What do you think?
Rate this book


276 pages, Paperback
First published November 1, 2014
Beginilah irama hidupnya kini. Berlari ke sana kemari, memperindah wajah dan tubuh, lalu tampil ceria demi kesenangan orang lain.
"Selama gue sehat jasmani-rohani, latihan, show, syuting, atau apa pun bakal gue jalani!" Mendadak malu sendiri oleh semangatnya yang berapi-api, dia bergegas melanjutkan. "Banyak orang jago nyanyi, malah lebih jago dari gue. Lebih ingin jadi profesional. Kalau baru tiga bulan sudah menyerah, berarti gue enggak mensyukuri peluang yang langka banget ini. Dan, lain kali mungkin enggak akan ada peluang lagi."
Apa yang salah? Benarkah harapan Divya terlalu muluk? Atau dia memang tidak ditakdirkan menggapai ketenaran, sekuat apa pun dia berjuang?
Dia tidak seratus persen bahagia. Dia sekadar mengarungi mimpinya, dan dalam mimpi pun kebahagiaan utuh jarang ada. Sesederhana itu.