Guys, you know … nggak cuma dengan ikut demo sana sini untuk ngungkapin kritik kita atau pakai baju bertuliskan I LOVE INDONESIA untuk “pamer” rasa cinta Tanah Air. Wahyu Aditya bersama puluhan Gembolers, sebutan khas partisipan KDRI, punya cara lain untuk nunjukkin itu semua.
Lewat panel-panel gambar, mereka membedah konten-konten lokal khas Indonesia. Mulai dari perayaan HUT RI, ragam musik Indonesia, serunya ngangkot, petak umpet yang hilang, sampai pendapat orang Jepang tentang Indonesia.
Dikemas dengan konsep scratch book yang dibalut ide-ide menggelitik, Komik Corat-Coret: Made In Indonesia akan mengajak kalian untuk lebih mengenal dan mencintai Indonesia dari sisi berbeda.
Dari kami, oleh kalian, untuk Tanah Air tercinta. Asli buatan Indonesia!
Negeri kita ini sejatinya kaya. Kaya akan sumber daya alam, objek wisata, sekaligus kaya akan orang-orang kreatif. Salah satu buktinya ada dalam buku ini. Di dalamnya terangkum puluhan (atau ratusan) komik strip yang dirangkum serta disatukan dalam sejumlah bab sesuai dengan temanya. Total ada 36 kreator yang berkolaborasi membuat komik strip dan lalu kesemuanya digabungkan dalam satu jilid buku sehingga lebih enak dibaca dan dinikmati. Beragam komikus dari beragam genre dan latar belakang gabung dan kumpul jadi satu, menghasilkan sebuah perpaduan majemuk tapi tetap menyatu dalam bingkai satu buku, sebagaimana Indonesia yang berisi oleh bermacam-macam suku, golongan, agama dan budaya tapi semuanya tetap satu dalam bingkai NKRI.
Karena lintas genre dan gaya menggambar, pembaca harus bersiap dengan ketidakkonsistenan teknik menggambar dalam buku ini. Bagi mereka yang terbiasa membaca komik-komik manga, dengan gaya yang tetap serupa dalam satu buku, mohon jangan kaget jika menjumpai semacam gado-gado gambar dalam buku ini. Yah, namanya saja kumpulan komikus, jadi ada karya yang bisa dibilang sudah jadi dan ada juga yang masih setengah jadi. Ada yang goresannya sudah halus dan ada pula yang panelnya masih “penuh” sehingga sulit dinikmati. Tapi, bukan bagus atau tidaknya, melainkan semangat berkarya itulah yang harus kita apresiasi. Lebih baik menghasilkan komik yang masih kasar ketimbang tidak menghasilkan apa-apa.
Tema-tema dalam buku kumpulan komik ini juga bisa dibilang “Indonesia banget”. Khas karya anak-anak muda yang sering memajang panel-panel komik karyanya di media sosial. Ada tentang HUT Indonesia, trus kelakuan kita yang Indonesia banget, trus keistimewaan beberapa tempat di Indonesia, juga sindiran serta kritikan yang makjleb namun penting bagi kemajuan bangsa dan negara tercinta ini. Secara konsep, konsepnya simple tapi menghibur. Banyak yg goresannya masih kasar (beberapa panel malah padat merayap dan susah dibaca)tapi ... orisinalitas para komikus pemula yang berjuang mewujudkan impiannya terasa begitu nyata dan meluap-luap di buku kumpulan komik ini. Paling suka sama yang judul Bhinneka Tunggal Ika
Kemudian saya terpikir, daripada hanya mendapat like di media maya, kenapa tidak dikumpulkan saja karya-karya itu, lalu disusun dan dipadukan dalam satu alur yang setema sehingga bisa diterbitkan menjadi buku? Saya yakin, banyak anak-anak muda yang jago mengomik di luar sana, hanya saja mereka belum terarahkan dalam berkarya sehingga kadang karya-karya komik yang sebenarnya bagus itu tidak jarang hanya terpampang gratis di dunia maya. Si komikus kurang mendapatkan penghargaan yang semestinya (paling banter di-like-aja) sehingga kemauan untuk terus berkarya pun kurang menyala.
Para komikus yang karyanya masuk dalam buku ini adalah mereka yang telah melangkah lebih depan dari teman-temannya. Mereka berani berkarya, walau beberapa masih apa adanya. Tetapi, yang apa adanya itu sejatinya masih lebih bagus ketimbang tidak ada apa-apa. Goresan yang masih kasar akan semakin menghalus seiring banyaknya latihan. Dan, sekali lagi, bukan bagus atau jeleknya, melainkan berani berkarya, itulah yang patut diapresiasi dari penerbitan kumpulan komik ini. Dan, selain itu, masih ada bonus berupa hiburan yang lucu, nasehat sederhana namun mengena, serta hal-hal lain yang mendukung jargon bahwa satu gambar bernilai seribu kata (meskipun saya pribadi masih menyangsikan jargon ini karena sejatinya baik gambar maupun kata-kata adalah sama-sama bermakna, yang satu melengkapi yang lainnya). Selamat kepada para komikus yang karyanya turut dibukukan dalam karya ini. Sebagaimana Indonesia, kalian hebat! (Ini perasaan review komiknya malah dikit ya?)
ini adalah kumpulan komik strip dari banyak komikus di Indonesia. Topiknya pun macem-macem, tapi tetap di bawah payung tema Made In Indonesia. buku ini ringan tapi tetap membaca isu serius untuk didiskusikan. karena yang penting adalah bagaimana kita melakukan sesuatu untuk Indonsia. nah teman2 komikus yang satu ini (gembolers) udah menyuarakan pendapat mereka via media gambar. :)
"Full senyum" itulah yang dirasakan. Berbagai hal terkait Indonesia dibahas dengan konsep yang berbeda. Bukan cuma menghibur namun menyemangati generasi bangsa untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Bukan hanya berkurangnya tempat petak umpet atau lahan bermain namun kurikulum anak sekolah juga dibahas. Intinya dibikin full happy tapi juga serius. So, kamu semua haru baca. Seru! 😁
Seru baca komik-komik yang bertemakan Indonesia. Ada 6 tema yang disajikan, dengan 69 komik dari 37 kreator. Paling suka komik yang berjudul 'Ngebut di Jakarta', 'Ikuti Tren', 'Lidah Lokal Engga Pernah Boong', dan masih banyak lagi yang asik-asik.
Ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia. Para Gembolers (partisipan KDRI - Kementrian Desain Republik Indonesia) memilih lewat coret-coretan berupa komik untuk mengutarakan perasaan cinta itu. Ada 6 bab (kalau boleh disebut seperti itu bagian-bagian dalam buku ini) yang semuanya bercerita tentang Indonesia. Keenam bab itu adalah : 100% Indonesia, Tanah Air Saat Ini, I Love Indonesia, Indonesia (Belum) Merdeka, Semangat Persatuan, dan Save Indonesia Save Earth. Tiga puluh tujuh orang Gembolers membuat sketsa komiknya di dalam bab-bab tersebut.
Lewat panel-panel gambar Gembolers bercerita tentang kondisi Indonesia. Tidak sedikit yang memberikan sindiran, tapi ada juga yang memberi sanjungan tentang Indonesia. Tidak ketinggalan fenomena-fenomena sosial seperti Kurikulum 2013, budaya konsumtif, sogok-menyogok, dan aktivis sosmed juga diangkat lewat komik.
Komik dalam buku ini dikemas dalam bentuk scratch book. Jadi jangan heran kalau gambar-gambarnya dari halaman pertama hingga terakhir sangat bervariasi. Namanya juga proyek borongan, ya gambarnya juga macam-macam. Kalau menurut saya pribadi yang dibesarkan dengan komik ala Candy-candy dan Conan, ada banyak gambar yang tidak memanjakan mata. Saya kadang sampai bingung dengan karikaturnya. Tulisannya juga tidak seragam, jadi ada yang gampang dibaca, ada juga yang tidak. Ada yang panelnya mirip dengan panel ala Kobo Chan (satu judul hanya berisi empat panel), ada yang sehalaman isinya hanya 3 panel. Pokoknya variatif bangetlah.
Namanya juga komik ya, pastilah bisa habis dibaca dalam sekali duduk. Buku ini sangat menghibur sekaligus mendidik. Lumayanlah buat selingan setelah membaca buku-buku bantal. :)
Asyik komiknya, dari ngelawak sampai nyindir yang nyesek bin jleb ada. Semuanya tentang Indonesia. Unik. Ditulis oleh banyak komikus. Penasaran? baca ya!