Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kepalaku: Kantor Paling Sibuk di Dunia

Rate this book
engkau selalu sengaja memilih busana yang sederhana agar kecantikanmu tidak karam ke dalam kemewahan.

aku selalu sengaja memilih bahasa yang bersahaja saja agar makna sajakku tak lenyap di perangkap ungkapan.

76 pages, Paperback

First published January 1, 2014

11 people are currently reading
303 people want to read

About the author

M. Aan Mansyur

19 books1,092 followers
a father of four

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
36 (29%)
4 stars
66 (53%)
3 stars
20 (16%)
2 stars
1 (<1%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 22 of 22 reviews
Profile Image for Karl Agan.
Author 7 books86 followers
December 17, 2014
Misal kata buku ini rumah penulisnya, barangkali rumah M Aan Mansyur paling sering dikunjungi di musim Halloween oleh sesiapapun untuk menuntut cokelat kata-katanya. Alangkah baik jika nombor genap dalam Surat Cinta Yang Ganjil juga merupakan sebuah surat juga (yang rahsia).
Profile Image for Iman Danial Hakim.
Author 9 books384 followers
December 11, 2017
Buku sajak Aan yang pertama saya baca. Kenapa tiba-tiba baca sekarang, bukan sewaktu namanya meletup dek gelombang AADC 2? Mudah saja, saya bertemu dengan beliau di Festival Bahasa dan Persuratan Melayu Nusantara 2017 di Shah Alam, lantas keinginan itu hadir tiba-tiba.

Kumpulan sajak ini terbahagi kepada 4 kumpulan kecil; Engkau Dan Sajakku, Sajak Buat Istri Yang Buta Dari Suaminya Yang Tuli, Aku Hendak Pindah Rumah, Ada Tiga Sms Ibu Hari Ini.

Saya jatuh hati pada puisi-puisi "Ada tiga sms ibu hari ini". Naratif syahdu tentang ayah yang pergi dari rumah, meninggalkan ibu dan anak-anak bersama beban rindu.
Profile Image for hans.
1,160 reviews152 followers
January 14, 2015
When life gives you Aan Mansyur, enjoy it.
Profile Image for Johan Radzi.
138 reviews197 followers
November 21, 2014
okeylah, ada puisi-puisi yang buat saya rasa aan mansyur itu romantik, sementara ada pula yang saya rasa biasa - yang ini mungkin tidak kena dengan jiwa saya. aan mansyur seorang pemuisi yang sederhana, baik daripada kata-katanya, barisnya, isinya, dan pengertiannya, yang seperti sepinggan telur dadar di atas pinggan yang berminyak.
Profile Image for Hani.
Author 4 books24 followers
November 27, 2014
Pemilihan bahasanya yang mudah tidak sesekali mencacatkan rasa yang ingin ia kongsikan dengan pembaca. Seperti biasa saya selalu 'lena' dalam ungkapan dan baris puisinya. Terima kasih kerana sering mengingatkan saya tentang rasa yang sering hilang di antara detik kehidupan.

"setia adalah pekerjaan yang baik, nak!
berangkatlah..."

mencatat ibu buat ayah, 5 (halaman 76)
Profile Image for Hana Ahmad.
57 reviews27 followers
December 5, 2014
Tidak sukar untuk menghabiskan buku kecil ini, yang isiannya perihal sajak penuh cinta yang sederhana. Biarpun ada beberapa sajak di dalam buku ini yang sudah saya baca di blog Aan (maafkan jika saya salah), namun saya masih tetap sukakannya. Barangkali seperti kek manis yang tidak berapa saya gemari, tetapi tetap saja saya suka memakannya berulang kali.
Profile Image for Mushair..
21 reviews2 followers
January 10, 2021
Sudah lama aku tak menjejak buku buku puisi untuk dihadam. Hati ini terdetik untuk membelek karya Aan Mansyur yang sudah lama dihinggap habuk dan tenggelam di celah celah timbunan buku asing.

Tulisan Aan Mansyur aku boleh ibaratkan seperti memandu kereta seorang diri di dalam hujan sambil cermin sisi ditangisi titis titis hujan yang jatuh perlahan melayan perasaan.

Aku merinding di saat rindu itu bertambah kuat jika dibayangkan puisi-puisi Aan Mansyur didendangkan di radio, fikiran semakin menerawang jauh, jiwa sudah tiada lagi di situ, dan mungkin hanya penuh dibisik mengingati masa lalu.

Tingkap pemandu dibuka sedikit, cukup hanya untuk mendengar suara latar hujan yang menjadi peneman di sepanjang perjalanan tanpa tujuan itu.

Puisi puisi Aan Mansyur bagiku, begitu.

Santai membicarakan kisah lalu, tetapi kuat menghentam dinding perasaan yang bercelaru.

4 bintang. Recommended untuk bacaan pemuisi kerana bahasanya yang sedikit mendalam.
Profile Image for Najiha Jaffar.
29 reviews2 followers
March 14, 2019
Aku sudah jatuh cinta sejak halaman pertama. Bahasamu yang sederhana tidak menghilangkan makna yang ingin kau sampaikan. Aku suka.
Profile Image for Bayuu Haikalson.
160 reviews2 followers
April 11, 2020
“Sementara aku, aku tahu cara mengisi kekosongan adalah menunggu.”

Seperti biasa, karya puisi dari M Aan Mansyur tidak mengecewakan. Tetapi lebih pekat dan dalam karya ini. Give it a try yaa.
Profile Image for ddhia.
41 reviews2 followers
November 11, 2020
suka banget. tulisannya menusuk dan seakan memahami
Profile Image for Mohammad Fahmi Sedin.
3 reviews
March 21, 2017
Sajak Aan bukan saja sebuah kata yang ditagih oleh semua yang membutuhkannya. Malahan, predeksi-predeksi yang diluar imaginasi dalam kebanyakan penulis. Seperti "Berfikir bererti sebuah pengharapan" , "rindu adalah benih bukan buah". Aan selalu menagih kita untuk berfikir lebih keras untuk mendapatkan kefahaman yang menyenangkan di setiap sajaknya.
Profile Image for Bastian Hidayat.
83 reviews
May 12, 2016
Aan tidak saja menelurkan puisi-puisi dengan bahasa yang bersahaja. Namun juga memiliki kekuatan kekinian yang membuat kepala tak harus bekerja keras untuk membolak-balik memori lama, mencari keterkaitan puisinya dengan diri kita. Ada saja kejadian hari-hari ini yang terwakili begitu saja oleh kata-katanya.
Profile Image for Riana Anwar.
39 reviews
January 26, 2015
tidak diterbitkan di Indonesia hanya di Malaysia. Buku ini berisi beberapa sajak yang sudah sangat familiar, namun ada pula yang baru. yang paling membahana memang adalah puisi yang berjudul sama dengan judul buku ini: kepalaku.
Profile Image for F. Hanim.
176 reviews
June 1, 2016
3.5?

Buku puisi yang nipis dan kecil saiznya. Puisi-puisi dengan ayat-ayat yang sederhana, itu memang diakui sendiri penulisnya, Aan Mansyur yang jiwanya romantis pada hemat saya.

Mungkin sesuai untuk peminat genre puisi yang santai tapi penuh makna. Pilihan peribadi saya: Menonton Film. Aneh!
Profile Image for Mustika Safiee.
8 reviews8 followers
August 12, 2015
Sementara aku, aku tahu cara mengisi kekosongan adalah menunggu. Dunia ini dipenuhi keseimbangan-keseimbangan. Tepat ketika seorang melihat matahari sore menutup mata, di tempat lain ada seorang menatap matahari pagi bangun.
Profile Image for Faisal Zawi.
Author 9 books36 followers
March 21, 2016
Aku membayangkan membaca Aan Mansyur kepada engkau waktu baring di ribaan.
Profile Image for Rebecca.
Author 16 books155 followers
May 25, 2016
I love the first part, but felt the poems deteriorated as the pages progressed...
Profile Image for Keon Safaai.
37 reviews
June 6, 2016
Sajak Aan Mansyur, seperti perbualan-perbualan jujur ditemani kopi panas yang manis. Ke hati ia menganjur, membangun puitis dan romantis.
Profile Image for phazleeanna.
249 reviews2 followers
June 20, 2016
"Ya. Percayalah. Kepalaku: Kantor paling sibuk di dunia.
Anehnya, hanya seorang bekerja tiada lelah di sana.

Engkau saja."
Profile Image for Sarah Z..
40 reviews
February 3, 2017
tiada review (berat) untuk ini. manis tetapi sedikit perit tetapi sedikit di awangan dan sedikit cinta. macam jus mangga. macam jus mangga..
Displaying 1 - 22 of 22 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.