What do you think?
Rate this book


296 pages, Paperback
Published July 30, 2025
…. dia tahu tubuhnya hanya sulur kacang panjang yang bertumbuh membelit bilah bambu bernama kehidupan; tanpa rasa tanpa perasaan. Tubuh dan jiwanya kebas. (p.1)
"Perempuan punya hak atas tubuh mereka sendiri. Atas rahim mereka sendiri. Anda tak punya hak untuk melarang karena bukan Anda yang menjalani."Ada banyak isu yang dibahas dalam novel ini. Banyaaaak sekali hingga aku bingung harus mulai menulis ulasan dari mana... Yang pasti, isu-isu tersebut sangat dekat dengan kehidupan perempuan sehari-hari, terutama soal hak atas tubuhnya sendiri. Satu hal yang kupahami, buku ini mengajak kita merenungi persoalan apakah tindakan aborsi diperbolehkan? Bahkan jika janin itu sendiri adalah hasil dari perkosaan?
"Bagaimana menurut Ibu tentang hak hidup janin?"
"Hak apa? Hak itu melekat pada manusia yang telah lahir. Ada manusia yang bernapas dan tengah menjalani hidup. Si ibu. Seorang perempuan. Tunaikan hak mereka dulu."
p. 180