" Bukalah hati lo untuk dunia ini, Sal. Bebaskan diri lo dari masa lalu. Masih banyak hal indah di luar sana. Kenapa lo cuma melihat kotak hitam kecil di dalam hati lo dan mengabaikan hal lain yang lebih indah. Kenapa lo menghabiskan waktu lo untuk membenci"
(pg. 242)
" Tenang, Salma. Ini bukan kesalahan, bukan sesuatu yang harus lo undo. Lo bisa memeluk gue sekarang, untuk waktu lama. Besok juga bisa, besoknya lagi juga bisa. Terserah lo, kapanpun lo mau"
(pg. 265)
" Takut apa?"
" Takut kalau cuma aku yang kangen"
(pg.322)
Empat bintang dong :))
Novel ini menceritakan Salma. Seorang gadis yang cantik, galak, jagoan, sombong, tapi jauh di dalam hatinya dia baik sekali. Salma memiliki trauma masa lalu yang membuat gadis itu menjadi gadis yang tidak bisa di kontrol dan bersikap teramat buruk. Walaupun dari sikap buruknya itu, Salma malah bisa berkenalan dengan Ethan. Cowok baik yang menjadi sahabat Salma, dan bersedia melindungi gadis itu supaya 'selamat' dari cobaan yang ia hadapi.
Setelah mengasingkan diri di Amerika selama beberapa waktu, Salma kembali ke Indonesia. Ia kembali dalam rangka untuk membalas dendam kepada Andri, orang yang ia anggap bersalah atas apa yang ia alami dan kematian ibunya. Salma kembali dengan predikat gadis pembuat onar, sombong dan angkuh. Banyak orang tidak suka dengan Salma, hingga ia bertemu Pingkan. Pingkan adalah satu2nya orang yang tidak takut dengan Salma. Persahabatan dengan Pingkan pun tak berjalan mulus, awalnya mereka sering bertengkar karena Salma sering memaksakan kehendak pada Pingkan. Tapi toh pada akhirnya Pingkan bisa menjadi teman yang spesial untuk Salma.
Keinginan Salma untuk membalas dendam pun berjalan dengan lancar. Dengan mudahnya Andri masuk ke jebakan Salma. Tapi ada hal indah lain yang menanti Salma akibat balas dendam yang ia lakukan. Novel yang aku baca tidak bakal lengkap tanpa unsur romance. Dan unsur romance nya pun cukup aku sukai. Apalagi tidak hanya dua arah. Tapi banyak arah, antara Salma, Ethan, Pingkan, Bernard, dan Lukas. Tapi serius karena mb Yennie nulisnya asyik banget, ceritanya jatuhnya nggk ribet malah asyik pas dibaca. Well, aka nada kejutan di akhir cerita. Tentang masa lalu Salma dan kebebasan yang akhirnya ia dapatkan.
Karya kedua mb Yennie yang aku baca setelah Daisyflo. Dan aku suka keduanya. Karenadi kedua novel beliau, pasti paket lengkap. Ada unsur psikologi nya, romance, crime, rohani, kekeluargaan, persahabatan dan juga kasih sayang antar manusia. Semua dikemas apik dalam novel ini. Aku suka karakter Salma, walaupun dia badung, dia masih baik. Semua bisa diliat dari cara dia membela Pingkan dari Transparan, juga melindungi Pingkan agar tidak terluka, walaupun caranya ekstrim juga sih. Tapi, Salma baik dengan caranya sendiri. And I love it :). Cara bercanda Salma yg ekstrim pun bikin aku ketawa ngakak.
”Dia bilang sebaiknya lo dan gue pesan tempat di San Diego Hills atau Lestari.” Bernard menjelaskan dengan tatapan kosong. “Kalau di San Diego, ada danau, family center, dan restoran Italia. Kalau di Lestari, keamanan 7x24 jam, ada taman rekreasi, dan sudah berstandar internasional.”
Max berpikir keras. “Kayaknya mending San Diego sih. Gue suka makanan Italia..” jawabnya mengambang, “memang tempat apa sih itu?”
”Pemakaman Umum”
”Astaghfirullah…” gumam Max. (pg. 167)
Heheheh :D
Dan hampir semua karakter utama di novel ini, memiliki hati yang baik lho. Jika dilihat lebih jauh. Cara Ethan menjaga dan melindungi Salma pun cukup aku melting. He was so sweet. Pengertiannya Ethan ke Salma itu keren banget. Hmm… Aku juga suka cara bercerita mb Yennie. Asyik tanpa perlu sok asyik. Santai tapi bermakna. Apalagi pas bagian religiusnya, bikin merinding :)
Sayangnya bagian akhir cerita rasanya terlalu terburu2. Saat kedatangan Clara, dan juga kejutan kecil yang ia buat. Lalu tentang masa lalu Salma yang terkuak. Pas aku baca, aku ngerasa pergantian suasana antar plot cerita terlalu timpang, kurang smooth. Tapi itu cuma di bagian2 akhir cerita saja sih. Ada satu kesalahan penyebutan nama yang kutemukan.
..Salma menepuk-nepuk punggung gadis itu dengan sayang.. (pg. 266)
Mungkin itu harusnya Ethan menepuk-nepuk punguung gadis itu dengan sayang. Ada juga beberapa kesalahan penggunaan tanda baca. Tapi lupa kucatat. Dan lagipula itu tidak terlalu menggangguku saat membaca sih. Asyik deh pokoknya. Endingnya apik, dan manis.
Dan please mb, jangan bikin Salma miskin :p.