Jump to ratings and reviews
Rate this book

Nightfall

Rate this book
Indonesia
Sebaris kalimat, sebuah undangan, dan luka pengkhianatan yang belum sembuh. Ada hal-hal yang membuat Natalie memutuskan untuk menerima uluran tangan Kris. Sikap pria itu membuatnya yakin kalau ia sanggup keluar dari bayang-bayang masa lalu.

Seattle
Bagi Kris, obrolan dengan Natalie telah menjelma satu bentuk perasaan baru. Pria itu menagih kesepakatan: sebuah pertemuan kembali. Ketika temu dan harap menyatukan rasa, seorang pria dari masa lalu meluruhkan janji yang telah dibuat Natalie.

Richland
Ada satu celah kosong bernama kehilangan. Benjamin membutuhkan seorang teman, dan Natalie pernah mendiami tempat itu dulu. Ia ingin Natalie hadir untuk sekadar menengok kenangan, namun siapa bisa mengendalikan perasaan? Natalie dan Kris sadar cinta mereka yang masih dini, bisa rapuh karena kenangan itu.

300 pages, Mass Market Paperback

First published November 1, 2014

3 people are currently reading
39 people want to read

About the author

Robin Wijaya

16 books64 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (7%)
4 stars
9 (16%)
3 stars
29 (51%)
2 stars
14 (25%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 18 of 18 reviews
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
February 3, 2016
Jika kamu sudah pernah membaca Roma : Con Amore, kamu pasti mengenal Kris dan Natalie. Kris dan Nathalie bertemu di bandara. Natalie saat itu sedang patah hati akibat perselingkuhan kekasihnya, Gio sehingga Natalie pun akhirnya memajukan jadwal penerbangannya dan mengakhiri liburannya di Roma.

Saat menunggu kedatangan pesawat, Natalie bertemu dengan Kris, seorang pria asal Seattle. Obrolan mereka cukup menyenangkan, padahal mereka baru saling mengenal. Kris menginginkan sebuah pertemuan kembali, akhirnya Kris pun meminjami Natalie buku yang sedang dibacanya itu dan dengan janji Natalie harus mengembalikan sendiri buku itu dengan mengunjungi Kris di Seattle. Awalnya Natalie ragu, tetapi akhirnya Natalie pun setuju.

Setelah perpisahan itu, Kris dan Natalie tetap berhubungan cukup baik, mereka saling berhubungan melalui email dan chatting. Hingga akhirnya Natalie pun menjanjikan suatu tanggal dimana Natalie akan memenuhi undangan Kris untuk berkunjung ke Seattle.

Saat waktu yang dijanjikan tiba, Kris datang menjemput Natalie ke bandara. Sayangnya Kris tak bisa bertemu dengan Natalie, menunggu hingga penumpang terakhir keluar pun tanda-tanda kehadiran Natalie tetap tak ada. Dimana kah sebenarnya Natalie? Apakah Natalie berubah pikiran?

Sejak membaca Roma, aku sudah tertarik sekali ingin mengetahui kisah kelanjutan Kris dan Natalie, dan alhamdulilah Koh Robin pun memuaskan rasa penasaran pembacanya sepertiku yang ingin kisah Kris dan Natalie dibukukan. Dulunya kisah Kris dan Natalie bisa kita nikmatin di blog Koh Robin secara bersambung, dan itu sungguh membuatku penasaran karena waktu postingannya juga tidak jelas tergantung Koh Robin.

Makanya begitu mengetahui Nightfall ini akhirnya terbit, aku tentunya sangat antusias sekali. Aku cukup menikmati kisah Kris dan Natalie, dan aku mungkin salah satu pembaca yang menantikan pertemuan kembali Kris dan Natalie akan berjalan seperti apa. Apalagi membaca obrolan mereka baik di email maupun chatting, cukup menyenangkan sekali.

Tetapi rasanya tidak seru jika pertemuan itu langsung dibuat lancar jaya, ternyata Koh Robin membuat Natalie tiba-tiba saja tidak hadir di hari yang mereka janjikan, malah muncul sosok Benjamin, seseorang dari masa lalu Natalie yang membutuhkan kehadiran Natalie. Natalie yang berada di persimpangan antara bertemu dengan Kris atau menemui Benjamin yang membutuhkannya.

Walau memang pertemuan kembali Kris dan Natalie tidak sedramatis yang kukira, aku membutuhkan sesuatu yang lebih. Ketika bertemu, Kris dan Natalie terkesan kaku, tidak seperti obrolan mereka yang biasanya terasa menyenangkan dan mengalir sekali.

Aku juga suka bagaimana Koh Robin menulis kisah ini, menceritakan kisah ini dari sudut pandang tiap tokoh, membuat aku bisa menyelami pikiran masing-masing. Memang kisah ini sejak awal sudah tertebak, tetapi tetap saja aku menyukai twist yang dihadirkan.

Dari semua karakter yang ada, aku lagi dan lagi tertarik dengan sosok Gabriel, kakak Natalie. Aku dibuat jatuh cinta dengannya. Interaksi keduanya itu berasa sekali, membuatku lagi-lagi ingin Gabriel dibuat kisah tersendiri.

Overall, kalau kamu ingin membaca sebuah kisah tentang jatuh cinta kembali dan bangkit dari patah hati, aku rekomendasikan novel ini untuk kamu baca :)

"Kalau kau mau melangkah, melangkahlah yang jauh sekalian. Karena kalau hanya pergi satu dua langkah jauhnya, besar kemungkinan kau akan kembali ke tempat sebelumnya."
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
February 2, 2016
"Kalaupun Kris berpikir ia atau Sarah terlalu cepat menyimpulkan, kenyataannya segala sesuatu bisa terjadi pada hati manusia. Dalam hitungan waktu yang singkat ataupun lambat."
Aku membaca buku ini tepat setelah aku menyelesaikan Daylight , yang menceritakan tentang Gabriel; dan sejak membaca buku itu aku cukup penasaran dengan sosok Natalie yang beberapa kali disebutkan dalam ceritanya. Dalam buku ini, kisah Nightfall diawali dengan hancurnya perasaan Natalie setelah diselingkuhi oleh kekasihnya dan kemudian mendapat sedikit penghiburan saat ia mengenal Kris di bandara. Chemistry di antara keduanya yang terasa begitu alami dan menyenangkan membuatku turut senang untuk mereka. Oleh karena itulah saat tiba-tiba ceritanya berpindah fokus pada Benjamin, aku sedikit kecewa karena berharap bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan Kris—apalagi tabiat Ben yang sangat bertolak belakang dengan Kris. Bagian cerita yang terfokus pada Ben menelusuri keterpurukannya serta perasaan kehilangan yang ia alami. Hingga kemudian berbagai perasaan yang rumit membawa cerita ini menuju klimaksnya yang membuat Natalie harus mengambil keputusan yang sulit. Ending-nya pun cukup bisa ditebak; tetapi aku tetap menikmati keseluruhan ceritanya yang menyiratkan pesan tentang menghadapi kehilangan serta mengingatkan agar tidak mudah putus asa dalam kehidupan ini.
"Karena jika sekarang salah satu dari kita pergi dari tempat ini dan berjalan lurus ke depan. Sementara satu yang lainnya tetap diam dan tak kemana-mana. Maka suatu saat, orang yang pergi itu akan kembali ke tempat semula. Di titik ini."
Dari beberapa karakter yang ada, aku paling menyukai karakter Kris yang hangat dalam buku ini; membuatku ingin bertemu dan berkenalan dengan orang yang serupa sewaktu sedang menunggu di bandara. Kris yang biasanya selalu luwes dalam berbicara tiba-tiba jadi canggung dan bingung saat membalas pesan dari Natalie—dan menurutku hal tersebut membuatnya jadi karakter yang sangat manis. Dan seperti yang aku sebutkan sebelumnya, karakter Benjamin berbeda nyaris 180 derajat dari Kris. Ia adalah sosok yang dingin, sinis, dan selalu antipati pada segala sesuatu bahkan semua orang. Walaupun semuanya terjadi dengan cepat, aku turut senang dengan perkembangan karakter Ben yang menuju ke arah yang lebih baik :))

Kisah Natalie, Kris, dan Benjamin ini kunikmati dengan baik dari awal hingga akhir, dan penulisan Robin Wijaya yang mengalir juga adalah salah satu faktor pendukungnya. Meski demikian, aku sebenarnya berharap beberapa bagian bisa ditelusuri lebih dalam lagi. Salah satunya adalah proses Natalie membantu Ben kembali menjalani kehidupan dan tidak terus meratapi kehilangannya. Selain itu aku juga berharap ada lebih banyak adegan yang membangun hubungan antar-karakternya sehingga bisa membuat pembaca turut bersimpati dengan apa yang karakternya rasakan. Pada umumnya mungkin aku hanya merasa buku ini kurang panjang XD.

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2016/0...
Profile Image for Ayu Wirdha.
1,045 reviews12 followers
February 21, 2018
Awal2 agak bingung dengan hubungan Natalie & Gio, apakah mereka berpacaran atau menikah, karena mereka tinggal serumah & satu kamar hotel ketika liburan di Italia. Ada 3 POV ( Natalie, Kris & Ben). Penulis banyak menuliskan beberapa kalimat dari lagu2 terkenal di sub-bab (just wondering ini kena bayar royalti ga ya?). Bagian Ben yg paling membosankan juga lama, terlalu panjang lebar soal rasa kehilangan pacarnya. Masuknya Ben juga terlalu dipaksakan & harusnya ga penting, tapi serasa memilih antara Ben & Kris itu berat banget. Padahal dari dulu & sekarang Nat hanya menganggap Ben sebagai kakak begitupula sebaliknya ttp dlm beberapa hari ditemani Nat, Ben langsung nembak & Nat galau. Padahal sebelumnya Nat & Kris udah say I love you. Pergaulannya rasa bule ya walaupun Nat orang Indonesia.

2,5🌟
Profile Image for Utami Embun.
17 reviews
November 4, 2014
Rasa kangenku terbalaskan. Udah lama gak baca novelnya kak Robin, pasa baca Nightfall jadi pengobat rindu. Lebay.

Nightfall menceritakan Natalie yg putus dari cowoknya karena ketahuan selingkuh ketika mereka lagi pergi ke Italia. Dengan perasaan sedih, Nat kemudian memutuskan pergi ke Innsbruck, dan waktu lagi nunggu penerbangan kesana Nat malah ketemu cowok ganteng nan baik hati bernama Kris. Nat dan Kris kemudian kenalan, meski awalnya cuma ngobrol2 aja, tapi perlahan Nat dan Kris jadi akrab. Hal ini karena Kris emang tipe temen ngobrol yang asik dan hangat. Nat dan Kris ngomongin banyak hal dan salah satunya adalah buku. Dari situ kemudian Kris minjemin Nat buku Tolstoy dengan syarat Nat sendiri yang harus mulangin bukunya ke Seattle. Meski awalnya ragu, tapi kemudian Nat setuju.

Setelah pulang ke Indonesia, Nat memutuskan utk memenuhi undangan Kris. Jadilah Nat menyusun rencana utk terbang ke Amerika. Tapi ketika semua rencananya udah disusun, Nat malah harus terbang ke Richland karena ada masalah yang membuat dia harus pergi kesana.

Seperti buku2 kak Robin yang lain, buku ini pun ditulis dengan manis dan kalem (Kalem? Iya. gitulah pokoknya). Alurnya enak utk diikutin dan pilihan katanya selalu bikin adem. Sebenernya cerita dibuku ini tentang 3 orang. Kris, Natalie dan Benjamin. Meski di covernya cuma digambarain sepasang lelaki dan perempuan aja. Tahu kan maksudnya? Cinta memang cuma milik dua orang, bukan tiga.

Tokoh favoritku Kris. Manis-manis gimana gitu, meski aku juga gak bisa menutupi kalo turut simpati pada Benjamin dan yang terjadi pada dia. Oh ya, ada tokoh2 lain di cerita ini. Seperti Gabriel (kakak Natalie), SArah, tante Susan, Joshua, dll. Dan ada semacam teaser yang ditulis di akhir cerita yang mengisahkan kalau akan ada buku kedua dari cerita salah satu tokoh yg ada di Nightfall ini. Siapa orangnya? baca sendiri aja. Minusnya menurutku layout yg keliatan standar dan simple. Mungkin krn selama ini baca buku kak Robin yang luar dan dalemnya cakep secara packaging kali ya. Oh ya, ada kesalahan edit yang cukup mengganggu, tapi overall aku puas sama kisahnya. Ditunggu kisah selanjutnya kak Robin. cheers.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
July 2, 2016
Di Roma, Natalie patah hati gara-gara Gio pacarnya ternyata masih menyimpan rasa cinta pada mantan kekasihnya. Natalie meninggalkan Gio, dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Austris seorang diri. Di bandara dia bertemu dengan Kris, seorang pemuda asal Seattle yang menemaninya ngobrol dan memberinya sebuah buku Leo Tolstoy. Di salah satu halaman buku itu Kris menuliskan undangan untuk Natalie agar mengunjunginya di Seattle.

Natalie memang akhirnya mengunjungi Kris di Seattle, setelah sebelumnya pulang terlebih dahulu ke Indonesia. Berkat saran kakaknya, Gabriel, Natalie mencoba menjalin komunikasi terlebih dahulu via email dan BBM sebelum meyakinkan diri untuk mengunjungi Kris di negerinya.

Sebelum bertemu dengan Kris, Natalie juga mengunjungi seorang kawan lama bernama Benjamin. Ben ini baru patah hati ditinggal mati kekasihnya. Kedatangan Natalie yang mencoba menghiburnya ternyata membuat Ben membuka mata dan mulai menyukai Natalie. Lantas siapa nanti yang akan dipilih oleh Natalie?

Saya berusaha untuk menyukai novel ini, tapi sepertinya gagal. Saya merasa pengantar untuk kisah Natalie dan Kris sendiri terlalu panjang. Khususnya di bagian dimana mereka saling berkomunikas via email itu. Bagiannya Ben dengan sakit hatinya juga lumayan membosankan. Saya baru bisa benar-benar fokus pada bagian keempat buku ini yaitu di bagian Nightfall, dimana konflik yang sebenarnya mulai muncul.
Profile Image for v i v i n.
139 reviews7 followers
January 13, 2018
Ratingku : 3.5 🌟

1. Aku suka cover-nya. Unik dan buat penasaran ditambah judulnya yang misterius.

2. Novel ini dibagi dalam 3 POV : Natalie, Kris, dan Benjamin. Lokasinya juga ada di 3 tempat berbeda.

3. Pesan didalam novel ini sangat berkesan, menurutku.

True love doesn't come to you. It has to be inside you.
Profile Image for Alexandra.
261 reviews12 followers
February 22, 2017
Natalie dan Kris bertemu di bandara di Roma. Natalie baru saja putus dengan pacarnya dan memutuskan memajukan jadwal keberangkatan liburannya ke Austria. Kris akan kembali ke rumahnya di Seattle. Kris memberinya buku War & Peace dan sebuah undangan untuk datang ke Seattle saat liburan akhir tahun dan mengembalikan bukunya.

Diawali dengan bertukar email, kemudian dengan aplikasi chat, membuat mereka bisa terus berkomunikasi walaupun berada di dua benua yang berbeda -Indonesia (Asia) dan Amerika Serikat (Amerika). Dan saat Natalie sudah memutuskan akan berlibur ke Seattle, sekaligus menjumpai temannya di Richland -Benjamin, membuat kisah tersebut menjadi cinta segitiga.
Profile Image for Nur Fauziah.
109 reviews
December 17, 2014
Ada poin plus dan minus dalam buku ini. Untuk novel-novel Robin Wijaya, saya biasanya merate paling kecil 4 bintang. 3 novel terakhirnya saya rate 5 bintang. Kenapa saya kurangi 1? Ini ulasan saya:

1.Dari segi cerita, saya kurang puas dengan novel ini. Kenapa? Karena ceritanya habis ketika saya sedang suka-sukanya dengan perjalanan cerita Natalie, Kris dan Ben. Saya tahu, penulis akan membuat buku kedua yg berjudul DAYLIGHT. Bakan cuplikan Daylight sudah ada di halaman terakhir novelnya. Cuma tetep aja, yang namanya kentang. Ya maunya sih bukunya tebel dikit gitu terus ceritanya dipanjangin (banyak maunya ya saya).
2.Novel ini senafas dengan Roma. Mirip novel terjemahan. Belum lagi packagingnya yg mirip novel terjemahan betulan. Seandainya nama Robin Wijaya diganti dengan nama yg kebarat-baratan, pasti saya nebak ini novel terjemahan. Bukannya nggak bagus sih, tapi emang nggak terlalu suka novel terjemahan.
3.Tokoh Ben yang menurut saya lemah dan cengeng. Sebagai lelaki, apalagi diceritakan kemudian Ben dan Kris sama-sama menyukai Natalie. Kalo saya sih pastinya pilih yang tegas dan macho lah (subjektif)
4.Terlepas dari itu semua, Robin Wijaya selalu berhasil membuat saya nyaman membaca tulisan-tulisannya. Larut dalam pilihan kata dan bagaimana dia membangun suasana dalam novelnya. Saya merasakan dingin dan hangat sekaligus ketika membaca novel ini. Pokoknya suka.
5.Karena Daylight menampilkan potongan Gabriel (kakaknya Natalie). Saya berharap Gabriel diangkat lebih banyak di buku kedua. Saya suka sekali dengan interaksi Natalie dan Gabriel sebagai kaakk-adik. Meski saya belum bisa membayangkan bagaimana sosok Gabriel secara fisik. Entah tinggi, pendek, ganteng, atau seperti apa. Tapi saya suka cara dia memperlakukan adiknya.

Overall, Nightfall menarik untuk dibaca. Dan bisa menjadi pengobat rindu penggemar-penggemar Robin Wijaya setelah 2 buku terakhirnya yang terbit adalah kumpulan cerpen. Oh ya, saya juga pasti sabar menunggu Daylight.
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
February 5, 2017
Dari awal memang lebih tertarik ke sinopsisnya Daylight. Untuk Nightfall sendiri dari awal sudah bisa menebak kalau alur ceritanya bakal seperti itu.

Novel ini di ceritakan dari 3 bagian masing-masing dari 3 tokoh utama dalam novel ini. Ada bagian Ben, Nathalie, dan kRis.

Dan aku menemukan keanehan di bagian Ben. Aku nggak bisa memahami apa yang ingin disampaikan penulis melalui kisahnya Ben ini. Dengan alur yang lumayan lambat, sehingga membuat aku lelah sendiri saat membacanya.

Alur ceritanya seperti di buru-buru. Seperti Nat dan Kris, tiba di pertemuan kedua langsung jatuh cinta aja gitu. memang sih sebelumnya mereka udah komunikasi intens juga, tapi nggak logis sih menurutku.

Yang paling aku sukai di novel ini adalah hubungan antara Nathalie dan Gabriel. Mereka begitu kompak.
Profile Image for Erin  F.
135 reviews1 follower
March 22, 2016
Kisah yang manis tentang Natalie, Kris dan Ben.
Natalie yang tengah patah hati, bertemu dengan Kris, lelaki yang asyik diajak ngobrol. Kris pun mengundang Natalie ke Seattle. Sebagai jaminannya Kris meminjamkan bukunya pada Natalie.
Ben, sangat menyukai langit. namun, sejak ditinggal pergi kekasihnya, hidupnya terpuruk. Mengabaikan orang-orang disekitarnya. Diapun, tak peduli dengan dirinya sendiri. Natalie pun hadir dan mencoba menyembuhkan lukanya.
Ini bukan sekedar cerita cinta belaka,tak luput kisah persahabatan pun mewarnai Nightfall.
Cek di sini untuk next reviewnya http://hotarubookstory.blogspot.co.id...
Profile Image for Tiara Orlanda.
201 reviews18 followers
February 4, 2016
Robin Wijaya adalah salah satu penulis favoritku sejak bukunya yang berjudul Before Us. Menurutku Robin Wijaya memiliki kemampuan meramu cerita yang biasa saja menjadi lebih menarik untuk dibaca. Selain menyukai tiap tulisannya, aku senang karena menurutku dia orang yang ramah kepada pembacanya. Mengingat buku-bukunya terdahulu, aku memiliki ekspektasi agak tinggi dengan buku ini meskipun sedikit bisa menebak, bahwa ciri khas Robin Wijaya akan tetap terasa.

Review selengkapnya https://bookishstory.wordpress.com/20...
Profile Image for Aya S..
67 reviews5 followers
February 9, 2016
2,5 ★

Awalnya bingung ini cerita mau dibawa ke mana? Pendalaman karakter Kris dan Natalie terasa kurang. Cuma karakter Ben yang terasa cukup kuat. Sayang saja, berasa kurang feel-nya. Tapi karena saya baca buku ini hingga tuntas sampai tamat, artinya saya menghargai buku yang saya baca. Saya cukup menikmati kisah ini, kisah Ben lebih tepatnya. Tentang Kris dan Natalie, sekali lagi saya bilang, saya kurang dapat feel-nya.
Profile Image for April Silalahi.
227 reviews213 followers
March 30, 2015
kecewa baca cerita ini. penggambaran jatih cinta antara Kris-Natalie gak dapet buat gue. gampang banget bercinta di negri orang lagi. ckckck..
ini cerita emang benang merah nya patah hati, gak bisa move on masa lalu gitu?
sayang eksekusi nya kurang berhasil. lebih suka karya Robin Wijaya yang lain sih, daripada novel ini.
i'm sorry.
4 reviews
January 8, 2016
Jalinan cerita menarik. Hanya sayang kurang menggali perasaan para tokohnya. Kecuali perasaan Ben sih...itu jelas banget. Selebihnya keren
Displaying 1 - 18 of 18 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.