Kapsyen: Listen to the silence, it’s telling the truth.
Blurb:
Di celah retak takdir, lahir pertemuan yang penuh gelora. Bukan dihiasi dengan indahnya pesona, tapi amarah yang membara.
Seorang penuh ceria, seorang lagi sejuk bagai ais. Ketika Yasmeen mengusik, Jibrail hanya menjeling, tidak menghiraukan. Saat Yasmeen merajuk, Jibrail tetap membisu, tiada emosi. Lama kelamaan, Yasmeen menerima hakikat, bahawa pengawal peribadinya ini bagaikan klon robot, tanpa rasa, tanpa jiwa.
Jibrail langsung tidak tertarik pada dirinya. Saat lelaki itu mahu berpaling tidak sudi, tragedi yang meragut kesempurnaan si gadis mula menguji.
Saya buta, Jibrail. Saya cacat.” - Yasmeen
“Cik Alana tetap sempurna pada mata saya.” – Zeyad Jibrail
Semua itu hanyalah permulaan bagi Jibrail. Dia tetap mahukan Yasmeen, meskipun gadis tidak lagi sempurna seperti dahulu. Bila cinta mula berputik, Yasmeen kembali diburu. Kebahagiaan menjadi duri bagi seseorang yang telah lama merancang untuk menghancurkan Yasmeen dan memanipulasikan Jibrail.
Apakah setiap jejak pengkhianatan akan terus menunggu masa untuk dihancurkan oleh kenyataan?
Dan kematianmu akan membuatkan semua orang gerun dengan aku. - Zeyad Jibrail
Kemuncaknya, apabila segala berubah menjadi duri dalam daging. Yasmeen hampir hilang akal ketika Jibrail ditembak. Tanpa Jibrail, segala yang pernah indah kini bagaikan mati. Dia hanya mampu menunggu keajaiban yang tak kunjung tiba.
Mengapa suratan begitu kejam, meragut segalanya tanpa amaran?
Mampukah dirungkai musuh dalam lipatan yang telah membinasa aras percaya yang dibina?
Dalam kelam, mereka tidak mampu menilai, mana wajah manusia, mana topeng sang iblis yang berselindung di sebalik rahsia.
“Jangan leka pada target yang salah. Sedangkan yang betul-betul busuk ada di depan mata.”
🔖Storyline and plot okay. Cerita ni okay untuk di baca. Trope damsel in distress X Bodyguard with genre action and slightly romance... Cara penulis sampaikan story pun quite good but ada a few ayat yang berulang-ulang tu mengganggu...
🔖Character hero and heroin match energy... hero beku + berat mulut, heroin pulak banyak mulut + degil, opposite attract...
🔖Moment or part Jibril + Yasmeen ni rasa macam minum teh ais kurang manis tapi still ada rasa hahahah sebab part sweet dorang ada tapi tak manis leting... hero jenis berat mulut tapi love language act of service so action speak louder...
🔖Ada watak-watak yang di matikan... cerita ni banyak watak mati aduh sedih... Watak villain mati tak apa ni kalau watak lain mati sedih laa...
🔖Plot twist dia boleh agak 50/50 villain tu siapa tapi sebab kenapa dia jadi macam tu berkait dengan what happen in past...
penulis saja buat pembaca macam aku keliru siapa dalang disebalik kejadian-kejadian yang terjadi sebab banyak hint yang dah tertuju pada watak abang Yasmeen sendiri. Nak kata aku salah baca hint, Jibrail sendiri pun syak orang yang sama.
⭐️⭐️⭐️⭐️✨ (4.5/5) 💥 Action, danger, devotion — this book kept me HOOKED till the end!
This novel had me fully invested from start to finish. It’s action-packed, intense, and wrapped in a beautiful love story between Zeyad Jibrail (ML) and Yasmeen Alana (FL). From bodyguard to husband and wife — yes please, this trope already won my heart 😌💕
Jibrail is calm, silent, and steady — the type who doesn’t talk much but shows everything through his actions. Alana, on the other hand, is talkative, bright, and full of life. Their opposite personalities balance each other perfectly, making their relationship feel natural and heartfelt.
The journey was intense. Alana is constantly targeted by an unknown enemy, facing danger again and again, and I was honestly holding my breath during some scenes. But no matter how bad things got, Jibrail was always there — protecting her, standing by her side, never failing her. His loyalty and quiet devotion melted my heart 🥹❤️
What touched me most was Alana’s strength. Despite all the misfortune she goes through — repeated attempts on her life, painful losses, even losing her sight — she keeps moving forward. Surrounded by love, care, and support, she chooses to keep living, loving, and staying strong. That part really hit me emotionally.
A gripping story full of action, danger, and unwavering love. It’s intense, emotional, and beautifully written — a reminder that even in the darkest moments, love can be the strongest shield. 💕🔥