Kembali diberi kesempatan untuk mengenali diri melalui buku dr. Jiemi.
Rasanya seperti dr. Jiemi mengatakan langsung kepada 'shinta besar' agar kembali menengok 'shinta kecil' yang tanpa sadar tertinggal di belakang. Ini terjadi bukan karena aku tidak peduli. Namun, karena aku adalah manusia kompleks yang telah tumbuh menjadi dewasa sibuk menjalani peran-peran yang berjalan.
Anehnya, perasaan yang paling aku rasakan setelah kesadaran ini datang adalah rasa belas kasih ke diriku sendiri. Aku semakin ingin tahu kesulitan-kesulitan apa yang 'shinta kecil' telah lalui atau bahkan masih begitu kesulitan sampai sekarang. Aku juga begitu ingin berada di sampingnya untuk benar-benar hadir menemaninya agar ia tidak lagi merasa kesakitan, kesulitan, dan kesepian sendirian. Di saat yang sama, aku juga ingin memenuhi kebutuhannya pelan-pelan.
Paling tidak, bila semua ini terlalu sulit untuk dilakukan, aku, si shinta besar tetap menjadi manusia pertama yang menemani 'shinta kecil' dalam kondisi apapun ia saat ini.
Aku mengerti semua ini memang perjalanan panjang yang tidak mudah.
Sama seperti cuaca yang tidak pernah terduga bagaimana keadaannya, aku pun juga sama.
Tetapi, setelah membaca buku dr. Jiemi ini, aku menjadi lebih jelas melihat betapa kompleksnya seorang manusia.
Manusia dengan segala keunikan di dalam dirinya dan rumitnya permasalahan yang ia lalui dari waktu ke waktu.
Kupikir, sekarang sudah saatnya kita semakin sadar betapa pentingnya berkasih sayang kepada sesama manusia.
Kehidupan ini sulit sekali untuk dijalani, jadi, sebaiknya kita saling bergandengan tangan dan saling memeluk agar menemukan rasa tenang 🤍