What do you think?
Rate this book


128 pages, Paperback
Published June 18, 2025
Ibu mengungkit semua usahanya demi memberiku hidup yang mulia. Menderet semua pengorbanannya, semua yang dia lakukan demi mempertahankan bahtera rumah tangga. Ibu terisak di seberang telepon. Aku tahu jiwanya terguncang, tetapi bagaimana denganku? Bagaimana dengan amarah yang kini telah sampai di pangkal leherku? Aku terus berkata... tidak, ini bukan salah ibu. Tetapi siapa? Siapa yang bertanggung jawab atas keluarga kami yang tidak bahagia?
(Seakan Bisa Dipisahkan, Halaman 63)
Aku tahu ibu menyayangiku, tetapi kehadirannya dapat segera berubah menjadi monster bengis yang sanggup mencacah-cacah diriku hingga menjadi seratus keping. Terkadang aku berpikir bagaimana seandainya kami hanya menjalani hidup ini berdua saja?
(Seakan Bisa Dipisahkan, Halaman 102)
Mungkin benar kata orang, melayatlah ke pemakaman orang miskin dan kamu akan berduka dua kali: pertama atas kematiannya dan yang kedua atas kepapaannya.
(Seakan Bisa Dipisahkan, Halaman 74)
Aku kira, sampai tua, sampai mati, sampai kapanpun, anak-anak akan selalu mengenang ayah dan ibunya. Mereka mengingat sepatu hak tinggi ibunya yang kebesaran di telapak kakinya, daster ibunya yang halus dan beraroma bawang, juga rambut ayahnya yang berminyak, mereka mengingat betapa halus dan bersih sapu tangan milik ayahnya yang selalu dikantongi. Anak-anak yang baik dan yang nakal, mereka mengabadikan setiap jengkal kenangan tentang ayah dan ibunya, mematrinya dalam ingatan, betapapun ingatan itu tumpah tindih dengan kesedihan yang membangunkan keinginan untuk pergi jauh meninggalkan rumah mereka.
(Seakan Bisa Dipisahkan, Halaman 2)
“pandai membuat kue seperti ibunya! (h.99)”...Reaksi dramatis Sofia menjadi tidak masuk akal bagi saya, karena saya hanya diberitahu bahwa ada “lubang hitam” tapi tidak tidak sempat benar-benar masuk ke dalam “lubang hitam” itu. Ilham yang didapatkan Sofia pada akhir cerita (yang seharusnya adalah resolusi) pun menjadi tidak mengena, karena dari awal tak jelas apa masalahnya. Saya perlu dua kali membaca buku ini (from cover-to-cover) untuk memastikan apakah saya yang tidak paham atau memang tidak begitu jelas itu diceritakan. Tidak buruk, tapi tidak juga mengesankan.