang lebih dekat sama kehidupan nyata. Abi such a huge green forrest.

Yang bikin aku betah, gaya penulisan Kak Elani itu ringan banget. Nggak perlu mikir keras, tapi tetap punya kedalaman sendiri. Setting Phuket juga digarap detail: pantai, makanan, suasana tropis, semua bikin kita pembaca berasa ikut liburan. Rasanya kayak dapat tiket PP gratis ke Thailand lewat halaman-halaman buku. 🤭 Bonusnya, ada elemen-elemen kecil yang bikin cerita makin “hidup”, misalnya fakta kalau Eleena suka main Tekken dan juga si Meng 🐱. Keliatannya remeh ya, tapi justru bikin karakternya unik dan beda dari tipikal heroine metropop lain. Jarang nemu karakter yang ceweknya gamer. kak Elani juga menggambarkan istilah-istilah game dengan baik, jadi kita yang orang awam dengan game gak dibuat clueless.

Abi sendiri… gimana ya. Di satu sisi, dia tipe cowok yang extrovert, ringan, dan fun. Tapi ternyata dia juga bawa luka yang nggak kalah berat dari Eleena. Di sini chemistry mereka jadi menarik: bukan sekadar manis-manisan, tapi hubungan dua orang yang sama-sama punya baggage. Ada saat-saat bikin gemas karena keputusan mereka itu konyol, ada saat bikin kesel, tapi justru itu yang bikin cerita makin realistis. Karena pada akhirnya, manusia nggak selalu memilih jalan “paling masuk akal”, kan? Kadang ada kalanya kita memang harus nyasar dulu, jatuh dulu, baru ngerti apa yang sebenarnya kita cari. Itu yang aku temuin di novel ini.

Hal lain yang aku suka, novel ini nggak melulu soal cinta-cintaan. Ada isu keluarga, kehilangan, dan komunikasi yang nggak kalah penting. Ada momen di mana aku berhenti baca sebentar, karena adegan yang sederhana tapi menurutku ngena banget: soal gimana rasanya kehilangan orang tua, soal sulitnya ngomong dari hati ke hati dengan keluarga. Di sini, Sunrise in Phuket terasa lebih dalam daripada sekadar novel liburan manis.

Tapi, dibalik itu semua, ada beberapa kebetulan-kebetulan yang menurutku terlalu sempurna, misal tentang siapa teman gamer Eleena dan pertemuan Eleena dengan Abi kembali saat di Jakarta, terlalu sempurna untuk disebut sebagai ‘kebetulan’ tapi its okay namanya juga fiksi dan gak begitu mengganggu menurutku, masih dalam kadar bisa diterima.

lalu, ada beberapa keputusan Eleena sepihak yang bikin kadang bikin gemes sendiri, tapi justru kelemahan-kelemahan Eleena ini bikin aku merasa lebih dekat dengan karakternya. Karena somehow, normal people do the same thing, right?

✨ Kenapa aku suka buku ini?
• Ringan tapi tetap punya makna.
• Setting Phuket yang super hidup (serius, aku langsung pengen browsing tiket ke sana setelah baca buku ini).
• Karakter Eleena yang unik: perempuan gamer yang mencoba jadi kuat dan keluar dari zona nyaman meski dalam dirinya juga ada sedikit rapuh, apalagi dia punya strict parent.
• Pesan hangat soal keluarga, kehilangan, dan keberanian untuk ikhlas dan memaafkan.

👥 novel ini cocok buat siapa?
• Kamu yang butuh bacaan healing tapi nggak pengen terlalu berat, buku ini cocok banget buat nemenin santai.
• Pecinta romansa tropis, tipe “love comes when you least expect it”.
• Atau pembaca yang lagi suntuk kerja dan butuh liburan kilat lewat buku. This is the right one for you

At the end, Sunrise in Phuket ngasih aku lebih dari sekadar cerita manis. Ada tawa, ada geregetan, ada momen refleksi, ada rasa hangat yang menetap setelah halaman terakhir ditutup. Kalau ada istilah “novel pelarian”, ini salah satunya: bikin lupa waktu, bikin betah, bikin hati agak lebih ringan.

Aku kasih rating 4,5/5 ⭐ karena setelah baca, rasanya kayak habis lihat matahari terbit sendiri seperti pesan dalam buku ini: damai, hangat, tapi juga buat kita punya semangat untuk mulai lagi. 🌅
Profile Image for Hayyu.
7 reviews
August 29, 2025
SUNRISE IN PHUKET by Elani Sarast // GPU 2025 // 344 hal.
Rate : 5/5 ⭐

"Transparan itu kunci hubungan sehat. Lebih bagus dibanding kejujuran." — hal. 237

Ringkasan :
Eleena berencana menyusul pacarnya ke Phuket. Tetapi rencana itu buyar karena pacarnya ternyata ada di Jakarta dan punya selingkuhan. Eleena yang terprovokasi akhirnya nekat solo traveling ke Phuket. Di sana ia bertemu Abi, seorang fotografer profesional berjiwa bebas yang akhirnya menemani Elina mengeksplorasi keindahan Phuket. Hingga, tumbuhlah bibit-bibit rasa aman dan nyaman pada diri Eleena. Namun, suatu ketika, Eleena menemukan bahwa Abi telah membohonginya. Eleena kabur tanpa pamit meninggalkan Abi dan Phuket saat itu juga. Nahasnya, di Jakarta, Eleena bertemu kembali dengan Abi dalam sosok yang berbeda dan tatapan penuh kebencian.

Ulasan :
Ide cerita sangat fresh, dimana cerita ini fokus pada seorang gamer perempuan. Sering kita temui tokoh utama seorang gamer, namun laki-laki. Selain itu, banyak istilah-istilah gaming (khususnya game Tekken) yang dijelaskan dengan rinci dalam catatan kaki di bagian bawah halaman. Di sini kita bakal di ajak masuk ke dunia Tekken player. Bagaimana seorang gamer introvert memandang game sebagai teman. Selain itu, kita bakal diajak jalan-jalan ke Phuket karena deskripsinya terasa nyata sekali. Thanks a lot, Kak Elani Sarast, ceritanya beneran hidup. Setiap emosi dan suasananya nyampe banget ke aku sebagai pembaca.

Novel berlatar di Phuket dan Jakarta. Cerita diawali dari kota Jakarta dengan fokus cerita pada Eleena. Selanjutnya,cerita berpusat di Pukhet, tempat Eleena dan Abi mulai bertemu dan menghabiskan masa liburan Eleena. Kemudian cerita kembali berlatar di Jakarta pasca tercetusnya konflik antara Abi dan Eleena.

Trope cerita stranger to lover, awalnya. Namun seiring berkembangnya cerita, ada bumbu office romance dan juga family issue yang diangkat dalam cerita ini. Family issue-nya relate banget. Konflik utama ada di tengah cerita, yakni sebelum Eleena memutuskan kembali ke Jakarta. Selanjutnya, konflik-konflik menjelang akhir cerita mempermanis cerita ini sehingga penyelesaiannya lebih terasa natural. Good job, kak Author!!!

Alurnya cepat, tapi karena separuh buku isinya jalan-jalan, jadi terasa sedikit lambat, tapi nggak membuat kita bosan. Apalagi cerita saat masih berlatar di Pukhet. Mantap betul. Deskripsi tempat yang dikunjungi Eleena dan Abi beneran terasa nyata. Pas bagian makan-makan, makanannya berasa di depan muka saking detilnya penjelasan dari penulis.

Kisah ini diceritakan dari sudut pandang penulis. Namun, cerita ini masih tergolong subjektif dalam deskripsinya. Hal ini karena narasi sesuai dengan tokoh yang sedang aktif diceritakan. Pergantian sudut pandang dalam satu scene yang sama dibatasi dengan jelas, sehingga pembaca bisa menyelami cerita dari sudut pandang masing-masing tokoh.

Tokoh utama dalam novel ini tentu saja Eleena dan Abi. Eleena yang memiliki kepribadian introvert harus 'bertarung' dengan Abi si ekstrovert. Pengembangan karakternya bagus banget. Eleena bisa berdamai dengan semuanya. Bahkan ia yang sebelumnya canggung dengan keluarganya sendiri, bisa duduk bareng saling curhat. Eleena yang introvert parah, akhirnya bisa berbaur dengan orang di sekelilingnya. Pun dengan Abi. Ia juga bisa berdamai dengan masalah yang selama beberapa tahun menggerogotinya. Pokoknya karakter mereka hidup banget.

Oh, iya. Aku juga mau mengulas bukunya secara fisik. Kovernya cantik banget. Perpaduan warna oranye dan birunya sangat menggambarkan waktu sunrise, klop banget sama judul bukunya. Ukuran tulisan sangat friendly, pas banget, gak bikin mata cepat lelah (kecuali bacanya di tempat kurang cahaya, hehe). Di halaman pertama bab baru selalu ada backgroundnya, jadi makin menarik. Selain itu, pembatas setiap scene dan POV pakai si kucing oren. Apakah penulis sengaja pakai dia supaya kita para pembaca tidak melupakan perannya?

Anyway, terima kasih banyak, kak El, buat ceritanya yang page-turner banget. Aku suka!!!

PS: Si meong di sampul novel ini munculnya sedikit banget, tapi impactful sama ceritanya. Ayo baca, biar tahu kenapa bisa begitu!!!!

PPS: Kalian harus baca novel ini biar tahu kenapa kutipan dialog yang aku ambil malah dari halaman 237! Padahal di novel ini banyak kutipan yang sangat nyambung dengan real life.
Profile Image for Kinderjooy .
4 reviews
August 18, 2025
🌅 Sunrise in Phuket by Elani Sarast
📑 344 Hal 📚 Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, 2025

Kalau kamu lagi cari novel yang bukan cuma nyuguhin kisah romansa manis, tapi juga pengalaman healing, self-growth, dan eksplorasi budaya yang ringan tapi tetap bermakna, Sunrise in Phuket bisa jadi jawabannya. Aku baru aja nutup halaman terakhirnya dan rasanya kayak baru pulang dari perjalanan menyenangkan yang juga bikin hangat hati.

🌷 Yang aku suka dari SIP ini adalah ceritanya yang perlahan tapi pasti bikin terikat. Cerita dibuka lewat kehidupan Elena, seorang perempuan dengan masa lalu penuh luka. Luka itu bikin dia hati-hati buat buka diri, terutama soal cinta. Hal menarik lainnya adalah profesinya sebagai gamer, ya, gamer perempuan! Ini hal pertama yang bikin aku penasaran, karena jarang banget ada novel Indonesia yang ngangkat dunia e-sport atau game dari sudut pandang cewek sebagai tokoh utama.

Ketika Elena ikut turnamen game dan akhirnya memutuskan pergi ke Phuket, di situlah perjalanan batinnya dimulai. Di tempat baru, dia ketemu Abimana, laki-laki yang beda dari sosok-sosok di masa lalunya. Abi bukan tipe yang gegabah atau dominan. Dia hadir dengan cara kalem, perlahan dengan penuh makna.

🌸 Chemistry yang Terasa Nyata. Yang aku suka, hubungan Elena dan Abimana gak dibangun dengan drama berlebihan atau plot twist yang dipaksain. Semuanya ngalir alami. Obrolan mereka, ketegangan emosional, rasa canggung, sampai momen saling membuka diri terasa manusiawi banget. Bahkan waktu Elena belum siap dan milih mundur, aku bisa ngerasain kalau proses itu penting, dan Abi pun paham.

🕹️ Unik karena unsur game dan budaya lokal. Nilai plus lainnya ada di keberanian Kak Elani masukin unsur game dan budaya Thailand. Istilah-istilah gaming dijelasin cukup rinci, tapi gak bikin bingung pembaca awam. Di sisi lain, deskripsi tempat, makanan, sampai bahasa lokal di Phuket bikin aku ngerasa ikut jalan-jalan bareng Elena. Apalagi bahasanya ringan tapi gak dangkal, justru nyentuh karena penuh perenungan. Setting Phuket digambarkan indah, mulai dari pasar malam, street food khas Thailand, sampai pantai-pantai eksotis, semua terasa nyata. Kayak beneran liburan sambil baca buku!

💬 Kalimat yang menghentikan waktu. Ada beberapa bagian yang bikin aku terdiam sejenak. Refleksi tentang kehilangan, tentang gimana manusia bisa saling mematahkan hati, sampai kesadaran bahwa gak semua luka harus buru-buru disembuhin. Semuanya berasa dalam. Kak El berhasil nulis dengan diksi yang indah tapi gak ribet. Ringan, tapi tetap berisi.

🧩 Pesan dan Pelajaran. Selain cinta, Sunrise in Phuket juga banyak ngomongin soal keluarga, hobi, berdamai sama masa lalu, dan belajar mencintai diri sendiri. Elena adalah sosok yang berjuang sendiri, dan dari kisahnya aku belajar kalau kadang, proses sembuh itu memang harus dijalani pelan-pelan, bahkan sendirian. Tapi itu bukan berarti kita gak bisa nemuin cahaya di ujungnya.

⚖️ Kalau ada kekurangan (meski gak ganggu banget), mungkin di awal pacingnya agak lambat karena lebih banyak narasi dan pengenalan suasana. Buat aku pribadi sih, justru itu bikin nuansa Phuket dan emotional tone-nya lebih terasa. Beberapa bagian juga agak cepat, terutama soal pengembangan emosi. Ada momen yang menurutku bisa lebih dalam kalau dikasih ruang lebih. Aku pribadi pengen lihat lebih banyak “perlawanan” emosional dari Abi, karena dia menarik tapi kadang terlalu tenang 😅 Lalu ada istilah game yang mungkin agak teknis buat yang gak familiar, walaupun Kak El udah ngejelasin dengan cukup rapi.

⭐️ Kesimpulan
Sunrise in Phuket adalah novel yang hangat, menyenangkan, sekaligus menyembuhkan. Dengan alur yang tenang, karakter yang relatable, dan suasana tropis yang memanjakan imajinasi, novel ini cocok banget dibaca pas kamu lagi butuh pelukan dalam bentuk cerita.

Terima kasih Kak El udah ngenalin kisah Elena dan Abi. Perjalanan mereka bakal aku kenang kayak matahari yang pelan-pelan terbit, tapi ninggalin kehangatan yang susah dilupain. Apalagi riset Phuket yang detail banget. Dan jujur aja, aku rasa Elena itu memang cerminan Kak El sendiri 🤭

Sawadikha 💃🏻✌🏻😁
Profile Image for Caren Gultom.
86 reviews1 follower
August 15, 2025
📚 Sunrise in Phuket
🖋 Elani Sarast
🗒 344 halaman
📅 Cetakan 1, Juni 2025
🗃 Gramedia Pustaka Utama

Pantai 🏖, pertemuan🤝, dan romansa❤️.
Apa lagi yang kurang kalau sebuah kisah cinta dimulai dari pertemuan konyol di kota berpantai, Phuket?

It has been a very long time ga baca Metropop and i was satisfied reading Sunrise in Phuket to recall my Metropop Soul back! 💗💗💗

Here are my roller-coaster emotions during my reading time:

😐 Sunrise In Phuket bercerita tentang Eleena, cewek usia 31 tahun yang baru putus cinta. Ia sudah terlanjur beli tiket ke Phuket untuk menemui pacarnya, yang ternyata berselingkuh karena Eleena sudah tidak sesuai dengan "standart" si cowok.

😶 Setelah akhirnya memilih untuk tetap berangkat ke Phuket, ia bertemu dengan stranger, yg sama-sama berasal dari Indonesia. Abi, namanya. Abi pun menawarkan diri jadi teman jalan-jalan, karena dia udah lama stay di Phuket sebagai fotografer.

😳 Sampai di sini agak kaget karna Eleena si introvert bisa cocok sama perangai Abi yg extrovert bgt. Tapi pertemanan mereka seru bgt krn Eleena bisa mencoba hal-hal baru di Phuket, dan Abi kelihatannya "bahagia" tanpa sebab. WKWKW

😚 Kalau emoji ini muncul, kalian bisa nebak lahya apa yang selanjutnya terjadi antara Eleena dan Abi 😚😚😚

😑 Astaga tapi gak semulus itu hubungan mereka. Karena ada luka dan rahasia yang masing-masing pendam dan enggan dibagikan. Mana Eleena pakai "kabur" dari kehidupan Abi.

😤 Jujurly, cerita selanjutnya lebih seru kalau kalian baca sendiri. Karena pada titik ini, aku sempat kesel bertubi-tubi sama keputusan-keputusan dan tindakan yang diambil sama ke dua tokoh utama ini.

🤩 Tapi, tapi, tapi, bukankah setiap manusia bertumbuh dari kesalahan dan pengalaman hidupnya? Sungguh senang bisa melihat perkembangan kepribadian Eleena dan Abi di tahap-tahap berikutnya!

😍 Halaman terakhir dari Sunrise in Phuket sukses membuatku bahagia dan hangat. Mana ada jokes2 kocak yang bikin ketawa, adegan yang bikin nangis terhura, dan situasi kondisi yang bikin meringis-pedis. Buku ini penuh warna, manis, dan menyenangkan.

My favourite things from Sunrise in Phuket:

🐱 "Meski begitu, satu hal yang disadarinya, baik Eleena maupun Abi, masih memiliki luka yang belum sembuh walau beda perkara". Aku suka main problem yg dialami oleh para tokoh utama, realistis bgt. Membawa unfinished-bussiness dalam suatu hubungan hanya akan men-trigger konflik baru. Dan terkadang kita gak bisa sendiri dalam mencari solusi. Kaya kata Abi "Eleena hanya butuh keberanian. Abi tahu, Eleena pasti bisa.". Orang lain, in a way, mampu melihat lebih dari apa yang bisa kita lihat. Makanya, keterbukaan, kejujuran dan komunikasi itu penting dalam relasi. Sehingga meskipun kita punya luka masing-masing, kita bisa saling beradaptasi dan "merawat", bukan menyakiti.
🐱 Sejak awal, Kak Elani sebagai penulis, dengan lincah menceritakan POV dari dua tokoh utama secara seimbang. Ditambah dengan hadirnya figuran yang unik dan lucu-lucu, yaitu keluarga dan teman-teman. Hal ini gak mengganggu sama sekali, malah memperkaya nuansa cerita dan perkembangan karakter si tokoh utama.
🐱 Hal yang unik dari karakter Eleena menurutku perlu menjadi highlight! Rasanya msh jarang ku dengar, karakter perempuan yang jadi gamer dan skill-ful abis. Menurutku ini jadi kekuatan Eleena bgt!
🐱 Last but not least, suguhan tempat-tempat menarik di Phuket yang menjadi latar belakang cerita patut dikasih 4 jempol! Sukses banget sih Kak Elani bikin ngiler pengen ke sana dan nyobain berbagai makanan yg diceritain di buku ini!!!

Buku ini aku rekomendasikan bagi penyuka genre romance young adult, yang seger pedes kaya Tom Yam 🥘, gurih nan comfy seperti Pad Thai 🍤 dan manis nganenin layaknya Durian Sticky Rice 🥭 Enjoy your own Sunrise in Phuket, everyone! 🏖🌄

Check out my other reviews onn IG: @kangjournal 🫶
Profile Image for Booktrovert_id.
85 reviews
January 12, 2026
Yang baca : 👤
Buku yang dibaca : 👥

Ekspresiku sepanjang baca novel ini adalah 😁😁😁😁😁😁😁 hanya bisa nyengir liat keuwuwan Eleena dan Abi😮‍💨 Infokan modelan Abi di rl pliss☝️

Gemes banget sama relationship Eleena dan Abi. Eleena ini cimit banget 🤏 tingginya cuma 153 cm, sedangkan Abi 180++ cm. Kebayang kan bedanya kalau mereka berdiri bareng?😏 Tapi jangan salah, Eleena nggak suka banget dibilang kayak anak kecil😡

Ceritanya ditulis dengan POV bergantian antara Eleena dan Abi, tapi tetap pakai sudut pandang orang ketiga. Dari situ kita bisa lihat struggle Eleena dengan cinta, keluarga, dan dirinya sendiri.

Mamanya posesif banget, padahal Eleena udah umur 31 tahun. Apa-apa masih dipantau, bahkan adiknya aja lebih bebas dari dia. Nggak heran Eleena sering merasa terkungkung dan susah berdiri sendiri. I can related, Eleena😭🫂

Pertemuan Eleena dan Abi di Phuket pun unik, gara-gara ngejar kucing oyen. Bisa dibilang si oyen ini cupid mereka😼 Dari situ Abi langsung mengalihkan pandangannya dari Eleena.

Selama di Phuket, Abi yang ngajak Eleena keliling Phuket naik motor, kulineran, sampai ngajarin ski. Soalnya selain buta arah, Eleena ini nggak ada persiapan apapun buat liburan. Bener-bener pertama lepas dari kandang Eleena ini.

Perlakuan Abi ke Eleena tuh bener-bener manis dan bikin hati meleleh😭❤️ Nggak heran yaa soalnya Abi ini fell first. Bayangin aja, baru 6 hari kenal tapi cintanya udah sedalam itu.

Abi sendiri digambarkan sebagai cowok yang so sweet dengan love language act of service. Kalau kata Eleena, dia ini kayak lowkey keyboard atau dualsense PS5, ganteng plus bikin nyaman eakkk😂 Tapi ya namanya cowok, egonya kadang tinggi juga. Sering bikin salah paham, seperti nggak memperjelas status hubungan mereka, ditambah lidahnya suka tajam. Gemess jadi pengen cubit ginjalnya deh🤏

Di sisi lain, Eleena juga punya sifat yang kadang bikin kesel. Dia introvert parah, komunikasinya berantakan, suka berasumsi sendiri, dan gampang kabur tanpa alasan jelas. Seperti melihat diri sendiri😭🤣 Nggak heran hubungan mereka kayak kejar-kejaran kucing. Untungnya Abi ini selalu effort buat ngejar Eleena.

Cerita ini nggak cuma fokus ke Eleena aja, tapi juga ngebahas permasalahan keluarga Abi. Jadi dua-duanya punya luka dan pergulatan masing-masing.

Oh ya, Abi hobinya fotografi, dia suka banget sama langit, terutama sunrise. Sedangkan Eleena hobinya nge-game, terutama Tekken. So sweet banget pas Abi kasih dia hadiah arcade stick, tau aja kalau ceweknya suka nge-game😏 Aku kan jadi pengen juga dikasih hadiah buku sama doi👀

Meskipun hampir semua adegannya klise dan too good to be true, justru cerita seperti itulah yang kadang paling menghibur. Ada kalanya kita butuh bacaan ringan yang bikin ketawa, tanpa harus ribet mikirin logika atau realita.

Overall, buku ini berhasil bikin aku campur aduk, antara gemes, geregetan, sampai ketawa-ketawa sendiri kek orang gila😀 Buku ini cocok banget buat kalian yang suka cerita romance dengan karakter dewasa, tapi tetap ada bumbu kocak dan gemesinnya. Apalagi kalau kalian suka dinamika pasangan yang tingginya jomplang parah, hobi nge-game, atau suka kisah yang manis tapi nggak terlalu muluk. Ini tipe bacaan yang bisa bikin salting brutal✨
Profile Image for arsamatoria.
52 reviews2 followers
August 29, 2025
“Cari sesuatu yang bikin kamu nggak nyaman. Sesuatu yang bikin kamu sakit hati. Karena semua itu akan bikin kita belajar jadi lebih bijak.”

Ringan & unik itu dua kata yang menurutku mewakili Sunrise in Phuket karya Elani Sarast. Ceritanya tentang Eleena yang berencana memberi kejutan ke pacarnya dengan diam-diam terbang liburan dan menghampiri ke Phuket. Namun, rencana itu gagal karena ternyata pacar Eleena selingkuh. Setelah bertahun-tahun berpacaran, inilah kenyataan buruk yang Eleena harus hadapi. Untuk sebuah pembuktian dan menghadapi rasa sakit hatinya, Eleena tetap berangkat ke Phuket seorang diri. Di situ, ia bertemu Abi, seorang fotografer lepas berkepribadian green flag dan cerita mereka berdua pun dimulai.

Buku ini benar-benar mengajak pembaca berpetualang ke Phuket. Aku suka banget karena vibe pantai, pasar malam dan tempat wisata lain yang ada di Phuket dijelaskan dengan sangat detail. Apalagi, makanan khas Thailand seperti Mango Sticky Rice dan Phad Kraprao ditulis dengan sangat lengkap. Detail makanan khas Thailand ini salah satu aspek yang aku sangat suka dari buku ini karena aku bisa membayangkan makanan-makanan itu dengan baik di kepalaku.

Eleena sebagai tokoh utama di sini punya karakter yang well-defined. Karakter Eleena dibuat penuh keraguan, sering bergantung kepada orang lain, jarang mengeksplorasi sekitar dan highly individualistic itu seperti sebuah pengingat kalau hidup itu harus dijalani, dunia harus dijelajahi dan kita harus membuka diri. Penggambaran karakter seperti ini mengingatkan aku sama Naruto. Naruto dibuat susah paham konsep baru dari training-nya agar penonton berkesempatan untuk ikutan memahami penjelasan dari para sensei Naruto, sama seperti pembaca berkaca dan belajar dari Eleena. Beruntungnya, Eleena bertemu Abi yang berkepribadian sangat kontras dengannya. Menurutku, Abi ini salah satu sosok men written by women karena Abi, nih, paket lengkap. Good-looking, perhatian, atletik, tajir, act of service, hampir semua kriteria cowok green flag Abi punya.

Cerita Eleena dan Abi bisa dibilang masuk di trope strangers to lovers dan insta love. Abi yang secara tidak sengaja melihat Eleena untuk pertama kali, langsung jatuh hati. Nah, di sini aku agak berharap ada sesuatu yang bisa jadi alasan lebih dibalik Abi yang tiba-tiba suka sama Eleena. Setelah itu, perjalanan mereka terjadi cukup natural dengan karakter Abi yang seperti sunshine dan Eleena yang masih banyak menutup diri.

Tidak hanya menghadirkan kisah cinta, buku ini juga mengangkat isu keluarga, Eleena dengan ibunya serta Abi dengan ayahnya. Pesan yang disampaikan terasa dekat. Ada miskomunikasi di antara para orang tua dan anak-anak mereka yang aku rasa cara mereka berbaikan satu sama lain itu terlalu cepat dan mudah. Kalau melihat kenyataan, miskomunikasi antar anggota keluarga bisa terjadi sangat dalam dan susah untuk diperbaiki. Jika bagian ini dibuat lebih kompleks dan realistis, pasti akan seru banget!

All in all, aku enjoy membaca buku ini. Dinamika Eleena dan Abi sangat menggemaskan, sweet dan fluffy—vibe yang bagiku wajib ada di cerita romansa. Aku juga suka detail setting cerita dan istilah-istilah gaming yang penulis sediakan karena sangat membantuku memahami karakter Eleena, juga menambah pengetahuan. 3.5/5 bumped up, it is a debut novel undeniably done well!
Profile Image for Ila Rizky Nidiana.
65 reviews75 followers
August 31, 2025
“Nggak apa-apa kalau belum baik-baik juga. Buat sembuh dari luka kan butuh proses” (hlm. 127)

Eleena yang sedang patah hati, memutuskan tetap pergi ke Phuket untuk berlibur. Sejenak menghilang dari hiruk pikuk dunia, ia menjadikan liburan kali ini untuk menjadi dirinya yang baru.

Di Phuket, tak sengaja Eleena bertemu dengan Abi, yang ternyata jago motret model. Eleena berkenalan dengan laki-laki asing itu dengan memakai identitas lain, Elga.

Bagi Eleena, kenal dengan cowok baru ibarat membuka luka lama. Trust issue Eleena semakin besar saat ia diputuskan oleh Irvan, mantannya dulu. Eleena dianggap belum dewasa. Immature. Sangat menginggung hatinya yang rapuh.

Gadis itu sudah berusia 31 tahun, gamer nerd, anak rumah, dan jarang pergi keluar sendirian. Eleena suka main game Tekken.

Mamanya khawatir anaknya kenal dengan orang asing. Itu sebabnya, Eleena mengalami kegalauan karena mamanya tak kunjung menganggapnya bisa dilepas ke mana saja.

Eleena dan Abi pun saling mengenal satu sama lain. Sampai akhirnya Phuket menjadikan mereka saling jatuh cinta. Apakah cinta itu akan bertahan selamanya? Ataukah cinta yang didasari kebohongan akan pecah berkeping-keping lagi?

Membaca novel Sunrise in Phuket membuat saya ikut senyum-senyum sendiri. Eleena yang gamer nerd sangat menggambarkan anak rumahan yang anti sosial. Nggak pernah pergi sendiri, dia sampe khawatir mau liburan ke Thailand sendirian. Mana nggak ngerti bahasanya pula. Hehe

Tapi yang seru dari novel ini gaya bahasanya yang ringan, ceritanya yang page turner. Konfliknya terasa ringan. Meski terasa too good to be true, tapi saya jadi makin related dengan kisah Eleena.

Well, sebagai gamer online juga, saya juga merasakan hal yang sama. Main game online bukan cuma buat hiburan, tapi juga sarana mengenal orang baru. Meskipun sebatas interaksi di aplikasi game, tapi seru juga tahu ada orang di luar sana yang tak menghakimi kita dengan asal usul dan status sosial.

Yang penting skill main game oke, pasti bakalan jadi BESTie sih. Bahkan sampai nggak saling kepo soal identitas asli di dunia nyata. Ya, yang penting tau dia cowo atau cewe dan kenal namanya, udah itu doang. Haha

Kalo menurut saya, konfliknya terasa pas, apalagi menyangkut soal trauma yang ga semua orang bisa paham gimana cara mengatasinya. Meski cintanya terasa too good to be true, tipikal metropop yang jatuh cinta sama office mate, tapi seneng juga akhirnya nemu cerita seru dan ringan yang bisa dibaca sampai tuntas dalam sehari.

Kalo kamu cari novel romance berbalut travelling dan wisata kuliner, kamu bakalan suka diajak menjelajahi dunia yang Eleena dan Abi rasakan dalam novel ini.

Overall, rating buku 4/5 bintang 🥰
Profile Image for Sintaaa.
9 reviews
January 7, 2026
⭐️4,5/5

Niat menyusul pacar ke Phuket untuk memberi kejutan, tapi malah diberi kejutan karena ketahuan selingkuh. Kalau situasi ini terjadi sama kamu, apa yang akan kamu lakukan?
──── ୨୧ ────
Sunrise in Phuket bercerita tentang Eleena yang berniat memberi kejutan kepada Ervan dengan menyusulnya ke Phuket. Namun, sebelum Eleena terbang ke Thailand, dia malah bertemu Ervan bersama selingkuhannya.

Eleena jelas sakit hati dan berniat membatalkan rencananya ke Phuket, toh mereka sudah putus. Namun, setelah mendapat saran dari teman mabarnya, Eleena memutuskan untuk melakukan solo trip untuk pertama kalinya. Dalam proses liburannya, Eleena harus berbohong kepada ibunya bahwa itu adalah outing yang diadakan kantor, karena ibunya sangat strict dan mendikte setiap gerak-gerik Eleena.

Di Phuket, Eleena tidak sengaja bertemu orang Indonesia yang menetap di sana bernama Abimana Prayuga, seorang fotografer profesional. Mereka berkenalan, saat itu Eleena menggunakan identitas palsu karena dia pikir perkenalan ini hanya sebentar. Selama liburan di Phuket, Eleena selalu ditemani Abi saat mengunjungi tempat-tempat wisata. Interaksi mereka GEMESSS BANGET🦋🦋🦋

Aku suka penulisan Kak Elani yang mengalir. Jujur, aku baca buku ini bisa dibilang cuma sekali duduk pas siang dan malam tahun baru. Ngga cuma membahas kisah percintaan Eleena dan Abi, tapi juga membahas sisi keluarga dari sudut pandang mereka yang tersakiti dan dikecewakan.

Masa liburan Eleena di Phuket dideskripsikan dengan sangat detail. Penulis melakukan riset mendalam atau memang pernah ke Phuket(?) karena detailnya itu lohhh, kalau ke Phuket bawa buku ini kayaknya membantu banget. Selain kagum dengan detail tempat liburan Eleena, aku juga kagum dengan penjelasan game Tekken di buku ini sampai ada footnotenya. Sempat searching juga.

Untuk karakterisasi Eleena, menurutku akan sangat relate dengan pembaca yang punya strict parents🥹 karakter Abi di awal-awal sangat "Hutan Amazon", tapi pas masuk konflik, jujur dia mode senggol bacok. Tapi tenang aja, character development mereka bagus banget.

Ada bagian yang bikin aku nangis terharu, kesal, dan gemas. Sekali lagi, detail Phuket dan game Tekken di buku ini OKEE banget. Recommended! Ada plot twist yang menurutku lumayan dar der dor karena sampai bikin shock dan gemes hehe.

Apakah recomended? YESSSS!! Jika kamu suka baca metropop, maka buku ini cocok buat kamu. Hati-hati, setelah baca bisa mendadak pengen liburan ke Phuket, Thailand🙈
Profile Image for Kazread_.
15 reviews1 follower
August 29, 2025
BACA NOVEL INI BENER-BENER BERASA JALAN-JALAN DI PHUKET SEKALIGUS KULINERAN 🤤🤤🤤

Cerita dimulai saat Eleena mau kasih surprise dengan cara tiba-tiba ke Phuket untuk menemui pacarnya, Irvan. Tapi ternyata oh ternyata si Irvan ini lelaki kardus yang penuh dusta. Dia selingkuh... mana Irvan dan selingkuhannya tuh songong banget.

Singkat cerita si Eleena pergi ke Phuket sendirian. Suatu ketika, karena keasyikan ngejar kocheng oren, si Eleena ini nyasar dan disitulah dia bertemu ✨Abi✨. Fotografer ganteng, tinggi, soft spoken yang ternyata orang Indonesia juga🥰🫶🏼. Dengan trope stranger to lovers, novel ini bikin aku senyum sendiri. Apalagi si Abi ini pdkt termasuk ugal-ugalan ya say 🤣. Nemenin jalan-jalan, ngajakin kulineran, mana deskripsi tempat dan makanannya tuh DITULIS DETAIL BANGET SAMPAI KE DESKRIPSI RASA MAKANANNYA AAKKKK AKU NGILER PLISSS. Ada Pad thai, tom yum, sticky rice, green curry, kok kayaknya enakkk😋🤤

Di novel ini aku yang belum pernah ke Phuket pun beneran merasa kayak jalan-jalan. Gimana enggak? Dari novel ini tuh aku jadi tau kalau warna bendera di Thailand tuh ada artinya. Misalnya senin, benderanya warna kuning karena melambangkan Raja yang hari ulang tahunnya senin. Aku juga bisa ikut membayangkan suasana malam di Bangla Road, jalan-jalan ke Downtown sekalian beli oleh-oleh, bahkan menikmati sunrise terbaik di Saphan Hin.

Di novel ini, rasanya si Eleena punya kehidupan yang beda banget antara di Phuket dan di Jakarta. Eleena di Phuket sengaja pakai identitas berbeda dan memperkenalkan dirinya kepada Abi sebagai Elga. Saat kembali ke Jakarta, Eleena kembali jadi anak rumahan yang senang main Game Tekken. Jujur aja aku yang nggak paham dunia gamers jadi menambah informasi baru buat aku. Dan meskipun dunia game sangat tidak familiar buat aku, tapi cacatan kaki di novel ini sangat membantuku dalam memahami jalan dialog Eleena dan Agi. Selain kisah cinta, novel ini juga menyajikan kisah tentang perbaikan hubungan keluarga dan bagaimana cara untuk berdamai dengan duka 🥹.

Perkembangan karakter Abi dan Eleena di novel ini tuh bagus dan walaupun banyak cekcok tapi mereka perlahan mendewasa. Hubungan Abi dan Eleena yang sejak di Jakarta berubah jadi office romance pun makin gemes apalagi banyak gosip dan ada adegan cemburu buta yang bikin ngikik 🤣.

Overall, buat kamu yang pengen jalan-jalan tapi dalam ✨imajinasi✨ sambil ditemenin cowok fiksi kayak Abi, kamu harussss banget baca ini 🫶🏼🥰🥰🥰

#kazreview2025 #kazread2025 #sunriseinphuket
Profile Image for anggiareads.
51 reviews44 followers
August 29, 2025
“Aku bakal tunggu. Tapi kalau kamu sudah bisa buka hati, tolong cari aku. Jangan cowok lain.”
Hal: 261

Rencana ke Phuket mau kasih surprise sama pacar, eeeh ternyata si pacar bohong. Katanya kerja di Phuket, tp cuma alasan supaya bisa selingkuh. Bukannya panik ketahuan selingkuh, pacarnya El malah ngata-ngatain Eleena mirip bocah antisosial karena menjadi gamer! KZL!

Heiii, walaupun seorang gamer, dikehidupan nyata, Eleena adalah seorang graphic designer di sebuah perusahaan brand kecantikan ternama loh. Menjadi gamer itu cuma hobi disaat Eleena sedang jenuh dgn real life nya. Jadi, jgn menyepelekan seorang gamer ya, apalagi jika ia seorang cwe. Cakeeep!

Karena ternyata guys bermain game itu juga bisa ngajarin kita banyak hal loh. Seperti melatih kesabaran, yakin, jangan emosi dan harus selalu berhati-hati dalam setiap mengambil langkah.

Ingat, tujuan Eleena ke Phuket untuk liburan dan menyembuhkan hati supaya permainan gimnya kembali baik seperti yg pernah Scrop katakan. Bukan utk mengulang ending serupa. Hal: 68

Namun ternyata di Phuket Eleena bertemu Abimana seorang fotografer yg menolongnya saat tersesat. Pertemuannya dengan Abi saat itu ternyata berhasil mengacaukan semua rencana Eleena. Bersama Abi di Phuket, Eleena menjadi wanita yg berbeda. Ia menemukan kebebasan yg selama ini tak pernah didapatkannya. Hari-hari mereka menjadi petualangan manis dan penuh tawa. Sampai suatu kejadian muncul dan menghancurkan segalanya. Eleena memilih kabur dan meninggalkan Abi di Phuket tanpa ucapan selama tinggal.

Apakah kisah mereka sudah selesai? Oooh tentu tidaak ceunah. Abi dan Eleena kembali bertemu di Jakarta dalam kondisi yg tak terduga. Bukan hanya Eleena yg berbohong, tp ternyata Abi juga menyembunyikan identitas dirinya. Kini, Abi memandangnya dgn kebencian.

Jadi, kira-kira kalian percaya gak nih kalau cinta bisa hadir dengan begitu cepat? Seperti yg terjadi dengan Abi dan Eleena di Phuket

Dari kisah Abi dan Eleena kita akan belajar utk berdamai dgn luka & kehilangan. Point plus nya mengingatnan kita utk tetap menghormati orangtua. Selain itu novel inijg utk setiap org yg mempunyai hobi— apa pun itu. Bahkan menggaris bawahi utk memilih pasangan yg bisa menerima apa pun hobi kita itu.

Waaah baca novel ini tuh aku jadi pengen belajar main Tekken dan jalan-jalan ke Phuket deh 🤭.
Jadi, yuk ikutan Eleena mabar Tekken dan jalan-jalan ke Phuket bareng ❤️😘
Profile Image for Syandria.
3 reviews
August 13, 2025
Sunrise in Phuket
karya Elani Sarast (2025)
344 hlm. | 17+ | Gramedia Pustaka Utama

Eleena, player Tekken yang patah hati tepat sebelum jadwal 'rencana' liburan ke Phuket. Berbekal dukungan teman dan keinginan membuktikan diri, Eleena akhirnya memutuskan untuk berangkat sendiri. Namun, siapa sangka, Phuket malah mempertemukannya dengan seorang fotografer lepas bernama Abi, saat sedang tersesat! Karena hal yang cukup memalukan itu, Eleena berharap mereka tidak akan bertemu lagi. Sebaliknya, Abi mengharapkan hal berbeda. Dan begitulah semuanya dimulai.

Satu kata yang paling cocok untuk novel ini: GEMESSSSS!
Sebagai Thaienthu, lihat novel ini pertama kali di Instagram tentu buat aku penasaran. Saking jarangnya ketemu novel dengan Thailand sebagai latar, bahkan sampai jadi judul. Rasanya setelah baca ini, kok aku jadi lebih pengen ke Phuket daripada Bangkok, ya ... *eh

Jujur di awal sempat dibuat dibuat bingung sama istilah-istilah game yang dipakai, sampai merasa mau rehat baca dulu dan lanjut besok. Tapi di sisi lain, merasa yakin kalau di depan bakal ada bab berisi kejutan dan benar aja. Memasuki pertengahan buku, aku langsung dibuat berbunga-bunga dan mulai senyum-senyum bacanya (bab ini kutandai pakai sticky note warna pink, btw /menangis karena gemas maksimal>)

Aku suka sekali dengan perkembangan karakter Eleena dari awal sampai akhir. El yang sejak awal digambarkan sebagai wanita yang kurang percaya diri, pelan-pelan kelihatan berubah ke arah positif. Gitu juga dengan Abi, jiwa bebas dan perlakuannya ke Eleena (yang semanis mango sticky rice) bener-bener digambarkan dengan apik sama penulisnya. Terus yang enggak kalah epic ada si Dicky, partner kerja Eleena yang lucunya maksimal. Kok bisa ada orang selucu Dicky? T_T

Menurutku semua tokoh dalam novel ini berhasil saling melengkapi dan membangun suasana cerita dengan bagus banget. Asli aku enjoy banget bacanya, efek menyenangkan dan degdegan dari interaksi antartokohnya yang ajaib berhasil buat aku namatin novel ini dalam setengah hari. Sunrise in Phuket memang bukan novel dengan banyak quote keren yang bisa dihias sticky note, tapi justru ada banyak hal yang bisa diambil untuk dipelajari lewat keutuhan novelnya. Dahlah, ini mah Sunrise in Phuket bakal masuk jejeran novel penangkal reading slump versi aku~

Selamat kak Elani Sarast atas novel debutnya yang manis dan เก่งมาก!
1 review
August 25, 2025
Eleena berencana menemui pacarnya di Phuket sebagai kejutan. Pupus sudah, dia diselingkuhi. Alhasil, Eleena nekat solo trip ke Phuket sendirian. Pertemuannya dengan Abi di Phuket hanya untuk sementara, mereka nggak akan ketemu lagi. Tapiiii setelah balik ke Jakarta, dia justru bertemu Abi yang kini seakan tak mengenalnya.

Fresh banget buatku, stranger to lovers iya, office romance pun adaaaa. Narasinya enak dibaca daaan karena dari pov kedua tokoh—yang disampaikan melalui sudut pandang orang ketiga, jadinya pembaca lengkap tau apa yang dirasakan keduanya saat ada di kondisi yang sama.

Jarang liat sisi perempuan tertutup sebagai gamer dalam bentuk tulisan. Ngebayangin posisi Eleena yang lebih nyaman di dunia gamenya. Jujur aku nggak punya pemahaman sama sekali mengenai game, jadi pengetahuan baru buatku mengenai game itu. Aku sampai mikir, 'wah risetnya!', eh ternyata penulisnya memang suka main game itu toh haha. Tadinya skeptis ngira ternyata Abi itulah temen gamernya Eleena, ternyata bukan dan aku senang karena jadinya nggak terkesan maksa.

Aku gemes banget dengan kesalahpahaman mereka, yang sebetulnya bisa lho dibicarakan, tapi yaaa aku paham juga sih kenapa Eleena bersikap gitu. Juga dengan luka yang keduanya rasakan mengenai keluarga, it does make sense. Mereka punya alasan valid mengenai itu. Tapi tetep ya aku nggak terima tiap Abi marah omongannya jadi pedes banget. Hati kecilku ikut terluka huhu.

Eleena yang tadinya tertutup jadi mau bergaul. Agak sulit dipercaya memang, karena pembaca nggak dikasih tau contoh jelas interaksi Eleena dengan teman kerjanya sebelum ke Phuket, karena setelah pulang dari Phuket dia terlihat mudah membuka diri untuk dekat dengan teman kantor. Malah kayak udah deket banget dari lama.

I love office romance, agak kaget pas tau buku ini turut menyelipkan tapi seneng banget juga, gemes pas Abi nyamperin Eleena di meja kantin. Terus temen kantornya tuh supportif semua, nggak ada yang nyinyir gituuu. Kantornya Eleena beneran kayak yang dideskripsikan di awal, lingkungannya sehat.

Penggambaran tempatnya bikin aku mau ke Phuket jugaaa, aku udah catet destinasi yang mereka berdua datangi haha. Akhir ceritanyaa tuh bikin keinget awal pertemuan mereka, sama-sama ada kucing. Pokoknya gemas.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Avrielstory.
3 reviews2 followers
August 29, 2025
“Bagiku, sunrise seperti tanda kehidupan dimulai. Setelah sunrise akan ada langit yang cerah, sementara sunset identik dengan perpisahan.” Hal 84

Sawatdee Kha ☺️🙏🏻
Teman-teman lebih suka Sunrise atau Sunset ? Kalo aku lebih suka Sunrise 😍 sama seperti Abi 🫶🏻

Awal baca cerita ini aku berasa diajak jalan-jalan di Phuket sama Eleena dan Abi. Seru bangeeett, aku sampe browsing tempat yg mereka kunjungi sama makanan yg mereka makan loh 😆. Paling penasaran sama durian sticky rice, bisa2nya aku yg doyan durian belum pernah coba 😂. Kalo makanan Thai yg lainnya belum pernah coba juga sih, bolehlah kapan-kapan coba juga siapa tau ada disini 😁. Dan setelah baca ini aku juga jadi pengen liburan ke Phuket 🤣.

Aku suka sama perubahan sikap Eleena setelah pulang dari Phuket, dia jadi mulai bergaul dan gabung sama teman setimnya. Aku juga senang karena Eleena jadi dekat sama mama dan Erika-adiknya.

Abi kerap menekankan pada Eleena untuk percaya diri bahwa dia cantik, menarik dan layak untuk dicintai. Sedangkan Eleena menjadi salah satu alasan abi untuk survive dan bisa merasakan kembali jutaan emosi yg sudah lama terkubur. Mereka berdua sama-sama memberi pengaruh yg baik satu sama lain 🫶🏻

Abi dan Eleena walaupun punya hobi yg berbeda tetapi mereka bisa saling bercerita dan mendengarkan tanpa merasa kalo hobi salah satu dari mereka itu lebih baik.

Menurutku Eleena dan Abi ini sama-sama punya luka yg mendalam karena kepergian salah satu org tuanya 🥹. Bedanya Eleena sudah mulai berdamai sedangkan abi masih sulit menerima karena suatu hal.

Aku suka sama ceritanya karena deskriptif banget. Penulis sangat detail menceritakan tentang tempat-tempat dan makanan yg ada di Phuket. Juga tentang istilah-istilah dalam gim Takken yg sama sekali aku gak tau. Catatan kaki di novelnya sangat membantu ☺️. Ceritanya juga seru dan menghibur.

Selain itu ceritanya juga ringan dan page turning banget, kyknya kalo gak kehalang kerjaan seharian baca juga udah selesai 😁 cerita dengan trope strange to lover yg sukses bikin aku senyum-senyum dan gemas sendiri, apalagi pas mereka sama-sama cemburu 😂 nah untuk teman-teman yg lagi nyari cerita seru, ringan dan menghubur aku sangat merekomendasikan cerita Sunrise in Phuket ini untuk dibaca 🥰 khàawp khun khâ ☺️🙏🏻
Profile Image for Chacha.
90 reviews6 followers
August 25, 2025
Liburan ke Phuket modal nekat, ya itulah yang Eleena Garinka atau El putuskan. Anak rumahan yang rutenya kantor-rumah sekaligus gamers ini, mutusin untuk pergi ke Phuket SENDIRIAN. Selain karna sayang sama tiketnya, El juga mau membuktikan sama mantan pacarnya yang.. 🤬, kalau dia "BISA" pergi kemana-mana sendiri sekaligus menantang dirinya sendiri untuk keluar dari comfortzone-nya selama ini.

Abimana Prayuga atau Abi, seorang fotografer lepas, gak sengaja nemuin El waktu di Phuket. Merasa nyaman satu sama lain, mereka berdua pun menjelajahi tempat" di Phuket bersama. El membawa warna baru untuk Abi. Tapiii suatu hari El tahu "sesuatu" tentang Abi dan ternyata Abi gak seperti yang ia pikirkan selama ini. Apakah El dibohongi lagi? Atau justru sebaliknya?

Pas baca tulisan Kak Elani, WOW surprise banget... tipe tulisan yang aku suka banget. Bener-bener match sama seleraku, bikin nagih, so aku enjoy banget selama baca buku ini. 344 halaman dalam sehari selesai. Very page turner dengan trope from STRANGERS TO LOVERS dengan bumbu HE FALL FIRST AND HE FALL HARDER, sukses bikin aku pengen lanjut baca sampai bikin lupa waktu (kayak waktu Abi menghabiskan waktu sama El). So, aku gak ragu untuk kasih bintang full buat buku ini.

Penjelasan soal wisata di Phuket dan kulinernya juga detail banget, bukan sekedar tempelan doang. Kak Elani bahkan mendeskripsikan dengan detail tempat-tempat yang dibahas terutama kuliner Thailand, walaupun belum pernah nyobain, kita sebagai pembaca dikasih gambaran.

Oh ya, karena El ceritanya gamers, nggak lupa dong ada pembahasan tentang game khususnya Game Tekken. Jangan takut bakalan bingung sama istilah-istilahnya, karena Kak Elani kasih penjelasan lengkap soal istilah itu di catatan kaki tiap halaman yang membahas.

Karena novel ini termasuk kategori metropop, kita juga bakal nemenin hari-hari El sebagai designer graphic di kantornya, PiBi, bareng temen-temen kantornya yang gak kalah seru, ada Mbak Tari yang paling bisa diandalin dan pastinya Dicky si yang paling rame dan dengan humornya yang bikin ngakak.

Nggak hanya melulu soal romance, buku ini juga membahas isu keluarga, baik dari sisi El dan Abi. Baik Abi dan El saling belajar satu sama lain bahwa sampai kapanpun keluarga adalah tempat untuk pulang dan tiap orangtua punya caranya sendiri untuk menyayangi dan melindungi anaknya.

Aku suka penyelesaian konflik asmara antara mereka, nggak berbelit-belit dan tarik ulur, tapi langsung ke fokus masalahnya (ya karna Abi bucin banget sih sama El). Banyak banget momen El dan Abi yang bikin baper, salah satu yang aku suka waktu Abi berusaha yakinin El (kalo El masih gak yakin, Abi-nya untuk aku aja lah).

Dari cerita El dan Abi, aku makin yakin kalau pasangan itu nggak harus seseorang yang punya dunia yang sama dengan kita. Perbedaan juga bikin hubungan lebih berwarna kan. Saling mengenalkan dunia masing-masing seperti El dan Abi. Dan keduanya bisa jatuh cinta dalam warna-warni itu.

So, kalau kalian pecinta novel romance + suka travelling, buku ini salah satu buku yang aku rekomendasikan untuk kalian baca. Aku jamin gak akan nyesel. Trust me!.

PS: Akhirnya pertanyaan aku terjawab dan aku paham kenapa si kucing oren punya peran besar dalam hubungan Abi dan El.
Profile Image for Rahmad Aidil.
5 reviews
August 23, 2025
Review Novel Sunrise In Phuket,


Buku ini bercerita tentang Eleena yang perempuan yang berniat menyusul pacar nya Ke Pulau Phuket di Thailand, justru harus Patah hati karena pacar nya berselingkuh, hati Eleena hancur jadi hancur berkeping-keping , dia sebelum nya yang sangat mahir dalam bermain Game tekken tiba-tiba skill nya jadi hilang gara2 Patah hati, teman sesama player game tekken menyadari ada yang aneh dengan Eleena, Eleena yang biasanya mahir jadi sering Kalah, akhirnya Eleena berani jujur kepada teman yang sering Mabar dengannya setelah mendengar semua cerita Eleena akhir nya dia memberi saran untuk Eleena tetap pergi ke Phuket, untuk Healing,
akhirnya eleena sampai di thailand dan tidak sengaja bertemu dengan Abimana Prayuga seorang fotografer asal Indonesia, mereka berkenalan eleena waktu itu menyamar dengan memakai nama Elga akhirnya abi mengajak eleena untuk berwisata keliling thailand, mulai dari Promthed Cape untuk melihat sunset hingga bermain Jetski di pantai Kamala semua perjalanan mereka membuat mereka semakin dekat, tapi kesalahpahaman membuat eleena tidak pamit kepada abi waktu pulang ke Indonesia, tapi tanpa diduga mereka kembali bertemu di Indonesia abi sekarang sudah berubah menjadi pria yang dingin berbeda sekali dengan abi yang eleena temui di phuket, akhirnya eleena pun meminta maaf kepada abi dan hubungan mereka akhirnya berakhir bahagia 😊☺ , abi dan eleena adalah 2 orang yang memiliki Luka yang sama yaitu kehilangan orang tua yang paling dekat dengan mereka, oleh sebab itu mereka bisa saling mengerti dan memahami perasaan masing-masing, mereka akhirnya bisa juga untuk memperbaiki hubungan mereka dengan orang tua mereka yang masih hidup, dan semua nya berakhir bahagia, berawal dari liburan akhir nya Abi dan eleena berhasil menemukan arti cinta sejati dan pasangan yang akan menemani mereka sampai maut yang memisahkan mereka,
Profile Image for Kinung88.
1 review
August 16, 2025
•Review Sunrise in Phuket - Elani Sarast•

Awalnya kukira ini bakal jadi cerita liburan biasa, tapi ternyata lebih dari itu. Sunrise in Phuket nyeritain tentang Eleena yang mau kasih surprise ke cowoknya, Irvan, dengan langsung nyusul ke Phuket. Tapi malah dia yang dapat "surprise" duluan sebelum berangkat. Tapi justru dari situ, dia nekat solo trip ke Phuket dan ketemu Abi, seorang fotografer yang bantu dia pas lagi nyasar. Dari situ, mulai deh perjalanan mereka keliling Phuket yang seru, manis, dan bikin senyum-senyum sendiri.

Cerita ini ngalir banget. Mulai dari keputusan Eleena tetap berangkat, tempat-tempat yang Eleena dan Abi kunjungi, sampai konflik personal masing-masing karakter. Aku suka karena walau ceritanya cukup padat, tapi tetep ringan dibaca.
Eleena dan Abi juga punya konflik yang bisa relate banget sama kehidupan, terutama soal keluarga, kehilangan, dan gimana kita menyikapi perubahan.

Yang bikin tambah menarik, hobi Eleena main Tekken diceritakan dengan cukup detail dan nyatu dengan cerita. Sebuah elemen yang jarang ada di novel metropop (yang aku tahu).

Typo ada beberapa di bagian tengah dan akhir, tapi nggak ganggu banget kok.

Kenapa aku suka buku ini:
Gaya penulisannya ringan, temanya sederhana, dan konfliknya relatable. Rasanya pas dibaca saat butuh hiburan tapi tetap ingin cerita yang hangat dan menyentuh.

Cocok buat siapa:
Kamu yang suka kisah healing, romance ringan, cerita keluarga, atau sekadar pengen ngerasain jalan-jalan ke Phuket lewat buku.

Penutup:
Sunrise in Phuket jadi novel metropop kedua yang aku baca setelah buku terbarunya Ilana Tan. Pengalaman bacanya sama, ringan tapi ninggalin kesan. Setelah selesai baca, langsung ngerasa pengen banget baca buku penulis selanjutnya (menunggu).

Selain soal romansa, novel ini juga menyentuh hubungan orang tua dan anak, serta saudara dengan cukup dalam tentang gimana perbedaan sudut pandang bisa muncul karena kurangnya komunikasi.
Cerita ini juga punya pesan yang hangat soal kehilangan, ikhlas, dan tumbuh pelan-pelan.

“Ternyata lebih enak kalau mengikhlaskan sesuatu. Jadi lebih damai aja rasanya.”(hlm. 326)
Profile Image for Eldi Mardiansyah.
2 reviews
August 28, 2025
Ada buku yang Anda baca, dan ada buku yang Anda huni. "Sunrise in Phuket" adalah jenis yang kedua. Sejak halaman pertama, Elanisarast tidak hanya mengajak kita ke Thailand; ia menarik kita masuk ke dalam sebuah lanskap emosional yang kaya, di mana aroma laut dan kehangatan mentari pagi menjadi saksi bisu sebuah proses penyembuhan. Ini bukan sekadar cerita cinta, ini adalah sebuah ziarah batin tentang keberanian untuk memulai kembali saat semua terasa sudah berakhir.

Yang paling memukau adalah bagaimana Phuket itu sendiri menjelma menjadi karakter sentral. Penulis dengan mahir melukiskan setiap sudut pulau—dari riuhnya jalanan Patong hingga sakralnya senja di Promthep Cape—bukan sebagai latar, melainkan sebagai cermin bagi kondisi batin para tokohnya. Kita menyaksikan bagaimana dua jiwa yang datang dengan koper penuh luka dan penyesalan, perlahan menemukan kepingan diri mereka yang hilang di tengah keindahan alam yang memabukkan. Mereka tidak saling mencari, mereka justru tersesat bersama hingga akhirnya menemukan jalan pulang yang sama.

Romansa di dalamnya terjalin dengan begitu sabar dan realistis. Tidak ada takdir yang dipaksakan, yang ada hanyalah dua kerapuhan yang saling mengenali dalam diam. Hubungan mereka tumbuh dari percakapan-percakapan tulus di bawah bintang, dari keberanian untuk menunjukkan bekas luka, dan dari pemahaman bahwa untuk bisa dicintai, mereka harus terlebih dahulu berdamai dengan diri sendiri. Novel ini adalah sebuah meditasi yang indah tentang melepaskan, menerima, dan menemukan bahwa fajar terindah memang selalu datang setelah malam yang paling gulita. Sebuah mahakarya yang sunyi, namun gaungnya akan terasa lama setelah buku ini ditutup.
Profile Image for Rifna Merisha.
3 reviews
August 20, 2025
Memang benar ya apa kata orang, sedih dan bahagia itu kadang datangnya sepaket. Meskipun Eleena harus menghadapi kisah tragis karena diselingkuhi pacarnya, rencana berlibur yang seharusnya mereka nikmati bersama ternyata tetap bisa dijalani dengan orang baru yang justru akan menciptakan kenangan yang lebih indah. Yap, Eleena tetap memutuskan untuk solo trip ke Phuket yang tanpa sengaja mempertemukannya dengan laki-laki bernama Abimana Prayuga yaitu seorang fotografer asal Indonesia yang sudah menetap cukup lama di Phuket.

Namun, cerita indah tentang perjalanan Eleena dan Abimana ke tempat-tempat menarik dan kulineran di Phuket harus berhenti karena Eleena memilih 'kabur' dari Abimana atas segala bentuk trauma dari kegagalan Eleena di masa lalu. Nggak adil sih kedengarannya! Tetapi siapa sangka, semesta malah memberi kesempatan kedua untuk mereka bertemu kembali di Indonesia meskipun hubungannya belum baik-baik saja.

Jujur.. berefleksi dari sedikit kisah mereka, ternyata siapapun manusia di dunia ini tetap butuh pulih sebelum akhirnya memutuskan untuk membangun hubungan yang baru dan cara terbaiknya adalah sebuah penerimaan.

Meskipun selama mengikuti cerita Eleena dan Abimana ini rasanya mixed feelings banget, tetapi aku dapat satu rasa yang menetap sampai akhir cerita yaitu bertumbuh. Aku semakin sadar, "masa lalu mungkin yang membuat kita semua harus menjalani hidup yang sedemikian rupa ini, tetapi tanpa konflik kemarin nggak akan pernah ada perasaan dan keadaan hidup yang lebih baik lagi".

Selamat membaca dan jadilah saksi dari kisah cinta Eleena dan Abimana..
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Thessalivia Thessalivia.
Author 4 books26 followers
January 11, 2026
3.4 untuk Sunrise in Phuket.
Ceritanya cukup nyenengin n fast paced. Tipe cerita yg bisa dinikmati santai sampe beres, eh tau2 udah tamat aja.
Buat karya pertama authornya, ini menurut aku udah bagus banget 😍. Deskripsi tempatnya, alurnya, karakternya, dll. Walau beberapa deskripsi dan percakapan kaya masi agak terlalu kaku.

Yg bikin aku ga bisa buletin ke atas ratingnya adalah di ceritanya banyak banget kebetulan, jd rasanya kaya agak dipaksain. Kebetulan ini jg bikin karakternya keliatan kurang berjuang sama keinginan mereka. Semacam untung nasib bawa mereka ke situ aja gitu.
Ini list beberapa yg menurut aku terlalu kebetulan:
1. Kebetulan ketemu di Phuket. Nah pertemuan pertama fine, karena kan ceritanya gitu. Tp pertemuan kedua kayanya kok kebetulan ketemu lg di pinggir pantai yg pdhal serame itu di sana
2. kebetulan pas balik ke Indo, Abi ternyata CEO di kantor El.
3. kebetulan adiknya Abi itu temen mabar Tekennya El. Sebanyak itu orang di Jkt, kok kebetulannya separah itu 😆
4. kebetulan pas d cafe, Abi ketemu mantan El sama pacar barunya. Ini sih yg agak zonk, kookk bisaaaaa
5. kebetulan terakhir, pas El n Abi marahan, eh mereka ga sengaja ketemu krna makan di resto yg sama. Dan mantanya El jg di sana. wuaaa..

kayanya bukunya diganti nama jd Serendipity juga bisa deh saking banyakny kebetulannya. hehehe

But dont get me wrong, aku tetep suka kok sama ceritanya. Tetep berkarya thor 😊
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Oktania Wahanita.
51 reviews5 followers
September 23, 2025
Yang baru dan bikin cerita ini lebih berwarna adalah hobby gaming Elena, kita dibawa masuk kedunia game. Detail-detail saat dia bermain dijelaskan dengan rinci dan apik hingga kita mudah memahaminya. Dan dibalik dunia game ternyata ada hal-hal yang bisa kita lakukan di kehidupan seharj-hari seperti keyakinan saat bermain akan mempengaruhi performance player begitu di kehidupan kita butuh keyakinan untuk menjalankan sesuatu. Pengambilan keputusan, Fake it till make it..lakukan atau tidak sama sekali.

Alurnya lumayan cepat tapi tidak terburu-buru, romancenya slow but sure..Abi kalem banget mau nungguin Elena siap dan sembuh dari patah hatinya. Plot twistnya mengejutkan dan sempet bikin deg-degan. Tokoh-tokohnya karakternya kuat dan berkembang dengan baik. Interaksi Elena dan. Abi dengan keluarga heartwarming banget bikin ikut mewek saat bercerita bagaimana masing-masing berjuang mengatasi kesedihan dan kehilangan hingga memicu kesalahpahaman. Teman-teman satu Tim Elena membuat cerita semakin berwarna dan fresh mereka solid dan akrab serta saling support.
Profile Image for Hari.
62 reviews7 followers
January 6, 2026
actually 3,5⭐
menurutku baca ini tuh mulai seru dan lumayan saltingnya pas mereka sudah di indo, pas masih di Phuket menurutku datar banget romance gak ada saltingnya sama sekali😭🙏 tapi hal bagusnya, penulis disini mendeskripsikan Phuket nya sangat amat detail. Aku bisa kebayang disana seindah apa terlebih setelah aku search di google😻 Detail makanan khas sana pun dijelaskan dengan rinci sampai ke rasa-rasanya🔥💢
Tapi maaf untuk alurnya menurutku terlalu maksain banget sih sampe jadi terlalu banyak kebetulan-kebetulan yang jadinya malah terkesan maksa.
Karakter El nya juga apa ya, terlalu mudah memaafkan banget jir padahal scene Abi ngomong diruangannya itu menurutku keterlaluan bgt🙏😭
Tapi untuk character development nya El lumayan bagus lah yaaa, dia jadi nggak nolep nolep bgt abis dari phuket.
(btw maaf kalau review nya terkesan ngatur alur cerita, aku cuma lagi menuangkan apa yang aku rasakan selama baca buku ini🙏)
Displaying 1 - 30 of 37 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.