Jump to ratings and reviews
Rate this book

Ketika Senja Jatuh di Nara

Rate this book
Bertahun-tahun Debora Nara mengalami kekosongan batin, sejak mengetahui dirinya anak yang dibuang ibu kandungnya, Maria. Maka suatu hari dia melakukan perjalanan jauh mencari sang ibu, hanya untuk mendapatkan penjelasan kenapa dia dibuang.

Namun, perjalanan itu bagai berziarah ke dalam mimpi kelam: menyusuri takdir suatu desa permai yang kemudian hancur di bawah kerakusan sebuah keluarga, dikangkangi tentara bersenjata, dibanjiri darah pembantaian, pemerkosaan terhadap alam, dan dihidupi dengan perbudakan.

Semua bencana itu berpusar pada dua nama yang menghantui banyak orang: Zacharias dan Maria. Debora Nara tidak pernah menyangka apa yang menanti di desa leluhurnya.

216 pages, Paperback

Published June 25, 2025

6 people are currently reading
73 people want to read

About the author

Zaky Yamani

21 books40 followers
Zaky Yamani was born in Bandung City, July 27th 1978. He worked as a journalist and editor for the Pikiran Rakyat daily from 2002 until 2016. He graduated with an MA in Journalism from Ateneo de Manila University assisted by a scholarship from the Konrad Adenauer Asian Center for Journalism (2006 - 2008). Zaky also writes fiction, in the form of novels and short-stories.

Books published include Johnny Mushroom and Other Stories (2011), Thirst in the Water Field (2012), Coffee-bitter Comedy (2013), Bandar: Family, Blood, and Inherited Sins (2014), and Running Amok (2016). All of his books were written in Indonesian language

In 2008, Zaky received the Developing Asia Journalism Award in Tokyo, Japan, for his investigative report about water in Bandung City. Then in 2009 he received the Adiwarta Award (Indonesia’s journalism award) for his investigative reports on Indonesia’s foreign debts. In 2010 he received a Mochtar Lubis Fellowship to write about water. The book was published with the title Thirst in Water Fields. Again in 2012 he received the Adiwarta Award for his in-depth article about graffiti.

His first novel, Bandar: Family, Blood and Inherited Sins, was long-listed for the 2014’s Kusala Sastra Khatulistiwa (a national award for fictional works in Indonesia). In 2015 he was invited to the Ubud Writers and Readers Festival in Bali. Zaky will publish a collection of novelletes titled Kepada Assad Aku Menitip Diri (To Assad I Entrusted Myself) in 2017.

Zaky is also working on a new novel, a historical romance with fifteenth century Indonesia and Portugal as background. For this novel, Zaky joined the residency program organized by National Book Committee. He will be conducting research in Portugal.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
19 (29%)
4 stars
34 (52%)
3 stars
11 (16%)
2 stars
1 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 15 of 15 reviews
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
August 30, 2025
Debora Nara ingin mencari ibu kandungnya, Maria. Meski disayangkan oleh ibu asuhnya, Debora tetap berkeras pergi demi ketenangan hatinya. Dia tahu bahwa dia harus pergi ke sebuah tempat bernama Nara. Di sana dia bertemu dengan banyak sosok yang membantunya menemukan masa lalunya.

Novel ini mengulas tentang keserakahan segelintir orang akan kekayaan alam di sebuah tempat bernama Nara. Mulai dari menguras damar hingga membuka lahan sawit. Ada yang semakin kaya, ada juga yang melarat. Ada yang bertindak dalam kekerasan, dan ada juga yang tertindas. Novel yang menarik.

Sayangnya, saya agak terganggu dengan perpindahan narasi dari satu tokoh ke tokoh lainnya. Kadang saya jadi bertanya-tanya ini siapa yang bercerita. Belum habis bertanya, sudah berpindah lagi. Tidak jarang saya mengulangi bagian yang sama beberapa kali supaya tidak kehilangan arah

Profile Image for Sunarko KasmiRa.
297 reviews6 followers
September 7, 2025
Ketika Senja Jatuh di Nara, merupakan sebuah novel karya Zaky Yamani yang bercerita tentang Debora Nara dalam menelusuri jejak kelam masa lalunya di sebuah wilayah bernama Nara, yang disinyalir tempat dari ibu dan ayahnya berasal. Pada prosenya, Debora tidak hanya sedang menggali masa lalunya, tetapi juga sedang menguak cerita duka tentang Nara yang rusak oleh kelaliman Paulus dan anaknya Zacharias yang mana diduga kuat merupakan ayah kandung dari Debora. Melalui tokoh/karakter hantu-hantu yang menghuni Nara-lah, cerita tentang masa lalu Debora perlahan terkuak.

Melalui perantara Debora, buku ini sebenarnya membawa isu yang krusial yaitu kerusakan alam yang ditimbulkan manusia-manusia serakah yang gemar meraup untung demi memperkaya diri dengan melibatkan negara sebagai tameng dan dalih modernisasi. Namun buat sy pribadi isu tersebut kurang bisa teresekusi dengan baik atau justru seharusnya memang baiknya dieksekusi seperti itu, dan bisa jadi karena ekspektasi sy tentang idealnya sebuah keadilan dan kebenaran bisa ditegakkan di dalam cerita tersebut? Pun jika tidak bisa, setidaknya usaha-usaha perlawan terhadap kuasa tersebut tidak selalu berujung kegagalan dan bisa terus digaungkan. Alasan sy menaruh ekspektasi tersebut bukanlah tanpa dasar, karena diantara banyaknya karakter disana ada 2 karakter (Magda dan Ruth) yang memiliki kemampuan yang seharusnya bisa dijadikan medium untuk melawan kuasa keluarga Paulus. Atau karakter reporter/jurnalis dari luar wilayah Nara yang dihadirkan untuk sempat melawan dan berujung mati sia-sia karena perjuangan mereka tidak ada yang meneruskan.

Namun bagaimanapun, saya masih menggemari karya-karya Zaky Yamani. Metode penceritaan melalui media hantu yang terjebak di wilayah Nara buat sy cukup menarik, meskipun karakter yang digunakan cukup banyak. Penulis menggunakan kepiawaiannya dalam menulis dengan menjadikan karakter hantu-hantu tersebut saksi atas apa yang terjadi di Nara. Pada akhirnya, penelusuran Debora hanyalah sebuah medium bagaimana isu kerusakan lingkungan di Nara itu diwartakan.
Profile Image for Amaya.
759 reviews58 followers
November 22, 2025
Actual rating: 4,5

Dari beberapa buku penulis yang sudah dibaca, kurasa buku ini punya definisi yang "indah" but creepy. Seperti biasa, ada unsur hantu yang dicampurkan ke dalam cerita. Tapi, alih-alih fokus ke bagian mengerikan atau desir nggak nyaman karena diperhatikan entah-oleh-siapa, hal seram di sini bahkan punya gambaran yang lebih eksplisit dan bikin gelisah.

Tata bahasanya nggak sulit dipahami sebenarnya, tapi memang agak lebih "indah" dibanding Kereta Semar Lembu. Namun, keindahannya justru bikin bulu kuduk berdiri. And, again, here I am wondering, sampai mana batas kejahatan manusia? Rasanya sifat jahat itulah yang akhirnya membuat seorang arwah bertanya-tanya apakah menyampaikan sesuatu yang benar bisa dianggap sangat bersalah hingga pantas mencecap kematian lebih awal?

Ketika senja jatuh di Nara bisa berarti banyak hal. Tebakan pertama, ketika senja datang, maka Nara akan berubah menjadi desa yang dipenuhi arwah. Tebakan kedua, saat desiran jahat manusia mulai menguasai akal sehat, senja menjadi satu-satunya cara untuk menggerus siapa saja yang berniat menjadi tameng keadilan. Yang mana pun, bukunya bagus. Sekali lagi merenungi batas kewarasan manusia di hadapan penggerus kewarasan.

Profile Image for 斜陽..
67 reviews18 followers
January 24, 2026
4.2/5★

Suatu hari, Debora Nara memutuskan untuk mencari tahu perihal ibu kandungnya: Maria. Ibu angkatnya awalnya melarang namun pada akhirnya memberi tahu bahwa Maria berasal dari Desa Naraㅡdi mana keserakahan dan amarah menjelma di sana. Di perjalanan, Debora melewati perkebunan sawit yang luas dan juga bertemu dengan seseorang yang kemudian menyuruhnya untuk pulang saja dan mengingatkan bahwa ada kegelapan dan kekejaman yang tak lekang oleh waktu di Nara.

Nara dulunya desa yang indah, memiliki hutan yang lebat dan danau yang airnya jernih. Kini, danaunya hitam dan pepohonan serta bangunannya sudah menjadi reruntuhan.

Di sini lah Debora akhirnya mengetahui sejarah kelam yang bengis. Ada keluarga yang begitu serakah dan kejam.

Tanah-tanah milik warga yang ditipu dijadikan perkebunan sawit, ancaman-ancaman dilaksana dengan membawa tentara ke desa. Sungai di desa lain dikeruk untuk pertambangan emas. Air tercemar, warga menjadi budak di tanah sendiri. Mahasiswi yang mengajarkan pengetahuan untuk perlawanan dan jurnalis yang hendak menyebarkan berita berakhir dibunuh dengan sadis.

Kisah-kisah tragis dan kelam ini diceritakan oleh hantu-hantu yang ditemui oleh Debora.

Tidak ada batasan bab. Dua ratus halaman diceritakan dengan berbeda-beda sudut pandangㅡhantu-hantu, Debora, Maria, Zacharias. Narasinya begitu puitis dan indah namun mencekam. Tapi, sejujurnya aku kurang suka karena CERITA AKHIRNYA. (marah)

Pas awal baca narasi kaya: wah indah betul. Pas ternyata tahu itu surat Zacharias... ah bangsat lu dan keluarga lu yang serakah itu. 💀 (maaf tiba-tiba berkata kasar) (MARAH BESAR). Sekian. Pokoknya baca saja.
8 reviews
January 7, 2026
Ketika Senja Jatuh di Nara —— Zaky Yamani

•••

218 halaman — 4 / 5 ⭐

📍 Gramedia Digital



Aku selalu penasaran dengan buku-buku Zaky Yamani karena semuanya keren-keren. Aku udah baca tiga; Bandar, Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa dan terakhir Kereta Semar Lembu yang berhasil bikin aku hah-heh-hoh!

Buku ini juga sama kerennya. Bukunya seru—seperti buku-buku Zaky Yamani lainnya. Membahas banyak hal yang cukup relate dengan apa yang terjadi sekarang. Perampasan tanah, perluasan kebun sawit, tambang emas ilegal, pemberontakan, perebutan kekuasaan sampai bencana alam berupa banjir besar.

Tulisannya mengalir, indah, terutama surat-surat antara Maria dan Zacharias. Akan tetapi, di sisi lain juga terasa mencekam.

Alurnya maju mundur dan kali ini tantangan banget buat aku, karena gak ada keterangan waktu. Kadang udah di bahas di halaman sekian, di beberapa halaman selanjutnya diomongin lagi, tapi lebih detail. Ditambah lagi perpindahan POV dari satu karakter ke karakter lain tuh sering terasa membingungkan. Gak ada aba-aba, gak ada keterangan.

Ini siapaaa? Ini siapaaa lagi?

Tapi … bukunya bagus~

Aku bakal menceritakan secara singkat dan langsung dirunut aja biar lebih gampang.

Buku ini diawali dengan sepucuk surat yang ditulis dengan nada-nada sendu oleh Zacharias untuk perempuan yang paling dia cintai, Maria. Kisah cinta mereka bahkan lebih sendu dari tulisan-tulisan Zacharias ini.

Agak sulit mempersingkat kisah ini karena sejarahnya panjang banget. Dan semuanya mempengaruhi kisah cinta antara Maria dan Zacharias juga buah hati mereka Debora Nara.

Jauh sebelum Maria maupun Zacharias lahir, ada seorang lelaki bernama Holot yang terusir dari Lembah Harapan karena kalah dari pertarungan. Seharusnya dia mati, tapi istrinya, hadiah dari pertarungan itu memohon agar Holot dibiarkan tetap hidup atau dia akan bunuh diri.

Nah, dulu itu ada tradisi di mana kalau seorang lelaki menginginkan istri orang lain. Si suami dan lelaki ini akan bertarung hidup dan mati, pemenangnya akan mendapatkan perempuan yang diperebutkan. Mengerikan sekali, ya.

Holot yang akhirnya dibiarkan tetap hidup dari harus pergi dari Lembah Harapan beserta orang-orang yang mau ikut pergi. Mereka inilah yang kemudian menjadi nenek moyang di Nara, nama desanya. Di desa ini, gak ada yang namanya menginginkan istri orang lain, gak ada strata, gak ada perebutan lahan. Alam ini milik dewa dan manusia diizinkan menggunakannya sesuai kebutuhan.

Waktu terus berjalan, salah satu keturunan Nara yang bernama Paulus—ayahnya Zacharias. Dia orang pertama yang membawa damar keluar daerah dan menghasilkan uang. Dia juga yang membawa orang luar masuk ke Nara dan menciptakan kehancuran. Singkatnya, Nara yang aman tenteram dan damai lama-kelamaan berubah jadi neraka berkat Paulus.

Lahan-lahan masyarakat diambil paksa, hutan-hutan dialihfungsikan jadi kebun sawit. Orang-orang yang menolak dibantai. Maria dan Zacharias lahir di tengah kekacauan ini. Keluarga mereka saling berseberangan. Hubungan mereka ditentang karena bagi Paulus, Yohanes—kakek Maria, pendeta—merupakan hambatan bagi kesuksesan Nara.

Yohanes, sama seperti Paulus, mereka sama-sama punya kekuatan. Yohanes dengan pandangannya untuk tetap menjaga alam dan Paulus dengan ambisinya untuk menjadi yang terkuat, terkaya, dan paling berkuasa di Nara. Jadi, dia berusaha menemukan celah untuk menyingkirkan Yohanes. Menurut Paulus, seluruh keturunan Yohanes adalah pengkhianat, tidak boleh dimaafkan.

Meskipun keluarga mereka berseberangan, Maria dan Zacharias tetap menjalin hubungan. Mereka saling mencintai, cintanya tuh luar biasa. Emang sesaling cinta itu mereka. Aku agak kaget saat tahu Zacharias benar-benar gak tersentuh kecuali sama Maria. Padahal, dia sama kejamnya dengan Paulus.

Jadi, waktu dia bilang, gak pernah tidur dengan perempuan selain Maria, aku kaget banget. Aku jadi ngerti sesakit apa perasaan Zacharias saat tahu Maria udah jadi … yah, kalian bisa tebak sendiri, deh. Atau nyusul aja baca bukunya langsung. Hihihi.

Kisah cinta mereka yang tadinya indah, berubah jadi tragedi. Maria tiba-tiba harus hidup sebagai perempuan yang bukan dirinya, dan Zacharias harus hidup sebagai penerus ayahnya, termasuk menjadi sekejam Paulus. Nyesek banget sama kehidupan Maria, sih. Kayak … malang banget dia, tuh. Tapi dia cinta banget sama Zacharias. Benci pun dia tetap gak bisa menyangkal kalau dia tetap cinta sama Zacharias.

Maria berpendapat kalau kehidupannya yang sekarang terjadi karena keluarga Zacharias dan sebaliknya, Zacharias merasa sengsara dan menderita juga karena keluarga Maria gak mau nurut sama keluarganya.

Kalau kalian baca surat-surat mereka, rasanya … entahlah. Gimana ya cara menjelaskannya?

Nah, tadi kan aku sempat menyinggung tentang anak mereka, Debora Nara. Kita ke Debora, ya~

Debora dibesarkan oleh Yosepha, temannya Maria, yang mana ketika dia tahu kalau dia cuma anak angkat, Debora merasa terpukul. Sampai akhirnya dia mau nyari ibu kandungnya cuma buat nanya, “Kenapa aku dibuang?”

Perjalanan Debora ke Nara inilah yang akan membimbing kita untuk mengetahui sejarah kelam Nara dari yang awalnya sebuah desa yang damai berubah jadi desa mati.

Cerita-cerita tentang orang-orang penting di Nara, seperti Paulus dan Yohanes. Juga ada Ruth, ibunya Maria yang punya kemampuan melihat masa depan. Jadi, sebenarnya apa yang akan terjadi di Nara udah diketahui sama Ruth. Tapi hidupnya gak lama, saat Maria masih kecil, dia pergi ke surga.

Bagian-bagian tentang Ruth ini terasa magis. Mungkin karena kemampuannya, karena cerita-ceritanya, perjalanannya. Nah, selain Ruth, ada Magdalena juga. Dia juga punya kemampuan yang sama seperti Ruth. Bedanya, Ruth hidup di masa-masa damai. Tapi Magda, dia hidup di masa-masa ‘penglihatan’ Ruth ini jadi kenyataan.

Aku juga suka bagian-bagian Magdalena. Kecuali bagian itu … nanti juga kalian tahu.

Selain Magdalena, ada Simon, ada Lukas, Jakub, Aalona, Adara, dan banyak. Tapi gak sulit buat diingat, kok. Mereka ini orang-orang yang jadi saksi betapa mengerikannya Nara di dalam genggaman Paulus.

Beberapa karakter ternyata punya hubungan khusus yang cukup mengejutkan. Identitas mereka saat bertemu Debora sebenarnya agak mencurigakan, dan setelah tahu kebenarannya, aku malah jadi sedih. Kasihan banget orang-orang di Nara.

Banyak tragedi-tragedi yang bikin merinding, bergidik dan pengen nangis—tapi aku emang jarang nangis kalau baca, jadi aku gak nangis di buku. Tapi kalau kamu tipe yang gampang nangis, mungkin perlu menyiapkan tisu dulu.

Oke, segini dulu. Sampai jumpa di buku berikutnya.

Bye~
Profile Image for Hds Ty.
21 reviews
July 27, 2025
𝙆𝙚𝙩𝙞𝙠𝙖 𝙎𝙚𝙣𝙟𝙖 𝙅𝙖𝙩𝙪𝙝 𝙙𝙞 𝙉𝙖𝙧𝙖

"𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘥𝘶𝘭𝘪. 𝘛𝘦𝘭𝘪𝘯𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘵𝘶𝘭𝘪, 𝘮𝘶𝘭𝘶𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘶. 𝘛𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘴𝘶𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘢𝘪𝘳 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘯𝘵𝘶𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘢𝘯, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘪𝘣𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬-𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢. 𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘣𝘪𝘴𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘵. 𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘸𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘱𝘢𝘳𝘢𝘯"

"𝑨𝒌𝒖 𝒔𝒆𝒅𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒑𝒊𝒌𝒊𝒓, 𝒃𝒆𝒕𝒂𝒑𝒂 𝒌𝒆𝒌𝒂𝒚𝒂𝒂𝒏 𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒃𝒆𝒏𝒄𝒂𝒏𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒈𝒊𝒕𝒖 𝒉𝒆𝒃𝒂𝒕 𝒅𝒊 𝒕𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒏𝒖𝒔𝒊𝒂-𝒎𝒂𝒏𝒖𝒔𝒊𝒂 𝒔𝒆𝒓𝒂𝒌𝒂𝒉"

"𝑩𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒌𝒂𝒚𝒂𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒌𝒖𝒂𝒔𝒂𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒎𝒂𝒓𝒕𝒂𝒃𝒂𝒕 𝒌𝒂𝒎𝒊, 𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒖𝒑𝒂𝒚𝒂 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒕𝒂𝒉𝒂𝒏 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒑𝒂𝒍𝒂 𝒕𝒆𝒈𝒂𝒌"

Penulis : Zaky Yamani
Pages : 216 hlm
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
📚17+, Drama, Sastra, Fiksi
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Bertahun-tahun Debora Nara mengalami kekosongan batin sejak mengetahui dirinya anak yang dibuang ibu kandungnya, Maria. Maka suatu hari dia melakukan perjalanan jauh mencari sang ibu, hanya untuk mendapatkan penjelasan kenapa dia dibuang.
Namun, perjalanan itu bagai berziarah ke dalam mimpi kelam: menyusuri takdir suatu desa permai yang kemudian hancur di bawah kerakusan sebuah keluarga, dikangkangi tentara bersenjata, dibanjiri darah pembantaian, pemerkosaan terhadap alam, dan dihidupi perbudakan.
Semua bencana itu berpusar pada dua nama yang mengantui banyak orang: Zacharias dan Maria. Debora Nara tidak pernah menyangka apa yang menanti di desa leluhurnya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Ini masuk dalam list buku, yang aku baca dalam sekali duduk karena sangat page turning, dan aku merasa hampa ketika selesai membacanya. Terutama di bagian ending...
😶😫

Narasinya puitis, indah namun tragis. Tiap lembaran yang dibuka menuntun kita untuk menyelami kisah terdahulu. Bagaimana suatu desa berakhir kelam. Perjalanan Nara untuk menemui ibu kandungnya tidak berjalan mulus. Ia tak punya banyak informasi mengenai ibunya, apalagi tentang ayahnya. Nara benar-benar tak tahu tentang mereka. Apa yang sebenarnya terjadi? Seperti apa kisah ibu Nara, mengapa ia "membuang" anaknya? Siapakah Ayahnya? Apakah ada Cinta disana? Mengapa tempat yang ia datangi begitu sunyi?

Awalnya suasana yang penuh misteri terasa mencekam, horor saat Nara datang ke desa itu. Kemudian Munculnya POV dari berbagai karakter, menyampaikan pesan yang lama terpendam. Kisah pilu yang telah lama hilang, namun bekasnya masih tersisa pada alam. Buku ini memberitahu kita betapa kejinya tingkah manusia yang merusak lingkungan. Alam yang indah, penduduk yang awalnya rukun, lalu ada kisah cinta insan yang terjadi saat mereka menikmati keindahan alam, berubah menjadi Tragedi. Bukan hanya merusak keindahan alam, manusia juga berkelakuan macam iblis terhadap sesama manusia. Ketika ambisi mengambil alih, nilai moralitas telah hilang. Pengkhianat, kebohongan, kehancuran, penyesalan mewarnai kisahnya. Perlu diingat, buku ini cukup triggering ya. Isinya yg tragis, penggambaran bagaimana pelanggaran HAM yang terjadi, bukan hanya memukul manusia saja, mereka tak lagi segan melanggar Norma yang ada. pembantaian dilakukan demi sebuah ambisi akan tahta, harta yang Fana, tak cukup jua saat mereka terus mengorek alam hingga gundul. Twist yang ada di buku ini bagaikan bom yang tiba-tiba dilemparkan saat suasana tengah hening. Ada beberapa part yang membuat aku menangis ketika membacanya.

Jika alam sudah rusak, dimana kita akan tinggal? Jangankan Tuhan, Alam juga Muak terhadap tingkah laku manusia yang terus semena-mena. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah yang sudah tersaji ini. Terutama nilai Moral. Salah satunya ialah, Jika Hawa Nafsu Manusia tak lagi di kontrol, bukan hanya merusak diri sendiri, ia juga menghancurkan manusia lainnya, Alam yang tak bersalah juga ikut terseret menjadi Korban. Korban atas Tamaknya Manusia.
Profile Image for Oca.
42 reviews
January 21, 2026
Perfect! 5⭐️ pertama di tahun 2026.
Gila gila gila
Dibalik judul yg indah nan puitis tapi ceritq dalamnya megoyak seluruh jiwa raga ketika membaca buku ini.

My short reaction & review:

Selama membaca buku ini setiap bagian ttg apa yg dilakukan Paulus dan keluarganya terhadap masyarakat setempat yg tinggal di desa nara cuma bisa istigfar dalam hati, bahkan aku ikut merasakan seakan-akan sosok Paulus dan gerombolannya ada disekitarku.

Kisah cinta ibu & ayah Nara juga tidak kalah seru menurutku. Porsinya juga pas tidak menutupi inti yg sebenarnya ingin disampaikan dari buku ini. Damn Zacahrias, surat berisi puisi mu dihalaman awal bagus bgt tapi ketika aku membaca surat mu kpd Maria ketika kau masih dirasuki iblis cuma bisa greget. Bangsat lo 😭🙏😌🫵🏼 dalam hatiku “Susah memang kalau keturunan darah iblis, ada aja alesannya 🫵🏼😏”

🤯🫵🏼
Secara teknis alurnya maju-mundur dengan pergantian beberapa pov dari warga desa Nara. Aku tidak bingung sama sekali ketika pergantian dari pov karakter satu dengan karakter lain meskipun novel ini tidak memiliki judul di setiap chapternya.

Suka banget! 🥹🫶
Profile Image for Sheeta.
218 reviews17 followers
August 6, 2025
Salah satu novel terbaik yang saya baca di tahun 2025.

Ketika Senja Jatuh di Nara saya pikir hanyalah sebuah cerita fiksi biasa, yang menceritakan tentang perjalanan seseorang mencari keluarga dan jati dirinya. Mencari alasan kenapa dia dibuang oleh ibunya dan juga bertemu dengan hal-hal ajaib selama perjalanan. Tapi, ternyata novel ini lebih dari itu.

Saya tidak menyangka bahwa Zaky Yamani akan mengambil tokoh-tokoh Alkitab dan sedikit menceritakannya di novel ini. Selain itu, Zaky Yamani juga menyertakan beberapa latar yang menurut saya sangat mendeskripsikan daerah-daerah yang diceritakan dalam Alkitab. Hal ini menarik mengingat bahwa jarang sekali ada novel yang berani mengambil sisi fiksi dari sebuah kitab agama.

Banyak sekali kutipan-kutipan menarik di dalam buku ini, terutama mengenai kehidupan yang memang selalu tidak adil dan bersifat fana. Bisa dikatakan, dengan kata lain, bahwa novel ini akan mengajarkan kita untuk mengikhlaskan banyak hal dalam hidup, yang seringkali tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Profile Image for Farih Dzaky.
8 reviews
October 13, 2025
Debora nara merasa hidupnya selalu dipenuhi pertanyaan untuk Maria, ibu kandungnya. Ia pergi ke sebuah desa bernama Nara yang mana adalah kampung halaman hidupnya. namun, desa tersebut memiliki banyak sekali misteri dari penduduknya.

Buku ini dipenuhi sarkasme dan kritikan untuk pemerintah. serta menjelaskan sifat rakus dan haus kekuasaan manusia yang di perankan oleh Paulus serta anaknya, Zacharias. betapa ironi sifat angkuh, rakus, egois mereka menghancurkan masa depan desa tersebut.

Ayolah jaga kelestarian alam kita bersama :3
Profile Image for Nike Andaru.
1,647 reviews112 followers
January 24, 2026
8 - 2026

Sebenarnya ceritanya cukup menarik, tapi saat hantu pertama hadir masih oke, tapi bagian buaya membantu persalinan, batang pisang jadi perempuan dan laki-laki, kok ya sulit memasukkannya dalam bayanganku. Saat cerita kembali pada surat-surat Maria dan Zach akhirnya mulai menarik lagi.
Paham banget isu lingkungan ditarik dan highlight besar dalam cerita ini, mungkin ada beberapa bagian cerita yang menurutku gak perlu di dalamnya. Cukup fokus pada hutan yang dihabisi, sawit, dan tambang itu udah cukup banget.
Profile Image for Sampaguita Syafrezani.
100 reviews
January 9, 2026
Cerita ini seperti prediksi apa yang akan terjadi bukan saja di Nara tapi mungkin di Nusantara, saat semakin luas hutan dibabat berganti sawit yang menghisap air dari tanah, serta tambang yang membuat banyak lubang menganga dan meracuni danau, sungai, air, sumber kehidupan. Hingga hanya bayangan dan hantu masa lalu yang tertinggal seperti Zacharias dan Maria, serta manusia lain dengan kisah yang berkelindan dengan ketamakan.
Profile Image for Div.
1 review
September 20, 2025
I thought it was a pure fantasy. It reminded me to a history.

Tertarik untuk baca buku ini karena covernya lumayan menarik dan sangat represent today colours (brave pink and hero green). Sangat bagus untuk the rich membacanya kalau mau "buka mata" soal celotehan orang lain, in my opinion.
Profile Image for Finesta Biyantika.
354 reviews
August 4, 2025
"Betapa kekayaan alam bisa jadi bencana yang begitu hebat di tangan manusia-manusia serakah."

Kisah ini berbalut kata-kata indah, namun aslinya tragis.
Profile Image for Lommie  Ephing.
119 reviews2 followers
November 24, 2025
entah mengapa, aku selalu mudah tersihir dengan kisah-kisah yang dijalin oleh penulis.
1 review
December 14, 2025
Unexpected. Dari covernya kaya novel cinta cinta yang sederhana, ternyata isi keren banget
Displaying 1 - 15 of 15 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.