What do you think?
Rate this book


380 pages, Paperback
First published November 1, 2014
“Meskipun di dunia ini ada orang-orang keji yang melakukan tabrak lari, tapi ada juga orang yang meletakkan bunga di tempat tabrak lari itu.” –Bonus Track, hlm. 351
“Aku tidak menyangka ada begitu banyak orang yang peduli denganku selama ini.”
“Rasanya menyakitkan sekali mendengarkan sebuah harapan yang tidak akan bisa terjadi, dari mulut orang itu sendiri.”
“Kadang bonus track itu sendiri malah lebih baik dibandingkan keseluruhan album.”
“Meskipun di dunia ini ada orang-orang keji yang melakukan tabrak lari, tapi ada juga orang yang meletakkan bunga di tempat tabrak lari itu.”
Entah sejak kapan aku jadi angkuh. Lihat saja, aku adalah penumpang gratis di kelas satu shinkansen ini. Sampai-sampai perasaan ingin menguasai pun muncul.
Aku melanjutkan kegembiraan ini setelah berganti naik jalur kereta lokal selanjutnya. Ketika aku turun dan berdiri di stasiun kampung halaman, entah kenapa aku merasa sudah mendapatkan kemenangan. Padahal aku belum meraih prestasi apa pun. Aku hanya ditabrak mobil. (hal. 161)
"Karena hanya halusinasi, kau akan menghilang kalau demamku turun. Karena itu aku tidak takut.... Walau aku takut terhadap kenyataan bahwa aku melihat halusinasi"
Aku sudah mati, tapi aku masih punya kesadaran. Kupikir setelah mati itu hanya ketiadaan.