Jump to ratings and reviews
Rate this book

Oni Jouska

Rate this book
Pernahkah kamu berusaha berbicara dengan seekor ikan? Jika tidak, kamu harus tahu bahwa di lautan sana terdapat seekor ikan remora kecil yang berusaha dengan keras untuk bisa berbicara dengan manusia.

Konon katanya, ada dua hal yang tak banyak terjamah manusia, yaitu lautan dan dirinya sendiri. Untuk membantu menjamah lebih dalam dua hal itulah kisah ini tercipta.

Berawal dari rasa marah dan berbagai pertanyaan dalam hidupnya tentang manusia, Oni Jouska dengan kekurangannya yang tak bisa menempel di ikan mana pun, memberanikan diri bertualang.

Dalam petulangan itu ia menceritakan berbagai masalah yang ditimbulkan sampah di lautan; mengungkap berbagai pertanyaan tentang kerumitan dirinya, keluarga; dan mengungkap berbagai fenomena, mitos, dan kisah legenda yang beredar di antara ikan untuk diresapi oleh kita sebagai manusia.

271 pages, Paperback

First published September 1, 2024

Loading...
Loading...

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (13%)
4 stars
4 (26%)
3 stars
7 (46%)
2 stars
1 (6%)
1 star
1 (6%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Teguh.
Author 10 books345 followers
May 8, 2026
Dalam salah satu esai Pak SDD, disebut kecenderungan sastra Indonesia (meski ini tidak disebut baik atau buruk) adalah didaktis yang sangat tersurat. Mungkin ini sebab budaya lisan kita (entah dongeng, pantun, atau legenda) selalu terbebani oleh keharusan makna.

Saya suka sekali cerita leterlek mengkritik soal kebejatan manusia dan semena-mena dia merusak lautan dengan sampah. Sebagai bacaan yang "syarat" pesan ini seru. Cuma andai karakter ikannya diperdalam, aku rasa akan ada karakter ikan yang nempel lebih lama.

Kusuka sih. Penulisnya aku yakin punya materi lebih. Aku akan menanti novel selanjutnya.
Profile Image for Alfin Rizal.
Author 10 books51 followers
May 12, 2026
baru inget kalau belum ngulas novel ini. padahal udah agak lama selesai baca.

yah, intinya di novel ini kita akan dikasih tahu bahwa apa yang selama ini manusia lakukan terhadap kehidupan laut itu jahat banget. buruk. tapi… yang dilakukan manusia bernama asep ardian terhadap cerita buku ini bagiku lumayan bagus. haha

apa bagusnya?

premisnya sederhana. seekor ikan remora yang berusaha keras bicara pada manusia dan menceritakan masalah sampah dan segala yang ia alami di lautan. perkembangan karakter oni, ikan remora ini, mulus dan terjaga hingga akhir. pertanyaan2nya nempel dan kadang nampol diriku. yah tinggal diperdalam lagi karakternya supaya kejutan soal keluarga di akhir tambah ngena.

ceritanya mudah diikuti meski ketemu banyak karakter, dan mitos-mitos serta legenda antar ikan pun tersampaikan dengan oke.

oh! dan menarik juga gimana asep menutup cerita. kekuatan rahasia yang dimiliki oni, kurasa, memang pilihan jitu untuk menjahit semuanya.
Profile Image for Shofiya Hasna.
33 reviews
May 15, 2026
When they say quality over quantity... Here is what they mean. Halamannya gak sampai 150 & jumlah babnya gak sampai 15 tapi aku mendapatkan banyak hal dari ini.
Penulis sukses membuat filosofi dari fenomena alam. Penulis sukses mengaitkan fenomena alam dengan pelajaran hidup. Seperti awan yang mengeluarkan air hujan supaya manusia sadar bahwa air hujan ini adalah azab bagi mereka karena dari air laut yang tercemar sampah. Se-filosofis itu tapi bahasanya tetap ringan. Aku baca ini hanya dalam sekali duduk, padahal sedang mengalami reading slump. This book succesfully made me out of my reading slump.
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
313 reviews6 followers
July 23, 2025
Oni Jouska karya Asep Ardian, merupakan salah satu novel yang masuk dalam daftar pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2025. Bercerita tentang petualangan seekor ikan remora cacat bernama Oni Jouska dalam upayanya memberikan dampak baik untuk ekositem laut tempat dimana ia tinggal yang dari hari ke hari kian mengkhawatirkan tersebab sampah yang terus berdatangan. Meskipun terlihat mustahil, Oni tidak lantas menyerah dengan keterbatasan yang ia punya. Bersama-sama dengan temannya dari klan Denaya, Oni terus mengusahakan kemustahilan itu meskipun ia berkali dihadapkan dengan maut karena ia terlibat dalam perseteruan yang sudah terjadi sekian lama antara klan Denaya (yang menginginkan bersahabat dengan manusia dan percaya bahwa bersama-sama bisa menjaga ekositem di lautan) dan klan Dustha (yang menginginkan manusia musnah supaya lautan menjadi tenteram).

Membaca novel ini, saya merasa sedang membaca peringatan dari dasar laut. Tentang kondisi laut yang tidak baik-baik akibat ulah manusia tidak bertanggung jawab, membuang sampah sembarangan yang berujung dan bermuara di dasar lautan yang dalam. Melalui Oni, para pembaca akan disuguhi potret dunia bawah laut yang penuh sampah dan upaya dari para ikan menanggulangi itu semua. Dengan segala carut marutnya sistem yang ada, kebaikan demi kebaikan terus diusahakan.

Sosok Oni Jouska juga dapat menjadi gambaran dan representasi dari kaum kecil atau bahkan marjinal yang tekun dalam mendobrak sistem digdaya yang nyatanya merugikan banyak pihak (utamanya rakyat kecil). Suara Oni terus konsisten menggemakan keadilan meskipun harapan untuk perubahan itu kecil, namun jika terus digaungkan suatu saat akan memberikan dampak.
Profile Image for Yuniar Ardhist.
162 reviews18 followers
May 18, 2026
Seperti buku anak. Mungkin yang baca lebih cocok anak atau remaja. Terlalu biasa untuk diharapkan bisa menjangkau isu lingkungan yang lebih mendalam. Banyak yang perlu dikembangkan dari segi penulisannya. Selama baca aku jadi inget film Finding Nemo —bayangin tokohnya ikan kecil, lucu, petualang, dan Aquaman —isu lingkungannya sama nih, kemuakan penghuni laut pada manusia yang udah merusak ekosistem laut.
Profile Image for Mulaka.
1 review
May 20, 2026
Novel ringan dengan daya imajinasi yang luar biasa. Saya akan menyodorkan novel ini kepada siapa pun yang bertanya buku pertama apa yang layak dibaca. Isu yang diangkat pun terasa sangat dekat dengan percakapan yang ramai belakangan ini: kerusakan ekosistem, khususnya laut, akibat ulah manusia. Cara novel ini membungkus keresahan ekologis dengan cerita yang ringan membuat pesannya mudah diterima tanpa terasa menggurui. Seyogianya novel ini wajib ada di setiap perpustakaan sekolah.
24 reviews
Read
May 21, 2026
Cukup kecewa sama buku ini. Ceritanya terlalu sederhana dengan penyelesaian yang terasa sangat malas. Karakternya terlalu putih abu2. Lebih cocok dipasarkan sebagai buku anak2

Shout out untuk penerbit marjin kiri, kualitas buku bagus. Ilustrasinya juga bagus.
Displaying 1 - 7 of 7 reviews