What do you think?


Our Notebook: Peace in Mind, War at Heart
Sejauh ini aku menyalahkan diriku atas kehilanganmu, tetapi cinta membuatku buta. Aku rela dipukul, ditampar, dihina, dan dicaci maki.
Sudah rendah sekali derajatku sebagai wanita. Tetapi, aku merasa pantas diperlakukan seperti itu?
Bodoh! Bodoh! Bodoh!
Aku tidak akan pernah lupa, ketika kamu mencekik leherku dan membenturkan kepalaku ke dinding.
Kalimat ini masih menempel di ingatanku.
“Kamu wanita yang paling aku tinggikan dan kini kamu yang membuatku hancur.”
Aku hanya bisa meneteskan air mata. Aku sendiri tidak menyadari air mataku itu tidak berhenti keluar.
Aku masih bertanya. “Apakah memang aku pantas mencinta orang yang memperlakukanku seperti itu?”
Jika aku hanya kenangan, jangan kembali!
Kadang mimpi tidak berjalan seperti yang kuinginkan. Tetapi, jawaban Tuhan lebih indah dari keinginanku itu sendiri
Sudah rendah sekali derajatku sebagai wanita. Tetapi, aku merasa pantas diperlakukan seperti itu?
Bodoh! Bodoh! Bodoh!
Aku tidak akan pernah lupa, ketika kamu mencekik leherku dan membenturkan kepalaku ke dinding.
Kalimat ini masih menempel di ingatanku.
“Kamu wanita yang paling aku tinggikan dan kini kamu yang membuatku hancur.”
Aku hanya bisa meneteskan air mata. Aku sendiri tidak menyadari air mataku itu tidak berhenti keluar.
Aku masih bertanya. “Apakah memang aku pantas mencinta orang yang memperlakukanku seperti itu?”
Jika aku hanya kenangan, jangan kembali!
Kadang mimpi tidak berjalan seperti yang kuinginkan. Tetapi, jawaban Tuhan lebih indah dari keinginanku itu sendiri
127 pages, Paperback
First published October 6, 2014
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
December 2, 2018
The only reason I read it because I like Pevita
February 6, 2022
Mungkin ini adalah kumpulan Notes di HPnya Pevita Pearce. Meskipun demikian bukan berarti typonya tidak harus diperbaiki, khususnya di bagian yang berbahasa Inggris. Cerita atau "Notes" nya pendek-pendek dan tidak terlalu berkesinambungan. Aku lebih suka ceritanya yang panjang, karena aku lebih memiliki konteks tentang apa yang terjadi, daripada hanya menebak-nebak perkara hidup orang lain. Seperti orang yang mati-matian ingin didengarkan curhat, tapi ketika benar-benar di beri kesempatan untuk curhat malah menutup-nutupi sebagian besar ceritanya. Bagaimana aku bisa membantu kalau begitu? Ceritanya saja tidak kumengerti.
Jika ingin membuat buku baru dengan konsep yang sama, saranku adalah untuk memilih cerita-cerita yang panjang. Atau mengembangkan lagi ceritanya sebelum di publish secara mentah. Pevita jelas bisa menulis, tapi mungkin dia tidak ada waktu.
Jika ingin membuat buku baru dengan konsep yang sama, saranku adalah untuk memilih cerita-cerita yang panjang. Atau mengembangkan lagi ceritanya sebelum di publish secara mentah. Pevita jelas bisa menulis, tapi mungkin dia tidak ada waktu.
October 11, 2021
I loved this book, buku yang sangat jujur 💗
This entire review has been hidden because of spoilers.
January 24, 2019
What I love from this book is Pevita's photographs. I'm not her fan or etc, yet her photographs on this book are really outstanding. I deliberately read the book from famous young celebs to know how did they deliver the feeling into writing. The conclusion is same as before, what I got from Prilly's book. I don't admit that I don't like the books since those aren't writers or my potencial favourite writers. Just throwing the time to entertain my mind less than an hour through the book. Beside, I apreciate Pevita too.
March 29, 2016
Buku ini saya pinjam dari teman saya. Awalnya ngga kepikiran untuk pinjam tapi iseng pingin tahu seperti apa isinya. And, I liked it so much because at that time I tried to move on from someone.
Buku ini merupakan buku pertama yang Pevita Pearce tulis berdasarkan dari curahan hati (ngga tahu itu berdasarkan pengalaman nyata dia atau bukan). Ada beberapa tulisan di buku ini yang benar-benar saya suka. Contohnya ini tulisan yang berjudul Dulu:
I used to be your everything
And now I am your “nothing”
I used to be your happy pills
And now I am your pain
I tried to make you happy
Tetapi aku gagal
Aku selalu kurang di matamu
Aku selalu salah di matamu
That’s why no wonder I lose you
Dia adalah salah satu orang terbaik yang pernah aku kenal
Dia memiliki hati yang besar
----------------another lines that I like
Kamu membangunkan aku dari kegelapan. Kamu menciptakan lautan cinta yang hanya ada aku dan kamu.
Another surprise from you which I love it so much.
Tak sengaja aku jatuh cinta. Jatuh dari mata dan turun ke hati. Tak sengaja kamu buat hatiku jadi tak menentu dan kini ku tak tahu harus berbuat apa. Walaupun tak sengaja, aku berharap cinta kita akan terjalin selamanya.
Setelah itu, kesempurnaan itu, kebahagiaan itu, rasa sayang dan cinta kita yang terlalu kuat ternyata adalah bumerang buat kita sendiri. Seiring waktu, aku berubah, kamu pun berubah.
Pandangannya tidak mencuri perhatianku. Penampilannya tidak menarik di mataku. Auranya tidak menyadarkanku, bahwa dia ada di ruangan gelap dan dipenuhi musik yang membuat manusia menari, seakan tidak ada hari esok.
Buku ini merupakan buku pertama yang Pevita Pearce tulis berdasarkan dari curahan hati (ngga tahu itu berdasarkan pengalaman nyata dia atau bukan). Ada beberapa tulisan di buku ini yang benar-benar saya suka. Contohnya ini tulisan yang berjudul Dulu:
I used to be your everything
And now I am your “nothing”
I used to be your happy pills
And now I am your pain
I tried to make you happy
Tetapi aku gagal
Aku selalu kurang di matamu
Aku selalu salah di matamu
That’s why no wonder I lose you
Dia adalah salah satu orang terbaik yang pernah aku kenal
Dia memiliki hati yang besar
----------------another lines that I like
Kamu membangunkan aku dari kegelapan. Kamu menciptakan lautan cinta yang hanya ada aku dan kamu.
Another surprise from you which I love it so much.
Tak sengaja aku jatuh cinta. Jatuh dari mata dan turun ke hati. Tak sengaja kamu buat hatiku jadi tak menentu dan kini ku tak tahu harus berbuat apa. Walaupun tak sengaja, aku berharap cinta kita akan terjalin selamanya.
Setelah itu, kesempurnaan itu, kebahagiaan itu, rasa sayang dan cinta kita yang terlalu kuat ternyata adalah bumerang buat kita sendiri. Seiring waktu, aku berubah, kamu pun berubah.
Pandangannya tidak mencuri perhatianku. Penampilannya tidak menarik di mataku. Auranya tidak menyadarkanku, bahwa dia ada di ruangan gelap dan dipenuhi musik yang membuat manusia menari, seakan tidak ada hari esok.
November 2, 2014
** Books 271 - 2014 **
Saya menemukan buku ini di salah satu toko buku besar dan saya penasaran hingga membacanya sampai tuntas. buku ini ternyata buku pertama yang diterbitkan oleh Pevita dan berisi curahan hati seorang Pevita kisah suka duka yang ia rasakan selama ini. saya dapat merasakan buku ini terdapat kesedihan dan kesepian yang mendalam.. tapi di ending buku ini pevita berusaha bangkit dan move on dengan apa yang terjadi oleh dirinya..
ada bagian di buku ini yang membuat saya terkejut ketika ada sisi kelam yang diungkap oleh pevita
“Aku bersama dia tiga tahun dan selama dua tahun sebelum hubungan kami berakhir, aku diperlakukan seperti pelacur, seperti wanita tanpa harga, wanita tanpa dignity. Aku dipukul. Aku diseret. Aku dijambak. Aku dicekik hingga tidak bisa bernapas. Tidak jarang kepalaku dihentakkan ke dinding dengan keras. Tidak jarang, aku dicaci maki dengan kata-kata yang tidak pantas diberikan kepada wanita,”
Gak tahu ya menurut Pevita sendiri ia menyangkal itu bisa saja bukan pengalaman dia tetapi pengalaman sahabatnya, kamu, kita atau orang lain tapi paragraf diatas tergiang-ngiang di kepala saya hingga saya selesai membaca buku ini
Selain itu buku ini dilengkapi dengan kumpulan foto Pevita mulai dari saat dia bersnorkeling, muka bantal bangun tidur, pakai gaun hingga bikini two-pieces juga ada..*Jadi kayak buku fanservice untuk cowok
Terlepas dari itu saya suka penulisan puisi dan cerita yang ditulis pevita disini jadi saya berikan 3,2 dari 5 bintang! :*
Edited review..,/i>
Saya menemukan buku ini di salah satu toko buku besar dan saya penasaran hingga membacanya sampai tuntas. buku ini ternyata buku pertama yang diterbitkan oleh Pevita dan berisi curahan hati seorang Pevita kisah suka duka yang ia rasakan selama ini. saya dapat merasakan buku ini terdapat kesedihan dan kesepian yang mendalam.. tapi di ending buku ini pevita berusaha bangkit dan move on dengan apa yang terjadi oleh dirinya..
ada bagian di buku ini yang membuat saya terkejut ketika ada sisi kelam yang diungkap oleh pevita
“Aku bersama dia tiga tahun dan selama dua tahun sebelum hubungan kami berakhir, aku diperlakukan seperti pelacur, seperti wanita tanpa harga, wanita tanpa dignity. Aku dipukul. Aku diseret. Aku dijambak. Aku dicekik hingga tidak bisa bernapas. Tidak jarang kepalaku dihentakkan ke dinding dengan keras. Tidak jarang, aku dicaci maki dengan kata-kata yang tidak pantas diberikan kepada wanita,”
Gak tahu ya menurut Pevita sendiri ia menyangkal itu bisa saja bukan pengalaman dia tetapi pengalaman sahabatnya, kamu, kita atau orang lain tapi paragraf diatas tergiang-ngiang di kepala saya hingga saya selesai membaca buku ini
Selain itu buku ini dilengkapi dengan kumpulan foto Pevita mulai dari saat dia bersnorkeling, muka bantal bangun tidur, pakai gaun hingga bikini two-pieces juga ada..
Terlepas dari itu saya suka penulisan puisi dan cerita yang ditulis pevita disini jadi saya berikan 3,2 dari 5 bintang! :*
Edited review..,/i>
February 24, 2015
Bagi saya buku ini terasa sangat jujur. Sangat berasa bahwa penulis betul betul membagi kisahnya dari hati. Ada bagian bagian yang sulit diprediksi apakah itu fiksi atau bukan. Akan tetapi apapun itu, saya merasa pevita menuliskannya dengan segenap rasa sehingga terasa semuanya betul betul merupakan pengalaman pribadi penulis, atau setidaknya ada hubungan langsung dengan penulis.
Overall saya sangat menikmati buku ini. Bahkan ini buku pertama yang saya habiskan dalam sekali baca. Saya juga berharap semoga nantinya ada buku lain lagi dari pevita. Baik dengan genre seperti buku ini ataupun lainnya.
Happy reading everybody
:)
Overall saya sangat menikmati buku ini. Bahkan ini buku pertama yang saya habiskan dalam sekali baca. Saya juga berharap semoga nantinya ada buku lain lagi dari pevita. Baik dengan genre seperti buku ini ataupun lainnya.
Happy reading everybody
:)
August 10, 2015
Menarik membaca tulisan Pevita kata demi kata.
Satu kalimat ke kalimat lainnya...
Walau termasuk buku tipis, dan satu bab ke bab lainnya pendek.
Dan satu halamannya pun tak banyak baris kalimat isinya,
Namun cukup nyaman tuk membacanya
Ditambah kertas dan desain kertas yang bagus untuk buku ini...
Juga Foto-foto Pevita nya
Menarik tuk ditunggu buku keduanya bakal seperti apa
Satu kalimat ke kalimat lainnya...
Walau termasuk buku tipis, dan satu bab ke bab lainnya pendek.
Dan satu halamannya pun tak banyak baris kalimat isinya,
Namun cukup nyaman tuk membacanya
Ditambah kertas dan desain kertas yang bagus untuk buku ini...
Juga Foto-foto Pevita nya
Menarik tuk ditunggu buku keduanya bakal seperti apa
May 23, 2015
Iseng membaca buku ini beberapa waktu lalu, saya tau Pevita lewat sejumlah film yang dia mainkan. Saya penasaran dengan isi ceritanya dan menurut saya, cara dia menulis terkesan jujur dan dalem hati banget ^^
Read
October 13, 2015interesting to read.
Want to Read
August 28, 2015this is good
Displaying 1 - 12 of 12 reviews










