What do you think?
Rate this book


300 pages, Mass Market Paperback
First published November 1, 2014
"Kalaupun Kris berpikir ia atau Sarah terlalu cepat menyimpulkan, kenyataannya segala sesuatu bisa terjadi pada hati manusia. Dalam hitungan waktu yang singkat ataupun lambat."Aku membaca buku ini tepat setelah aku menyelesaikan Daylight , yang menceritakan tentang Gabriel; dan sejak membaca buku itu aku cukup penasaran dengan sosok Natalie yang beberapa kali disebutkan dalam ceritanya. Dalam buku ini, kisah Nightfall diawali dengan hancurnya perasaan Natalie setelah diselingkuhi oleh kekasihnya dan kemudian mendapat sedikit penghiburan saat ia mengenal Kris di bandara. Chemistry di antara keduanya yang terasa begitu alami dan menyenangkan membuatku turut senang untuk mereka. Oleh karena itulah saat tiba-tiba ceritanya berpindah fokus pada Benjamin, aku sedikit kecewa karena berharap bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan Kris—apalagi tabiat Ben yang sangat bertolak belakang dengan Kris. Bagian cerita yang terfokus pada Ben menelusuri keterpurukannya serta perasaan kehilangan yang ia alami. Hingga kemudian berbagai perasaan yang rumit membawa cerita ini menuju klimaksnya yang membuat Natalie harus mengambil keputusan yang sulit. Ending-nya pun cukup bisa ditebak; tetapi aku tetap menikmati keseluruhan ceritanya yang menyiratkan pesan tentang menghadapi kehilangan serta mengingatkan agar tidak mudah putus asa dalam kehidupan ini.
"Karena jika sekarang salah satu dari kita pergi dari tempat ini dan berjalan lurus ke depan. Sementara satu yang lainnya tetap diam dan tak kemana-mana. Maka suatu saat, orang yang pergi itu akan kembali ke tempat semula. Di titik ini."Dari beberapa karakter yang ada, aku paling menyukai karakter Kris yang hangat dalam buku ini; membuatku ingin bertemu dan berkenalan dengan orang yang serupa sewaktu sedang menunggu di bandara. Kris yang biasanya selalu luwes dalam berbicara tiba-tiba jadi canggung dan bingung saat membalas pesan dari Natalie—dan menurutku hal tersebut membuatnya jadi karakter yang sangat manis. Dan seperti yang aku sebutkan sebelumnya, karakter Benjamin berbeda nyaris 180 derajat dari Kris. Ia adalah sosok yang dingin, sinis, dan selalu antipati pada segala sesuatu bahkan semua orang. Walaupun semuanya terjadi dengan cepat, aku turut senang dengan perkembangan karakter Ben yang menuju ke arah yang lebih baik :))