Jump to ratings and reviews
Rate this book

Mimicry

Rate this book
“Aku datang untuk minta bantuan pada si peniru suara.” Begitulah permintaan klien Torigoe. Torigoe adalah seorang laki-laki yang dapat menirukan suara. Suara manusia seperti apa pun, pria, wanita, tua maupun muda, semua bisa ditirunya. Bersama Madara, ia menerima permintaan dari berbagai macam klien. Rahasia tersembunyi dan ingatan samar menanti mereka.

192 pages, Paperback

First published December 24, 2014

Loading...
Loading...

About the author

Satoshi Morie

41 books14 followers
MORIE Satoshi: モリエサトシ
Twin sister of TAKAGI Shigeyoshi

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (60%)
4 stars
4 (40%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for duniamimpigie Anggi.
Author 2 books53 followers
May 2, 2015
Gyah.
Udah lama saya nyari-nyari shoujo setipe ini. Maksud saya... buku ini entah kenapa mengingatkan saya dengan karya Ogawa Chise eeer... Shigeyoshi Takagi (Ogawa Chise itu penname untuk karya-karya BL-nya), terutama yang judulnya "Akuma ni Itsukushimi no Te wo". Bukannya mirip gaya gambar atau alur penceritaannya, melainkan semacam... eeeer... "feel"-nya yang mirip. Gimana ya? Sulit dijelasin deh, terlalu abstrak soalnya.
Dan pas barusan saya cek halaman author Satoshi Morie, ternyata beliau kembarannya Shigeyoshi Takagi. Tolonglah. Ini bener-bener kebetulan yang gak terduga banget, tapi sekaligus juga terasa wajar dalam artian tertentu.

Ngeliat desain sampulnya yang terlalu minimalis, jujur--saya gak menduga kalau saya bakal sesuka ini dengan ceritanya. Sampe nangis-nangis ingusan saya bacanya :"D

Tau kan saya gak tahan sama cerita-cerita cinta yang lembut dan (hampir) gak kesampaian? Juga cerita-cerita tentang kasih sayang keluarga dan sahabat? Kesemuanya ada di satu buku ini. God, gue puaaaasss <3

Btw, mari kita review satu per satu ceritanya.
Dibuka dengan suatu cerita yang saya pikir dibuat setelah cerita-cerita selanjutnya. Entah kenapa terasa ini filler. Cuma mukadimah untuk memperkenalkan kedua tokoh utama kita: Torigoe dan Madara.
Tapi cerita ini bener-bener manis dan lembut--berasa baca "Hana to Akuma" atau "Natsume Yuujinchou". Suka <3 Saya langsung ke-hook sama ceritanya dan nangis-nangis ingusan di bab ini.

Bab kedua menurut saya adalah inti cerita komik ini. Ah, sebenernya yang saya sayangkan--amat saya sayangkan--adalah bahwa gak ada cerita klimaks dalam satu buku ini. Semuanya berasa bab-bab terpisah. Gak membuat sebuah plot cerita yang utuh yang berkesinambungan antara satu bab dengan bab lain.
Btw, lanjut ke cerita kedua. Ini bener-bener MANIS. Ugh. Keterlaluan manis. Cerita soal anak perempuan dan ayahnya. Dan cinta(?) Torigoe yang dia pikir gak akan kesampaian.
Sayangnya--bener-bener sayang--kisah cinta Torigoe yang udah dipercikkan(?) pengarang di bab ini malah di-cut begitu aja. Rasanya tuh kayak kalo lagi nonton film seru di televisi, mendadak iklan di tempat yang lagi seru-serunya. Kesel. Jengkel. Tapi berharap-harap tinggi kalau begitu iklan berakhir, cerita akan kembali berlanjut dan makin seru.
...Tapi pengarangnya memusnahkan harapan saya itu.
Karena begitu buka bab selanjutnya, saya malah disuguhi cerita yang berbeda :"(
Saya pengen kelanjutan cerita cinta Torigoe. Saya terus berharap-harap sampai akhir buku--saya tekankan: sampai AKHIR buku--bakal muncul Torigoe dan Uguisu lagi.
...Gak taunya gak ada sama sekali. GAK ADA.
Saya merasa dikhianati pengarangnya :"(

Bab ketiga menurut saya yang paling plain di antara kesemuanya (tidak termasuk dua cerita tambahan di akhir yang bener-bener lepas dari cerita utama).
Pendek banget pula. Gak digali. Makanya saya rasa ini juga cerita filler yang dimasukin guna memenuhi kuota halaman. Well, ini cuma dugaan saya doang sih, gak tau benernya gimana.

Bab keempat giliran Madara yang jatuh cinta. Dan saya suka banget Torigoe di sini. Ketauan betapa dia menyayangi Madara. Meski ending bab ini menggambarkan "kebahagiaan" dalam wujud yang berbeda dari "kebahagiaan" yang saya (dan mungkin banyak pembaca lain) harapkan, tetep aja saya suka. Ending-nya bittersweet gitu.

Bab selanjutnya udah masuk cerita lepas. Gak ada lagi Torigoe maupun Madara.
Saya mendadak merasa loss.
Cerita Torigoe dan Madara belum terasa tuntas karena memang gak ada plot yang kokoh yang menceritakan pembukaan-klimaks-penyelesaian seperti cerita umumnya.
Seandainya keempat bab cerita Torigoe dan Madara itu dibuat menjadi sebuah cerita utuh yang gak terasa kayak bab-bab terpisah, pasti bakal lebih "ngena".

Diawali dengan perasaan kecewa dan loss, saya mulai masuk ke cerita yang benar-benar berbeda. Judulnya biasa banget: My Neighbour. Gaya gambarnya agak berbeda. Ternyata cerita ini dibuat lama sebelum cerita Mimicry-nya Torigoe dan Madara.
Feel-nya jauh berbeda. Gelap dan terasa... beda. Lembutnya tetep ada, tapi rasanya beda.
Pas baca freetalk mangaka-nya, ternyata cerita ini dia buat "sewaktu aku masih membuat komik sesukaku", kata si mangaka.
Yep. Ternyata bener dugaan saya. Cerita ini dia buat demi dirinya sendiri.
Sebagai seseorang yang juga menghasilkan beberapa karya (dan membaca banyak karya orang lain) membuat saya mengenali karya-karya yang dibuat demi dikomersilkan dengan karya yang dibuat demi diri sendiri. Feel-nya beda banget. Saya suka feel cerita "Tetangga" ini. Suka sensasi dark-nya. Suka sensasi "egois" dari si pengarang yang terasa melingkupi cerita ini.
Inilah sisi berbeda pengarang ini, saya rasa.

Meski gak bener-bener mirip, ini mengingatkan saya juga akan karya-karya Ogawa Chise yang dark dan cliffhanger, yang ceritanya nge-loop kayak lingkaran setan.
Duh, apa kembar itu bener-bener mempengaruhi kemiripan karya ya? ._.

Cerita terakhir adalah karya debutnya. Banyak plothole, tapi yah saya mencoba optimis mungkin karena halamannya sedikit mungkin jadi gak sempet diceritain aja. Tapi yah, ini cerita kurang berkesan di hati saya sih. Alasan si cowok nolak ceweknya lantaran takut menyakiti orang yang disayangi, rada-rada gak masuk akal dengan pace cerita yang terlampau cepat.

Secara keseluruhan, buku ini tipe cerita shoujo yang memuaskan bagi saya :"D
Sukses bikin saya penasaran ngubek-ngubek karya Satoshi Morie yang lain.

==============================================
NB: Saya gak suka logo judul versi m&c! untuk komik ini.
Profile Image for Syifa Hana.
96 reviews19 followers
October 28, 2020
tiga cerita dengan amanat yang buat terenyuh
makun menggemaskan sekali!
Displaying 1 - 2 of 2 reviews