Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun punya banyak predikat, padahal predikat sebenarnya "bukan siapa-siapa". Cak Nun bergulat di ranah kebudayaan juga kesusasteraan, memaparkan banyak pendapat, menulis kolom, berdialog, dan lebih dari itu juga ber-shalawat, mendendangkan lagu-lagu "cinta", bercengkerama dengan berbagai lapisan, dari kaum marjinal hingga elite berkuasa. Buku ini adalah sebagian rekaman tiga penulisnya dalam menimba khasanah hikmah "ilmu kehidupan" Cak Nun, terutama pada awal-awal Era Reformasi.
Buku ini, betapapun tidak sepenuhnya, merupakan semacam lintasan biografi pemikiran Cak Nun. Diberi judul Kitab Ketenteraman, karena diharapkan pembaca menemukan rasa tenteram setelah menyelami khasanah tasauf modern Cak Nun.
Buku yang diterbitkan kembali sejak 2001 ini, telah terlanjur menjadi bagian dari referensi penting bagi siapa saja yang hendak menyelami khasanah Cak Nun dan relevansinya untuk zaman kita.
kalo anda sepaham dan sealiran dengan cak nun. ada baiknya anda baca buku ini. apalagi kalo anda termasuk pembaca baru, pembaca yang lahir diatas tahun 1990, yang tidak sempat menyaksikan cak nun tampil di acara tv nasional dan membaca tulisan-tulisan beliau di koran-koran nasional...