Gerpolek (Gerilya-Politik-Ekonomi) ditulis Tan Malaka dalam penjara di Madiun. Dia ditahan karena menolak berunding dengan Belanda yang mau datang kembali untuk menjajah Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Dengan membaca buku ini, kita akan mengerti bahwa Tan Malaka tidak hanya mendalami ilmu politik dan ekonomi, tetapi pemahamannya mengenai militer dan perang juga sangat dalam.
Tan Malaka (1894 - February 21, 1949) was an Indonesian nationalist activist and communist leader. A staunch critic of both the colonial Dutch East Indies government and the republican Sukarno administration that governed the country after the Indonesian National Revolution, he was also frequently in conflict with the leadership of the Communist Party of Indonesia (PKI), Indonesia's primary radical political party in the 1920s and again in the 1940s.
A political outsider for most of his life, Tan Malaka spent a large part of his life in exile from Indonesia, and was constantly threatened with arrest by the Dutch authorities and their allies. Despite this apparent marginalization, however, he played a key intellectual role in linking the international communist movement to Southeast Asia's anti-colonial movements. He was declared a "hero of the national revolution" by act of Indonesia's parliament in 1963.
merupakan karya Tan Malaka yang ditulis pada saat masa revolusi kemerdekaan Indonesia yang berisi perjuangan dan strategi perang bangsa Indonesia dalam menghadapi penjajahan Belanda kembali pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1945.
pemikiran Tan Malaka yang ingin melibatkan seluruh rakyat Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan 100% dari imperialisme Belanda melalui Gerilya-Politik-Ekonomi. gerilya peperangan yang tidak hanya melibatkan senjata tapi juga logistik dan dukungan sosial. politik pemerintahan yang benar-benar bersih dan berpihak kepada rakyat. kemandirian ekonomi, produksi pangan untuk pemenuhan kebutuhan bersama. Tan Malaka juga banyak membahas mengenai strategi-strategi perang.