Jump to ratings and reviews
Rate this book

Balmasque

Rate this book
Dua ledakan keras mengguncang gedung Concordia Bandung. Ratusan orang yang sedang berpesta Balmasque (pesta topeng), panik dan berhamburan keluar gedung. Zac Geerdink, seorang advokat, kehilangan pasangan dansanya, yaitu Cornelia Vorstman. Cornelia adalah wanita muda dan cantik, istri Kapten Abraham Vorstman, pilot yang tewas dalam jatuhnya pesawat Fokker pada awal bulan Agustus 1923.

Zac belum berhasil menemukan Cornelia. Tiba-tiba ibu Zac, Mevrouw Geerdink, diculik oleh oknum tentara. Penculik minta pertukaran antara Mevrouw Geerdink dengan Cornelia. Zac bersama dua sahabatnya, Hikmat dan Charles Westermann, dibantu oleh Jendral Kruseman, berusaha membebaskan Mevrouw Geerdink. Tanpa harus mengorbankan Cornelia sebagai tebusan. Namun Westermann tewas ditikam penculik. Rencana Westermann untuk menggulirkan revolusi di Hindia, gagal sudah!

Jendral Kruseman menangkap dan menghukum oknum tentara penculik itu. Namun pihak militer tidak mau menghubungkan kasus penculikan itu dengan jatuhnya pesawat Fokker. Apakah sebenarnya penyebab jatuhnya Fokker itu? Mengapa istri Abraham Vorstman menjadi buruan oknum militer, rekan suaminya sendiri? Rahasia apa yang melekat pada diri Cornelia Vorstman? Dan Revolusi seperti apa yang hendak digulirkan di Hindia, oleh Westermann?

Balmasque, sebuah novel berlatar tahun 1920-an di kota Bandung dan Batavia. Bertutur tentang cinta yang terpisah, gejolak ambisi, dan skandal dalam tubuh militer Hindia Belanda. Juga upaya kader-kader komunis yang berusaha melebarkan pengaruhnya di bumi pertiwi saat itu.

332 pages, Paperback

1 person want to read

About the author

Yan Soe

2 books

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (12%)
4 stars
1 (12%)
3 stars
5 (62%)
2 stars
1 (12%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Nisa Rahmah.
Author 3 books105 followers
December 2, 2014
Sudah dari beberapa hari yang lalu sih start baca novel ini dan baru selesai beberapa hari kemudian. Overall, bagus ceritanya. Setting tahun 1920-an di Bandung. Bagi yang cari novel-novel setting Indonesa tahun segitu, novel ini layak dipertimbangkan untuk dibaca :)

Mengambil sudut pandang orang Belanda yang tinggal di Indonesia (bisa dibilang penjajah juga sih, meskipun tokohnya di sini dan ceritanya nggak berlatar belakang 'perang'), novel Balmasque menceritakan tentang kehidupan para kaum inlander pada awal abad 20. Berkisah tentang Zac yang seorang advokat yang diminta menyelidiki kasus pernikahan seorang penerbang yang tewas saat mengendarai pesawat. Cornelia, istri Abraham Vorstman hendak mencairkan uang 600.000 Gulden ke bank beberapa saat setelah suaminya kecelakaan. Pihak bank yang merasa perlu menyelidiki mengutus Zac untuk membuktikan kalau Cornelia benar istri sah si penerbang.

Cerita bergulir sampai pada digelarnya pesta topeng (Balmasque) dan terjadi ledakan di sana. Ledakan tidak menewaskan orang-orang namun cukup mengguncang, disinyalir pelakunya adalah komunis. Cornelia, yang ke pesta diajak oleh Zac, mendadak hilang. Tak berapa lama setelah itu, ibu Zac diculik karena disinyalir Zac lah yang menyembunyikan Cornelia. Terus Cornelianya ketemu karena disembunyikan oleh Aliyudin, yang merupakan pelaku pemboman. Terjadi pertukaran sandera yang sudah diskenariokan sebelumnya. Pihak yang mengeksekusi, seharusnya si Zac, tapi digantikan oleh Charles Westermann. Charles dbunuh, untuk menyelamatkan hartanya, sebelum mati dia menikahi gadis pribumi bernama Rengganis.

Sampai di sini, plot didominasi sama Charles-Rengganis. Charlesnya ternyata pura-pura mati, supaya bisa mendakwa pelaku penculikan sungguhan yang ternyata dalang dibalik rencana penyaraman si Cornelia yang disuruh menjadi istri pura-puranya Abraham, untuk mencairkan dana hasil korupsi suap pesawat terbang yang tadi. Si Charles sembunyi di Singapura lalu ikut pelayaran pedangang ke Makkah dan tinggal di sana.


Galau mau kasih bintang dua atau tiga. Overall kan ceritanya cukup oke. Hanya saja, di awal sempat dibngungkan dengan banyak sekali nama tokoh bertebaran yang ternyata ada beberapa yang punya nama ganda, seperti Alex-Aliyudin, Cornelia-Helen. Lalu, sempat dikira ini cerita melibatkan romansa Zac-Cornelia eh ternyata bukan. Dan karena sudut pandangnya kaum londo, jadi cerita perjuangan dari sudut pandang bangsa Indonesianya nggak begitu ditonjolkan. Cerita komunis di awal juga seolah hanya tempelan. Eksekusi drama di klimaks kurang alus, dan kurang bagus sih menurut saya. Terkesan dipaksakan dan kurang bisa menkmati kejadiannya. Hm, apalagi ya. Cerita Rengganis juga gak disinggung di cover belakang padahal ending mengambil sudut pandang si wanita pribumi ini.
Profile Image for Bambang Yuno.
276 reviews13 followers
October 29, 2014
Seperti biasa, hampir sama dengan buku2 Yan Soe atau Yanti Soeparmo sebelumnya, kisah ini mengambil latar belakang tahun2 sebelum kemerdekaan Indonesia, kali ini dengan settingan Bandung tahun 1920-an

Ceritanya agak mbulet tapi masih enak untuk dinikmati, terutama untuk penggemar sejarah dan cerita detektive ..

Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.