Jump to ratings and reviews
Rate this book

Bonus Track

Rate this book
Aku sendiri pun terkejut. Aku tidak pernah berpikir akan menjadi hantu dan bergentayangan.

Kusano Tetsuya bekerja di sebuah restoran hamburger besar di kotanya. Suatu malam, saat ia pulang kerja sambil mengendarai mobilnya, ia menjadi saksi tabrak lari. Sebuah mobil sport hitam melaju dengan kencang, meninggalkan seorang pemuda bertubuh kecil tergeletak di jalanan di tengah hujan.
Kusano mencoba untuk menolong pemuda itu, bahkan sampai memberikan napas buatan. Namun semua sudah terlambat. Semalam suntuk ia harus memberikan pernyataan di kantor polisi.
Gara-gara itu, Kusano demam tinggi dan bahkan berhalusinasi. Pemuda korban tabrak lari itu muncul di kamarnya, tidur-tiduran di atas sofanya, dan bahkan berbuat usil!
Tapi, apa itu benar-benar hanya halusinasi? Halusinasi itu sendiri sih mengaku kalau ia adalah hantu….

Kadang bonus track itu sendiri malah lebih baik dibandingkan dengan keseluruhan album.

380 pages, Paperback

First published November 1, 2014

5 people are currently reading
96 people want to read

About the author

Osamu Koshigaya

11 books10 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
29 (14%)
4 stars
74 (36%)
3 stars
82 (40%)
2 stars
16 (7%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 69 reviews
Profile Image for Ari.
1,040 reviews116 followers
January 14, 2015
[Diikutkan dalam lomba review Haru]

Surprisingly good!
(Gak surprise juga sih, secara buku ini telah memenangkan Penghargaan Khusus dalam ajang Japan Fantasy Novel Award tahun 2004)
Tapi jujur saja, saya gak berharap banyak ketika memutuskan untuk membeli dan membaca buku ini (selain harapan dapat bonus bromance hahahaha...). Karena selain kurang familiar dengan penerbit ini, saya juga kurang familiar dengan novel-novel Japan (yah..kalo baca komik dan novel yaoi sih sering...*ngumpet di kolong meja)

Well, turns out this book exceeding my expectation!

Selain saya dapat bonus bromance, ceritanya juga menyenangkan dan sangat menghibur. It was cute, funny and heartwarming.

Ceritanya tentang Kusano Tetsuya, pria 26 tahun pekerja di sebuah kedai hamburger, yang ketiban sial ketempelan arwah Yokoi Ryota setelah sebelumnya dia menemukan Ryota yang jadi korban tabrak lari.

Cerita tema ini sudah sering ada kan?
Dan bisa ditebak kenapa arwah Ryota gentayangan; menyelesaikan urusan di bumi ini yaitu mencari si pelaku tabrak lari. Bisa ditebak pula Kusano kemudian terseret-seret dengan urusan arwah Ryota ini.

Tapi buku ini tidak kemudian menjadi buku detektif hantu, sebaliknya memberikan perspektif baru pada tiap karakternya bagaimana mereka menjalani kehidupannya selama ini.

Kusano adalah tipe orang yang tenggelam dan menenggelamkan diri pada pekerjaan. Hari kerja, bekerja hingga larut malam, hari libur digunakan untuk makan tidur makan tidur. It takes a noisy ghost to made him realize that life is bigger than that.

Ryota, mahasiswa umur 19 tahun yang selama ini berpikir hidupnya penuh kesialan dan hanya mampu menjadi medioker, dan dia harus mati dulu untuk menyadari bahwa banyak orang yang ternyata peduli dan kehilangan akan kematian dirinya.

Minami Hiroto, wajah dan badannya lebih cocok jadi pemain bertahan di sepakbola Amerika daripada menjadi pegawai paruh waktu di restoran hamburger. Selama ini dia berpikir bahwa dia selalu lari dari tanggung jawab nya. Maybe he's the epitome of "badan rambo hati rinto" :))

Saya menikmati gaya bahasa cerita ini yang lincah mengalir.
Mungkin yang mengganggu adalah perpindahan POV. Ketika POV Kusano, menggunakan kata ganti orang ketiga, sementara ketika POV Ryota, memakai kata ganti orang pertama. Tapi kemudian hal ini jadi mixed up ketika Kusano dan Ryota ada di satu frame.
Kemudian ada juga narasi untuk satu event tapi beda POV yang membuat buku ini terasa bertele-tele.

Satu hal lagi point plus dari edisi terjemahan Indonesia ini adalah footnotes yang sangat membantu. Footnotes tidak terbatas pada kosa-kata Jepang tapi juga pada istilah-istilah gulat!

***

"Terus, kalau disimpulkan, bagaimana kehidupanmu? Bagus?"

"Kehidupanku? Apa yah... kalau diringkas mungkin menjadi 'Album debut sebuah punk band'."

"Apa maksudnya?"

"Selesai dengan cepat."

"Begitu yah.."

"Tapi, di dalam album yang cepat selesai itu ada sebuah bonus track."

"Bonus track itu sekarang?"

"Iya. Kadang bonus track itu sendiri malah lebih baik dibandingkan keseluruhan album."

***

Jadi, bagaimana kehidupanmu? Bagus?
Dan sayangnya tidak semua orang mendapatkan bonus track...
So make your main track good!




Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,440 reviews73 followers
December 18, 2018
Awalnya novel ini terasa panjang gara-gara openingnya yang lumayan membosankan. Adegan Kusano nyetir mobil di jalan aja makan halaman sampai belasan karena disisipi refleksi kehidupannya sebagai manajer sebuah cabang resto hamburger yang terdengar begitu suram dan datar. Kok realis banget gitu. Apa ya deskripsi kehidupan yang membosankan memang harus dengan cara yang membosankan, ya?

Begitu novel berganti sudut pandang ke Ryota, pace novel baru terasa lebih cepat. Padahal dia ya sama ngeluhnya dengan Kusano meskipun untuk alasan yang berbeda. Ryouta tak puas dengan kehidupannya sebagai seorang mahasiswa universitas level kedua dari kampung halaman yang kecil. Suatu malam ketika ia bosan dan keluar dari apartemennya, berniat menyewa video (video porno kayaknya! Hwkwwk), sebuah mobil sport hitam menabraknya dan langsung kabur setelahnya! Hanya ada Kusano sebagai saksi. Di tengah hujan deras ia pun mencoba melakukan tindakan pertolongan pertama pada Ryota. Tapi Ryota sudah meninggal dan menjadi hantu.

Ryota lalu memutuskan untuk mengikuti Kusano karena nggak tahu apa lagi yang harus dia lakukan. Tak disangka Kusano ternyata bisa melihatnya dan sejak itulah kisah hubungan mereka mulai bergulir.

Sebagai hantu Ryota sangat ceria dan cerewet. Meskipun dia sedih karena sudah ditabrak lari, tapi dia tampaknya lebih menikmati kehidupannya sebagai hantu. Itulah mengapa judul novel ini adalah BONUS TRACK. Kehidupan Ryota sebagai hantu itulah yang diasosiasikan dengan Bonus Track sebuah album band punk, cepat selesai, tapi kadang bonus track-nya justru bagian yang paling menarik.

Komedi-komedi ringan pun berlangsung secara alami tanpa dipaksakan. Misalnya bagaimana Kusano berkeras mengingkari dirinya sendiri yang bisa melihat roh Ryota dengan mengatakan bahwa ia hanya berhalusinasi. Cerita jadi semakin ramai ketika mereka berdua lalu menyadari bahwa Minami Hiroto, salah seorang pegawai paruh waktu berbadan besar dan bertampang seram, ternyata juga bisa melihat Ryota plus hantu-hantu lainnya. Tadinya dia menolak membantu Ryota untuk ikut berusaha menemukan siapa pelaku tabrak lari yang menyebabkan kematian Ryota. Tapi dia langsung berubah pikiran karena Ryota dengan licik mendekati adiknya, Minami Aiko alias Sho chan. Hwakakakak. Kakak seram yang perhatian pada adiknya, nih.

Bagian paling favorit dari novel ini adalah ketika Ryota memutuskan mencoba pulang kampung dan terkejut karena ternyata banyak sekali orang yang ikut bersedih dan mengunjungi acara pemakamannya. Padahal, selama ini ia tidak menyukai kehidupannya sebagai manusia. Bagian ini nyaris bikin aku menangis.

Sedangkan di pihak Kusano, meskipun tak terlalu diperlihatkan karena sudut pandangnya adalah sudut pandang orang ketiga, Kusano lambat laun mulai berinteraksi secara aktif dengan para rekannya, dan menikmati kehidupannya bersama Ryota yang berisik dab suka mengajaknya main game pertarungan gulat.

Minami Hiroto sendiri sebenarnya tak tahan dengan kemampuannya melihat hantu. Itu karena ia terlalu ketakutan untuk membantu membebaskan arwah-arwah penasaran itu meskipun ia tahu ia harus melakukan sesuatu. Bertiga dengan Kusano dan Ryota, Minami mulai berusaha menghadapi ketakutannya dan membebaskan para hantu dari masalah yang menghalangi mereka naik ke surga. Hantu pertama yang ia bebaskan adalah hantu anak kecil yang terkurung di mobil ayahnya sendiri karena di sanalah ia mati: mati lemas terkunci di mobil saat musim panas ketika ayahnya keasyikan main pachinko.

"Aku kadang berpikir manusia itu lebih mengerikan daripada hantu." (Minami Hiroto, hal 321)"

***

Ryota uniknya digambarkan sangat manusiawi meski sudah jadi hantu. Dia bahkan bisa makan, minum, dan menyentuh barang-barang. Tapi lucunya yang ia sentuh itu semacam "roh" dari barang-barang itu. Jadi waktu dia membuka pintu, pintu yang asli tidak terbuka, melainkan ada semacam pintu tembus pandang yang kenopnya ia genggam. Waktu memegang stick video game pun yang bergerak adalah "roh" dari stick itu. Begitu juga ketika dia makan dan minum. Hwahahhah.

Yang menarik dari kisah ini adalah, sarat dengan berbagai adegan kehidupan sehari-hari yang seolah tak berarti tapi ternyata berfungsi penting untuk menguatkan ikatan chemistry antara Ryota, Kusano, dan Minami.

Adegan saat Ryota dan Kusano main game agak membingungkan, karena aku sampai mengira gerakan para karakter yang dimainkan Ryota dan Kusano di layar kemudian mereka peragakan di dunia nyata. Padahal nggak gitu. Adegan mereka main game juga menambah pengetahuan soal ragam jurus gulat wkwkw. Dan hal yang tampaknya sangat minor ini ternyata sangat berpengaruh pada bagaimana novel ini berakhir, loh!

Sayangnya sih, keluarga Kusano dan bagaimana Kusano berhubungan dengan mereka tidak disorot di sini. Orang ini benar-benar diceritakan fokus pada pekerjaannya saja sampai dia lupa menikmati hidup. Benar-benar khas orang Jepang. Hal mengerikan yang ia kira adalah sebuah kesialan: menjadi saksi tabrak lari, ternyata menjadikannya belajar lebih banyak soal arti menikmati hidup.

Novel sederhana yang menyenangkan.
Profile Image for Thifa Lathifah.
163 reviews
January 7, 2015
Seru banget. Hahaha... Sempet kecewa gara-gara tokoh utama nya dua-dua nya cowok. Dalam hati, kok si Hantu sama yang di hantuin cowok dua-dua nya, gak seru ah. Tapi karna udah janji mau bikinin Review buat Haru, apa boleh buat, dipaksa aja baca nya. Lama-lama, eh kok seru ya, apalagi si hantu, Ryota, kocak banget. Cocok banget buat menghantui hidup nya si Kusano yang merupakan seorang pekerja keras yg kehidupan sehari-hari nya hanya berpusat antara kerja di restoran burger dari pagi sampai malam. Dan kalau sampai di rumah kerja nya cuman tidur. Pokok nya hidup nya si Kusano monotone banget. Tapi semenjak Ryota muncul. Kehidupan kusano mendadak jadi berwarna.

Kalo biasa nya cerita hantu-menghantui itu karakter utama nya cowok-cewek. Itu jelas udah mainstream banget. Nah, kalo mau yg gak mainstream, cerita yg satu ini patut dicoba Dijamin menghibur, walaupun ending nya rada singkat, tapi memuaskan lah. Dan aku sempet pengen nangis juga pas di ending nya. Love you Ryota..
Profile Image for Naomi Chen.
229 reviews14 followers
January 12, 2015
[Diikutkan dalam lomba Review Haru] - and once again, I must translated my review into Indonesian >,<

3.5 bintang~

Ceritanya cukup menghibur. Saya tertawa, tidak banyak.. tapi lumayan sering ketika membaca cerita ini, terutama di bagian PoV-nya Ryota-kun. Sulit membayangkan ada hantu sebloon dia :D

Yang saya kurang suka adalah plotnya. Rasanya terlalu sederhana dan klise. Hanya menceritakan tentang kisah sesosok hantu yang penasaran siapa pembunuhnya, dan diceritakan secara komikal.
Tapi, cerita ini benar-benar terkesan "Buatan Koshigaya-sensei" sekali. Alur sederhana, tapi juga mengandung unsur fantasi. Terkadang hal ini bisa menjadi sisi positif yang menarik, tapi di beberapa bagian terasa membosankan ketika membacanya.
Koshigaya-sensei juga selalu menjabarkan dengan gaya bahasa yang cukup detil, dan untuk saya pribadi yang kurang suka membaca detil-detil cerita, terkadang hal itu jadi mengganggu ketika membaca. Tapi memang di sisi lain, cerita yang detil itu bagus terutama untuk membangun karakterisasi cerita.

Sejujurnya, saya suka dengan chemistry yang dibangun antara Kusano-san dan Ryota-kun. Saya juga selalu tertawa ketika membaca bagian yang ada tulisan istilah "Kubi Koki-koki". LOL

Saya juga menyukai judulnya. Saya terkesan ketika membaca bagian yang menyinggung tentang istilah "Bonus Track", yang menghubungkan makna cerita dengan judul yang dipilih. Untuk mengetahui lebih lengkapnya, silahkan baca novel yang bersangkutan, ya :P

Untuk terjemahannya, saya ingin mengkritik satu hal yang menurut saya cukup mengganggu (sebagai penggemar J-lit yang suka sok tahu membantu mentranslate fansub dorama dari Inggris ke Jepang, hehe). Bagian "Terima kasih atas kerja kerasnya" seharusnya (menurut tebakan saya) adalah "Otsukaresama- deshita.", ada baiknya tidak perlu diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Saya rasa lebih baik tetap menuliskannya dalam bahasa asing dan membuat footnote sebagai keterangan istilah. Yah, mungkin ada lagi yang lain tapi saya merasa bagian itu yang paling mengganggu :)

Otsukare-sama! :)

***

3.5 stars~

The story quite entertaining. I laughed, not a lot, but quite often when read this story, especially at Ryota-kun's point of view. Just can't imagine that there's silly ghost like him :O

What I don't really like is the plot. Too simple, too cliche. Just a wanderer ghost who wanna know his 'murderer' with comical expression.
Really "Koshigaya-sensei's trademark", simple story but contains fantasy, sometimes seems interesting, but at some part, it's boring. Koshigaya-sensei also always wrote the detail, and for me who don't like to pay attention to detailed things, sometimes it's bothering. But on the other side, detailed story is good, esp. for characterization.

But I like chemistry between Kusano-san and Ryota-kun. And yeah, always laughed when see "Kubi Koki-koki"'s terms. LOL

I appreciated about the title, too. I like the part when they talked about "Bonus Track". Well, to find out why this book's title like that, just read this story!

For the translation, I wanna recommend one thing that bothered me. "Terima kasih atas kerja kerasnya", I think the original translation is "Otsukare-sama deshita" or somewhat like that. I prefer not translated that part, because looked too formal. Better use the original terms, "Otsukare-sama" and make footnote about them. Maybe there's any other terms, but I just find that one that really bothering me while reading this book:(

Otsukare-sama!
Profile Image for Anastasia Cynthia.
286 reviews
October 10, 2015
“Meskipun di dunia ini ada orang-orang keji yang melakukan tabrak lari, tapi ada juga orang yang meletakkan bunga di tempat tabrak lari itu.” –Bonus Track, hlm. 351



Berbicara sendiri di dalam mobil konon dapat mengusir kantuk, menurut Kusano Tetsuya. Sembari membelah gerimis yang menghantam kaca mobil, perjalanannya menuju apartemen studionya terasa lambat diwarnai celotehan info lalu lintas di radio.

Bekerja di sebuah restoran hamburger besar di kotanya, Kusano punya tanggung jawab yang banyak. Sebagai pegawai tetap ia tak bisa pulang terlebih dahulu layaknya para pegawai paruh waktu. Mulai dari pengatur jadwal dan memaklumi keteledoran para pelayan paruh waktu, ia adalah orang yang harus paling pagi tiba di restoran dan yang paling terlambat pulang.

Malam itu, saat ia pulang kerja sembari mengendarai mobilnya di tengah gerimis malam, tak ayal ia menjadi saksi penabrakan seorang remaja laki-laki. Kusano, yang awalnya dibuat kesal oleh pengendara mobil sport hitam yang nyaris menggores mobilnya, mau tak mau melompat dari balik jok.

Kusano Tetsuya berharap remaja itu baik-baik saja. Tapi, melihat keadaannya, ia pun mencoba memberikan napas buatan. Sayang, keadaan Yokoi Ryota, sang korban tabrak-lari, tidak dapat tertolong. Darah merembes keluar lewat tengkuk belakangnya. Dan Kusano yang ketakutan setengah mati, segera menghubungi ambulans.

Perjalanan pulang Kusano Tetsuya berubah menjadi bencana besar. Semalam suntuk ia harus memberikan keterangan di kantor polisi. Lantaran terlalu lama berada di bawah rintik hujan, Kusano pun terserang demam tinggi dan mengira dirinya tengah berhalusinasi, mendapati seorang anak laki-laki—Yokoi Ryota—berbaring di sofa apartemennya. Namun, apakah itu benar-benar halusinasi?



“Bonus Track” diawali dengan ide yang cukup klasik. Kombinasi antara dunia keseharian dengan sedikit sentuhan fantasi dan supernatural. Bukan hal yang baru bagi pembaca novel supernatural, bahkan chicklit sekalipun, kala mendapati seseorang yang tertabrak mobil lantas berubah wujud menjadi hantu gentayangan. Perbedaan yang diberikan oleh Koshigaya Osamu sesungguhnya terletak pada interaksi tokoh utama dan sang arwah gentayangan. Kalau banyak novel menceritakan tentang sebuah misi yang harus dilakukan oleh si arwah agar dapat kembali ke dunianya di atas sana, “Bonus Track” malah menceritakan segalanya seperti air yang mengalir, tidak ada penjelasan lebih lanjut, hanya menikmati dan memandang hidup lewat sudut pandang yang berbeda—lewat kacamata seorang arwah yang menjadi korban tabrak-lari.

Ceritanya bisa dibilang agak monoton, deskripsinya dibuat supermudah dengan diksi yang sama mudahnya. Tapi, dengan rasa monoton tersebut, pembaca seolah benar-benar merasakan keseharian Kusano yang dijelaskan penat, monoton, dan tidak pernah melibatkan dunia lain selain pekerjaan.



Baca selengkapnya: https://janebookienary.wordpress.com/...
Profile Image for Christopher Massikki.
48 reviews
March 18, 2015
jadiiiiiiii.....hahahahaha,cerita d buku ini seruuuuu dan mnyenangkan,walaupun cerita nya tentang hantu yg gentayangan...trust me,hantunya kocak abiiiis,sbnarnya saya berharap sesuatu yg berbau romance,tp gak ad sm sekali...ada siiih,tp saya anggap gak ad krn yg jatuh cinta ini si hantu yg ternyata cwok sm seorang pegawai cwek d mana Kusano bekerja...krn karakter karakter yg terlibat kbnyakan cwok saya berpikir pasti banyk adegan berkelahi nya...tp trnyata tidak juga,cman d bagian akhir akhirnya saja...

jadi ap yg menarik dari buku ini???wlaupun banyak yg mngangkat cerita hubungan hantu dgn kehidupan manusia,tp ad sesuatu yg berbeda...

melihat dr segi cerita d mana sharusnya ad adegan detektif-detektifan atau penyelidikan malah gak ad,yg ad itu justru yg sprti biasaaa ajjah..trjadi peristiwa tabrak lari,si pelaku blum tertangkap,si korban yg meninggal arwahnya bngkit,bertemu dgn kusano yg pada peristiwa itu di bertindak sbgai saksi,mnjadi sahabat...mnjalani hari bersama,suka dan duka,dan akhirnya tanpa d duga si pelaku tertangkap,dan si arwah pun mngucapkan selamat tinggal mninggalkan kenangan berharga pd manusia d dunia...cerita yg saya sangka bakal serius berubah mnjadi cerita yg lucu dan penuh kehangatan...which is really interesting :D

stlah tahu itu,saya gak bs brhenti baca ini buku...mood mmbaca saya jadi terpacu smpe k batas maksimum hahaha Ryota mrupakan karakter yg...hmmm...mungkin bakal jadi vitamin bagi smw org,karakter yg mnyenangkan dan penuh keceriaan...he always smile :),saya juga suka bgaimana si Ryota memfilosofikan khidupannya sbgai album debut band punk,kmudian khidupan stelah ia wafat sbagai bonus track nya...itu unik skaligus mnyentuh mnrutku...karakter Kusano mngkin mncerminkan sifat banyak org..he he he slam kata lain gak ad yg spesial,justru si Minami mnrut saya yg mnarik...badan besar,jago judo,tp doyan lagu yg pnyanyi nya punya suara cempreng :D d balik sosok tangguh nya jg ad kelemah lembutan :D

bgitu pula dgn setting ceritanya yg mngangkat kehidupan sehari hari...jd mngkin hal tersebut dpat dgn mudah bagi para pmbaca untuk terhubung dgn ceritanya...

jd kira kira bgitu lah,masalah terjemahan gak ad masalah bagi saya,mudah d cerna...he he he




♪♪♪♪♥♥♪♪♪♪
Profile Image for Athaya Irfan.
187 reviews72 followers
December 31, 2016
Kusano Tetsuya selalu pulang paling akhir dari pegawai di restoran Hamburger tempat ia bekerja. Ditengah perasaan penat, lelah menghadapi karyawan juniornya dan tuntutan pekerjaan lainnya. Saat sedang dalam perjalanan pulang, ia menjadi saksi dari korban tabrak-lari. Ditengah hujan yang mengguyurnya malam itu
Kusano mencoba memberikan napas buatan untuk bocah yang menjadi korban malam itu. Tapi nahas sang bocah sudah dinyatakan meninggal.

Setelahnya Kusano harus menjadi memberikan keterangan kepada kepolisian. Lengkap sudah habis tenaganya di hari itu. Ia menyerahkan kasusnya kepada kepolisian dan pulang.

Ryota, dia adalah bocah yang jadi korban tabrak-lari itu. Setelah kejadian yang berlangsung begitu cepat, arwahnya keluar dari tubuhnya. Ia tidak bisa pergi kemana pun dan tidak juga bisa pulang ke rumahnya. Yang ia lihat saat itu adalah Kusano yang menyelamatkannya. Ia pun mengikuti Kusano hingga ke rumah. Ryota sadar bahwa pria yang mencoba menyelamatkannya itu bisa melihat wujud arwahnya.

Kusano terbangun dengan kondisi demam akibat kehujanan. Ia beranggapan bahwa demamnya membuat ia berhalusinasi melihat arwah seorang bocah dihadapannya. Ryota meyakinkan bahwa dirinya memang arwah. Ia tidak bisa kembali atau pergi kemanapun. Hanya Kusano lah yang bisa ia ajak bicara. Lalu pertemanan mereka berlangsung seketika itu juga.

***

Satu lagi novel J-lit terbitan Haru yang mengangkat tema yang terbilang unik, hubungan manusia-arwah. Ceritanya kuakui sangat monoton. Berisi hal-hal yang terjadi setelah kematian Ryota yang berlanjut pertemanan. Osamu Koshigaya tidak memberikan konflik yang 'wah' untuk novel ini. Bisa dibilang hanya berisi keseharian kebersamaan Kusano dan Ryota di restoran dan di rumah.

Kusano diceritakan hidup ditengah lingkungan dan pekerjaan yang membosankan, monoton, hal itulah yang membuat buku ini pun terasa data seperti kehidupannya.

Ryota, walaupun statusnya sebagai arwah yang bergentayangan ia tidak menyeramkan sama sekali. Ryota menurutku membuat hidup Kusano lebih meriah. Suasana jadi tidak terlalu menyuramkan jika ada dirinya.
Profile Image for Wardah.
952 reviews172 followers
October 18, 2017
Bonus Track bercerita tetang Kusano yang suatu malam menjadi saksi tabrak lari. Anehnya, esoknya dia melihat sang korban di depannya dalam bentuk hantu.

Cerita lebih asik dari perkiraan. Memang sih bahasanyya masih suka detail dan nyambung ke hal-hal (entah penting atau nggak) lainnya, kayak novel-novel Jepang. Tapi akhirnya pas udah bisa menyesuaikan sama pace cerita, saya jadi keasikan baca.

Hubungan karakter-karakternya manis gitu. Sayang karakternya banyak jadi ya tentu di awal saya super bingung dan harus cek ulang untuk memastikan si ini siapa dan si itu siapa.

Ceritanya rada komedi tapi cukup serius (?). Kayaknya kalau saya jadi korban tabrak lari terus jadi hantu nggak bakal sesantai Ryota deh 😹

Yang jelas, buku ini lumayan seru buat teman bacaan ringan.
Profile Image for ULa.
296 reviews13 followers
January 10, 2016
Novel ini direkomendasikan oleh teman saya yang cantik ( Ari chan ), ikutan kuis dan menang. Terima kasih kepada jdoramaid dan Penerbit Haru sebagai penyelenggara kuis.

Untuk cerita novel, alurnya lambat dan ceritanya datar. Aku kurang paham klimaks cerita ini ada dibagian cerita yang mana. Ceritanyaa ringaan, bukan berarti cerita gak bagus hanya rasanya tidak ada dinamika yang berarti diceritanya jadi datar dan ringan-ringan saja.
Ini pertama kali baca novel terbitan Penerbit Haru, terjemahannya bagus dan typo tidak sampai ada 5. Footnotenya banyak (dalam artian bagus) dan benar-benar membantu pembaca mengerti dan mempelajari budaya Jepang.
Profile Image for LiLa.
317 reviews12 followers
August 12, 2019
Dulu, saya berhasil diyakinkan kalau unsur romance itu selalu ada di genre apa pun karena romance itu ibarat micin, ga ada romance yah ga asik . Tapi buku ini membuktikan kalau fantasy tanpa romance itu ga hambar. Satu-satunya bau romance di buku ini cuma perasaan suka Ryota ke Sho-chan; itu pun kaya cinta bertepuk sebelah tangan. Selebihnya, kisah petualangan Ryota sebelum "menyeberang" ke alamnya sangat menyenangkan. OK, kadang memang rasanya agak melebar karena pembahasan tentang Yuko-chan dan teman-teman jurig; eits... tapi buku ini ga menyeramkan sama sekali kok.
Buku ini bercerita tentang Kusano yang ga sengaja jadi saksi tabrak lari. Sejak malam kejadian, Ryota, hantu si korban tabrak lari, memutuskan untuk mengikuti Kusano; siapa tahu nemu petunjuk. Ketika Kusano bisa melihat sosok Ryota (yang awalnya dianggap halusinasi karena flu), petualangan KusTa pun dimulai.
Kalau kalian mengharapkan cerita pemecahan misteri macam kisah AC atau minimal Lima Sekawan, lupakan buku ini. Pencarian petunjuknya cuma sembari jalan aja kok, hahaha... lewat patroli malam; dan ketemu targetnya juga dengan kekuatan kebetulan. Yang bikin menarik itu justru interaksi Ryota dengan orang-orang di sekitar Kusano; terutama sesama karyawan di restoran cepat saji tempat Kusano bekerja. Ryota yang masuk kategori "bocah" justru malah mengajari Kusano tentang delegasi pekerjaan dan cara memperlakukan subordinate.
Kisah tentang Hiroto Minami yang dapat melihat hantu dan pengalaman-pengalamannya juga terasa hangat; terutama pas bagian hantu anak-anak di tempat main pachinko itu (rasanya saya geram sekali pas baca bagian itu).
Saya jadi menggantungkan harapan yang cukup tinggi untuk buku lain Osamu-sensei (Her Sunny Side)

Yang lebih menyenangkan adalah translasinya! Pemilihan katanya itu enak banget buat dibaca, ditambah informasi di foot note (terutama untuk gerakan-gerakan yang biasa digunakan dalam gulat; pas Kusano dan Ryota bermain game pegulat professional).
Overall: saya suka buku ini
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
June 1, 2015
Kusano Tetsuya adalah seorang pekerja keras, berumur 25 tahun, setiap harinya dia dedikasikan untuk tempatnya bekerja, sebuah restoran humberger yang sudah memiliki beberapa cabang, tak jarang dia lembur dan pulang malam, hidupnya sangat monoton. Suatu ketika dalam perjalanan pulang ada sebuah mobil sport yang cukup ugal-ugalan, awalnya Kusano tidak ingin mengalah karena jalanan sempit, hujan, tidak ada pencahayaan kecuali lampu mobil, jalan berkelok-kelok dan banyak tikungan terjal, hanya bisa dilalui oleh dua mobil itu pun dengan susah payah, bahkan ada peringatan sering terjadi kecelakaan di tempat tersebut. Namun sepertinya pengemudi mobil sport tersebut tidak peduli dan tetap mengemudi diluar batas kecepatan maksimal, memberi tanda agar Kusano segera meminggirkan mobilnya. Selang beberapa saat terdengar suara benturan yang cukup keras.

Kusano menyesal karena mengumpat agar mobil yang memaksanya meminggir tadi kecelakaan saja, nyatanya memang terjadi kecelakaan, hanya saja bukan mereka korbannya. Ada seorang manusia yang tubuhnya tergeletak di jalan. Tabrak lari. Karena gelap Kusano tidak ingat plat mobil yang menabrak pemuda tersebut, dia hanya menggingat kalau mobil sport itu mempunyai suara knalpot bising, kacanya pun buram sehingga tidak bisa melihat dalamnya, terdengar juga suara musik dance yang keras. Bingung harus melakukan apa, Kusano pun mencoba menyelamatkan nyawa pemuda tersebut, tetapi dia sudah tergeletak tak bernyawa, dia mati seketika.

Korban tersebut bernama Yokoi Ryota, berumur enam tahun lebih muda dari Kusano, seorang mahasiswa yang hidupnya biasa-biasa saja. Dia tinggal di kota yang sama dengan Kusano, sial bagi Kusano karena di tengah perjalanan pulang dari tempat kerjanya dia kebetulan menemukan mayat Ryota. Di tengah kebingungan menghadapi situasi yang sangat tidak menyenangkan, Kusano juga merasakan sesuatu yang ganjil. Bahkan ketika urusan tabrak lari tersebut diserahkan kepada polisi, Kusano merasakan ada yang mengikutinya. Awalnya dia mengira hanya halusinasi semata karena flu dan akibat suhu tubuhnya yang meningkat, tetapi setelah kondisinya membaik dia tetap bisa melihat wujud Ryota, ditambah pengakuan salah satu rekan kerjanya yang bisa melihat hantu. Arwah Ryota bergentayangan dan meminta Kusano untuk menemukan siapa pelaku tabrak lari yang menewaskan dirinya.

"Padahal kukira aku hidup sederhana seperti hewan kecil di tengah lingkungan yang rusak. Aku tidak menyangka ada begitu banyak orang yang peduli denganku selama ini. Aku jadi berpikir mungkin mereka telah kehilangan orang yang berarti bagi mereka, yaitu aku."

Mungkin banyak yang beranggapan kalau buku yang pernah memenangkan Penghargaan Khusus dalam ajang Japan Fantasy Novel Award di tahun 2004 ini alurnya sangat lambat dan monoton seperti hidup Kusano, hehehehe, tapi saya setuju kok. Bisa dimengerti kenapa penulis membuat alur yang lamban dan detail pada bab pertama, karena di sanalah puncak konflik terjadi. Penulis ingin menunjukkan detik-detik kecelakaan yang mempertemukan Kusano dengan Ryota, ingin menciptakan suasana misterius dan sedikit ketegangan yang terjadi di mana Kusano merasakan kehadiran Ryota yang berubah menjadi hantu.

Kemudian bab selanjutnya banyak menampilkan adegan yang kurang berarti, alurnya terasa berbelit-belit, kenapa tidak langsung fokus aja mencari siapa pembunuh Ryota? Sabar, hehehehe. Mungkin penulis ingin menunjukkan bagaimana kehidupan Kusano yang sesungguhnya, bahwa sebelum kehadiran Ryota hidupnya sangat menjemukan, monoton dan tidak ada letupan, dia hanya fokus pada pekerjaan dan patuh akan perintah si bos, menjadi pegawai yang teladan. Buku ini diceritakan dari dua sudut pandang, lewat Kusano dengan sudut pandang orang ketiga dan Ryota orang pertama. Memang ada kesan mengulang adegan karena Kusano dan Ryota berbicara bergantian setiap bab, melalui kacamata narator lewat Kusano kita akan melihat secara objektif, sedangkan lewat kacamata Ryota kita akan melihat kejadian secara subjektif, kita akan tahu secara langsung bagaimana kehidupan Ryota yang sebenarnya, tetapi setelah dia meninggal dia baru menyadari kalau banyak yang menyayanginya.

Memang alur yang lambat dan berbelit-belit ini akan menjadi gangguan bagi pembaca, khususnya bagi pembaca yang menyukai alur cepat seperti saya ini, mungkin beginilah gaya penulisan Koshigaya Osamu, saya juga merasakannya ketika membaca Her Sunny Side, gaya tulisannya memang penuh detail dan terkesan misterius, sehingga mau tidak mau dia membuat alur yang lambat agar kesannya bisa dirasakan oleh pembaca. Saya tidak tahu korelasi judul buku dengan isi cerita buku ini, keren sih, apalagi tagline-nya yang menyebutkan "kadang bonus track itu sendiri amlah lebih baik dibandingkan dengan keseluruhan album" salah satu bagian yang membuat saya ingin membaca buku ini. Covernya seperti biasa, minta dicomot dan terjemahannya bagus banget.

Andai saja penulis lebih banyak membuat interaksi Kusano dan Ryota, saya akan lebih menyukai buku ini, misalnya saja mereka bertemu hantu lain dan Kusano menyoba menolong hantu tersebut, seperti waktu Kusano menolong seorang gadis kecil yang terjebak di mobil, saya ingin lebih banyak lagi adegan yang seperti itu. Selain itu penyelesaian konfliknya sangat cepat sekali. Walau bukan buku dari Koshigaya Osamu yang paling keren, tetap dia adalah salah satu penulis fantasy dari Jepang yang karyanya wajib ditunggu.

Pesan yang saya dapat ketika membaca buku ini adalah orang asing yang tiba-tiba menyeruak ke dalam hidupmu belum tentu menakutkan dan mengganggu, siapa tahu malah dialah yang menciptakan warna di kehidupanmu yang sebelumnya hanya abu-abu :D

Bagi pecinta fantasy, kisah thriller atau misteri dan dorama, buku ini bisa menjadin pilihan.
Profile Image for Tifany.
678 reviews15 followers
June 13, 2020
4,75

please be aware that :
• this review was written in 2015 by my 16-year-old self



Gila! 2 kali berturut-turut aku baca novel yang ending-nya sedih! Tapi, bener-bener ngga nyangka kalau buku ini ending-nya juga sedih. Dulu, aku tertarik sama buku ini gara-gara judulnya yang menurutku bagus “Bonus Track” dan itu juga bikin aku penasaran! Berulang kali nyoba dapetin buku ini secara ‘gratis’ dari penerbitnya, tapi gagal juga. Untungnya ada orang baik yang mau barter novel sama aku! Akhirnya… bisa juga baca novel ini.

“Aku tidak menyangka ada begitu banyak orang yang peduli denganku selama ini.”


Jadi, ceritanya dimulai ketika Kusano Tetsuya hendak pulang ke rumah sehabis bekerja. Ketika melewati jalan kecil, ada sebuah mobil yang menyalipnya. Ia yang-saat-itu-sangat-lelah-dan-stres hanya bisa mengumpat kecil-kecilan. Tapi, tiba-tiba saja mobil yang menyalipnya berhenti mendadak tak jauh di depannya dan terdengar bunyi seperti ledakan. Kusano yang merasa takut, mengeluarkan kemungkinan-kemungkinan kenapa mobil itu berhenti. Ketika akhirnya mobil itu kembali berjalan, ia meneguhkan pendapatnya bahwa pengemudi mobil tadi sedang bertelepon yang-membuat-mobilnya-dihentikan.

Kusano hampir saja bernapas lega ketika melihat seorang lelaki berbadan kurus tergeletak tak berdaya di pinggir jalan, tepat di depan mobil tadi berhenti. Ia panik dan melakukan segala sesuatu untuk menolong lelaki tersebut. Ia bahkan memberikan nafas buatan. Tapi ternyata sudah terlambat. Ia hanya bisa menelpon polisi dan menunggu mereka datang. Kusano yang-saat-itu-masih-panik, berbicara sendiri dan tiba-tiba saja sebuah suara menjawabnya.

Mau tahu kelanjutannya? Baca sendiri di Bonus Track!

“Rasanya menyakitkan sekali mendengarkan sebuah harapan yang tidak akan bisa terjadi, dari mulut orang itu sendiri.”


Awalnya aku bingung banget sama judulnya yang berbeda banget dari kisah di bukunya. Tapi, akhirnya aku sadar setelah (spoiler alert! go away! shoo shoo, lol sorry) Ryota bilang kalau hidupnya bagaikan album yang memiliki bonus track dan bonus track itu sendiri adalah kehidupannya setelah dia mati.

Menurutku, buku ini alurnya agak lambat di awal karena 2 bab pertama mengisahkan hal yang sama hanya saja dengan POV yang berbeda. Tapi, lama kelamaan alur nya mulai kembali normal dan aku bisa nyaman bacanya. Lalu, ending-nya itu bener-bener bikin aku nangis! Walaupun aku tahu kalau ending-nya bakalan kayak gitu (setelah baca setengah jalan), tapi aku tetep nangis. Menurutku ending-nya hampir sama kayak ending-nya Sunshine Becomes You (spoiler alert!) salah satu tokohnya menghilang selamanya dari kehidupan tokoh utama nya dan hal itu yang bikin aku nangis! Aku paling benci kalau udah menyangkut perpisahan!

Jujur aja, aku sempat parno sendiri di rumah gara-gara baca novel ini. Gimana ngga? Mereka juga bahas ‘hantu berat’ yang bisa kugambarkan dengan jelas dikepalaku dengan gambaran yang menyeramkan. Oh no… here I go again.

“Kadang bonus track itu sendiri malah lebih baik dibandingkan keseluruhan album.”


Awalnya aku bener-bener ngga suka sama Dai-chan. Kenapa? Karena dia ini kelihatan egois and I hate that kind of attitude! Apalagi pas bagian (spoiler alert!) Dai-chan ngusir-ngusir Ryota! Di situlah puncak kekesalanku. Tapi, akhirnya Dai-chan membantu Ryota dengan kasusnya dan itu bikin aku seneng banget!

Anyway, aku bener-bener ngga mengharapkan cowok idaman disini, tapi setelah baca, aku jadi jatuh cinta sama Yokoi Ryota. Pola pemikirannya tentang hidup bener-bener sama kayak aku dan itu bikin aku sadar, saking seringnya berkata sial, aku sampai lupa bersyukur pada apa yang udah aku dapat sejauh ini. Dan yang bikin aku tambah jatuh dalam pesonanya adalah sifatnya. Dia periang, baik, mood-nya juga selalu cerah, bikin aku pengen meluk dia sampe dia sesak napas. RYOTA SINI SAMA GUE AJA (sorry about that).

“Meskipun di dunia ini ada orang-orang keji yang melakukan tabrak lari, tapi ada juga orang yang meletakkan bunga di tempat tabrak lari itu.”


Yah, yang penting buku ini bagus! Aku beri 5 bintang, sempurna! Nah, kenapa nilai sempurna padahal ngga suka ending-nya? Entahlah, aku merasa ‘tersambung’ aja sama bukunya. Bukunya bikin aku bahagia dan aku banyak mendapatkan pelajaran dari sini. Seperti kata McDonald, I’m lovin’ it! (oke, ini udah ngawur)

Aku bakal ngerekomendasiin buku ini buat kalian semua pecinta novel ber-genre apa saja. Novel ini bikin aku tersentuh! Pokoknya keren!
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
December 14, 2014
Judul: Bonus Track
Penulis: Osamu Koshigaya
Penerbit: Penerbit Haru
Halaman: 380 halaman
Terbitan: November 2014

"Terus, kalau disimpulkan, bagaimana kehidupanmu? Bagus?"

"Kehidupanku? Apa ya... kalau diringkas mungkin menjadi, 'Album debut sebuah punk band'."

"Apa maksudnya?"

"Selesai dengan cepat."

"Begitu ya," tawa Kusano berhasil lolos pada hitungan kedua.

"Tapi, di dalam album yang cepat selesai itu ada sebuah bonus track."

"Bonus track itu sekarang?"

"Iya. Kadang bonus track itu sendiri malah lebih baik dibandingkan keseluruhan album." (hal. 332)

Kusano Tetsuya, seorang pemuda yang bekerja di sebuah restoran hamburger besar. Suatu hari, dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya, dia menemukan mayat seorang pria korban tabrak lari. Kusano berusaha menolong pria itu, tapi nyawa pria itu tidak terselamatkan.

Tanpa Kusano duga, hantu pemuda itu malah muncul di apartemennya dan memperkenalkan diri sebagai Yokoi Ryota. Dimulailah hari-hari Kusano yang penuh warna dengan pekerjaannya dan usahanya membantu Ryota menemukan si pelaku tabrak lari.

Review

Melihat kover buku ini, saya sempat mengira kalau tokoh utama novel ini adalah seorang pria dan wanita. Tapi, pas baca blurb-nya, ternyata keduanya pria. Saya sampai sempat mengira kalau ada salah tulis di blurb-nya. Entah yah, potongan rambut sama model bajunya Ryota di kover membuat saya berpikir kalau dia itu cewek :)). Kusano juga agak kurang tepat penggambarannya sih. Di ceritanya dia kan terkesan agak biasa-biasa saja dan berkaca mata. Di kover malah terkesan seperti anak-anak gaul zaman sekarang yang bergaya ala Korea .-.

Ya, tapi saya tetep suka sama kovernya kok. Penuh warna dan enak dilihat.

Suka banget sama ceritanya. Inti ceritanya sih tentang 2 orang yang mengalami perubahan dalam hidupnya. Ryota, yang awalnya mengira hidupnya biasa-biasa saja, baru sadar kalau ada banyak orang yang peduli padanya setelah dia meninggal. Lalu Kusano yang awalnya tenggelam dalam kesibukan pekerjaannya, jadi belajar tentang pentingnya membagi tugas pada bawahannya (para pekerja sambilan). Dengan begitu, Kusano jadi punya waktu untuk dirinya sendiri.

Interaksi antara Ryota dan Kusano lucu banget. Mereka dua orang (secara teknis sih, seorang dan sehantu) yang baru bertemu, dan juga beda usia hampir 5 tahun, tapi bisa langsung cocok seolah sudah bersahabat lama. Tapi interaksi mereka bukan tipe yang mengarah pada bromance atau yang bisa membuat girang para pecinta MxM.

Poin tambahan buat buku ini ada di komedinya. Paling banyak sih datang dari Ryota dengan deadpan-nya. Semisal:
Entah sejak kapan aku jadi angkuh. Lihat saja, aku adalah penumpang gratis di kelas satu shinkansen ini. Sampai-sampai perasaan ingin menguasai pun muncul.

Aku melanjutkan kegembiraan ini setelah berganti naik jalur kereta lokal selanjutnya. Ketika aku turun dan berdiri di stasiun kampung halaman, entah kenapa aku merasa sudah mendapatkan kemenangan. Padahal aku belum meraih prestasi apa pun. Aku hanya ditabrak mobil. (hal. 161)

Kalau untuk kekurangan, hm... mungkin bagian depan novel ini terasa lambat. Soalnya di bagian awal ada beberapa adegan sama yang diceritakan dari dua sudut pandang, POV Kusano dan Ryota. Tapi dari pertengahan, sudut pandang keduanya sudah menyatu, sehingga satu kejadian tidak lagi diceritakan dua kali.

Buku yang sangat saya rekomendasikan untuk pecinta J-lit, atau yang mencari novel yang mengangkat tema hidup dan persahabatan dengan campuran komedi di dalamnya.

Buku ini untuk tantangan baca:
- 2014 New Authors Reading Challenge
Profile Image for Amanda Bahraini.
70 reviews11 followers
November 23, 2014
Akhirnya selesai baca novel “Bonus Track” karya Koshigaya Osamu dalam 2 hari. Udah lama banget gak baca novel terjemahan Jepang, jadi pertama-tama harus menyesuaikan dulu sama gaya bahasanya, tapi lama-lama menikmati juga, kok. Secara gue bukan penggemar novel bertema romantis menye-menye, novel ini lumayan menghibur karena membahas hal lain selain cinta yang stereotype :D.

Gue suka dengan interaksi tokoh Kusano Tetsuya dan Yokoi Ryota (si hantu – gak spoiler sama sekali ini, di sinopsis belakang buku juga ada). Gue bahkan suka tokoh-tokoh pendukungnya, Minami-san, Sho-chan dan si Kubi Koki-Koki (atau, kalau dalam bahasa terjemahan saya : Leher Kretek-Kretek, heheheehee makanya baca biar tahu). Beberapa hal yang saya suka dari novel Jepang adalah, banyak banget teladan soal disiplin dan kerja kerasnya, lalu persahabatan. Sebenernya, contoh-contoh moral itu bukan hanya ada di novel sih, tapi juga di doramanya, dan itulah mengapa saya suka dorama Jepang :D.

Nah, karena biasanya nonton dorama itulah entah mengapa lama-lama karakter Kusano Tetsuya itu kok kebayangnya kayak si Eita.

Tapi versi lebih cupu ya, jadi mungkin kalau didandanin ulang biar sesuai peran, Kusano di benak saya itu kayak gini.

Tinggal tambahin kacamata deh, jadilah Mas Kusano (salah2 bisa nyebut Mas Kusno asli Tulungagung lagi bukan dari Saitama). Oh, salah salaaahh, karena berbau Jepang, Kusano-kun dong manggilnyaaa… atau panggil “Anata”? *dilempar kumis*.

Yah pokoknya Kusno Eita itu somehow bikin tambah semangat ’45 deh bacanya =)).

Jujur, awalnya gue merasa alurnya lamban dan terlalu detail. Serius deh, hampir semua penggambaran di novel “Bonus Track” itu detail, mulai dari posisi tangan saat memegang setir sampai deskripsi rute jalan dan masih banyak lagi. Tapi setelah dibaca sampai chapter lanjut, gue sadar bahwa itu mungkin disengaja agar pembaca tahu seberapa membosankannya hidup Kusano Tetsuya (kalaupun maksudnya gak begitu dan ternyata itu emang gaya nulisnya si Koshigaya Osamu ya… pokoknya itu membantu tema, lah :P). Sadar2 gue jadi makin penasaran dan bahkan meneteskan air mata di akhir cerita.

Meskipun mungkin budaya Jepang berbeda dengan Indonesia, dan jelas ada perbedaan cara pikir, gue cukup paham kenapa novel “Bonus Track” karya Koshigaya Osamu ini memenangkan Penghargaan Khusus dalam ajang Japan Fantasy Novel Award di tahun 2004 yang lalu. Gue jadi pengen baca novelnya yang lain, yang judulnya “Her Sunny Side”.



*Review lengkapnya bisa dibaca di blog Racauan Manda
Profile Image for Raya.
222 reviews19 followers
December 9, 2014
Kamu baru saja jadi saksi kejadian tabrak lari. Korbannya meninggal dunia begitu saja di depanmu. Kamu harus ikut repot dengan memberi keterangan kepada polisi, sementara dengan keadaan lelah sehabis pulang dari kerja di dini hari, ditambah lagi saat itu sedang hujan. Setelah itu, kamu jatuh sakit dan masih harus masuk kerja untuk keesokan harinya. Eh, tiba-tiba arwah gentayangan korban tabrak lari itu mulai menguntitmu!

Apa yang akan kamu lakukan?

Kalau saya sih, pasti langsung baca ayat kursi sebanyak-banyaknya, ya. Tapi kalau dengan Kusano Tetsuya dalam buku ini, lain ceritanya.

Kusano Tetsuya adalah (salah satu) tokoh utama dalam buku ini. Dia bekerja sebagai pegawai tetap di sebuah restoran hamburger, dan pada suatu malam dia mengalami seluruh kejadian seperti yang saya jelaskan di atas.

Mulanya, Kusano mengalami denial akan munculnya sosok arwah ini. Tapi lama-lama dia menyerah juga. Mungkin karena si arwah ini ngotot dan super periang, serta tidak bertingkah layaknya hantu (memangnya tingkah hantu seperti apa, Ra?), Kusano jadi seperti punya teman. Mereka berdua pun mulai berteman, dengan Kusano mencoba membantu si arwah untuk menemukan pengendara mobil yang sudah menabraknya hingga mati.

Sukaaaaa.

Memang daya tarik buku ini yang membuat saya membelinya adalah nama pengarangnya. Saya suka buku Koshigaya Osamu yang Her Sunny Side, meskipun pada kenyataannya saya malah lebih jatuh cinta pada film-nya, sih. Tapi membaca buku ini sungguh menyenangkan. Karakter-karakternya mempunyai ciri khas yang susah untuk tidak membekas di hati. Ada Ryota yang periang walaupun dia sadar jika dirinya sudah mati. Ada juga Kusano yang selalu ingin melakukan pekerjaan sendiri, walaupun sebenarnya dia bisa minta tolong pada orang lain. Lalu, ada Minami yang sosok luarnya saja garang, padahal dia orang yang lembut dan baik.

Karatker-karakter tersebut saling bercerita dan setiap cerita mempunyai kesan dan pelajaran tersendiri, meskipun porsi yang paling dominan adalah milik Kusano dan Ryota. Tapi saya menikmati cerita-cerita tentang Minami juga, kok. Saya tidak menyangka akan menyukai hubungan bromance (?) antara Kusano dan Ryota. Ah, sejujurnya sih, saya menyukai seluruh hubungan antar karakter yang ada di novel ini, tidak hanya Kusano-Ryota saja.

Akhir cerita yang disajikan juga manis, magical, dan menghangatkan hati. Saya senyum lega lho, waktu sampai di bagian ending. Sama seperti saat membaca bab akhir Her Sunny Side :).

Karakter oke. Terjemahan oke (ini sih karena saya tidak bisa berbahasa Jepang, jadi nrimo aja apa kata terjemahan--eh tapi serius, terjemahannya enak kok, buat dibaca!). Ceritanya oke. Kesannya dapat, pesannya juga mengena sekali. Seharusnya saya memberikan empat bintang, ya? Tapi ada satu hal yang membuat saya memangkas bintangnya. Bab-bab awal, jujur saja membosankan. Penceritaannya lelet bener, apalagi jika dituturkan melalui sudut pandang orang ketiga. Saya lebih suka saat ceritanya disampaikan secara langsung oleh Ryota. Mungkin karena suara Ryota yang ringan dan ceria itu bisa membuat saya tertawa-tawa geli di beberapa bagian. Mungkin juga karena penceritaan dari sudut pandang Ryota terasa tidak bertele-tele.

Secara keseluruhan, Bonus Track adalah bacaan ringan yang akan membuat hati hangat. Plotnya tidak menguras emosi, alih-alih, membaca buku ini membuat saya merasa bersyukur lebih banyak. Banyak sekali kalimat-kalimat yang quotable dalam buku ini. Bagi kamu yang menyukai kutipan-kutipan cantik dengan cerita yang tidak kalah menarik, buku ini pasti bisa memikatmu.

Tiga plus setengah bintang yang hangat untuk Bonus Track.
Profile Image for ℛ..
136 reviews25 followers
January 5, 2024
Sebelum lebih jauh, aku cuma mau bilang akhirnya aku bisa selesai baca buku ini setelah sekian lama. Bukan apa-apa, cuma aku merasa buku ini kayak panjang banget, aku rasanya seperti keluar masuk reading slump era berulang kali karena buatku pembukaan dari buku ini sedikit bikin bosan. Mungkin sampai ke pertengahan?

Tapi, ternyata setelah menuju ke akhi cerita, buku ini betul-betul bagus. Menurutku buku ini lebih banyak ngajarin arti kehidupan, seperti jangan menyia-nyiakan waktu, berusaha untuk lebih produktif, berusaha untuk bisa memaksimalkan management waktu dan tugas, dan yang terpenting adalah soal persahabatan.

Dari buku ini juga aku seperti diajarkan untuk belajar melihat sesuatu dari segalal sisi. Buku ini ada sedihnya (banget) , belum lagi perjalanan Ryota buat menemukan pelaku tabrak larinya terbilang panjang (walaupun lebih banyak menggambarkan kehidupan sehari-hari yang cukup heartwarming).

Buku ini bukan tentang cinta-cintaan (walapun sebenarnya ada sedikit bumbu romansa yang nggak signifikan), dan lebih menggambarkan tentang sebuah hubungan pertemanan. Aku cukup suka dan puas dengan endingnya.

3.5 ⭐
Profile Image for Pamella.
12 reviews
April 13, 2024
Tema cerita di buku ini sebenarnya cukup familiar, yaitu tentang seseorang yang gak sengaja bisa melihat hantu, lalu membantu hantu tersebut menyelesaikan urusannya di dunia. Sudut pandangnya dari orang ketiga, yaitu si penulis, serta sudut pandang si hantu bernama Ryota. Awalnya aku bingung kenapa Osamu-sensei harus membuat cerita ini dari dua sudut pandang. Tapi, menjelang paruh akhir barulah terjawab...

Konflik utama ceritanya memang mencari pelaku yang menabrak Ryota. Tapi, isi cerita kebanyakan tentang keseharian Kusano bersama si hantu Ryota. Bagaimana keberadaan Ryota perlahan-lahan mengubah cara hidup serta karakter Kusano ke arah yang lebih positif. Ada juga tokoh-tokoh sisipan, seperti Minami, rekan kerja Kusano yang ternyata bisa melihat Ryota. Lalu Sho-chan yang merupakan adik Minami. Serta Asuka si Kubi koki-koki, yang merupakan teman sekolah Sho-chan. Semuanya mendapat bagian sesuai porsi. Untuk penyelesaian konflik utama, bisa dibilang cukup sat-set, hanya dalam satu adegan saja.

Anyway, buku ini pas kalau ingin bacaan yang benar-benar ringan dengan sisipan humor. Pesan moralnya pun cukup mengena, yaitu bagaimana menggunakan waktu untuk melakukan kegiatan yang produktif.
Profile Image for Annakumo.
20 reviews
May 25, 2020
Bagian aeal terlalu panjang dan menurutku sedikit membosankan. Tetapi ryota berhasil membangun suasana yang membuatku terus membaca buku ini. Komedi komedi sederhana namun membuat tertawa. I like this book
11 reviews
September 28, 2020
Cliche horor story, not really horror. A ghost whose change others habits.
Profile Image for FlySirius.
125 reviews5 followers
August 10, 2021
Take time to listening to your favorite music or reading your favourite book
Profile Image for Riris Inata.
50 reviews1 follower
December 18, 2021
Awal awal bab agak bosenin. Tapi pas udah mulai bab kedua. Mulai menarik dan akhirnya selesai dalam satu hari hahaha
Profile Image for Onie Putri.
67 reviews
September 26, 2025
Novelnya santai banget, membaca kisah hantu. Beberapa part sedih, tapi aslinya dia hantu pelawak jdi lucu
Profile Image for Inge.
150 reviews3 followers
November 29, 2014


Judul : Bonus Track
Penulis : Koshigaya Osamu
Penerjemah : Andry Setiawan
Penerbit : Haru
Tebal : 372 Halaman
ISBN : 978 602 2774 2369


Sinopsis :

Aku sendiri pun terkejut. Aku tidak pernah berpikir akan menjadi hantu dan bergentayangan.

Kusano Tetsuya bekerja di sebuah restoran hamburger besar di kotanya. Suatu malam, saat ia pulang kerja sambil mengendarai mobilnya, ia menjadi saksi tabrak lari. Sebuah mobil sport hitam melaju dengan kencang, meninggalkan seorang pemuda bertubuh kecil tergeletak di jalanan di tengah hujan.

Kusano mencoba untuk menolong pemuda itu, bahkan sampai memberikan napas buatan. Namun semua sudah terlambat. Semalam suntuk ia harus memberikan pernyataan di kantor polisi.

Gara-gara itu, Kusano demam tinggi dan bahkan berhalusinasi. Pemuda korban tabrak lari itu muncul di kamarnya, tidur-tiduran di atas sofanya, dan bahkan berbuat usil!

Tapi, apa itu benar-benar hanya halusinasi? Halusinasi itu sendiri sih mengaku kalau ia adalah hantu….

Kadang bonus track itu sendiri malah lebih baik dibandingkan dengan keseluruhan album.

***

Kisah tentang seorang karyawan yang hidupnya digambarkan begitu monoton. Hari-harinya hanya diisi dengan bekerja, dan kalaupun hari libur itu digunakannya untuk tidur seharian hingga masuk lagi ke waktu kerja. Karyawan itu bernama Kusano. Namun kejadian di satu malam ketuban semuanya.

Saat pulang dari bekerja, saat hujan deras, ia menemukan sesosok tubuh tergeletak setelah sebelumnya ia juga melihat mobil yang berhenti didekat tubuh itu. Mobil yang dilihatnya itu melaju dengan cepat meninggalkan tubuh yang tergeletak itu. Sebenarnya Kusano bisa saja ikut memacu kendaraannya pergi, tetapi keputusan yang diambilnya berbeda. Ia berhenti, bahkan berniat membantu tubuh yang ditinggalkan itu.

Sosok itu, tubuh yang tergeletak dibawah hujan itu adalah Ryota. Yang kemudian akhirnya tidak selamat dari kejadian itu. Namun kisah Ryota tidak berakhir sampai di situ, karena ternyata arwahnya masih bergentayangan. Arwah Ryota akhirnya memutuskan untuk mengikuti Kusano, karena ternyata hanya Kusano yang bisa mendengarnya.

Bahkan setelah beberapa waktu mengikuti Kusano, Ryota ternyata tidak hanya dapat didengar bahkan Kusano akhirnya dapat melihatnya. Awalnya Kusano merasa dirinya sedang berhalusinasi karena mengalami demam, namun ketika Ryota terus mengikutinya dan juga ada teman kerjanya yang juga dapat melihat Ryota, sedikit demi sedikit ia akhirnya mulai bisa memahami bahwa ia tidak sedang berhalusinasi namun tengah diikuti oleh hantu.

Kalau orang ini hanya halusinasinya saja,
kenapa dia bisa tahu apa yang bahkan tidak ada di dalam ingatannya?

Awal dari buku ini mengisahkan tentang kehidupan Kusano, alurnya yang cenderung lambat membuat ketika membacanya sedikit terasa membosankan. Penulis sepertinya berusaha menggambarkan begitu detail bagaimana sosok Kusano, seorang pemuda yang mungkin awalnya biasa saja, sama seperti kebanyakan pemuda, namun akhirnya ia harus menjalani hari-harinya dengan begitu membosankan.

Namun kisah ini sedikit dibuat semarak ketika penulis juga mengambil sudut pandang dari Ryota. Usia Ryota memang lebih muda daripada Kusano, sehingga mungkin pemikirannya lebih bebas. Kehidupan Ryota mungkin tidak begitu diceritakan, namun ada satu kesempatan yang menunjukkan bahwa walau mungkin hidup Ryota terkesan biasa saja, namun ternyata ia juga memiliki banyak arti untuk orang lain.

Padahal kukira aku hidup sederhana seperti hewan kecil di tengah lingkungan yang rusak.
Aku tidak menyangka ada begitu banyak orang yang peduli denganku selama ini.
Aku jadi berpikir mungkin mereka telah kehilangan orang yang berarti bagi mereka, yaitu aku.

Kehidupan Kusanopun sedikit demi sedikit berubah sejak akhirnya ia memutuskan mau "berbicara" dengan Ryota. Begitu juga salah seorang teman Kusano di tempat kerjanya, yang awalnya ditunjukkan seakan tidak suka dengan kehadiran Ryota, namun akhirnya mau juga membantu Ryota dalam misinya menemukan siapa yang telah menabraknya.

Saya suka bagaimana perubahan yang terjadi pada Kusano. Ketika ia mau membagikan pekerjaannya, walau awalnya harus didesak oleh Ryota. Bahwa berbagi pekerjaan juga merupakan cara menunjukkan bahwa kita mengakui kemampuan orang lain, sekaligus percaya bahwa orang lain mampu diberikan tanggung jawab lebih.

Selain itu, walaupun Ryota awalnya menganggap hidupnya biasa saja dan berakhir dengan cepat, namun ia mampu mensyukuri "tambahan" waktu yang diberikan untuknya.

Kadang bonus track itu sendiri malah lebih baik dibandingkan keseluruhan album.

Mungkin gaya penulisan Koshigaya cukup menarik, terlebih ia juga mampu menghadirkan ending yang memuaskan. Selain itu, kecermatan Haru dalam memilih penerjemah membuat buku ini tak sampai harus ditinggalkan. Terjemahannya halus dan tidak kaku, itu juga yang menjadi nilai plus dari buku ini.

3,5 / 5 Bintang untuk misi Ryota.
Profile Image for Siti Robiah A'dawiyah.
174 reviews23 followers
December 2, 2014
Kusano Tetsuya hanya ingin menjalani hari biasa saja seperti sebelumnya. Ia akan berangkat untuk bekerja di toko hamburger sebagai manajer. Kusano akan menyusun berbagai jadwal kerja dari setiap pegawai, mengawasi stok bahan, mengurus toko, bahkan hingga membuang sampah. Sungguh pekerjaannya memang benar-benar menguras tenaga, sehingga ia tak punya waktu untuk mengurus masalah di luar pekerjaanya. Bahkan, kesukaan Kusano akan musik juga telah lama ia tinggalkan karena kesibukan di toko hamburger.

Namun, malam itu berbeda. Hujan telah mengguyur sejak sore hari, saat ia akan keluar untuk bekerja. Dia tak menyangka dirinya akan menjadi seorang saksi peristiwa tabrak lari dari seorang pemuda yang melintas. Pemuda itu adalah Ryota yang keluar di malam hari berharap dapat bersenang-senang tapi dia malah tak akan pernah merasakan kesenangan lagi di bumi. Sebagai saksi, tentu Kusano memberikan berbagai detail yang ia saksikan kepada pihak berwajib. Sayangnya, hujan telah membuat bukti sulit ditemukan. Alhasil Kusano diinterograsi begitu lama. Esok harinya ia menderita demam akibat kehujanan dan lelah dari interograsi polisi. Dan disanalah ia mulai merasa melihat pemuda yang tertabrak itu. Ia menganggap hantu Ryota hanya halusinasi,
"Karena hanya halusinasi, kau akan menghilang kalau demamku turun. Karena itu aku tidak takut.... Walau aku takut terhadap kenyataan bahwa aku melihat halusinasi"

Hal ini sungguh membingungkan. Bahkan bagi Ryota sendiri. Mengapa dirinya masih ada di bumi?
Aku sudah mati, tapi aku masih punya kesadaran. Kupikir setelah mati itu hanya ketiadaan.

Konon katanya ketika seseorang masih tetinggal di bumi ketika ia mati, maka ada urusan si mati yang belum selesai di bumi. Benarkah? Bagaimana dengan Ryota? Dia hanya pemuda biasa yang tak banyak punya urusan? Atau ia memang memiliki hal yang belum selesai? Seperti membantu Kusano yang membantun Ryota untuk menikmati hidup?
Bonus Track sebenarnya bukan novel horor yang menakutkan meski berhubungan dengan hantu. Novel ini justru lebih menampilkan sisi humor dan inspuirasi dari cerita Ryota dan Kusano. Karakter Ryota, yang meski sudah tahu ia adalah hantu, tapi memiliki sifat yang periang dan positif. Meski ia sendiri menganggap dirinya adalah orang yang "transaparan" untuk orang lain alias orang biasa-biasa saja. Justru dari karakternya yang biasa saja membuat jalan cerita dari Bonus Track terasa dekat dan membumi dengan pembaca. Berbanding terbalik dengan Ryota, Kusano adalah karakter utama yang kehilangan rasa semangat dan menikmati hidupnya karena bekerja terus-menerus. Kedua tokoh in saling melengkapi satu sama lain.
Kisah berjalan agak lambat di awal, sehingga cukup menguji kesabaran untuk mengetahui bagaimana klimaksnya yang tak lain adalah saat menemukan tersangka penabrak Ryota. Bagian akhir jadi lebih sedikit dan klimaksnya kurang greget. Bagian kisah Ryota yang tertabrak agak berputar-putar dan banyak mengisahkan kebiasaan tokoh melalui "tell" bukan "show". Karakter Ryota dan Kusano memang melengkapi tapi chemistry dari kedua tokoh ini kurang terasa. Justru lebih terasa chemistry antara Ryota dan Minami. Tapi, kisah perajalanan menuju klimaks cukup seru dengan kisah Ryota dan Kusano yang mulai memahami dan membantu sama lain. Dari beberapa novel jepang yang saya pernah baca, Ryota adalah tokoh yang paling ceria. full review
Displaying 1 - 30 of 69 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.