Aku sahabat dari istrimu, tempat kau biasa mendiskusikan segala hal. Aku sahabat dari istrimu, tempat di mana kau selalu meminta nasihat dalam menghadapi kegilaan istrimu. Aku sahabat dari istrimu, dan aku jatuh cinta padamu.
Jatuh cinta pada Jonas adalah apa yang tidak pernah Renatha rencanakan. Namun begitulah adanya, ia jatuh cinta pada Jonas, suami dari Nadia – sahabatnya. Mulanya itu hanya sebuah rasa tanpa perlu mendapat pengakuan. Mulanya…
"Kau… mau sampai kapan kau akan lari, hm?“ “Kenapa tidak? Kalau perlu aku lari lagi sekarang. Aku akan pergi ke tempat di mana aku tidak akan menemukan satu orang pun yang mengetahui masa laluku. Terutama kamu! Adalah sebuah kesalahan mempercayaimu malam itu!“
Lulusan studi Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Airlangga, Surabaya. Saat ini bekerja sebagai seorang pegawai lembaga publik negara dan tengah melanjutkan studi masternya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dan University of Melbourne, Australia.
Untuk berteman: twitter: @Dannesya email: annesya.devania@gmail.com FB: Devania Annesya
Saya sempat mikir untuk ga baca buku ini, karena temanya itu mencintai suami orang lain, apalagi suami sahabat sendiri. Tapi karena saya udah keburu kepincut sama tulisannya setelah baca X, akhirnya saya baca juga buku ini. Tentunya dengan ekspektasi yang amat rendah, menilik dari ketidaksukaan saya pada temanya.
Jadi buku ini berkisah ttg sepasang best friends forever (BFF) bernama Renatha & Nadia. Keduanya merasa kekurangan kasih sayang dari keluarga. Orang tua Renatha bercerai, sementara Nadia berasal dari panti asuhan. Mereka berteman sejak masih di SMA hingga akhirnya mereka bekerja di perusahaan penerbangan sebagai pramugari. Mereka digambarkan sebagai wanita2 dengan gaya hidup bebas & hedon, lengkap dengan one-night-stands & shopping barang2 bermereknya. Sampai akhirnya suatu hari Nadia bertemu Jonas, penulis fave-nya. Mereka saling jatuh cinta & akhirnya menikah. Kehidupan pernikahan mereka ternyata tak seindah yang dibayangkan Nadia karena ia masih mendambakan kehidupannya yang bebas. Hari2 mereka mulai diwarnai dengan pertengkaran2 yang dipicu oleh keacuhan Nadia terhadap anaknya yang bernama Raisa. Renatha pun pelan2 mulai mencintai Jonas & Raisa. Ia hadir sebagai teman curhat yang baik bagi Jonas & pengganti sosok Ibu bagi Raisa. Puncaknya ketika Jonas & Nadia bertengkar hebat yang berakhir dengan perceraian. Jonas yang mengetahui Renatha mencintainya akhirnya memintanya untuk menjadi istrinya. Akankah Renatha merebut suami sahabatnya sendiri?
Mungkin balik lagi ke topicnya yang saya rasa kurang cocok buat saya, saya ngerasa buku ini biasa saja. Ga ada yang special, tapi juga ga parah2 amat, buktinya saya masih bisa menyelesaikan bukunya. Saya ngerasa bingung dimana letak klimaksnya, momen ketika Nadia & Jonas ceraikah? Atau waktu Renatha kembali? Bagian tentang Davi juga cuma dibahas sekilas2, kesannya tokohnya hanya dibuat untuk melengkapi buku ini dengan sebuah happy ending. Jujur, ga ada karakter yang saya suka di dalam buku ini. Saya ngerasa ga ada character development pada Renatha.
"Kau… mau sampai kapan kau akan lari, hm?“ “Kenapa tidak? Kalau perlu aku lari lagi sekarang. Aku akan pergi ke tempat di mana aku tidak akan menemukan satu orang pun yang mengetahui masa laluku. Terutama kamu! Adalah sebuah kesalahan mempercayaimu malam itu!“
Jatuh cinta tak pernah salah, tapi kepada siapa cinta itu harus jatuh yang menjadi pokok permasalahan.
Ini tentang kisah Renatha yang jatuh cinta kepada pria yang salah. Jatuh cinta pada suami orang. Tepatnya jatuh cinta kepada Jonas, suami sahabat terbaiknya, Nadia.
Aku sahabat dari istrimu, tempat kau biasa mendiskusikan segala hal. Aku sahabat dari istrimu, tempat di mana kau selalu meminta nasihat dalam menghadapi kegilaan istrimu. Aku sahabat dari istrimu, dan aku jatuh cinta padamu.
Selama ini Renatha dan Nadia begitu sangat dekat. Sahabat merangkap keluarga. Persahabatan mereka begitu erat dimulai dari bangku SMA hingga mereka dewasa. Hingga hari itu datang, Nadia bertemu dengan Jonas, penulis yang memikat hatinya dan membuatnya jatuh cinta. Pria yang membuatnya untuk pertama kali memutuskan untuk melabuhkan hatinya dalam suatu ikatan pernikahan.
Padahal selama ini baik Renatha maupun Nadia sangat terkenal dengan kehidupan bebasnya, terutama dengan kehidupan "one night stand" dan kemampuan mereka memikat banyak pria tampan diluar sana.
Walau Nadia telah menikah, persahabatan mereka tetap terjalin. Renatha sudah menjadi bagian dari keluarga kecil Nadia. Apalagi kemudian hadir Raisa, buah cinta Nadia dan Jonas.
Semua terasa baik-baik saja, hingga Renatha menyadari perasaannya terhadap Jonas. Apalagi saat itu pernikahan Nadia dan Jonas sedang dalam masalah. Nadia yang mulai merasakan kejenuhan dengan pernikahannya dan malah tidak peduli dengan Raisa, malah akhirnya pelan-pelan perannya sebagai ibu Raisa malah banyak melibatkan Renatha. Layaknya bom waktu, ketika semua menjadi tidak terkendali, apa yang terjadi?
Ah, jujur sebenarnya aku kurang begitu suka dengan tema seperti ini. Tapi penulis mampu meramu kisah ini dengan cukup menarik. Walau memang sampai ending, aku cukup terkejut dengan jalan ceritanya. Aku menyangka akan berakhir seperti ini, ternyata malah ada "twist" lain. Cuma sayangnya chemistry yang mengantar kita ke "twist" itu malah kurang begitu memikat karena tidak terlalu dieksplor lebih jauh.
buku ini nyata... ceritanya juga ada dikehidupan nyata. jujur bercerita tentang wanita wanita kuat mskipun didalamnya ada kebobrokan. salut pada tokoh renatha yg kuat ,cinta yg besar pada sahabatnya... ending yg manis dan diluar dugaan ....
Kukira bakal seperti cerita perselingkuhan pada umumnya, eh taunya....
Renata dan Nadia bersahabat. Keduanya memiliki kesamaan yang paling mencolok, yaitu sama-sama nakal dan suka dengan yang namanya kebebasan. Hingga saat Nadia memutuskan menikah dengan penulis favoritnya, Jonas dan hidup dalam dunia yang berbeda, keluar dari gemerlap hidup bebas menjadi sosok ibu rumah tangga dengan satu anak perempuan. Renata berada ditengah-tengah pasangan suami istri itu, Nadia dan Jonas. Nadia yang seakan tidak peduli pada Raisa -anaknya dan merasa bosan dengan pernikahannya lalu Jonas yang sering bercerita pada Renata. Akibatnya Renata merasa ia jatuh cinta pada Jonas dan dia juga sangat menyayangi Raisa.
Renata dan Nadia mereka digambarkan sebagai wanita bebas, sang penakluk laki-laki. Malah seringkali 'berburu' ketika sedang bekerja sebagai pramugari. Kebalikannya, Jonas adalah sosok pria yang digambarkan begitu baik, mencintai Nadia dan sangat menyayangi Raisa.
Tapi, sejujurnya dari semua tokoh karakter di cerita ini, aku paling menyukai Renata, walaupun memang dia bukan wanita dengan hati yang baik kayak para tokoh utama cewe biasanya.
Sebenarnya alurnya agak kecepetan, dan setiap kejadiannya berlangsung sangat cepat sehingga aku kurang menikmati peralihan emosi ketika tengah membaca. Padahal konflik menarik, walaupun udah gak begitu asing sama konflik perselingkuhan tapi mengingat karakter Renata kayaknya bakal menarik kalau ceritanya lebih mendetail -gak apa-apa tebel juga karena untuk 200 halaman ini terlalu singkat.
Dan endingnya, aku enggak nyangka bakal kearah sana endingnya. Dan walaupun ini terlalu singkat tapi perkembangan dari setiap karakter tokohnya ada dan penyelesaian dari setiap konflik yang terjadipun diulas sampai selesai.
Judul: Muse Penulis: Devania Annesya Editor: Anin Patrajuangga Desainer Sampul & ilustrasi: Dyndha Hanjani P. Penata isi: Yusuf Pramono Penerbit: PT Grasindo Tahun terbit: 2014 Halam: 194 hal ISBN: 978-602-251-747-4
Aku sahabat dari istrimu, tempat kau biasa mendiskusikan segala hal. Aku sahabat dari istrimu, tempat di mana kau selalu meminta nasihat dalam menghadapi kegilaan istrimu. Aku sahabat dari istrimu, dan aku jatuh cinta padamu.
Jonas Antariksa, penulis novel, suami dari Nadia dibuat pusing dengan surat cinta Renatha sahabat istrinya. Renatha yang dianggapnya sahabat jatuh cinta padanya. Ini gila.
Renatha seorang pramugari cantik yang memiliki darah Jerman hanya punya Nadia, sahabat yang dianggap sebagai keluarga. Ketika Nadia akhirnya menikah dengan Jonas, Renatha berusaha menerima segalanya. Toh Jonas sendiri tidak melarang Nadia hangout dengan Renatha. Sampai akhirnya Raisa lahir dan semua berubah.
Raisa dekat dengan Renatha, mereka sering berdongeng bersama. Awalnya Jonas senang karena mereka dekat, tapi lama-lama, Jonas dihinggapi rasa kecewa. Kenapa bukan Nadia yang dekat dengan Raisa, anaknya sendiri?
Nadia dulu pernah tinggal di panti asuhan lalu dia diadopsi. Nadia mungkin kebingungan, bagaimana mungkin dia menyayangi seorang anak kalau sejak kecil dia tidak pernah mendapatkannya?
Ketika masalah berlarut dan memuncak, semua menjadi kacau. Jonas mendatangi Renatha, menggantungkan harga dirinya. Harusnya Renatha senang, tapi yang terjadi malah sebaliknya.
Manusia 'kan memang seperti itu. Mereka suka menghakimi. Mungkin karena mereka merasa hidup mereka lebih baik jadi punya hak untuk menghakimi (Hal 77).
Membaca kisah ini seperti mengorek luka yang dialami seseorang di masa kanak-kanak. Orangtua yang dianggap bisa melindungi ternyata mereka berhenti saling mencintai. Jangan biarkan dia lahir dengan menanggung penderitaan atas kesalahan orang tuanya. Sebab itu akan sakit sekali. Sebab aku sebenarnya memilih untuk tidak dilahirkan ketimbang menerima nasib buruk (Hal 79).
Di dunia ini ada masalah yang tak bisa terpecahkan, masalah yang merupakan bagian dari takdir... (hal 93)
Kadang kita mencintai seseorang tanpa harus dia berubah. Karena hidup memang masalah, mungkin hannya butuh waktu yang tepat untuk menjadi lebih baik, memantaskan diri untuk masing-masing.
Ketika kita menikah, banyak hal yang harus kita damaikan termasuk masalalu. Mungkin masalalu dengan orang tua bukanlah hal yang indah. Anak tidak bisa memilih orangtua, tapi kita bisa memilih menjadi orangtua seperti apa kita.
Persudaraan tanpa iktan darah kadang bisa menjadi sedemikian kokok. Takdir. Jodoh. Apa pun itu namanya. Tak seorang manusia pun bisa menjelaskannya (Hal 168).
Saya percaya di dunia ini ada persahabatan yang indah. Renatha dan Nadia membuktikannya. Ketika kamu mencintai seseorang dan melakukan apa pun demi mereka. Itu bukanlah beban. Itu semacam bukti cinta tanpa harus banyak bicara.
Awalnya sempat mikir sih, ini cerita bakalan seperti apa dan gimana End nya. Apakah Renatha bakalan sama Jonas atau gak sama sekali. Dari segi Renatha aku melihat dia yang ingin dicintai seperti Jonas mencintai Nadia sahabatnya karna merasa ia lebih baik dari segala hal daripada Nadia. Tapi, setelah mereka (Jonas-Nadia) bercerai, rasa cinta itu gak ada lagi. Aku mikir sih, Renatha bukannya ingin merebut Jonas dari Nadia melainkan dia ingin merasakan cinta yang diberikan Jonas ke Nadia. Bagaimana Jonas sabar dan menjaga kesetiaan cintanya pada Nadia. Dan tentang perasaan Renatha pada Jonas itu hanyalah sebuah keinginan semata karna Renatha juga ingin merasakan itu semua karna latar belakang dia yang tidak mendapatkan kasih sayang dan cinta itu dalam kehidupannya.
Aku sempat setuju sih, Renatha akhirnya sama Jonas tapi tetap aja, Jonas itu cinta matinya sama Nadia dan Nothing happens with them. Dan tentang Davi, seseorang yang mengetahui masa lalu Renatha, berhasil dibuat jatuh cinta pada sosok Renatha yang bersembunyi dalam topeng ketegaran. Suka endingnya.
Ceritanya ini banyak terjadi di kalangan masyarakat. Untuk klimaks ceritanya sendiri aku gak mendapat dimana puncaknya. Karna memang gak terasa, seolah semua permasalahan itu dipaksa untuk selesai dengan alur yang cepat. Aku suka namun masih kurang rasa yang membuat nyes atau bahagia. Masih sedikit datar saja ceritanya. Persahabatan Nadia Renatha juga gak bisa dianggap remeh karna meskipun awalnya Renatha menyalahkan dirinya sendiri karna peremasalahan itu, tetap, Nadia adalah keluarganya dan apa yang terjadi didalam permasalahan sepasang suami istri itu bukanlah kesalahan Renatha hanya waktu yang salah menempatkannya dalam situasi disaat bom waktu itu meledak.
*maaf kalau reviewnya acak2 kek gini hahaha*
Love Pikachueen
This entire review has been hidden because of spoilers.
Read More: https://starlibrary.wordpress.com/201... Tokoh favoritku dalam cerita ini adalah Jonas. Jonas adalah tipe suami yang tidak ‘mengekang’ kebebasan istrinya. Selalu mengalah untuk menyelamatkan rumah tangganya. Suami yang tidak mudah tergoda dengan wanita lain. Dan yang paling penting, suami yang memprioritaskan kenyamanan anaknya.
Konflik pada cerita ini tergolong sensitif. Seorang wanita yang menyukai suami dari sahabatnya sendiri. Untungnya, konflik yang diangkat tidak klise. Jangan bertanya lagi konflik seperti apa yang klise. Semua pembaca tahu itu.
Sejak lama, buku ini sudah ‘menempati’ wishlist aku. Aku selalu penasaran dengan karya ini. Terutama karena pengarangnya adalah pengarang yang sama dengan pengarang X: Kenangan yang Berpulang serta Blurb buku yang sangat menjanjikan.
Ekspetasi awalku akan seberapa besar aku akan menyukai buku ini ternyata tidak begitu berbeda dengan akhirnya. Aku menyukai buku ini. Aku menyukai cover dari buku ini. Sangat suka. Aku juga menyukai klimaks dari konflik dalam buku ini. Terutama karena konflik yang diangkat pun juga sedikit sensitif.
Suka sedih sih kalau cuma ngasih bintang dibawah 3. Tapi ini kan masalah selera ya. 😐😃 *ditakol*
Pertama, saya nemu buku ini di iJak. Covernya eye-catching. Langsung saya pinjam. Kedua, suka banget sama animasi covernya saat saya pertama kali buka halaman pertama. Ketiga, baca sinopsisnya sih tentang third-party gitu. Okelah, boleh coba baca. Keempat, ternyata saya sebel sama ceritanya. Sebel sama Nadia sebetulnya. Sebel banget. If you won't take a responsibility of having a baby, do not ever think to marry a man (that you think he is hot) and not playing safe. Do you have a brain, woman? 😳 Kelima, it is layf. I can not judge. Sorry. Blame my thumbs. 👉👍👈✌ Keenam, untung buku ini cuma baca dari iJak. Ketujuh, ini ngga berhubungan sih. Tapi....saya masih berharap "Muse" nya kak Ika di Cerita Cinta Indonesia itu dilanjutin lho. 🙊😂 #Muse #DevaniaAnnesya #ShinsReading2017
Dari awal hingga pertengahan cerita, aku masih mencari-cari mau dibawa kemana aku oleh Penulis. Melihat peliknya hidup Ren yang mencintai suami sahabatnya? masa lalu akan sebuah keluarga yang berantakan? atau kisah hidup Renatha yang jarang ada manis2nya. Karena aku ngerasa konflik cerita itu masih berputar di tempat yang sama, tanpa ada penyelesaian, maupun tanpa ada konflik baru yang muncul. Hingga menjelang akhir cerita terungkap sudah apa yang sebenarnya Renatha inginkan. Tentang cinta yang tidak meminta untuk dibalas, karena begitu dibalas, cinta itu malah bisa menghilang. Renatha mencinta Jonas, Jonas yang mencintai Nadia. Just simple like that.
Membaca novel ini seakan merasakan apa yang membuat Renatha suka minum kopi pahit :)). Endingnya manis. Coba bagian Davi dan Renatha diperbanyak. Hihi..:))
saya sudah membaca buku ini dalam sehari. Seperti biasa, saya suka karena ceritanya sangat padat. bagian yang selalu saya hindari untuk dibaca adalah tema "keluarga broken", tapi cerita disini di kemas dalam sudut pandang yang benar-benar baru. Seluruh tokoh bisa bersikap rasional dalam logika. Namun yang paling saya suka dari buku penulis adalah, di bagian akhir cerita selalu menggelitik saya, antara geram supaya dia membuat sekuel baru tentang cerita selanjutnya (yang saya tahu dan paham sangat mustahil). hahahaha tapi itu adalah keinginan pembaca, so tidak salah donk (wishful thinking). anyway saya paling suka buku ini dan X kenangan berpulang, dan Elipsis. Terus menulis ya Mbak Devania Annesya *kyapu
Buku pertama yang kubaca di 2015. Pertama baca sinopsisnya, langsung bikin penasaran, sibuk menerka-nerka kira2 ceritanya bakal berakhir kayak gimana. Ending-nya cukup di luar ekspektasi awal dan sinopsisnya jujur aja sempat mengecoh karena ternyata nggak melulu tentang tokoh wanita dengan suami sahabatnya itu. Kisah antara Renatha, Jonas, Nadia, dan Davi. Ceritanya cukup ringan meski awalnya kukira nggak bakal seringan ini mengingat tema yang dipilih penulis. Tapi ya, lagi-lagi aku salah, ceritanya nggak seberat yang aku kira. Setelah tau perkiraanku kemungkinan besar salah terkait akhir cerita, aku mulai menebak-nebak lagi dan voila, ternyata kali ini tebakanku benar dan aku cukup puas dengan ending-nya. Novel ini bagus, cocok untuk menemani waktu santai... ^^
Buku ini diawali dengan sepucuk surat Renatha yang keren. bahasanya bikin miris. Novel yang bercerita mengenai tokoh perempuan yang nakal. tidak suka komitmen, dan selalu berpetualang berburu pria tampan dan kaya. Ternyata harus diperhadapkan dengan konflik cinta segitiga. Renatha yang terkenal cantik-semua pria yang menatapnya pasti jatuh cinta- ternyata mencintai sosok suaminya Nadia. Rada kesel saat ngebaca tingkah Nadia setelah nikah sama Jonas. Aku kesel sama ending yang ternyata tidak sesuai dengan tebakan ku. hahahahaha.. aku suka kata-kata ini: "dan kadang menjadi kejam adalah jalan keluar yang terbaik" aku suka sama gaya bahasa Devania dalam novel ini. ringan. hingga aku tidak terasa sudah menyelesaikan cerita ini sampai akhirnya.
Speechless... Mungkin terlalu berlebihan, tapi woy ini beneran bikin gue menganga Ga plot twist plot twist amat sih, tapi cukup bikin gue surrender ga mau nebak lagi jalan ceritanya dan baca aja terus until you know it Cuma agak ga logis pas bagian hanya butuh waktu seminggu buat bikin Jonas dan Nadia akhirnya memutuskan untuk nikah, is that possible? Ga nyampe aja ke nalar gue, terlalu cepet aja sih, kenapa ga lebih lama lagi, sebulan misalnya? Dan pesan ttg njelimetnya pernikahan dapet banget sih, status sudah menikah tuh ya serumit itu
Pada awalnya, aku sangat ingin Renatha bisa bersama dengan Jonas, apalgi mengetahui bahwa Nadia sama sekali tidak peduli akan suami dan anaknya. Tetapi semakin membalik setiap halamannya, aku semakin sadar bahwa Jonas bukanlah yang terbaik untuk Renatha. Dan pada akhirnya, aku sangat menyukai bagaimana cerita ini berakhir, tapi tentunya akan lebih baik lagi bila porsi Davi sedikit ditambah.
Novel ini sukses bikin perasaan kacau balau seperti sang tokoh utama, Renatha.
Trauma masa lalu dan jatuh cinta pada suami sahabat, dilema antara merebut atau bertahan jadi penonton untuk kisah rumah tangga sahabatnya yg ruwet. Hidup Rhenata pasti riweh banget ya😂 Tema begini, harusnya bisa bikin hati koyak berdarah2. sayangnya... diceritakan dengan kurang baik. Jadi nggak meninggalkan kesan apapun setelah membacanya. Tapi aku kasi 2 bintang untuk endingnya. 😊
Entahlah. apa menurutku saja atau semua perasaan tokoh di dalam cerita ini membuatku bingung... tbh, novel ini berhasil menipuku di bagian epilog. good job!