Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Alley of Fantasy Bookshops - Sebuah Gang yang Dipenuhi Toko Buku Khayali

Rate this book
Dulu, gang ini ramai oleh pencinta buku. Kini, yang tersisa hanya satu toko—Toko Buku Kuburan.
“Tunggu… buku-buku ini bisa bicara?”
“Tentu. Ini kuburan bagi mereka yang tak pernah dibaca.”
“Kenapa cerewet sekali?”
“Karena mereka punya banyak unek-unek.
Sejak lahir sebagai buku, mereka belum pernah dibaca sampai selesai. Bagaimana unek-uneknya tidak banyak? Buku tanpa pembaca itu sama dengan pengoceh yang dibungkam.”

196 pages, Paperback

Published July 30, 2025

Loading...
Loading...

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (10%)
4 stars
43 (38%)
3 stars
46 (41%)
2 stars
9 (8%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 19 of 19 reviews
Profile Image for Nia potterr.
259 reviews7 followers
December 15, 2025
ceritanya ringan berisikan 5 cerpen yang berbeda namun memiliki latar yang sama yaitu toko buku🤗✨ ceritanya heartwarming aku suka sekali
Profile Image for aynsrtn.
666 reviews28 followers
June 18, 2026
”Buku memang makhluk menyedihkan. Mereka tidak bisa hidup sendiri tanpa pembaca. (p.66)

Buku ini memiliki 5 cerita pendek yang tidak saling terhubung, namun memiliki satu tema yang sama, yaitu toko buku dengan bumbu-bumbu fantasy-magical realism.

1. Toko Buku Empat Dimensi dan Monster yang berputar-putar (karya Kim Seol Ah).
Bayangkan suatu hari kamu lagi sekolah, usia kamu baru 14 tahun, lalu ada seseorang dari masa depan datang menemuimu dan mengatakan bahwa dia adalah penggemar novel karya-karya kamu. Padahal saat itu, kamu bahkan sama sekali belum menulis. Dan ketika kamu sedang dalam kejaran “monster”, tokoh utama dalam buku yang kamu tulis, datang menyelamatkanmu.

2. Mencari Monochrome Heart (karya Lee Jinn).
Seseorang ingin menjadi penulis web novel terkenal. Lalu, dia mencari buku yang menginspirasinya—tetapi sayangnya, penulisnya telah “menelantarkan” karya itu. Buku itu pun mengendap di Toko Buku Kuburan—tempat di mana buku-buku yang nyawanya telah habis karena penerbitnya bangkrut, tidak cetak lagi, atau dilupakan karena sudah terlalu lama.

3. Toko Pink Rabbit dan Toko Buku Tengah Malam (karya Lim Jih Young).
Tokoh aku yang selalu gagal war mendapatkan tas pink rabbit yang sedang kekinian, akhirnya begadang di sebuah toko buku yang hanya bisa dikunjungi pada malam hari karena toko buku itu berdekatan dengan toko tas tersebut. Uniknya, kalau mau berada di toko buku itu, pengunjung harus membeli “Buku Hari Ini”.

4. Gentayangan di Toko Buku (karya Chung Myung Seob).
Eden, anak yang tidak menyukai buku, suatu hari mengalami koma karena kecelakaan. Menurut malaikat cilik, dia belum waktunya mati. Kalau ingin kembali sadar, dia harus bekerja di sebuah toko buku yang nyaris bangkrut dan memberikan rekomendasi. Bersama kucing di toko buku, Eden pun memberikan buku pilihannya kepada pelanggan. Cerita favorit aku di buku ini <3

5. Taktik Paling Sempurna Untuk Mencuri Krilin (karya Cho Young Joo).
Hae Wan, seorang anak yang mencuri bola Krilin di toko buku, ternyata memiliki kebiasaan mencuri. Sang pemilik toko memiliki kebiasaan “aneh” karena setiap berbicara menggunakan kutipan dari sebuah buku dan menyebutkan nama buku asal kutipan tersebut.

Buku ini tidak hanya menyajikan cerita magis, tetapi juga membahas industri buku dan toko buku. Buku yang kian lama tidak dilirik orang. Toko buku yang sepi. Orang lebih memilih membeli di loka pasar daripada membeli di toko buku. Penulis yang mengabaikan tulisannya sendiri. Dan buku-buku yang tidak dilirik serta terlupakan.

Rekomendasi: buku ini tipis di bawah 200 halaman. Cocok untuk kamu yang suka cerita tentang toko buku yang hangat dengan bumbu-bumbu magis.

🌹 4 bintang untuk hidup manusia itu tidak ada bedanya dengan sebuah novel.
Profile Image for Alexandra.
2,309 reviews128 followers
January 3, 2026
Kumcer 200 hal ini bikin proses bacaku yang sempat tersendat jadi lancar jaya. Enaknya baca buku ini adalah duduk sebentar, selesai 2 cerpen, eh sudah hampir kelar setengah buku. Benar-benar mood booster. 🤣

Buku ini berisi 5 cerpen yang katanya bertema toko buku dengan percikan fantasi tipis-tipis. Tapi menurutku toko bukunya justru cuma jadi figuran aja. Buku YA ini lebih fokus pada penemuan jati diri, pengembangan karakter, pergolakan konflik remaja dan dorongan untuk mulai menulis bagi para MCnya yang rata-rata masih berusia 14 tahun. Favoritku adalah cerpen no 2 yang berjudul The Monochrome Heart. Ceritanya tentang seorang remaja pencinta web novel yang berburu sebuah novel jadul yang langka. Novel ini dimention penulis favoritnya sebagai novel yang jadi inspirasinya untuk memulai karir menulisnya. Kalian harus coba sendiri.

Dari kelima cerpen aku cuma kurang cocok dengan cerpen pertama karena melibatkan perjalanan lintas waktu antar dimensi berbeda dan istilah membingungkan yang banyak muncul di film Marvel. Just not my cup of tea. Tapi keempat lainnya heartwarming dan aku suka banget.

Bonus poin justru datang dari bagian kata pengantar penulis yang menceritakan inspirasi dan kenapa kelima cerita ini dibuat. Bagian ini tidak kalah menarik dari cerpennya, jadi jangan dilewatkan.

Thanks to PYC DL
Profile Image for Fikriah Azhari.
387 reviews172 followers
September 28, 2025
❝Kuburan adalah tempat orang mati. Begitu pun di sini. Buku-buku yang masuk ke sini adalah buku-buku yang nyawanya sudah habis. Bisa karena penerbit ya bangkrut, tidak dicetak lagi, atau dilupakan karena sudah terlalu lama!❞

Buku yang tebalnya nggak sampai 200 halaman ini terdiri dari lima cerita dari penulis berbeda:

⏳ Toko Buku Empat Dimensi dan Monster yang Berputar-putar by Kim Seol Ah
🔍 Mencari Monochrome Heart by Lee Jinn
☕ Tas Pink Rabbit dan Toko Buku Tengah Malam by Lim Jih Young
👻 Gentayangan di Toko Buku by Chung Myung Seob
🧸 Taktik Paling Sempurna Untuk Mencuri Krillin by Cho Young Joo

Satu hal yang membuatku semakin ingin menuntaskan buku ini adalah kalimat pada kata pengantarnya. Penulis menjelaskan bahwa toko buku kerap mengalami “Hari Tanpa Penjualan”. Meski hari tersebut menyeramkan untuk sebuah bisnis, mimpi buruk sebenarnya adalah “Hari Tanpa Pengunjung”.

Masing-masing cerita dalam buku ini erat latarnya dengan toko buku. Mulai dari toko buku yang muncul tiba-tiba (ngingetin aku sama Howl's Moving Castle), sampai toko buku yang viral karena konon ada seekor kucing yang akan membantu pengunjung memilih buku untuk dibeli.

Semua tokoh utamanya anak-anak. Jadi tindakan-tindakan sederhana dalam ceritanya mudah dijadikan refleksi. Misalnya kita jangan rakut memulai karena untuk sekarang memang kita nggak akan tahu sebesar apa hasil dari keputusan kecil yang diambil, atau apakah sepenting itu memiliki barang yang sama dengan teman kita hanya agar bisa dianggap bagian dari kelompok?

Favoritku sendiri adalah Mencari Monochrome Heart dan Gentayangan di Toko Buku.

Petualangan Seul On mencari Monochrome Heart karena buku itu yang menginspirasi penulis favoritnya di web novel menulis Catatan Harian Rekonstruksi Dunia yang Hancur terasa begitu dekat. Sebagai pembaca, kerap dibuat antusias ingin membaca buku yang disebutkan dalam karya kesukaan kita. Rasa penasaran Seul On ini membawa dirinya ke Toko Buku Kuburan, tempat bersemayamnya buku-buku yang tidak pernah selesai dibaca. Tidak seperti namanya yakni kuburan, toko buku yang memiliki kesan suram itu ramai seperti pasar bersuarakan buku-buku dari lintas generasi yang setidaknya bersyukur karena tidak perlu berakhir di mesin penghancur kertas. Sebenarnya ini juga jadi bahan refleksi ketika toko buku offline kian tergerus dan orang-orang lebih memilih membeli buku secara online.

Sedangkan Gentayangan di Toko Buku mengajak kita mengikuti seorang anak yang roh-nya harus berbuat baik di toko buku demi bisa kembali ke tubuhnya yang sedang koma. Ini cukup mengharukan karena tokoh utamanya melakukan refleksi diri dari pelanggan-pelanggan yang ditemuinya di toko buku.
Profile Image for Booktrovert_id.
92 reviews
January 12, 2026
Buatku, cerita tentang toko buku itu selalu punya tempat istimewa di hati. Ada sesuatu yang bikin nyaman setiap kali membacanya, sampai rasanya aku ikut mencium aroma kertas buku yang ada di toko buku di dalam cerita tersebut. Hangat, tenang, dan bikin betah. Apalagi kalau dibumbui unsur misteri, beuhhh… sensasinya langsung beda.

Nah, itu juga yang aku rasakan waktu baca The Alley of Fantasy Bookshops. Buku ini berisi lima cerita berbeda dari lima penulis yang berbeda. Masing-masing kisahnya ditulis dengan gaya yang ringan, tapi tetap bikin penasaran karena ada sentuhan misteri yang manis. Pokoknya seru banget dibaca, sampai rasanya pengen kumcer ini dijadiin cerita panjang😆❤️

Ini ringkasan ceritanya👇
1. Toko Buku Empat Dimensi dan Monster yang Berputar-putar
Bayangin lagi di lapangan sekolah, terus mendadak muncul monster bola. Kalau disentuh tangan atau anggota tubuh lain, langsung keserap masuk ke dalam. Ini bikin aku keinget banget sama drakor DAS. Belum lagi plot twist soal toko buku yang ternyata berasal dari dimensi lain. Gila, seru banget!

2. Mencari Monochrome Heart ❤️ favoritku!
Tentang Seul On, anak laki-laki yang suka banget baca webnovel. Di akhir salah satu webnovel favoritnya, penulisnya mengucapkan terima kasih kepada seseorang dan sebuah novel lawas yang menginspirasinya. Seul On yang penasaran mulai mencari novel itu sampai akhirnya tiba di sebuah kuburan toko buku.
Di tempat ini, buku-buku bisa berbicara dan minta dibacakan. Kuburan buku ini berisi buku-buku yang nyawanya sudah habis, penerbitnya bangkrut, tidak dicetak lagi, atau dilupakan karena terlalu lama. Ini bikin aku inget salah satu dialog di novel ORV waktu Kim Dokja bertanya, “Kemana cerita yang sudah dilupakan pergi?” Karena cerita nggak akan bertahan tanpa pembaca. Rasanya masuk akal kalau semua cerita itu pergi ke kuburan buku ini. Karena ceritanya pendek, endingnya jadi menggantung dan aku penasaran banget sama kelanjutannya. Gara-gara baca ini juga, aku jadi makin bertekad untuk baca semua TBR-ku dan lebih menghargai buku-bukuku. Kasian kan kalau mereka sampai nangis karena nggak dibaca 😭

3. Toko Buku Tengah Malam
Toko buku yang cuma buka dari jam 7 malam sampai jam 7 pagi. Ceritanya tentang anak SMA yang ingin memperbaiki hubungan sama temannya lewat tas pink rabbit, tas limited edition yang cuma dibagiin untuk pelanggan setia sebuah cafe. Demi dapetin tas itu, dia rela begadang dan akhirnya membawanya ke toko buku tengah malam. Toko ini punya aturan unik, salah satunya pengunjung harus membeli buku. Di sini dia bisa cerita tentang kekhawatirannya dan menyelesaikan masalahnya. Obrolan para pelanggannya tuh hangat banget ❤️

4. Gentayangan di Toko Buku
Eden, bocah nakal yang ketabrak sampai koma, jiwanya terhubung ke toko buku yang justru paling dia benci. Dia harus berperilaku baik selama di toko buku ini kalau mau balik lagi ke tubuh aslinya, seperti merekomendasikan buku yang cocok untuk pelanggan. Ceritanya nggak cuma unik, tapi juga bikin terharu 🥹

5. Taktik Paling Sempurna untuk Mencuri Krillin ✨
Hee Hwan punya kebiasaan mencuri tanpa sadar alias kleptomania. Dia ngambil figur Krillin dan ketahuan orang tuanya, jadi disuruh balikin. Pas dia balik, restorannya lagi tutup. Dia pun mau nitip ke toko buku sebelah, tapi malah nyolong gunpla lagi. Akhirnya, pemilik toko buku itu dimintai tolong buat bantu mengubah kebiasaannya. Cerita ini ringan tapi banyak pelajaran yang bisa diambil.

Overall, buku ini benar-benar menghibur! Rasanya kayak diajak jalan-jalan ke gang rahasia yang penuh keajaiban. Setiap toko punya dunia dan kisahnya sendiri, tapi semuanya sama-sama bikin betah.❤️ Buat kalian yang suka cerita tentang buku, apalagi yang ada sentuhan misteri dan fantasi ringan, buku ini wajib masuk wishlist.
Profile Image for Arielliasa .
812 reviews30 followers
November 26, 2023
Я уже запуталась какая именно это попытка полюбить корейскую прозу, но в этот раз всё вышло куда лучше, чем предполагалось. Что удивляет, ведь это сборник рассказов, а у меня с ними редко любовь происходит. С этим, правда, тоже не всё удачно, но три истории из пяти это уже достижение.

Совсем не понравилась первая история. Какая-то странная научная фантастика, начало словно из одной дорамы — там тоже про сферы. Неинтересные персонажи, каша вместо сюжета. Одним словом — бред полный. Забеспокоилась, что и дальше будет также, но вторая история намного лучше.

✥------- † Монохромное сердце by Ли Чжин (★★★★)
Мальчик, любящий веб-новеллы, захотел прочитать старую фэнтези книгу, которая вдохновила его любимого писателя на написание своей истории, но это оказалось не так-то легко. Он не смог её нигде найти и мама посоветовала сходить в маленький частный книжный. «Могила» — так он называется. Написано хорошо, увлекательно и слегка необычно. Единственное, что лично мне не совсем понравилось — финал. Но аж самой захотелось отыскать эту книгу и познакомиться с ней.

✥------- † Сумка с розовым кроликом и ночной книжный магазин by Им Чжихён (★★★★)
Концепция ночного книжного магазина любопытна. Как человек, часто читающий книги именно в тёмное время суток, не отказалась бы иметь такой в своём городе. Сама история о школьнице, пытающей наладить прежнюю дружбу с лучшей подругой и ради этого ей нужно приобрести лимитированную сумку. Она всячески пытается это сделать, но героине сложно вставать ранним утром, поэтому выход находится сам — «заночевать» в книжном, а после встать в очередь и заполучить наконец-то сумку. Несмотря на то, что большая часть повествования разворачивается в книжном, непосредственно о книгах там мало, зато есть нравоучительная история о ценностях и правильных выборах.

✥------- † Призрак книжного магазина by Чон Мёнсоп (★★★★★)
А вот эта моя персональная любовь. Мальчик, чья мама заставляла его в детстве дочитывать книгу в один присест, ненавидит чтение. Он проводит всё свободное время за играми и поэтому, когда его сбивает машина и герой становится призраком, чья душа запечатана в книжном магазине, ему это ничуть не нравится. Но чтобы вернуться в своё тело нужно помочь покупателям с выбором книг. Очень трогательная вещь на самом деле, так ещё и милая. Жаль, что так мало.

Последняя история была бы неплохой, но она не вписывается в концепцию сборника и я ощущала скуку, пока её читала. Ещё из плюсов иллюстрации.
Profile Image for loundraw.
241 reviews8 followers
September 9, 2025
Buku ini merupakan kumpulan cerpen yang terdiri dari 5 cerita dengan penulis berbeda yang mengambil tema sama tentang toko buku.

Cerita pertama tentang seorang anak yang menemukan bola aneh, sepulang sekolah ia menemukan toko buku empat dimensi yang berasal dari masa depan.

Cerita kedua tentang seorang anak penggemar web novel yang mencari buku inspirasi dari penulis novel favoritnya, namun sayangnya buku tersebut sudah langka.

Cerita ketiga tentang persahabatan anak perempuan yang berusaha mendapkan tas pink agar persahabatannya terjalin kembali, pertemuan dengan orang-orang perlahan mengubah hidupnya.

Cerita keempat tentang seorang anak nakal yang tertabrak mobil, jika ia ingin hidup kembali harus bersikap baik selama menjadi arwah di suatu toko buku.

Cerita kelima tentang seorang anak yang suka mengutil barang, bikin emosi aja bacanya.

So far cerita favoritku yang ketiga dan keempat, apalagi yang ketiga definisi hidup "oh terserahlah" which is gweh banget akwowwok, tapi bacanya ga enjoy sih kurang cocok di aku.
Profile Image for Dee.
116 reviews
August 3, 2026
"𝑲𝒂𝒍𝒂𝒖 𝒅𝒊𝒓𝒆𝒏𝒖𝒏𝒈𝒌𝒂𝒏 𝒍𝒂𝒈𝒊, 𝒔𝒆𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓𝒏𝒚𝒂 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒎𝒂𝒏𝒖𝒔𝒊𝒂 𝒊𝒕𝒖 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒂𝒅𝒂 𝒃𝒆𝒅𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒃𝒖𝒂𝒉 𝒏𝒐𝒗𝒆𝒍. 𝑺𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝒏𝒐𝒗𝒆𝒍, 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒎𝒆𝒎𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒖𝒅𝒂𝒉 𝒅𝒊𝒕𝒆𝒏𝒕𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒂𝒘𝒂𝒍 𝒅𝒂𝒏 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓𝒏𝒚𝒂, 𝒕𝒆𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒅𝒊 𝒕𝒆𝒏𝒈𝒂𝒉𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒕𝒆𝒓𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒉𝒂𝒍-𝒉𝒂𝒍 𝒅𝒊 𝒍𝒖𝒂𝒓 𝒃𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒖𝒃𝒂𝒉 𝒂𝒍𝒖𝒓 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂. 𝑩𝒖𝒌𝒖 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒄𝒖𝒎𝒂 𝒅𝒊𝒃𝒂𝒄𝒂 𝒔𝒆𝒃𝒂𝒈𝒊𝒂𝒏 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒆𝒕𝒂𝒉𝒖𝒊 𝒊𝒔𝒊𝒏𝒚𝒂, 𝒃𝒆𝒈𝒊𝒕𝒖 𝒑𝒖𝒍𝒂 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑."

Berisi 5 cerpen dari penulis yang berbeda dengan benang merah yang sama, yaitu buku, perpustakaan, dan toko buku. Setiap cerita punya pesan yang berbeda, tapi semuanya sama-sama menunjukkan jika buku bisa memberi pengaruh besar bagi kehidupan sang tokoh dalam cerita.

1. Toko Buku Empat Dimensi dan Monster yang Berputar-putar
2. Mencari Monochrome Heart ✨
3. Tas Pink Rabbit dan Toko Buku Tengah Malam✨
4. Gentayangan di Toko Buku✨
5. Taktik Paling Sempurna untuk Mencuri Krillin

Dari kelima cerpen itu, aku paling menikmati nomor 2, 3, dan 4. Favoritku tetap 𝑴𝒆𝒏𝒄𝒂𝒓𝒊 𝑴𝒐𝒏𝒐𝒄𝒉𝒓𝒐𝒎𝒆 𝑯𝒆𝒂𝒓𝒕. Sementara cerpen pertama dan terakhir aku kurang menikmati, jadi kesannya agak biasa aja dibanding tiga cerita lainnya.
18 reviews
October 22, 2023
Надо признать, что я, конечно, вообще не ЦА этой книги 🫢 Поэтому было бы странно, если бы мне она безумно понравилась.

Книга состоит из 5 рассказов от 5 корейских писателей.
Все герои в рассказах - это приблизительно 14-летние дети.

Да, тут есть один общий элемент - книжные магазинчики, но по факту тематика и стилистика у каждого рассказа своя. Кто-то рассказывает о проблемах школьной дружбы, другой - о клептомании, ещё кто-то о семейных проблемах и т.д.

Все сюжеты происходят в настоящем времени, соответственно тут фигурируют современные гаджеты, названия, сленг. Так что не надейтесь на атмосферу пыльных книжных полок ))

Книга точно понравится подросткам 12-19 лет.
Мне было скучновато, хотя и были некоторые моменты, которые меня расстрогали.

Оценить тут легко: 3/5✨️

4 рассказа хороши.
Один, самый первый - чудовищная бредятина 😆
Profile Image for Kianthera Bloom.
5 reviews
December 5, 2025
Buku middle grade yang isinya 5 cerpen. Gaya penceritaan cozy, konflik ringan, dan tokohnya kebanyakan anak SMP yang sesuai tema berkutat ke toko buku.

Buatku, terjemahannya oke. Bahasanya enggak kaku, jadi pas baca lebih ngalir aja. Karena ini cerpen dari 5 penulis berbeda, meskipun terjemahan, gaya penceritaannya tetep beda. Semua ceritanya bagus kok.

Aku paling suka cerpen yang judulnya Mencari Monochrome Heart. Soalnya cerpen ini adalah apa yang aku bayangkan ketika baca buku ini. Fantasynya lebih sesuai sama ekspektasiku. Karena aku enggak tau kalo ternyata buku ini isinya cerpen.

Aku kasih rating 8/10 karena meskipun ringan, bukunya enggak fast paced. Aku butuh beberapa hari buat nuntasin buku ini. Sempet kena reading slump juga, jadi enggak page turner.

Buku ini cocok banget dibaca anak-anak remaja.
Profile Image for Ulia Murray.
111 reviews2 followers
September 17, 2025
Первый рассказ я еще прочитала - Четырехмерный книжный магазин и вращающийся монстр, который можно было бы резюмировать "Что было бы если бы к тебе пришла девочка из будущего и сказала, что ты станешь великой писательницей", если бы не, внезапно, кровища, отрубленные конечности и кишки школьниц по полю... Напомнил мне мои рассказы из средней школы: какая-нибудь бешеная идея из наитвердейшей НФ, плюс что-то из легенд геометрии, плюс что-то про далёкое технологичное будущее. Такое еще в "Техника - молодежи" публиковали. Подростком, может быть, читать было бы и интересно...
Profile Image for Lumos.
300 reviews2 followers
November 28, 2023
Книга очень красивая в печатном варианте. Если не печатка, такое в электронке бы не читала. Очень атмосферные уютные рассказы про школьников и книжный магазин. Из 5 рассказов мне абсолютно не зашёл первый, чуть меньше последний. Остальные полюбила всей душой. Дам почитать племяшке, мне кажется это больше для подростков книги от 14 до 16 лет.
Profile Image for Made By Isty.
93 reviews1 follower
May 5, 2026
Buku ini memiliki cerita yang unik disetiap bab
Walau latar toko buku. Tapi tidak membuatmu bosan
Malah justru cerita nya seru, lucu, dan banyak nasihat yang bisa diambil.

Bisa dibilang buku ini tuh healing fiction gitu.

Walau singkat² cerita nya tapi beneran bagus.
Sampai gitu nasihat yang disampai kan di buku ini.

Cerita itu di masing² bab punya kesan tersendiri.
Profile Image for Noori Dyo.
198 reviews3 followers
December 6, 2025
поставила бы 5, если история была только про вторую часть, но в целом очень понравилась книга, хочется прочитать собственные произведения авторов!
Profile Image for Luv.
135 reviews
January 2, 2026
Kumcer yang bikin semangat babat tbr sebelum buku bukunya mati (yhh mati, masuk kuburan karena ga ada yang baca)

Buku ini berisi 5 cerpen yang semuanya punya inti yang sama, tentang toko buku. Baik itu yang fantasy, slice of life, sampai ada unsur mistis nya juga pun ada.

Karen ditulis oleh lima penulis yang berbeda, tentu aja gaya berceritanya pun cukup bisa dirasakan dengan jelas.

Tapi satu kesamaannya, semua cerita yang ada memberikan efek hangat ketika baca.

Oke, sebab hanya ada lima judul, jadi aku keluarkan pikiranku satu satu perjudul.

1. Toko Buku Empat Dimensi dan Monster yang Berputar-putar — Kim Seol Ah

Cerita pertama tentang fantasy-time travel. Di mana tiba tiba muncul toko buku dan Monster Bola. Lalu datanglah Ye Eun dari masa depan ke abad 21 karena dia ngefans sama Penulis Miji. Di sini, Miji diselamatin sama 'tokoh' novel dia dari si Monster Bola. Dan, di masa depan, Mini debut novelnya adalah tentang Monster Bola, yang ternyata Monster Bola ini datang ke abad 21 karena kebawa sama perjalanan waktunya Ye Eun.

Paradoks yang biasa terjadi di buku time travel. Idenya tuh seru, sayangnya mungkin karena ini cerpen, jadi terbatas kata yang bisa ditulis akhirnya aku merasa ini ngambang, padahal punya potensi. 🌟 3.5/5

2. Mencari Monochrome Heart — Lee Jinn

Seul On ingin menjadi penulis web novel terkenal. Jadi, dia mencoba cari inspirasi dari satu buku yang sayangnya udah ditelantarin sama penulisnya. Dia ketemu Toko Buku Kuburan, tempat di mana buku buku yang udah ga dicari menumpuk. Di situ, juga ada Nenek penjaga dengan Teh Kwinsi nya yang terdengar amat ramah ya wkwk.

Aku lebih suka ini, rasanya lebih ngalir dan masuk akal (yhh meski buku yang bisa ngomong itu ga masuk akal) tapu tujuan apa yang mau disampaikan tuh lebih jelas, ga cuma ngasih fever dream belaka. 🌟4.5/5

3. Tas Pink Rabbit dan Toko Buku Tengah Malam - Lim Jih Young

Kisah Haemi yang harus antre dari malam demi bisa dapat promo kafe x Tas Pink Rabbit. Di dekat kafe, ada toko buku yang hanya buka saat malam hari. Aturan di toko buku ini, pengunjung harus membeli "Buku Hari Ini" untuk bisa masuk.

Yang ini ga ada fantasy fantasy nya sama sekali. Cuma, toko bukunya yang unik dan ceritanya yang heartwarming. Kalo harga buku di indo seharga 1x makan siang, dan ada toko buku kek gini, aku rela datang tiap malam. 🌟 4/5

4. Gentayangan di Toko Buku - Chung Myung Seob

Eden ga suka baca buku, tapi dia koma dan harus membantu Toko Buku Mentari Sore yang hampir bangkrut agar bisa balik ke tubuhnya. Sebagai arwah gentayangan, Eden dengan bantuan Alina si kucing memilihkan buku untuk dibeli pelanggan. Popularitas buku yang dipilih oleh kucing itu bikin Mentari Sore langsung ramai lagi.

Yang ini sedih, nyesek, bingung. Tapi salah satu fav aku. Awalnya aku kepikiran gimana nasib Mentari Sore setelah Eden kembali. Karena kan si Kucing bisa milihin buku karena roh Eden. Tapi ternyata, setelah Eden balik ke tubuhnya, timeline nya ga berjalan, melainkan kembali ke saat Eden sebelum kecelakaan. Artinya, Mentari Sore kembali ke masa sepi pelanggan

Dan, gimana pun skenario nya, setelah Eden balik, Mentari Sore cuma jadi Toko Buku sepi. 🌟 4.5/5

5. Taktik Paling Sempurna Untuk Mencuri Krillin - Cho Young Joo

Hae Hwan, si klepto, mencuri bola Krillin dari sebuah rumah makan. Ketika hendak mengembalikannya, Bola Krillin yang katanya 500 ribu won itu sudah berada di tangan si pemilik toko buku yang setiap bicara selalu menyampaikan kutipan dari buku dan mengatakan judulnya. Jadi, Hae Hwan mencari segala cara untuk bisa mengambil Krillin itu lagi.

Yang ini seru, slice of life juga dan salut sama semu orang yang ada di sini karena bisa di ajak kerja sama buat 'nyembuhin' klepto nya Hae Hwan ini. Tapi sayangnya, ga ada yang membekas di aku. Kayak, yaudah gitu. 🌟 3/5

So buat yang nyari kumcer ringan dan ga kebanyakan judul buat temen ngeteh. Recommended laaa buat nyari bukuku bacaan yang abis dalam sekali duduk.
Profile Image for Phia .
36 reviews
March 22, 2026
Buku bercerita tentang bagaimana belajar menyukai buku, bagaimana perasaan buku yang dibaca dan juga toko buku itu sendiri. Dibagi atas 5 cerita dengan plot cerita yang berbeda dan tidak berhubungan antar bab. Buku ini banyak mengajarkan bagaimana berharganya toko buku , perasaan penulis dan makna buku bagi seseorang. Bagi seseorang buku merupakan salah satu cara melepaskan kesepian dan membuat depresi tidak menginvasi pemikiran seseorang. Buku bisa membebaskan pikiran seseorang untuk sesaat dari dunia yang tidak selalu baik atau penuh kesialan. Jadi jangan pernah menghakimi seorang pembaca buku dan buku yang dibacanya, karena kita tidak tahu apa yang sedang dia alami dan membaca buku adalah salah satu cara tetap waras atau bertahan hidup.
Profile Image for Feiren.
109 reviews
March 11, 2026
⭐️ 4,5/5

Kumpulan cerpen ini fokusnya ke toko buku dan tokoh utamanya yang kebanyakan masih remaja. Dari mereka yang suka membaca tetapi jarang diapresiasi, membenci buku, sampai toko buku itu seperti takdir yang sengaja mempertemukan mereka.

Bukan hanya masalah buku saja dibahas. Ada yang membahas tentang masa depan, pertemanan, jati diri, sampai kepribadian mereka. Para remaja ini sengaja dikumpulkan dalam toko buku mereka masing-masing untuk mencari jawaban atas keraguan atau pertanyaan dalam hidup mereka.

Kebanyakan cerita dalam buku ini ringan, enak dibaca buat para pembaca remaja yang mau coba baca buku kumcer. Ceritanya juga masih related dengan masalah-masalah khas anak remaja, serta masih menyertakan elemen dunia buku.

Menurutku pribadi, ada sekitar dua atau tiga cerpen yang berhasil mengambil hatiku. Mereka cukup memberikan kesan padaku, terutama cerpen ketiga yang berjudul “Tas Pink Rabbit dan Toko Buku Tengah Malam” (ini judulnya dalam bahasa Indonesia ya).

Dari buku kumpulan cerpen ini, kelihatan kalau masing-masing penulis memiliki karakeristik tersendiri dalam tulisan mereka. Ada yang simple, tapi ada juga yang bernaratif secara detail. Ini memberikan warna pada masing-masing cerpen, juga bahasa yang cukup ringan.
Displaying 1 - 19 of 19 reviews